Penulis: Suslov Ganteng

  • Latihan Soal PK SNBT 2023

    26

    Latihan Soal PK SNBT 2023

    Cuma 5 soal dengan waktu 10 menit

    The number of attempts remaining is 3

    Isi dulu data diri yaah

    1 / 5

    11. Diketahui , ab dan c adalah tiga bilangan bulat
    berurutan

    (1) 2a  + b +  c  selalu ganjil
    (2) a + 2b + c  selalu genap
    (3) a + b + 2c selalu ganjil
    (4) 3a + 2b + c selalu genap
    Pernyataan yang benar adalah …

    2 / 5

    12. Sebuah kantong berisi 3 kelereng putih, 4
    kelereng hitam, dan 2 kelereng merah. Diambil
    2 kelereng tanpa pengembalian.
    Manakah hubungan yang benar antara
    kuantitas P dan Q berikut berdasarkan
    informasi yang diberikan?

    3 / 5

    13. Misalkan S menyatakan jumlah bilangan bulat
    positif dari 1 sampai dengan n dan A
    menyatakan rata-rata bilangan bulat positif
    dari 1 sampai dengan n
    Manakah hubungan yang benar antara
    kuantitas P dan Q berikut berdasarkan
    informasi yang diberikan?

    4 / 5

    5 / 5

    Your score is

  • Bahasa Indonesia UTUL UGM 2009

    55

    Bahasa Indonesia UTUL UGM 2009

    Ada 19 soal. Kerjakan dengan jujur. Bukan masalah hasil tapi masalah proses belajar yang penting.

    The number of attempts remaining is 3

    Isi dulu data diri yaah

    1 / 19

    Begitu matahari terbit di Batu Kambar, Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, ratusan warga keluar rumah. Ada yang langsung pergi ke pahumaan (ladang), ada yang pergi ke pasar, ada pula yang berangkat ke sekolah. Warga pedalaman Pegunungan Meratus memang terbiasa bangun pagi karena mereka juga sudah terbiasa tidur sore akibat tidak adanya aliran listrik. Karena itu, aktivitas pagi di Pegunungan Meratus betul-betul menggeliat dan dinamis. Hari itu kebetulan hari pasar tradisional yang hanya ada sekali dalam sepekan. Masyarakat dari berbagai balai adat Dayak Meratus, yang jarak tempuhnya hingga 18 jam dengan jalan kaki berduyun-duyun ke pasar untuk membeli keperluan hidup “modern”, mulai dari bahan pangan, sandang, hingga papan.

    Tradisionalisme, mulai dari cara makan, cara mandi, cara berinteraksi, hingga pandangan hidup, betul-betul masih melekat dan menjadi identitas warga pedalaman Pegunungan Meratus. Lambat laun keterisolasian pedalaman memang bisa ditembus, tetapi hingga kini kehidupan alami masih melekat. Baik di hulu Sungai Selatan maupun hulu Sungai Tengah yang mempunyai komunitas adat terbesar di Kalimantan Selatan suasananya sama sama masih tradisional. Tradisionalisme di satu sisi menjadi kebanggaan, tetapi di sisi lain menyisakan pertanyaan akan capaian sebuah kesejahteraan masyarakat.
    21. Judul yang tepat untuk bacaan di atas adalah

    2 / 19

    Begitu matahari terbit di Batu Kambar, Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, ratusan warga keluar rumah. Ada yang langsung pergi ke pahumaan (ladang), ada yang pergi ke pasar, ada pula yang berangkat ke sekolah. Warga pedalaman Pegunungan Meratus memang terbiasa bangun pagi karena mereka juga sudah terbiasa tidur sore akibat tidak adanya aliran listrik. Karena itu, aktivitas pagi di Pegunungan Meratus betul-betul menggeliat dan dinamis. Hari itu kebetulan hari pasar tradisional yang hanya ada sekali dalam sepekan. Masyarakat dari berbagai balai adat Dayak Meratus, yang jarak tempuhnya hingga 18 jam dengan jalan kaki berduyun-duyun ke pasar untuk membeli keperluan hidup “modern”, mulai dari bahan pangan, sandang, hingga papan.

    Tradisionalisme, mulai dari cara makan, cara mandi, cara berinteraksi, hingga pandangan hidup, betul-betul masih melekat dan menjadi identitas warga pedalaman Pegunungan Meratus. Lambat laun keterisolasian pedalaman memang bisa ditembus, tetapi hingga kini kehidupan alami masih melekat. Baik di hulu Sungai Selatan maupun hulu Sungai Tengah yang mempunyai komunitas adat terbesar di Kalimantan Selatan suasananya sama sama masih tradisional. Tradisionalisme di satu sisi menjadi kebanggaan, tetapi di sisi lain menyisakan pertanyaan akan capaian sebuah kesejahteraan masyarakat.
    22. Inti kalimat keenam dalam paragraf pertama
    dalam bacaan diatas adalah

    3 / 19

    Begitu matahari terbit di Batu Kambar, Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, ratusan warga keluar rumah. Ada yang langsung pergi ke pahumaan (ladang), ada yang pergi ke pasar, ada pula yang berangkat ke sekolah. Warga pedalaman Pegunungan Meratus memang terbiasa bangun pagi karena mereka juga sudah terbiasa tidur sore akibat tidak adanya aliran listrik. Karena itu, aktivitas pagi di Pegunungan Meratus betul-betul menggeliat dan dinamis. Hari itu kebetulan hari pasar tradisional yang hanya ada sekali dalam sepekan. Masyarakat dari berbagai balai adat Dayak Meratus, yang jarak tempuhnya hingga 18 jam dengan jalan kaki berduyun-duyun ke pasar untuk membeli keperluan hidup “modern”, mulai dari bahan pangan, sandang, hingga papan.

    Tradisionalisme, mulai dari cara makan, cara mandi, cara berinteraksi, hingga pandangan hidup, betul-betul masih melekat dan menjadi identitas warga pedalaman Pegunungan Meratus. Lambat laun keterisolasian pedalaman memang bisa ditembus, tetapi hingga kini kehidupan alami masih melekat. Baik di hulu Sungai Selatan maupun hulu Sungai Tengah yang mempunyai komunitas adat terbesar di Kalimantan Selatan suasananya sama sama masih tradisional. Tradisionalisme di satu sisi menjadi kebanggaan, tetapi di sisi lain menyisakan pertanyaan akan capaian sebuah kesejahteraan masyarakat.
    23. Dalam bacaan di atas terdapat pernyataan
    implisitt berikut, kecuali

    4 / 19

    24. Pada saat ini, kerisauan ternyata bukan hanya milik para petani yang kesulitan mendapatkan pupuk. Bambang Riyanto, seorang perajin jenang dan tempe keripik asal Purwokerto, bahkan harus pontang panting mencari minyak tanah agar usahanya itu tetap berlangsung. Kerisauan jelas membayang ketika akan memasuki musim liburan akhir tahun lalu. “Musim panen” bagi industri kecil makanan oleh-oleh ini tentu tidak akan dibiarkan lewat begitu saja. Untuk mendapatkan minyak tanah yang cukup untuk produksi, ia harus mengerahkan seluruh anggota keluarganya, bahkan para tetangganya, untuk ikut antri membeli minyak tanah.
    Pikiran pokok paragraf di atas adalah

    5 / 19

    25. Jangan dikira hanya Italia yang mempunyai menara miring. Indonesia pun mempunyai bangunan sejarah “berbau miring”. Istana Tampaksiring Bali, memang tidak miring seperti Pisa, tetapi letaknya di desa yang sejak zaman baheula melagenda sebagai tanah miring. Kata Tampaksiring dicomot dari bahasa setempat, tampak dan siring yang artinya “telapak miring”. Pembangunan Istana Tampaksiring tak bisa dipisahakan dari kiprah mantan Presiden RI Bung Karno (BK). Konon, pemilihan tempat, proses pembangunan, hingga finishing Istana Tampaksiring, semua melibatkan BK. Ia sudah mengenal lahan berpemandangan indah ini jauh sebelum disulap menjadi istana. Sebelum 1955 (Istana dibangun 1957) BK sudah sering istirahat di bekas tempat tetirah Raja Gianyar yang dikeramatkan penduduk setempat. Inti paragraf di atas adalah

    6 / 19

    26. Adat Badui yang ketat tercermin dalam pepatah “Yang panjang tidak boleh dipotong, yang pendek tidak boleh di tambah”. Hal ini sengaja ditekankan agar tradisi lama yang sesungguhnya tetap dapat dipertahankan. Namun, tidak berarti masyarakat Badui tidak menerima sesuatu yang baru, atau sama sekali menutup sesuatu dari dunia luar. Di sana sini terlihat orang Badui membuat pelbagai percobaan dengan mungubah kombinasi atau variasi unsur-unsur adat walaupun tetap dalam batas-batas yang ditetapkan oleh tetua adat.
    Inti paragraf di atas adalah

    7 / 19

    7. Beberapa bulan yang lalu Dinas Kepurbakalaan,
    Budaya, dan Pariwisata Jambi memprakarsai
    napak tilas Ekspedisi Pamalayu. Ekspedisi
    penyusuran Sungai Batanghari ini bertujuan
    mencatat segala potensi yang ada pada rute
    untuk
    perencanaan dan pengembangan
    pariwisata daerah tersebut. Penyusuran itu
    mengingatkan kita pada Ekspedisi Pamalayu
    pada tahun 1286, yakni Ekspedisi diplomatik
    Singasari ke Kerajaan Melayu. Ekspedisi atas
    prakarsa
    Raja Kertanegara itu disertai
    pengiriman arca Amoghapasa. Menurut catatan
    sejarah, pengiriman arca itu menempuh rute
    Jawa Laut, Laut bagian timur Pulau Sumatera,
    hingga memasuki muara dan hulu Sungai
    Batanghari.
    Dari bacaan di atas dapat disimpulkan bahwa

    8 / 19

    28. Upacara wiwit termasuk salah satu tradisi
    penting dalam dunia pertanian masyarakat Jawa,
    khususnya dunia pertanian yang berkaitan
    dengan budi daya tanaman pokok (padi). Hingga
    kini, upacara tersebut masih bisa di jumpai di
    pelosok pedesaan walaupun semakin sedikit
    yang melestarikannya. Upacara wiwit semakin
    langka dijumpai, seiring dengan munculnya
    banyak perubahan nilai-nilai budaya dalam
    kehidupan sosial komunitas petani, semakin
    sempitnya lahan pertanian mereka, dan adanya
    perubahan sistem produksi di pertanian di Jawa.
    Dari bacaan di atas dapat disimpulkan bahwa

    9 / 19

    29. Wakil Presiden Bank of China, Zhu Min,
    menegaskan bahwa belanja konsumsi di
    Amerika Serikat, negara dengan ekonomi
    terbesar di dunia akan turun 10% tahun ini akibat
    lesunya ekonomi global. Konsumsi Amerika
    dalam beberapa tahun ini diperkirakan menyusut
    tajam. Penurunan belanja negeri Obama itu
    diprediksi akan lebih besar lagi dalam tiga atau
    empat tahun mendatang. Padahal, Amerika dan
    Jepang merupakan pasar ekspor terbesar produk
    Cina. Akibatnya, krisis di Amerika tersebut
    membuat pertumbuhan ekonomi Cina mulai
    melambat beberapa bulan ini. Imbas krisis itu
    membuat banyak perusahaan di Negeri Tirai
    Bambu menjadi goyah.
    Berdasarkan isi bacaan di atas, pernyataan
    berikut ini benar, kecuali

    10 / 19

    30. Dalam era globalisasi ini, komputer telah dipergunakan dalam banyak bidang kehidupan, misalnya dalam bidang kesehatan, pertahanan dan keamanan, termonuklir, perbankan, transportasi, dan sensus penduduk. Ditinjau dari segi ukurannya, komputer yang dipergunakan itu cukup bervariasi, mulai dari komputer mini, misalnya jam tangan digital, kalkulator, dan telepon seluler; komputer mikro, misalnya laptop dan PC (personal computer); hingga komputer makro, misalnya server dalam unit-unit LAN (Local Area Network) dan mainframe yang biasa dipergunakan di bank-bank atau perusahaan-perusahaan besar lainnya.
    Paragraf di atas dapat diringkas menjadi

    11 / 19

    31. Kalimat yang efektif adalah

    12 / 19

    33. Yang merupakan kalimat baku adalah

    13 / 19

    34. Kalimat berikut tidak baku, kecuali

    14 / 19

    35. Beberapa waktu lalu berita tentang susu bermelamin, biskuit beracun, dan bahan kosmetik yang mengandung bahan merkuri dan hidrokinon dengan cepat tersebar melalui media massa sehingga meresahkan pedagang dan konsumen yang memiliki, menyimpan, memperjualbelikan, atau menggunakannya Inti kalimat di atas adalah

    15 / 19

    36. Dalam konferensi internasional kebudayaan Melayu itu diputuskan penyelenggaraan konferensi berikutnya. tempat Kalimat yang memiliki pola yang sama dengan pola kalmat di atas adalah

    16 / 19

    37. Kata jual yang bermakna literal terdapat dalam
    kalimat

    17 / 19

    38. Semua pimpinan partai kini sedang memeras
    otak untuk memenangkan pemilu.
    Gabungan kata yang semakna dengan memeras
    otak adalah

    18 / 19

    39. Ibu Ria adalah klien saya. Masih gesit, masih baca puisi bersama-sama teman seumurnya. Sekitar dua minggu menjelang Natal saya bertemu dia di kantornya. Dia bercerita bahwa anaknya yang akan membuat garage sale mengusulkan melego meja makan dan meja di ruang tamu rumahnya.
    Yang dimaksud dengan garage sale adalah

    19 / 19

    40. Ekspor timah dari Indonesia yang merupakan
    penghasil timah terbesar kedua di dunia setelah
    Cina semakin berkurang setelah pemerintah
    menutup pertambangan ilegal di Bangka dan
    Beliting. Upaya ini menjadikan timah sebagai
    salah satu komoditas yang berperforma terbaik
    di London MetalExchange pada tahun-tahun
    terakhir.
    Kata upaya dalam teks ini sangat tepat bila
    diganti dengan

    Your score is

  • Bahasa Indonesia UTUL UGM 2010

    51

    Bahasa Indonesia UTUL UGM 2010

    Ada 17 soal. Kerjakan dengan jujur. Bukan masalah hasil tapi masalah proses belajar yang penting.

    The number of attempts remaining is 3

    Isi dulu data diri yaah

    1 / 17

    22. Pemerintah diharapkan segera membentuk panel khusus untuk mengaudit penambangan batu bara di wilayah Kalimantan. Audit itu diperlukan untuk penambangan, mengetahui kesesuaian sebaran lahan, dan kepatuhan pemilik kuasa pertambangan pada standar lingkungan. Sejauh ini pemerintah daerah dan pusat dinilai saling tunggu untuk mengambil langkah yang harus dilakukan guna mengatasi masalah penambangan yang merambah konservasi di Kalimantan. Pemerintah daerah menuding pemerintah pusat seenaknya mengeluarkan izin dan menetapkan wilayah hutan, sementara pemerintah pusat menuduh pemda tidak terkendali memberi kuasa pertambangan.
    Yang tersebut di bawah ini dikemukakan dalam bacaan di atas, kecuali

    2 / 17

    23. Pemberian vaksin lewat goresan di kulit ternyata memberi respons imun yang lebih kuat dibandingkan dengan vaksin yang disuntikkan. Para peneliti juga menemukan bahwa vaksin lewat goresan tubuh akan 100 kali lebih cepat membentuk zat kekebalan. Pemberi vaksin dengan cara menggores kulit tersebut pertama kali dikenal pada dua abad lalu, yakni saat pemberian vaksin pencegah cacar (smallpox). Namun, kini sebagian besar metode imunisasi modern diberikan lewat injeksi. Dalam beberapa tahap penelitian, para ahli dari Brigham and Women’s Hospital, Amerika Serikat, juga menemukan bahwa cara pemberian vaksin yang dilakukan dengan menggores tersebut akan membuat memori sel T, sel yang menjaga sistem imun untuk melawan virus penyebab penyakit, meningkat. Sel ini berada di daerah kelenjar getah bening, darah, dan jaringan periferal, seperti kulit dan paru-paru.
    Berdasarkan isi bacaan di atas, pernyataan berikut ini benar, kecuali

    3 / 17

    24. Upaya meniadakan nyamuk penyebab demam berdarah (DBD) hanya satu, yaitu menyuluh masyarakat. Bukan air comberan atau sampah, melainkan air jernih tergenanglah yang merupakan tempat nyamuk aedes bersarang. Oleh karena itu, segala yang berpotensi menjadi sarang perindukan nyamuk wajib disingkirkan. Kebijakan mencegah bukan dengan menyemprot (fogging), melainkan membunuh nyamuk dengan larvasida, mengingat umur nyamuk dewasa tidak lebih panjang dari pada jentiknya. Nyamuk dewasa baru disemprot kalau sudah ada yang terjangkit.
    Inti paragraf di atas adalah

    4 / 17

    25. Seni, apapun bentuknya, adalah media ekspresi yang secara estetik membangun watak dan karakter manusia Indonesia dalam setiap wujudnya. Tak jarang, identitas “manusia Indonesia” ditemukan bukan dari mata pelajaran budi pekerti, kewarganegaraan, atau wawasan nusantara, melainkan dari sebuah lakon yang dipentaskan Bengkel Teater, Teater Koma, atau Teater Gandrik. “Kepribadian Indonesia” juga ditemukan pada novel-novel Andrea Hirata, Umar Kayam, Mochtar Lubis, atau sajak-sajak Chairil Anwar, W.S Rendra, Taufik Ismail, dan sederet nama lain di negeri ini. Dengan demikian, sudah selayaknya negara berperan dalam menumbuhkan kesadaran estetik guna menghargai produk-produk seni yang lahir di negeri ini.
    Inti paragraf di atas adalah

    5 / 17

    26. Masa lalu peradaban bukan hanya peristiwa dan pengalaman yang lewat. Masa lalu merupakan bagian integral yang bertali-temali dengan masa sekarang dan masa depan. Masa lalu, sekarang, dan masa nanti tidak bersifat linear. Dalam tiga entitas itu terletak harapan dan keputusasaan, keberhasilan dan kegagalan. Belajar dari masa lalu tidak hanya bisa ditempuh lewat warisan pemikiran dan tradisi tokoh bangsa, tetapi juga melalui warisan yang berupa benda mati, yang ada diatas permukaan tanah atau yang ada di kolong tanah. Kita bangga dengan Muora Jambi atau Borobudur yang termasuk kategori warisan dunia, sekedar memungut dua contoh
    Inti paragraf di atas adalah

    6 / 17

    27. Adat yang mengharuskan pria membayar dan melunasi mas kawin tanpa disadari menempatkan perempuan Nabire, Papua, sebagai komoditas. Apalagi yang menentukan besarnya mas kawin bukan perempuan, melainkan paman. Sejak awal posisi setara antara perempuan dan laki-laki dalam perkawinan tidak terjadi. Itulah yang menyebabkan perempuan Nabire rentan kekerasan dalam lingkup domestik. Setelah berkeluarga, tugas perempuan kian berat. Selain melahirkan dan mengurus anak, mereka juga harus mengelola kebun. Di pedalaman dengan mudah dijumpai seorang ibu seraya membopong anak di pundaknya juga membawa tas rajut berisi ubi serta memanggul sekop atau kapak.
    Inti paragraf di atas adalah

    7 / 17

    28. Kadar kolestrol tinggi banyak dialami oleh orang berbagai usia dan risikonya terus meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Kolestrol tinggi ini umumnya disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat, seperti makan makanan tidak sehat yang berlemak jenuh dan berkolestrol tinggi. Merokok, kurang olahraga, dan stres pun memicu naiknya kadar kolestrol. Selain itu, faktor genetik atau keturunan juga patut diwaspadai, seperti orang dengan hipertensi, obesitas, diabetes melitus, serta mempunyai riwayat keluarga sekandung, karena potensial menjadi pengidap hipertensi dan penyakit jantung koroner.
    Paragraf di atas dapat diringkas menjadi

    8 / 17

    29. Bisnis menuntut inovasi. Inovasi tidak selalu
    merupakan penemuan baru atau teknologi baru,
    tetapi dapat juga aplikasi baru dari hal-hal yang
    sudah dianggap kuno. Bisnis mengandung
    kebutuhan yang terus-menerus untuk menjajaki
    sekeliling kita, menguji setiap ujung lemah yang
    mungkin ditajamkan sebagai sebuah tombak
    bagi sebuah pusat laba baru. Sementara itu,
    sekolah bisnis biasanya hanya mengajarkan hal
    hal yang telah terjadi.
    Ide pokok paragraf di atas adalah

    9 / 17

    30. Anda ingin berwisata alam pedesaan sambil
    menikmati hidangan istimewa, memandang
    hamparan sawah luas terbentang dan deretan
    pohon kelapa yang membingkai tepian desa,
    mendengar
    suara
    gemercik
    air
    dan
    menyaksikan ikan-ikan yang berenang bebas di
    dalam kolam alam, sambil menikmati masakan
    udang galah yang lezat?
    Inti kalimat di atas adalah

    10 / 17

    31. Pemberian nama diri terhadap seseorang rupanya tidak sesederhana yang disangka orang. Pada umumnya, penamaan disesuaikan dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu, seperti menjadi penanda urutan, penanda jenis kelamin, penanda keakraban, kerahasiaan, gengsi, dan sebagainya. Dalam hal ini, ungkapan Shakespeare yang berbunyi “apalah artinya sebuah nama” tampaknya tidak berlaku bagi masyarakat dan perlu direnungkan kembali kebenarannya.
    Paragraf ini membahas

    11 / 17

    32. Hingga kini, kurangnya tenaga medis dan
    kesenjangan fasilitas kesehatan, terutama di
    pedesaan, masih terjadi. …, pemerintah perlu
    memberikan dorongan pada para calon dokter
    dan paramedis agar bersedia ditempatkan di
    berbagai puskesmas atau rumah sakit di daerah
    terpencil. …, pemerintah perlu memberikan
    perhatian dan penghargaan yang layak pada
    tenaga medis yang mengabdi di daerah
    tertinggal. …, diharapkan, … masyarakat desa
    … kota sama-sama menikmati pelayanan
    kesehatan.
    Kata yang tepat untuk melengkapi titik-titik
    dalam paragraf di atas berturut-turut adalah

    12 / 17

    33. Walikota Yogyakarta sudah memberikan
    berbagai kelonggaran kepada pedagang kaki
    lima untuk berjualan di trotoar Jalan Malioboro
    atau tempat-tempat lain selama bulan puasa
    Kalimat yang sama strukturnya dengan kalimat
    di atas adalah

    13 / 17

    35. Karena terbukti menguntungkan, sekarang
    banyak perusahaan asing berbondong-bondong
    menanamkan modalnya di perkebunan kelapa
    sawit. Seperti RCMA dari Inggris, Uni Royal dari
    AS, dan SIPEF dari Belgia.
    Inti kalimat di atas adalah

    14 / 17

    36. Tertawa dapat menghambat aliran kortisol,
    hormon stres yang dapat menyebabkan
    peningkatan tekanan darah, penggumpalan
    darah, dan penurunan sistem kekebalan tubuh.
    Inti kalimat di atas adalah

    15 / 17

    37. Untuk menjaga keberlangsungan sektor
    pertanian, pemerintah perlu menciptakan suatu
    keadaan yang mendorong kaum muda tertarik
    bekerja di sektor ini.
    Pola kalimat di atas sama dengan pola kalimat

    16 / 17

    38. Makna asosiasi dapat ditemukan dalam kalimat
    kalimat berikut, kecuali

    17 / 17

    40. Penulisan kalimat berikut tidak sesuai denga
    kaidah EYD, kecuali

    Your score is

  • Bahasa Indonesia UTUL UGM 2013

    23

    Bahasa Indonesia UTUL UGM 2013

    Ada 17 soal. Kerjakan dengan jujur. Bukan masalah hasil tapi masalah proses belajar yang penting.

    The number of attempts remaining is 3

    Isi dulu data diri yaah

    1 / 17

    22. Penulisan huruf kapital yang benar terdapat dalam
    kalimat

    2 / 17

    23. Kalimat berikut adalah kalimat baku

    3 / 17

    24. Mengharap kehadiran Bapak/Ibu pada acara
    syukuran pernikahan anak kami yang akan kami
    selenggarakan pada Rabu, 2 Februari 2011.
    Kalimat di atas tidak memenuhi syarat sebagai
    struktur kalimat yang baku karena

    4 / 17

    26. Kalimat berikut adalam kalimat baku

    5 / 17

    28. Makna kolusi dapat ditemukan dalam kalimat
    berikut.

    6 / 17

    29. Penggunaan kata terukir yang bermakna leksikal
    terdapat dalam kalimat

    7 / 17

    30. Masyarakat masa depan yang berada dalam
    konteks risk society perlu melakukan kalkulasi
    risiko.
    Kalkulasi ini akan membantu untuk
    mengarahkan masyarakat ke format masyarakat
    masa depan yang diinginkan melalui prediksi yang
    disusun dan keputusan yang diambil.
    Makna risk Society dalam paragraf di atas adalah

    8 / 17

    31. Hak asasi manusia dalam pengertian umum adalah hak dasar yang dimiliki oleh setiap pribadi manusia sebagai anugrah Tuhan yang dibawa sejak lahir. Ini berarti bahwa sebagai anugrah dari Tuhan kepada makhluknya, hak asasi tidak dapat dipisahkan dari eksistensi pribadi manusia itu sendiri. Hak asasi tidak dapat dicabut oleh suatu kekuasaan atau oleh sebab-sebab lainnya, karena jika hal itu terjadi maka manusia kehilangan martabat yang sebenarnya menjadi inti nilai kemanusiaan. Walau demikian, bukan berarti bahwa perwujudan hak asasi manusia dapat dilaksanakan secara mutlak karena dapat melangggar hak asasi orang lain. Memperjuangkan hak sendiri sampai-sampai mengabaikan hak orang lain, ini merupakan tindakan yang tidak manusiawi. Kita wajib menyadari bahwa hak-hak asasi kita selalu berbatasan dengan hak-hak asasi orang lain.
    Di dalam paragraf tersebut terdapat kalimat yang dapat dihapus tanpa mengurangi informasinya, yaitu kalimat

    9 / 17

    32. Harga karet alam di pasar dunia tahun 2013 tetap bagus. Seiring kendaraaan, meningkatnya permintaan terhadap meningkat. Menurut Chairman produksi karet Gabungan Perusahaan Karet Indonesia Asri Sutan Amir, tingginya permintaan mendorong peningkatan laju ekspor karet. Ekspor karet tahun 2013 diperkirakan meningkat 6 – 8 persen dari total ekspor 2012, atau mencapai 2,4 juta ton. Ekspor karet tahun 2012 hingga oktober adalah sebanyak 2,01 juta ton. Hingga akhir 2012 ekspor karet bertambah 400.000 ton.
    Pernyataan berikut ini sesuai dengan isi yang terkandung dalam paragraf di atas

    10 / 17

    33. Daging termasuk jenis makanan yang punya segi
    negatif dan positif. Daging mengandung protein
    dan zat besi yang penting untuk tubuh, tetapi
    lemaknya yang tinggi menjadikan daging sebagai
    musuh nomor satu bagi kesehatan. Karena itu,
    asupan daging dalam menu masakan harus
    dibatasi, maksimal sekali seminggu.
    Isi paragraf di atas adalah

    11 / 17

    34. Jalanan rusak, berlubang di sana-sini, dan
    tambahan apal yang membuat lalu lintas tak
    nyaman sudah menjadi pemandangan biasa di
    negeri ini. Kondisi ini jelas tak menguntungkan
    bagi masyarakat dan dunia usaha. Harga barang
    menjadi tambah mahal karena arus lalu lintas
    komoditas yang seret. Tak cuma jalan, kualitas
    infrasturktur lain juga sama saja seperti listrik
    masih byar-pet.
    Inti paragraf itu adalah

    12 / 17

    35. Akibat
    erupsi
    Merapi,
    seluruh
    anggota
    keluarganya tidur berhari-hari di pengungsian.
    Bentuk ulang yang bermakna sama dengan
    bentuk ulang yang terdapat pada kalimat di atas
    adalah

    13 / 17

    36. Belakangan ini mafia hukum dan mafia pajak sering dibahas, juga disorot mafia pengadilan, pertambangan, dan narkotika. Keadaannya terasa absurd karena perbincangan tentang bahaya mafia hanya menimbulkan kegaduhan dan kehebohan ketimbang menggalang upaya keras untuk mengatasinya. Semua seperti tampak tidak berdaya. Tidak hanya masyarakat yang mengeluh, tetapi juga pejabat pemerintah. Apakah negara kalah menghadapi mafia?
    Terdapat kesalahan pada kalimat-kalimat pembentuk paragraf di atas, yaitu pada

    14 / 17

    37. Dalam masyarakat Jawa, wayang merupakan seni pertunjukan yang mempunyai peran sebagaisarana edukatif dan refleksi filosofis. Wayang melakoni cerita dari India, yaitu dari epos Ramayana dan Mahabarata, itu menjadi seni lokal yang mencerminkan budaya asli karena perubahan-perubahan yang dilakukan terhadap cerita sumbernya. Hazeau, seorang pakar budaya Jawa, mengatakan bahwa “The Javanese theatre and the Javanese plays are technically original Javanese, not revealing any Indian influence”.
    Paragraf itu dapat diringkas sebagai berikut.

    15 / 17

    38. Dalam kondisi kerentanan sektor perikanan, porsi pembangunan perikanan selayaknya didekatkan pada realitas keseharian nelayan. Keseriusan pemerintah memperkuat nelayan harus bisa dibuktikan dengan konsistensi penguatan nelayan, pengawasan dan pemulihan kualitas lingkungan, serta ekosistem pesisir. Peran penyuluh perikanan selayaknya dihidupkan lagi sebagai garda terdepan arus informasi kepada nelayan dan pembudidaya ikan. Penyuluh juga memiliki peran strategis untuk melaporkan perkembangan lapangan sehingga kebijakan yang diambil pemerintah bisa menyentuh sasaran. Pokok persoalan yang dibahas dalam paragraf di atas adalah

    16 / 17

    39. Sudah cukup lama upaya pemberatasan mafia hukum diwacanakan oleh para penegak hukum. Ironisnya, meskipun wacana tersebut bergaung cukup kuat, pihak aparat jarang bisa menangkap mafiosonya. Hal itu karena sosok mafiosonya tidak pernah jelas. Dalam pengalaman banyak negara, karena mafia memang merupakan organisasi kejahatan yang tertata rapi, mafiosonya sulit dilacak. Mafioso justru sering tampil atau menampilkan diri sebagai orang terhormat. Bahkan kata mafioso sendiri sering diartikan sebagai “manusia terhormat”.
    Kalimat yang paling mencerminkan isi paragraf di atas adalah

    17 / 17

    40. Di era globalisasi yang penuh persaingan inisetiap
    orang dituntut untuk hidup lebih dinamis, lebih aktif
    dengan mobilitas yang tinggi. Pola hidup
    masyarakat yang sibuk ini pun makin berisiko
    mendatangkan stres dan kelelahan fisik maupun
    psikis yang menyebabkan gampang terserang
    penyakit. Di sisi lain, kondisi lingkungan semakin
    buruk dengan meningkatnya pencemaran air dan
    udara.
    Ide pokok paragraf itu adalah

    Your score is

  • Bahasa Indonesia UTUL UGM 2014

    30

    Bahasa Indonesia UTUL UGM 2014

    Ada 18 soal. Kerjakan dengan jujur. Bukan masalah hasil tapi masalah proses belajar yang penting.

    The number of attempts remaining is 3

    Isi dulu data diri yaah

    1 / 18

    Bacaan berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 21 sampai dengan nomor 23.
    Etnis Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat, memiliki kekayaan seni budaya yang beragam. Salah satu di antaranya adalah naskah lontar atau takepan yang masih banyak disimpan masyarakat. Naskah lontar antara lain berisi ajaran akhlak, cerita, falsafah, upacara adat, keagamaan, dan solidaritas sosial. Naskah ini berkasara Jawa Kuno, Jawa, Bali, dan Sasak atau Jejawan. Keberadaan naskah ini kemudian melahirkan tradisi membaca naskah lontar.

    Tradisi membaca naskah lontar biasanya diselenggarakan pada acara tertentu, seperti khitanan, ngurisang, atau potong rambut pada anak balita, dan pernikahan. Naskah yang dibacakan bisa takepan Indrajaya berisi kisah putri bisu yang kemudian bisa berbicara setelah disapa seorang pemuda. Adapun naskah Dewi Rengganis berisi pedoman muda-mudi dalam memilih jodoh.

    Salah satu pembaca takepan yang relatif populer adalah Nari alias Amak Nurmani atau Mini. Usianya sudah lanjut, 70 tahun. Namun, ia masih sering kali mendapat permintaan warga Lombok untuk membaca takepan demi meramaikan acara yang mereka selenggarakan.
    21. Ide pokok bacaan di atas adalah

    2 / 18

    Bacaan berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 21 sampai dengan nomor 23.
    Etnis Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat, memiliki kekayaan seni budaya yang beragam. Salah satu di antaranya adalah naskah lontar atau takepan yang masih banyak disimpan masyarakat. Naskah lontar antara lain berisi ajaran akhlak, cerita, falsafah, upacara adat, keagamaan, dan solidaritas sosial. Naskah ini berkasara Jawa Kuno, Jawa, Bali, dan Sasak atau Jejawan. Keberadaan naskah ini kemudian melahirkan tradisi membaca naskah lontar.

    Tradisi membaca naskah lontar biasanya diselenggarakan pada acara tertentu, seperti khitanan, ngurisang, atau potong rambut pada anak balita, dan pernikahan. Naskah yang dibacakan bisa takepan Indrajaya berisi kisah putri bisu yang kemudian bisa berbicara setelah disapa seorang pemuda. Adapun naskah Dewi Rengganis berisi pedoman muda-mudi dalam memilih jodoh.

    Salah satu pembaca takepan yang relatif populer adalah Nari alias Amak Nurmani atau Mini. Usianya sudah lanjut, 70 tahun. Namun, ia masih sering kali mendapat permintaan warga Lombok untuk membaca takepan demi meramaikan acara yang mereka selenggarakan.
    22. Inti bacaan di atas adalah

    3 / 18

    Bacaan berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 21 sampai dengan nomor 23.
    Etnis Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat, memiliki kekayaan seni budaya yang beragam. Salah satu di antaranya adalah naskah lontar atau takepan yang masih banyak disimpan masyarakat. Naskah lontar antara lain berisi ajaran akhlak, cerita, falsafah, upacara adat, keagamaan, dan solidaritas sosial. Naskah ini berkasara Jawa Kuno, Jawa, Bali, dan Sasak atau Jejawan. Keberadaan naskah ini kemudian melahirkan tradisi membaca naskah lontar.

    Tradisi membaca naskah lontar biasanya diselenggarakan pada acara tertentu, seperti khitanan, ngurisang, atau potong rambut pada anak balita, dan pernikahan. Naskah yang dibacakan bisa takepan Indrajaya berisi kisah putri bisu yang kemudian bisa berbicara setelah disapa seorang pemuda. Adapun naskah Dewi Rengganis berisi pedoman muda-mudi dalam memilih jodoh.

    Salah satu pembaca takepan yang relatif populer adalah Nari alias Amak Nurmani atau Mini. Usianya sudah lanjut, 70 tahun. Namun, ia masih sering kali mendapat permintaan warga Lombok untuk membaca takepan demi meramaikan acara yang mereka selenggarakan.
    23. Pernyataan yang berhubungan dengan isi bacaan
    di atas adalah

    4 / 18

    24. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa polusi udara menjadi ancaman keseharan terbesar di dunia karena telah menyebabkan tujuh juta kematian pada tahun 2012. Polusi udara telah menjadi satu dari delapan penyebab kematian di seluruh dunia pada tahun 2012. WHO menegaskan bahwa upaya pengurangan polusi di dalam dan di luar rumah dapat menyelamatkan jutaan nyawa di masa depan. Kematian akibat polusi udara biasanya terjadi dalam bentuk penyakit jantung, stroke, penyakit paru-paru kronis, infeksi saluran udara, dan kanker paru paru.
    Inti paragraf di atas adalah

    5 / 18

    25. Orang-orang yang mempunyai hobi memancing ikan sudah tidak perlu lagi menunggu lama agar sang ikan memakan umpan. Saat ini sudah ditemukan alat pencari ikan dengan teknologi sonar yang dinamakan Fish Hunter Sonar. Alat ini dapat melacak kedalaman, temperatur, dan lokasi tempat terdapat banyak ikan. Untuk mendapatkannya, pertama yang harus dilakukan adalah mengunduh aplikasi untuk iOS. Setelah itu, pasang aplikasi yang telah diunduh tersebut. Selanjutnya hubungkan sonar dengan koneksi bluetooth ke smartphone. Alat ini siap dipakai dengan cara melepaskan ke target yang di incar (laut, danau, atau tempat lain yang diprediksi terdapat banyak ikan). Setelah dilepaskan, perangkat ini dapat langsung mengirimkan informasi melalui smartphone mengenai keberadaan ikan.
    Ide pokok paragraf di atas adalah

    6 / 18

    26. Efisiensi dapat dicapai oleh PT Pelni dengan
    menekan biaya operasional secara signifikan.
    Melalui audit teknologi dengan memasang alat
    pengukur kinerja mesin penggerak dan generator
    di kapal akan bisa diketahui kebocoran, keausan,
    dan kerusakan lainnya. Efisiensi juga bisa
    dilakukan dengan pengelolaan kapal yang ramah
    lingkungan, antara lain dengan menggunakan
    bahan bakar nabati dan mendaur ulang air limbah
    cair di kapal. Audit energi oleh BPPT pada gedung
    dan pabrik merekomendasikan perbaikan sistem
    operasi yang dapat menghemat hingga 30% dari
    total konsumsi energi.
    Pernyataan berikut ini yang tidak berhubungan
    dengan isi paragraf di atas adalah

    7 / 18

    27. Banjir bukan ancaman linier. Sebab musababnya berkembang mengikuti perilaku manusia. Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, pada era sebelum 1970-an penyebab banjir di DKI di dominasi oleh faktor alam. Pada era sesudahnya, faktor manusialah yang paling dominan. Perbuatan manusia itu dari merusak daerah resapan air dan daerah aliran sungai sampai membuat permukiman mengakibatkan penyempitan batang sungai.
    Simpulan paragraf di atas adalah

    8 / 18

    28. Pemakaian huruf kapital yang tepat terdapat
    dalam kalimat

    9 / 18

    29. Penulisan unsur serapan yang benar terdapat
    pada kalimat

    10 / 18

    31. Pemakaian kata ulang yang tepat terdapat dalam
    kalimat

    11 / 18

    32. Nama-nama calon ketua perkumpulan ini telah
    tercatat dalam daftar.
    Makna imbuhan ter- seperti dalam kalimat di atas
    ada pada kalimat

    12 / 18

    33. Pihaknya sedang menyiapkan strategi mengolah
    sampah di dalam kota sehingga Jakarta tidak
    penuh sampah lagi.
    Kalimat yang polanya sama dengan kalimat di
    atas adalah

    13 / 18

    35. Yang termasuk kalimat baku adalah

    14 / 18

    36. Senyuman dapat menstimulasi otak sehingga
    membuat pikiran lebih positif.
    Makna kata bercetak miring di atas adalah

    15 / 18

    37. Meskipun Indonesia adalah negara dua musim,
    koleksi permainan baru yang memang mengukuti
    negara asal produk ini, yakni London, tetap bisa
    dimainkan oleh anak-anak di tanah air.
    Inti kalimat di atas adalah

    16 / 18

    38. Kalimat yang mengandung kata yang bermakna
    idiomatis adalah

    17 / 18

    39. Makna idiomatis terdapat dalam kalimat, KECUALI

    18 / 18

    40. Melahirkan semangat Pancasila dapat diartikan
    sebagai keinginan untuk menegaskan diri kembali
    pada komitmen ber-Pancasila.
    Padanan yang tepat untuk kata komitmen dalam
    kalimat di atas adalah

    Your score is

  • Try Out Bahasa Inggris 21 SNBT 2025 [Soal Asli SNBT 07]

    58

    Try Out Bahasa Inggris 21 SNBT 2025 [Soal Asli SNBT 07]

    Anda hanya punya waktu 16 menit untuk mengerjakan 16 soal. Kerjakan dengan bijak dan jujur. Tes ini bagian dari evaluasi Anda menghadapi SNBT 2025. Jangan lupa follow Instagram CHE [Klik di sini]

    The number of attempts remaining is 3

    Isi dulu data diri yaah

    1 / 16

    More than one-third of foreign students graduating from Australian universities, mainly Asians. have such poor English skills they should never have been admitted, research showed. A study by demographer Bob Birrell found that more than 50 percent of South Korean and Thai students did not have sufficient English to work professionally in Australia, along with more than 43 percent of Chinese graduates. Some 17 percent of students from Singapore and India, where English is more widely spoken, also failed to reach the required level. Overall, 34 percent of the graduating foreign students offered permanent residence visas in 2006 did not have competent English.

    Birrell of Melbourne’s Monash University, said almost all the 12,000 graduates tested for the survey were from Asia because these students are the most likely to apply for permanent residency on completing their studies. However, he said that he believed the study to be representative of all foreign students, partly because Asia was a major source of fee-paying overseas students for Australian universities. ‘It does raise questions about university standards,’ Birrell told AFP. Tertiary institutions are reliant on international students because they provide 15 percent of funding, leading to suggestions that academic standards are sacrificed in favor of financial rewards.

    Education Minister Julie Bishop described the survey as “an extraordinary attack by Professor Birrell on our universities.” ‘International students must meet international benchmarks in language in order to get a place in a university in Australia,’ she said. The study found all graduates tested had enough command of the language to cope in most situations. ‘But people who have reached this standard are still not capable of conducting a sophisticated discourse at the professional level,’ it said.

    In his report, Birrell said there was a “mountain of anecdotal material” that many overseas students struggle to meet their course requirements and that universities cope by lowering the English demands of the courses. ‘There is widening recognition of the English problem,’ he said. ‘But universities were hesitant to make students take extra language courses because this would make them more expensive and therefore less attractive than rival institutions,’ he said. However, Professor Gerard Sutton, the president of the Australian Vice-Chancellors Committee, said most foreign students would be proficient in reading, writing and listening to English. ‘What I think has been highlighted is a deficiency in spoken language told AFP, adding that a deficiency in this area would not prevent them from completing a university course.
    51. The respondents of the survey were ….

    2 / 16

    More than one-third of foreign students graduating from Australian universities, mainly Asians. have such poor English skills they should never have been admitted, research showed. A study by demographer Bob Birrell found that more than 50 percent of South Korean and Thai students did not have sufficient English to work professionally in Australia, along with more than 43 percent of Chinese graduates. Some 17 percent of students from Singapore and India, where English is more widely spoken, also failed to reach the required level. Overall, 34 percent of the graduating foreign students offered permanent residence visas in 2006 did not have competent English.

    Birrell of Melbourne’s Monash University, said almost all the 12,000 graduates tested for the survey were from Asia because these students are the most likely to apply for permanent residency on completing their studies. However, he said that he believed the study to be representative of all foreign students, partly because Asia was a major source of fee-paying overseas students for Australian universities. ‘It does raise questions about university standards,’ Birrell told AFP. Tertiary institutions are reliant on international students because they provide 15 percent of funding, leading to suggestions that academic standards are sacrificed in favor of financial rewards.

    Education Minister Julie Bishop described the survey as “an extraordinary attack by Professor Birrell on our universities.” ‘International students must meet international benchmarks in language in order to get a place in a university in Australia,’ she said. The study found all graduates tested had enough command of the language to cope in most situations. ‘But people who have reached this standard are still not capable of conducting a sophisticated discourse at the professional level,’ it said.

    In his report, Birrell said there was a “mountain of anecdotal material” that many overseas students struggle to meet their course requirements and that universities cope by lowering the English demands of the courses. ‘There is widening recognition of the English problem,’ he said. ‘But universities were hesitant to make students take extra language courses because this would make them more expensive and therefore less attractive than rival institutions,’ he said. However, Professor Gerard Sutton, the president of the Australian Vice-Chancellors Committee, said most foreign students would be proficient in reading, writing and listening to English. ‘What I think has been highlighted is a deficiency in spoken language told AFP, adding that a deficiency in this area would not prevent them from completing a university course.
    52. This passage is probably taken from ….

    3 / 16

    More than one-third of foreign students graduating from Australian universities, mainly Asians. have such poor English skills they should never have been admitted, research showed. A study by demographer Bob Birrell found that more than 50 percent of South Korean and Thai students did not have sufficient English to work professionally in Australia, along with more than 43 percent of Chinese graduates. Some 17 percent of students from Singapore and India, where English is more widely spoken, also failed to reach the required level. Overall, 34 percent of the graduating foreign students offered permanent residence visas in 2006 did not have competent English.

    Birrell of Melbourne’s Monash University, said almost all the 12,000 graduates tested for the survey were from Asia because these students are the most likely to apply for permanent residency on completing their studies. However, he said that he believed the study to be representative of all foreign students, partly because Asia was a major source of fee-paying overseas students for Australian universities. ‘It does raise questions about university standards,’ Birrell told AFP. Tertiary institutions are reliant on international students because they provide 15 percent of funding, leading to suggestions that academic standards are sacrificed in favor of financial rewards.

    Education Minister Julie Bishop described the survey as “an extraordinary attack by Professor Birrell on our universities.” ‘International students must meet international benchmarks in language in order to get a place in a university in Australia,’ she said. The study found all graduates tested had enough command of the language to cope in most situations. ‘But people who have reached this standard are still not capable of conducting a sophisticated discourse at the professional level,’ it said.

    In his report, Birrell said there was a “mountain of anecdotal material” that many overseas students struggle to meet their course requirements and that universities cope by lowering the English demands of the courses. ‘There is widening recognition of the English problem,’ he said. ‘But universities were hesitant to make students take extra language courses because this would make them more expensive and therefore less attractive than rival institutions,’ he said. However, Professor Gerard Sutton, the president of the Australian Vice-Chancellors Committee, said most foreign students would be proficient in reading, writing and listening to English. ‘What I think has been highlighted is a deficiency in spoken language told AFP, adding that a deficiency in this area would not prevent them from completing a university course.
    53. Which of the following statements is FALSE
    about Asian students studying in Australian
    universities?

    4 / 16

    More than one-third of foreign students graduating from Australian universities, mainly Asians. have such poor English skills they should never have been admitted, research showed. A study by demographer Bob Birrell found that more than 50 percent of South Korean and Thai students did not have sufficient English to work professionally in Australia, along with more than 43 percent of Chinese graduates. Some 17 percent of students from Singapore and India, where English is more widely spoken, also failed to reach the required level. Overall, 34 percent of the graduating foreign students offered permanent residence visas in 2006 did not have competent English.

    Birrell of Melbourne’s Monash University, said almost all the 12,000 graduates tested for the survey were from Asia because these students are the most likely to apply for permanent residency on completing their studies. However, he said that he believed the study to be representative of all foreign students, partly because Asia was a major source of fee-paying overseas students for Australian universities. ‘It does raise questions about university standards,’ Birrell told AFP. Tertiary institutions are reliant on international students because they provide 15 percent of funding, leading to suggestions that academic standards are sacrificed in favor of financial rewards.

    Education Minister Julie Bishop described the survey as “an extraordinary attack by Professor Birrell on our universities.” ‘International students must meet international benchmarks in language in order to get a place in a university in Australia,’ she said. The study found all graduates tested had enough command of the language to cope in most situations. ‘But people who have reached this standard are still not capable of conducting a sophisticated discourse at the professional level,’ it said.

    In his report, Birrell said there was a “mountain of anecdotal material” that many overseas students struggle to meet their course requirements and that universities cope by lowering the English demands of the courses. ‘There is widening recognition of the English problem,’ he said. ‘But universities were hesitant to make students take extra language courses because this would make them more expensive and therefore less attractive than rival institutions,’ he said. However, Professor Gerard Sutton, the president of the Australian Vice-Chancellors Committee, said most foreign students would be proficient in reading, writing and listening to English. ‘What I think has been highlighted is a deficiency in spoken language told AFP, adding that a deficiency in this area would not prevent them from completing a university course.
    54. From the text we can infer that Australian
    universities ….

    5 / 16

    More than one-third of foreign students graduating from Australian universities, mainly Asians. have such poor English skills they should never have been admitted, research showed. A study by demographer Bob Birrell found that more than 50 percent of South Korean and Thai students did not have sufficient English to work professionally in Australia, along with more than 43 percent of Chinese graduates. Some 17 percent of students from Singapore and India, where English is more widely spoken, also failed to reach the required level. Overall, 34 percent of the graduating foreign students offered permanent residence visas in 2006 did not have competent English.

    Birrell of Melbourne’s Monash University, said almost all the 12,000 graduates tested for the survey were from Asia because these students are the most likely to apply for permanent residency on completing their studies. However, he said that he believed the study to be representative of all foreign students, partly because Asia was a major source of fee-paying overseas students for Australian universities. ‘It does raise questions about university standards,’ Birrell told AFP. Tertiary institutions are reliant on international students because they provide 15 percent of funding, leading to suggestions that academic standards are sacrificed in favor of financial rewards.

    Education Minister Julie Bishop described the survey as “an extraordinary attack by Professor Birrell on our universities.” ‘International students must meet international benchmarks in language in order to get a place in a university in Australia,’ she said. The study found all graduates tested had enough command of the language to cope in most situations. ‘But people who have reached this standard are still not capable of conducting a sophisticated discourse at the professional level,’ it said.

    In his report, Birrell said there was a “mountain of anecdotal material” that many overseas students struggle to meet their course requirements and that universities cope by lowering the English demands of the courses. ‘There is widening recognition of the English problem,’ he said. ‘But universities were hesitant to make students take extra language courses because this would make them more expensive and therefore less attractive than rival institutions,’ he said. However, Professor Gerard Sutton, the president of the Australian Vice-Chancellors Committee, said most foreign students would be proficient in reading, writing and listening to English. ‘What I think has been highlighted is a deficiency in spoken language told AFP, adding that a deficiency in this area would not prevent them from completing a university course.
    55. The minister of Education thinks that the
    report is an attack on Australian universities
    because it ….

    6 / 16

    Text III
    (1) Vaccines are developed to fight diseases. (2) For example, when the disease bacteria are dead, or they have lost their danger, they can be used for good purposes. (3) Pasteur discovered that inactive ‘bacteria, if introduced back into the body by means of inoculation, car, have beneficial effects and speed up the development of our natural defences, the antibodies are of fighting and blocking an invading disease. (4) So the same bacteria that produce a disease can also produce in us the extra defences our both heads to fight against the disease. (5) Louis Pasteur was the great French chemist and biologist who saved a nine years old boy from Alsace in France.
    58. The sentence which is irrelevant to the topic in the text above is sentence number ….

    7 / 16

    Text III
    (1) Vaccines are developed to fight diseases. (2) For example, when the disease bacteria are dead, or they have lost their danger, they can be used for good purposes. (3) Pasteur discovered that inactive ‘bacteria, if introduced back into the body by means of inoculation, car, have beneficial effects and speed up the development of our natural defences, the antibodies are of fighting and blocking an invading disease. (4) So the same bacteria that produce a disease can also produce in us the extra defences our both heads to fight against the disease. (5) Louis Pasteur was the great French chemist and biologist who saved a nine years old boy from Alsace in France.
    59. The main information of the text tells us
    about ….

    8 / 16

    Text II
    Some have to do with the environment. For example, coffee that is grown in the shade supports a wide variety of bird species. But few or no birds live among plants grown in full sun. For this reason, many people support the “shade” method of growing coffee. Other issues are related to labor. Although coffee consumers often lead very comfortable lives, in the coffee-producing communities of Latin America and Africa, life can be very difficult, with hard physical work, little income and few basic services. History shows us that violent conflict can occur when groups fight each other for control of important resources such as oil, gold, and water. Sadly, areas where coffee is grown are sometimes also places of political unrest and hardship.
    56. With which of the following sentences should the paragraph begin?

    9 / 16

    Text IV
    The potentials of solar energy are great. The total amount of solar energy reaching the earth each year is over 30,000 times as much as the total energy used by man. Even a very small satellite in orbit round the earth can be used ___(60) twice as much electricity as the largest ___(61) power station. For a long time men ___(62) to use solar energy because sunshine is not something which is constant and thus always available, especially in temperate and cold climates. The direction of the sun’s rays varies, too; however, during the past two hundred years significant ___(63) have been made in the use of solar energy ___(64) heat and more recently to produce electricity. During the nineteenth century ___(65) solar steam generators were built. These generators consisted of mirrors that could be moved and could thus concentrate large amounts of ___(66) from the sun on blackened pipes through which water was circulated. In this way the water was turned to steam. Even ice ___(67) by a similar method a hundred years ago in Paris.

    60.

    10 / 16

    Text IV
    The potentials of solar energy are great. The total amount of solar energy reaching the earth each year is over 30,000 times as much as the total energy used by man. Even a very small satellite in orbit round the earth can be used ___(60) twice as much electricity as the largest ___(61) power station. For a long time men ___(62) to use solar energy because sunshine is not something which is constant and thus always available, especially in temperate and cold climates. The direction of the sun’s rays varies, too; however, during the past two hundred years significant ___(63) have been made in the use of solar energy ___(64) heat and more recently to produce electricity. During the nineteenth century ___(65) solar steam generators were built. These generators consisted of mirrors that could be moved and could thus concentrate large amounts of ___(66) from the sun on blackened pipes through which water was circulated. In this way the water was turned to steam. Even ice ___(67) by a similar method a hundred years ago in Paris.

    61.

    11 / 16

    Text IV
    The potentials of solar energy are great. The total amount of solar energy reaching the earth each year is over 30,000 times as much as the total energy used by man. Even a very small satellite in orbit round the earth can be used ___(60) twice as much electricity as the largest ___(61) power station. For a long time men ___(62) to use solar energy because sunshine is not something which is constant and thus always available, especially in temperate and cold climates. The direction of the sun’s rays varies, too; however, during the past two hundred years significant ___(63) have been made in the use of solar energy ___(64) heat and more recently to produce electricity. During the nineteenth century ___(65) solar steam generators were built. These generators consisted of mirrors that could be moved and could thus concentrate large amounts of ___(66) from the sun on blackened pipes through which water was circulated. In this way the water was turned to steam. Even ice ___(67) by a similar method a hundred years ago in Paris.

    62.

    12 / 16

    Text IV
    The potentials of solar energy are great. The total amount of solar energy reaching the earth each year is over 30,000 times as much as the total energy used by man. Even a very small satellite in orbit round the earth can be used ___(60) twice as much electricity as the largest ___(61) power station. For a long time men ___(62) to use solar energy because sunshine is not something which is constant and thus always available, especially in temperate and cold climates. The direction of the sun’s rays varies, too; however, during the past two hundred years significant ___(63) have been made in the use of solar energy ___(64) heat and more recently to produce electricity. During the nineteenth century ___(65) solar steam generators were built. These generators consisted of mirrors that could be moved and could thus concentrate large amounts of ___(66) from the sun on blackened pipes through which water was circulated. In this way the water was turned to steam. Even ice ___(67) by a similar method a hundred years ago in Paris.

    63.

    13 / 16

    Text IV
    The potentials of solar energy are great. The total amount of solar energy reaching the earth each year is over 30,000 times as much as the total energy used by man. Even a very small satellite in orbit round the earth can be used ___(60) twice as much electricity as the largest ___(61) power station. For a long time men ___(62) to use solar energy because sunshine is not something which is constant and thus always available, especially in temperate and cold climates. The direction of the sun’s rays varies, too; however, during the past two hundred years significant ___(63) have been made in the use of solar energy ___(64) heat and more recently to produce electricity. During the nineteenth century ___(65) solar steam generators were built. These generators consisted of mirrors that could be moved and could thus concentrate large amounts of ___(66) from the sun on blackened pipes through which water was circulated. In this way the water was turned to steam. Even ice ___(67) by a similar method a hundred years ago in Paris.

    64.

    14 / 16

    Text IV
    The potentials of solar energy are great. The total amount of solar energy reaching the earth each year is over 30,000 times as much as the total energy used by man. Even a very small satellite in orbit round the earth can be used ___(60) twice as much electricity as the largest ___(61) power station. For a long time men ___(62) to use solar energy because sunshine is not something which is constant and thus always available, especially in temperate and cold climates. The direction of the sun’s rays varies, too; however, during the past two hundred years significant ___(63) have been made in the use of solar energy ___(64) heat and more recently to produce electricity. During the nineteenth century ___(65) solar steam generators were built. These generators consisted of mirrors that could be moved and could thus concentrate large amounts of ___(66) from the sun on blackened pipes through which water was circulated. In this way the water was turned to steam. Even ice ___(67) by a similar method a hundred years ago in Paris.

    65.

    15 / 16

    Text IV
    The potentials of solar energy are great. The total amount of solar energy reaching the earth each year is over 30,000 times as much as the total energy used by man. Even a very small satellite in orbit round the earth can be used ___(60) twice as much electricity as the largest ___(61) power station. For a long time men ___(62) to use solar energy because sunshine is not something which is constant and thus always available, especially in temperate and cold climates. The direction of the sun’s rays varies, too; however, during the past two hundred years significant ___(63) have been made in the use of solar energy ___(64) heat and more recently to produce electricity. During the nineteenth century ___(65) solar steam generators were built. These generators consisted of mirrors that could be moved and could thus concentrate large amounts of ___(66) from the sun on blackened pipes through which water was circulated. In this way the water was turned to steam. Even ice ___(67) by a similar method a hundred years ago in Paris.

    66.

    16 / 16

    Text IV
    The potentials of solar energy are great. The total amount of solar energy reaching the earth each year is over 30,000 times as much as the total energy used by man. Even a very small satellite in orbit round the earth can be used ___(60) twice as much electricity as the largest ___(61) power station. For a long time men ___(62) to use solar energy because sunshine is not something which is constant and thus always available, especially in temperate and cold climates. The direction of the sun’s rays varies, too; however, during the past two hundred years significant ___(63) have been made in the use of solar energy ___(64) heat and more recently to produce electricity. During the nineteenth century ___(65) solar steam generators were built. These generators consisted of mirrors that could be moved and could thus concentrate large amounts of ___(66) from the sun on blackened pipes through which water was circulated. In this way the water was turned to steam. Even ice ___(67) by a similar method a hundred years ago in Paris.

    67.

    Your score is

  • Try Out SNBT 2025 Literasi Bahasa Indonesia 11

    86

    Try Out SNBT 2025 Literasi Bahasa Indonesia 11

    Ada 10 soal dengan waktu 14 menit. Kerjakan dengan jujur karena ini bagian dari evaluasi.

    The number of attempts remaining is 3

    Isi dulu data diri yaah

    1 / 10

    BACAAN I
    Ada sesuatu yang membuat kacau balau. Pecandu internet di pinggiran Maryland yang petama-tama dibuat berang berkomunikasi karena dengan gagal network (jaringan) global. Mereka yang berhasil kontak tidak berdaya menghadapi drive komputer tersumbat oleh banjir pesan e mail sampah membuat ribuan baris berita yang muncul bersamaan. Sedang para manajer yang mengelola situs informasi pada World Wide Web, yaitu suatu bagian multimedia internet yang popular, tertegun melihat komputer serve-nya tersendat dan mogok akibat kewalahan melayani ratusan permintaan data yang ribu menyerbu sekaligus.

    Baru beberapa jam kemudian para insinyur di perusahaan-perusahaan telepon, lab-lab departemen pertahanan pertahanan di universitas-universitas mulai mencurigai, bahwa banjir lintas data yang melanda. Jaringan internet di Pantai Barat Amerika ini bukan kecelakaan. Gejalanya tampak dari paket data yang membanjiri jaringan kerja ini terus-menerus berubah alamat sumbernya. Semuanya mengarah ke kesimpulan bahwa data yang jahil ini datang dari suatu tempat di Eropa Timur.

    Beberapa hari kemudian— setelah listrik padam, semua telepon tak putus-putus bernada sibuk, perdagangan saham di pasar modal New York terhenti (meskipun tidak ada badai salju), anjungan tunai mandiri (ATM) dan mesin teller automatik mulai mendebit dan mengkredit jutaan dolar rekening para nasabah secara random, pesan tempat pada penerbangan-penerbangan kacau, dan bahkan control lalu-lintas udara tidak menghentak berfungsi—kengerian kesadaran: Amerika mendapat serangan perang Cyber, perang melalui jaringan komputer. Bom telah meledak dan melumpuhkan jaringan Sistem pertahanan dan jaringan kehidupan.

    Tentu saja ini fiksi. Tetapi scenario semacam ini membuat pentagon was-was. Geoffrey Baehr, seorang pakar teknologi di Silicon Valley, mengatakan bahwa upload-ing, menuang paket data khusus data cacing ke network komputer dapat melumpuhkan ekonomi dan pertahanan suatu negara seefektif pulsa elektromagnetik detonasi nuklir, untuk tujuan yang sama. Enam kali latihan perang cyber telah dilaksanakan berdasar metode yang dirintis oleh Roger Molander, seorang analis senior. Peserta pelatihan dipilih di antara lembaga keamanan pemerintahan dan industri pertahanan. Diberitahu bahwa negara gawat akibat “serangan bom info”, tugas mereka adalah dalam waktu lima puluh menit mengajukan serangkaian saran kepada “panglima tertinggi” untuk mengatasinya.

    Pelatihan Dr. Molander tersebut lebih banyak menimbulkan pertanyaan daripada memecahkan masalah. Meskipun demikian, pelatihan ini meyakinkan para panglima militer bahwa cyber-info dapat merupakan ancaman yang lebih tajam daripada peluru dan lebih dahsyat daripada bom berkepala nuklir. depertemen pertahanan Khususnya, menyadari bahwa usaha-usaha mempertahankan negara, mulai dari menembakkan roket berkepala nuklir sampai memobilisasi pasukan dalam situasi gawat, tidak dapat terlepas dari network sipil.
    1. Mana di antara pernyataan pernyataan ini merupakan bahasan pokok bacaan tersebut di
    atas

    2 / 10

    BACAAN I
    Ada sesuatu yang membuat kacau balau. Pecandu internet di pinggiran Maryland yang petama-tama dibuat berang berkomunikasi karena dengan gagal network (jaringan) global. Mereka yang berhasil kontak tidak berdaya menghadapi drive komputer tersumbat oleh banjir pesan e mail sampah membuat ribuan baris berita yang muncul bersamaan. Sedang para manajer yang mengelola situs informasi pada World Wide Web, yaitu suatu bagian multimedia internet yang popular, tertegun melihat komputer serve-nya tersendat dan mogok akibat kewalahan melayani ratusan permintaan data yang ribu menyerbu sekaligus.

    Baru beberapa jam kemudian para insinyur di perusahaan-perusahaan telepon, lab-lab departemen pertahanan pertahanan di universitas-universitas mulai mencurigai, bahwa banjir lintas data yang melanda. Jaringan internet di Pantai Barat Amerika ini bukan kecelakaan. Gejalanya tampak dari paket data yang membanjiri jaringan kerja ini terus-menerus berubah alamat sumbernya. Semuanya mengarah ke kesimpulan bahwa data yang jahil ini datang dari suatu tempat di Eropa Timur.

    Beberapa hari kemudian— setelah listrik padam, semua telepon tak putus-putus bernada sibuk, perdagangan saham di pasar modal New York terhenti (meskipun tidak ada badai salju), anjungan tunai mandiri (ATM) dan mesin teller automatik mulai mendebit dan mengkredit jutaan dolar rekening para nasabah secara random, pesan tempat pada penerbangan-penerbangan kacau, dan bahkan control lalu-lintas udara tidak menghentak berfungsi—kengerian kesadaran: Amerika mendapat serangan perang Cyber, perang melalui jaringan komputer. Bom telah meledak dan melumpuhkan jaringan Sistem pertahanan dan jaringan kehidupan.

    Tentu saja ini fiksi. Tetapi scenario semacam ini membuat pentagon was-was. Geoffrey Baehr, seorang pakar teknologi di Silicon Valley, mengatakan bahwa upload-ing, menuang paket data khusus data cacing ke network komputer dapat melumpuhkan ekonomi dan pertahanan suatu negara seefektif pulsa elektromagnetik detonasi nuklir, untuk tujuan yang sama. Enam kali latihan perang cyber telah dilaksanakan berdasar metode yang dirintis oleh Roger Molander, seorang analis senior. Peserta pelatihan dipilih di antara lembaga keamanan pemerintahan dan industri pertahanan. Diberitahu bahwa negara gawat akibat “serangan bom info”, tugas mereka adalah dalam waktu lima puluh menit mengajukan serangkaian saran kepada “panglima tertinggi” untuk mengatasinya.

    Pelatihan Dr. Molander tersebut lebih banyak menimbulkan pertanyaan daripada memecahkan masalah. Meskipun demikian, pelatihan ini meyakinkan para panglima militer bahwa cyber-info dapat merupakan ancaman yang lebih tajam daripada peluru dan lebih dahsyat daripada bom berkepala nuklir. depertemen pertahanan Khususnya, menyadari bahwa usaha-usaha mempertahankan negara, mulai dari menembakkan roket berkepala nuklir sampai memobilisasi pasukan dalam situasi gawat, tidak dapat terlepas dari network sipil.
    2. Ledakan bom-info dalam jaringan internet tersebut merupakan cerita

    3 / 10

    BACAAN I
    Ada sesuatu yang membuat kacau balau. Pecandu internet di pinggiran Maryland yang petama-tama dibuat berang berkomunikasi karena dengan gagal network (jaringan) global. Mereka yang berhasil kontak tidak berdaya menghadapi drive komputer tersumbat oleh banjir pesan e mail sampah membuat ribuan baris berita yang muncul bersamaan. Sedang para manajer yang mengelola situs informasi pada World Wide Web, yaitu suatu bagian multimedia internet yang popular, tertegun melihat komputer serve-nya tersendat dan mogok akibat kewalahan melayani ratusan permintaan data yang ribu menyerbu sekaligus.

    Baru beberapa jam kemudian para insinyur di perusahaan-perusahaan telepon, lab-lab departemen pertahanan pertahanan di universitas-universitas mulai mencurigai, bahwa banjir lintas data yang melanda. Jaringan internet di Pantai Barat Amerika ini bukan kecelakaan. Gejalanya tampak dari paket data yang membanjiri jaringan kerja ini terus-menerus berubah alamat sumbernya. Semuanya mengarah ke kesimpulan bahwa data yang jahil ini datang dari suatu tempat di Eropa Timur.

    Beberapa hari kemudian— setelah listrik padam, semua telepon tak putus-putus bernada sibuk, perdagangan saham di pasar modal New York terhenti (meskipun tidak ada badai salju), anjungan tunai mandiri (ATM) dan mesin teller automatik mulai mendebit dan mengkredit jutaan dolar rekening para nasabah secara random, pesan tempat pada penerbangan-penerbangan kacau, dan bahkan control lalu-lintas udara tidak menghentak berfungsi—kengerian kesadaran: Amerika mendapat serangan perang Cyber, perang melalui jaringan komputer. Bom telah meledak dan melumpuhkan jaringan Sistem pertahanan dan jaringan kehidupan.

    Tentu saja ini fiksi. Tetapi scenario semacam ini membuat pentagon was-was. Geoffrey Baehr, seorang pakar teknologi di Silicon Valley, mengatakan bahwa upload-ing, menuang paket data khusus data cacing ke network komputer dapat melumpuhkan ekonomi dan pertahanan suatu negara seefektif pulsa elektromagnetik detonasi nuklir, untuk tujuan yang sama. Enam kali latihan perang cyber telah dilaksanakan berdasar metode yang dirintis oleh Roger Molander, seorang analis senior. Peserta pelatihan dipilih di antara lembaga keamanan pemerintahan dan industri pertahanan. Diberitahu bahwa negara gawat akibat “serangan bom info”, tugas mereka adalah dalam waktu lima puluh menit mengajukan serangkaian saran kepada “panglima tertinggi” untuk mengatasinya.

    Pelatihan Dr. Molander tersebut lebih banyak menimbulkan pertanyaan daripada memecahkan masalah. Meskipun demikian, pelatihan ini meyakinkan para panglima militer bahwa cyber-info dapat merupakan ancaman yang lebih tajam daripada peluru dan lebih dahsyat daripada bom berkepala nuklir. depertemen pertahanan Khususnya, menyadari bahwa usaha-usaha mempertahankan negara, mulai dari menembakkan roket berkepala nuklir sampai memobilisasi pasukan dalam situasi gawat, tidak dapat terlepas dari network sipil.
    3. Dari cerita di atas disimpulkan bahwa gangguan yang dapat membuat www. Tidak dapat
    memberi informasi adalah server

    4 / 10

    BACAAN I
    Ada sesuatu yang membuat kacau balau. Pecandu internet di pinggiran Maryland yang petama-tama dibuat berang berkomunikasi karena dengan gagal network (jaringan) global. Mereka yang berhasil kontak tidak berdaya menghadapi drive komputer tersumbat oleh banjir pesan e mail sampah membuat ribuan baris berita yang muncul bersamaan. Sedang para manajer yang mengelola situs informasi pada World Wide Web, yaitu suatu bagian multimedia internet yang popular, tertegun melihat komputer serve-nya tersendat dan mogok akibat kewalahan melayani ratusan permintaan data yang ribu menyerbu sekaligus.

    Baru beberapa jam kemudian para insinyur di perusahaan-perusahaan telepon, lab-lab departemen pertahanan pertahanan di universitas-universitas mulai mencurigai, bahwa banjir lintas data yang melanda. Jaringan internet di Pantai Barat Amerika ini bukan kecelakaan. Gejalanya tampak dari paket data yang membanjiri jaringan kerja ini terus-menerus berubah alamat sumbernya. Semuanya mengarah ke kesimpulan bahwa data yang jahil ini datang dari suatu tempat di Eropa Timur.

    Beberapa hari kemudian— setelah listrik padam, semua telepon tak putus-putus bernada sibuk, perdagangan saham di pasar modal New York terhenti (meskipun tidak ada badai salju), anjungan tunai mandiri (ATM) dan mesin teller automatik mulai mendebit dan mengkredit jutaan dolar rekening para nasabah secara random, pesan tempat pada penerbangan-penerbangan kacau, dan bahkan control lalu-lintas udara tidak menghentak berfungsi—kengerian kesadaran: Amerika mendapat serangan perang Cyber, perang melalui jaringan komputer. Bom telah meledak dan melumpuhkan jaringan Sistem pertahanan dan jaringan kehidupan.

    Tentu saja ini fiksi. Tetapi scenario semacam ini membuat pentagon was-was. Geoffrey Baehr, seorang pakar teknologi di Silicon Valley, mengatakan bahwa upload-ing, menuang paket data khusus data cacing ke network komputer dapat melumpuhkan ekonomi dan pertahanan suatu negara seefektif pulsa elektromagnetik detonasi nuklir, untuk tujuan yang sama. Enam kali latihan perang cyber telah dilaksanakan berdasar metode yang dirintis oleh Roger Molander, seorang analis senior. Peserta pelatihan dipilih di antara lembaga keamanan pemerintahan dan industri pertahanan. Diberitahu bahwa negara gawat akibat “serangan bom info”, tugas mereka adalah dalam waktu lima puluh menit mengajukan serangkaian saran kepada “panglima tertinggi” untuk mengatasinya.

    Pelatihan Dr. Molander tersebut lebih banyak menimbulkan pertanyaan daripada memecahkan masalah. Meskipun demikian, pelatihan ini meyakinkan para panglima militer bahwa cyber-info dapat merupakan ancaman yang lebih tajam daripada peluru dan lebih dahsyat daripada bom berkepala nuklir. depertemen pertahanan Khususnya, menyadari bahwa usaha-usaha mempertahankan negara, mulai dari menembakkan roket berkepala nuklir sampai memobilisasi pasukan dalam situasi gawat, tidak dapat terlepas dari network sipil.
    4. Yang mana yang menyebabkan penulis mengatakan bahwa pentagon was-was?

    5 / 10

    BACAAN I
    Ada sesuatu yang membuat kacau balau. Pecandu internet di pinggiran Maryland yang petama-tama dibuat berang berkomunikasi karena dengan gagal network (jaringan) global. Mereka yang berhasil kontak tidak berdaya menghadapi drive komputer tersumbat oleh banjir pesan e mail sampah membuat ribuan baris berita yang muncul bersamaan. Sedang para manajer yang mengelola situs informasi pada World Wide Web, yaitu suatu bagian multimedia internet yang popular, tertegun melihat komputer serve-nya tersendat dan mogok akibat kewalahan melayani ratusan permintaan data yang ribu menyerbu sekaligus.

    Baru beberapa jam kemudian para insinyur di perusahaan-perusahaan telepon, lab-lab departemen pertahanan pertahanan di universitas-universitas mulai mencurigai, bahwa banjir lintas data yang melanda. Jaringan internet di Pantai Barat Amerika ini bukan kecelakaan. Gejalanya tampak dari paket data yang membanjiri jaringan kerja ini terus-menerus berubah alamat sumbernya. Semuanya mengarah ke kesimpulan bahwa data yang jahil ini datang dari suatu tempat di Eropa Timur.

    Beberapa hari kemudian— setelah listrik padam, semua telepon tak putus-putus bernada sibuk, perdagangan saham di pasar modal New York terhenti (meskipun tidak ada badai salju), anjungan tunai mandiri (ATM) dan mesin teller automatik mulai mendebit dan mengkredit jutaan dolar rekening para nasabah secara random, pesan tempat pada penerbangan-penerbangan kacau, dan bahkan control lalu-lintas udara tidak menghentak berfungsi—kengerian kesadaran: Amerika mendapat serangan perang Cyber, perang melalui jaringan komputer. Bom telah meledak dan melumpuhkan jaringan Sistem pertahanan dan jaringan kehidupan.

    Tentu saja ini fiksi. Tetapi scenario semacam ini membuat pentagon was-was. Geoffrey Baehr, seorang pakar teknologi di Silicon Valley, mengatakan bahwa upload-ing, menuang paket data khusus data cacing ke network komputer dapat melumpuhkan ekonomi dan pertahanan suatu negara seefektif pulsa elektromagnetik detonasi nuklir, untuk tujuan yang sama. Enam kali latihan perang cyber telah dilaksanakan berdasar metode yang dirintis oleh Roger Molander, seorang analis senior. Peserta pelatihan dipilih di antara lembaga keamanan pemerintahan dan industri pertahanan. Diberitahu bahwa negara gawat akibat “serangan bom info”, tugas mereka adalah dalam waktu lima puluh menit mengajukan serangkaian saran kepada “panglima tertinggi” untuk mengatasinya.

    Pelatihan Dr. Molander tersebut lebih banyak menimbulkan pertanyaan daripada memecahkan masalah. Meskipun demikian, pelatihan ini meyakinkan para panglima militer bahwa cyber-info dapat merupakan ancaman yang lebih tajam daripada peluru dan lebih dahsyat daripada bom berkepala nuklir. depertemen pertahanan Khususnya, menyadari bahwa usaha-usaha mempertahankan negara, mulai dari menembakkan roket berkepala nuklir sampai memobilisasi pasukan dalam situasi gawat, tidak dapat terlepas dari network sipil.
    5. Apa yang membuat pemakai network menyadari bahwa ada sabotase?

    6 / 10

    BACAAN I
    Ada sesuatu yang membuat kacau balau. Pecandu internet di pinggiran Maryland yang petama-tama dibuat berang berkomunikasi karena dengan gagal network (jaringan) global. Mereka yang berhasil kontak tidak berdaya menghadapi drive komputer tersumbat oleh banjir pesan e mail sampah membuat ribuan baris berita yang muncul bersamaan. Sedang para manajer yang mengelola situs informasi pada World Wide Web, yaitu suatu bagian multimedia internet yang popular, tertegun melihat komputer serve-nya tersendat dan mogok akibat kewalahan melayani ratusan permintaan data yang ribu menyerbu sekaligus.

    Baru beberapa jam kemudian para insinyur di perusahaan-perusahaan telepon, lab-lab departemen pertahanan pertahanan di universitas-universitas mulai mencurigai, bahwa banjir lintas data yang melanda. Jaringan internet di Pantai Barat Amerika ini bukan kecelakaan. Gejalanya tampak dari paket data yang membanjiri jaringan kerja ini terus-menerus berubah alamat sumbernya. Semuanya mengarah ke kesimpulan bahwa data yang jahil ini datang dari suatu tempat di Eropa Timur.

    Beberapa hari kemudian— setelah listrik padam, semua telepon tak putus-putus bernada sibuk, perdagangan saham di pasar modal New York terhenti (meskipun tidak ada badai salju), anjungan tunai mandiri (ATM) dan mesin teller automatik mulai mendebit dan mengkredit jutaan dolar rekening para nasabah secara random, pesan tempat pada penerbangan-penerbangan kacau, dan bahkan control lalu-lintas udara tidak menghentak berfungsi—kengerian kesadaran: Amerika mendapat serangan perang Cyber, perang melalui jaringan komputer. Bom telah meledak dan melumpuhkan jaringan Sistem pertahanan dan jaringan kehidupan.

    Tentu saja ini fiksi. Tetapi scenario semacam ini membuat pentagon was-was. Geoffrey Baehr, seorang pakar teknologi di Silicon Valley, mengatakan bahwa upload-ing, menuang paket data khusus data cacing ke network komputer dapat melumpuhkan ekonomi dan pertahanan suatu negara seefektif pulsa elektromagnetik detonasi nuklir, untuk tujuan yang sama. Enam kali latihan perang cyber telah dilaksanakan berdasar metode yang dirintis oleh Roger Molander, seorang analis senior. Peserta pelatihan dipilih di antara lembaga keamanan pemerintahan dan industri pertahanan. Diberitahu bahwa negara gawat akibat “serangan bom info”, tugas mereka adalah dalam waktu lima puluh menit mengajukan serangkaian saran kepada “panglima tertinggi” untuk mengatasinya.

    Pelatihan Dr. Molander tersebut lebih banyak menimbulkan pertanyaan daripada memecahkan masalah. Meskipun demikian, pelatihan ini meyakinkan para panglima militer bahwa cyber-info dapat merupakan ancaman yang lebih tajam daripada peluru dan lebih dahsyat daripada bom berkepala nuklir. depertemen pertahanan Khususnya, menyadari bahwa usaha-usaha mempertahankan negara, mulai dari menembakkan roket berkepala nuklir sampai memobilisasi pasukan dalam situasi gawat, tidak dapat terlepas dari network sipil.
    6. Penulis secara konsisten mengumpamakan saluran informasi komputer sebagi suatu

    7 / 10

    BACAAN I
    Ada sesuatu yang membuat kacau balau. Pecandu internet di pinggiran Maryland yang petama-tama dibuat berang berkomunikasi karena dengan gagal network (jaringan) global. Mereka yang berhasil kontak tidak berdaya menghadapi drive komputer tersumbat oleh banjir pesan e mail sampah membuat ribuan baris berita yang muncul bersamaan. Sedang para manajer yang mengelola situs informasi pada World Wide Web, yaitu suatu bagian multimedia internet yang popular, tertegun melihat komputer serve-nya tersendat dan mogok akibat kewalahan melayani ratusan permintaan data yang ribu menyerbu sekaligus.

    Baru beberapa jam kemudian para insinyur di perusahaan-perusahaan telepon, lab-lab departemen pertahanan pertahanan di universitas-universitas mulai mencurigai, bahwa banjir lintas data yang melanda. Jaringan internet di Pantai Barat Amerika ini bukan kecelakaan. Gejalanya tampak dari paket data yang membanjiri jaringan kerja ini terus-menerus berubah alamat sumbernya. Semuanya mengarah ke kesimpulan bahwa data yang jahil ini datang dari suatu tempat di Eropa Timur.

    Beberapa hari kemudian— setelah listrik padam, semua telepon tak putus-putus bernada sibuk, perdagangan saham di pasar modal New York terhenti (meskipun tidak ada badai salju), anjungan tunai mandiri (ATM) dan mesin teller automatik mulai mendebit dan mengkredit jutaan dolar rekening para nasabah secara random, pesan tempat pada penerbangan-penerbangan kacau, dan bahkan control lalu-lintas udara tidak menghentak berfungsi—kengerian kesadaran: Amerika mendapat serangan perang Cyber, perang melalui jaringan komputer. Bom telah meledak dan melumpuhkan jaringan Sistem pertahanan dan jaringan kehidupan.

    Tentu saja ini fiksi. Tetapi scenario semacam ini membuat pentagon was-was. Geoffrey Baehr, seorang pakar teknologi di Silicon Valley, mengatakan bahwa upload-ing, menuang paket data khusus data cacing ke network komputer dapat melumpuhkan ekonomi dan pertahanan suatu negara seefektif pulsa elektromagnetik detonasi nuklir, untuk tujuan yang sama. Enam kali latihan perang cyber telah dilaksanakan berdasar metode yang dirintis oleh Roger Molander, seorang analis senior. Peserta pelatihan dipilih di antara lembaga keamanan pemerintahan dan industri pertahanan. Diberitahu bahwa negara gawat akibat “serangan bom info”, tugas mereka adalah dalam waktu lima puluh menit mengajukan serangkaian saran kepada “panglima tertinggi” untuk mengatasinya.

    Pelatihan Dr. Molander tersebut lebih banyak menimbulkan pertanyaan daripada memecahkan masalah. Meskipun demikian, pelatihan ini meyakinkan para panglima militer bahwa cyber-info dapat merupakan ancaman yang lebih tajam daripada peluru dan lebih dahsyat daripada bom berkepala nuklir. depertemen pertahanan Khususnya, menyadari bahwa usaha-usaha mempertahankan negara, mulai dari menembakkan roket berkepala nuklir sampai memobilisasi pasukan dalam situasi gawat, tidak dapat terlepas dari network sipil.
    7. Baehr mengatakan ancaman bom info sedahsyat ancaman bom nuklir sebab

    8 / 10

    BACAAN I
    Ada sesuatu yang membuat kacau balau. Pecandu internet di pinggiran Maryland yang petama-tama dibuat berang berkomunikasi karena dengan gagal network (jaringan) global. Mereka yang berhasil kontak tidak berdaya menghadapi drive komputer tersumbat oleh banjir pesan e mail sampah membuat ribuan baris berita yang muncul bersamaan. Sedang para manajer yang mengelola situs informasi pada World Wide Web, yaitu suatu bagian multimedia internet yang popular, tertegun melihat komputer serve-nya tersendat dan mogok akibat kewalahan melayani ratusan permintaan data yang ribu menyerbu sekaligus.

    Baru beberapa jam kemudian para insinyur di perusahaan-perusahaan telepon, lab-lab departemen pertahanan pertahanan di universitas-universitas mulai mencurigai, bahwa banjir lintas data yang melanda. Jaringan internet di Pantai Barat Amerika ini bukan kecelakaan. Gejalanya tampak dari paket data yang membanjiri jaringan kerja ini terus-menerus berubah alamat sumbernya. Semuanya mengarah ke kesimpulan bahwa data yang jahil ini datang dari suatu tempat di Eropa Timur.

    Beberapa hari kemudian— setelah listrik padam, semua telepon tak putus-putus bernada sibuk, perdagangan saham di pasar modal New York terhenti (meskipun tidak ada badai salju), anjungan tunai mandiri (ATM) dan mesin teller automatik mulai mendebit dan mengkredit jutaan dolar rekening para nasabah secara random, pesan tempat pada penerbangan-penerbangan kacau, dan bahkan control lalu-lintas udara tidak menghentak berfungsi—kengerian kesadaran: Amerika mendapat serangan perang Cyber, perang melalui jaringan komputer. Bom telah meledak dan melumpuhkan jaringan Sistem pertahanan dan jaringan kehidupan.

    Tentu saja ini fiksi. Tetapi scenario semacam ini membuat pentagon was-was. Geoffrey Baehr, seorang pakar teknologi di Silicon Valley, mengatakan bahwa upload-ing, menuang paket data khusus data cacing ke network komputer dapat melumpuhkan ekonomi dan pertahanan suatu negara seefektif pulsa elektromagnetik detonasi nuklir, untuk tujuan yang sama. Enam kali latihan perang cyber telah dilaksanakan berdasar metode yang dirintis oleh Roger Molander, seorang analis senior. Peserta pelatihan dipilih di antara lembaga keamanan pemerintahan dan industri pertahanan. Diberitahu bahwa negara gawat akibat “serangan bom info”, tugas mereka adalah dalam waktu lima puluh menit mengajukan serangkaian saran kepada “panglima tertinggi” untuk mengatasinya.

    Pelatihan Dr. Molander tersebut lebih banyak menimbulkan pertanyaan daripada memecahkan masalah. Meskipun demikian, pelatihan ini meyakinkan para panglima militer bahwa cyber-info dapat merupakan ancaman yang lebih tajam daripada peluru dan lebih dahsyat daripada bom berkepala nuklir. depertemen pertahanan Khususnya, menyadari bahwa usaha-usaha mempertahankan negara, mulai dari menembakkan roket berkepala nuklir sampai memobilisasi pasukan dalam situasi gawat, tidak dapat terlepas dari network sipil.
    8. Keberhasilan apakah yang diperoleh Molander dari pelatihan cyber war tersebut?

    9 / 10

    BACAAN I
    Ada sesuatu yang membuat kacau balau. Pecandu internet di pinggiran Maryland yang petama-tama dibuat berang berkomunikasi karena dengan gagal network (jaringan) global. Mereka yang berhasil kontak tidak berdaya menghadapi drive komputer tersumbat oleh banjir pesan e mail sampah membuat ribuan baris berita yang muncul bersamaan. Sedang para manajer yang mengelola situs informasi pada World Wide Web, yaitu suatu bagian multimedia internet yang popular, tertegun melihat komputer serve-nya tersendat dan mogok akibat kewalahan melayani ratusan permintaan data yang ribu menyerbu sekaligus.

    Baru beberapa jam kemudian para insinyur di perusahaan-perusahaan telepon, lab-lab departemen pertahanan pertahanan di universitas-universitas mulai mencurigai, bahwa banjir lintas data yang melanda. Jaringan internet di Pantai Barat Amerika ini bukan kecelakaan. Gejalanya tampak dari paket data yang membanjiri jaringan kerja ini terus-menerus berubah alamat sumbernya. Semuanya mengarah ke kesimpulan bahwa data yang jahil ini datang dari suatu tempat di Eropa Timur.

    Beberapa hari kemudian— setelah listrik padam, semua telepon tak putus-putus bernada sibuk, perdagangan saham di pasar modal New York terhenti (meskipun tidak ada badai salju), anjungan tunai mandiri (ATM) dan mesin teller automatik mulai mendebit dan mengkredit jutaan dolar rekening para nasabah secara random, pesan tempat pada penerbangan-penerbangan kacau, dan bahkan control lalu-lintas udara tidak menghentak berfungsi—kengerian kesadaran: Amerika mendapat serangan perang Cyber, perang melalui jaringan komputer. Bom telah meledak dan melumpuhkan jaringan Sistem pertahanan dan jaringan kehidupan.

    Tentu saja ini fiksi. Tetapi scenario semacam ini membuat pentagon was-was. Geoffrey Baehr, seorang pakar teknologi di Silicon Valley, mengatakan bahwa upload-ing, menuang paket data khusus data cacing ke network komputer dapat melumpuhkan ekonomi dan pertahanan suatu negara seefektif pulsa elektromagnetik detonasi nuklir, untuk tujuan yang sama. Enam kali latihan perang cyber telah dilaksanakan berdasar metode yang dirintis oleh Roger Molander, seorang analis senior. Peserta pelatihan dipilih di antara lembaga keamanan pemerintahan dan industri pertahanan. Diberitahu bahwa negara gawat akibat “serangan bom info”, tugas mereka adalah dalam waktu lima puluh menit mengajukan serangkaian saran kepada “panglima tertinggi” untuk mengatasinya.

    Pelatihan Dr. Molander tersebut lebih banyak menimbulkan pertanyaan daripada memecahkan masalah. Meskipun demikian, pelatihan ini meyakinkan para panglima militer bahwa cyber-info dapat merupakan ancaman yang lebih tajam daripada peluru dan lebih dahsyat daripada bom berkepala nuklir. depertemen pertahanan Khususnya, menyadari bahwa usaha-usaha mempertahankan negara, mulai dari menembakkan roket berkepala nuklir sampai memobilisasi pasukan dalam situasi gawat, tidak dapat terlepas dari network sipil.
    9. Menurut Molander, berapa lama bom-info dapat dijinakan?

    10 / 10

    BACAAN I
    Ada sesuatu yang membuat kacau balau. Pecandu internet di pinggiran Maryland yang petama-tama dibuat berang berkomunikasi karena dengan gagal network (jaringan) global. Mereka yang berhasil kontak tidak berdaya menghadapi drive komputer tersumbat oleh banjir pesan e mail sampah membuat ribuan baris berita yang muncul bersamaan. Sedang para manajer yang mengelola situs informasi pada World Wide Web, yaitu suatu bagian multimedia internet yang popular, tertegun melihat komputer serve-nya tersendat dan mogok akibat kewalahan melayani ratusan permintaan data yang ribu menyerbu sekaligus.

    Baru beberapa jam kemudian para insinyur di perusahaan-perusahaan telepon, lab-lab departemen pertahanan pertahanan di universitas-universitas mulai mencurigai, bahwa banjir lintas data yang melanda. Jaringan internet di Pantai Barat Amerika ini bukan kecelakaan. Gejalanya tampak dari paket data yang membanjiri jaringan kerja ini terus-menerus berubah alamat sumbernya. Semuanya mengarah ke kesimpulan bahwa data yang jahil ini datang dari suatu tempat di Eropa Timur.

    Beberapa hari kemudian— setelah listrik padam, semua telepon tak putus-putus bernada sibuk, perdagangan saham di pasar modal New York terhenti (meskipun tidak ada badai salju), anjungan tunai mandiri (ATM) dan mesin teller automatik mulai mendebit dan mengkredit jutaan dolar rekening para nasabah secara random, pesan tempat pada penerbangan-penerbangan kacau, dan bahkan control lalu-lintas udara tidak menghentak berfungsi—kengerian kesadaran: Amerika mendapat serangan perang Cyber, perang melalui jaringan komputer. Bom telah meledak dan melumpuhkan jaringan Sistem pertahanan dan jaringan kehidupan.

    Tentu saja ini fiksi. Tetapi scenario semacam ini membuat pentagon was-was. Geoffrey Baehr, seorang pakar teknologi di Silicon Valley, mengatakan bahwa upload-ing, menuang paket data khusus data cacing ke network komputer dapat melumpuhkan ekonomi dan pertahanan suatu negara seefektif pulsa elektromagnetik detonasi nuklir, untuk tujuan yang sama. Enam kali latihan perang cyber telah dilaksanakan berdasar metode yang dirintis oleh Roger Molander, seorang analis senior. Peserta pelatihan dipilih di antara lembaga keamanan pemerintahan dan industri pertahanan. Diberitahu bahwa negara gawat akibat “serangan bom info”, tugas mereka adalah dalam waktu lima puluh menit mengajukan serangkaian saran kepada “panglima tertinggi” untuk mengatasinya.

    Pelatihan Dr. Molander tersebut lebih banyak menimbulkan pertanyaan daripada memecahkan masalah. Meskipun demikian, pelatihan ini meyakinkan para panglima militer bahwa cyber-info dapat merupakan ancaman yang lebih tajam daripada peluru dan lebih dahsyat daripada bom berkepala nuklir. depertemen pertahanan Khususnya, menyadari bahwa usaha-usaha mempertahankan negara, mulai dari menembakkan roket berkepala nuklir sampai memobilisasi pasukan dalam situasi gawat, tidak dapat terlepas dari network sipil.
    10. Apakah perang cyber akan melumpuhkan negara-negara kecil dan terbelakang?

    Your score is

  • Persiapan SNBT 2025 Penalaran Matematika 15

    39

    Persiapan SNBT 2025 Penalaran Matematika 15

    Waktu Anda hanya 46 menit dengan 23 soal. Anda juga punya kesempatan dua kali untuk pengerjaan. Lebih baik kerjakan di laptop dengan mode full screen.  Jangan lupa follow instagram CHE di sini 

    The number of attempts remaining is 3

    Isi dulu data diri yaah

    1 / 23

    1. Seorang pekerja dibayar X rupiah untuk 8 jam kerja setiap hari. Ia dibayar Y
    rupiah per jam untuk setiap jam setelah bekerja 8 jam. Selama seminggu, ia
    bekerja 8 jam pada hari senin, 11 jam pada hari selasa, 9 jam pada hari rabu,
    10 jam pada hari kamis, dan 9 jam pada hari jumat. Berapa rupiahkah upah
    rata-rata per hari, jika seminggu hanya 5 hari kerja?

    2 / 23

    2. Pada suatu acara, panitia tlah menyusun kursi tempat duduk sebanyak 70
    buah. Setiap baris berisi kursi dengan jumlah yang sama. Setelah diperiksa,
    susunan kursi harus diubah sebagai berikut: setiap baris harus dikurangi
    dengan 2 kursi, akan tetapi jumlah baris harus ditambah 4. Dengan
    perubahan ini jumlah seluruh kursi tetap 70 buah dan setiap baris berisi kursi
    dengan jumlah yang sama. Berapakah jumlah baris sebelum ada perubahan?

    3 / 23

    3. Untuk memperoleh rata-rata sebesar 3/10, pecahan manakah yang harus
    ditambahkan ke 3/5, 1/4, 1/10, 1/2 ?

    4 / 23

    4. Dua puluh persen dari p adalah 2m dan 45% dari p adalah 1/2 n. berapa
    persenkah m + n dari p?

    5 / 23

    5. Jika bilangan bulat 50 adalah bilangan ke tiga dari lima bilangan bulat
    berurutan, maka jumlah bilangan tersebut adalah

    6 / 23

    6. Pada tahun 1998 Yanto berumur tujuh windu. Tahun berapakah Yanto
    dilahirkan?

    7 / 23

    7. Salah satu pesawat Garuda Indonesia Airways mampu menampung 350
    penumpang. Apabila setiap penumpang rat-rata mempunyai berat badan 65
    kg, berapa tonkah beban penumpang yang dapat diangkut pada setiap kali
    penerbangan pesawat tersebut?

    8 / 23

    8. Seorang pedagang telur membeli dua kuintal telur ayam seharga Rp.
    1.360.000. Dengan banyaknya telur import yang beredar di pasaran, maka
    harga jual telur adalah Rp. 5.600 per kg. Berapa rupiahkah kerugian
    pedagang tersebut apabila hanya terjual 3/4-nya saja dari seluruh telur yamg
    dibelinya?

    9 / 23

    9. Sebuah truk yang mengangkut pasir dan empat orang penumpang
    mempunyai berat total sebesar 3  1/2 ton. Berapa kg kah beban pasir yang
    diangkut oleh truk tersebut apabila berat rata-rata penumpang tersebut
    adalah 53 kg?

    10 / 23

    10. Siti melihat pementasan drama selama 3/4 jam. Jika pementasan
    direncanakan selama 16/8 jam yang dimulai pada pukul 19.00, jam
    berapakah pementasan tersebut berakhir?

    11 / 23

    11. Lebar empat persegi panjang adalah 4x dan panjangnnya 6x. Bila keliling
    bidang tersebut adalah 1800, berapakah nilai x?

    12 / 23

    12. Sebuah angka bila dikalikan 5 dan hasilnya ditambah 7 kemuduian hasilnya
    dibagi dengan 3 akan menghasilkan nilai 19. Berapakah angka tersebut?

    13 / 23

    Soal no. 13 s.d. 17 didasarkan pada informasi berikut ini. Sebuah kotak besar diisi
    kotak-kotak kecil yang disusun menyamping dengan tujuh deret ke samping dan
    lima deret ke bawah.
    13. Apabila masing-masing kotak kecil tersebut berukuran 3 X 3 cm, maka keliling
    dari kotak besar adalah

    14 / 23

    Soal no. 13 s.d. 17 didasarkan pada informasi berikut ini. Sebuah kotak besar diisi
    kotak-kotak kecil yang disusun menyamping dengan tujuh deret ke samping dan
    lima deret ke bawah.
    14. Apabila masing-masing kotak kecil tersebut berukuran 3 X 3 cm, maka luas
    dari kotak besar adalah

    15 / 23

    Soal no. 13 s.d. 17 didasarkan pada informasi berikut ini. Sebuah kotak besar diisi
    kotak-kotak kecil yang disusun menyamping dengan tujuh deret ke samping dan
    lima deret ke bawah.
    15. Apabila tepat di tengah-tengah kotak ditempatkan sebuah segitiga siku-siku
    dengan tinggi dan dasar masing-masing 9 cm, berapakah luas bidang yang
    tidak ditempati oleh segitiga tersebut?

    16 / 23

    Soal no. 13 s.d. 17 didasarkan pada informasi berikut ini. Sebuah kotak besar diisi
    kotak-kotak kecil yang disusun menyamping dengan tujuh deret ke samping dan
    lima deret ke bawah.
    16. Apabila tepat di tengah-tengah kotak ditempatkan sebuah segitiga siku-siku
    dengan tinggi dan dasar masing-masing 9 cm, berapakah panjang sisi miring
    segitiga tersebut?

    17 / 23

    Soal no. 13 s.d. 17 didasarkan pada informasi berikut ini. Sebuah kotak besar diisi
    kotak-kotak kecil yang disusun menyamping dengan tujuh deret ke samping dan
    lima deret ke bawah.
    17. Apabila tepat di tengah-tengah kotak ditempatkan sebuah segitiga siku-siku
    dengan tinggi dan dasar masing-masing 9 cm, berapakah jumlah segitiga
    kecil yang tidak tertutup oleh segitiga tersebut?

    18 / 23

    18. Jika 8x + 4 = y, maka 6y =

    19 / 23

    19. Bila 4x + 1 = 6x – 1, berapakah nilai 5x?

    20 / 23

    20. Tujuh ratus adalah berapa persen dari 150?

    21 / 23

    21. Sebuah album berisi x foto hitam-putih dan y foto berwarna. Bila jumlah
    seluruh foto adalah 36, maka seluruh jawaban berikut ini adalah benar,
    kecuali:

    22 / 23

    22. Beberapa waktu yang lalu Pemerintah menaikkan harga solar. Apabila
    sebelumnya Arman membeli solar untuk mobilnya seharga Rp. 36.000 untuk
    40 liter tetapi saat ini ia harus membayar Rp. 66.000 untuk jumlah solar yang
    sama, maka berapakah persentase kenaikan harga solar tersebut?

    23 / 23

    23. Jihan mengikuti ujian bahasa Inggris dan Tes Kemampuan Umum tanpa
    diberi ijin untuk beristirahat. Waktu yang diberikan untuk menyelesaikan soal
    soal tersebut masing masing adalah 3/4 dan 1 1/2 jam. Ternyata Jihan dapat
    menyelesaikan kedua ujian tersebut dalam waktu 21/6 jam. Berapa menitkah
    sisa waktu yang dapat digunakanya untuk mengoreksi apabila ia merasa ada
    yang salah?

    Your score is

  • Try Out SNBT 2025 Literasi Bahasa Indonesia 10

    50

    Try Out SNBT 2025 Literasi Bahasa Indonesia 10

    Ada 10 soal dengan waktu 14 menit. Kerjakan dengan jujur karena ini bagian dari evaluasi.

    The number of attempts remaining is 3

    Isi dulu data diri yaah

    1 / 10

    BACAAN I
    Mencubit, setidaknya menurut sejumlah mahasiswa seni rupa di Paris, diartikan “meledek” para
    pakar atau sekelompok professional yang sering meletakkan diri seolah-olah sebagai satu
    satunya si “pintar” yang otoritas dan pendapatannya harus dijunjung tinggi. Para pakar itu bisa
    kritikus, curator, atau ahli aspek seni yang acapkali tinggi hati dengan teori, dan berbekal sarat
    dengan sederet referensi. Para peledek ini membuat reproduksi patung Modigliani yang
    kabarnya hilang. Setelah ditenggelamkan beberapa lama di sungai seine, dan diterpa aliran air
    beberapa hari, patung itu “ditemukan”. Siapa yang heboh duluan? Ya, para pakar itu.
    Berminggu-minggu mereka meneliti dan berdiskusi berapi-api. Akhirnya para mahasiswa itu
    mengaku, bahwa patung tersebut bikinan mereka, alias patung palsu. Mereka terbahak, dan
    jajaran pakar hebat pun malu.

    Ulah lain lagi dilakukan oleh Eric Heborn dan Christian Goller. Didasari pembelotan terhadap
    tradisi kultus kesenian yang menyebabkan harga karya seni melangit tidak masuk akal, mereka
    membuat karya tiruan. Protes dua imitator canggih ini berubah menjadi niat criminal murni yang
    ujung-ujungnya duit. Ratusal tulisan Chagall sampai Picasso pun dicipta dan dilikuidasikan.

    Lain lagi dengan Han Van Meegeren yang piawai merehabilitasi karya-karya Jan Vermeer.
    Bermula dari kebanggan memamerkan keahliannya kepada publik, ia merasa tidak adil bila
    tidak dihargai dengan kekayaan. Sebelum ditemukan sistem deteksi spektrometri fluoresensi
    sinar X dan scanning electron microscope yang bisa membesarkan dua puluh ribu kali, sulit
    mencurigai karya palsu Meegeren. Ia sanggup mengolah dan memanipulasi pigmen, isotope
    timah, lapis lazuli dalam cat, nyaris seperti karya asli. Cukup banyak pembeli yang terkecoh,
    sebelum pemalsu itu dibekuk polisi.

    Inisiatif untuk membuat reproduksi dengan teknologi tinggi dilakukan oleh CMC (Century Master
    Collection) yang berkedudukan di Jerman. Reproduksi lukisan dengan sinar laser
    menghadirkan texture nyata di atas kanvas, sehingga lukisan Ruben yang halus, karya Frans
    Hals yang semi tekstural, sampai Van Gogh yang kasar muncul senyatanya. Produk ini sangat
    populer. Gagasan lain diilhami oleh lukisan oleh lukisan lukisan asli tetapi palsu, yang dilakukan
    oleh organisasi yang menciptakan nama komersial lewat ratusan repainting Monalisanya
    Leonardo da Vinci. Le use Imaginaire, lembaga yang menjadi agen resmi, memancarkan dan
    menjual produk repainting ke seluruh dunia. Kini tak kurang dan selebriti Roger Moore, Liz
    Taylor, Amold Schwarzenegger, sampai keluarga kerajaan Monaco menggantungnya dengan
    bangga. Mereka sadar benar bahwa itu imitasi. Mereka beranggapan lebih baik menyimpan
    karya imitasi (bukan palsu) yang bagus daripada mengoleksi karya asli namun buruk.

    Boom sensasional yang didahului oleh gairah kolektor Jepang yang menguasai yendaka,
    merangsang dan mewabah antusiasme peminat seni di banyak Negara, termasuk Indonesia.
    Menggelembungnya hasrat mengoleksi karya-karya ciptaan para maestro, mendongkrak
    practise, dan ketinggian apresiasi seni menjadi indicator. Reproduksi dan repainting kurang
    bergengsi. Kolesterol seni ternyata membutuhkan jejak-jejak sapuan kuas asli. Akhirnya, mata
    uang yang bergelimang dalam transaksi bursa seni lukis yang astaga mahalnya, membuat seru
    merebakkan lukisan palsu.

    Di Indonesia kini semakin marak lukisan palsu. Pameran dan lelang menghadirkan
    gambar-gambar palsu berkualitas murahan dan tentu saja memerlukan. Apakah tidak mungkin
    para peniru lukisan dikumpulkan, dan diarahkan menjadi repainter yang piawai? Dunia seni
    rupa Indonesia sedang tumbuh apik, sungguh tidak ingin terkontaminasi sifat-sifat rendah yang
    koruptif. Jangan jebloskan orang yang bisa membuat lukisan (namun tak punya gagasan) ke
    dalam lorong penuh taring setan.
    1. Menurut penulis, wabah koleksi lukisan di Indonesia disebabkan oleh

    2 / 10

    BACAAN I
    Mencubit, setidaknya menurut sejumlah mahasiswa seni rupa di Paris, diartikan “meledek” para
    pakar atau sekelompok professional yang sering meletakkan diri seolah-olah sebagai satu
    satunya si “pintar” yang otoritas dan pendapatannya harus dijunjung tinggi. Para pakar itu bisa
    kritikus, curator, atau ahli aspek seni yang acapkali tinggi hati dengan teori, dan berbekal sarat
    dengan sederet referensi. Para peledek ini membuat reproduksi patung Modigliani yang
    kabarnya hilang. Setelah ditenggelamkan beberapa lama di sungai seine, dan diterpa aliran air
    beberapa hari, patung itu “ditemukan”. Siapa yang heboh duluan? Ya, para pakar itu.
    Berminggu-minggu mereka meneliti dan berdiskusi berapi-api. Akhirnya para mahasiswa itu
    mengaku, bahwa patung tersebut bikinan mereka, alias patung palsu. Mereka terbahak, dan
    jajaran pakar hebat pun malu.

    Ulah lain lagi dilakukan oleh Eric Heborn dan Christian Goller. Didasari pembelotan terhadap
    tradisi kultus kesenian yang menyebabkan harga karya seni melangit tidak masuk akal, mereka
    membuat karya tiruan. Protes dua imitator canggih ini berubah menjadi niat criminal murni yang
    ujung-ujungnya duit. Ratusal tulisan Chagall sampai Picasso pun dicipta dan dilikuidasikan.

    Lain lagi dengan Han Van Meegeren yang piawai merehabilitasi karya-karya Jan Vermeer.
    Bermula dari kebanggan memamerkan keahliannya kepada publik, ia merasa tidak adil bila
    tidak dihargai dengan kekayaan. Sebelum ditemukan sistem deteksi spektrometri fluoresensi
    sinar X dan scanning electron microscope yang bisa membesarkan dua puluh ribu kali, sulit
    mencurigai karya palsu Meegeren. Ia sanggup mengolah dan memanipulasi pigmen, isotope
    timah, lapis lazuli dalam cat, nyaris seperti karya asli. Cukup banyak pembeli yang terkecoh,
    sebelum pemalsu itu dibekuk polisi.

    Inisiatif untuk membuat reproduksi dengan teknologi tinggi dilakukan oleh CMC (Century Master
    Collection) yang berkedudukan di Jerman. Reproduksi lukisan dengan sinar laser
    menghadirkan texture nyata di atas kanvas, sehingga lukisan Ruben yang halus, karya Frans
    Hals yang semi tekstural, sampai Van Gogh yang kasar muncul senyatanya. Produk ini sangat
    populer. Gagasan lain diilhami oleh lukisan oleh lukisan lukisan asli tetapi palsu, yang dilakukan
    oleh organisasi yang menciptakan nama komersial lewat ratusan repainting Monalisanya
    Leonardo da Vinci. Le use Imaginaire, lembaga yang menjadi agen resmi, memancarkan dan
    menjual produk repainting ke seluruh dunia. Kini tak kurang dan selebriti Roger Moore, Liz
    Taylor, Amold Schwarzenegger, sampai keluarga kerajaan Monaco menggantungnya dengan
    bangga. Mereka sadar benar bahwa itu imitasi. Mereka beranggapan lebih baik menyimpan
    karya imitasi (bukan palsu) yang bagus daripada mengoleksi karya asli namun buruk.

    Boom sensasional yang didahului oleh gairah kolektor Jepang yang menguasai yendaka,
    merangsang dan mewabah antusiasme peminat seni di banyak Negara, termasuk Indonesia.
    Menggelembungnya hasrat mengoleksi karya-karya ciptaan para maestro, mendongkrak
    practise, dan ketinggian apresiasi seni menjadi indicator. Reproduksi dan repainting kurang
    bergengsi. Kolesterol seni ternyata membutuhkan jejak-jejak sapuan kuas asli. Akhirnya, mata
    uang yang bergelimang dalam transaksi bursa seni lukis yang astaga mahalnya, membuat seru
    merebakkan lukisan palsu.

    Di Indonesia kini semakin marak lukisan palsu. Pameran dan lelang menghadirkan
    gambar-gambar palsu berkualitas murahan dan tentu saja memerlukan. Apakah tidak mungkin
    para peniru lukisan dikumpulkan, dan diarahkan menjadi repainter yang piawai? Dunia seni
    rupa Indonesia sedang tumbuh apik, sungguh tidak ingin terkontaminasi sifat-sifat rendah yang
    koruptif. Jangan jebloskan orang yang bisa membuat lukisan (namun tak punya gagasan) ke
    dalam lorong penuh taring setan.
    2. Maraknya pemalsuan lukisan di Indonesia disebabkan berusaha memiliki

    3 / 10

    BACAAN I
    Mencubit, setidaknya menurut sejumlah mahasiswa seni rupa di Paris, diartikan “meledek” para
    pakar atau sekelompok professional yang sering meletakkan diri seolah-olah sebagai satu
    satunya si “pintar” yang otoritas dan pendapatannya harus dijunjung tinggi. Para pakar itu bisa
    kritikus, curator, atau ahli aspek seni yang acapkali tinggi hati dengan teori, dan berbekal sarat
    dengan sederet referensi. Para peledek ini membuat reproduksi patung Modigliani yang
    kabarnya hilang. Setelah ditenggelamkan beberapa lama di sungai seine, dan diterpa aliran air
    beberapa hari, patung itu “ditemukan”. Siapa yang heboh duluan? Ya, para pakar itu.
    Berminggu-minggu mereka meneliti dan berdiskusi berapi-api. Akhirnya para mahasiswa itu
    mengaku, bahwa patung tersebut bikinan mereka, alias patung palsu. Mereka terbahak, dan
    jajaran pakar hebat pun malu.

    Ulah lain lagi dilakukan oleh Eric Heborn dan Christian Goller. Didasari pembelotan terhadap
    tradisi kultus kesenian yang menyebabkan harga karya seni melangit tidak masuk akal, mereka
    membuat karya tiruan. Protes dua imitator canggih ini berubah menjadi niat criminal murni yang
    ujung-ujungnya duit. Ratusal tulisan Chagall sampai Picasso pun dicipta dan dilikuidasikan.

    Lain lagi dengan Han Van Meegeren yang piawai merehabilitasi karya-karya Jan Vermeer.
    Bermula dari kebanggan memamerkan keahliannya kepada publik, ia merasa tidak adil bila
    tidak dihargai dengan kekayaan. Sebelum ditemukan sistem deteksi spektrometri fluoresensi
    sinar X dan scanning electron microscope yang bisa membesarkan dua puluh ribu kali, sulit
    mencurigai karya palsu Meegeren. Ia sanggup mengolah dan memanipulasi pigmen, isotope
    timah, lapis lazuli dalam cat, nyaris seperti karya asli. Cukup banyak pembeli yang terkecoh,
    sebelum pemalsu itu dibekuk polisi.

    Inisiatif untuk membuat reproduksi dengan teknologi tinggi dilakukan oleh CMC (Century Master
    Collection) yang berkedudukan di Jerman. Reproduksi lukisan dengan sinar laser
    menghadirkan texture nyata di atas kanvas, sehingga lukisan Ruben yang halus, karya Frans
    Hals yang semi tekstural, sampai Van Gogh yang kasar muncul senyatanya. Produk ini sangat
    populer. Gagasan lain diilhami oleh lukisan oleh lukisan lukisan asli tetapi palsu, yang dilakukan
    oleh organisasi yang menciptakan nama komersial lewat ratusan repainting Monalisanya
    Leonardo da Vinci. Le use Imaginaire, lembaga yang menjadi agen resmi, memancarkan dan
    menjual produk repainting ke seluruh dunia. Kini tak kurang dan selebriti Roger Moore, Liz
    Taylor, Amold Schwarzenegger, sampai keluarga kerajaan Monaco menggantungnya dengan
    bangga. Mereka sadar benar bahwa itu imitasi. Mereka beranggapan lebih baik menyimpan
    karya imitasi (bukan palsu) yang bagus daripada mengoleksi karya asli namun buruk.

    Boom sensasional yang didahului oleh gairah kolektor Jepang yang menguasai yendaka,
    merangsang dan mewabah antusiasme peminat seni di banyak Negara, termasuk Indonesia.
    Menggelembungnya hasrat mengoleksi karya-karya ciptaan para maestro, mendongkrak
    practise, dan ketinggian apresiasi seni menjadi indicator. Reproduksi dan repainting kurang
    bergengsi. Kolesterol seni ternyata membutuhkan jejak-jejak sapuan kuas asli. Akhirnya, mata
    uang yang bergelimang dalam transaksi bursa seni lukis yang astaga mahalnya, membuat seru
    merebakkan lukisan palsu.

    Di Indonesia kini semakin marak lukisan palsu. Pameran dan lelang menghadirkan
    gambar-gambar palsu berkualitas murahan dan tentu saja memerlukan. Apakah tidak mungkin
    para peniru lukisan dikumpulkan, dan diarahkan menjadi repainter yang piawai? Dunia seni
    rupa Indonesia sedang tumbuh apik, sungguh tidak ingin terkontaminasi sifat-sifat rendah yang
    koruptif. Jangan jebloskan orang yang bisa membuat lukisan (namun tak punya gagasan) ke
    dalam lorong penuh taring setan.
    3. Mana yang paling disetujui penulis: Heborn dan Goller berubah dari

    4 / 10

    BACAAN I
    Mencubit, setidaknya menurut sejumlah mahasiswa seni rupa di Paris, diartikan “meledek” para
    pakar atau sekelompok professional yang sering meletakkan diri seolah-olah sebagai satu
    satunya si “pintar” yang otoritas dan pendapatannya harus dijunjung tinggi. Para pakar itu bisa
    kritikus, curator, atau ahli aspek seni yang acapkali tinggi hati dengan teori, dan berbekal sarat
    dengan sederet referensi. Para peledek ini membuat reproduksi patung Modigliani yang
    kabarnya hilang. Setelah ditenggelamkan beberapa lama di sungai seine, dan diterpa aliran air
    beberapa hari, patung itu “ditemukan”. Siapa yang heboh duluan? Ya, para pakar itu.
    Berminggu-minggu mereka meneliti dan berdiskusi berapi-api. Akhirnya para mahasiswa itu
    mengaku, bahwa patung tersebut bikinan mereka, alias patung palsu. Mereka terbahak, dan
    jajaran pakar hebat pun malu.

    Ulah lain lagi dilakukan oleh Eric Heborn dan Christian Goller. Didasari pembelotan terhadap
    tradisi kultus kesenian yang menyebabkan harga karya seni melangit tidak masuk akal, mereka
    membuat karya tiruan. Protes dua imitator canggih ini berubah menjadi niat criminal murni yang
    ujung-ujungnya duit. Ratusal tulisan Chagall sampai Picasso pun dicipta dan dilikuidasikan.

    Lain lagi dengan Han Van Meegeren yang piawai merehabilitasi karya-karya Jan Vermeer.
    Bermula dari kebanggan memamerkan keahliannya kepada publik, ia merasa tidak adil bila
    tidak dihargai dengan kekayaan. Sebelum ditemukan sistem deteksi spektrometri fluoresensi
    sinar X dan scanning electron microscope yang bisa membesarkan dua puluh ribu kali, sulit
    mencurigai karya palsu Meegeren. Ia sanggup mengolah dan memanipulasi pigmen, isotope
    timah, lapis lazuli dalam cat, nyaris seperti karya asli. Cukup banyak pembeli yang terkecoh,
    sebelum pemalsu itu dibekuk polisi.

    Inisiatif untuk membuat reproduksi dengan teknologi tinggi dilakukan oleh CMC (Century Master
    Collection) yang berkedudukan di Jerman. Reproduksi lukisan dengan sinar laser
    menghadirkan texture nyata di atas kanvas, sehingga lukisan Ruben yang halus, karya Frans
    Hals yang semi tekstural, sampai Van Gogh yang kasar muncul senyatanya. Produk ini sangat
    populer. Gagasan lain diilhami oleh lukisan oleh lukisan lukisan asli tetapi palsu, yang dilakukan
    oleh organisasi yang menciptakan nama komersial lewat ratusan repainting Monalisanya
    Leonardo da Vinci. Le use Imaginaire, lembaga yang menjadi agen resmi, memancarkan dan
    menjual produk repainting ke seluruh dunia. Kini tak kurang dan selebriti Roger Moore, Liz
    Taylor, Amold Schwarzenegger, sampai keluarga kerajaan Monaco menggantungnya dengan
    bangga. Mereka sadar benar bahwa itu imitasi. Mereka beranggapan lebih baik menyimpan
    karya imitasi (bukan palsu) yang bagus daripada mengoleksi karya asli namun buruk.

    Boom sensasional yang didahului oleh gairah kolektor Jepang yang menguasai yendaka,
    merangsang dan mewabah antusiasme peminat seni di banyak Negara, termasuk Indonesia.
    Menggelembungnya hasrat mengoleksi karya-karya ciptaan para maestro, mendongkrak
    practise, dan ketinggian apresiasi seni menjadi indicator. Reproduksi dan repainting kurang
    bergengsi. Kolesterol seni ternyata membutuhkan jejak-jejak sapuan kuas asli. Akhirnya, mata
    uang yang bergelimang dalam transaksi bursa seni lukis yang astaga mahalnya, membuat seru
    merebakkan lukisan palsu.

    Di Indonesia kini semakin marak lukisan palsu. Pameran dan lelang menghadirkan
    gambar-gambar palsu berkualitas murahan dan tentu saja memerlukan. Apakah tidak mungkin
    para peniru lukisan dikumpulkan, dan diarahkan menjadi repainter yang piawai? Dunia seni
    rupa Indonesia sedang tumbuh apik, sungguh tidak ingin terkontaminasi sifat-sifat rendah yang
    koruptif. Jangan jebloskan orang yang bisa membuat lukisan (namun tak punya gagasan) ke
    dalam lorong penuh taring setan.
    4. Paragraf pertama yang dipilih penulis intinya bercerita tentang

    5 / 10

    BACAAN I
    Mencubit, setidaknya menurut sejumlah mahasiswa seni rupa di Paris, diartikan “meledek” para
    pakar atau sekelompok professional yang sering meletakkan diri seolah-olah sebagai satu
    satunya si “pintar” yang otoritas dan pendapatannya harus dijunjung tinggi. Para pakar itu bisa
    kritikus, curator, atau ahli aspek seni yang acapkali tinggi hati dengan teori, dan berbekal sarat
    dengan sederet referensi. Para peledek ini membuat reproduksi patung Modigliani yang
    kabarnya hilang. Setelah ditenggelamkan beberapa lama di sungai seine, dan diterpa aliran air
    beberapa hari, patung itu “ditemukan”. Siapa yang heboh duluan? Ya, para pakar itu.
    Berminggu-minggu mereka meneliti dan berdiskusi berapi-api. Akhirnya para mahasiswa itu
    mengaku, bahwa patung tersebut bikinan mereka, alias patung palsu. Mereka terbahak, dan
    jajaran pakar hebat pun malu.

    Ulah lain lagi dilakukan oleh Eric Heborn dan Christian Goller. Didasari pembelotan terhadap
    tradisi kultus kesenian yang menyebabkan harga karya seni melangit tidak masuk akal, mereka
    membuat karya tiruan. Protes dua imitator canggih ini berubah menjadi niat criminal murni yang
    ujung-ujungnya duit. Ratusal tulisan Chagall sampai Picasso pun dicipta dan dilikuidasikan.

    Lain lagi dengan Han Van Meegeren yang piawai merehabilitasi karya-karya Jan Vermeer.
    Bermula dari kebanggan memamerkan keahliannya kepada publik, ia merasa tidak adil bila
    tidak dihargai dengan kekayaan. Sebelum ditemukan sistem deteksi spektrometri fluoresensi
    sinar X dan scanning electron microscope yang bisa membesarkan dua puluh ribu kali, sulit
    mencurigai karya palsu Meegeren. Ia sanggup mengolah dan memanipulasi pigmen, isotope
    timah, lapis lazuli dalam cat, nyaris seperti karya asli. Cukup banyak pembeli yang terkecoh,
    sebelum pemalsu itu dibekuk polisi.

    Inisiatif untuk membuat reproduksi dengan teknologi tinggi dilakukan oleh CMC (Century Master
    Collection) yang berkedudukan di Jerman. Reproduksi lukisan dengan sinar laser
    menghadirkan texture nyata di atas kanvas, sehingga lukisan Ruben yang halus, karya Frans
    Hals yang semi tekstural, sampai Van Gogh yang kasar muncul senyatanya. Produk ini sangat
    populer. Gagasan lain diilhami oleh lukisan oleh lukisan lukisan asli tetapi palsu, yang dilakukan
    oleh organisasi yang menciptakan nama komersial lewat ratusan repainting Monalisanya
    Leonardo da Vinci. Le use Imaginaire, lembaga yang menjadi agen resmi, memancarkan dan
    menjual produk repainting ke seluruh dunia. Kini tak kurang dan selebriti Roger Moore, Liz
    Taylor, Amold Schwarzenegger, sampai keluarga kerajaan Monaco menggantungnya dengan
    bangga. Mereka sadar benar bahwa itu imitasi. Mereka beranggapan lebih baik menyimpan
    karya imitasi (bukan palsu) yang bagus daripada mengoleksi karya asli namun buruk.

    Boom sensasional yang didahului oleh gairah kolektor Jepang yang menguasai yendaka,
    merangsang dan mewabah antusiasme peminat seni di banyak Negara, termasuk Indonesia.
    Menggelembungnya hasrat mengoleksi karya-karya ciptaan para maestro, mendongkrak
    practise, dan ketinggian apresiasi seni menjadi indicator. Reproduksi dan repainting kurang
    bergengsi. Kolesterol seni ternyata membutuhkan jejak-jejak sapuan kuas asli. Akhirnya, mata
    uang yang bergelimang dalam transaksi bursa seni lukis yang astaga mahalnya, membuat seru
    merebakkan lukisan palsu.

    Di Indonesia kini semakin marak lukisan palsu. Pameran dan lelang menghadirkan
    gambar-gambar palsu berkualitas murahan dan tentu saja memerlukan. Apakah tidak mungkin
    para peniru lukisan dikumpulkan, dan diarahkan menjadi repainter yang piawai? Dunia seni
    rupa Indonesia sedang tumbuh apik, sungguh tidak ingin terkontaminasi sifat-sifat rendah yang
    koruptif. Jangan jebloskan orang yang bisa membuat lukisan (namun tak punya gagasan) ke
    dalam lorong penuh taring setan.
    5. Keahlian Mecegeren yang dipamerkan kepada publik adalah melakukan

    6 / 10

    BACAAN I
    Mencubit, setidaknya menurut sejumlah mahasiswa seni rupa di Paris, diartikan “meledek” para
    pakar atau sekelompok professional yang sering meletakkan diri seolah-olah sebagai satu
    satunya si “pintar” yang otoritas dan pendapatannya harus dijunjung tinggi. Para pakar itu bisa
    kritikus, curator, atau ahli aspek seni yang acapkali tinggi hati dengan teori, dan berbekal sarat
    dengan sederet referensi. Para peledek ini membuat reproduksi patung Modigliani yang
    kabarnya hilang. Setelah ditenggelamkan beberapa lama di sungai seine, dan diterpa aliran air
    beberapa hari, patung itu “ditemukan”. Siapa yang heboh duluan? Ya, para pakar itu.
    Berminggu-minggu mereka meneliti dan berdiskusi berapi-api. Akhirnya para mahasiswa itu
    mengaku, bahwa patung tersebut bikinan mereka, alias patung palsu. Mereka terbahak, dan
    jajaran pakar hebat pun malu.

    Ulah lain lagi dilakukan oleh Eric Heborn dan Christian Goller. Didasari pembelotan terhadap
    tradisi kultus kesenian yang menyebabkan harga karya seni melangit tidak masuk akal, mereka
    membuat karya tiruan. Protes dua imitator canggih ini berubah menjadi niat criminal murni yang
    ujung-ujungnya duit. Ratusal tulisan Chagall sampai Picasso pun dicipta dan dilikuidasikan.

    Lain lagi dengan Han Van Meegeren yang piawai merehabilitasi karya-karya Jan Vermeer.
    Bermula dari kebanggan memamerkan keahliannya kepada publik, ia merasa tidak adil bila
    tidak dihargai dengan kekayaan. Sebelum ditemukan sistem deteksi spektrometri fluoresensi
    sinar X dan scanning electron microscope yang bisa membesarkan dua puluh ribu kali, sulit
    mencurigai karya palsu Meegeren. Ia sanggup mengolah dan memanipulasi pigmen, isotope
    timah, lapis lazuli dalam cat, nyaris seperti karya asli. Cukup banyak pembeli yang terkecoh,
    sebelum pemalsu itu dibekuk polisi.

    Inisiatif untuk membuat reproduksi dengan teknologi tinggi dilakukan oleh CMC (Century Master
    Collection) yang berkedudukan di Jerman. Reproduksi lukisan dengan sinar laser
    menghadirkan texture nyata di atas kanvas, sehingga lukisan Ruben yang halus, karya Frans
    Hals yang semi tekstural, sampai Van Gogh yang kasar muncul senyatanya. Produk ini sangat
    populer. Gagasan lain diilhami oleh lukisan oleh lukisan lukisan asli tetapi palsu, yang dilakukan
    oleh organisasi yang menciptakan nama komersial lewat ratusan repainting Monalisanya
    Leonardo da Vinci. Le use Imaginaire, lembaga yang menjadi agen resmi, memancarkan dan
    menjual produk repainting ke seluruh dunia. Kini tak kurang dan selebriti Roger Moore, Liz
    Taylor, Amold Schwarzenegger, sampai keluarga kerajaan Monaco menggantungnya dengan
    bangga. Mereka sadar benar bahwa itu imitasi. Mereka beranggapan lebih baik menyimpan
    karya imitasi (bukan palsu) yang bagus daripada mengoleksi karya asli namun buruk.

    Boom sensasional yang didahului oleh gairah kolektor Jepang yang menguasai yendaka,
    merangsang dan mewabah antusiasme peminat seni di banyak Negara, termasuk Indonesia.
    Menggelembungnya hasrat mengoleksi karya-karya ciptaan para maestro, mendongkrak
    practise, dan ketinggian apresiasi seni menjadi indicator. Reproduksi dan repainting kurang
    bergengsi. Kolesterol seni ternyata membutuhkan jejak-jejak sapuan kuas asli. Akhirnya, mata
    uang yang bergelimang dalam transaksi bursa seni lukis yang astaga mahalnya, membuat seru
    merebakkan lukisan palsu.

    Di Indonesia kini semakin marak lukisan palsu. Pameran dan lelang menghadirkan
    gambar-gambar palsu berkualitas murahan dan tentu saja memerlukan. Apakah tidak mungkin
    para peniru lukisan dikumpulkan, dan diarahkan menjadi repainter yang piawai? Dunia seni
    rupa Indonesia sedang tumbuh apik, sungguh tidak ingin terkontaminasi sifat-sifat rendah yang
    koruptif. Jangan jebloskan orang yang bisa membuat lukisan (namun tak punya gagasan) ke
    dalam lorong penuh taring setan.
    6. Mana yang paling tepat menggambarkan harapan penulis terhadap para seniman yang tidak
    ternama? mereka memalsu

    7 / 10

    BACAAN I
    Mencubit, setidaknya menurut sejumlah mahasiswa seni rupa di Paris, diartikan “meledek” para
    pakar atau sekelompok professional yang sering meletakkan diri seolah-olah sebagai satu
    satunya si “pintar” yang otoritas dan pendapatannya harus dijunjung tinggi. Para pakar itu bisa
    kritikus, curator, atau ahli aspek seni yang acapkali tinggi hati dengan teori, dan berbekal sarat
    dengan sederet referensi. Para peledek ini membuat reproduksi patung Modigliani yang
    kabarnya hilang. Setelah ditenggelamkan beberapa lama di sungai seine, dan diterpa aliran air
    beberapa hari, patung itu “ditemukan”. Siapa yang heboh duluan? Ya, para pakar itu.
    Berminggu-minggu mereka meneliti dan berdiskusi berapi-api. Akhirnya para mahasiswa itu
    mengaku, bahwa patung tersebut bikinan mereka, alias patung palsu. Mereka terbahak, dan
    jajaran pakar hebat pun malu.

    Ulah lain lagi dilakukan oleh Eric Heborn dan Christian Goller. Didasari pembelotan terhadap
    tradisi kultus kesenian yang menyebabkan harga karya seni melangit tidak masuk akal, mereka
    membuat karya tiruan. Protes dua imitator canggih ini berubah menjadi niat criminal murni yang
    ujung-ujungnya duit. Ratusal tulisan Chagall sampai Picasso pun dicipta dan dilikuidasikan.

    Lain lagi dengan Han Van Meegeren yang piawai merehabilitasi karya-karya Jan Vermeer.
    Bermula dari kebanggan memamerkan keahliannya kepada publik, ia merasa tidak adil bila
    tidak dihargai dengan kekayaan. Sebelum ditemukan sistem deteksi spektrometri fluoresensi
    sinar X dan scanning electron microscope yang bisa membesarkan dua puluh ribu kali, sulit
    mencurigai karya palsu Meegeren. Ia sanggup mengolah dan memanipulasi pigmen, isotope
    timah, lapis lazuli dalam cat, nyaris seperti karya asli. Cukup banyak pembeli yang terkecoh,
    sebelum pemalsu itu dibekuk polisi.

    Inisiatif untuk membuat reproduksi dengan teknologi tinggi dilakukan oleh CMC (Century Master
    Collection) yang berkedudukan di Jerman. Reproduksi lukisan dengan sinar laser
    menghadirkan texture nyata di atas kanvas, sehingga lukisan Ruben yang halus, karya Frans
    Hals yang semi tekstural, sampai Van Gogh yang kasar muncul senyatanya. Produk ini sangat
    populer. Gagasan lain diilhami oleh lukisan oleh lukisan lukisan asli tetapi palsu, yang dilakukan
    oleh organisasi yang menciptakan nama komersial lewat ratusan repainting Monalisanya
    Leonardo da Vinci. Le use Imaginaire, lembaga yang menjadi agen resmi, memancarkan dan
    menjual produk repainting ke seluruh dunia. Kini tak kurang dan selebriti Roger Moore, Liz
    Taylor, Amold Schwarzenegger, sampai keluarga kerajaan Monaco menggantungnya dengan
    bangga. Mereka sadar benar bahwa itu imitasi. Mereka beranggapan lebih baik menyimpan
    karya imitasi (bukan palsu) yang bagus daripada mengoleksi karya asli namun buruk.

    Boom sensasional yang didahului oleh gairah kolektor Jepang yang menguasai yendaka,
    merangsang dan mewabah antusiasme peminat seni di banyak Negara, termasuk Indonesia.
    Menggelembungnya hasrat mengoleksi karya-karya ciptaan para maestro, mendongkrak
    practise, dan ketinggian apresiasi seni menjadi indicator. Reproduksi dan repainting kurang
    bergengsi. Kolesterol seni ternyata membutuhkan jejak-jejak sapuan kuas asli. Akhirnya, mata
    uang yang bergelimang dalam transaksi bursa seni lukis yang astaga mahalnya, membuat seru
    merebakkan lukisan palsu.

    Di Indonesia kini semakin marak lukisan palsu. Pameran dan lelang menghadirkan
    gambar-gambar palsu berkualitas murahan dan tentu saja memerlukan. Apakah tidak mungkin
    para peniru lukisan dikumpulkan, dan diarahkan menjadi repainter yang piawai? Dunia seni
    rupa Indonesia sedang tumbuh apik, sungguh tidak ingin terkontaminasi sifat-sifat rendah yang
    koruptif. Jangan jebloskan orang yang bisa membuat lukisan (namun tak punya gagasan) ke
    dalam lorong penuh taring setan.
    7. Masalah utama yang menjadi perhatian bacaan ini adalah masalah

    8 / 10

    BACAAN I
    Mencubit, setidaknya menurut sejumlah mahasiswa seni rupa di Paris, diartikan “meledek” para
    pakar atau sekelompok professional yang sering meletakkan diri seolah-olah sebagai satu
    satunya si “pintar” yang otoritas dan pendapatannya harus dijunjung tinggi. Para pakar itu bisa
    kritikus, curator, atau ahli aspek seni yang acapkali tinggi hati dengan teori, dan berbekal sarat
    dengan sederet referensi. Para peledek ini membuat reproduksi patung Modigliani yang
    kabarnya hilang. Setelah ditenggelamkan beberapa lama di sungai seine, dan diterpa aliran air
    beberapa hari, patung itu “ditemukan”. Siapa yang heboh duluan? Ya, para pakar itu.
    Berminggu-minggu mereka meneliti dan berdiskusi berapi-api. Akhirnya para mahasiswa itu
    mengaku, bahwa patung tersebut bikinan mereka, alias patung palsu. Mereka terbahak, dan
    jajaran pakar hebat pun malu.

    Ulah lain lagi dilakukan oleh Eric Heborn dan Christian Goller. Didasari pembelotan terhadap
    tradisi kultus kesenian yang menyebabkan harga karya seni melangit tidak masuk akal, mereka
    membuat karya tiruan. Protes dua imitator canggih ini berubah menjadi niat criminal murni yang
    ujung-ujungnya duit. Ratusal tulisan Chagall sampai Picasso pun dicipta dan dilikuidasikan.

    Lain lagi dengan Han Van Meegeren yang piawai merehabilitasi karya-karya Jan Vermeer.
    Bermula dari kebanggan memamerkan keahliannya kepada publik, ia merasa tidak adil bila
    tidak dihargai dengan kekayaan. Sebelum ditemukan sistem deteksi spektrometri fluoresensi
    sinar X dan scanning electron microscope yang bisa membesarkan dua puluh ribu kali, sulit
    mencurigai karya palsu Meegeren. Ia sanggup mengolah dan memanipulasi pigmen, isotope
    timah, lapis lazuli dalam cat, nyaris seperti karya asli. Cukup banyak pembeli yang terkecoh,
    sebelum pemalsu itu dibekuk polisi.

    Inisiatif untuk membuat reproduksi dengan teknologi tinggi dilakukan oleh CMC (Century Master
    Collection) yang berkedudukan di Jerman. Reproduksi lukisan dengan sinar laser
    menghadirkan texture nyata di atas kanvas, sehingga lukisan Ruben yang halus, karya Frans
    Hals yang semi tekstural, sampai Van Gogh yang kasar muncul senyatanya. Produk ini sangat
    populer. Gagasan lain diilhami oleh lukisan oleh lukisan lukisan asli tetapi palsu, yang dilakukan
    oleh organisasi yang menciptakan nama komersial lewat ratusan repainting Monalisanya
    Leonardo da Vinci. Le use Imaginaire, lembaga yang menjadi agen resmi, memancarkan dan
    menjual produk repainting ke seluruh dunia. Kini tak kurang dan selebriti Roger Moore, Liz
    Taylor, Amold Schwarzenegger, sampai keluarga kerajaan Monaco menggantungnya dengan
    bangga. Mereka sadar benar bahwa itu imitasi. Mereka beranggapan lebih baik menyimpan
    karya imitasi (bukan palsu) yang bagus daripada mengoleksi karya asli namun buruk.

    Boom sensasional yang didahului oleh gairah kolektor Jepang yang menguasai yendaka,
    merangsang dan mewabah antusiasme peminat seni di banyak Negara, termasuk Indonesia.
    Menggelembungnya hasrat mengoleksi karya-karya ciptaan para maestro, mendongkrak
    practise, dan ketinggian apresiasi seni menjadi indicator. Reproduksi dan repainting kurang
    bergengsi. Kolesterol seni ternyata membutuhkan jejak-jejak sapuan kuas asli. Akhirnya, mata
    uang yang bergelimang dalam transaksi bursa seni lukis yang astaga mahalnya, membuat seru
    merebakkan lukisan palsu.

    Di Indonesia kini semakin marak lukisan palsu. Pameran dan lelang menghadirkan
    gambar-gambar palsu berkualitas murahan dan tentu saja memerlukan. Apakah tidak mungkin
    para peniru lukisan dikumpulkan, dan diarahkan menjadi repainter yang piawai? Dunia seni
    rupa Indonesia sedang tumbuh apik, sungguh tidak ingin terkontaminasi sifat-sifat rendah yang
    koruptif. Jangan jebloskan orang yang bisa membuat lukisan (namun tak punya gagasan) ke
    dalam lorong penuh taring setan.
    8. Dari bacaan tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam meneliti keaslian karya seni, para
    pakar seni menggunakan pendekatan

    9 / 10

    BACAAN I
    Mencubit, setidaknya menurut sejumlah mahasiswa seni rupa di Paris, diartikan “meledek” para
    pakar atau sekelompok professional yang sering meletakkan diri seolah-olah sebagai satu
    satunya si “pintar” yang otoritas dan pendapatannya harus dijunjung tinggi. Para pakar itu bisa
    kritikus, curator, atau ahli aspek seni yang acapkali tinggi hati dengan teori, dan berbekal sarat
    dengan sederet referensi. Para peledek ini membuat reproduksi patung Modigliani yang
    kabarnya hilang. Setelah ditenggelamkan beberapa lama di sungai seine, dan diterpa aliran air
    beberapa hari, patung itu “ditemukan”. Siapa yang heboh duluan? Ya, para pakar itu.
    Berminggu-minggu mereka meneliti dan berdiskusi berapi-api. Akhirnya para mahasiswa itu
    mengaku, bahwa patung tersebut bikinan mereka, alias patung palsu. Mereka terbahak, dan
    jajaran pakar hebat pun malu.

    Ulah lain lagi dilakukan oleh Eric Heborn dan Christian Goller. Didasari pembelotan terhadap
    tradisi kultus kesenian yang menyebabkan harga karya seni melangit tidak masuk akal, mereka
    membuat karya tiruan. Protes dua imitator canggih ini berubah menjadi niat criminal murni yang
    ujung-ujungnya duit. Ratusal tulisan Chagall sampai Picasso pun dicipta dan dilikuidasikan.

    Lain lagi dengan Han Van Meegeren yang piawai merehabilitasi karya-karya Jan Vermeer.
    Bermula dari kebanggan memamerkan keahliannya kepada publik, ia merasa tidak adil bila
    tidak dihargai dengan kekayaan. Sebelum ditemukan sistem deteksi spektrometri fluoresensi
    sinar X dan scanning electron microscope yang bisa membesarkan dua puluh ribu kali, sulit
    mencurigai karya palsu Meegeren. Ia sanggup mengolah dan memanipulasi pigmen, isotope
    timah, lapis lazuli dalam cat, nyaris seperti karya asli. Cukup banyak pembeli yang terkecoh,
    sebelum pemalsu itu dibekuk polisi.

    Inisiatif untuk membuat reproduksi dengan teknologi tinggi dilakukan oleh CMC (Century Master
    Collection) yang berkedudukan di Jerman. Reproduksi lukisan dengan sinar laser
    menghadirkan texture nyata di atas kanvas, sehingga lukisan Ruben yang halus, karya Frans
    Hals yang semi tekstural, sampai Van Gogh yang kasar muncul senyatanya. Produk ini sangat
    populer. Gagasan lain diilhami oleh lukisan oleh lukisan lukisan asli tetapi palsu, yang dilakukan
    oleh organisasi yang menciptakan nama komersial lewat ratusan repainting Monalisanya
    Leonardo da Vinci. Le use Imaginaire, lembaga yang menjadi agen resmi, memancarkan dan
    menjual produk repainting ke seluruh dunia. Kini tak kurang dan selebriti Roger Moore, Liz
    Taylor, Amold Schwarzenegger, sampai keluarga kerajaan Monaco menggantungnya dengan
    bangga. Mereka sadar benar bahwa itu imitasi. Mereka beranggapan lebih baik menyimpan
    karya imitasi (bukan palsu) yang bagus daripada mengoleksi karya asli namun buruk.

    Boom sensasional yang didahului oleh gairah kolektor Jepang yang menguasai yendaka,
    merangsang dan mewabah antusiasme peminat seni di banyak Negara, termasuk Indonesia.
    Menggelembungnya hasrat mengoleksi karya-karya ciptaan para maestro, mendongkrak
    practise, dan ketinggian apresiasi seni menjadi indicator. Reproduksi dan repainting kurang
    bergengsi. Kolesterol seni ternyata membutuhkan jejak-jejak sapuan kuas asli. Akhirnya, mata
    uang yang bergelimang dalam transaksi bursa seni lukis yang astaga mahalnya, membuat seru
    merebakkan lukisan palsu.

    Di Indonesia kini semakin marak lukisan palsu. Pameran dan lelang menghadirkan
    gambar-gambar palsu berkualitas murahan dan tentu saja memerlukan. Apakah tidak mungkin
    para peniru lukisan dikumpulkan, dan diarahkan menjadi repainter yang piawai? Dunia seni
    rupa Indonesia sedang tumbuh apik, sungguh tidak ingin terkontaminasi sifat-sifat rendah yang
    koruptif. Jangan jebloskan orang yang bisa membuat lukisan (namun tak punya gagasan) ke
    dalam lorong penuh taring setan.
    9. Dengan pernyataan yang mana penulis paling setuju?

    10 / 10

    BACAAN I
    Mencubit, setidaknya menurut sejumlah mahasiswa seni rupa di Paris, diartikan “meledek” para
    pakar atau sekelompok professional yang sering meletakkan diri seolah-olah sebagai satu
    satunya si “pintar” yang otoritas dan pendapatannya harus dijunjung tinggi. Para pakar itu bisa
    kritikus, curator, atau ahli aspek seni yang acapkali tinggi hati dengan teori, dan berbekal sarat
    dengan sederet referensi. Para peledek ini membuat reproduksi patung Modigliani yang
    kabarnya hilang. Setelah ditenggelamkan beberapa lama di sungai seine, dan diterpa aliran air
    beberapa hari, patung itu “ditemukan”. Siapa yang heboh duluan? Ya, para pakar itu.
    Berminggu-minggu mereka meneliti dan berdiskusi berapi-api. Akhirnya para mahasiswa itu
    mengaku, bahwa patung tersebut bikinan mereka, alias patung palsu. Mereka terbahak, dan
    jajaran pakar hebat pun malu.

    Ulah lain lagi dilakukan oleh Eric Heborn dan Christian Goller. Didasari pembelotan terhadap
    tradisi kultus kesenian yang menyebabkan harga karya seni melangit tidak masuk akal, mereka
    membuat karya tiruan. Protes dua imitator canggih ini berubah menjadi niat criminal murni yang
    ujung-ujungnya duit. Ratusal tulisan Chagall sampai Picasso pun dicipta dan dilikuidasikan.

    Lain lagi dengan Han Van Meegeren yang piawai merehabilitasi karya-karya Jan Vermeer.
    Bermula dari kebanggan memamerkan keahliannya kepada publik, ia merasa tidak adil bila
    tidak dihargai dengan kekayaan. Sebelum ditemukan sistem deteksi spektrometri fluoresensi
    sinar X dan scanning electron microscope yang bisa membesarkan dua puluh ribu kali, sulit
    mencurigai karya palsu Meegeren. Ia sanggup mengolah dan memanipulasi pigmen, isotope
    timah, lapis lazuli dalam cat, nyaris seperti karya asli. Cukup banyak pembeli yang terkecoh,
    sebelum pemalsu itu dibekuk polisi.

    Inisiatif untuk membuat reproduksi dengan teknologi tinggi dilakukan oleh CMC (Century Master
    Collection) yang berkedudukan di Jerman. Reproduksi lukisan dengan sinar laser
    menghadirkan texture nyata di atas kanvas, sehingga lukisan Ruben yang halus, karya Frans
    Hals yang semi tekstural, sampai Van Gogh yang kasar muncul senyatanya. Produk ini sangat
    populer. Gagasan lain diilhami oleh lukisan oleh lukisan lukisan asli tetapi palsu, yang dilakukan
    oleh organisasi yang menciptakan nama komersial lewat ratusan repainting Monalisanya
    Leonardo da Vinci. Le use Imaginaire, lembaga yang menjadi agen resmi, memancarkan dan
    menjual produk repainting ke seluruh dunia. Kini tak kurang dan selebriti Roger Moore, Liz
    Taylor, Amold Schwarzenegger, sampai keluarga kerajaan Monaco menggantungnya dengan
    bangga. Mereka sadar benar bahwa itu imitasi. Mereka beranggapan lebih baik menyimpan
    karya imitasi (bukan palsu) yang bagus daripada mengoleksi karya asli namun buruk.

    Boom sensasional yang didahului oleh gairah kolektor Jepang yang menguasai yendaka,
    merangsang dan mewabah antusiasme peminat seni di banyak Negara, termasuk Indonesia.
    Menggelembungnya hasrat mengoleksi karya-karya ciptaan para maestro, mendongkrak
    practise, dan ketinggian apresiasi seni menjadi indicator. Reproduksi dan repainting kurang
    bergengsi. Kolesterol seni ternyata membutuhkan jejak-jejak sapuan kuas asli. Akhirnya, mata
    uang yang bergelimang dalam transaksi bursa seni lukis yang astaga mahalnya, membuat seru
    merebakkan lukisan palsu.

    Di Indonesia kini semakin marak lukisan palsu. Pameran dan lelang menghadirkan
    gambar-gambar palsu berkualitas murahan dan tentu saja memerlukan. Apakah tidak mungkin
    para peniru lukisan dikumpulkan, dan diarahkan menjadi repainter yang piawai? Dunia seni
    rupa Indonesia sedang tumbuh apik, sungguh tidak ingin terkontaminasi sifat-sifat rendah yang
    koruptif. Jangan jebloskan orang yang bisa membuat lukisan (namun tak punya gagasan) ke
    dalam lorong penuh taring setan.
    10. Nuansa bacaan ini terhadap kepakaran “pengamat/pakar seni rupa” dapat digambarkan
    sebagai:

    Your score is

  • Persiapan SNBT 2025 Penalaran Matematika 33

    25

    Persiapan SNBT 2025 Penalaran Matematika 33

    Waktu Anda hanya 22 menit dengan 11 soal. Anda juga punya kesempatan dua kali untuk pengerjaan. Lebih baik kerjakan di laptop dengan mode full screen.  Jangan lupa follow instagram CHE di sini 

    The number of attempts remaining is 3

    Isi dulu data diri yaah

    1 / 11

    1. Karsa menjual parsel yang berisi 2 kg mangga, 2 kg jeruk, dan 1 kg anggur dengan harga Rp157.000,-, sedangkan parsel yang berisi 1 kg mangga, 2 kg jeruk dan 2 kg anggur dihargai Rp178.000,-, Jika parcel yang berisi 2 kg mangga, 2 kg jeruk, dan 3 kg anggur dijual dengan harga Rp247.000, Jika parcel yang berisi 2 kg mangga, 2 kg jeruk, dan 3 kg anggur dijual dengan harga Rp247.000, berapa harga parsel yang berisi 2 kg mangga dan 2 kg jeruk?

    2 / 11

    2. Selisih uang Lisa dan Karsa adalah 7500. Jika 10% uang Lisa diberikan kepada Karsa, maka uang Karsa menjadi 80% uang Lisa semula. Berapa jumlah uang keduanya?

    3 / 11

    3. Perbandingan jumlah permen coklat dan permen susu dalam suatu toples adalah 5 : 7, sedangkan perbandingan permen kopi dan permen coklat adalah 6 : 2. Jika selisih permen susu dan permen coklat adalah 8. Jumlah ketiga jenis permen dalam toples tersebut adalah …

    4 / 11

    4. Hasil uji penggunaan bio fuel menunjukan bahwa dengan 5 L minyak jelantah, kendaraan mampu menempuh jarak 60 km. Dengan asumsi medan yang dilalui sama, berapa L minyak jelantah yang diperlukan untuk menempuh jarak 150 km?

    5 / 11

    5. Dari 900 karyawan di suatu perusahaan diketahui 600 berkinerja baik dan 300 berkinerja tidak baik, jika 45 dari kinerja baik telah mengikuti pelatihan dan 12 dari kinerja tidak baik telah mengikuti pelatihan. Seorang karyawan akan dipilih secara acak. Tentukanlah probabilitas karyawan yang terpilih adalah yang telah mengikuti pelatihan!

    6 / 11

    6. Selisih dua bilangan adalah 6, dan jika kedua bilangan dijumlahkan hasilnya adalah 32. Berapa selisih dari kuadrat kedua bilangan tersebut?

    7 / 11

    7. Apabila sebuah lingkaran P memiliki jari jari r, dimana r adalah 40% dari jari jari lingkaran L. Berapa persenkah luas lingkaran P dari lingkaran L?

    8 / 11

     
    8. Jika BC : DE = 3 : 5, maka perbandingan luas segitiga ABC dan ADE adalah

    9 / 11

    9. Pembangunan sebuah gedung direncanakan akan selesai dalam waktu 30 hari oleh 25 orang pekerja. Setelah dikerjakan selama 20 hari, pekerjaan dihentikan selama 8 hari karena ada sesuatu hal. Jika kemampuan bekeja setiap orang sama dan agar gedungnya selesai tepat waktu maka banyak pekerja tambahan yang dibutuhkan adalah ….

    10 / 11

    10. Seorang siswa memperoleh nilai 82, 94, 86, dan 78 untuk 4 mata pelajaran. Berapa nilai yang harus diperoleh untuk mata pelajaran ke lima agar dia memperoleh nilai rata-rata 86?

    11 / 11

    11. Dari survei terhadap 150 orang, diperoleh 114 orang diantaranya pernah makan di restoran A, 98 orang pernah makan di restoran B dan 12 orang tidak pernah makan di restoran A ataupun B. Diantara jawaban di bawah ini manakah yang mungkin merupakan jumlah orang yang pernah makan di restoran A dan B?

    Your score is