Mini TO UM UNDIP Bahasa Indonesia 11

0

Mini TO UM UNDIP Bahasa Indonesia 11

Anda punya waktu 20 menit untuk mengerjakan 20 soal. Kerjakan dengan jujur sebab ini bahan evaluasi kalian. Semakin banyak latihan dan semakin banyak benar semakin bagus. Anda punya kesempatan tiga kali pengerjaan.Kerjakan di laptop atau tablet agar lebih optimal secara tampilan. Kalian yang mau gabung bimbel UM UNDIP  boleh banget! Kalian bisa klik di sini

The number of attempts remaining is 6

Isi dulu data diri yaah

1 / 20

61. Poin-poin di bawah ini merupakan langkah-langkah berpidato yang disusun secara acak:
(1) Mengumpulkan bahan
(2) Mensortir materi
(3) Menentukan topik dan tujuan
(4) Menyusun materi secara sistematis
(5) Memahami dan menghayati materi
(6) Latihan berpidato
Agar langkah-langkah persiapan berpidato sistematis maka urutan di atas diubah menjadi:

2 / 20

62. Bacalah kutipan resensi berikut:

“Cakupan Serat Centhini adalah sangat luas berkaitan budaya Jawa abad ke 16-17, ketika kejadian cerita ini berlangsung. Sebagian cerita, istiadat, kepercayaan, mungkin sudah tidak ada lagi pada saat ini, tapi sebagian besar masih hidup dikalangan masyarakat Jawa terutama di pedesaan.

Tempat-tempat yang dilalui oleh Jayengresmi, Jayengrana, dan Niken Rangcangkapti bisa dijadikan referensi arkeologi karena sebagian besar adalah candi-candi dan peninggalan kerajaan Jawa pada masa lalu. Mungkin candi-candi itu masih ada, mungkin sudah tidak ada, yang pasti gunung-gunung dan desa-desa yang dilewati sebagian besar masih ada sampai saat ini dengan nama yang masih sama.”

Teks di atas merupakan bagian resensi dari bagian:

3 / 20

63. Bacalah empat kalimat berikut:
(1) Pembangunan gedung baru DPR dianggarkan 1,1 triliun rupiah dan terletak tidak jauh dari gedung DPR yang sekarang.
(2) Berbagai argumentasi tentang pembangunan gedung baru DPR itu bukannya berhasil membuat klarifikasi jernih, melainkan makin membentangkan jarak antara politisi di Senayan dengan rakyat yang telah memilih dan memuliakannya pada posisi sekarang.
(3) Akal sehat akan segera mereaksi, apa sesungguhnya kemauan para anggota DPR yang terhormat itu?
(4) Ada apa pula sebenarnya sehingga rencana yang masih mentah itu dinyatakan sebagai sikap dan keputusan bahwa parlemen membutuhkan gedung baru?

Empat kalimat di atas agar menjadi sepenggal editorial atau tajuk yang baik maka perlu menghapus kalimat:

4 / 20

64. Lima kalimat berikut disusun secara acak:
(1) Tapi bagi Salim Thalib, pengusaha becak antik di Denpasar, becak-becak rongsokan dari Jawa ini sengaja disimpan.
(2) Bentuknya yang tinggal rongsokan membuat siapapun tidak tertarik melihatnya.
(3) Dengan sedikit kreatifitas, bisa menghasilkan uang jutaan rupiah.
(4) Becak yang sudah lama terbuang dari Jakarta, ternyata bisa mendatangkan keuntungan ratusan juta rupiah bagi seorang pengrajin di Denpasar, Bali.
(5) Sekilas becak-becak ini seperti tidak berguna.

Jika disusun menjadi sebuah paragraf yang kohesif maka susunan kalimat-kalimat itu sebagai berikut:

5 / 20

[BACAAN untuk soal 65–68]
Dalam sidang Kabinet Paripurna 13 Januari 2009, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat memaparkan Isu Strategis Kesejahteraan Rakyat. Salah satu isu yang memerlukan perhatian di tahun 2009 adalah Isu Penanggulangan Kemiskinan dan Pengurangan Pengangguran. Isu penanggulangan kemiskinan dan pengurangan pengangguran menjadi isu yang utama dan sangat penting karena pada tahun 2008 jumlah penduduk miskin di Indonesia masih cukup banyak, yakni 34,96 juta jiwa (15,4%), sementara itu jumlah pengangguran pada tahun 2008 sebanyak 9,43 jiwa (8,46%).

Begitu pentingnya masalah kemiskinan, sehingga Rencana Kebijakan Pemerintah (RKP) tahun 2009 mengambil tema “Peningkatan Kesejahteraan Rakyat dan Pengurangan Kemiskinan”. Dalam RKP tahun 2009, angka kemiskinan ditargetkan turun menjadi 31 juta jiwa (14%), dan angka pengangguran ditargetkan turun menjadi 7,8 juta jiwa (7%). Pencapaian target tersebut dilakukan melalui upaya-upaya perlindungan dan keberpihakan terhadap rakyat miskin, peningkatan akses dan mutu pelayanan dan infrastruktur dasar, serta peningkatan usaha rakyat dalam rangka meningkatkan daya beli masyarakat, yang secara operasional dilakukan dalam tiga klaster program penanggulangan kemiskinan.

Klaster pertama, yakni dengan memberikan bantuan dan perlindungan sosial kepada keluarga kurang mampu, melalui Program Beras untuk Rakyat Miskin (Raskin), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Klaster kedua, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat – Mandiri (PNPM Mandiri). Klaster ketiga, Program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

(Sumber: http://www.setneg.go.id; diakses 26-02-2010)

65. Bacaan di atas akan tepat jika diberi judul:

6 / 20

[BACAAN untuk soal 65–68]
Dalam sidang Kabinet Paripurna 13 Januari 2009, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat memaparkan Isu Strategis Kesejahteraan Rakyat. Salah satu isu yang memerlukan perhatian di tahun 2009 adalah Isu Penanggulangan Kemiskinan dan Pengurangan Pengangguran. Isu penanggulangan kemiskinan dan pengurangan pengangguran menjadi isu yang utama dan sangat penting karena pada tahun 2008 jumlah penduduk miskin di Indonesia masih cukup banyak, yakni 34,96 juta jiwa (15,4%), sementara itu jumlah pengangguran pada tahun 2008 sebanyak 9,43 jiwa (8,46%).

Begitu pentingnya masalah kemiskinan, sehingga Rencana Kebijakan Pemerintah (RKP) tahun 2009 mengambil tema “Peningkatan Kesejahteraan Rakyat dan Pengurangan Kemiskinan”. Dalam RKP tahun 2009, angka kemiskinan ditargetkan turun menjadi 31 juta jiwa (14%), dan angka pengangguran ditargetkan turun menjadi 7,8 juta jiwa (7%). Pencapaian target tersebut dilakukan melalui upaya-upaya perlindungan dan keberpihakan terhadap rakyat miskin, peningkatan akses dan mutu pelayanan dan infrastruktur dasar, serta peningkatan usaha rakyat dalam rangka meningkatkan daya beli masyarakat, yang secara operasional dilakukan dalam tiga klaster program penanggulangan kemiskinan.

Klaster pertama, yakni dengan memberikan bantuan dan perlindungan sosial kepada keluarga kurang mampu, melalui Program Beras untuk Rakyat Miskin (Raskin), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Klaster kedua, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat – Mandiri (PNPM Mandiri). Klaster ketiga, Program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

(Sumber: http://www.setneg.go.id; diakses 26-02-2010)

66. Jika bacaan di atas diteruskan paragraf keempat, maka gagasan utama paragraf itu adalah:

7 / 20

[BACAAN untuk soal 65–68]
Dalam sidang Kabinet Paripurna 13 Januari 2009, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat memaparkan Isu Strategis Kesejahteraan Rakyat. Salah satu isu yang memerlukan perhatian di tahun 2009 adalah Isu Penanggulangan Kemiskinan dan Pengurangan Pengangguran. Isu penanggulangan kemiskinan dan pengurangan pengangguran menjadi isu yang utama dan sangat penting karena pada tahun 2008 jumlah penduduk miskin di Indonesia masih cukup banyak, yakni 34,96 juta jiwa (15,4%), sementara itu jumlah pengangguran pada tahun 2008 sebanyak 9,43 jiwa (8,46%).

Begitu pentingnya masalah kemiskinan, sehingga Rencana Kebijakan Pemerintah (RKP) tahun 2009 mengambil tema “Peningkatan Kesejahteraan Rakyat dan Pengurangan Kemiskinan”. Dalam RKP tahun 2009, angka kemiskinan ditargetkan turun menjadi 31 juta jiwa (14%), dan angka pengangguran ditargetkan turun menjadi 7,8 juta jiwa (7%). Pencapaian target tersebut dilakukan melalui upaya-upaya perlindungan dan keberpihakan terhadap rakyat miskin, peningkatan akses dan mutu pelayanan dan infrastruktur dasar, serta peningkatan usaha rakyat dalam rangka meningkatkan daya beli masyarakat, yang secara operasional dilakukan dalam tiga klaster program penanggulangan kemiskinan.

Klaster pertama, yakni dengan memberikan bantuan dan perlindungan sosial kepada keluarga kurang mampu, melalui Program Beras untuk Rakyat Miskin (Raskin), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Klaster kedua, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat – Mandiri (PNPM Mandiri). Klaster ketiga, Program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

(Sumber: http://www.setneg.go.id; diakses 26-02-2010)

67. Gagasan utama paragraf ketiga bacaan di atas adalah kalimat:

8 / 20

[BACAAN untuk soal 65–68]
Dalam sidang Kabinet Paripurna 13 Januari 2009, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat memaparkan Isu Strategis Kesejahteraan Rakyat. Salah satu isu yang memerlukan perhatian di tahun 2009 adalah Isu Penanggulangan Kemiskinan dan Pengurangan Pengangguran. Isu penanggulangan kemiskinan dan pengurangan pengangguran menjadi isu yang utama dan sangat penting karena pada tahun 2008 jumlah penduduk miskin di Indonesia masih cukup banyak, yakni 34,96 juta jiwa (15,4%), sementara itu jumlah pengangguran pada tahun 2008 sebanyak 9,43 jiwa (8,46%).

Begitu pentingnya masalah kemiskinan, sehingga Rencana Kebijakan Pemerintah (RKP) tahun 2009 mengambil tema “Peningkatan Kesejahteraan Rakyat dan Pengurangan Kemiskinan”. Dalam RKP tahun 2009, angka kemiskinan ditargetkan turun menjadi 31 juta jiwa (14%), dan angka pengangguran ditargetkan turun menjadi 7,8 juta jiwa (7%). Pencapaian target tersebut dilakukan melalui upaya-upaya perlindungan dan keberpihakan terhadap rakyat miskin, peningkatan akses dan mutu pelayanan dan infrastruktur dasar, serta peningkatan usaha rakyat dalam rangka meningkatkan daya beli masyarakat, yang secara operasional dilakukan dalam tiga klaster program penanggulangan kemiskinan.

Klaster pertama, yakni dengan memberikan bantuan dan perlindungan sosial kepada keluarga kurang mampu, melalui Program Beras untuk Rakyat Miskin (Raskin), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Klaster kedua, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat – Mandiri (PNPM Mandiri). Klaster ketiga, Program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

(Sumber: http://www.setneg.go.id; diakses 26-02-2010)

68. Paragraf kedua merupakan paragraf:

9 / 20

69. Kalimat di bawah ini yang mengandung perubahan makna asosiasi adalah:

10 / 20

70. Penulisan kalimat kompleks berikut ini yang menggunakan hubungan polisemik adalah:

11 / 20

[PUISI untuk soal 71]
Aku hanyalah sebutir pasir
di gurun yang luas
Aku hanyalah molekul air
di dalam samudra
Tak tercatat
tak terdaftar
Aku hanya berada
dalam satu titik
dalam garis waktu
yang panjang tak terhingga
….
(“Aku Hanyalah” dalam Persembahan, 2004)

71. Puisi di atas kurang lengkap karena tidak jelas aku lirik ingin berbuat apa dengan metafor-metafor itu. Agar makna puisi itu menjadi jelas maka perlu ditambahkan larik berikut:

12 / 20

72. Kalimat yang menyatakan bentuk sanggahan yang paling santun diucapkan oleh peserta diskusi terhadap penyaji makalah adalah:

13 / 20

[CUPLIKAN CERITA untuk soal 73]
Untukku? Kebebasan yang lebih besar daripada kebebasanmu. Kebebasan apa maksudmu itu? Kebebasan dari tindisan. Tindisan? Tindisan yang dipaksakan. Tindisan terhadap suatu bangsa atau manusia yang tidak seharusnya ada untuk ditindis.
(Pramoedya Ananta Toer, tt)

73. Latar waktu cuplikan cerita di atas adalah:

14 / 20

74. Sebuah buku dengan identitas sebagai berikut:
Penulis: Eko Budiardjo, Suripin Wardoyo, dan Agung Wibowo
Judul: Membangun rumah di perbukitan
Penerbit: Undip Press, Semarang
Tahun terbit: 2009.

Penulisan daftar pustaka yang benar adalah:

15 / 20

75. Bacalah penggalan resensi berikut:

“Pada tahun 1800-an, pemerintahan Shogun Jepang dihadapkan pada persoalan pelik yang membawanya pada sebuah gerbang krisis sosial. Shogun mencoba untuk menerapkan ajaran Budha tentang Pelestarian Mahluk Hidup, namun implementasi ajaran yang hanya dari satu perspektif menimbulkan ketimpangan hukum. Di satu sisi, celah ini dimanfaatkan oleh beberapa gelintir orang kepercayaan Shogun yang korup. Samurai yang selalu memegang teguh moral yang tinggi hanya bisa terdiam karena mereka juga selalu dikekang oleh undang-undang. Hanya seorang daimyo (gubernur) dari daerah Ako yang berani menentang. Namun akibat dijebak oleh seorang kepala pemimpin upacara saat menghadiri pertemuan di Istana Shogun, daimyo yang selalu memegang teguh moral samurai ini harus mengalami hukuman mati dengan melakukan seppuku.”

Teks di atas merupakan penggalan resensi dari bagian:

16 / 20

76. Bacalah paragraf berikut:

“Aksi vandalisme bukan hanya terjadi di kota-kota besar. Vandalisme kini sudah merambah ke daerah seperti di Kabupaten Purworejo. Bahkan, yang lebih ironis, benda cagar budaya (BCB) yang dilindungi negara ternyata tidak luput dari sasaran para vandalis.”

Ide pokok paragraf di atas adalah:

17 / 20

[TABEL untuk soal 77]
Penduduk Menurut Pulau dan Bahasa yang Dipakai Sehari-hari Tahun 1980

Pulau | Penutur Bhs Indonesia | Bukan Penutur | Bisa Bhs Indonesia | Jumlah
Jawa | 9.392.384 | 45.508.787 | 38.315.799 | 93.216.970
Sumatera | 4.418.491 | 15.667.862 | 7.909.574 | 27.995.927
Kalimantan | 640.445 | 3.644.093 | 2.432.358 | 6.716.896
Sulawesi | 1.604.857 | 4.995.870 | 3.799.821 | 10.400.548
Kep. lain | 1.584.444 | 4.631.784 | 4.229.904 | 10.446.132
Jumlah | 17.640.621 | 74.448.396 | 56.687.456 | 148.776.473
(Sumber: BPS, 1982)

77. Tabel di atas dibaca sebagai berikut:

18 / 20

78. Kata ulang yang mengandung arti menyangatkan terdapat pada kalimat:

19 / 20

79. Perhatikan kalimat: “Dia telah berhasil mengarungi lautan itu.”

Kalimat yang mengandung kata berimbuhan –an yang mempunyai makna sama dengan imbuhan –an pada kata “lautan” seperti dalam kalimat di atas adalah:

20 / 20

80. Perhatikan pernyataan berikut:
(1) Biaya masuk kuliah di UI mencapai ratusan juta rupiah
(2) Biaya masuk kuliah di UGM mencapai ratusan juta rupiah
(3) Biaya masuk kuliah di Undip mencapai ratusan juta rupiah
(4) Biaya masuk kuliah di ITB mencapai ratusan juta rupiah
(5) Dengan demikian, biaya masuk kuliah di PTN favorit mahal

Kalimat kelima merupakan:

Your score is

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *