Mini TO 5 Dasar

0

Mini TO 5 Dasar

Anda punya waktu 40 menit untuk mengerjakan 45 soal. Kerjakan dengan jujur sebab ini bahan evaluasi kalian. Anda punya kesempatan tiga kali pengerjaan.Kerjakan di laptop atau tablet agar lebih optimal secara tampilan. Kalian yang mau gabung bimbel UM UNY  2026 dan Ujian Mandiri lainnya boleh banget! Kalian bisa klik di sini

The number of attempts remaining is 6

Isi dulu data diri yaah

1 / 45

1. Umur Ayah, Ibu, dan Anak berturut-turut membentuk barisan aritmatika (dari yang termuda ke yang tertua). Jumlah ketiga umur mereka adalah 90 tahun, dan umur Ayah sama dengan 4 kali umur Anak dikurangi 10 tahun. Umur Ibu sekarang adalah … tahun.

2 / 45

2. Selisih dua bilangan asli adalah 5, dan jumlah kuadrat kedua bilangan tersebut adalah 233. Hasil kali kedua bilangan tersebut adalah …

3 / 45

3. Sebuah gedung pertunjukan memiliki kursi yang disusun berbaris ke belakang. Baris pertama terdiri atas 8 kursi, dan setiap baris berikutnya memiliki 6 kursi lebih banyak daripada baris di depannya. Jika gedung tersebut memiliki total 350 kursi, banyak baris pada gedung tersebut adalah … baris.

4 / 45

4. Sebuah bola pingpong dijatuhkan dari ketinggian 4 meter. Setiap kali memantul, bola tersebut mencapai ketinggian 3/5 dari ketinggian sebelumnya, dan pemantulan ini berlangsung terus-menerus tanpa henti. Panjang lintasan total yang dilalui bola hingga akhirnya berhenti adalah … meter.

5 / 45

5. Perhatikan gambar berikut. Sebuah cincin (daerah di antara dua lingkaran sepusat) memiliki jari-jari lingkaran luar 14 cm dan jari-jari lingkaran dalam 7 cm (gunakan π = 22/7). Luas daerah yang diarsir adalah …

6 / 45

6. Perhatikan gambar berikut. Sebuah trapesium dengan sisi sejajar 28 cm dan 14 cm serta tinggi 12 cm memiliki setengah lingkaran berjari-jari 7 cm yang dipotong dari sisi sejajar yang lebih pendek (gunakan π = 22/7). Luas daerah yang diarsir adalah …

7 / 45

7. Perhatikan gambar berikut. Sebuah bangun berbentuk huruf L merupakan persegi panjang berukuran 22 cm × 15 cm yang bagian sudutnya dipotong membentuk persegi panjang kecil berukuran 9 cm × 6 cm. Luas daerah yang diarsir (bangun L tersebut) adalah …

8 / 45

8. Jarak Kota P ke Kota Q adalah 300 km. Bus A berangkat dari Kota P menuju Kota Q pukul 07.00 dengan kecepatan tetap 60 km/jam. Pada saat yang sama, Bus B berangkat dari Kota Q menuju Kota P dengan kecepatan tetap 90 km/jam melalui rute yang sama. Kedua bus akan berpapasan pada pukul …

9 / 45

9. Sebuah toko menjual pakaian dengan harga Rp100.000,00 per potong dan mampu menjual 60 potong per hari. Untuk setiap penurunan harga Rp5.000,00, penjualan bertambah 15 potong per hari. Harga jual yang menghasilkan pendapatan maksimum adalah …

10 / 45

10. Keran A dan keran B jika dibuka bersamaan dapat mengisi sebuah bak penuh dalam waktu 4 jam. Jika hanya keran A yang dibuka selama 2 jam, kemudian ditutup dan dilanjutkan oleh keran B sendirian selama 5 jam, bak tersebut tepat menjadi penuh. Waktu yang dibutuhkan keran B sendirian untuk mengisi bak penuh adalah … jam.

11 / 45

Sejumlah platform transportasi daring di Indonesia menerapkan sistem tarif dinamis yang menyesuaikan harga perjalanan secara otomatis berdasarkan tingkat permintaan dan ketersediaan pengemudi di suatu wilayah pada waktu tertentu. Ketika permintaan penumpang melonjak, misalnya saat jam pulang kerja atau hujan deras, algoritma akan menaikkan tarif untuk mendorong lebih banyak pengemudi aktif menerima order di area tersebut.

Namun, sejumlah pengamat kebijakan digital menilai bahwa mekanisme penentuan tarif dinamis tersebut minim transparansi bagi pengguna, karena penumpang tidak pernah mengetahui secara pasti variabel apa saja yang memengaruhi kenaikan harga pada saat itu. Ketidaktahuan ini dikhawatirkan dapat dimanfaatkan untuk menetapkan tarif yang tidak proporsional tanpa dapat diverifikasi oleh penumpang maupun otoritas pengawas.

Pihak penyedia platform membantah anggapan tersebut dan menyatakan bahwa tarif dinamis diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara jumlah permintaan dan jumlah pengemudi yang bersedia beroperasi, sehingga waktu tunggu penumpang tetap wajar bahkan pada jam sibuk, sekaligus memberikan insentif pendapatan tambahan bagi pengemudi yang bersedia bekerja pada kondisi permintaan tinggi.

11. Asumsi yang mendasari penerapan tarif dinamis pada paragraf pertama adalah …

12 / 45

Sejumlah platform transportasi daring di Indonesia menerapkan sistem tarif dinamis yang menyesuaikan harga perjalanan secara otomatis berdasarkan tingkat permintaan dan ketersediaan pengemudi di suatu wilayah pada waktu tertentu. Ketika permintaan penumpang melonjak, misalnya saat jam pulang kerja atau hujan deras, algoritma akan menaikkan tarif untuk mendorong lebih banyak pengemudi aktif menerima order di area tersebut.

Namun, sejumlah pengamat kebijakan digital menilai bahwa mekanisme penentuan tarif dinamis tersebut minim transparansi bagi pengguna, karena penumpang tidak pernah mengetahui secara pasti variabel apa saja yang memengaruhi kenaikan harga pada saat itu. Ketidaktahuan ini dikhawatirkan dapat dimanfaatkan untuk menetapkan tarif yang tidak proporsional tanpa dapat diverifikasi oleh penumpang maupun otoritas pengawas.

Pihak penyedia platform membantah anggapan tersebut dan menyatakan bahwa tarif dinamis diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara jumlah permintaan dan jumlah pengemudi yang bersedia beroperasi, sehingga waktu tunggu penumpang tetap wajar bahkan pada jam sibuk, sekaligus memberikan insentif pendapatan tambahan bagi pengemudi yang bersedia bekerja pada kondisi permintaan tinggi.

12. Pernyataan berikut ini, jika benar, akan paling memperkuat argumen pihak penyedia platform pada paragraf ketiga adalah …

13 / 45

Sejumlah platform transportasi daring di Indonesia menerapkan sistem tarif dinamis yang menyesuaikan harga perjalanan secara otomatis berdasarkan tingkat permintaan dan ketersediaan pengemudi di suatu wilayah pada waktu tertentu. Ketika permintaan penumpang melonjak, misalnya saat jam pulang kerja atau hujan deras, algoritma akan menaikkan tarif untuk mendorong lebih banyak pengemudi aktif menerima order di area tersebut.

Namun, sejumlah pengamat kebijakan digital menilai bahwa mekanisme penentuan tarif dinamis tersebut minim transparansi bagi pengguna, karena penumpang tidak pernah mengetahui secara pasti variabel apa saja yang memengaruhi kenaikan harga pada saat itu. Ketidaktahuan ini dikhawatirkan dapat dimanfaatkan untuk menetapkan tarif yang tidak proporsional tanpa dapat diverifikasi oleh penumpang maupun otoritas pengawas.

Pihak penyedia platform membantah anggapan tersebut dan menyatakan bahwa tarif dinamis diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara jumlah permintaan dan jumlah pengemudi yang bersedia beroperasi, sehingga waktu tunggu penumpang tetap wajar bahkan pada jam sibuk, sekaligus memberikan insentif pendapatan tambahan bagi pengemudi yang bersedia bekerja pada kondisi permintaan tinggi.

13. Simpulan logis yang paling didukung oleh paragraf kedua adalah …

14 / 45

Pak Karto sudah dua puluh tahun berjualan gorengan di sudut pasar tradisional itu, dengan gerobak kayu yang catnya mulai memudar dimakan usia. Ia selalu menerima pembayaran tunai dan enggan mencoba sistem pembayaran digital yang mulai diminta beberapa pelanggan muda, karena merasa dirinya sudah terlalu tua untuk mempelajari hal semacam itu.

Suatu sore, cucunya yang masih duduk di bangku SMA datang membawa stiker kode QRIS dan menempelkannya di gerobak sang kakek tanpa banyak bertanya. Ia lalu duduk di samping Pak Karto selama tiga sore berturut-turut, mengajarkan langkah demi langkah cara memeriksa notifikasi pembayaran masuk di layar ponsel jadulnya, sampai Pak Karto benar-benar hafal tanpa perlu dibimbing lagi.

Dua bulan kemudian, gerobak Pak Karto ramai dikunjungi mahasiswa dan pekerja kantoran yang jarang membawa uang tunai, dan omzet hariannya meningkat jauh melampaui masa-masa sebelumnya. Pak Karto tersenyum sambil tetap mempertahankan resep bumbu warisan mendiang istrinya, kini hanya caranya menerima pembayaran saja yang berubah.

14. Nilai moral yang paling sesuai dengan kutipan cerita tersebut adalah …

15 / 45

Pak Karto sudah dua puluh tahun berjualan gorengan di sudut pasar tradisional itu, dengan gerobak kayu yang catnya mulai memudar dimakan usia. Ia selalu menerima pembayaran tunai dan enggan mencoba sistem pembayaran digital yang mulai diminta beberapa pelanggan muda, karena merasa dirinya sudah terlalu tua untuk mempelajari hal semacam itu.

Suatu sore, cucunya yang masih duduk di bangku SMA datang membawa stiker kode QRIS dan menempelkannya di gerobak sang kakek tanpa banyak bertanya. Ia lalu duduk di samping Pak Karto selama tiga sore berturut-turut, mengajarkan langkah demi langkah cara memeriksa notifikasi pembayaran masuk di layar ponsel jadulnya, sampai Pak Karto benar-benar hafal tanpa perlu dibimbing lagi.

Dua bulan kemudian, gerobak Pak Karto ramai dikunjungi mahasiswa dan pekerja kantoran yang jarang membawa uang tunai, dan omzet hariannya meningkat jauh melampaui masa-masa sebelumnya. Pak Karto tersenyum sambil tetap mempertahankan resep bumbu warisan mendiang istrinya, kini hanya caranya menerima pembayaran saja yang berubah.

15. Pernyataan yang membuktikan bahwa Pak Karto berhasil beradaptasi dengan perubahan adalah …

16 / 45

Pak Karto sudah dua puluh tahun berjualan gorengan di sudut pasar tradisional itu, dengan gerobak kayu yang catnya mulai memudar dimakan usia. Ia selalu menerima pembayaran tunai dan enggan mencoba sistem pembayaran digital yang mulai diminta beberapa pelanggan muda, karena merasa dirinya sudah terlalu tua untuk mempelajari hal semacam itu.

Suatu sore, cucunya yang masih duduk di bangku SMA datang membawa stiker kode QRIS dan menempelkannya di gerobak sang kakek tanpa banyak bertanya. Ia lalu duduk di samping Pak Karto selama tiga sore berturut-turut, mengajarkan langkah demi langkah cara memeriksa notifikasi pembayaran masuk di layar ponsel jadulnya, sampai Pak Karto benar-benar hafal tanpa perlu dibimbing lagi.

Dua bulan kemudian, gerobak Pak Karto ramai dikunjungi mahasiswa dan pekerja kantoran yang jarang membawa uang tunai, dan omzet hariannya meningkat jauh melampaui masa-masa sebelumnya. Pak Karto tersenyum sambil tetap mempertahankan resep bumbu warisan mendiang istrinya, kini hanya caranya menerima pembayaran saja yang berubah.

16. Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam kutipan tersebut adalah …

17 / 45

Sejumlah penelitian terbaru di bidang psikologi perkembangan menemukan bahwa rata-rata waktu penggunaan layar (screen time) pada remaja perkotaan meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir, dengan sebagian besar waktu tersebut dihabiskan untuk mengakses media sosial dan aplikasi permainan daring. Peningkatan ini berkorelasi dengan meningkatnya keluhan gangguan pola tidur pada kelompok usia yang sama.

Para peneliti menduga mekanisme di balik fenomena ini melibatkan pelepasan dopamin setiap kali remaja menerima notifikasi atau interaksi sosial di aplikasi tersebut, sebuah pola yang secara neurologis menyerupai mekanisme kecanduan pada umumnya. Semakin sering notifikasi diterima, semakin kuat pula dorongan untuk terus memeriksa gawai secara berulang.

Meskipun rekomendasi pembatasan waktu layar telah banyak disosialisasikan kepada orang tua, hasil penerapannya di lapangan menunjukkan variasi yang cukup besar, karena efektivitasnya turut dipengaruhi oleh pola asuh, tingkat tekanan sosial dari lingkungan pergaulan, serta ketersediaan aktivitas alternatif yang menarik bagi remaja di luar gawai.

17. Simpulan yang paling didukung oleh paragraf pertama adalah …

18 / 45

Sejumlah penelitian terbaru di bidang psikologi perkembangan menemukan bahwa rata-rata waktu penggunaan layar (screen time) pada remaja perkotaan meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir, dengan sebagian besar waktu tersebut dihabiskan untuk mengakses media sosial dan aplikasi permainan daring. Peningkatan ini berkorelasi dengan meningkatnya keluhan gangguan pola tidur pada kelompok usia yang sama.

Para peneliti menduga mekanisme di balik fenomena ini melibatkan pelepasan dopamin setiap kali remaja menerima notifikasi atau interaksi sosial di aplikasi tersebut, sebuah pola yang secara neurologis menyerupai mekanisme kecanduan pada umumnya. Semakin sering notifikasi diterima, semakin kuat pula dorongan untuk terus memeriksa gawai secara berulang.

Meskipun rekomendasi pembatasan waktu layar telah banyak disosialisasikan kepada orang tua, hasil penerapannya di lapangan menunjukkan variasi yang cukup besar, karena efektivitasnya turut dipengaruhi oleh pola asuh, tingkat tekanan sosial dari lingkungan pergaulan, serta ketersediaan aktivitas alternatif yang menarik bagi remaja di luar gawai.

18. Pernyataan berikut yang TIDAK dapat disimpulkan secara sahih dari bacaan tersebut adalah …

19 / 45

Sejumlah penelitian terbaru di bidang psikologi perkembangan menemukan bahwa rata-rata waktu penggunaan layar (screen time) pada remaja perkotaan meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir, dengan sebagian besar waktu tersebut dihabiskan untuk mengakses media sosial dan aplikasi permainan daring. Peningkatan ini berkorelasi dengan meningkatnya keluhan gangguan pola tidur pada kelompok usia yang sama.

Para peneliti menduga mekanisme di balik fenomena ini melibatkan pelepasan dopamin setiap kali remaja menerima notifikasi atau interaksi sosial di aplikasi tersebut, sebuah pola yang secara neurologis menyerupai mekanisme kecanduan pada umumnya. Semakin sering notifikasi diterima, semakin kuat pula dorongan untuk terus memeriksa gawai secara berulang.

Meskipun rekomendasi pembatasan waktu layar telah banyak disosialisasikan kepada orang tua, hasil penerapannya di lapangan menunjukkan variasi yang cukup besar, karena efektivitasnya turut dipengaruhi oleh pola asuh, tingkat tekanan sosial dari lingkungan pergaulan, serta ketersediaan aktivitas alternatif yang menarik bagi remaja di luar gawai.

19. Makna frasa “menyerupai mekanisme kecanduan” dalam bacaan tersebut adalah …

20 / 45

Wacana penerapan pajak karbon bagi kendaraan bermotor pribadi kembali mengemuka seiring meningkatnya target penurunan emisi gas rumah kaca nasional. Skema yang diusulkan menetapkan besaran pajak berdasarkan jumlah emisi karbon yang dihasilkan setiap kendaraan, sehingga kendaraan dengan emisi lebih tinggi akan dikenakan pajak yang lebih besar dibandingkan kendaraan ramah lingkungan.

Para pendukung kebijakan ini berargumen bahwa pajak karbon dapat mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik atau transportasi umum secara lebih cepat, sekaligus menghasilkan pendapatan negara yang dapat dialokasikan untuk subsidi transportasi publik. Sejumlah negara yang telah menerapkan kebijakan serupa mencatat penurunan emisi sektor transportasi dalam beberapa tahun setelah penerapan.

Di sisi lain, sejumlah asosiasi pemilik kendaraan menilai kebijakan ini berpotensi memberatkan masyarakat berpenghasilan menengah yang masih bergantung pada kendaraan pribadi karena keterbatasan akses transportasi umum, sehingga mereka mengusulkan agar kebijakan tersebut disertai perluasan jaringan transportasi umum terlebih dahulu.

20. Pernyataan berikut ini, jika benar, akan paling memperkuat argumen para pendukung kebijakan pajak karbon adalah …

21 / 45

Wacana penerapan pajak karbon bagi kendaraan bermotor pribadi kembali mengemuka seiring meningkatnya target penurunan emisi gas rumah kaca nasional. Skema yang diusulkan menetapkan besaran pajak berdasarkan jumlah emisi karbon yang dihasilkan setiap kendaraan, sehingga kendaraan dengan emisi lebih tinggi akan dikenakan pajak yang lebih besar dibandingkan kendaraan ramah lingkungan.

Para pendukung kebijakan ini berargumen bahwa pajak karbon dapat mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik atau transportasi umum secara lebih cepat, sekaligus menghasilkan pendapatan negara yang dapat dialokasikan untuk subsidi transportasi publik. Sejumlah negara yang telah menerapkan kebijakan serupa mencatat penurunan emisi sektor transportasi dalam beberapa tahun setelah penerapan.

Di sisi lain, sejumlah asosiasi pemilik kendaraan menilai kebijakan ini berpotensi memberatkan masyarakat berpenghasilan menengah yang masih bergantung pada kendaraan pribadi karena keterbatasan akses transportasi umum, sehingga mereka mengusulkan agar kebijakan tersebut disertai perluasan jaringan transportasi umum terlebih dahulu.

21. Tujuan disampaikannya usulan perluasan transportasi umum pada paragraf ketiga adalah …

22 / 45

Wacana penerapan pajak karbon bagi kendaraan bermotor pribadi kembali mengemuka seiring meningkatnya target penurunan emisi gas rumah kaca nasional. Skema yang diusulkan menetapkan besaran pajak berdasarkan jumlah emisi karbon yang dihasilkan setiap kendaraan, sehingga kendaraan dengan emisi lebih tinggi akan dikenakan pajak yang lebih besar dibandingkan kendaraan ramah lingkungan.

Para pendukung kebijakan ini berargumen bahwa pajak karbon dapat mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik atau transportasi umum secara lebih cepat, sekaligus menghasilkan pendapatan negara yang dapat dialokasikan untuk subsidi transportasi publik. Sejumlah negara yang telah menerapkan kebijakan serupa mencatat penurunan emisi sektor transportasi dalam beberapa tahun setelah penerapan.

Di sisi lain, sejumlah asosiasi pemilik kendaraan menilai kebijakan ini berpotensi memberatkan masyarakat berpenghasilan menengah yang masih bergantung pada kendaraan pribadi karena keterbatasan akses transportasi umum, sehingga mereka mengusulkan agar kebijakan tersebut disertai perluasan jaringan transportasi umum terlebih dahulu.

22. Hubungan logis antara paragraf kedua dan paragraf ketiga bacaan tersebut adalah …

23 / 45

Sudah tiga semester Raga merantau ke ibu kota untuk kuliah, dan kamar kosnya yang sempit itu perlahan menjadi satu-satunya dunia yang benar-benar ia kenal di kota besar ini. Setiap kali hujan turun deras di sore hari, ia selalu teringat atap rumahnya di kampung yang bocor di satu sudut, suara tetesan air yang dulu ia benci kini justru sangat ia rindukan.

Ponselnya berkali-kali bergetar oleh pesan ibunya yang menanyakan apakah ia sudah makan, sementara Raga sendiri kadang lupa menjawab karena sibuk mengejar tenggat tugas kuliah yang tidak pernah benar-benar berhenti datang. Ia ingin pulang, tetapi ongkos bus antarkota untuk pulang pergi terasa terlalu berat bagi kantong mahasiswa rantau sepertinya.

Malam itu, sambil menatap layar ponsel yang menampilkan foto lama bersama keluarganya, Raga menuliskan sebuah pesan panjang untuk ibunya, mengatakan bahwa ia baik-baik saja, meski sebenarnya rindu itu terasa seperti kota yang tidak pernah benar-benar tidur di luar jendela kamarnya.

23. Majas yang terdapat pada kalimat terakhir bacaan tersebut adalah …

24 / 45

Sudah tiga semester Raga merantau ke ibu kota untuk kuliah, dan kamar kosnya yang sempit itu perlahan menjadi satu-satunya dunia yang benar-benar ia kenal di kota besar ini. Setiap kali hujan turun deras di sore hari, ia selalu teringat atap rumahnya di kampung yang bocor di satu sudut, suara tetesan air yang dulu ia benci kini justru sangat ia rindukan.

Ponselnya berkali-kali bergetar oleh pesan ibunya yang menanyakan apakah ia sudah makan, sementara Raga sendiri kadang lupa menjawab karena sibuk mengejar tenggat tugas kuliah yang tidak pernah benar-benar berhenti datang. Ia ingin pulang, tetapi ongkos bus antarkota untuk pulang pergi terasa terlalu berat bagi kantong mahasiswa rantau sepertinya.

Malam itu, sambil menatap layar ponsel yang menampilkan foto lama bersama keluarganya, Raga menuliskan sebuah pesan panjang untuk ibunya, mengatakan bahwa ia baik-baik saja, meski sebenarnya rindu itu terasa seperti kota yang tidak pernah benar-benar tidur di luar jendela kamarnya.

24. Konflik batin yang dialami tokoh Raga dalam kutipan tersebut adalah …

25 / 45

Sudah tiga semester Raga merantau ke ibu kota untuk kuliah, dan kamar kosnya yang sempit itu perlahan menjadi satu-satunya dunia yang benar-benar ia kenal di kota besar ini. Setiap kali hujan turun deras di sore hari, ia selalu teringat atap rumahnya di kampung yang bocor di satu sudut, suara tetesan air yang dulu ia benci kini justru sangat ia rindukan.

Ponselnya berkali-kali bergetar oleh pesan ibunya yang menanyakan apakah ia sudah makan, sementara Raga sendiri kadang lupa menjawab karena sibuk mengejar tenggat tugas kuliah yang tidak pernah benar-benar berhenti datang. Ia ingin pulang, tetapi ongkos bus antarkota untuk pulang pergi terasa terlalu berat bagi kantong mahasiswa rantau sepertinya.

Malam itu, sambil menatap layar ponsel yang menampilkan foto lama bersama keluarganya, Raga menuliskan sebuah pesan panjang untuk ibunya, mengatakan bahwa ia baik-baik saja, meski sebenarnya rindu itu terasa seperti kota yang tidak pernah benar-benar tidur di luar jendela kamarnya.

25. Makna simbolik “kota yang tidak pernah benar-benar tidur” pada akhir kutipan adalah …

26 / 45

Fenomena promosi produk kecantikan melalui akun media sosial pribadi (endorsement) oleh figur publik maupun warganet dengan banyak pengikut terus berkembang pesat di Indonesia. Sebagian besar audiens cenderung mempercayai rekomendasi tersebut karena merasa lebih dekat secara personal dengan sosok yang mereka ikuti dibandingkan iklan konvensional di media massa.

Namun, sejumlah pegiat literasi digital mengingatkan bahwa tidak semua endorsement didasarkan pada pengalaman pemakaian produk yang sesungguhnya, karena sebagian besar konten tersebut dibuat berdasarkan naskah yang telah disediakan oleh pihak pengiklan tanpa pengujian langsung oleh pembuat konten. Praktik semacam ini berpotensi menyesatkan audiens dalam mengambil keputusan membeli suatu produk.

Sebagai respons, otoritas perlindungan konsumen mulai mewajibkan pencantuman label “konten berbayar” pada setiap unggahan promosi berbayar di platform media sosial, dengan harapan audiens dapat lebih kritis dalam menyaring informasi sebelum memutuskan membeli produk yang dipromosikan tersebut.

26. Simpulan yang paling didukung oleh bacaan tersebut adalah …

27 / 45

Fenomena promosi produk kecantikan melalui akun media sosial pribadi (endorsement) oleh figur publik maupun warganet dengan banyak pengikut terus berkembang pesat di Indonesia. Sebagian besar audiens cenderung mempercayai rekomendasi tersebut karena merasa lebih dekat secara personal dengan sosok yang mereka ikuti dibandingkan iklan konvensional di media massa.

Namun, sejumlah pegiat literasi digital mengingatkan bahwa tidak semua endorsement didasarkan pada pengalaman pemakaian produk yang sesungguhnya, karena sebagian besar konten tersebut dibuat berdasarkan naskah yang telah disediakan oleh pihak pengiklan tanpa pengujian langsung oleh pembuat konten. Praktik semacam ini berpotensi menyesatkan audiens dalam mengambil keputusan membeli suatu produk.

Sebagai respons, otoritas perlindungan konsumen mulai mewajibkan pencantuman label “konten berbayar” pada setiap unggahan promosi berbayar di platform media sosial, dengan harapan audiens dapat lebih kritis dalam menyaring informasi sebelum memutuskan membeli produk yang dipromosikan tersebut.

27. Implikasi logis dari kewajiban label “konten berbayar” yang dijelaskan pada paragraf ketiga adalah …

28 / 45

Fenomena promosi produk kecantikan melalui akun media sosial pribadi (endorsement) oleh figur publik maupun warganet dengan banyak pengikut terus berkembang pesat di Indonesia. Sebagian besar audiens cenderung mempercayai rekomendasi tersebut karena merasa lebih dekat secara personal dengan sosok yang mereka ikuti dibandingkan iklan konvensional di media massa.

Namun, sejumlah pegiat literasi digital mengingatkan bahwa tidak semua endorsement didasarkan pada pengalaman pemakaian produk yang sesungguhnya, karena sebagian besar konten tersebut dibuat berdasarkan naskah yang telah disediakan oleh pihak pengiklan tanpa pengujian langsung oleh pembuat konten. Praktik semacam ini berpotensi menyesatkan audiens dalam mengambil keputusan membeli suatu produk.

Sebagai respons, otoritas perlindungan konsumen mulai mewajibkan pencantuman label “konten berbayar” pada setiap unggahan promosi berbayar di platform media sosial, dengan harapan audiens dapat lebih kritis dalam menyaring informasi sebelum memutuskan membeli produk yang dipromosikan tersebut.

28. Makna frasa “berpotensi menyesatkan” dalam konteks bacaan tersebut merujuk pada …

29 / 45

(1) Pemasangan panel surya atap pada rumah tinggal semakin diminati masyarakat perkotaan seiring turunnya harga komponen dan meningkatnya kesadaran akan energi bersih. (2) Sistem ini bekerja dengan mengonversi cahaya matahari menjadi energi listrik yang dapat langsung digunakan atau disimpan dalam baterai untuk pemakaian malam hari. (3) Sejumlah pemerintah daerah mulai memberikan insentif berupa pemotongan pajak bagi rumah tangga yang memasang panel surya di atap rumahnya. (4) Selain itu, kelebihan energi listrik yang dihasilkan pada siang hari dapat dijual kembali ke jaringan listrik negara melalui skema net metering. (5) Di sisi lain, harga bahan bakar minyak bersubsidi mengalami penyesuaian akibat fluktuasi harga minyak dunia dalam beberapa bulan terakhir. (6) Kombinasi antara insentif pajak dan skema net metering tersebut diharapkan mampu mempercepat adopsi energi surya di kalangan rumah tangga perkotaan.

29. Kalimat yang tidak padu (sumbang) dalam paragraf tersebut ditunjukkan oleh kalimat nomor …

30 / 45

(1) Pemasangan panel surya atap pada rumah tinggal semakin diminati masyarakat perkotaan seiring turunnya harga komponen dan meningkatnya kesadaran akan energi bersih. (2) Sistem ini bekerja dengan mengonversi cahaya matahari menjadi energi listrik yang dapat langsung digunakan atau disimpan dalam baterai untuk pemakaian malam hari. (3) Sejumlah pemerintah daerah mulai memberikan insentif berupa pemotongan pajak bagi rumah tangga yang memasang panel surya di atap rumahnya. (4) Selain itu, kelebihan energi listrik yang dihasilkan pada siang hari dapat dijual kembali ke jaringan listrik negara melalui skema net metering. (5) Di sisi lain, harga bahan bakar minyak bersubsidi mengalami penyesuaian akibat fluktuasi harga minyak dunia dalam beberapa bulan terakhir. (6) Kombinasi antara insentif pajak dan skema net metering tersebut diharapkan mampu mempercepat adopsi energi surya di kalangan rumah tangga perkotaan.

30. Fungsi kalimat (4) dalam struktur paragraf tersebut adalah …

31 / 45

Quantum computers process information using quantum bits, or qubits, which differ fundamentally from the classical bits used in conventional computers. While a classical bit can only represent a value of either zero or one at any given moment, a qubit can exist in a superposition of both states simultaneously, allowing quantum computers to explore multiple computational possibilities in parallel.

This property, combined with a phenomenon called entanglement, in which the state of one qubit becomes linked to the state of another regardless of the physical distance between them, gives quantum computers the theoretical potential to solve certain types of problems, such as factoring large numbers or simulating molecular interactions, far more efficiently than classical computers ever could.

Despite this promise, building practical quantum computers remains extraordinarily challenging, as qubits are highly sensitive to environmental interference, a problem known as decoherence, which can cause calculations to fail. Researchers are currently exploring approaches, including superconducting circuits and trapped ions, to build systems that can maintain qubit stability long enough to perform useful computations.

31. What is the main idea of the passage?

32 / 45

Quantum computers process information using quantum bits, or qubits, which differ fundamentally from the classical bits used in conventional computers. While a classical bit can only represent a value of either zero or one at any given moment, a qubit can exist in a superposition of both states simultaneously, allowing quantum computers to explore multiple computational possibilities in parallel.

This property, combined with a phenomenon called entanglement, in which the state of one qubit becomes linked to the state of another regardless of the physical distance between them, gives quantum computers the theoretical potential to solve certain types of problems, such as factoring large numbers or simulating molecular interactions, far more efficiently than classical computers ever could.

Despite this promise, building practical quantum computers remains extraordinarily challenging, as qubits are highly sensitive to environmental interference, a problem known as decoherence, which can cause calculations to fail. Researchers are currently exploring approaches, including superconducting circuits and trapped ions, to build systems that can maintain qubit stability long enough to perform useful computations.

32. The word “extraordinarily” in paragraph three is closest in meaning to …

33 / 45

Quantum computers process information using quantum bits, or qubits, which differ fundamentally from the classical bits used in conventional computers. While a classical bit can only represent a value of either zero or one at any given moment, a qubit can exist in a superposition of both states simultaneously, allowing quantum computers to explore multiple computational possibilities in parallel.

This property, combined with a phenomenon called entanglement, in which the state of one qubit becomes linked to the state of another regardless of the physical distance between them, gives quantum computers the theoretical potential to solve certain types of problems, such as factoring large numbers or simulating molecular interactions, far more efficiently than classical computers ever could.

Despite this promise, building practical quantum computers remains extraordinarily challenging, as qubits are highly sensitive to environmental interference, a problem known as decoherence, which can cause calculations to fail. Researchers are currently exploring approaches, including superconducting circuits and trapped ions, to build systems that can maintain qubit stability long enough to perform useful computations.

33. According to the passage, why are quantum computers theoretically more powerful than classical computers for certain problems?

34 / 45

Scientists have identified naturally occurring enzymes capable of breaking down polyethylene terephthalate (PET), a common plastic used in beverage bottles and packaging, into its basic chemical building blocks. These enzymes, first discovered in bacteria found near plastic waste recycling sites, work by cleaving the chemical bonds that hold the plastic’s polymer chains together.

Researchers have since engineered modified versions of these enzymes in laboratory settings, significantly increasing the speed at which they break down plastic waste compared to the naturally occurring forms. Some engineered variants can now degrade certain plastic materials within days rather than the centuries typically required for plastic to decompose naturally in the environment.

If scaled successfully for industrial use, enzymatic recycling could allow plastic waste to be broken down into raw materials reused to manufacture new plastic products, potentially reducing dependence on virgin fossil fuel-based plastic production. However, significant challenges remain in scaling enzyme production and reducing costs to levels competitive with conventional plastic manufacturing.

34. What is the main idea of the passage?

35 / 45

Scientists have identified naturally occurring enzymes capable of breaking down polyethylene terephthalate (PET), a common plastic used in beverage bottles and packaging, into its basic chemical building blocks. These enzymes, first discovered in bacteria found near plastic waste recycling sites, work by cleaving the chemical bonds that hold the plastic’s polymer chains together.

Researchers have since engineered modified versions of these enzymes in laboratory settings, significantly increasing the speed at which they break down plastic waste compared to the naturally occurring forms. Some engineered variants can now degrade certain plastic materials within days rather than the centuries typically required for plastic to decompose naturally in the environment.

If scaled successfully for industrial use, enzymatic recycling could allow plastic waste to be broken down into raw materials reused to manufacture new plastic products, potentially reducing dependence on virgin fossil fuel-based plastic production. However, significant challenges remain in scaling enzyme production and reducing costs to levels competitive with conventional plastic manufacturing.

35. The word “cleaving” in paragraph one is closest in meaning to …

36 / 45

Scientists have identified naturally occurring enzymes capable of breaking down polyethylene terephthalate (PET), a common plastic used in beverage bottles and packaging, into its basic chemical building blocks. These enzymes, first discovered in bacteria found near plastic waste recycling sites, work by cleaving the chemical bonds that hold the plastic’s polymer chains together.

Researchers have since engineered modified versions of these enzymes in laboratory settings, significantly increasing the speed at which they break down plastic waste compared to the naturally occurring forms. Some engineered variants can now degrade certain plastic materials within days rather than the centuries typically required for plastic to decompose naturally in the environment.

If scaled successfully for industrial use, enzymatic recycling could allow plastic waste to be broken down into raw materials reused to manufacture new plastic products, potentially reducing dependence on virgin fossil fuel-based plastic production. However, significant challenges remain in scaling enzyme production and reducing costs to levels competitive with conventional plastic manufacturing.

36. According to the passage, why is enzymatic recycling considered potentially beneficial?

37 / 45

Deep-sea hydrothermal vents, first discovered in the late 1970s along mid-ocean ridges, release mineral-rich, superheated water into the surrounding ocean, creating a chemical environment vastly different from the sunlit waters near the surface. Remarkably, these vents support thriving ecosystems despite the complete absence of sunlight at such extreme depths.

The foundation of these ecosystems relies on chemosynthetic bacteria, microorganisms that derive energy from chemical reactions involving hydrogen sulfide released by the vents, rather than from sunlight as in conventional photosynthesis. These bacteria form the base of a food web that supports specialized organisms such as giant tube worms, vent crabs, and unique species of shrimp found nowhere else on Earth.

The discovery of these ecosystems fundamentally changed scientific understanding of the conditions necessary for life to exist, demonstrating that sunlight is not a strict requirement for sustaining complex biological communities. This finding has since influenced scientific speculation about the potential for life on other celestial bodies with subsurface oceans, such as certain moons of Jupiter and Saturn.

37. What is the main idea of the passage?

38 / 45

Deep-sea hydrothermal vents, first discovered in the late 1970s along mid-ocean ridges, release mineral-rich, superheated water into the surrounding ocean, creating a chemical environment vastly different from the sunlit waters near the surface. Remarkably, these vents support thriving ecosystems despite the complete absence of sunlight at such extreme depths.

The foundation of these ecosystems relies on chemosynthetic bacteria, microorganisms that derive energy from chemical reactions involving hydrogen sulfide released by the vents, rather than from sunlight as in conventional photosynthesis. These bacteria form the base of a food web that supports specialized organisms such as giant tube worms, vent crabs, and unique species of shrimp found nowhere else on Earth.

The discovery of these ecosystems fundamentally changed scientific understanding of the conditions necessary for life to exist, demonstrating that sunlight is not a strict requirement for sustaining complex biological communities. This finding has since influenced scientific speculation about the potential for life on other celestial bodies with subsurface oceans, such as certain moons of Jupiter and Saturn.

38. The word “thriving” in paragraph one is closest in meaning to …

39 / 45

Deep-sea hydrothermal vents, first discovered in the late 1970s along mid-ocean ridges, release mineral-rich, superheated water into the surrounding ocean, creating a chemical environment vastly different from the sunlit waters near the surface. Remarkably, these vents support thriving ecosystems despite the complete absence of sunlight at such extreme depths.

The foundation of these ecosystems relies on chemosynthetic bacteria, microorganisms that derive energy from chemical reactions involving hydrogen sulfide released by the vents, rather than from sunlight as in conventional photosynthesis. These bacteria form the base of a food web that supports specialized organisms such as giant tube worms, vent crabs, and unique species of shrimp found nowhere else on Earth.

The discovery of these ecosystems fundamentally changed scientific understanding of the conditions necessary for life to exist, demonstrating that sunlight is not a strict requirement for sustaining complex biological communities. This finding has since influenced scientific speculation about the potential for life on other celestial bodies with subsurface oceans, such as certain moons of Jupiter and Saturn.

39. According to the passage, why do scientists study hydrothermal vents in relation to other celestial bodies?

40 / 45

Neuroplasticity refers to the brain’s ability to reorganize itself by forming new neural connections throughout a person’s life, a capacity once believed to be limited primarily to early childhood development. Contemporary neuroscience research has demonstrated that the adult brain retains a significant degree of this adaptive capacity well into old age.

This adaptability allows the brain to compensate for injury or disease, as demonstrated by stroke patients who, through targeted rehabilitation exercises, can sometimes recover lost functions as healthy areas of the brain gradually assume responsibilities previously handled by damaged regions. Learning new skills, such as playing a musical instrument or acquiring a foreign language, has similarly been shown to strengthen relevant neural pathways.

Researchers continue to investigate which specific factors most effectively promote neuroplasticity, with current evidence pointing toward regular physical exercise, sufficient sleep, and sustained mental engagement as key contributors. These findings have significant implications for developing more effective rehabilitation therapies and potentially delaying age-related cognitive decline.

40. What is the main idea of the passage?

41 / 45

Neuroplasticity refers to the brain’s ability to reorganize itself by forming new neural connections throughout a person’s life, a capacity once believed to be limited primarily to early childhood development. Contemporary neuroscience research has demonstrated that the adult brain retains a significant degree of this adaptive capacity well into old age.

This adaptability allows the brain to compensate for injury or disease, as demonstrated by stroke patients who, through targeted rehabilitation exercises, can sometimes recover lost functions as healthy areas of the brain gradually assume responsibilities previously handled by damaged regions. Learning new skills, such as playing a musical instrument or acquiring a foreign language, has similarly been shown to strengthen relevant neural pathways.

Researchers continue to investigate which specific factors most effectively promote neuroplasticity, with current evidence pointing toward regular physical exercise, sufficient sleep, and sustained mental engagement as key contributors. These findings have significant implications for developing more effective rehabilitation therapies and potentially delaying age-related cognitive decline.

41. The word “compensate” in paragraph two is closest in meaning to …

42 / 45

Neuroplasticity refers to the brain’s ability to reorganize itself by forming new neural connections throughout a person’s life, a capacity once believed to be limited primarily to early childhood development. Contemporary neuroscience research has demonstrated that the adult brain retains a significant degree of this adaptive capacity well into old age.

This adaptability allows the brain to compensate for injury or disease, as demonstrated by stroke patients who, through targeted rehabilitation exercises, can sometimes recover lost functions as healthy areas of the brain gradually assume responsibilities previously handled by damaged regions. Learning new skills, such as playing a musical instrument or acquiring a foreign language, has similarly been shown to strengthen relevant neural pathways.

Researchers continue to investigate which specific factors most effectively promote neuroplasticity, with current evidence pointing toward regular physical exercise, sufficient sleep, and sustained mental engagement as key contributors. These findings have significant implications for developing more effective rehabilitation therapies and potentially delaying age-related cognitive decline.

42. According to the passage, how do stroke patients sometimes recover lost brain functions?

43 / 45

Vertical farming involves growing crops in stacked layers within controlled indoor environments, often using soil-free techniques such as hydroponics or aeroponics combined with artificial lighting to optimize plant growth. This method allows food production to occur in urban areas regardless of outdoor climate conditions or available arable land.

Proponents highlight that vertical farms can produce significantly higher crop yields per square meter compared to traditional farming, while using considerably less water due to closed-loop irrigation systems that recycle moisture rather than losing it to evaporation or runoff. Additionally, locating farms closer to urban consumers can reduce transportation distances and associated carbon emissions.

Nevertheless, the substantial energy required to power artificial lighting and climate control systems remains a significant obstacle to the widespread economic viability of vertical farming, particularly in regions where electricity costs are high. Researchers are actively exploring more energy-efficient lighting technologies and renewable energy integration to address this ongoing challenge.

43. What is the main idea of the passage?

44 / 45

Vertical farming involves growing crops in stacked layers within controlled indoor environments, often using soil-free techniques such as hydroponics or aeroponics combined with artificial lighting to optimize plant growth. This method allows food production to occur in urban areas regardless of outdoor climate conditions or available arable land.

Proponents highlight that vertical farms can produce significantly higher crop yields per square meter compared to traditional farming, while using considerably less water due to closed-loop irrigation systems that recycle moisture rather than losing it to evaporation or runoff. Additionally, locating farms closer to urban consumers can reduce transportation distances and associated carbon emissions.

Nevertheless, the substantial energy required to power artificial lighting and climate control systems remains a significant obstacle to the widespread economic viability of vertical farming, particularly in regions where electricity costs are high. Researchers are actively exploring more energy-efficient lighting technologies and renewable energy integration to address this ongoing challenge.

44. The word “obstacle” in paragraph three is closest in meaning to …

45 / 45

Vertical farming involves growing crops in stacked layers within controlled indoor environments, often using soil-free techniques such as hydroponics or aeroponics combined with artificial lighting to optimize plant growth. This method allows food production to occur in urban areas regardless of outdoor climate conditions or available arable land.

Proponents highlight that vertical farms can produce significantly higher crop yields per square meter compared to traditional farming, while using considerably less water due to closed-loop irrigation systems that recycle moisture rather than losing it to evaporation or runoff. Additionally, locating farms closer to urban consumers can reduce transportation distances and associated carbon emissions.

Nevertheless, the substantial energy required to power artificial lighting and climate control systems remains a significant obstacle to the widespread economic viability of vertical farming, particularly in regions where electricity costs are high. Researchers are actively exploring more energy-efficient lighting technologies and renewable energy integration to address this ongoing challenge.

45. According to the passage, why can vertical farms produce food closer to urban consumers?

Your score is

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *