Mini TO SNBT 2027 [Soal LBI 1 Soshum]

0

Mini TO SNBT 2027 [Soal LBI 1 Soshum]

Anda punya waktu 20 menit untuk mengerjakan 25 soal. Kerjakan dengan jujur sebab ini bahan evaluasi kalian. Semakin banyak latihan dan semakin banyak benar semakin bagus. Anda punya kesempatan tiga kali pengerjaan.Kerjakan di laptop atau tablet agar lebih optimal secara tampilan. Kalian yang mau gabung bimbel SNBT 2027 boleh banget! Kalian bisa klik di sini

The number of attempts remaining is 6

Isi dulu data diri yaah

1 / 25

Kenaikan permukaan air laut yang dipicu pemanasan global membuat sejumlah kawasan pesisir utara Pulau Jawa mengalami abrasi dan rob yang kian parah dalam dua dekade terakhir. Sejumlah desa nelayan yang dahulu berjarak lebih dari satu kilometer dari garis pantai kini nyaris tenggelam, memaksa penduduknya berpindah ke wilayah yang lebih tinggi. Fenomena perpindahan penduduk akibat perubahan lingkungan semacam ini oleh para ahli disebut sebagai migrasi iklim.

Pemerintah daerah setempat mencatat, dari total 12.000 kepala keluarga yang semula bermukim di kawasan rawan rob, sekitar 35 persen telah direlokasi ke rumah susun yang dibangun pemerintah, sementara sisanya masih bertahan dengan meninggikan lantai rumah secara swadaya. Biaya peninggian lantai rumah rata-rata mencapai Rp8.500.000,00 per rumah.

Perpindahan penduduk ini turut mengubah struktur mata pencaharian setempat. Banyak warga yang semula menggantungkan hidup dari hasil tangkapan laut kini beralih menjadi buruh pabrik atau pekerja informal di kota, sebuah pergeseran yang mengingatkan pada pola urbanisasi besar-besaran yang pernah terjadi pada masa awal industrialisasi di kawasan pantura pada pertengahan abad ke-20.

Para akademisi menilai, tanpa intervensi tata ruang yang serius, wilayah pesisir utara Jawa berpotensi kehilangan lebih banyak permukiman dalam dua puluh tahun mendatang, seiring proyeksi kenaikan muka air laut yang terus berlangsung.

1. Gejala sosial yang paling tepat menggambarkan perubahan mata pencaharian penduduk pesisir dalam bacaan adalah ………

2 / 25

Kenaikan permukaan air laut yang dipicu pemanasan global membuat sejumlah kawasan pesisir utara Pulau Jawa mengalami abrasi dan rob yang kian parah dalam dua dekade terakhir. Sejumlah desa nelayan yang dahulu berjarak lebih dari satu kilometer dari garis pantai kini nyaris tenggelam, memaksa penduduknya berpindah ke wilayah yang lebih tinggi. Fenomena perpindahan penduduk akibat perubahan lingkungan semacam ini oleh para ahli disebut sebagai migrasi iklim.

Pemerintah daerah setempat mencatat, dari total 12.000 kepala keluarga yang semula bermukim di kawasan rawan rob, sekitar 35 persen telah direlokasi ke rumah susun yang dibangun pemerintah, sementara sisanya masih bertahan dengan meninggikan lantai rumah secara swadaya. Biaya peninggian lantai rumah rata-rata mencapai Rp8.500.000,00 per rumah.

Perpindahan penduduk ini turut mengubah struktur mata pencaharian setempat. Banyak warga yang semula menggantungkan hidup dari hasil tangkapan laut kini beralih menjadi buruh pabrik atau pekerja informal di kota, sebuah pergeseran yang mengingatkan pada pola urbanisasi besar-besaran yang pernah terjadi pada masa awal industrialisasi di kawasan pantura pada pertengahan abad ke-20.

Para akademisi menilai, tanpa intervensi tata ruang yang serius, wilayah pesisir utara Jawa berpotensi kehilangan lebih banyak permukiman dalam dua puluh tahun mendatang, seiring proyeksi kenaikan muka air laut yang terus berlangsung.

2. Berdasarkan bacaan, dampak geografis jangka panjang yang paling mungkin terjadi pada wilayah pesisir tersebut apabila tidak ada intervensi tata ruang adalah ………

3 / 25

Kenaikan permukaan air laut yang dipicu pemanasan global membuat sejumlah kawasan pesisir utara Pulau Jawa mengalami abrasi dan rob yang kian parah dalam dua dekade terakhir. Sejumlah desa nelayan yang dahulu berjarak lebih dari satu kilometer dari garis pantai kini nyaris tenggelam, memaksa penduduknya berpindah ke wilayah yang lebih tinggi. Fenomena perpindahan penduduk akibat perubahan lingkungan semacam ini oleh para ahli disebut sebagai migrasi iklim.

Pemerintah daerah setempat mencatat, dari total 12.000 kepala keluarga yang semula bermukim di kawasan rawan rob, sekitar 35 persen telah direlokasi ke rumah susun yang dibangun pemerintah, sementara sisanya masih bertahan dengan meninggikan lantai rumah secara swadaya. Biaya peninggian lantai rumah rata-rata mencapai Rp8.500.000,00 per rumah.

Perpindahan penduduk ini turut mengubah struktur mata pencaharian setempat. Banyak warga yang semula menggantungkan hidup dari hasil tangkapan laut kini beralih menjadi buruh pabrik atau pekerja informal di kota, sebuah pergeseran yang mengingatkan pada pola urbanisasi besar-besaran yang pernah terjadi pada masa awal industrialisasi di kawasan pantura pada pertengahan abad ke-20.

Para akademisi menilai, tanpa intervensi tata ruang yang serius, wilayah pesisir utara Jawa berpotensi kehilangan lebih banyak permukiman dalam dua puluh tahun mendatang, seiring proyeksi kenaikan muka air laut yang terus berlangsung.

3. Perubahan sektor pekerjaan dari nelayan menjadi buruh pabrik dalam bacaan mencerminkan proses historis-ekonomi yang disebut ………

4 / 25

Kenaikan permukaan air laut yang dipicu pemanasan global membuat sejumlah kawasan pesisir utara Pulau Jawa mengalami abrasi dan rob yang kian parah dalam dua dekade terakhir. Sejumlah desa nelayan yang dahulu berjarak lebih dari satu kilometer dari garis pantai kini nyaris tenggelam, memaksa penduduknya berpindah ke wilayah yang lebih tinggi. Fenomena perpindahan penduduk akibat perubahan lingkungan semacam ini oleh para ahli disebut sebagai migrasi iklim.

Pemerintah daerah setempat mencatat, dari total 12.000 kepala keluarga yang semula bermukim di kawasan rawan rob, sekitar 35 persen telah direlokasi ke rumah susun yang dibangun pemerintah, sementara sisanya masih bertahan dengan meninggikan lantai rumah secara swadaya. Biaya peninggian lantai rumah rata-rata mencapai Rp8.500.000,00 per rumah.

Perpindahan penduduk ini turut mengubah struktur mata pencaharian setempat. Banyak warga yang semula menggantungkan hidup dari hasil tangkapan laut kini beralih menjadi buruh pabrik atau pekerja informal di kota, sebuah pergeseran yang mengingatkan pada pola urbanisasi besar-besaran yang pernah terjadi pada masa awal industrialisasi di kawasan pantura pada pertengahan abad ke-20.

Para akademisi menilai, tanpa intervensi tata ruang yang serius, wilayah pesisir utara Jawa berpotensi kehilangan lebih banyak permukiman dalam dua puluh tahun mendatang, seiring proyeksi kenaikan muka air laut yang terus berlangsung.

4. Dampak ekonomi yang paling mungkin dialami desa nelayan yang kehilangan wilayah tangkapannya berdasarkan bacaan adalah ………

5 / 25

Kenaikan permukaan air laut yang dipicu pemanasan global membuat sejumlah kawasan pesisir utara Pulau Jawa mengalami abrasi dan rob yang kian parah dalam dua dekade terakhir. Sejumlah desa nelayan yang dahulu berjarak lebih dari satu kilometer dari garis pantai kini nyaris tenggelam, memaksa penduduknya berpindah ke wilayah yang lebih tinggi. Fenomena perpindahan penduduk akibat perubahan lingkungan semacam ini oleh para ahli disebut sebagai migrasi iklim.

Pemerintah daerah setempat mencatat, dari total 12.000 kepala keluarga yang semula bermukim di kawasan rawan rob, sekitar 35 persen telah direlokasi ke rumah susun yang dibangun pemerintah, sementara sisanya masih bertahan dengan meninggikan lantai rumah secara swadaya. Biaya peninggian lantai rumah rata-rata mencapai Rp8.500.000,00 per rumah.

Perpindahan penduduk ini turut mengubah struktur mata pencaharian setempat. Banyak warga yang semula menggantungkan hidup dari hasil tangkapan laut kini beralih menjadi buruh pabrik atau pekerja informal di kota, sebuah pergeseran yang mengingatkan pada pola urbanisasi besar-besaran yang pernah terjadi pada masa awal industrialisasi di kawasan pantura pada pertengahan abad ke-20.

Para akademisi menilai, tanpa intervensi tata ruang yang serius, wilayah pesisir utara Jawa berpotensi kehilangan lebih banyak permukiman dalam dua puluh tahun mendatang, seiring proyeksi kenaikan muka air laut yang terus berlangsung.

5. Jika seluruh kepala keluarga yang belum direlokasi meninggikan lantai rumah secara swadaya dengan biaya rata-rata Rp8.500.000,00 per rumah, maka total biaya yang harus ditanggung secara keseluruhan adalah ………

6 / 25

Kebijakan larangan ekspor bijih nikel mentah yang mulai diberlakukan pemerintah Indonesia sejak tahun 2020 mendorong lonjakan investasi pembangunan smelter di kawasan industri Morowali dan Konawe, Sulawesi. Kebijakan hilirisasi ini bertujuan agar nilai tambah pengolahan nikel—bahan baku utama baterai kendaraan listrik—dinikmati di dalam negeri, alih-alih diekspor sebagai bahan mentah seperti yang lazim terjadi pada masa kolonial ketika hasil tambang Hindia Belanda diangkut langsung ke pabrik-pabrik di Eropa.

Sejak kebijakan tersebut diterapkan, nilai ekspor produk turunan nikel Indonesia melonjak tajam. Namun, pertumbuhan pesat kawasan industri ini juga membawa konsekuensi sosial: ribuan pekerja migran dari luar Sulawesi berbondong-bondong datang mencari pekerjaan, memicu ketegangan dengan penduduk lokal terkait perebutan lahan dan kesempatan kerja.

Di sisi lingkungan, ekspansi pertambangan nikel yang kini mencakup lebih dari 500.000 hektare kawasan hutan turut menyumbang deforestasi di Sulawesi, pulau yang dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati endemik terbesar di dunia akibat posisi biogeografisnya yang unik di antara benua Asia dan Australia.

Sementara itu, sebuah smelter nikel di Morowali tercatat mampu mengolah 2.400 ton bijih nikel per hari dengan tingkat efisiensi konversi menjadi feronikel sebesar 12 persen dari total bijih yang diolah.

6. Konflik sosial antara pekerja migran dan penduduk lokal dalam bacaan merupakan contoh dari gejala sosiologis berupa ………

7 / 25

Kebijakan larangan ekspor bijih nikel mentah yang mulai diberlakukan pemerintah Indonesia sejak tahun 2020 mendorong lonjakan investasi pembangunan smelter di kawasan industri Morowali dan Konawe, Sulawesi. Kebijakan hilirisasi ini bertujuan agar nilai tambah pengolahan nikel—bahan baku utama baterai kendaraan listrik—dinikmati di dalam negeri, alih-alih diekspor sebagai bahan mentah seperti yang lazim terjadi pada masa kolonial ketika hasil tambang Hindia Belanda diangkut langsung ke pabrik-pabrik di Eropa.

Sejak kebijakan tersebut diterapkan, nilai ekspor produk turunan nikel Indonesia melonjak tajam. Namun, pertumbuhan pesat kawasan industri ini juga membawa konsekuensi sosial: ribuan pekerja migran dari luar Sulawesi berbondong-bondong datang mencari pekerjaan, memicu ketegangan dengan penduduk lokal terkait perebutan lahan dan kesempatan kerja.

Di sisi lingkungan, ekspansi pertambangan nikel yang kini mencakup lebih dari 500.000 hektare kawasan hutan turut menyumbang deforestasi di Sulawesi, pulau yang dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati endemik terbesar di dunia akibat posisi biogeografisnya yang unik di antara benua Asia dan Australia.

Sementara itu, sebuah smelter nikel di Morowali tercatat mampu mengolah 2.400 ton bijih nikel per hari dengan tingkat efisiensi konversi menjadi feronikel sebesar 12 persen dari total bijih yang diolah.

7. Letak geografis Sulawesi yang disebutkan dalam bacaan menjelaskan tingginya keanekaragaman hayati endemik di pulau tersebut karena posisinya berada pada ………

8 / 25

Kebijakan larangan ekspor bijih nikel mentah yang mulai diberlakukan pemerintah Indonesia sejak tahun 2020 mendorong lonjakan investasi pembangunan smelter di kawasan industri Morowali dan Konawe, Sulawesi. Kebijakan hilirisasi ini bertujuan agar nilai tambah pengolahan nikel—bahan baku utama baterai kendaraan listrik—dinikmati di dalam negeri, alih-alih diekspor sebagai bahan mentah seperti yang lazim terjadi pada masa kolonial ketika hasil tambang Hindia Belanda diangkut langsung ke pabrik-pabrik di Eropa.

Sejak kebijakan tersebut diterapkan, nilai ekspor produk turunan nikel Indonesia melonjak tajam. Namun, pertumbuhan pesat kawasan industri ini juga membawa konsekuensi sosial: ribuan pekerja migran dari luar Sulawesi berbondong-bondong datang mencari pekerjaan, memicu ketegangan dengan penduduk lokal terkait perebutan lahan dan kesempatan kerja.

Di sisi lingkungan, ekspansi pertambangan nikel yang kini mencakup lebih dari 500.000 hektare kawasan hutan turut menyumbang deforestasi di Sulawesi, pulau yang dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati endemik terbesar di dunia akibat posisi biogeografisnya yang unik di antara benua Asia dan Australia.

Sementara itu, sebuah smelter nikel di Morowali tercatat mampu mengolah 2.400 ton bijih nikel per hari dengan tingkat efisiensi konversi menjadi feronikel sebesar 12 persen dari total bijih yang diolah.

8. Perbandingan yang dibuat dalam bacaan antara kebijakan hilirisasi dan masa kolonial menyiratkan bahwa pola ekonomi ekstraktif kolonial dahulu bercirikan ………

9 / 25

Kebijakan larangan ekspor bijih nikel mentah yang mulai diberlakukan pemerintah Indonesia sejak tahun 2020 mendorong lonjakan investasi pembangunan smelter di kawasan industri Morowali dan Konawe, Sulawesi. Kebijakan hilirisasi ini bertujuan agar nilai tambah pengolahan nikel—bahan baku utama baterai kendaraan listrik—dinikmati di dalam negeri, alih-alih diekspor sebagai bahan mentah seperti yang lazim terjadi pada masa kolonial ketika hasil tambang Hindia Belanda diangkut langsung ke pabrik-pabrik di Eropa.

Sejak kebijakan tersebut diterapkan, nilai ekspor produk turunan nikel Indonesia melonjak tajam. Namun, pertumbuhan pesat kawasan industri ini juga membawa konsekuensi sosial: ribuan pekerja migran dari luar Sulawesi berbondong-bondong datang mencari pekerjaan, memicu ketegangan dengan penduduk lokal terkait perebutan lahan dan kesempatan kerja.

Di sisi lingkungan, ekspansi pertambangan nikel yang kini mencakup lebih dari 500.000 hektare kawasan hutan turut menyumbang deforestasi di Sulawesi, pulau yang dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati endemik terbesar di dunia akibat posisi biogeografisnya yang unik di antara benua Asia dan Australia.

Sementara itu, sebuah smelter nikel di Morowali tercatat mampu mengolah 2.400 ton bijih nikel per hari dengan tingkat efisiensi konversi menjadi feronikel sebesar 12 persen dari total bijih yang diolah.

9. Kebijakan larangan ekspor bijih nikel mentah dalam bacaan mencerminkan penerapan konsep ekonomi berupa ………

10 / 25

Kebijakan larangan ekspor bijih nikel mentah yang mulai diberlakukan pemerintah Indonesia sejak tahun 2020 mendorong lonjakan investasi pembangunan smelter di kawasan industri Morowali dan Konawe, Sulawesi. Kebijakan hilirisasi ini bertujuan agar nilai tambah pengolahan nikel—bahan baku utama baterai kendaraan listrik—dinikmati di dalam negeri, alih-alih diekspor sebagai bahan mentah seperti yang lazim terjadi pada masa kolonial ketika hasil tambang Hindia Belanda diangkut langsung ke pabrik-pabrik di Eropa.

Sejak kebijakan tersebut diterapkan, nilai ekspor produk turunan nikel Indonesia melonjak tajam. Namun, pertumbuhan pesat kawasan industri ini juga membawa konsekuensi sosial: ribuan pekerja migran dari luar Sulawesi berbondong-bondong datang mencari pekerjaan, memicu ketegangan dengan penduduk lokal terkait perebutan lahan dan kesempatan kerja.

Di sisi lingkungan, ekspansi pertambangan nikel yang kini mencakup lebih dari 500.000 hektare kawasan hutan turut menyumbang deforestasi di Sulawesi, pulau yang dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati endemik terbesar di dunia akibat posisi biogeografisnya yang unik di antara benua Asia dan Australia.

Sementara itu, sebuah smelter nikel di Morowali tercatat mampu mengolah 2.400 ton bijih nikel per hari dengan tingkat efisiensi konversi menjadi feronikel sebesar 12 persen dari total bijih yang diolah.

10. Jika sebuah smelter di Morowali mengolah 2.400 ton bijih nikel per hari dengan efisiensi konversi 12 persen menjadi feronikel, maka produksi feronikel smelter tersebut per hari adalah ………

11 / 25

Istilah “generasi sandwich” belakangan ramai diperbincangkan di media sosial Indonesia untuk menggambarkan kelompok usia produktif—umumnya berusia 30 hingga 45 tahun—yang harus menanggung beban finansial ganda: membiayai kebutuhan anak sekaligus orang tua yang telah memasuki usia lanjut. Fenomena ini muncul seiring bergesernya struktur keluarga dari pola keluarga besar (extended family) yang dahulu lazim di masyarakat agraris, menjadi keluarga inti (nuclear family) yang mendominasi kawasan urban sejak gelombang perpindahan besar penduduk dari desa ke kota pada pertengahan abad ke-20.

Sebuah survei terhadap 2.000 responden usia produktif di kota-kota besar menunjukkan bahwa 42 persen di antaranya mengalokasikan lebih dari sepertiga penghasilan bulanan mereka untuk menanggung biaya hidup orang tua, sementara hanya 18 persen yang memiliki tabungan pensiun pribadi yang memadai.

Median pengeluaran bulanan seorang responden generasi sandwich pada survei tersebut tercatat sebesar Rp6.400.000,00, dengan rincian rata-rata 35 persen dialokasikan untuk kebutuhan anak, 30 persen untuk orang tua, dan sisanya untuk kebutuhan pribadi serta tabungan.

Para sosiolog menilai, tanpa sistem jaminan sosial lanjut usia yang memadai, beban generasi sandwich ini berpotensi terus diwariskan ke generasi berikutnya.

11. Pergeseran dari keluarga besar menjadi keluarga inti dalam bacaan mencerminkan konsep sosiologis yang disebut ………

12 / 25

Istilah “generasi sandwich” belakangan ramai diperbincangkan di media sosial Indonesia untuk menggambarkan kelompok usia produktif—umumnya berusia 30 hingga 45 tahun—yang harus menanggung beban finansial ganda: membiayai kebutuhan anak sekaligus orang tua yang telah memasuki usia lanjut. Fenomena ini muncul seiring bergesernya struktur keluarga dari pola keluarga besar (extended family) yang dahulu lazim di masyarakat agraris, menjadi keluarga inti (nuclear family) yang mendominasi kawasan urban sejak gelombang perpindahan besar penduduk dari desa ke kota pada pertengahan abad ke-20.

Sebuah survei terhadap 2.000 responden usia produktif di kota-kota besar menunjukkan bahwa 42 persen di antaranya mengalokasikan lebih dari sepertiga penghasilan bulanan mereka untuk menanggung biaya hidup orang tua, sementara hanya 18 persen yang memiliki tabungan pensiun pribadi yang memadai.

Median pengeluaran bulanan seorang responden generasi sandwich pada survei tersebut tercatat sebesar Rp6.400.000,00, dengan rincian rata-rata 35 persen dialokasikan untuk kebutuhan anak, 30 persen untuk orang tua, dan sisanya untuk kebutuhan pribadi serta tabungan.

Para sosiolog menilai, tanpa sistem jaminan sosial lanjut usia yang memadai, beban generasi sandwich ini berpotensi terus diwariskan ke generasi berikutnya.

12. Faktor spasial utama yang mendorong pergeseran struktur keluarga dalam bacaan adalah ………

13 / 25

Istilah “generasi sandwich” belakangan ramai diperbincangkan di media sosial Indonesia untuk menggambarkan kelompok usia produktif—umumnya berusia 30 hingga 45 tahun—yang harus menanggung beban finansial ganda: membiayai kebutuhan anak sekaligus orang tua yang telah memasuki usia lanjut. Fenomena ini muncul seiring bergesernya struktur keluarga dari pola keluarga besar (extended family) yang dahulu lazim di masyarakat agraris, menjadi keluarga inti (nuclear family) yang mendominasi kawasan urban sejak gelombang perpindahan besar penduduk dari desa ke kota pada pertengahan abad ke-20.

Sebuah survei terhadap 2.000 responden usia produktif di kota-kota besar menunjukkan bahwa 42 persen di antaranya mengalokasikan lebih dari sepertiga penghasilan bulanan mereka untuk menanggung biaya hidup orang tua, sementara hanya 18 persen yang memiliki tabungan pensiun pribadi yang memadai.

Median pengeluaran bulanan seorang responden generasi sandwich pada survei tersebut tercatat sebesar Rp6.400.000,00, dengan rincian rata-rata 35 persen dialokasikan untuk kebutuhan anak, 30 persen untuk orang tua, dan sisanya untuk kebutuhan pribadi serta tabungan.

Para sosiolog menilai, tanpa sistem jaminan sosial lanjut usia yang memadai, beban generasi sandwich ini berpotensi terus diwariskan ke generasi berikutnya.

13. Struktur keluarga inti yang dominan di kawasan urban berdasarkan bacaan erat kaitannya dengan proses historis berupa ………

14 / 25

Istilah “generasi sandwich” belakangan ramai diperbincangkan di media sosial Indonesia untuk menggambarkan kelompok usia produktif—umumnya berusia 30 hingga 45 tahun—yang harus menanggung beban finansial ganda: membiayai kebutuhan anak sekaligus orang tua yang telah memasuki usia lanjut. Fenomena ini muncul seiring bergesernya struktur keluarga dari pola keluarga besar (extended family) yang dahulu lazim di masyarakat agraris, menjadi keluarga inti (nuclear family) yang mendominasi kawasan urban sejak gelombang perpindahan besar penduduk dari desa ke kota pada pertengahan abad ke-20.

Sebuah survei terhadap 2.000 responden usia produktif di kota-kota besar menunjukkan bahwa 42 persen di antaranya mengalokasikan lebih dari sepertiga penghasilan bulanan mereka untuk menanggung biaya hidup orang tua, sementara hanya 18 persen yang memiliki tabungan pensiun pribadi yang memadai.

Median pengeluaran bulanan seorang responden generasi sandwich pada survei tersebut tercatat sebesar Rp6.400.000,00, dengan rincian rata-rata 35 persen dialokasikan untuk kebutuhan anak, 30 persen untuk orang tua, dan sisanya untuk kebutuhan pribadi serta tabungan.

Para sosiolog menilai, tanpa sistem jaminan sosial lanjut usia yang memadai, beban generasi sandwich ini berpotensi terus diwariskan ke generasi berikutnya.

14. Fenomena generasi sandwich dalam bacaan dapat dikategorikan sebagai dampak ekonomi dari ………

15 / 25

Istilah “generasi sandwich” belakangan ramai diperbincangkan di media sosial Indonesia untuk menggambarkan kelompok usia produktif—umumnya berusia 30 hingga 45 tahun—yang harus menanggung beban finansial ganda: membiayai kebutuhan anak sekaligus orang tua yang telah memasuki usia lanjut. Fenomena ini muncul seiring bergesernya struktur keluarga dari pola keluarga besar (extended family) yang dahulu lazim di masyarakat agraris, menjadi keluarga inti (nuclear family) yang mendominasi kawasan urban sejak gelombang perpindahan besar penduduk dari desa ke kota pada pertengahan abad ke-20.

Sebuah survei terhadap 2.000 responden usia produktif di kota-kota besar menunjukkan bahwa 42 persen di antaranya mengalokasikan lebih dari sepertiga penghasilan bulanan mereka untuk menanggung biaya hidup orang tua, sementara hanya 18 persen yang memiliki tabungan pensiun pribadi yang memadai.

Median pengeluaran bulanan seorang responden generasi sandwich pada survei tersebut tercatat sebesar Rp6.400.000,00, dengan rincian rata-rata 35 persen dialokasikan untuk kebutuhan anak, 30 persen untuk orang tua, dan sisanya untuk kebutuhan pribadi serta tabungan.

Para sosiolog menilai, tanpa sistem jaminan sosial lanjut usia yang memadai, beban generasi sandwich ini berpotensi terus diwariskan ke generasi berikutnya.

15. Berdasarkan median pengeluaran bulanan pada bacaan, besarnya alokasi untuk kebutuhan orang tua adalah ………

16 / 25

Istilah “healing” menjadi kian populer di media sosial Indonesia pascapandemi, merujuk pada kebiasaan berwisata singkat ke destinasi alam seperti pegunungan, pantai, atau kawasan pedesaan untuk memulihkan kondisi mental akibat tekanan pekerjaan. Tren ini turut mendorong lonjakan kunjungan wisatawan domestik ke destinasi-destinasi yang sebelumnya kurang dikenal, seperti desa wisata di kawasan dataran tinggi vulkanik yang memiliki tanah subur akibat endapan abu vulkanik.

Menurut data pengelola sebuah desa wisata di kawasan tersebut, jumlah kunjungan wisatawan meningkat dari 8.000 orang pada tahun sebelum tren healing populer menjadi 26.000 orang pada tahun berikutnya. Setiap wisatawan rata-rata menghabiskan Rp350.000,00 untuk akomodasi, konsumsi, dan tiket masuk selama kunjungan.

Fenomena ini menghidupkan kembali sektor ekonomi kreatif dan UMKM lokal yang sempat lesu akibat pandemi, mengingatkan pada masa pemulihan ekonomi pascakrisis moneter 1998 ketika sektor informal turut menjadi penopang utama perekonomian rumah tangga di banyak daerah.

Namun, lonjakan kunjungan yang tidak diimbangi tata kelola memadai turut memicu kekhawatiran akan kerusakan lingkungan, seperti penumpukan sampah dan alih fungsi lahan pertanian menjadi area komersial wisata.

16. Fenomena “healing” dalam bacaan paling tepat dikategorikan sebagai gejala sosial berupa ………

17 / 25

Istilah “healing” menjadi kian populer di media sosial Indonesia pascapandemi, merujuk pada kebiasaan berwisata singkat ke destinasi alam seperti pegunungan, pantai, atau kawasan pedesaan untuk memulihkan kondisi mental akibat tekanan pekerjaan. Tren ini turut mendorong lonjakan kunjungan wisatawan domestik ke destinasi-destinasi yang sebelumnya kurang dikenal, seperti desa wisata di kawasan dataran tinggi vulkanik yang memiliki tanah subur akibat endapan abu vulkanik.

Menurut data pengelola sebuah desa wisata di kawasan tersebut, jumlah kunjungan wisatawan meningkat dari 8.000 orang pada tahun sebelum tren healing populer menjadi 26.000 orang pada tahun berikutnya. Setiap wisatawan rata-rata menghabiskan Rp350.000,00 untuk akomodasi, konsumsi, dan tiket masuk selama kunjungan.

Fenomena ini menghidupkan kembali sektor ekonomi kreatif dan UMKM lokal yang sempat lesu akibat pandemi, mengingatkan pada masa pemulihan ekonomi pascakrisis moneter 1998 ketika sektor informal turut menjadi penopang utama perekonomian rumah tangga di banyak daerah.

Namun, lonjakan kunjungan yang tidak diimbangi tata kelola memadai turut memicu kekhawatiran akan kerusakan lingkungan, seperti penumpukan sampah dan alih fungsi lahan pertanian menjadi area komersial wisata.

17. Kesuburan tanah pada kawasan dataran tinggi vulkanik dalam bacaan disebabkan oleh proses geografis berupa ………

18 / 25

Istilah “healing” menjadi kian populer di media sosial Indonesia pascapandemi, merujuk pada kebiasaan berwisata singkat ke destinasi alam seperti pegunungan, pantai, atau kawasan pedesaan untuk memulihkan kondisi mental akibat tekanan pekerjaan. Tren ini turut mendorong lonjakan kunjungan wisatawan domestik ke destinasi-destinasi yang sebelumnya kurang dikenal, seperti desa wisata di kawasan dataran tinggi vulkanik yang memiliki tanah subur akibat endapan abu vulkanik.

Menurut data pengelola sebuah desa wisata di kawasan tersebut, jumlah kunjungan wisatawan meningkat dari 8.000 orang pada tahun sebelum tren healing populer menjadi 26.000 orang pada tahun berikutnya. Setiap wisatawan rata-rata menghabiskan Rp350.000,00 untuk akomodasi, konsumsi, dan tiket masuk selama kunjungan.

Fenomena ini menghidupkan kembali sektor ekonomi kreatif dan UMKM lokal yang sempat lesu akibat pandemi, mengingatkan pada masa pemulihan ekonomi pascakrisis moneter 1998 ketika sektor informal turut menjadi penopang utama perekonomian rumah tangga di banyak daerah.

Namun, lonjakan kunjungan yang tidak diimbangi tata kelola memadai turut memicu kekhawatiran akan kerusakan lingkungan, seperti penumpukan sampah dan alih fungsi lahan pertanian menjadi area komersial wisata.

18. Perbandingan yang dibuat dalam bacaan terhadap masa pascakrisis moneter 1998 menyiratkan bahwa sektor informal berperan sebagai ………

19 / 25

Istilah “healing” menjadi kian populer di media sosial Indonesia pascapandemi, merujuk pada kebiasaan berwisata singkat ke destinasi alam seperti pegunungan, pantai, atau kawasan pedesaan untuk memulihkan kondisi mental akibat tekanan pekerjaan. Tren ini turut mendorong lonjakan kunjungan wisatawan domestik ke destinasi-destinasi yang sebelumnya kurang dikenal, seperti desa wisata di kawasan dataran tinggi vulkanik yang memiliki tanah subur akibat endapan abu vulkanik.

Menurut data pengelola sebuah desa wisata di kawasan tersebut, jumlah kunjungan wisatawan meningkat dari 8.000 orang pada tahun sebelum tren healing populer menjadi 26.000 orang pada tahun berikutnya. Setiap wisatawan rata-rata menghabiskan Rp350.000,00 untuk akomodasi, konsumsi, dan tiket masuk selama kunjungan.

Fenomena ini menghidupkan kembali sektor ekonomi kreatif dan UMKM lokal yang sempat lesu akibat pandemi, mengingatkan pada masa pemulihan ekonomi pascakrisis moneter 1998 ketika sektor informal turut menjadi penopang utama perekonomian rumah tangga di banyak daerah.

Namun, lonjakan kunjungan yang tidak diimbangi tata kelola memadai turut memicu kekhawatiran akan kerusakan lingkungan, seperti penumpukan sampah dan alih fungsi lahan pertanian menjadi area komersial wisata.

19. Kebangkitan sektor UMKM lokal akibat tren healing dalam bacaan menunjukkan bahwa sektor pariwisata memiliki dampak ekonomi berupa ………

20 / 25

Istilah “healing” menjadi kian populer di media sosial Indonesia pascapandemi, merujuk pada kebiasaan berwisata singkat ke destinasi alam seperti pegunungan, pantai, atau kawasan pedesaan untuk memulihkan kondisi mental akibat tekanan pekerjaan. Tren ini turut mendorong lonjakan kunjungan wisatawan domestik ke destinasi-destinasi yang sebelumnya kurang dikenal, seperti desa wisata di kawasan dataran tinggi vulkanik yang memiliki tanah subur akibat endapan abu vulkanik.

Menurut data pengelola sebuah desa wisata di kawasan tersebut, jumlah kunjungan wisatawan meningkat dari 8.000 orang pada tahun sebelum tren healing populer menjadi 26.000 orang pada tahun berikutnya. Setiap wisatawan rata-rata menghabiskan Rp350.000,00 untuk akomodasi, konsumsi, dan tiket masuk selama kunjungan.

Fenomena ini menghidupkan kembali sektor ekonomi kreatif dan UMKM lokal yang sempat lesu akibat pandemi, mengingatkan pada masa pemulihan ekonomi pascakrisis moneter 1998 ketika sektor informal turut menjadi penopang utama perekonomian rumah tangga di banyak daerah.

Namun, lonjakan kunjungan yang tidak diimbangi tata kelola memadai turut memicu kekhawatiran akan kerusakan lingkungan, seperti penumpukan sampah dan alih fungsi lahan pertanian menjadi area komersial wisata.

20. Berdasarkan bacaan, total pengeluaran seluruh wisatawan pada tahun kunjungan 26.000 orang adalah ………

21 / 25

Program bank sampah yang mulai digagas di sejumlah kota besar Indonesia sejak awal tahun 2010-an kini berkembang menjadi salah satu tulang punggung gerakan ekonomi sirkular di tingkat rukun warga (RW). Warga yang menyetorkan sampah anorganik terpilah seperti botol plastik, kertas, dan logam ke bank sampah akan menerima tabungan dalam bentuk saldo yang dapat dicairkan sewaktu-waktu, sebuah mekanisme yang terinspirasi dari gerakan 3R (reduce, reuse, recycle) yang mulai populer di Indonesia sejak akhir dekade 1990-an.

Data dari sebuah bank sampah di kawasan padat penduduk mencatat, dalam sebulan terkumpul rata-rata 3.600 kilogram sampah plastik yang disetorkan oleh 450 nasabah aktif. Harga beli sampah plastik oleh pengepul rata-rata Rp2.500,00 per kilogram, sementara biaya operasional bank sampah (transportasi dan tenaga pemilah) sekitar Rp1.800.000,00 per bulan.

Keberadaan bank sampah ini juga mengubah pola interaksi sosial warga. Kegiatan menyetor sampah setiap akhir pekan menjadi ajang berkumpul warga antarblok yang sebelumnya jarang berinteraksi, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap pengelolaan lingkungan permukiman padat di kawasan urban.

Namun demikian, pengelola bank sampah mengeluhkan minimnya lahan penyimpanan sementara di tengah kepadatan permukiman perkotaan, sehingga sampah yang terkumpul harus segera didistribusikan ke pengepul besar sebelum menumpuk dan mencemari lingkungan sekitar.

21. Kegiatan menyetor sampah rutin dalam bacaan menumbuhkan gejala sosial berupa ………

22 / 25

Program bank sampah yang mulai digagas di sejumlah kota besar Indonesia sejak awal tahun 2010-an kini berkembang menjadi salah satu tulang punggung gerakan ekonomi sirkular di tingkat rukun warga (RW). Warga yang menyetorkan sampah anorganik terpilah seperti botol plastik, kertas, dan logam ke bank sampah akan menerima tabungan dalam bentuk saldo yang dapat dicairkan sewaktu-waktu, sebuah mekanisme yang terinspirasi dari gerakan 3R (reduce, reuse, recycle) yang mulai populer di Indonesia sejak akhir dekade 1990-an.

Data dari sebuah bank sampah di kawasan padat penduduk mencatat, dalam sebulan terkumpul rata-rata 3.600 kilogram sampah plastik yang disetorkan oleh 450 nasabah aktif. Harga beli sampah plastik oleh pengepul rata-rata Rp2.500,00 per kilogram, sementara biaya operasional bank sampah (transportasi dan tenaga pemilah) sekitar Rp1.800.000,00 per bulan.

Keberadaan bank sampah ini juga mengubah pola interaksi sosial warga. Kegiatan menyetor sampah setiap akhir pekan menjadi ajang berkumpul warga antarblok yang sebelumnya jarang berinteraksi, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap pengelolaan lingkungan permukiman padat di kawasan urban.

Namun demikian, pengelola bank sampah mengeluhkan minimnya lahan penyimpanan sementara di tengah kepadatan permukiman perkotaan, sehingga sampah yang terkumpul harus segera didistribusikan ke pengepul besar sebelum menumpuk dan mencemari lingkungan sekitar.

22. Minimnya lahan penyimpanan sementara dalam bacaan berkaitan dengan karakteristik geografis kawasan berupa ………

23 / 25

Program bank sampah yang mulai digagas di sejumlah kota besar Indonesia sejak awal tahun 2010-an kini berkembang menjadi salah satu tulang punggung gerakan ekonomi sirkular di tingkat rukun warga (RW). Warga yang menyetorkan sampah anorganik terpilah seperti botol plastik, kertas, dan logam ke bank sampah akan menerima tabungan dalam bentuk saldo yang dapat dicairkan sewaktu-waktu, sebuah mekanisme yang terinspirasi dari gerakan 3R (reduce, reuse, recycle) yang mulai populer di Indonesia sejak akhir dekade 1990-an.

Data dari sebuah bank sampah di kawasan padat penduduk mencatat, dalam sebulan terkumpul rata-rata 3.600 kilogram sampah plastik yang disetorkan oleh 450 nasabah aktif. Harga beli sampah plastik oleh pengepul rata-rata Rp2.500,00 per kilogram, sementara biaya operasional bank sampah (transportasi dan tenaga pemilah) sekitar Rp1.800.000,00 per bulan.

Keberadaan bank sampah ini juga mengubah pola interaksi sosial warga. Kegiatan menyetor sampah setiap akhir pekan menjadi ajang berkumpul warga antarblok yang sebelumnya jarang berinteraksi, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap pengelolaan lingkungan permukiman padat di kawasan urban.

Namun demikian, pengelola bank sampah mengeluhkan minimnya lahan penyimpanan sementara di tengah kepadatan permukiman perkotaan, sehingga sampah yang terkumpul harus segera didistribusikan ke pengepul besar sebelum menumpuk dan mencemari lingkungan sekitar.

23. Mekanisme tabungan sampah dalam bacaan terinspirasi dari gerakan lingkungan yang populer sejak ………

24 / 25

Program bank sampah yang mulai digagas di sejumlah kota besar Indonesia sejak awal tahun 2010-an kini berkembang menjadi salah satu tulang punggung gerakan ekonomi sirkular di tingkat rukun warga (RW). Warga yang menyetorkan sampah anorganik terpilah seperti botol plastik, kertas, dan logam ke bank sampah akan menerima tabungan dalam bentuk saldo yang dapat dicairkan sewaktu-waktu, sebuah mekanisme yang terinspirasi dari gerakan 3R (reduce, reuse, recycle) yang mulai populer di Indonesia sejak akhir dekade 1990-an.

Data dari sebuah bank sampah di kawasan padat penduduk mencatat, dalam sebulan terkumpul rata-rata 3.600 kilogram sampah plastik yang disetorkan oleh 450 nasabah aktif. Harga beli sampah plastik oleh pengepul rata-rata Rp2.500,00 per kilogram, sementara biaya operasional bank sampah (transportasi dan tenaga pemilah) sekitar Rp1.800.000,00 per bulan.

Keberadaan bank sampah ini juga mengubah pola interaksi sosial warga. Kegiatan menyetor sampah setiap akhir pekan menjadi ajang berkumpul warga antarblok yang sebelumnya jarang berinteraksi, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap pengelolaan lingkungan permukiman padat di kawasan urban.

Namun demikian, pengelola bank sampah mengeluhkan minimnya lahan penyimpanan sementara di tengah kepadatan permukiman perkotaan, sehingga sampah yang terkumpul harus segera didistribusikan ke pengepul besar sebelum menumpuk dan mencemari lingkungan sekitar.

24. Selisih antara nilai jual sampah plastik dan biaya operasional bank sampah dalam bacaan mencerminkan konsep ekonomi berupa ………

25 / 25

Program bank sampah yang mulai digagas di sejumlah kota besar Indonesia sejak awal tahun 2010-an kini berkembang menjadi salah satu tulang punggung gerakan ekonomi sirkular di tingkat rukun warga (RW). Warga yang menyetorkan sampah anorganik terpilah seperti botol plastik, kertas, dan logam ke bank sampah akan menerima tabungan dalam bentuk saldo yang dapat dicairkan sewaktu-waktu, sebuah mekanisme yang terinspirasi dari gerakan 3R (reduce, reuse, recycle) yang mulai populer di Indonesia sejak akhir dekade 1990-an.

Data dari sebuah bank sampah di kawasan padat penduduk mencatat, dalam sebulan terkumpul rata-rata 3.600 kilogram sampah plastik yang disetorkan oleh 450 nasabah aktif. Harga beli sampah plastik oleh pengepul rata-rata Rp2.500,00 per kilogram, sementara biaya operasional bank sampah (transportasi dan tenaga pemilah) sekitar Rp1.800.000,00 per bulan.

Keberadaan bank sampah ini juga mengubah pola interaksi sosial warga. Kegiatan menyetor sampah setiap akhir pekan menjadi ajang berkumpul warga antarblok yang sebelumnya jarang berinteraksi, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap pengelolaan lingkungan permukiman padat di kawasan urban.

Namun demikian, pengelola bank sampah mengeluhkan minimnya lahan penyimpanan sementara di tengah kepadatan permukiman perkotaan, sehingga sampah yang terkumpul harus segera didistribusikan ke pengepul besar sebelum menumpuk dan mencemari lingkungan sekitar.

25. Jika bank sampah menjual seluruh 3.600 kilogram sampah plastik dengan harga Rp2.500,00 per kilogram dan menanggung biaya operasional Rp1.800.000,00 per bulan, maka keuntungan bersih bank sampah tersebut per bulan adalah ………

Your score is

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *