Penulis: Suslov Ganteng

  • Try Out SNBT 2025 Literasi Bahasa Indonesia 9

    42

    Try Out SNBT 2025 Literasi Bahasa Indonesia 9

    Ada 15 soal dengan waktu 21 menit. Kerjakan dengan jujur karena ini bagian dari evaluasi.

    The number of attempts remaining is 3

    Isi dulu data diri yaah

    1 / 15

    TEST VERBAL:
    Peristiwa-peristiwa bisa diurut disamping atau diatas yang lain suatu susunan. Dari padanya muncul alur-alur yang menjadi bernang merah yang disebut cerita.Bila cerita tersebut bukan tentang dongeng dalam dunia khayal, akan tetapi tentang peristiwa masa lalu dan terutama tentang apa sesungguhnya masa lalu itu, maka hampir semua orang setuju untuk menyebut sejarah, maka dalam sejarah ada susunan fakta, urutan kejadian satu sesudah yang lain. Namun ternyata bahwa sejarah bukan semata mata urutan fakta. Bila sejarah semata mata difahami sebagai kronikl maka sudah dari mula cakrawalanya dipersempit. Sejarah dalam pengertian kronik ini menjadi statis.

    Sejarah lebih sekedar kronik karena dalam sejarah juga terkandung pikiran yang hidup dari dan tentang masa lampau. Dalam hubungan itu tugas historiografi bukan saja mencari kebenaran masa lampau akan tetapi berdasarkan itu memperbandingkan dengan masa kini dan agaknya Benedetto Croce sejarawan Italia tidak terlalu jauh meleset bila dia katakan sejarah yang benar adalah sejrah masa kini. Dia buikan lagi fakta tetapi sejarah menjadi proses yaitu interaksi yang tak berkeputusan antara manusia dan manusia lain di masa kini yang mengambil dimensi Kelampauan dan Kekinian dan sejarah juga adalah proses dialog antara manusia masa lampau dan manusia masa kini. Maka sejarah tampil sebagai suatu totalitas.

    Namun cara bagaimana dialog berlangsungsering membangkitkan masalah. Struktur sosial dan politik masyarakat masa kini sangat menentukan corak atau untuk lebih tepat dimensi sejarah yang ditulis. Bilamana kesadaran yang dibangkitkan sejarah memperkaya kepribadian Nasional bilamana dialog dalam sejarah mampu merumuskan jawaban bagi tantangan masa kini maka dialog dengan sejarah menentukan bentuknya.Sejarah yang diambil dalam arti sebenarnya tidak lebih dari usaha mencari legitimasi. Dimana masa lampau bukan pendamping tatapi taklukan. Monologia terjadi bila mana kepentingan menjadi segala galanya. Berdasarkan kepentingan peranan yang dulu pernah dimainkan, dilebih-lebihkan. Maka sejarah menjadi sama keringnya seperti sejarah dalam arti kronik.

    Siapakah dalam tingkatan sekarang memutuskan bahwa kemerdekaan adalah semata-mata perjuangan bersenjata dan bukan diplomasi? Sebaliknya, siapakah berani mengatakan bahwa kemerdekaan semata-mata direbut oleh diplomasi dan bukan dengan perjuangan bersenjata? Diskusi tentang ini mungkin berjalan tak berpenghabisan.

    Akan tetapi yang bisa diamati adalah bahwa struktur sosial dan politik masa kini memgang peranan menentukan jenis konfigurasi fakta-fakta yang berada diseputar Indonesia fakta mencair. Titik berat bergeser warna karena kemerdekaan menjadi sumber tertinggi dalam memberikan legitimasi bagi setiap kelompok yang berusaha menjadi penguasa. Setiap kali orang berusaha mematikan dialog dalam sejarah kelihatan bahwa sejarah telah diturunkan menjadi hanya sebuah kronik kering yang tidak menggairahkan. Dalam hal ini tersebut bias sedemikian rupa sehingga usaha untuk membangkitkan semangat kepahlawanan menjadi penting. Sejarah kemerdekaan adalah episode dalam sejarah yang paling banyak mengalami penulisan ulang. Ditilik dari sejarah sebagai dialogis penulisan ulang adalah usaha menarik, karena dalam setiap proses penulisan ulang tersebut tercatat pula perkembangan baru yang tadinya tidak dilihat pernah ada saat dimana dimasa-masa diseputar merebut dan mempertahankan kemerdekaan disebut revolusi. Namun kini kata itu tidak lagi mendapat tempat tetapi diganti dengan perang kemerdekaan dan setiap saat cdihidupkan dalam visualisasi sebagai perang. Pergeseran ini bukan saja menunjukkan sejarah, memutarbalikkan proses yaitu dan membuatnya menjadi hanya satu arah sedemikian rupa menjadi monologia.

    Namun bilamana hal ini terlalu jauh berlangsung atau bilamana kepentingan legitimasi berada diatas segala-galanya sehingga dialog dengan sejarah terputus, maka sekali lagi sejarah mengalami penyempitan cakrawala. Fakta menjadi identik dengan keberhasilan dan setiap keberhasilan menjadi legitimasi baru. Tetapi dengan itu dia membunuh dialog. Dan setiap kali dialog dengan sejarah dimatikan maka sejarah bukan lagi sejarah. Daniel Dhakidae (bahan : prisma, Agustus 1980.)
    1. Bilamana cerita bukan tentang dongeng dalam dunia khayalan, akan tetapi tentang peristiwa masa lalu, dan terutama tentang apa sesungguhnya rupa masa lalu itu maka disebut:

    2 / 15

    TEST VERBAL:
    Peristiwa-peristiwa bisa diurut disamping atau diatas yang lain suatu susunan. Dari padanya muncul alur-alur yang menjadi bernang merah yang disebut cerita.Bila cerita tersebut bukan tentang dongeng dalam dunia khayal, akan tetapi tentang peristiwa masa lalu dan terutama tentang apa sesungguhnya masa lalu itu, maka hampir semua orang setuju untuk menyebut sejarah, maka dalam sejarah ada susunan fakta, urutan kejadian satu sesudah yang lain. Namun ternyata bahwa sejarah bukan semata mata urutan fakta. Bila sejarah semata mata difahami sebagai kronikl maka sudah dari mula cakrawalanya dipersempit. Sejarah dalam pengertian kronik ini menjadi statis.

    Sejarah lebih sekedar kronik karena dalam sejarah juga terkandung pikiran yang hidup dari dan tentang masa lampau. Dalam hubungan itu tugas historiografi bukan saja mencari kebenaran masa lampau akan tetapi berdasarkan itu memperbandingkan dengan masa kini dan agaknya Benedetto Croce sejarawan Italia tidak terlalu jauh meleset bila dia katakan sejarah yang benar adalah sejrah masa kini. Dia buikan lagi fakta tetapi sejarah menjadi proses yaitu interaksi yang tak berkeputusan antara manusia dan manusia lain di masa kini yang mengambil dimensi Kelampauan dan Kekinian dan sejarah juga adalah proses dialog antara manusia masa lampau dan manusia masa kini. Maka sejarah tampil sebagai suatu totalitas.

    Namun cara bagaimana dialog berlangsungsering membangkitkan masalah. Struktur sosial dan politik masyarakat masa kini sangat menentukan corak atau untuk lebih tepat dimensi sejarah yang ditulis. Bilamana kesadaran yang dibangkitkan sejarah memperkaya kepribadian Nasional bilamana dialog dalam sejarah mampu merumuskan jawaban bagi tantangan masa kini maka dialog dengan sejarah menentukan bentuknya.Sejarah yang diambil dalam arti sebenarnya tidak lebih dari usaha mencari legitimasi. Dimana masa lampau bukan pendamping tatapi taklukan. Monologia terjadi bila mana kepentingan menjadi segala galanya. Berdasarkan kepentingan peranan yang dulu pernah dimainkan, dilebih-lebihkan. Maka sejarah menjadi sama keringnya seperti sejarah dalam arti kronik.

    Siapakah dalam tingkatan sekarang memutuskan bahwa kemerdekaan adalah semata-mata perjuangan bersenjata dan bukan diplomasi? Sebaliknya, siapakah berani mengatakan bahwa kemerdekaan semata-mata direbut oleh diplomasi dan bukan dengan perjuangan bersenjata? Diskusi tentang ini mungkin berjalan tak berpenghabisan.

    Akan tetapi yang bisa diamati adalah bahwa struktur sosial dan politik masa kini memgang peranan menentukan jenis konfigurasi fakta-fakta yang berada diseputar Indonesia fakta mencair. Titik berat bergeser warna karena kemerdekaan menjadi sumber tertinggi dalam memberikan legitimasi bagi setiap kelompok yang berusaha menjadi penguasa. Setiap kali orang berusaha mematikan dialog dalam sejarah kelihatan bahwa sejarah telah diturunkan menjadi hanya sebuah kronik kering yang tidak menggairahkan. Dalam hal ini tersebut bias sedemikian rupa sehingga usaha untuk membangkitkan semangat kepahlawanan menjadi penting. Sejarah kemerdekaan adalah episode dalam sejarah yang paling banyak mengalami penulisan ulang. Ditilik dari sejarah sebagai dialogis penulisan ulang adalah usaha menarik, karena dalam setiap proses penulisan ulang tersebut tercatat pula perkembangan baru yang tadinya tidak dilihat pernah ada saat dimana dimasa-masa diseputar merebut dan mempertahankan kemerdekaan disebut revolusi. Namun kini kata itu tidak lagi mendapat tempat tetapi diganti dengan perang kemerdekaan dan setiap saat cdihidupkan dalam visualisasi sebagai perang. Pergeseran ini bukan saja menunjukkan sejarah, memutarbalikkan proses yaitu dan membuatnya menjadi hanya satu arah sedemikian rupa menjadi monologia.

    Namun bilamana hal ini terlalu jauh berlangsung atau bilamana kepentingan legitimasi berada diatas segala-galanya sehingga dialog dengan sejarah terputus, maka sekali lagi sejarah mengalami penyempitan cakrawala. Fakta menjadi identik dengan keberhasilan dan setiap keberhasilan menjadi legitimasi baru. Tetapi dengan itu dia membunuh dialog. Dan setiap kali dialog dengan sejarah dimatikan maka sejarah bukan lagi sejarah. Daniel Dhakidae (bahan : prisma, Agustus 1980.)
    2. Bila dalam sejarah hanya ada susunan fakta, urutan kejadian satu sesudah yang lain. Maka sejarah itu difahami sebagai:

    3 / 15

    TEST VERBAL:
    Peristiwa-peristiwa bisa diurut disamping atau diatas yang lain suatu susunan. Dari padanya muncul alur-alur yang menjadi bernang merah yang disebut cerita.Bila cerita tersebut bukan tentang dongeng dalam dunia khayal, akan tetapi tentang peristiwa masa lalu dan terutama tentang apa sesungguhnya masa lalu itu, maka hampir semua orang setuju untuk menyebut sejarah, maka dalam sejarah ada susunan fakta, urutan kejadian satu sesudah yang lain. Namun ternyata bahwa sejarah bukan semata mata urutan fakta. Bila sejarah semata mata difahami sebagai kronikl maka sudah dari mula cakrawalanya dipersempit. Sejarah dalam pengertian kronik ini menjadi statis.

    Sejarah lebih sekedar kronik karena dalam sejarah juga terkandung pikiran yang hidup dari dan tentang masa lampau. Dalam hubungan itu tugas historiografi bukan saja mencari kebenaran masa lampau akan tetapi berdasarkan itu memperbandingkan dengan masa kini dan agaknya Benedetto Croce sejarawan Italia tidak terlalu jauh meleset bila dia katakan sejarah yang benar adalah sejrah masa kini. Dia buikan lagi fakta tetapi sejarah menjadi proses yaitu interaksi yang tak berkeputusan antara manusia dan manusia lain di masa kini yang mengambil dimensi Kelampauan dan Kekinian dan sejarah juga adalah proses dialog antara manusia masa lampau dan manusia masa kini. Maka sejarah tampil sebagai suatu totalitas.

    Namun cara bagaimana dialog berlangsungsering membangkitkan masalah. Struktur sosial dan politik masyarakat masa kini sangat menentukan corak atau untuk lebih tepat dimensi sejarah yang ditulis. Bilamana kesadaran yang dibangkitkan sejarah memperkaya kepribadian Nasional bilamana dialog dalam sejarah mampu merumuskan jawaban bagi tantangan masa kini maka dialog dengan sejarah menentukan bentuknya.Sejarah yang diambil dalam arti sebenarnya tidak lebih dari usaha mencari legitimasi. Dimana masa lampau bukan pendamping tatapi taklukan. Monologia terjadi bila mana kepentingan menjadi segala galanya. Berdasarkan kepentingan peranan yang dulu pernah dimainkan, dilebih-lebihkan. Maka sejarah menjadi sama keringnya seperti sejarah dalam arti kronik.

    Siapakah dalam tingkatan sekarang memutuskan bahwa kemerdekaan adalah semata-mata perjuangan bersenjata dan bukan diplomasi? Sebaliknya, siapakah berani mengatakan bahwa kemerdekaan semata-mata direbut oleh diplomasi dan bukan dengan perjuangan bersenjata? Diskusi tentang ini mungkin berjalan tak berpenghabisan.

    Akan tetapi yang bisa diamati adalah bahwa struktur sosial dan politik masa kini memgang peranan menentukan jenis konfigurasi fakta-fakta yang berada diseputar Indonesia fakta mencair. Titik berat bergeser warna karena kemerdekaan menjadi sumber tertinggi dalam memberikan legitimasi bagi setiap kelompok yang berusaha menjadi penguasa. Setiap kali orang berusaha mematikan dialog dalam sejarah kelihatan bahwa sejarah telah diturunkan menjadi hanya sebuah kronik kering yang tidak menggairahkan. Dalam hal ini tersebut bias sedemikian rupa sehingga usaha untuk membangkitkan semangat kepahlawanan menjadi penting. Sejarah kemerdekaan adalah episode dalam sejarah yang paling banyak mengalami penulisan ulang. Ditilik dari sejarah sebagai dialogis penulisan ulang adalah usaha menarik, karena dalam setiap proses penulisan ulang tersebut tercatat pula perkembangan baru yang tadinya tidak dilihat pernah ada saat dimana dimasa-masa diseputar merebut dan mempertahankan kemerdekaan disebut revolusi. Namun kini kata itu tidak lagi mendapat tempat tetapi diganti dengan perang kemerdekaan dan setiap saat cdihidupkan dalam visualisasi sebagai perang. Pergeseran ini bukan saja menunjukkan sejarah, memutarbalikkan proses yaitu dan membuatnya menjadi hanya satu arah sedemikian rupa menjadi monologia.

    Namun bilamana hal ini terlalu jauh berlangsung atau bilamana kepentingan legitimasi berada diatas segala-galanya sehingga dialog dengan sejarah terputus, maka sekali lagi sejarah mengalami penyempitan cakrawala. Fakta menjadi identik dengan keberhasilan dan setiap keberhasilan menjadi legitimasi baru. Tetapi dengan itu dia membunuh dialog. Dan setiap kali dialog dengan sejarah dimatikan maka sejarah bukan lagi sejarah. Daniel Dhakidae (bahan : prisma, Agustus 1980.)
    3. Cerita Si Maling Kundang dari Sumatra Barat dapat dimasukan dalam kategori :

    4 / 15

    TEST VERBAL:
    Peristiwa-peristiwa bisa diurut disamping atau diatas yang lain suatu susunan. Dari padanya muncul alur-alur yang menjadi bernang merah yang disebut cerita.Bila cerita tersebut bukan tentang dongeng dalam dunia khayal, akan tetapi tentang peristiwa masa lalu dan terutama tentang apa sesungguhnya masa lalu itu, maka hampir semua orang setuju untuk menyebut sejarah, maka dalam sejarah ada susunan fakta, urutan kejadian satu sesudah yang lain. Namun ternyata bahwa sejarah bukan semata mata urutan fakta. Bila sejarah semata mata difahami sebagai kronikl maka sudah dari mula cakrawalanya dipersempit. Sejarah dalam pengertian kronik ini menjadi statis.

    Sejarah lebih sekedar kronik karena dalam sejarah juga terkandung pikiran yang hidup dari dan tentang masa lampau. Dalam hubungan itu tugas historiografi bukan saja mencari kebenaran masa lampau akan tetapi berdasarkan itu memperbandingkan dengan masa kini dan agaknya Benedetto Croce sejarawan Italia tidak terlalu jauh meleset bila dia katakan sejarah yang benar adalah sejrah masa kini. Dia buikan lagi fakta tetapi sejarah menjadi proses yaitu interaksi yang tak berkeputusan antara manusia dan manusia lain di masa kini yang mengambil dimensi Kelampauan dan Kekinian dan sejarah juga adalah proses dialog antara manusia masa lampau dan manusia masa kini. Maka sejarah tampil sebagai suatu totalitas.

    Namun cara bagaimana dialog berlangsungsering membangkitkan masalah. Struktur sosial dan politik masyarakat masa kini sangat menentukan corak atau untuk lebih tepat dimensi sejarah yang ditulis. Bilamana kesadaran yang dibangkitkan sejarah memperkaya kepribadian Nasional bilamana dialog dalam sejarah mampu merumuskan jawaban bagi tantangan masa kini maka dialog dengan sejarah menentukan bentuknya.Sejarah yang diambil dalam arti sebenarnya tidak lebih dari usaha mencari legitimasi. Dimana masa lampau bukan pendamping tatapi taklukan. Monologia terjadi bila mana kepentingan menjadi segala galanya. Berdasarkan kepentingan peranan yang dulu pernah dimainkan, dilebih-lebihkan. Maka sejarah menjadi sama keringnya seperti sejarah dalam arti kronik.

    Siapakah dalam tingkatan sekarang memutuskan bahwa kemerdekaan adalah semata-mata perjuangan bersenjata dan bukan diplomasi? Sebaliknya, siapakah berani mengatakan bahwa kemerdekaan semata-mata direbut oleh diplomasi dan bukan dengan perjuangan bersenjata? Diskusi tentang ini mungkin berjalan tak berpenghabisan.

    Akan tetapi yang bisa diamati adalah bahwa struktur sosial dan politik masa kini memgang peranan menentukan jenis konfigurasi fakta-fakta yang berada diseputar Indonesia fakta mencair. Titik berat bergeser warna karena kemerdekaan menjadi sumber tertinggi dalam memberikan legitimasi bagi setiap kelompok yang berusaha menjadi penguasa. Setiap kali orang berusaha mematikan dialog dalam sejarah kelihatan bahwa sejarah telah diturunkan menjadi hanya sebuah kronik kering yang tidak menggairahkan. Dalam hal ini tersebut bias sedemikian rupa sehingga usaha untuk membangkitkan semangat kepahlawanan menjadi penting. Sejarah kemerdekaan adalah episode dalam sejarah yang paling banyak mengalami penulisan ulang. Ditilik dari sejarah sebagai dialogis penulisan ulang adalah usaha menarik, karena dalam setiap proses penulisan ulang tersebut tercatat pula perkembangan baru yang tadinya tidak dilihat pernah ada saat dimana dimasa-masa diseputar merebut dan mempertahankan kemerdekaan disebut revolusi. Namun kini kata itu tidak lagi mendapat tempat tetapi diganti dengan perang kemerdekaan dan setiap saat cdihidupkan dalam visualisasi sebagai perang. Pergeseran ini bukan saja menunjukkan sejarah, memutarbalikkan proses yaitu dan membuatnya menjadi hanya satu arah sedemikian rupa menjadi monologia.

    Namun bilamana hal ini terlalu jauh berlangsung atau bilamana kepentingan legitimasi berada diatas segala-galanya sehingga dialog dengan sejarah terputus, maka sekali lagi sejarah mengalami penyempitan cakrawala. Fakta menjadi identik dengan keberhasilan dan setiap keberhasilan menjadi legitimasi baru. Tetapi dengan itu dia membunuh dialog. Dan setiap kali dialog dengan sejarah dimatikan maka sejarah bukan lagi sejarah. Daniel Dhakidae (bahan : prisma, Agustus 1980.)
    4. Menurut penulis cakrawala sejarah yang dipersempit pengertian sejarah artinya sejarah adalah :

    5 / 15

    TEST VERBAL:
    Peristiwa-peristiwa bisa diurut disamping atau diatas yang lain suatu susunan. Dari padanya muncul alur-alur yang menjadi bernang merah yang disebut cerita.Bila cerita tersebut bukan tentang dongeng dalam dunia khayal, akan tetapi tentang peristiwa masa lalu dan terutama tentang apa sesungguhnya masa lalu itu, maka hampir semua orang setuju untuk menyebut sejarah, maka dalam sejarah ada susunan fakta, urutan kejadian satu sesudah yang lain. Namun ternyata bahwa sejarah bukan semata mata urutan fakta. Bila sejarah semata mata difahami sebagai kronikl maka sudah dari mula cakrawalanya dipersempit. Sejarah dalam pengertian kronik ini menjadi statis.

    Sejarah lebih sekedar kronik karena dalam sejarah juga terkandung pikiran yang hidup dari dan tentang masa lampau. Dalam hubungan itu tugas historiografi bukan saja mencari kebenaran masa lampau akan tetapi berdasarkan itu memperbandingkan dengan masa kini dan agaknya Benedetto Croce sejarawan Italia tidak terlalu jauh meleset bila dia katakan sejarah yang benar adalah sejrah masa kini. Dia buikan lagi fakta tetapi sejarah menjadi proses yaitu interaksi yang tak berkeputusan antara manusia dan manusia lain di masa kini yang mengambil dimensi Kelampauan dan Kekinian dan sejarah juga adalah proses dialog antara manusia masa lampau dan manusia masa kini. Maka sejarah tampil sebagai suatu totalitas.

    Namun cara bagaimana dialog berlangsungsering membangkitkan masalah. Struktur sosial dan politik masyarakat masa kini sangat menentukan corak atau untuk lebih tepat dimensi sejarah yang ditulis. Bilamana kesadaran yang dibangkitkan sejarah memperkaya kepribadian Nasional bilamana dialog dalam sejarah mampu merumuskan jawaban bagi tantangan masa kini maka dialog dengan sejarah menentukan bentuknya.Sejarah yang diambil dalam arti sebenarnya tidak lebih dari usaha mencari legitimasi. Dimana masa lampau bukan pendamping tatapi taklukan. Monologia terjadi bila mana kepentingan menjadi segala galanya. Berdasarkan kepentingan peranan yang dulu pernah dimainkan, dilebih-lebihkan. Maka sejarah menjadi sama keringnya seperti sejarah dalam arti kronik.

    Siapakah dalam tingkatan sekarang memutuskan bahwa kemerdekaan adalah semata-mata perjuangan bersenjata dan bukan diplomasi? Sebaliknya, siapakah berani mengatakan bahwa kemerdekaan semata-mata direbut oleh diplomasi dan bukan dengan perjuangan bersenjata? Diskusi tentang ini mungkin berjalan tak berpenghabisan.

    Akan tetapi yang bisa diamati adalah bahwa struktur sosial dan politik masa kini memgang peranan menentukan jenis konfigurasi fakta-fakta yang berada diseputar Indonesia fakta mencair. Titik berat bergeser warna karena kemerdekaan menjadi sumber tertinggi dalam memberikan legitimasi bagi setiap kelompok yang berusaha menjadi penguasa. Setiap kali orang berusaha mematikan dialog dalam sejarah kelihatan bahwa sejarah telah diturunkan menjadi hanya sebuah kronik kering yang tidak menggairahkan. Dalam hal ini tersebut bias sedemikian rupa sehingga usaha untuk membangkitkan semangat kepahlawanan menjadi penting. Sejarah kemerdekaan adalah episode dalam sejarah yang paling banyak mengalami penulisan ulang. Ditilik dari sejarah sebagai dialogis penulisan ulang adalah usaha menarik, karena dalam setiap proses penulisan ulang tersebut tercatat pula perkembangan baru yang tadinya tidak dilihat pernah ada saat dimana dimasa-masa diseputar merebut dan mempertahankan kemerdekaan disebut revolusi. Namun kini kata itu tidak lagi mendapat tempat tetapi diganti dengan perang kemerdekaan dan setiap saat cdihidupkan dalam visualisasi sebagai perang. Pergeseran ini bukan saja menunjukkan sejarah, memutarbalikkan proses yaitu dan membuatnya menjadi hanya satu arah sedemikian rupa menjadi monologia.

    Namun bilamana hal ini terlalu jauh berlangsung atau bilamana kepentingan legitimasi berada diatas segala-galanya sehingga dialog dengan sejarah terputus, maka sekali lagi sejarah mengalami penyempitan cakrawala. Fakta menjadi identik dengan keberhasilan dan setiap keberhasilan menjadi legitimasi baru. Tetapi dengan itu dia membunuh dialog. Dan setiap kali dialog dengan sejarah dimatikan maka sejarah bukan lagi sejarah. Daniel Dhakidae (bahan : prisma, Agustus 1980.)
    5. Para ahli sejarah menyarankan bahwa , sejarah yang benar adalah :

    6 / 15

    TEST VERBAL:
    Peristiwa-peristiwa bisa diurut disamping atau diatas yang lain suatu susunan. Dari padanya muncul alur-alur yang menjadi bernang merah yang disebut cerita.Bila cerita tersebut bukan tentang dongeng dalam dunia khayal, akan tetapi tentang peristiwa masa lalu dan terutama tentang apa sesungguhnya masa lalu itu, maka hampir semua orang setuju untuk menyebut sejarah, maka dalam sejarah ada susunan fakta, urutan kejadian satu sesudah yang lain. Namun ternyata bahwa sejarah bukan semata mata urutan fakta. Bila sejarah semata mata difahami sebagai kronikl maka sudah dari mula cakrawalanya dipersempit. Sejarah dalam pengertian kronik ini menjadi statis.

    Sejarah lebih sekedar kronik karena dalam sejarah juga terkandung pikiran yang hidup dari dan tentang masa lampau. Dalam hubungan itu tugas historiografi bukan saja mencari kebenaran masa lampau akan tetapi berdasarkan itu memperbandingkan dengan masa kini dan agaknya Benedetto Croce sejarawan Italia tidak terlalu jauh meleset bila dia katakan sejarah yang benar adalah sejrah masa kini. Dia buikan lagi fakta tetapi sejarah menjadi proses yaitu interaksi yang tak berkeputusan antara manusia dan manusia lain di masa kini yang mengambil dimensi Kelampauan dan Kekinian dan sejarah juga adalah proses dialog antara manusia masa lampau dan manusia masa kini. Maka sejarah tampil sebagai suatu totalitas.

    Namun cara bagaimana dialog berlangsungsering membangkitkan masalah. Struktur sosial dan politik masyarakat masa kini sangat menentukan corak atau untuk lebih tepat dimensi sejarah yang ditulis. Bilamana kesadaran yang dibangkitkan sejarah memperkaya kepribadian Nasional bilamana dialog dalam sejarah mampu merumuskan jawaban bagi tantangan masa kini maka dialog dengan sejarah menentukan bentuknya.Sejarah yang diambil dalam arti sebenarnya tidak lebih dari usaha mencari legitimasi. Dimana masa lampau bukan pendamping tatapi taklukan. Monologia terjadi bila mana kepentingan menjadi segala galanya. Berdasarkan kepentingan peranan yang dulu pernah dimainkan, dilebih-lebihkan. Maka sejarah menjadi sama keringnya seperti sejarah dalam arti kronik.

    Siapakah dalam tingkatan sekarang memutuskan bahwa kemerdekaan adalah semata-mata perjuangan bersenjata dan bukan diplomasi? Sebaliknya, siapakah berani mengatakan bahwa kemerdekaan semata-mata direbut oleh diplomasi dan bukan dengan perjuangan bersenjata? Diskusi tentang ini mungkin berjalan tak berpenghabisan.

    Akan tetapi yang bisa diamati adalah bahwa struktur sosial dan politik masa kini memgang peranan menentukan jenis konfigurasi fakta-fakta yang berada diseputar Indonesia fakta mencair. Titik berat bergeser warna karena kemerdekaan menjadi sumber tertinggi dalam memberikan legitimasi bagi setiap kelompok yang berusaha menjadi penguasa. Setiap kali orang berusaha mematikan dialog dalam sejarah kelihatan bahwa sejarah telah diturunkan menjadi hanya sebuah kronik kering yang tidak menggairahkan. Dalam hal ini tersebut bias sedemikian rupa sehingga usaha untuk membangkitkan semangat kepahlawanan menjadi penting. Sejarah kemerdekaan adalah episode dalam sejarah yang paling banyak mengalami penulisan ulang. Ditilik dari sejarah sebagai dialogis penulisan ulang adalah usaha menarik, karena dalam setiap proses penulisan ulang tersebut tercatat pula perkembangan baru yang tadinya tidak dilihat pernah ada saat dimana dimasa-masa diseputar merebut dan mempertahankan kemerdekaan disebut revolusi. Namun kini kata itu tidak lagi mendapat tempat tetapi diganti dengan perang kemerdekaan dan setiap saat cdihidupkan dalam visualisasi sebagai perang. Pergeseran ini bukan saja menunjukkan sejarah, memutarbalikkan proses yaitu dan membuatnya menjadi hanya satu arah sedemikian rupa menjadi monologia.

    Namun bilamana hal ini terlalu jauh berlangsung atau bilamana kepentingan legitimasi berada diatas segala-galanya sehingga dialog dengan sejarah terputus, maka sekali lagi sejarah mengalami penyempitan cakrawala. Fakta menjadi identik dengan keberhasilan dan setiap keberhasilan menjadi legitimasi baru. Tetapi dengan itu dia membunuh dialog. Dan setiap kali dialog dengan sejarah dimatikan maka sejarah bukan lagi sejarah. Daniel Dhakidae (bahan : prisma, Agustus 1980.)
    6. ‘pikiran yang hidup’ dalam sejarah dimungkinkan sebab peristiwa peristiwa dalam sejarah merupakan:

    7 / 15

    TEST VERBAL:
    Peristiwa-peristiwa bisa diurut disamping atau diatas yang lain suatu susunan. Dari padanya muncul alur-alur yang menjadi bernang merah yang disebut cerita.Bila cerita tersebut bukan tentang dongeng dalam dunia khayal, akan tetapi tentang peristiwa masa lalu dan terutama tentang apa sesungguhnya masa lalu itu, maka hampir semua orang setuju untuk menyebut sejarah, maka dalam sejarah ada susunan fakta, urutan kejadian satu sesudah yang lain. Namun ternyata bahwa sejarah bukan semata mata urutan fakta. Bila sejarah semata mata difahami sebagai kronikl maka sudah dari mula cakrawalanya dipersempit. Sejarah dalam pengertian kronik ini menjadi statis.

    Sejarah lebih sekedar kronik karena dalam sejarah juga terkandung pikiran yang hidup dari dan tentang masa lampau. Dalam hubungan itu tugas historiografi bukan saja mencari kebenaran masa lampau akan tetapi berdasarkan itu memperbandingkan dengan masa kini dan agaknya Benedetto Croce sejarawan Italia tidak terlalu jauh meleset bila dia katakan sejarah yang benar adalah sejrah masa kini. Dia buikan lagi fakta tetapi sejarah menjadi proses yaitu interaksi yang tak berkeputusan antara manusia dan manusia lain di masa kini yang mengambil dimensi Kelampauan dan Kekinian dan sejarah juga adalah proses dialog antara manusia masa lampau dan manusia masa kini. Maka sejarah tampil sebagai suatu totalitas.

    Namun cara bagaimana dialog berlangsungsering membangkitkan masalah. Struktur sosial dan politik masyarakat masa kini sangat menentukan corak atau untuk lebih tepat dimensi sejarah yang ditulis. Bilamana kesadaran yang dibangkitkan sejarah memperkaya kepribadian Nasional bilamana dialog dalam sejarah mampu merumuskan jawaban bagi tantangan masa kini maka dialog dengan sejarah menentukan bentuknya.Sejarah yang diambil dalam arti sebenarnya tidak lebih dari usaha mencari legitimasi. Dimana masa lampau bukan pendamping tatapi taklukan. Monologia terjadi bila mana kepentingan menjadi segala galanya. Berdasarkan kepentingan peranan yang dulu pernah dimainkan, dilebih-lebihkan. Maka sejarah menjadi sama keringnya seperti sejarah dalam arti kronik.

    Siapakah dalam tingkatan sekarang memutuskan bahwa kemerdekaan adalah semata-mata perjuangan bersenjata dan bukan diplomasi? Sebaliknya, siapakah berani mengatakan bahwa kemerdekaan semata-mata direbut oleh diplomasi dan bukan dengan perjuangan bersenjata? Diskusi tentang ini mungkin berjalan tak berpenghabisan.

    Akan tetapi yang bisa diamati adalah bahwa struktur sosial dan politik masa kini memgang peranan menentukan jenis konfigurasi fakta-fakta yang berada diseputar Indonesia fakta mencair. Titik berat bergeser warna karena kemerdekaan menjadi sumber tertinggi dalam memberikan legitimasi bagi setiap kelompok yang berusaha menjadi penguasa. Setiap kali orang berusaha mematikan dialog dalam sejarah kelihatan bahwa sejarah telah diturunkan menjadi hanya sebuah kronik kering yang tidak menggairahkan. Dalam hal ini tersebut bias sedemikian rupa sehingga usaha untuk membangkitkan semangat kepahlawanan menjadi penting. Sejarah kemerdekaan adalah episode dalam sejarah yang paling banyak mengalami penulisan ulang. Ditilik dari sejarah sebagai dialogis penulisan ulang adalah usaha menarik, karena dalam setiap proses penulisan ulang tersebut tercatat pula perkembangan baru yang tadinya tidak dilihat pernah ada saat dimana dimasa-masa diseputar merebut dan mempertahankan kemerdekaan disebut revolusi. Namun kini kata itu tidak lagi mendapat tempat tetapi diganti dengan perang kemerdekaan dan setiap saat cdihidupkan dalam visualisasi sebagai perang. Pergeseran ini bukan saja menunjukkan sejarah, memutarbalikkan proses yaitu dan membuatnya menjadi hanya satu arah sedemikian rupa menjadi monologia.

    Namun bilamana hal ini terlalu jauh berlangsung atau bilamana kepentingan legitimasi berada diatas segala-galanya sehingga dialog dengan sejarah terputus, maka sekali lagi sejarah mengalami penyempitan cakrawala. Fakta menjadi identik dengan keberhasilan dan setiap keberhasilan menjadi legitimasi baru. Tetapi dengan itu dia membunuh dialog. Dan setiap kali dialog dengan sejarah dimatikan maka sejarah bukan lagi sejarah. Daniel Dhakidae (bahan : prisma, Agustus 1980.)
    7. Dalam tulisan peristiwa diatas penulis berkesimpulan bahwa dalam dalam sejarah Indonesia, adalah hasil dari :

    8 / 15

    TEST VERBAL:
    Peristiwa-peristiwa bisa diurut disamping atau diatas yang lain suatu susunan. Dari padanya muncul alur-alur yang menjadi bernang merah yang disebut cerita.Bila cerita tersebut bukan tentang dongeng dalam dunia khayal, akan tetapi tentang peristiwa masa lalu dan terutama tentang apa sesungguhnya masa lalu itu, maka hampir semua orang setuju untuk menyebut sejarah, maka dalam sejarah ada susunan fakta, urutan kejadian satu sesudah yang lain. Namun ternyata bahwa sejarah bukan semata mata urutan fakta. Bila sejarah semata mata difahami sebagai kronikl maka sudah dari mula cakrawalanya dipersempit. Sejarah dalam pengertian kronik ini menjadi statis.

    Sejarah lebih sekedar kronik karena dalam sejarah juga terkandung pikiran yang hidup dari dan tentang masa lampau. Dalam hubungan itu tugas historiografi bukan saja mencari kebenaran masa lampau akan tetapi berdasarkan itu memperbandingkan dengan masa kini dan agaknya Benedetto Croce sejarawan Italia tidak terlalu jauh meleset bila dia katakan sejarah yang benar adalah sejrah masa kini. Dia buikan lagi fakta tetapi sejarah menjadi proses yaitu interaksi yang tak berkeputusan antara manusia dan manusia lain di masa kini yang mengambil dimensi Kelampauan dan Kekinian dan sejarah juga adalah proses dialog antara manusia masa lampau dan manusia masa kini. Maka sejarah tampil sebagai suatu totalitas.

    Namun cara bagaimana dialog berlangsungsering membangkitkan masalah. Struktur sosial dan politik masyarakat masa kini sangat menentukan corak atau untuk lebih tepat dimensi sejarah yang ditulis. Bilamana kesadaran yang dibangkitkan sejarah memperkaya kepribadian Nasional bilamana dialog dalam sejarah mampu merumuskan jawaban bagi tantangan masa kini maka dialog dengan sejarah menentukan bentuknya.Sejarah yang diambil dalam arti sebenarnya tidak lebih dari usaha mencari legitimasi. Dimana masa lampau bukan pendamping tatapi taklukan. Monologia terjadi bila mana kepentingan menjadi segala galanya. Berdasarkan kepentingan peranan yang dulu pernah dimainkan, dilebih-lebihkan. Maka sejarah menjadi sama keringnya seperti sejarah dalam arti kronik.

    Siapakah dalam tingkatan sekarang memutuskan bahwa kemerdekaan adalah semata-mata perjuangan bersenjata dan bukan diplomasi? Sebaliknya, siapakah berani mengatakan bahwa kemerdekaan semata-mata direbut oleh diplomasi dan bukan dengan perjuangan bersenjata? Diskusi tentang ini mungkin berjalan tak berpenghabisan.

    Akan tetapi yang bisa diamati adalah bahwa struktur sosial dan politik masa kini memgang peranan menentukan jenis konfigurasi fakta-fakta yang berada diseputar Indonesia fakta mencair. Titik berat bergeser warna karena kemerdekaan menjadi sumber tertinggi dalam memberikan legitimasi bagi setiap kelompok yang berusaha menjadi penguasa. Setiap kali orang berusaha mematikan dialog dalam sejarah kelihatan bahwa sejarah telah diturunkan menjadi hanya sebuah kronik kering yang tidak menggairahkan. Dalam hal ini tersebut bias sedemikian rupa sehingga usaha untuk membangkitkan semangat kepahlawanan menjadi penting. Sejarah kemerdekaan adalah episode dalam sejarah yang paling banyak mengalami penulisan ulang. Ditilik dari sejarah sebagai dialogis penulisan ulang adalah usaha menarik, karena dalam setiap proses penulisan ulang tersebut tercatat pula perkembangan baru yang tadinya tidak dilihat pernah ada saat dimana dimasa-masa diseputar merebut dan mempertahankan kemerdekaan disebut revolusi. Namun kini kata itu tidak lagi mendapat tempat tetapi diganti dengan perang kemerdekaan dan setiap saat cdihidupkan dalam visualisasi sebagai perang. Pergeseran ini bukan saja menunjukkan sejarah, memutarbalikkan proses yaitu dan membuatnya menjadi hanya satu arah sedemikian rupa menjadi monologia.

    Namun bilamana hal ini terlalu jauh berlangsung atau bilamana kepentingan legitimasi berada diatas segala-galanya sehingga dialog dengan sejarah terputus, maka sekali lagi sejarah mengalami penyempitan cakrawala. Fakta menjadi identik dengan keberhasilan dan setiap keberhasilan menjadi legitimasi baru. Tetapi dengan itu dia membunuh dialog. Dan setiap kali dialog dengan sejarah dimatikan maka sejarah bukan lagi sejarah. Daniel Dhakidae (bahan : prisma, Agustus 1980.)
    8. Titik berat historis bergeser warna karena kemerdekaan menjadi sumber tertinggi dalam memberikan legitimasi bagi setiap kelompok yang berusaha menjadi penguasa. Kesimpulan penulis tidak benar karena :

    9 / 15

    TEST VERBAL:
    Peristiwa-peristiwa bisa diurut disamping atau diatas yang lain suatu susunan. Dari padanya muncul alur-alur yang menjadi bernang merah yang disebut cerita.Bila cerita tersebut bukan tentang dongeng dalam dunia khayal, akan tetapi tentang peristiwa masa lalu dan terutama tentang apa sesungguhnya masa lalu itu, maka hampir semua orang setuju untuk menyebut sejarah, maka dalam sejarah ada susunan fakta, urutan kejadian satu sesudah yang lain. Namun ternyata bahwa sejarah bukan semata mata urutan fakta. Bila sejarah semata mata difahami sebagai kronikl maka sudah dari mula cakrawalanya dipersempit. Sejarah dalam pengertian kronik ini menjadi statis.

    Sejarah lebih sekedar kronik karena dalam sejarah juga terkandung pikiran yang hidup dari dan tentang masa lampau. Dalam hubungan itu tugas historiografi bukan saja mencari kebenaran masa lampau akan tetapi berdasarkan itu memperbandingkan dengan masa kini dan agaknya Benedetto Croce sejarawan Italia tidak terlalu jauh meleset bila dia katakan sejarah yang benar adalah sejrah masa kini. Dia buikan lagi fakta tetapi sejarah menjadi proses yaitu interaksi yang tak berkeputusan antara manusia dan manusia lain di masa kini yang mengambil dimensi Kelampauan dan Kekinian dan sejarah juga adalah proses dialog antara manusia masa lampau dan manusia masa kini. Maka sejarah tampil sebagai suatu totalitas.

    Namun cara bagaimana dialog berlangsungsering membangkitkan masalah. Struktur sosial dan politik masyarakat masa kini sangat menentukan corak atau untuk lebih tepat dimensi sejarah yang ditulis. Bilamana kesadaran yang dibangkitkan sejarah memperkaya kepribadian Nasional bilamana dialog dalam sejarah mampu merumuskan jawaban bagi tantangan masa kini maka dialog dengan sejarah menentukan bentuknya.Sejarah yang diambil dalam arti sebenarnya tidak lebih dari usaha mencari legitimasi. Dimana masa lampau bukan pendamping tatapi taklukan. Monologia terjadi bila mana kepentingan menjadi segala galanya. Berdasarkan kepentingan peranan yang dulu pernah dimainkan, dilebih-lebihkan. Maka sejarah menjadi sama keringnya seperti sejarah dalam arti kronik.

    Siapakah dalam tingkatan sekarang memutuskan bahwa kemerdekaan adalah semata-mata perjuangan bersenjata dan bukan diplomasi? Sebaliknya, siapakah berani mengatakan bahwa kemerdekaan semata-mata direbut oleh diplomasi dan bukan dengan perjuangan bersenjata? Diskusi tentang ini mungkin berjalan tak berpenghabisan.

    Akan tetapi yang bisa diamati adalah bahwa struktur sosial dan politik masa kini memgang peranan menentukan jenis konfigurasi fakta-fakta yang berada diseputar Indonesia fakta mencair. Titik berat bergeser warna karena kemerdekaan menjadi sumber tertinggi dalam memberikan legitimasi bagi setiap kelompok yang berusaha menjadi penguasa. Setiap kali orang berusaha mematikan dialog dalam sejarah kelihatan bahwa sejarah telah diturunkan menjadi hanya sebuah kronik kering yang tidak menggairahkan. Dalam hal ini tersebut bias sedemikian rupa sehingga usaha untuk membangkitkan semangat kepahlawanan menjadi penting. Sejarah kemerdekaan adalah episode dalam sejarah yang paling banyak mengalami penulisan ulang. Ditilik dari sejarah sebagai dialogis penulisan ulang adalah usaha menarik, karena dalam setiap proses penulisan ulang tersebut tercatat pula perkembangan baru yang tadinya tidak dilihat pernah ada saat dimana dimasa-masa diseputar merebut dan mempertahankan kemerdekaan disebut revolusi. Namun kini kata itu tidak lagi mendapat tempat tetapi diganti dengan perang kemerdekaan dan setiap saat cdihidupkan dalam visualisasi sebagai perang. Pergeseran ini bukan saja menunjukkan sejarah, memutarbalikkan proses yaitu dan membuatnya menjadi hanya satu arah sedemikian rupa menjadi monologia.

    Namun bilamana hal ini terlalu jauh berlangsung atau bilamana kepentingan legitimasi berada diatas segala-galanya sehingga dialog dengan sejarah terputus, maka sekali lagi sejarah mengalami penyempitan cakrawala. Fakta menjadi identik dengan keberhasilan dan setiap keberhasilan menjadi legitimasi baru. Tetapi dengan itu dia membunuh dialog. Dan setiap kali dialog dengan sejarah dimatikan maka sejarah bukan lagi sejarah. Daniel Dhakidae (bahan : prisma, Agustus 1980.)
    9. Sejarah Indonesia abad ke-20 yang paling banyak perkembangan ditulis kembali pada decade :

    10 / 15

    TEST VERBAL:
    Peristiwa-peristiwa bisa diurut disamping atau diatas yang lain suatu susunan. Dari padanya muncul alur-alur yang menjadi bernang merah yang disebut cerita.Bila cerita tersebut bukan tentang dongeng dalam dunia khayal, akan tetapi tentang peristiwa masa lalu dan terutama tentang apa sesungguhnya masa lalu itu, maka hampir semua orang setuju untuk menyebut sejarah, maka dalam sejarah ada susunan fakta, urutan kejadian satu sesudah yang lain. Namun ternyata bahwa sejarah bukan semata mata urutan fakta. Bila sejarah semata mata difahami sebagai kronikl maka sudah dari mula cakrawalanya dipersempit. Sejarah dalam pengertian kronik ini menjadi statis.

    Sejarah lebih sekedar kronik karena dalam sejarah juga terkandung pikiran yang hidup dari dan tentang masa lampau. Dalam hubungan itu tugas historiografi bukan saja mencari kebenaran masa lampau akan tetapi berdasarkan itu memperbandingkan dengan masa kini dan agaknya Benedetto Croce sejarawan Italia tidak terlalu jauh meleset bila dia katakan sejarah yang benar adalah sejrah masa kini. Dia buikan lagi fakta tetapi sejarah menjadi proses yaitu interaksi yang tak berkeputusan antara manusia dan manusia lain di masa kini yang mengambil dimensi Kelampauan dan Kekinian dan sejarah juga adalah proses dialog antara manusia masa lampau dan manusia masa kini. Maka sejarah tampil sebagai suatu totalitas.

    Namun cara bagaimana dialog berlangsungsering membangkitkan masalah. Struktur sosial dan politik masyarakat masa kini sangat menentukan corak atau untuk lebih tepat dimensi sejarah yang ditulis. Bilamana kesadaran yang dibangkitkan sejarah memperkaya kepribadian Nasional bilamana dialog dalam sejarah mampu merumuskan jawaban bagi tantangan masa kini maka dialog dengan sejarah menentukan bentuknya.Sejarah yang diambil dalam arti sebenarnya tidak lebih dari usaha mencari legitimasi. Dimana masa lampau bukan pendamping tatapi taklukan. Monologia terjadi bila mana kepentingan menjadi segala galanya. Berdasarkan kepentingan peranan yang dulu pernah dimainkan, dilebih-lebihkan. Maka sejarah menjadi sama keringnya seperti sejarah dalam arti kronik.

    Siapakah dalam tingkatan sekarang memutuskan bahwa kemerdekaan adalah semata-mata perjuangan bersenjata dan bukan diplomasi? Sebaliknya, siapakah berani mengatakan bahwa kemerdekaan semata-mata direbut oleh diplomasi dan bukan dengan perjuangan bersenjata? Diskusi tentang ini mungkin berjalan tak berpenghabisan.

    Akan tetapi yang bisa diamati adalah bahwa struktur sosial dan politik masa kini memgang peranan menentukan jenis konfigurasi fakta-fakta yang berada diseputar Indonesia fakta mencair. Titik berat bergeser warna karena kemerdekaan menjadi sumber tertinggi dalam memberikan legitimasi bagi setiap kelompok yang berusaha menjadi penguasa. Setiap kali orang berusaha mematikan dialog dalam sejarah kelihatan bahwa sejarah telah diturunkan menjadi hanya sebuah kronik kering yang tidak menggairahkan. Dalam hal ini tersebut bias sedemikian rupa sehingga usaha untuk membangkitkan semangat kepahlawanan menjadi penting. Sejarah kemerdekaan adalah episode dalam sejarah yang paling banyak mengalami penulisan ulang. Ditilik dari sejarah sebagai dialogis penulisan ulang adalah usaha menarik, karena dalam setiap proses penulisan ulang tersebut tercatat pula perkembangan baru yang tadinya tidak dilihat pernah ada saat dimana dimasa-masa diseputar merebut dan mempertahankan kemerdekaan disebut revolusi. Namun kini kata itu tidak lagi mendapat tempat tetapi diganti dengan perang kemerdekaan dan setiap saat cdihidupkan dalam visualisasi sebagai perang. Pergeseran ini bukan saja menunjukkan sejarah, memutarbalikkan proses yaitu dan membuatnya menjadi hanya satu arah sedemikian rupa menjadi monologia.

    Namun bilamana hal ini terlalu jauh berlangsung atau bilamana kepentingan legitimasi berada diatas segala-galanya sehingga dialog dengan sejarah terputus, maka sekali lagi sejarah mengalami penyempitan cakrawala. Fakta menjadi identik dengan keberhasilan dan setiap keberhasilan menjadi legitimasi baru. Tetapi dengan itu dia membunuh dialog. Dan setiap kali dialog dengan sejarah dimatikan maka sejarah bukan lagi sejarah. Daniel Dhakidae (bahan : prisma, Agustus 1980.)
    10. Usaha mencari legitimasi adalah usaha mencari :

    11 / 15

    TEST VERBAL:
    Peristiwa-peristiwa bisa diurut disamping atau diatas yang lain suatu susunan. Dari padanya muncul alur-alur yang menjadi bernang merah yang disebut cerita.Bila cerita tersebut bukan tentang dongeng dalam dunia khayal, akan tetapi tentang peristiwa masa lalu dan terutama tentang apa sesungguhnya masa lalu itu, maka hampir semua orang setuju untuk menyebut sejarah, maka dalam sejarah ada susunan fakta, urutan kejadian satu sesudah yang lain. Namun ternyata bahwa sejarah bukan semata mata urutan fakta. Bila sejarah semata mata difahami sebagai kronikl maka sudah dari mula cakrawalanya dipersempit. Sejarah dalam pengertian kronik ini menjadi statis.

    Sejarah lebih sekedar kronik karena dalam sejarah juga terkandung pikiran yang hidup dari dan tentang masa lampau. Dalam hubungan itu tugas historiografi bukan saja mencari kebenaran masa lampau akan tetapi berdasarkan itu memperbandingkan dengan masa kini dan agaknya Benedetto Croce sejarawan Italia tidak terlalu jauh meleset bila dia katakan sejarah yang benar adalah sejrah masa kini. Dia buikan lagi fakta tetapi sejarah menjadi proses yaitu interaksi yang tak berkeputusan antara manusia dan manusia lain di masa kini yang mengambil dimensi Kelampauan dan Kekinian dan sejarah juga adalah proses dialog antara manusia masa lampau dan manusia masa kini. Maka sejarah tampil sebagai suatu totalitas.

    Namun cara bagaimana dialog berlangsungsering membangkitkan masalah. Struktur sosial dan politik masyarakat masa kini sangat menentukan corak atau untuk lebih tepat dimensi sejarah yang ditulis. Bilamana kesadaran yang dibangkitkan sejarah memperkaya kepribadian Nasional bilamana dialog dalam sejarah mampu merumuskan jawaban bagi tantangan masa kini maka dialog dengan sejarah menentukan bentuknya.Sejarah yang diambil dalam arti sebenarnya tidak lebih dari usaha mencari legitimasi. Dimana masa lampau bukan pendamping tatapi taklukan. Monologia terjadi bila mana kepentingan menjadi segala galanya. Berdasarkan kepentingan peranan yang dulu pernah dimainkan, dilebih-lebihkan. Maka sejarah menjadi sama keringnya seperti sejarah dalam arti kronik.

    Siapakah dalam tingkatan sekarang memutuskan bahwa kemerdekaan adalah semata-mata perjuangan bersenjata dan bukan diplomasi? Sebaliknya, siapakah berani mengatakan bahwa kemerdekaan semata-mata direbut oleh diplomasi dan bukan dengan perjuangan bersenjata? Diskusi tentang ini mungkin berjalan tak berpenghabisan.

    Akan tetapi yang bisa diamati adalah bahwa struktur sosial dan politik masa kini memgang peranan menentukan jenis konfigurasi fakta-fakta yang berada diseputar Indonesia fakta mencair. Titik berat bergeser warna karena kemerdekaan menjadi sumber tertinggi dalam memberikan legitimasi bagi setiap kelompok yang berusaha menjadi penguasa. Setiap kali orang berusaha mematikan dialog dalam sejarah kelihatan bahwa sejarah telah diturunkan menjadi hanya sebuah kronik kering yang tidak menggairahkan. Dalam hal ini tersebut bias sedemikian rupa sehingga usaha untuk membangkitkan semangat kepahlawanan menjadi penting. Sejarah kemerdekaan adalah episode dalam sejarah yang paling banyak mengalami penulisan ulang. Ditilik dari sejarah sebagai dialogis penulisan ulang adalah usaha menarik, karena dalam setiap proses penulisan ulang tersebut tercatat pula perkembangan baru yang tadinya tidak dilihat pernah ada saat dimana dimasa-masa diseputar merebut dan mempertahankan kemerdekaan disebut revolusi. Namun kini kata itu tidak lagi mendapat tempat tetapi diganti dengan perang kemerdekaan dan setiap saat cdihidupkan dalam visualisasi sebagai perang. Pergeseran ini bukan saja menunjukkan sejarah, memutarbalikkan proses yaitu dan membuatnya menjadi hanya satu arah sedemikian rupa menjadi monologia.

    Namun bilamana hal ini terlalu jauh berlangsung atau bilamana kepentingan legitimasi berada diatas segala-galanya sehingga dialog dengan sejarah terputus, maka sekali lagi sejarah mengalami penyempitan cakrawala. Fakta menjadi identik dengan keberhasilan dan setiap keberhasilan menjadi legitimasi baru. Tetapi dengan itu dia membunuh dialog. Dan setiap kali dialog dengan sejarah dimatikan maka sejarah bukan lagi sejarah. Daniel Dhakidae (bahan : prisma, Agustus 1980.)
    11. Perkataan merebut dan mempertahankan kemerdekaan dulu disebut revolusi, kini kata itu diganti dengan perang kemerdekaan. Pergantian itu disebabkan karena :

    12 / 15

    TEST VERBAL:
    Peristiwa-peristiwa bisa diurut disamping atau diatas yang lain suatu susunan. Dari padanya muncul alur-alur yang menjadi bernang merah yang disebut cerita.Bila cerita tersebut bukan tentang dongeng dalam dunia khayal, akan tetapi tentang peristiwa masa lalu dan terutama tentang apa sesungguhnya masa lalu itu, maka hampir semua orang setuju untuk menyebut sejarah, maka dalam sejarah ada susunan fakta, urutan kejadian satu sesudah yang lain. Namun ternyata bahwa sejarah bukan semata mata urutan fakta. Bila sejarah semata mata difahami sebagai kronikl maka sudah dari mula cakrawalanya dipersempit. Sejarah dalam pengertian kronik ini menjadi statis.

    Sejarah lebih sekedar kronik karena dalam sejarah juga terkandung pikiran yang hidup dari dan tentang masa lampau. Dalam hubungan itu tugas historiografi bukan saja mencari kebenaran masa lampau akan tetapi berdasarkan itu memperbandingkan dengan masa kini dan agaknya Benedetto Croce sejarawan Italia tidak terlalu jauh meleset bila dia katakan sejarah yang benar adalah sejrah masa kini. Dia buikan lagi fakta tetapi sejarah menjadi proses yaitu interaksi yang tak berkeputusan antara manusia dan manusia lain di masa kini yang mengambil dimensi Kelampauan dan Kekinian dan sejarah juga adalah proses dialog antara manusia masa lampau dan manusia masa kini. Maka sejarah tampil sebagai suatu totalitas.

    Namun cara bagaimana dialog berlangsungsering membangkitkan masalah. Struktur sosial dan politik masyarakat masa kini sangat menentukan corak atau untuk lebih tepat dimensi sejarah yang ditulis. Bilamana kesadaran yang dibangkitkan sejarah memperkaya kepribadian Nasional bilamana dialog dalam sejarah mampu merumuskan jawaban bagi tantangan masa kini maka dialog dengan sejarah menentukan bentuknya.Sejarah yang diambil dalam arti sebenarnya tidak lebih dari usaha mencari legitimasi. Dimana masa lampau bukan pendamping tatapi taklukan. Monologia terjadi bila mana kepentingan menjadi segala galanya. Berdasarkan kepentingan peranan yang dulu pernah dimainkan, dilebih-lebihkan. Maka sejarah menjadi sama keringnya seperti sejarah dalam arti kronik.

    Siapakah dalam tingkatan sekarang memutuskan bahwa kemerdekaan adalah semata-mata perjuangan bersenjata dan bukan diplomasi? Sebaliknya, siapakah berani mengatakan bahwa kemerdekaan semata-mata direbut oleh diplomasi dan bukan dengan perjuangan bersenjata? Diskusi tentang ini mungkin berjalan tak berpenghabisan.

    Akan tetapi yang bisa diamati adalah bahwa struktur sosial dan politik masa kini memgang peranan menentukan jenis konfigurasi fakta-fakta yang berada diseputar Indonesia fakta mencair. Titik berat bergeser warna karena kemerdekaan menjadi sumber tertinggi dalam memberikan legitimasi bagi setiap kelompok yang berusaha menjadi penguasa. Setiap kali orang berusaha mematikan dialog dalam sejarah kelihatan bahwa sejarah telah diturunkan menjadi hanya sebuah kronik kering yang tidak menggairahkan. Dalam hal ini tersebut bias sedemikian rupa sehingga usaha untuk membangkitkan semangat kepahlawanan menjadi penting. Sejarah kemerdekaan adalah episode dalam sejarah yang paling banyak mengalami penulisan ulang. Ditilik dari sejarah sebagai dialogis penulisan ulang adalah usaha menarik, karena dalam setiap proses penulisan ulang tersebut tercatat pula perkembangan baru yang tadinya tidak dilihat pernah ada saat dimana dimasa-masa diseputar merebut dan mempertahankan kemerdekaan disebut revolusi. Namun kini kata itu tidak lagi mendapat tempat tetapi diganti dengan perang kemerdekaan dan setiap saat cdihidupkan dalam visualisasi sebagai perang. Pergeseran ini bukan saja menunjukkan sejarah, memutarbalikkan proses yaitu dan membuatnya menjadi hanya satu arah sedemikian rupa menjadi monologia.

    Namun bilamana hal ini terlalu jauh berlangsung atau bilamana kepentingan legitimasi berada diatas segala-galanya sehingga dialog dengan sejarah terputus, maka sekali lagi sejarah mengalami penyempitan cakrawala. Fakta menjadi identik dengan keberhasilan dan setiap keberhasilan menjadi legitimasi baru. Tetapi dengan itu dia membunuh dialog. Dan setiap kali dialog dengan sejarah dimatikan maka sejarah bukan lagi sejarah. Daniel Dhakidae (bahan : prisma, Agustus 1980.)
    12. Menurut uraian tersebut, sejarah Indonesia yang makin banyak versinya adalah bagian sejarah yang penting bagi :

    13 / 15

    TEST VERBAL:
    Peristiwa-peristiwa bisa diurut disamping atau diatas yang lain suatu susunan. Dari padanya muncul alur-alur yang menjadi bernang merah yang disebut cerita.Bila cerita tersebut bukan tentang dongeng dalam dunia khayal, akan tetapi tentang peristiwa masa lalu dan terutama tentang apa sesungguhnya masa lalu itu, maka hampir semua orang setuju untuk menyebut sejarah, maka dalam sejarah ada susunan fakta, urutan kejadian satu sesudah yang lain. Namun ternyata bahwa sejarah bukan semata mata urutan fakta. Bila sejarah semata mata difahami sebagai kronikl maka sudah dari mula cakrawalanya dipersempit. Sejarah dalam pengertian kronik ini menjadi statis.

    Sejarah lebih sekedar kronik karena dalam sejarah juga terkandung pikiran yang hidup dari dan tentang masa lampau. Dalam hubungan itu tugas historiografi bukan saja mencari kebenaran masa lampau akan tetapi berdasarkan itu memperbandingkan dengan masa kini dan agaknya Benedetto Croce sejarawan Italia tidak terlalu jauh meleset bila dia katakan sejarah yang benar adalah sejrah masa kini. Dia buikan lagi fakta tetapi sejarah menjadi proses yaitu interaksi yang tak berkeputusan antara manusia dan manusia lain di masa kini yang mengambil dimensi Kelampauan dan Kekinian dan sejarah juga adalah proses dialog antara manusia masa lampau dan manusia masa kini. Maka sejarah tampil sebagai suatu totalitas.

    Namun cara bagaimana dialog berlangsungsering membangkitkan masalah. Struktur sosial dan politik masyarakat masa kini sangat menentukan corak atau untuk lebih tepat dimensi sejarah yang ditulis. Bilamana kesadaran yang dibangkitkan sejarah memperkaya kepribadian Nasional bilamana dialog dalam sejarah mampu merumuskan jawaban bagi tantangan masa kini maka dialog dengan sejarah menentukan bentuknya.Sejarah yang diambil dalam arti sebenarnya tidak lebih dari usaha mencari legitimasi. Dimana masa lampau bukan pendamping tatapi taklukan. Monologia terjadi bila mana kepentingan menjadi segala galanya. Berdasarkan kepentingan peranan yang dulu pernah dimainkan, dilebih-lebihkan. Maka sejarah menjadi sama keringnya seperti sejarah dalam arti kronik.

    Siapakah dalam tingkatan sekarang memutuskan bahwa kemerdekaan adalah semata-mata perjuangan bersenjata dan bukan diplomasi? Sebaliknya, siapakah berani mengatakan bahwa kemerdekaan semata-mata direbut oleh diplomasi dan bukan dengan perjuangan bersenjata? Diskusi tentang ini mungkin berjalan tak berpenghabisan.

    Akan tetapi yang bisa diamati adalah bahwa struktur sosial dan politik masa kini memgang peranan menentukan jenis konfigurasi fakta-fakta yang berada diseputar Indonesia fakta mencair. Titik berat bergeser warna karena kemerdekaan menjadi sumber tertinggi dalam memberikan legitimasi bagi setiap kelompok yang berusaha menjadi penguasa. Setiap kali orang berusaha mematikan dialog dalam sejarah kelihatan bahwa sejarah telah diturunkan menjadi hanya sebuah kronik kering yang tidak menggairahkan. Dalam hal ini tersebut bias sedemikian rupa sehingga usaha untuk membangkitkan semangat kepahlawanan menjadi penting. Sejarah kemerdekaan adalah episode dalam sejarah yang paling banyak mengalami penulisan ulang. Ditilik dari sejarah sebagai dialogis penulisan ulang adalah usaha menarik, karena dalam setiap proses penulisan ulang tersebut tercatat pula perkembangan baru yang tadinya tidak dilihat pernah ada saat dimana dimasa-masa diseputar merebut dan mempertahankan kemerdekaan disebut revolusi. Namun kini kata itu tidak lagi mendapat tempat tetapi diganti dengan perang kemerdekaan dan setiap saat cdihidupkan dalam visualisasi sebagai perang. Pergeseran ini bukan saja menunjukkan sejarah, memutarbalikkan proses yaitu dan membuatnya menjadi hanya satu arah sedemikian rupa menjadi monologia.

    Namun bilamana hal ini terlalu jauh berlangsung atau bilamana kepentingan legitimasi berada diatas segala-galanya sehingga dialog dengan sejarah terputus, maka sekali lagi sejarah mengalami penyempitan cakrawala. Fakta menjadi identik dengan keberhasilan dan setiap keberhasilan menjadi legitimasi baru. Tetapi dengan itu dia membunuh dialog. Dan setiap kali dialog dengan sejarah dimatikan maka sejarah bukan lagi sejarah. Daniel Dhakidae (bahan : prisma, Agustus 1980.)
    13. Menurut penulis, salah satu cara
    menaklukan sejarah yang dilakukan
    oleh penulis versi baru adalah :

    14 / 15

    TEST VERBAL:
    Peristiwa-peristiwa bisa diurut disamping atau diatas yang lain suatu susunan. Dari padanya muncul alur-alur yang menjadi bernang merah yang disebut cerita.Bila cerita tersebut bukan tentang dongeng dalam dunia khayal, akan tetapi tentang peristiwa masa lalu dan terutama tentang apa sesungguhnya masa lalu itu, maka hampir semua orang setuju untuk menyebut sejarah, maka dalam sejarah ada susunan fakta, urutan kejadian satu sesudah yang lain. Namun ternyata bahwa sejarah bukan semata mata urutan fakta. Bila sejarah semata mata difahami sebagai kronikl maka sudah dari mula cakrawalanya dipersempit. Sejarah dalam pengertian kronik ini menjadi statis.

    Sejarah lebih sekedar kronik karena dalam sejarah juga terkandung pikiran yang hidup dari dan tentang masa lampau. Dalam hubungan itu tugas historiografi bukan saja mencari kebenaran masa lampau akan tetapi berdasarkan itu memperbandingkan dengan masa kini dan agaknya Benedetto Croce sejarawan Italia tidak terlalu jauh meleset bila dia katakan sejarah yang benar adalah sejrah masa kini. Dia buikan lagi fakta tetapi sejarah menjadi proses yaitu interaksi yang tak berkeputusan antara manusia dan manusia lain di masa kini yang mengambil dimensi Kelampauan dan Kekinian dan sejarah juga adalah proses dialog antara manusia masa lampau dan manusia masa kini. Maka sejarah tampil sebagai suatu totalitas.

    Namun cara bagaimana dialog berlangsungsering membangkitkan masalah. Struktur sosial dan politik masyarakat masa kini sangat menentukan corak atau untuk lebih tepat dimensi sejarah yang ditulis. Bilamana kesadaran yang dibangkitkan sejarah memperkaya kepribadian Nasional bilamana dialog dalam sejarah mampu merumuskan jawaban bagi tantangan masa kini maka dialog dengan sejarah menentukan bentuknya.Sejarah yang diambil dalam arti sebenarnya tidak lebih dari usaha mencari legitimasi. Dimana masa lampau bukan pendamping tatapi taklukan. Monologia terjadi bila mana kepentingan menjadi segala galanya. Berdasarkan kepentingan peranan yang dulu pernah dimainkan, dilebih-lebihkan. Maka sejarah menjadi sama keringnya seperti sejarah dalam arti kronik.

    Siapakah dalam tingkatan sekarang memutuskan bahwa kemerdekaan adalah semata-mata perjuangan bersenjata dan bukan diplomasi? Sebaliknya, siapakah berani mengatakan bahwa kemerdekaan semata-mata direbut oleh diplomasi dan bukan dengan perjuangan bersenjata? Diskusi tentang ini mungkin berjalan tak berpenghabisan.

    Akan tetapi yang bisa diamati adalah bahwa struktur sosial dan politik masa kini memgang peranan menentukan jenis konfigurasi fakta-fakta yang berada diseputar Indonesia fakta mencair. Titik berat bergeser warna karena kemerdekaan menjadi sumber tertinggi dalam memberikan legitimasi bagi setiap kelompok yang berusaha menjadi penguasa. Setiap kali orang berusaha mematikan dialog dalam sejarah kelihatan bahwa sejarah telah diturunkan menjadi hanya sebuah kronik kering yang tidak menggairahkan. Dalam hal ini tersebut bias sedemikian rupa sehingga usaha untuk membangkitkan semangat kepahlawanan menjadi penting. Sejarah kemerdekaan adalah episode dalam sejarah yang paling banyak mengalami penulisan ulang. Ditilik dari sejarah sebagai dialogis penulisan ulang adalah usaha menarik, karena dalam setiap proses penulisan ulang tersebut tercatat pula perkembangan baru yang tadinya tidak dilihat pernah ada saat dimana dimasa-masa diseputar merebut dan mempertahankan kemerdekaan disebut revolusi. Namun kini kata itu tidak lagi mendapat tempat tetapi diganti dengan perang kemerdekaan dan setiap saat cdihidupkan dalam visualisasi sebagai perang. Pergeseran ini bukan saja menunjukkan sejarah, memutarbalikkan proses yaitu dan membuatnya menjadi hanya satu arah sedemikian rupa menjadi monologia.

    Namun bilamana hal ini terlalu jauh berlangsung atau bilamana kepentingan legitimasi berada diatas segala-galanya sehingga dialog dengan sejarah terputus, maka sekali lagi sejarah mengalami penyempitan cakrawala. Fakta menjadi identik dengan keberhasilan dan setiap keberhasilan menjadi legitimasi baru. Tetapi dengan itu dia membunuh dialog. Dan setiap kali dialog dengan sejarah dimatikan maka sejarah bukan lagi sejarah. Daniel Dhakidae (bahan : prisma, Agustus 1980.)
    14. Penulis mengatakan bahwa fakta
    menjadi identik dengan litania
    keberhasilan, karena :

    15 / 15

    TEST VERBAL:
    Peristiwa-peristiwa bisa diurut disamping atau diatas yang lain suatu susunan. Dari padanya muncul alur-alur yang menjadi bernang merah yang disebut cerita.Bila cerita tersebut bukan tentang dongeng dalam dunia khayal, akan tetapi tentang peristiwa masa lalu dan terutama tentang apa sesungguhnya masa lalu itu, maka hampir semua orang setuju untuk menyebut sejarah, maka dalam sejarah ada susunan fakta, urutan kejadian satu sesudah yang lain. Namun ternyata bahwa sejarah bukan semata mata urutan fakta. Bila sejarah semata mata difahami sebagai kronikl maka sudah dari mula cakrawalanya dipersempit. Sejarah dalam pengertian kronik ini menjadi statis.

    Sejarah lebih sekedar kronik karena dalam sejarah juga terkandung pikiran yang hidup dari dan tentang masa lampau. Dalam hubungan itu tugas historiografi bukan saja mencari kebenaran masa lampau akan tetapi berdasarkan itu memperbandingkan dengan masa kini dan agaknya Benedetto Croce sejarawan Italia tidak terlalu jauh meleset bila dia katakan sejarah yang benar adalah sejrah masa kini. Dia buikan lagi fakta tetapi sejarah menjadi proses yaitu interaksi yang tak berkeputusan antara manusia dan manusia lain di masa kini yang mengambil dimensi Kelampauan dan Kekinian dan sejarah juga adalah proses dialog antara manusia masa lampau dan manusia masa kini. Maka sejarah tampil sebagai suatu totalitas.

    Namun cara bagaimana dialog berlangsungsering membangkitkan masalah. Struktur sosial dan politik masyarakat masa kini sangat menentukan corak atau untuk lebih tepat dimensi sejarah yang ditulis. Bilamana kesadaran yang dibangkitkan sejarah memperkaya kepribadian Nasional bilamana dialog dalam sejarah mampu merumuskan jawaban bagi tantangan masa kini maka dialog dengan sejarah menentukan bentuknya.Sejarah yang diambil dalam arti sebenarnya tidak lebih dari usaha mencari legitimasi. Dimana masa lampau bukan pendamping tatapi taklukan. Monologia terjadi bila mana kepentingan menjadi segala galanya. Berdasarkan kepentingan peranan yang dulu pernah dimainkan, dilebih-lebihkan. Maka sejarah menjadi sama keringnya seperti sejarah dalam arti kronik.

    Siapakah dalam tingkatan sekarang memutuskan bahwa kemerdekaan adalah semata-mata perjuangan bersenjata dan bukan diplomasi? Sebaliknya, siapakah berani mengatakan bahwa kemerdekaan semata-mata direbut oleh diplomasi dan bukan dengan perjuangan bersenjata? Diskusi tentang ini mungkin berjalan tak berpenghabisan.

    Akan tetapi yang bisa diamati adalah bahwa struktur sosial dan politik masa kini memgang peranan menentukan jenis konfigurasi fakta-fakta yang berada diseputar Indonesia fakta mencair. Titik berat bergeser warna karena kemerdekaan menjadi sumber tertinggi dalam memberikan legitimasi bagi setiap kelompok yang berusaha menjadi penguasa. Setiap kali orang berusaha mematikan dialog dalam sejarah kelihatan bahwa sejarah telah diturunkan menjadi hanya sebuah kronik kering yang tidak menggairahkan. Dalam hal ini tersebut bias sedemikian rupa sehingga usaha untuk membangkitkan semangat kepahlawanan menjadi penting. Sejarah kemerdekaan adalah episode dalam sejarah yang paling banyak mengalami penulisan ulang. Ditilik dari sejarah sebagai dialogis penulisan ulang adalah usaha menarik, karena dalam setiap proses penulisan ulang tersebut tercatat pula perkembangan baru yang tadinya tidak dilihat pernah ada saat dimana dimasa-masa diseputar merebut dan mempertahankan kemerdekaan disebut revolusi. Namun kini kata itu tidak lagi mendapat tempat tetapi diganti dengan perang kemerdekaan dan setiap saat cdihidupkan dalam visualisasi sebagai perang. Pergeseran ini bukan saja menunjukkan sejarah, memutarbalikkan proses yaitu dan membuatnya menjadi hanya satu arah sedemikian rupa menjadi monologia.

    Namun bilamana hal ini terlalu jauh berlangsung atau bilamana kepentingan legitimasi berada diatas segala-galanya sehingga dialog dengan sejarah terputus, maka sekali lagi sejarah mengalami penyempitan cakrawala. Fakta menjadi identik dengan keberhasilan dan setiap keberhasilan menjadi legitimasi baru. Tetapi dengan itu dia membunuh dialog. Dan setiap kali dialog dengan sejarah dimatikan maka sejarah bukan lagi sejarah. Daniel Dhakidae (bahan : prisma, Agustus 1980.)
    15. Uraian tersebut menekankan bhawa
    titik berat sejarah ada pada :

    Your score is

  • Try Out Bahasa Inggris 20 SNBT 2025 [Soal Asli SNBT 05]

    28

    Try Out Bahasa Inggris 20 SNBT 2025 [Soal Asli SNBT 05]

    Anda hanya punya waktu 14 menit untuk mengerjakan 14 soal. Kerjakan dengan bijak dan jujur. Tes ini bagian dari evaluasi Anda menghadapi SNBT 2025. Jangan lupa follow Instagram CHE [Klik di sini]

    The number of attempts remaining is 3

    Isi dulu data diri yaah

    1 / 15

    Text I
    Motion sickness comes in many forms, not just seasickness. Ninety percent of the human race is susceptible to motion sickness of one kind or another. Some people become sick when they sit in the backseat of a car; others cannot read or look at a map in any kind of moving vehicle. People get motion sickness on airplanes, motorcycles, amusement park rides, and even on camels! Scientists have learned that motion sickness occurs when the brain is trying to make sense of a situation and there are too many conflicting messages. While the eyes are sending one message, the ears are trying to send a message about balance. The skin and bone joints, sensitive to air pressure send another message.

    Many people who have experienced violent motion sickness try to avoid travel. But that is not always possible. So travelers should employ some well-known strategies to avoid getting sick. The most useful strategy concerns food: eat a light meal before traveling and bring along a packet of plain soda crackers to snack on regularly. Avoid alcoholic and carbonated beverages, high-fat foods, and spices. Care in choosing the location of your seat is another important strategy. In a car, sit at the front and keep your eyes fixed on the horizon.

    People who still got sick after trying these strategies can try medical help. Some rely on over-the counter medications, although some of them can make you sleepy. Others use simple ginger capsules to settle their stomach. A large number of travelers use pressure bands on their wrists. It is not clear how these bands work, but they do prevent motion sickness.
    SPMB-05-51
    A suitable title for the text is __.

    2 / 15

    Text I
    Motion sickness comes in many forms, not just seasickness. Ninety percent of the human race is susceptible to motion sickness of one kind or another. Some people become sick when they sit in the backseat of a car; others cannot read or look at a map in any kind of moving vehicle. People get motion sickness on airplanes, motorcycles, amusement park rides, and even on camels! Scientists have learned that motion sickness occurs when the brain is trying to make sense of a situation and there are too many conflicting messages. While the eyes are sending one message, the ears are trying to send a message about balance. The skin and bone joints, sensitive to air pressure send another message.

    Many people who have experienced violent motion sickness try to avoid travel. But that is not always possible. So travelers should employ some well-known strategies to avoid getting sick. The most useful strategy concerns food: eat a light meal before traveling and bring along a packet of plain soda crackers to snack on regularly. Avoid alcoholic and carbonated beverages, high-fat foods, and spices. Care in choosing the location of your seat is another important strategy. In a car, sit at the front and keep your eyes fixed on the horizon.

    People who still got sick after trying these strategies can try medical help. Some rely on over-the counter medications, although some of them can make you sleepy. Others use simple ginger capsules to settle their stomach. A large number of travelers use pressure bands on their wrists. It is not clear how these bands work, but they do prevent motion sickness.
    SPMB-05-52
    A person gets motion sickness because of ___.

    3 / 15

    Text I
    Motion sickness comes in many forms, not just seasickness. Ninety percent of the human race is susceptible to motion sickness of one kind or another. Some people become sick when they sit in the backseat of a car; others cannot read or look at a map in any kind of moving vehicle. People get motion sickness on airplanes, motorcycles, amusement park rides, and even on camels! Scientists have learned that motion sickness occurs when the brain is trying to make sense of a situation and there are too many conflicting messages. While the eyes are sending one message, the ears are trying to send a message about balance. The skin and bone joints, sensitive to air pressure send another message.

    Many people who have experienced violent motion sickness try to avoid travel. But that is not always possible. So travelers should employ some well-known strategies to avoid getting sick. The most useful strategy concerns food: eat a light meal before traveling and bring along a packet of plain soda crackers to snack on regularly. Avoid alcoholic and carbonated beverages, high-fat foods, and spices. Care in choosing the location of your seat is another important strategy. In a car, sit at the front and keep your eyes fixed on the horizon.

    People who still got sick after trying these strategies can try medical help. Some rely on over-the counter medications, although some of them can make you sleepy. Others use simple ginger capsules to settle their stomach. A large number of travelers use pressure bands on their wrists. It is not clear how these bands work, but they do prevent motion sickness.
    SPMB-05-53
    Victims of motion sickness can reduce the chance of
    becoming sick by doing the following, except

    4 / 15

    Text I
    Motion sickness comes in many forms, not just seasickness. Ninety percent of the human race is susceptible to motion sickness of one kind or another. Some people become sick when they sit in the backseat of a car; others cannot read or look at a map in any kind of moving vehicle. People get motion sickness on airplanes, motorcycles, amusement park rides, and even on camels! Scientists have learned that motion sickness occurs when the brain is trying to make sense of a situation and there are too many conflicting messages. While the eyes are sending one message, the ears are trying to send a message about balance. The skin and bone joints, sensitive to air pressure send another message.

    Many people who have experienced violent motion sickness try to avoid travel. But that is not always possible. So travelers should employ some well-known strategies to avoid getting sick. The most useful strategy concerns food: eat a light meal before traveling and bring along a packet of plain soda crackers to snack on regularly. Avoid alcoholic and carbonated beverages, high-fat foods, and spices. Care in choosing the location of your seat is another important strategy. In a car, sit at the front and keep your eyes fixed on the horizon.

    People who still got sick after trying these strategies can try medical help. Some rely on over-the counter medications, although some of them can make you sleepy. Others use simple ginger capsules to settle their stomach. A large number of travelers use pressure bands on their wrists. It is not clear how these bands work, but they do prevent motion sickness.
    SPMB-05-54
    From the text we may conclude that ___.

    5 / 15

    Text I
    Motion sickness comes in many forms, not just seasickness. Ninety percent of the human race is susceptible to motion sickness of one kind or another. Some people become sick when they sit in the backseat of a car; others cannot read or look at a map in any kind of moving vehicle. People get motion sickness on airplanes, motorcycles, amusement park rides, and even on camels! Scientists have learned that motion sickness occurs when the brain is trying to make sense of a situation and there are too many conflicting messages. While the eyes are sending one message, the ears are trying to send a message about balance. The skin and bone joints, sensitive to air pressure send another message.

    Many people who have experienced violent motion sickness try to avoid travel. But that is not always possible. So travelers should employ some well-known strategies to avoid getting sick. The most useful strategy concerns food: eat a light meal before traveling and bring along a packet of plain soda crackers to snack on regularly. Avoid alcoholic and carbonated beverages, high-fat foods, and spices. Care in choosing the location of your seat is another important strategy. In a car, sit at the front and keep your eyes fixed on the horizon.

    People who still got sick after trying these strategies can try medical help. Some rely on over-the counter medications, although some of them can make you sleepy. Others use simple ginger capsules to settle their stomach. A large number of travelers use pressure bands on their wrists. It is not clear how these bands work, but they do prevent motion sickness.
    SPMB-05-55
    The meaning of ‘over-the-counter
    medicine bought ___.

    6 / 15

    Text II
    In the process of trying to discover the various causes of such accidents, an investigator considers factors related to the time of day. He collects information on the number of accidents occurring during the various working hours of the day, and by using statistical methods he is able to show that the accident rate increases during the morning and also during the afternoon. Further statistical studies then reveal some of the major contributing factors involved in these accidents.
    SPMB-05-58
    Which of the following would best began the paragraph
    above?

    7 / 15

    Text II
    In the process of trying to discover the various causes of such accidents, an investigator considers factors related to the time of day. He collects information on the number of accidents occurring during the various working hours of the day, and by using statistical methods he is able to show that the accident rate increases during the morning and also during the afternoon. Further statistical studies then reveal some of the major contributing factors involved in these accidents.
    SPMB-05-57
    The topic of the above paragraph is ___.

    8 / 15

    Text III
    Traditional nineteenth-century education is usually associated with the image of a stern teacher standing in front of a blackboard in a one-room schoolhouse, teaching only the three R’s of reading, writing, and arithmetic, and demanding rote (mechanical repetition) learning in an atmosphere of silence and restraint. Accurate or not, that image conflicts sharply with the modern reality. Today, the typical public school offers students a diversity of subject areas, a plethora of educational materials, and a variety of activities from creative dramatics to journalism. The modern school complex contains an array of educational facilities. Within the classroom setting, students are encouraged to speak up and engage in guided discussion. In fact, articulate speech and debate are desirable skills. Children are encouraged to interrelate on class projects that are independent of the teacher.
    SPMB-05-58
    The topic of the text is __.

    9 / 15

    Text III
    Traditional nineteenth-century education is usually associated with the image of a stern teacher standing in front of a blackboard in a one-room schoolhouse, teaching only the three R’s of reading, writing, and arithmetic, and demanding rote (mechanical repetition) learning in an atmosphere of silence and restraint. Accurate or not, that image conflicts sharply with the modern reality. Today, the typical public school offers students a diversity of subject areas, a plethora of educational materials, and a variety of activities from creative dramatics to journalism. The modern school complex contains an array of educational facilities. Within the classroom setting, students are encouraged to speak up and engage in guided discussion. In fact, articulate speech and debate are desirable skills. Children are encouraged to interrelate on class projects that are independent of the teacher.
    SPMB-05-59
    Which of the following would best end the text?

    10 / 15

    Text IV
    The field of medicine has not traditionally distinguished between someone who is merely ‘not ill’ and someone who is in excellent health and paying attention to the body’s special needs. Both types have (60) been called ‘well’, In recent years, (61) health practitioners (62) . some to apply the terms well and wellness only to those people who are actively striving to maintain and to improve their health. People who are well are concerned with nutrition and exercise, and they make a point of (63) their body’s, condition – for example, through (64) breast self-examinations or blood pressure checkups. Most important, perhaps, people who are well take active (65) for all matters pertaining to their health. Even people who have a physical disease or handicap may be ‘well’, in this new sense if they make an to maintain the best possible health they can in the face of their physical limitations. ‘Wellness’ may perhaps best not as a state that people can achieve, but as an ideal that people can strive for.
    SPMB-05-60

    11 / 15

    Text IV
    The field of medicine has not traditionally distinguished between someone who is merely ‘not ill’ and someone who is in excellent health and paying attention to the body’s special needs. Both types have (60) been called ‘well’, In recent years, (61) health practitioners (62) . some to apply the terms well and wellness only to those people who are actively striving to maintain and to improve their health. People who are well are concerned with nutrition and exercise, and they make a point of (63) their body’s, condition – for example, through (64) breast self-examinations or blood pressure checkups. Most important, perhaps, people who are well take active (65) for all matters pertaining to their health. Even people who have a physical disease or handicap may be ‘well’, in this new sense if they make an to maintain the best possible health they can in the face of their physical limitations. ‘Wellness’ may perhaps best not as a state that people can achieve, but as an ideal that people can strive for.
    SPMB-05-61

    12 / 15

    Text IV
    The field of medicine has not traditionally distinguished between someone who is merely ‘not ill’ and someone who is in excellent health and paying attention to the body’s special needs. Both types have (60) been called ‘well’, In recent years, (61) health practitioners (62) . some to apply the terms well and wellness only to those people who are actively striving to maintain and to improve their health. People who are well are concerned with nutrition and exercise, and they make a point of (63) their body’s, condition – for example, through (64) breast self-examinations or blood pressure checkups. Most important, perhaps, people who are well take active (65) for all matters pertaining to their health. Even people who have a physical disease or handicap may be ‘well’, in this new sense if they make an to maintain the best possible health they can in the face of their physical limitations. ‘Wellness’ may perhaps best not as a state that people can achieve, but as an ideal that people can strive for.
    SPMB-05-62

    13 / 15

    Text IV
    The field of medicine has not traditionally distinguished between someone who is merely ‘not ill’ and someone who is in excellent health and paying attention to the body’s special needs. Both types have (60) been called ‘well’, In recent years, (61) health practitioners (62) . some to apply the terms well and wellness only to those people who are actively striving to maintain and to improve their health. People who are well are concerned with nutrition and exercise, and they make a point of (63) their body’s, condition – for example, through (64) breast self-examinations or blood pressure checkups. Most important, perhaps, people who are well take active (65) for all matters pertaining to their health. Even people who have a physical disease or handicap may be ‘well’, in this new sense if they make an to maintain the best possible health they can in the face of their physical limitations. ‘Wellness’ may perhaps best not as a state that people can achieve, but as an ideal that people can strive for.
    SPMB-05-63

    14 / 15

    Text IV
    The field of medicine has not traditionally distinguished between someone who is merely ‘not ill’ and someone who is in excellent health and paying attention to the body’s special needs. Both types have (60) been called ‘well’, In recent years, (61) health practitioners (62) . some to apply the terms well and wellness only to those people who are actively striving to maintain and to improve their health. People who are well are concerned with nutrition and exercise, and they make a point of (63) their body’s, condition – for example, through (64) breast self-examinations or blood pressure checkups. Most important, perhaps, people who are well take active (65) for all matters pertaining to their health. Even people who have a physical disease or handicap may be ‘well’, in this new sense if they make an to maintain the best possible health they can in the face of their physical limitations. ‘Wellness’ may perhaps best not as a state that people can achieve, but as an ideal that people can strive for.
    SPMB-05-64

    15 / 15

    Text IV
    The field of medicine has not traditionally distinguished between someone who is merely ‘not ill’ and someone who is in excellent health and paying attention to the body’s special needs. Both types have (60) been called ‘well’, In recent years, (61) health practitioners (62) . some to apply the terms well and wellness only to those people who are actively striving to maintain and to improve their health. People who are well are concerned with nutrition and exercise, and they make a point of (63) their body’s, condition – for example, through (64) breast self-examinations or blood pressure checkups. Most important, perhaps, people who are well take active (65) for all matters pertaining to their health. Even people who have a physical disease or handicap may be ‘well’, in this new sense if they make an to maintain the best possible health they can in the face of their physical limitations. ‘Wellness’ may perhaps best not as a state that people can achieve, but as an ideal that people can strive for.
    SPMB-05-65

    Your score is

  • Mini TO SNBT 2025 PU [Matematika Sosial]

    13

    Mini TO SNBT 2025 PU [Matematika Sosial]

    Soal cuma 20 dan waktu 20 menit. Kalian boleh mengerjakan dengan alat bantu kalkulator.

    The number of attempts remaining is 3

    Isi dulu data diri yaah

    1 / 20

    21.Neto sebuah karung beras adalah 88.5 kg. Diketahui brutonya adalah 90
    kg. Besar tara adalah … %

    2 / 20

    22.Nita membeli sebuah tas di sebuah toko seharga Rp360.000,00.
    Ternyata harga tersebut telah mendapat diskon sebesar 10%. Harga tas
    sebelum diskon adalah …

    3 / 20

    23.Sebuah jam dijual di sebelah toko dengan harga Rp112.500. Seorang
    membeli jam tersebut dengan harga Rp100.000. Rabat yang diberikan
    adalah …

    4 / 20

    24.Seorang pedagang menjual 3 kuintal beras dengan harga Rp8.800,00
    /kg. Dari hasil penjualan tersebut diperoleh untung sebesar 10%. Modal
    yang harus dikeluarkan untuk membeli beras adalah …

    5 / 20

    25.Seorang pedagang membeli kentang 30 kg dengan harga Rp15.400 per
    kg dan bawang merah sebanyak 42 kg dengan harga Rp12.800.000 per
    kg dari pemasok. Pedagang mendapatkan rabat kentang sebesar 10%
    dan rabat bawang merah sebanyak 5%. Uang yang harus dibayarkan
    pedagang pada pemasok adalah …

    6 / 20

    26.Seorang penulis mendapatkan royalti sebesar Rp10.775.000. Pajak
    penghasilannya sebesar 15%. Uang yang diterima oleh penulis tersebut
    adalah …

    7 / 20

    27.Harga 12 baju adalah Rp510.000. Harga 2 kodi baju adalah …

    8 / 20

    28.Diketahui harga celana Rp80.000 per potong dengan diskon 30% dan
    harga kemejaa Rp60.000 per potong dengan diskon 25%. Harga satu
    celana dan dua kemeja adalah …

    9 / 20

    29.Harga beras jenis A adalah Rp7.500 per kilonya. Harga beras B adalah
    Rp8.100 per kilonya. Selanjutnya 26 kg beras A dan 24 kg beras B
    kemudian dicampur dan dijual dengan harga Rp7.800 per kilonya. Bila
    beras terjual habis, keuntungan yang diperoleh sebesar …

    10 / 20

    30.Pernyataan berikut yang benar adalah …

    11 / 20

    31.Deni menyimpan uang di bank sebesar Rp10.800.000. Besar bunga bank
    setiap tahunnya adalah 8.8%. Tabungan Deni selama setahun menjadi …

    12 / 20

    32.Besar simpanan ayah di bank Rp9.600.000. Besar bunga bank setiap
    tahunnya adalah 8%. Besar tabungan ayah pada bulan ke-6 adalah …

    13 / 20

    33.Eko menyimpan uang sebesar Rp1.000.000. Bunga per tahunnya adalah
    12%. Agar tabungannya menjadi Rp1.100.000 maka Eko harus
    menyimpan uang di bank selama … bulan

    14 / 20

    34.Tika menyimpan uang sebesar Rp2.400.000. Setelah 6 bulan
    tabungannya menjadi Rp2.520.000. Besar bunga per tahun di bank
    tersebut adalah …

    15 / 20

    35.Jumlah tabungan Rido dan Doni adalah Rp2.500.000. Perbandingan
    tabungan Rido dan Doni adalah 11 : 14. Selisih tabungan keduanya
    adalah …

    16 / 20

    36.Setelah setahun tabungan Anik menjadi Rp2.625.000. Besar bunga per
    tahun adalah 5%. Besar tabungan Anik pada awalnya adalah …

    17 / 20

    37.Pada awal Januari 2009 koperasi “Rasa Sayang” mempunyai modal
    sebesar Rp25.000.000. Seluruh modal tersebut dipinjamkan kepada
    anggotanya selama 10 bulan dengan bunga 12% per tahun. Setelah
    seluruh pinjaman dikembalikan, modal koperasi sekarang adalah …

    18 / 20

    38.Budi membeli sepeda seharga Rp180.000. Setelah diperbaiki dengan
    biaya Rp40.000, sepeda dijual dengan harga Rp275.000. Persentase
    keuntungan yang diperoleh adalah …

    19 / 20

    39.Sania pergi ke supermarket bersama ibunya. Ia membeli sepasang
    Sepatu dengan harga Rp150.000 dan sebuah tas sekolah dengan harga
    Rp120.000,00. Jika supermarket tersebut memberi diskon 25% untuk
    Sepatu dan 20% untuk tas, uang yang diberikan Sania adalah …

    20 / 20

    40.Sebuah koperasi memberikan pinjaman dengan bunga 1% setiap
    bulannya. Pak Arjuna meminjam uang sebesar Rp1.000.000 pada
    koperasi dan akan diangsur selama 10 bulan. Besar angsuran yang
    harus dibayar setiap bulannya adalah …

    Your score is

  • Mini TO SNBT 2025 PM [Matematika Sosial]

    19

    Mini TO SNBT 2025 PM [Matematika Sosial]

    Soal cuma 20 dan waktu 20 menit. Kalian boleh mengerjakan dengan alat bantu kalkulator.

    The number of attempts remaining is 3

    Isi dulu data diri yaah

    1 / 20

    1. Seorang pedagang membeli 30 buah kemeja dengan harga
    Rp2.850.000,00. Kemudian kemeja tersebut dijual dengan harga
    Rp96.500,00. Pedagang tersebut mendapatkan …

    2 / 20

    2. Harga beli 48 buah majalah Rp600.000,00. Seluruh majalah tersebut
    dijual Kembali. Setelah dijual, dia mendapatkan untung Rp120.000,00.
    Harga jual sebuah majalah adalah …

    3 / 20

    3. Harga jual sebuah sepeda adalah Rp1.760.000,00. Sepeda tersebut
    terjual dengan keuntungan 10%. Harga beli sepeda tersebut adalah …

    4 / 20

    4. Satu lusin buku tulis dibeli dengan harga Rp28.200,00. Buku tulis
    tersebut dijual Kembali dengan harga Rp2.750,00 per buahnya. Bila
    terjual seluruhnya, keuntungan yang diperoleh adalah …

    5 / 20

    5. Harga beli sebuah tas adalah Rp112.500,00. Seorang pedagang
    menjualnya kembali dengan mengambil keuntungan sebesar 20%.
    Harga jual tas tersebut adalah …

    6 / 20

    6. Sebuah Sepatu dijual dengan harga Rp184.000,00. Penjual mengalami
    kerugian sebesar 3%. Harga beli Sepatu adalah …

    7 / 20

    7. Harga sebuah kain adalah Rp62.500,00. Seorang pedagang menjual
    sekodi kain dengan harga Rp1.310.000,00. Pedagang mengalami … per
    buahnya.

    8 / 20

    8. Seorang pedagang memiliki 24 durian dan 20 melon. Harga sebuah
    durian adalah Rp25.000,00. Harga sebuah melon adalah Rp12.000,00.
    Jika penjual mendapatkan keuntungan 20% dan buah terjual habis
    maka keuntungan yang diperoleh pedagang adalah …

    9 / 20

    9. Harga beli sepeda motor Doni adalah Rp15.000.000. Biaya perbaikannya
    adalah 2.500.000. Motor tersebut dijual kembali dengan harga
    Rp17.000.000. Doni mengalami …

    10 / 20

    10.Pernyataan berikut jelas, Kecuali …

    11 / 20

    11.Sebuah lemari dijual dengan harga Rp640.000,00. Pedagang
    memberikan rabat sebesar 15% kepada pembeli. Uang yang harus
    dibayarkan pembeli kepada penjual adalah …

    12 / 20

    12.Di sebuah toko memberikan diskon sebesar 10% untuk setiap
    pembelian sebesar Rp200.000,00. Kemudian kelebihannya akan
    mendapatkan diskon sebesar 20%. Seorang pembeli berbelanja diskon
    sebesar 20%. Seorang pembeli berbelanja Rp350.000. Uang yang harus
    dibayarkan adalah …

    13 / 20

    13.Harga 1 kg beras adalah Rp7.250. Pak Made membeli 2 kuintal beras.
    Pak Made mendapatkan rabat 10% dari pedagang beras tersebut. Jika
    Pak Made membayar dengan uang sebesar Rp1.320.000 maka uang
    kembaliannya adalah …

    14 / 20

    14.Dalam menyambut libur sekolah, sebuah toko tas memberikan diskon
    sebesar 20% kepada para pembelinya. Harga jual tas adalah
    Rp150.000,00. Namun, bila tas terjual toko masih mendapatkan untung
    10%. Harga beli tas sebenarnya adalah …

    15 / 20

    15.Berat sebuah kardus berisi botol minuman mineral adalah 8 kg.
    Diketahui taranya adalah 5%. Berat bersihnya adalah … gr.

    16 / 20

    16.Berat sebuah karung berisi beras adalah 84 kg. Diketahui taranya adalah
    2.5%. Harga beras per kilonya adalah Rp9.500. Harga beras dalam
    karung tersebut adalah …

    17 / 20

    17.Neto sebuah barang adalah 108 kg. Netonya sama saja dengan 90%
    dari brutonya. Besar brutonya adalah … kg

    18 / 20

    18.Seorang pedagang memiliki 4 buah peti berisi telur dengan harga
    Rp1.225.000. Setiap peti memiliki berat 25 kg. Taranya adalah 2%.
    Keuntungan yang dinginkan adalah 20%. Harga jual setiap kg-nya
    adalah …

    19 / 20

    19.Diketahui bruto sebuah kaleng cat besar 42 kg. Taranya 2%. Berat bersih
    kaleng cat adalah … kg.

    20 / 20

    20.Diketahui satu karung terigu memiliki bruto 80 kg. Diketahui taranya
    adalah 1,2%. Harga per kg terigu Rp9.250. Terigu tersebut terjual
    kepada pembeli dengan rabat 15%. Uang yang harus dibayarkan
    pembeli adalah …

    Your score is

  • Try Out Bahasa Inggris 19 SNBT 2025 [Soal Asli SNBT 04]

    155

    Try Out Bahasa Inggris 19 SNBT 2025 [Soal Asli SNBT 04]

    Anda hanya punya waktu 14 menit untuk mengerjakan 14 soal. Kerjakan dengan bijak dan jujur. Tes ini bagian dari evaluasi Anda menghadapi SNBT 2025. Jangan lupa follow Instagram CHE [Klik di sini]

    The number of attempts remaining is 3

    Isi dulu data diri yaah

    1 / 14

    Text I
    The view that women are better parents than men has shown itself to be true throughout history. This is not to say that men are not of importance in child rearing; indeed, they are most necessary if children are to appreciate fully the roles of both sexes. But women have proven themselves superior parents as a result of their conditioning, their less aggressive nature and their generally better communication skills From the time they are little girls, females learn about nurturing. First with dolls and later perhaps with younger brothers and sisters, girls are given the role of carer. Girls see their mothers in the same roles and so it is natural that they identify this as a female activity. Boys, in contrast, learn competitive roles far removed from what it means to nurture. While boys may dream of adventures, girls’ conditioning means they tend to see the future in terms of raising families. Girls also appear to be less aggressive than boys. In adulthood, it is men, not women, who prove to be the aggressors in crime and in war. Obviously, in raising children, a more patient, gentle manner is preferable to a more aggressive one. Although there certainly exist gentle men and aggressive women, by and large, female are less likely to resort to violence in attempting to solve problems. Finally, women tend to be better communicators than men. This is shown in intelligence tests, where females, on average’, do better in verbal communication than males. Of course, communication is of utmost importance in rearing children, as children tend to learn from and adopt the communication styles of their parents. Thus, while it is all very well to suggest a greater role for men in raising children, let us not forget that women are generally better suited to the parenting role.
    SPMB-04-51
    The main information of the text is about __.

    2 / 14

    Text I
    The view that women are better parents than men has shown itself to be true throughout history. This is not to say that men are not of importance in child rearing; indeed, they are most necessary if children are to appreciate fully the roles of both sexes. But women have proven themselves superior parents as a result of their conditioning, their less aggressive nature and their generally better communication skills From the time they are little girls, females learn about nurturing. First with dolls and later perhaps with younger brothers and sisters, girls are given the role of carer. Girls see their mothers in the same roles and so it is natural that they identify this as a female activity. Boys, in contrast, learn competitive roles far removed from what it means to nurture. While boys may dream of adventures, girls’ conditioning means they tend to see the future in terms of raising families. Girls also appear to be less aggressive than boys. In adulthood, it is men, not women, who prove to be the aggressors in crime and in war. Obviously, in raising children, a more patient, gentle manner is preferable to a more aggressive one. Although there certainly exist gentle men and aggressive women, by and large, female are less likely to resort to violence in attempting to solve problems. Finally, women tend to be better communicators than men. This is shown in intelligence tests, where females, on average’, do better in verbal communication than males. Of course, communication is of utmost importance in rearing children, as children tend to learn from and adopt the communication styles of their parents. Thus, while it is all very well to suggest a greater role for men in raising children, let us not forget that women are generally better suited to the parenting role.
    SPMB-04-52
    As parents, women in general play a more important
    role than men because they are __.

    3 / 14

    Text I
    The view that women are better parents than men has shown itself to be true throughout history. This is not to say that men are not of importance in child rearing; indeed, they are most necessary if children are to appreciate fully the roles of both sexes. But women have proven themselves superior parents as a result of their conditioning, their less aggressive nature and their generally better communication skills From the time they are little girls, females learn about nurturing. First with dolls and later perhaps with younger brothers and sisters, girls are given the role of carer. Girls see their mothers in the same roles and so it is natural that they identify this as a female activity. Boys, in contrast, learn competitive roles far removed from what it means to nurture. While boys may dream of adventures, girls’ conditioning means they tend to see the future in terms of raising families. Girls also appear to be less aggressive than boys. In adulthood, it is men, not women, who prove to be the aggressors in crime and in war. Obviously, in raising children, a more patient, gentle manner is preferable to a more aggressive one. Although there certainly exist gentle men and aggressive women, by and large, female are less likely to resort to violence in attempting to solve problems. Finally, women tend to be better communicators than men. This is shown in intelligence tests, where females, on average’, do better in verbal communication than males. Of course, communication is of utmost importance in rearing children, as children tend to learn from and adopt the communication styles of their parents. Thus, while it is all very well to suggest a greater role for men in raising children, let us not forget that women are generally better suited to the parenting role.
    SPMB-04-53
    Most women are good mothers because they __.

    4 / 14

    Text I
    The view that women are better parents than men has shown itself to be true throughout history. This is not to say that men are not of importance in child rearing; indeed, they are most necessary if children are to appreciate fully the roles of both sexes. But women have proven themselves superior parents as a result of their conditioning, their less aggressive nature and their generally better communication skills From the time they are little girls, females learn about nurturing. First with dolls and later perhaps with younger brothers and sisters, girls are given the role of carer. Girls see their mothers in the same roles and so it is natural that they identify this as a female activity. Boys, in contrast, learn competitive roles far removed from what it means to nurture. While boys may dream of adventures, girls’ conditioning means they tend to see the future in terms of raising families. Girls also appear to be less aggressive than boys. In adulthood, it is men, not women, who prove to be the aggressors in crime and in war. Obviously, in raising children, a more patient, gentle manner is preferable to a more aggressive one. Although there certainly exist gentle men and aggressive women, by and large, female are less likely to resort to violence in attempting to solve problems. Finally, women tend to be better communicators than men. This is shown in intelligence tests, where females, on average’, do better in verbal communication than males. Of course, communication is of utmost importance in rearing children, as children tend to learn from and adopt the communication styles of their parents. Thus, while it is all very well to suggest a greater role for men in raising children, let us not forget that women are generally better suited to the parenting role.
    SPMB-04-54
    The following are the general characteristics of men,
    except _____.

    5 / 14

    Text I
    The view that women are better parents than men has shown itself to be true throughout history. This is not to say that men are not of importance in child rearing; indeed, they are most necessary if children are to appreciate fully the roles of both sexes. But women have proven themselves superior parents as a result of their conditioning, their less aggressive nature and their generally better communication skills From the time they are little girls, females learn about nurturing. First with dolls and later perhaps with younger brothers and sisters, girls are given the role of carer. Girls see their mothers in the same roles and so it is natural that they identify this as a female activity. Boys, in contrast, learn competitive roles far removed from what it means to nurture. While boys may dream of adventures, girls’ conditioning means they tend to see the future in terms of raising families. Girls also appear to be less aggressive than boys. In adulthood, it is men, not women, who prove to be the aggressors in crime and in war. Obviously, in raising children, a more patient, gentle manner is preferable to a more aggressive one. Although there certainly exist gentle men and aggressive women, by and large, female are less likely to resort to violence in attempting to solve problems. Finally, women tend to be better communicators than men. This is shown in intelligence tests, where females, on average’, do better in verbal communication than males. Of course, communication is of utmost importance in rearing children, as children tend to learn from and adopt the communication styles of their parents. Thus, while it is all very well to suggest a greater role for men in raising children, let us not forget that women are generally better suited to the parenting role.
    SPMB-04-55
    According to the text, which of the following
    statements is TRUE about parents in general?

    6 / 14

    Text II
    Tomatoes are full of nutrients and are an especially good source of antioxidant vitamins. In fact, one serving of tomato will give you 40% of your recommended daily allowance of vitamin C. Diets rich in fruit and vegetables are associated with lower risks of many diseases and a diet which includes high intake of tomatoes has been shown to protect against prostate cancer. Tomatoes are by far the richest source of lycopene, a powerful antioxidant, which gives the tomato its red colour. No other food contains this high level of antioxidant. Lycopene is highest in processed tomato foods, such as tomato puree, because they are concentrated.
    SPMB-04-56
    The topic of the above paragraph is

    7 / 14

    Text II
    Tomatoes are full of nutrients and are an especially good source of antioxidant vitamins. In fact, one serving of tomato will give you 40% of your recommended daily allowance of vitamin C. Diets rich in fruit and vegetables are associated with lower risks of many diseases and a diet which includes high intake of tomatoes has been shown to protect against prostate cancer. Tomatoes are by far the richest source of lycopene, a powerful antioxidant, which gives the tomato its red colour. No other food contains this high level of antioxidant. Lycopene is highest in processed tomato foods, such as tomato puree, because they are concentrated.
    SPMB-04-57
    From the text we may conclude that

    8 / 14

    Text III
    While fats have lately acquired a bad image, one should not forget how essential they are. Fats provide the body’s best means of storing energy, a far more efficient energy source than either carbohydrates or proteins. They act as insulation against cold, or cushioning for the internal organs, and as lubricants. Without fats, energy would have no way to utilize fat soluble vitamins. Furthermore, some fats contain fatty acids that contain necessary growth factors and help with the digestion of other foods.
    SPMB-04-58
    The topic of the paragraph is

    9 / 14

    Text III
    While fats have lately acquired a bad image, one should not forget how essential they are. Fats provide the body’s best means of storing energy, a far more efficient energy source than either carbohydrates or proteins. They act as insulation against cold, or cushioning for the internal organs, and as lubricants. Without fats, energy would have no way to utilize fat soluble vitamins. Furthermore, some fats contain fatty acids that contain necessary growth factors and help with the digestion of other foods.
    SPMB-04-59
    The following are the functions of fat, except __

    10 / 14

    Text IV
    We all have certain qualities which according to our environment, develop in a positive or negative manner._(60). selfishness may emerge as unselfishness, kindness and consideration become cruelty and lack of consideration for others, and a (61) constructive person may, through frustration, become _(62)_, and so on. The existing characteristics with which we were born can, therefore, through (63) and good or bad training, become something superficially different, and so apparently contradict the astrologer’s _(64), of the character. Yet the true character will be buried deep under these traits.
    SPMB-04-60

    11 / 14

    Text IV
    We all have certain qualities which according to our environment, develop in a positive or negative manner._(60). selfishness may emerge as unselfishness, kindness and consideration become cruelty and lack of consideration for others, and a (61) constructive person may, through frustration, become _(62)_, and so on. The existing characteristics with which we were born can, therefore, through (63) and good or bad training, become something superficially different, and so apparently contradict the astrologer’s _(64), of the character. Yet the true character will be buried deep under these traits.
    SPMB-04-61

    12 / 14

    Text IV
    We all have certain qualities which according to our environment, develop in a positive or negative manner._(60). selfishness may emerge as unselfishness, kindness and consideration become cruelty and lack of consideration for others, and a (61) constructive person may, through frustration, become _(62)_, and so on. The existing characteristics with which we were born can, therefore, through (63) and good or bad training, become something superficially different, and so apparently contradict the astrologer’s _(64), of the character. Yet the true character will be buried deep under these traits.
    SPMB-04-62

    13 / 14

    Text IV
    We all have certain qualities which according to our environment, develop in a positive or negative manner._(60). selfishness may emerge as unselfishness, kindness and consideration become cruelty and lack of consideration for others, and a (61) constructive person may, through frustration, become _(62)_, and so on. The existing characteristics with which we were born can, therefore, through (63) and good or bad training, become something superficially different, and so apparently contradict the astrologer’s _(64), of the character. Yet the true character will be buried deep under these traits.
    SPMB-04-63

    14 / 14

    Text IV
    We all have certain qualities which according to our environment, develop in a positive or negative manner._(60). selfishness may emerge as unselfishness, kindness and consideration become cruelty and lack of consideration for others, and a (61) constructive person may, through frustration, become _(62)_, and so on. The existing characteristics with which we were born can, therefore, through (63) and good or bad training, become something superficially different, and so apparently contradict the astrologer’s _(64), of the character. Yet the true character will be buried deep under these traits.
    SPMB-04-64

    Your score is

  • PPU PBM 08 Persiapan SNBT 2025

    35

    PPU PBM 08 Persiapan SNBT 2025

    Ada 24 soal harus selsai 28 menit. Semangat semoga bisa lulus SNBT 2025.

    The number of attempts remaining is 3

    Isi dulu data diri yaah

    1 / 25

    Tangkasi merupakan satwa primata keturunan satwa purba. Tangkasi yang termasuk spesies tarsius ini disebut juga binatang hantu yang lucu. Bentuk dan anatomi binatang ini mirip monyet. Mukanya lucu karena sepasang matanya yang besar mencolok dan besar kupingnya tegak yang tak proporsional dengan mukanya yang kecil. Tubuhnya yang berbulu halus abu-abu kekuningan dan berkilat hanya setinggi 9,5 – 14 sentimeter dengan jumbaian bulu di ujung yang mirip kuas. Tangkasi ini termasuk kelas mamalia atau binatang menyusui. Dilihat dari jenis makanannya, binatang ini termasuk insektivora dan juga karnivora. Oleh sebab itu, selain mengudap serangga seperti semut, kecoa dan kalajengking, primata ini juga gemar memakan cecak, tikus kecil, bahkan burung-burng kecil. Tangkasi adalah binatang malam. Jika hari mulai gelap, mereka bergentayangan dan meloncat-loncat mencari makanan. Menjelang munculnya surya pagi, mereka cepat-cepat masuk sarang lagi. Tangkasi ini merupakan salah satu satwa endemik khas Sulawesi. Sebetulnya tangkasi termasuk spesies tarsius ini juga terbesar di Sumatra, Kalimantan, dan di kepulauan Maluku. Karena spesies ini termasuk satwa purba dan khas Indonesia khusus Sulawesi, wajarlah satwa liar ini menjadi sasaran kaum peneliti internasional.
    01. Tema wacana di atas adalah sebagai
    berikut ….

    2 / 25

    Tangkasi merupakan satwa primata keturunan satwa purba. Tangkasi yang termasuk spesies tarsius ini disebut juga binatang hantu yang lucu. Bentuk dan anatomi binatang ini mirip monyet. Mukanya lucu karena sepasang matanya yang besar mencolok dan besar kupingnya tegak yang tak proporsional dengan mukanya yang kecil. Tubuhnya yang berbulu halus abu-abu kekuningan dan berkilat hanya setinggi 9,5 – 14 sentimeter dengan jumbaian bulu di ujung yang mirip kuas. Tangkasi ini termasuk kelas mamalia atau binatang menyusui. Dilihat dari jenis makanannya, binatang ini termasuk insektivora dan juga karnivora. Oleh sebab itu, selain mengudap serangga seperti semut, kecoa dan kalajengking, primata ini juga gemar memakan cecak, tikus kecil, bahkan burung-burng kecil. Tangkasi adalah binatang malam. Jika hari mulai gelap, mereka bergentayangan dan meloncat-loncat mencari makanan. Menjelang munculnya surya pagi, mereka cepat-cepat masuk sarang lagi. Tangkasi ini merupakan salah satu satwa endemik khas Sulawesi. Sebetulnya tangkasi termasuk spesies tarsius ini juga terbesar di Sumatra, Kalimantan, dan di kepulauan Maluku. Karena spesies ini termasuk satwa purba dan khas Indonesia khusus Sulawesi, wajarlah satwa liar ini menjadi sasaran kaum peneliti internasional.
    02. Tangkasi adalah ….

    3 / 25

    Tangkasi merupakan satwa primata keturunan satwa purba. Tangkasi yang termasuk spesies tarsius ini disebut juga binatang hantu yang lucu. Bentuk dan anatomi binatang ini mirip monyet. Mukanya lucu karena sepasang matanya yang besar mencolok dan besar kupingnya tegak yang tak proporsional dengan mukanya yang kecil. Tubuhnya yang berbulu halus abu-abu kekuningan dan berkilat hanya setinggi 9,5 – 14 sentimeter dengan jumbaian bulu di ujung yang mirip kuas. Tangkasi ini termasuk kelas mamalia atau binatang menyusui. Dilihat dari jenis makanannya, binatang ini termasuk insektivora dan juga karnivora. Oleh sebab itu, selain mengudap serangga seperti semut, kecoa dan kalajengking, primata ini juga gemar memakan cecak, tikus kecil, bahkan burung-burng kecil. Tangkasi adalah binatang malam. Jika hari mulai gelap, mereka bergentayangan dan meloncat-loncat mencari makanan. Menjelang munculnya surya pagi, mereka cepat-cepat masuk sarang lagi. Tangkasi ini merupakan salah satu satwa endemik khas Sulawesi. Sebetulnya tangkasi termasuk spesies tarsius ini juga terbesar di Sumatra, Kalimantan, dan di kepulauan Maluku. Karena spesies ini termasuk satwa purba dan khas Indonesia khusus Sulawesi, wajarlah satwa liar ini menjadi sasaran kaum peneliti internasional.
    03. Tangkasi menjadi sasaran kaum peneliti
    internasional karena alasan sebagai berikut,
    KECUALI ….

    4 / 25

    Tangkasi merupakan satwa primata keturunan satwa purba. Tangkasi yang termasuk spesies tarsius ini disebut juga binatang hantu yang lucu. Bentuk dan anatomi binatang ini mirip monyet. Mukanya lucu karena sepasang matanya yang besar mencolok dan besar kupingnya tegak yang tak proporsional dengan mukanya yang kecil. Tubuhnya yang berbulu halus abu-abu kekuningan dan berkilat hanya setinggi 9,5 – 14 sentimeter dengan jumbaian bulu di ujung yang mirip kuas. Tangkasi ini termasuk kelas mamalia atau binatang menyusui. Dilihat dari jenis makanannya, binatang ini termasuk insektivora dan juga karnivora. Oleh sebab itu, selain mengudap serangga seperti semut, kecoa dan kalajengking, primata ini juga gemar memakan cecak, tikus kecil, bahkan burung-burng kecil. Tangkasi adalah binatang malam. Jika hari mulai gelap, mereka bergentayangan dan meloncat-loncat mencari makanan. Menjelang munculnya surya pagi, mereka cepat-cepat masuk sarang lagi. Tangkasi ini merupakan salah satu satwa endemik khas Sulawesi. Sebetulnya tangkasi termasuk spesies tarsius ini juga terbesar di Sumatra, Kalimantan, dan di kepulauan Maluku. Karena spesies ini termasuk satwa purba dan khas Indonesia khusus Sulawesi, wajarlah satwa liar ini menjadi sasaran kaum peneliti internasional.
    04. Ciri-ciri binatang malam di antaranya ….

    5 / 25

    05. Penggunaan huruf kapital yang benar
    terdapat pada kalimat ….

    6 / 25

    06. Pemakaian huruf miring atau garis bawah
    dibenarkan, KECUALI untuk ….

    7 / 25

    07. Penulisan kata bilangan yang benar terdapat
    pada kalimat ….

    8 / 25

    08. Penggunaan tanda baca yang salah terdapat
    dalam kalimat ….

    9 / 25

    09. Makna reduplikasi pada kata mobil-mobilan
    dalam kalimat Ketika kecil, kami sering membuat
    mobil-mobilan dari kulit jeruk bali, terdapat pula
    pada kalimat ….

    10 / 25

    10. Fungsi afiksasi yang terdapat pada kata yang
    menutupi dalam kalimat Asap tebal manutupi
    berbagai wilayah Indonesia sama dengan fungsi
    afiksasi pada kata yang bercetak miring
    dalam kalimat berikut ….

    11 / 25

    11. Fungsi ber-an pada kata bertabrakan dalam
    kaliamat Pagi tadi ada mobil bertabrakan sama
    dengan ber-an pada kalimat ….

    12 / 25

    12. Kalimat-kalimat di bawah ini mempunyai
    pola kalimat sama, KECUALI ….

    13 / 25

    13. Kata-kata yang bersinonim adalah ….

    14 / 25

    14. Pribahasa Laksana apung dipermainkan
    gelombang mengungkapkan makna ….

    15 / 25

    15. Kalimat-kalimat berikut berupa fakta
    adalah ….

    16 / 25

    16. Wawasan Nusantara tidak hanya bertujuan untuk
    mewujudkan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia
    saja, tetapi juga ikut serta dalam mewujudkan
    kebahagiaan bagi seluruh umat manusia.
    Penggunaan kata pada kalimat ini dapat
    dihemat dengan menghilangkan ….

    17 / 25

    17. Berbagai musibah menimpa negeri kita secara
    berturut-turut. Kosa kata yang tepat untuk
    menyatakan perasaan tertentu akibat
    musibah tersebut ….

    18 / 25

    18. Kalimat yang menggunakan ragam bahasa
    baku adalah ….

    19 / 25

    19. Akhir-akhir ini tidak sedikit buruh berbagai
    perusahaan yang dibeerhentikan.
    Tidak aneh jika kerusuhan mudah sekali muncul.
    Konjungsi yang tidak tepat untuk
    menggabungkan kalimat di atas ialah ….

    20 / 25

    20. Semua penderita jantung tidak boleh bekerja keras.
    Cicilia penderita jantung. Jadi Cicilia tidak boleh
    bekerja keras.
    Cara penalaran untuk tiba pada simpulan
    seperti di atas disebut ….

    21 / 25

    21. Kalimat yang terdapat dalam sebuah laporan
    ilmiah adalah ….

    22 / 25

    Rasa sakit pada lambung dan usus halus dapat dicetuskan oleh faktor psikologis seperti perasaan tegang atau stres. Pada beberapa penderita, keluhannya hanya terasa di sekitar lambung dan usus halus. Namun, dalam banyak kasus, ganguannya dapat terasa pada seluruh proses pencernaan. Dalam banyak hal, pola makan serasi dapat untuk memperbaiki proses pencernaan penderita, tetapi tidak untuk gangguan psikologis nya. Jalan keluar yang memungkinkan adalah mengombinasikan makanan serasi dengana terapi relaksassi secara tepat. Misalnya, pijaat refleksi untuk mengendurkan ketegangan pada lambung dan usus halus yang secara tidak langsung juga membantu memperbaiki sistem syaraf.
    22. Simpulan yang dapat ditarik dari paragraf itu adalah ….

    23 / 25

    23. Bentuk kalimat-kalimat di bawah ini
    mengalami kerancuan, KECUALI ….

    24 / 25

    24. “Semakin besar orang memiliki kesempatan untuk
    bertindak, semakain besar pula godaan untuk
    berbuat korupsi.”
    Pernyataan di atas mengandung makna yang
    sama dengan ….

    25 / 25

    25. Membengkokluruskan nilai, hati nurani dan
    kebenaran merupakan bentuk korupsi nonfinansial.
    Tindakan berikut yang jelas-jelas merupakan
    korupsi finansial adalah ….

    Your score is

  • Try Out Bahasa Inggris 19 SNBT 2025 [Soal Asli SNBT 03]

    59

    Try Out Bahasa Inggris 19 SNBT 2025 [Soal Asli SNBT 03]

    Anda hanya punya waktu 14 menit untuk mengerjakan 14 soal. Kerjakan dengan bijak dan jujur. Tes ini bagian dari evaluasi Anda menghadapi SNBT 2025. Jangan lupa follow Instagram CHE [Klik di sini]

    The number of attempts remaining is 3

    Isi dulu data diri yaah

    1 / 14

    Text I
    Nobody actually wants to hurt the feelings of others but, as business becomes ever more international, it is increasingly easy to get it wrong. There may be a single European market but it does not mean that managers behave the same in Greece as they do in Denmark.

    In Many European countries handshaking is an automatic gesture. In France good manners require that on arriving at a business meeting a manager shakes hands with everyone present. This can be a demanding task and, in a crowded room, may require great efforts if the farthest hand is to be reached.

    Handshaking is almost as popular in other countries – including Germany, Belgium, and Italy. But Northern Europeans, such as the British and Scandinavians, are not quite so fond of physical demonstrations of friendliness.

    In Europe the most common challenge is not the content of the food, but the way you behave as you eat. Some things are just not done. In France it is not good manners to raise questions of business over the main course. Business has its place; after the cheese course. Unless you are prepared to eat in silence you have to talk about something -something, that is, other than the business deal which you are continually thinking about.

    In Germany, as you walk sadly back to your hotel room, you may wonder why your apparently friendly hosts have not invited you out for the evening. Don’t worry, it is probably nothing personal. Germans do not entertain business people with quite the same enthusiasm as some of their European counterparts.

    The Germans are also notable for the amount of formality they bring to business. As an outsider, it is often difficult to know whether colleagues have been working together for 30 years or have just met in the lift. If you are used to calling people by their first names this can be a little strange. To the Germans, titles are important. Forgetting that someone should be called Herr Doctor or Frau Direktorin might cause serious offence. It is equally offensive to call them by a title they do not possess.

    These cultural challenges exist side by side with the problems of doing business in a foreign language. Language, of course, is full of difficulties – disaster may be only a syllable away, But the more you know of the culture of the country you are dealing with, the less likely you are to get into difficulties. It is worth the efforts. It might be rather hard to explain that the reason you lost the contract was not the product of the price, but the fact that you offended your hosts in a light-hearted comment over the wine served. Good manners are admired but they can also make or break the deal.
    SPMB-03-51
    The topic of the text is ___.

    2 / 14

    Text I
    Nobody actually wants to hurt the feelings of others but, as business becomes ever more international, it is increasingly easy to get it wrong. There may be a single European market but it does not mean that managers behave the same in Greece as they do in Denmark.

    In Many European countries handshaking is an automatic gesture. In France good manners require that on arriving at a business meeting a manager shakes hands with everyone present. This can be a demanding task and, in a crowded room, may require great efforts if the farthest hand is to be reached.

    Handshaking is almost as popular in other countries – including Germany, Belgium, and Italy. But Northern Europeans, such as the British and Scandinavians, are not quite so fond of physical demonstrations of friendliness.

    In Europe the most common challenge is not the content of the food, but the way you behave as you eat. Some things are just not done. In France it is not good manners to raise questions of business over the main course. Business has its place; after the cheese course. Unless you are prepared to eat in silence you have to talk about something -something, that is, other than the business deal which you are continually thinking about.

    In Germany, as you walk sadly back to your hotel room, you may wonder why your apparently friendly hosts have not invited you out for the evening. Don’t worry, it is probably nothing personal. Germans do not entertain business people with quite the same enthusiasm as some of their European counterparts.

    The Germans are also notable for the amount of formality they bring to business. As an outsider, it is often difficult to know whether colleagues have been working together for 30 years or have just met in the lift. If you are used to calling people by their first names this can be a little strange. To the Germans, titles are important. Forgetting that someone should be called Herr Doctor or Frau Direktorin might cause serious offence. It is equally offensive to call them by a title they do not possess.

    These cultural challenges exist side by side with the problems of doing business in a foreign language. Language, of course, is full of difficulties – disaster may be only a syllable away, But the more you know of the culture of the country you are dealing with, the less likely you are to get into difficulties. It is worth the efforts. It might be rather hard to explain that the reason you lost the contract was not the product of the price, but the fact that you offended your hosts in a light-hearted comment over the wine served. Good manners are admired but they can also make or break the deal.
    SPMB-03-52
    Which of the following statements is NOT TRUE
    about handshaking?

    3 / 14

    Text I
    Nobody actually wants to hurt the feelings of others but, as business becomes ever more international, it is increasingly easy to get it wrong. There may be a single European market but it does not mean that managers behave the same in Greece as they do in Denmark.

    In Many European countries handshaking is an automatic gesture. In France good manners require that on arriving at a business meeting a manager shakes hands with everyone present. This can be a demanding task and, in a crowded room, may require great efforts if the farthest hand is to be reached.

    Handshaking is almost as popular in other countries – including Germany, Belgium, and Italy. But Northern Europeans, such as the British and Scandinavians, are not quite so fond of physical demonstrations of friendliness.

    In Europe the most common challenge is not the content of the food, but the way you behave as you eat. Some things are just not done. In France it is not good manners to raise questions of business over the main course. Business has its place; after the cheese course. Unless you are prepared to eat in silence you have to talk about something -something, that is, other than the business deal which you are continually thinking about.

    In Germany, as you walk sadly back to your hotel room, you may wonder why your apparently friendly hosts have not invited you out for the evening. Don’t worry, it is probably nothing personal. Germans do not entertain business people with quite the same enthusiasm as some of their European counterparts.

    The Germans are also notable for the amount of formality they bring to business. As an outsider, it is often difficult to know whether colleagues have been working together for 30 years or have just met in the lift. If you are used to calling people by their first names this can be a little strange. To the Germans, titles are important. Forgetting that someone should be called Herr Doctor or Frau Direktorin might cause serious offence. It is equally offensive to call them by a title they do not possess.

    These cultural challenges exist side by side with the problems of doing business in a foreign language. Language, of course, is full of difficulties – disaster may be only a syllable away, But the more you know of the culture of the country you are dealing with, the less likely you are to get into difficulties. It is worth the efforts. It might be rather hard to explain that the reason you lost the contract was not the product of the price, but the fact that you offended your hosts in a light-hearted comment over the wine served. Good manners are admired but they can also make or break the deal.
    SPMB-03-53
    As business has become more international, ___.

    4 / 14

    Text I
    Nobody actually wants to hurt the feelings of others but, as business becomes ever more international, it is increasingly easy to get it wrong. There may be a single European market but it does not mean that managers behave the same in Greece as they do in Denmark.

    In Many European countries handshaking is an automatic gesture. In France good manners require that on arriving at a business meeting a manager shakes hands with everyone present. This can be a demanding task and, in a crowded room, may require great efforts if the farthest hand is to be reached.

    Handshaking is almost as popular in other countries – including Germany, Belgium, and Italy. But Northern Europeans, such as the British and Scandinavians, are not quite so fond of physical demonstrations of friendliness.

    In Europe the most common challenge is not the content of the food, but the way you behave as you eat. Some things are just not done. In France it is not good manners to raise questions of business over the main course. Business has its place; after the cheese course. Unless you are prepared to eat in silence you have to talk about something -something, that is, other than the business deal which you are continually thinking about.

    In Germany, as you walk sadly back to your hotel room, you may wonder why your apparently friendly hosts have not invited you out for the evening. Don’t worry, it is probably nothing personal. Germans do not entertain business people with quite the same enthusiasm as some of their European counterparts.

    The Germans are also notable for the amount of formality they bring to business. As an outsider, it is often difficult to know whether colleagues have been working together for 30 years or have just met in the lift. If you are used to calling people by their first names this can be a little strange. To the Germans, titles are important. Forgetting that someone should be called Herr Doctor or Frau Direktorin might cause serious offence. It is equally offensive to call them by a title they do not possess.

    These cultural challenges exist side by side with the problems of doing business in a foreign language. Language, of course, is full of difficulties – disaster may be only a syllable away, But the more you know of the culture of the country you are dealing with, the less likely you are to get into difficulties. It is worth the efforts. It might be rather hard to explain that the reason you lost the contract was not the product of the price, but the fact that you offended your hosts in a light-hearted comment over the wine served. Good manners are admired but they can also make or break the deal.
    SPMB-03-54
    A noticeable cultural difference in one of the European
    countries is ___.

    5 / 14

    Text I
    Nobody actually wants to hurt the feelings of others but, as business becomes ever more international, it is increasingly easy to get it wrong. There may be a single European market but it does not mean that managers behave the same in Greece as they do in Denmark.

    In Many European countries handshaking is an automatic gesture. In France good manners require that on arriving at a business meeting a manager shakes hands with everyone present. This can be a demanding task and, in a crowded room, may require great efforts if the farthest hand is to be reached.

    Handshaking is almost as popular in other countries – including Germany, Belgium, and Italy. But Northern Europeans, such as the British and Scandinavians, are not quite so fond of physical demonstrations of friendliness.

    In Europe the most common challenge is not the content of the food, but the way you behave as you eat. Some things are just not done. In France it is not good manners to raise questions of business over the main course. Business has its place; after the cheese course. Unless you are prepared to eat in silence you have to talk about something -something, that is, other than the business deal which you are continually thinking about.

    In Germany, as you walk sadly back to your hotel room, you may wonder why your apparently friendly hosts have not invited you out for the evening. Don’t worry, it is probably nothing personal. Germans do not entertain business people with quite the same enthusiasm as some of their European counterparts.

    The Germans are also notable for the amount of formality they bring to business. As an outsider, it is often difficult to know whether colleagues have been working together for 30 years or have just met in the lift. If you are used to calling people by their first names this can be a little strange. To the Germans, titles are important. Forgetting that someone should be called Herr Doctor or Frau Direktorin might cause serious offence. It is equally offensive to call them by a title they do not possess.

    These cultural challenges exist side by side with the problems of doing business in a foreign language. Language, of course, is full of difficulties – disaster may be only a syllable away, But the more you know of the culture of the country you are dealing with, the less likely you are to get into difficulties. It is worth the efforts. It might be rather hard to explain that the reason you lost the contract was not the product of the price, but the fact that you offended your hosts in a light-hearted comment over the wine served. Good manners are admired but they can also make or break the deal.
    SPMB-03-55
    A businessman might fail in doing business overseas
    because he ___.

    6 / 14

    Text II
    Good ideas often start with a really silly question. Bill Bowerman was making breakfast one day. As he stood there making waffle for his son, he wondered what would happen if he poured rubber into his waffle iron. So, he tried it and the result looked something like the bottom of most sports shoes we see today. Still, when he took this idea to several existing shoe companies he was literally laughed at. In fact, every single company turned him down. Though rather disappointed, Bowerman was determined and went on to form his own company, making NIKE athletic shoes,
    SPMB-03-56
    The text tells us about _____ .

    7 / 14

    Text II
    Good ideas often start with a really silly question. Bill Bowerman was making breakfast one day. As he stood there making waffle for his son, he wondered what would happen if he poured rubber into his waffle iron. So, he tried it and the result looked something like the bottom of most sports shoes we see today. Still, when he took this idea to several existing shoe companies he was literally laughed at. In fact, every single company turned him down. Though rather disappointed, Bowerman was determined and went on to form his own company, making NIKE athletic shoes,
    SPMB-03-57
    It can be concluded from the text that _____ .

    8 / 14

    Text III
    In the last few thousand years many civilizations have risen to a high level of development and then collapsed. As far as we know none of them had such a sophisticated technology as we developed, but nevertheless they produced remarkable and long lasting artifacts, such as the great pyramids and the sphinx of Egypt, the arch at Ctesiphon and the extra ordinary stone constructions of Middle America. The civilization of Knossos in Crete even had plumbing on the third floor. Some of these civilizations were destroyed by barbarian invasions, others by earthquakes, fires or other disasters and some in Mexico apparently collapsed purely as a result of the irreversible growth of top heavy bureaucracy. In all of them, however, their collapse has had a central case, which was the run down or degeneration of the overall motivation, spirit, or ethos of the social system.
    SPMB-03-58
    The general reason for the collapse of all these ancient civilizations is ___.

    9 / 14

    Text III
    In the last few thousand years many civilizations have risen to a high level of development and then collapsed. As far as we know none of them had such a sophisticated technology as we developed, but nevertheless they produced remarkable and long lasting artifacts, such as the great pyramids and the sphinx of Egypt, the arch at Ctesiphon and the extra ordinary stone constructions of Middle America. The civilization of Knossos in Crete even had plumbing on the third floor. Some of these civilizations were destroyed by barbarian invasions, others by earthquakes, fires or other disasters and some in Mexico apparently collapsed purely as a result of the irreversible growth of top heavy bureaucracy. In all of them, however, their collapse has had a central case, which was the run down or degeneration of the overall motivation, spirit, or ethos of the social system.
    SPMB-03-59
    The topic of the paragraph is ___.

    10 / 14

    Text IV
    Most people who have a sweet tooth consume the equivalent of 20 teaspoons of sugar a day. For the (60) …. person, there’s nothing wrong with sugar by itself, unless all the sweet foods in your dally diet are keeping you from eating and drinking the (61) … foods you need. (62) … for people who are trying to lose weight, or have to watch their blood sugar because of diabetes, too much sugar can be a problem. That is where artificial sweeteners can come in handy. These low-calorie sweeteners, reports the International Food Information Council, are (63) … to use, provide sweetness without calories, and provide a choice of sweet food. The (64) … artificial sweeteners include acesulfame potassium, aspartame, sucralose, d-tagatose and saccharin.
    SPMB-03-60

    11 / 14

    Text IV
    Most people who have a sweet tooth consume the equivalent of 20 teaspoons of sugar a day. For the (60) …. person, there’s nothing wrong with sugar by itself, unless all the sweet foods in your dally diet are keeping you from eating and drinking the (61) … foods you need. (62) … for people who are trying to lose weight, or have to watch their blood sugar because of diabetes, too much sugar can be a problem. That is where artificial sweeteners can come in handy. These low-calorie sweeteners, reports the International Food Information Council, are (63) … to use, provide sweetness without calories, and provide a choice of sweet food. The (64) … artificial sweeteners include acesulfame potassium, aspartame, sucralose, d-tagatose and saccharin.
    SPMB-03-61

    12 / 14

    Text IV
    Most people who have a sweet tooth consume the equivalent of 20 teaspoons of sugar a day. For the (60) …. person, there’s nothing wrong with sugar by itself, unless all the sweet foods in your dally diet are keeping you from eating and drinking the (61) … foods you need. (62) … for people who are trying to lose weight, or have to watch their blood sugar because of diabetes, too much sugar can be a problem. That is where artificial sweeteners can come in handy. These low-calorie sweeteners, reports the International Food Information Council, are (63) … to use, provide sweetness without calories, and provide a choice of sweet food. The (64) … artificial sweeteners include acesulfame potassium, aspartame, sucralose, d-tagatose and saccharin.
    SPMB-03-62

    13 / 14

    Text IV
    Most people who have a sweet tooth consume the equivalent of 20 teaspoons of sugar a day. For the (60) …. person, there’s nothing wrong with sugar by itself, unless all the sweet foods in your dally diet are keeping you from eating and drinking the (61) … foods you need. (62) … for people who are trying to lose weight, or have to watch their blood sugar because of diabetes, too much sugar can be a problem. That is where artificial sweeteners can come in handy. These low-calorie sweeteners, reports the International Food Information Council, are (63) … to use, provide sweetness without calories, and provide a choice of sweet food. The (64) … artificial sweeteners include acesulfame potassium, aspartame, sucralose, d-tagatose and saccharin.
    SPMB-03-63

    14 / 14

    Text IV
    Most people who have a sweet tooth consume the equivalent of 20 teaspoons of sugar a day. For the (60) …. person, there’s nothing wrong with sugar by itself, unless all the sweet foods in your dally diet are keeping you from eating and drinking the (61) … foods you need. (62) … for people who are trying to lose weight, or have to watch their blood sugar because of diabetes, too much sugar can be a problem. That is where artificial sweeteners can come in handy. These low-calorie sweeteners, reports the International Food Information Council, are (63) … to use, provide sweetness without calories, and provide a choice of sweet food. The (64) … artificial sweeteners include acesulfame potassium, aspartame, sucralose, d-tagatose and saccharin.
    SPMB-03-64

    Your score is

  • Try Out SNBT 2025 Literasi Bahasa Indonesia 8

    35

    Try Out SNBT 2025 Literasi Bahasa Indonesia 8

    Ada 20 soal dengan waktu 27 menit. Kerjakan dengan jujur karena ini bagian dari evaluasi.

    The number of attempts remaining is 3

    Isi dulu data diri yaah

    1 / 20

    BACAAN 1
    Dua unggulan dunia bertanding, dan tidak kalah seru dari pertandingan tinju, event ini diliputi besar-besaran oleh medis elektronik nasional. Bahkan sponsornya, Intel Corp, mengembangkan situs web yang memungkinkan peminat mengamati pertandingan langsung melalui internet. Empat kali seminggu, sekitar dua ratus penonton duduk pada dereran kursi-kursi plastik, di dalam ruang setinggi awan, lantai ke-107 di puncak. Word Trade Center New York . Penonton kadangkadang terpukau penuh perhatian, mengikuti komentator yang fasih, Maurice Ashley, menganalisis langkah mengejutkan yang diambil Anand. Master internasional yang orang Amerika berkulit hitam ini, memandu penonton melewati setiap pertandingan menggunakan insight seorang pecatur ulung dan dengan entusiasme pandangan mata sepakbola. Meskipun ada juga penjual minuman, taruhan, dan undian bagi penonton, suasan tontonan yang satu ini lebih reflektif daripada bersorak-sorai. Pertandingan catur memang bukan untuk ditonton, melainkan diamati dan dianalis.

    Di dalam “ring” kaca itu sendiri suasana hening, penuh konsentrasi. Kasparov, 32 tahun, tampak lebih seperti petinju daripada intelektual kelas berat. Rambutnya yang dipotong cepak bertabur uban, menjual pigura wajah persegi yang keras lugas. Merunduk seperti benteng menghadapi matador, kepalanya nyaris di atas atas papan catur. Ia merenungi langkah demi langkah dengan penuh perhitungan. Bernaung di bawah alis dan keningnya yang menjorok ke depan, matanya yang tajam memancarkan pandangan yang mirip sinar laser yang sekan-akan dapat melelehkan bidak-bidak Anand. Sebaliknya, Anand si penantang, 25 tahun, bertopang dagu dan berkaca mata, tampak seperti akuntan yang lagi kerja keras mempelajari dengan jeli kolom-kolom perhitungan yang rumit.

    Kasparov memasuki turnamen sebagai unggulan favorit. Namun demikian lambat laun terbukti ia tidak dapat segera menumbangkan lawannya seperti yang dilakukan terhadap Nigel Short tahun 1993 dulu. Ia danAnand melampaui rekor delapan kali berturut- turut bermain seri. Kedua pemain bermain konservatif sejak awal turnamen mungkin dampak daya pikat satu juta dolar bagi pemenang. “permainan Anand lain daripada biasanya, yang gancar dengan serangan. Kali ini ia sangat hati- hati,” komentar salah satu grand master. Anand mematahkan rangkaian seri pada langkah ke-27, membuat kasparov bertekuk lutut setelah mengorbankan satu benteng untuk satu kuda. KemenanganAnand merupakan perkembangan yang menggairahkan bagi para pendukungnya, yang tadinya mimpi pun tidak. Peringkat unggulan dalam catur selama ini didominasi Negara yang dulu disebut Uni Soviet. Dari dua belas juara dunia, Anand adalah satusatunya yang lahir di luar Blok Timur. Jadi kalah atau menang, bertahan pada babak ke- sembilan merupakan prestasi yang menggetarkan. Di India, unggulnya Anand membangkitkan kembali dunia catur di negeri yang mungkin tempat kelahirannya 2.000 tahun yang lalu. Baru-baru ini di Madras diadakan pertandingan catur siswa-siswa sekolah yang biasanya pesertanya sekitar dua puluhan, kali ini mencapai 600 siswa.

    Bagi Anand, dorongan untuk menang jauh lebih besar daripada Kasparov. Bagi Kasparov, taruhannya hanyalah satu juta dolar, sedang bagi Anand, segala-galanya, termasuk hidupnya. Bagi Kasparov menang kalah tidak menjadi soal, karena ia telah memenangkan sesuatu yang lain. Kemilau dan gemerlap kejuaraan, yang merupakan cerminan kepribadian Kasparov, mendatangkan nilai komersial baginya. Seperti pahlawan sport yang lain, ketenarannya mendatangkan rejeki, label namanya tertempel sebagai merek komputer catur.
    21. Apa peran MauriceAshley? Seorang

    2 / 20

    BACAAN 1
    Dua unggulan dunia bertanding, dan tidak kalah seru dari pertandingan tinju, event ini diliputi besar-besaran oleh medis elektronik nasional. Bahkan sponsornya, Intel Corp, mengembangkan situs web yang memungkinkan peminat mengamati pertandingan langsung melalui internet. Empat kali seminggu, sekitar dua ratus penonton duduk pada dereran kursi-kursi plastik, di dalam ruang setinggi awan, lantai ke-107 di puncak. Word Trade Center New York . Penonton kadangkadang terpukau penuh perhatian, mengikuti komentator yang fasih, Maurice Ashley, menganalisis langkah mengejutkan yang diambil Anand. Master internasional yang orang Amerika berkulit hitam ini, memandu penonton melewati setiap pertandingan menggunakan insight seorang pecatur ulung dan dengan entusiasme pandangan mata sepakbola. Meskipun ada juga penjual minuman, taruhan, dan undian bagi penonton, suasan tontonan yang satu ini lebih reflektif daripada bersorak-sorai. Pertandingan catur memang bukan untuk ditonton, melainkan diamati dan dianalis.

    Di dalam “ring” kaca itu sendiri suasana hening, penuh konsentrasi. Kasparov, 32 tahun, tampak lebih seperti petinju daripada intelektual kelas berat. Rambutnya yang dipotong cepak bertabur uban, menjual pigura wajah persegi yang keras lugas. Merunduk seperti benteng menghadapi matador, kepalanya nyaris di atas atas papan catur. Ia merenungi langkah demi langkah dengan penuh perhitungan. Bernaung di bawah alis dan keningnya yang menjorok ke depan, matanya yang tajam memancarkan pandangan yang mirip sinar laser yang sekan-akan dapat melelehkan bidak-bidak Anand. Sebaliknya, Anand si penantang, 25 tahun, bertopang dagu dan berkaca mata, tampak seperti akuntan yang lagi kerja keras mempelajari dengan jeli kolom-kolom perhitungan yang rumit.

    Kasparov memasuki turnamen sebagai unggulan favorit. Namun demikian lambat laun terbukti ia tidak dapat segera menumbangkan lawannya seperti yang dilakukan terhadap Nigel Short tahun 1993 dulu. Ia danAnand melampaui rekor delapan kali berturut- turut bermain seri. Kedua pemain bermain konservatif sejak awal turnamen mungkin dampak daya pikat satu juta dolar bagi pemenang. “permainan Anand lain daripada biasanya, yang gancar dengan serangan. Kali ini ia sangat hati- hati,” komentar salah satu grand master. Anand mematahkan rangkaian seri pada langkah ke-27, membuat kasparov bertekuk lutut setelah mengorbankan satu benteng untuk satu kuda. KemenanganAnand merupakan perkembangan yang menggairahkan bagi para pendukungnya, yang tadinya mimpi pun tidak. Peringkat unggulan dalam catur selama ini didominasi Negara yang dulu disebut Uni Soviet. Dari dua belas juara dunia, Anand adalah satusatunya yang lahir di luar Blok Timur. Jadi kalah atau menang, bertahan pada babak ke- sembilan merupakan prestasi yang menggetarkan. Di India, unggulnya Anand membangkitkan kembali dunia catur di negeri yang mungkin tempat kelahirannya 2.000 tahun yang lalu. Baru-baru ini di Madras diadakan pertandingan catur siswa-siswa sekolah yang biasanya pesertanya sekitar dua puluhan, kali ini mencapai 600 siswa.

    Bagi Anand, dorongan untuk menang jauh lebih besar daripada Kasparov. Bagi Kasparov, taruhannya hanyalah satu juta dolar, sedang bagi Anand, segala-galanya, termasuk hidupnya. Bagi Kasparov menang kalah tidak menjadi soal, karena ia telah memenangkan sesuatu yang lain. Kemilau dan gemerlap kejuaraan, yang merupakan cerminan kepribadian Kasparov, mendatangkan nilai komersial baginya. Seperti pahlawan sport yang lain, ketenarannya mendatangkan rejeki, label namanya tertempel sebagai merek komputer catur.
    22. Pada babak ke berapaAnand menghabisi lawannya?

    3 / 20

    BACAAN 1
    Dua unggulan dunia bertanding, dan tidak kalah seru dari pertandingan tinju, event ini diliputi besar-besaran oleh medis elektronik nasional. Bahkan sponsornya, Intel Corp, mengembangkan situs web yang memungkinkan peminat mengamati pertandingan langsung melalui internet. Empat kali seminggu, sekitar dua ratus penonton duduk pada dereran kursi-kursi plastik, di dalam ruang setinggi awan, lantai ke-107 di puncak. Word Trade Center New York . Penonton kadangkadang terpukau penuh perhatian, mengikuti komentator yang fasih, Maurice Ashley, menganalisis langkah mengejutkan yang diambil Anand. Master internasional yang orang Amerika berkulit hitam ini, memandu penonton melewati setiap pertandingan menggunakan insight seorang pecatur ulung dan dengan entusiasme pandangan mata sepakbola. Meskipun ada juga penjual minuman, taruhan, dan undian bagi penonton, suasan tontonan yang satu ini lebih reflektif daripada bersorak-sorai. Pertandingan catur memang bukan untuk ditonton, melainkan diamati dan dianalis.

    Di dalam “ring” kaca itu sendiri suasana hening, penuh konsentrasi. Kasparov, 32 tahun, tampak lebih seperti petinju daripada intelektual kelas berat. Rambutnya yang dipotong cepak bertabur uban, menjual pigura wajah persegi yang keras lugas. Merunduk seperti benteng menghadapi matador, kepalanya nyaris di atas atas papan catur. Ia merenungi langkah demi langkah dengan penuh perhitungan. Bernaung di bawah alis dan keningnya yang menjorok ke depan, matanya yang tajam memancarkan pandangan yang mirip sinar laser yang sekan-akan dapat melelehkan bidak-bidak Anand. Sebaliknya, Anand si penantang, 25 tahun, bertopang dagu dan berkaca mata, tampak seperti akuntan yang lagi kerja keras mempelajari dengan jeli kolom-kolom perhitungan yang rumit.

    Kasparov memasuki turnamen sebagai unggulan favorit. Namun demikian lambat laun terbukti ia tidak dapat segera menumbangkan lawannya seperti yang dilakukan terhadap Nigel Short tahun 1993 dulu. Ia danAnand melampaui rekor delapan kali berturut- turut bermain seri. Kedua pemain bermain konservatif sejak awal turnamen mungkin dampak daya pikat satu juta dolar bagi pemenang. “permainan Anand lain daripada biasanya, yang gancar dengan serangan. Kali ini ia sangat hati- hati,” komentar salah satu grand master. Anand mematahkan rangkaian seri pada langkah ke-27, membuat kasparov bertekuk lutut setelah mengorbankan satu benteng untuk satu kuda. KemenanganAnand merupakan perkembangan yang menggairahkan bagi para pendukungnya, yang tadinya mimpi pun tidak. Peringkat unggulan dalam catur selama ini didominasi Negara yang dulu disebut Uni Soviet. Dari dua belas juara dunia, Anand adalah satusatunya yang lahir di luar Blok Timur. Jadi kalah atau menang, bertahan pada babak ke- sembilan merupakan prestasi yang menggetarkan. Di India, unggulnya Anand membangkitkan kembali dunia catur di negeri yang mungkin tempat kelahirannya 2.000 tahun yang lalu. Baru-baru ini di Madras diadakan pertandingan catur siswa-siswa sekolah yang biasanya pesertanya sekitar dua puluhan, kali ini mencapai 600 siswa.

    Bagi Anand, dorongan untuk menang jauh lebih besar daripada Kasparov. Bagi Kasparov, taruhannya hanyalah satu juta dolar, sedang bagi Anand, segala-galanya, termasuk hidupnya. Bagi Kasparov menang kalah tidak menjadi soal, karena ia telah memenangkan sesuatu yang lain. Kemilau dan gemerlap kejuaraan, yang merupakan cerminan kepribadian Kasparov, mendatangkan nilai komersial baginya. Seperti pahlawan sport yang lain, ketenarannya mendatangkan rejeki, label namanya tertempel sebagai merek komputer catur.
    23. Dimana turnamen dunia ini diadakan?

    4 / 20

    BACAAN 1
    Dua unggulan dunia bertanding, dan tidak kalah seru dari pertandingan tinju, event ini diliputi besar-besaran oleh medis elektronik nasional. Bahkan sponsornya, Intel Corp, mengembangkan situs web yang memungkinkan peminat mengamati pertandingan langsung melalui internet. Empat kali seminggu, sekitar dua ratus penonton duduk pada dereran kursi-kursi plastik, di dalam ruang setinggi awan, lantai ke-107 di puncak. Word Trade Center New York . Penonton kadangkadang terpukau penuh perhatian, mengikuti komentator yang fasih, Maurice Ashley, menganalisis langkah mengejutkan yang diambil Anand. Master internasional yang orang Amerika berkulit hitam ini, memandu penonton melewati setiap pertandingan menggunakan insight seorang pecatur ulung dan dengan entusiasme pandangan mata sepakbola. Meskipun ada juga penjual minuman, taruhan, dan undian bagi penonton, suasan tontonan yang satu ini lebih reflektif daripada bersorak-sorai. Pertandingan catur memang bukan untuk ditonton, melainkan diamati dan dianalis.

    Di dalam “ring” kaca itu sendiri suasana hening, penuh konsentrasi. Kasparov, 32 tahun, tampak lebih seperti petinju daripada intelektual kelas berat. Rambutnya yang dipotong cepak bertabur uban, menjual pigura wajah persegi yang keras lugas. Merunduk seperti benteng menghadapi matador, kepalanya nyaris di atas atas papan catur. Ia merenungi langkah demi langkah dengan penuh perhitungan. Bernaung di bawah alis dan keningnya yang menjorok ke depan, matanya yang tajam memancarkan pandangan yang mirip sinar laser yang sekan-akan dapat melelehkan bidak-bidak Anand. Sebaliknya, Anand si penantang, 25 tahun, bertopang dagu dan berkaca mata, tampak seperti akuntan yang lagi kerja keras mempelajari dengan jeli kolom-kolom perhitungan yang rumit.

    Kasparov memasuki turnamen sebagai unggulan favorit. Namun demikian lambat laun terbukti ia tidak dapat segera menumbangkan lawannya seperti yang dilakukan terhadap Nigel Short tahun 1993 dulu. Ia danAnand melampaui rekor delapan kali berturut- turut bermain seri. Kedua pemain bermain konservatif sejak awal turnamen mungkin dampak daya pikat satu juta dolar bagi pemenang. “permainan Anand lain daripada biasanya, yang gancar dengan serangan. Kali ini ia sangat hati- hati,” komentar salah satu grand master. Anand mematahkan rangkaian seri pada langkah ke-27, membuat kasparov bertekuk lutut setelah mengorbankan satu benteng untuk satu kuda. KemenanganAnand merupakan perkembangan yang menggairahkan bagi para pendukungnya, yang tadinya mimpi pun tidak. Peringkat unggulan dalam catur selama ini didominasi Negara yang dulu disebut Uni Soviet. Dari dua belas juara dunia, Anand adalah satusatunya yang lahir di luar Blok Timur. Jadi kalah atau menang, bertahan pada babak ke- sembilan merupakan prestasi yang menggetarkan. Di India, unggulnya Anand membangkitkan kembali dunia catur di negeri yang mungkin tempat kelahirannya 2.000 tahun yang lalu. Baru-baru ini di Madras diadakan pertandingan catur siswa-siswa sekolah yang biasanya pesertanya sekitar dua puluhan, kali ini mencapai 600 siswa.

    Bagi Anand, dorongan untuk menang jauh lebih besar daripada Kasparov. Bagi Kasparov, taruhannya hanyalah satu juta dolar, sedang bagi Anand, segala-galanya, termasuk hidupnya. Bagi Kasparov menang kalah tidak menjadi soal, karena ia telah memenangkan sesuatu yang lain. Kemilau dan gemerlap kejuaraan, yang merupakan cerminan kepribadian Kasparov, mendatangkan nilai komersial baginya. Seperti pahlawan sport yang lain, ketenarannya mendatangkan rejeki, label namanya tertempel sebagai merek komputer catur.
    24. Penulis menduga asal-usul permainan catur adalah dari negeri?

    5 / 20

    BACAAN 1
    Dua unggulan dunia bertanding, dan tidak kalah seru dari pertandingan tinju, event ini diliputi besar-besaran oleh medis elektronik nasional. Bahkan sponsornya, Intel Corp, mengembangkan situs web yang memungkinkan peminat mengamati pertandingan langsung melalui internet. Empat kali seminggu, sekitar dua ratus penonton duduk pada dereran kursi-kursi plastik, di dalam ruang setinggi awan, lantai ke-107 di puncak. Word Trade Center New York . Penonton kadangkadang terpukau penuh perhatian, mengikuti komentator yang fasih, Maurice Ashley, menganalisis langkah mengejutkan yang diambil Anand. Master internasional yang orang Amerika berkulit hitam ini, memandu penonton melewati setiap pertandingan menggunakan insight seorang pecatur ulung dan dengan entusiasme pandangan mata sepakbola. Meskipun ada juga penjual minuman, taruhan, dan undian bagi penonton, suasan tontonan yang satu ini lebih reflektif daripada bersorak-sorai. Pertandingan catur memang bukan untuk ditonton, melainkan diamati dan dianalis.

    Di dalam “ring” kaca itu sendiri suasana hening, penuh konsentrasi. Kasparov, 32 tahun, tampak lebih seperti petinju daripada intelektual kelas berat. Rambutnya yang dipotong cepak bertabur uban, menjual pigura wajah persegi yang keras lugas. Merunduk seperti benteng menghadapi matador, kepalanya nyaris di atas atas papan catur. Ia merenungi langkah demi langkah dengan penuh perhitungan. Bernaung di bawah alis dan keningnya yang menjorok ke depan, matanya yang tajam memancarkan pandangan yang mirip sinar laser yang sekan-akan dapat melelehkan bidak-bidak Anand. Sebaliknya, Anand si penantang, 25 tahun, bertopang dagu dan berkaca mata, tampak seperti akuntan yang lagi kerja keras mempelajari dengan jeli kolom-kolom perhitungan yang rumit.

    Kasparov memasuki turnamen sebagai unggulan favorit. Namun demikian lambat laun terbukti ia tidak dapat segera menumbangkan lawannya seperti yang dilakukan terhadap Nigel Short tahun 1993 dulu. Ia danAnand melampaui rekor delapan kali berturut- turut bermain seri. Kedua pemain bermain konservatif sejak awal turnamen mungkin dampak daya pikat satu juta dolar bagi pemenang. “permainan Anand lain daripada biasanya, yang gancar dengan serangan. Kali ini ia sangat hati- hati,” komentar salah satu grand master. Anand mematahkan rangkaian seri pada langkah ke-27, membuat kasparov bertekuk lutut setelah mengorbankan satu benteng untuk satu kuda. KemenanganAnand merupakan perkembangan yang menggairahkan bagi para pendukungnya, yang tadinya mimpi pun tidak. Peringkat unggulan dalam catur selama ini didominasi Negara yang dulu disebut Uni Soviet. Dari dua belas juara dunia, Anand adalah satusatunya yang lahir di luar Blok Timur. Jadi kalah atau menang, bertahan pada babak ke- sembilan merupakan prestasi yang menggetarkan. Di India, unggulnya Anand membangkitkan kembali dunia catur di negeri yang mungkin tempat kelahirannya 2.000 tahun yang lalu. Baru-baru ini di Madras diadakan pertandingan catur siswa-siswa sekolah yang biasanya pesertanya sekitar dua puluhan, kali ini mencapai 600 siswa.

    Bagi Anand, dorongan untuk menang jauh lebih besar daripada Kasparov. Bagi Kasparov, taruhannya hanyalah satu juta dolar, sedang bagi Anand, segala-galanya, termasuk hidupnya. Bagi Kasparov menang kalah tidak menjadi soal, karena ia telah memenangkan sesuatu yang lain. Kemilau dan gemerlap kejuaraan, yang merupakan cerminan kepribadian Kasparov, mendatangkan nilai komersial baginya. Seperti pahlawan sport yang lain, ketenarannya mendatangkan rejeki, label namanya tertempel sebagai merek komputer catur.
    25. Di bandingkan denganAnand, penulis menggambarkan Kasparov sebagai orang yang
    lebih…

    6 / 20

    BACAAN 1
    Dua unggulan dunia bertanding, dan tidak kalah seru dari pertandingan tinju, event ini diliputi besar-besaran oleh medis elektronik nasional. Bahkan sponsornya, Intel Corp, mengembangkan situs web yang memungkinkan peminat mengamati pertandingan langsung melalui internet. Empat kali seminggu, sekitar dua ratus penonton duduk pada dereran kursi-kursi plastik, di dalam ruang setinggi awan, lantai ke-107 di puncak. Word Trade Center New York . Penonton kadangkadang terpukau penuh perhatian, mengikuti komentator yang fasih, Maurice Ashley, menganalisis langkah mengejutkan yang diambil Anand. Master internasional yang orang Amerika berkulit hitam ini, memandu penonton melewati setiap pertandingan menggunakan insight seorang pecatur ulung dan dengan entusiasme pandangan mata sepakbola. Meskipun ada juga penjual minuman, taruhan, dan undian bagi penonton, suasan tontonan yang satu ini lebih reflektif daripada bersorak-sorai. Pertandingan catur memang bukan untuk ditonton, melainkan diamati dan dianalis.

    Di dalam “ring” kaca itu sendiri suasana hening, penuh konsentrasi. Kasparov, 32 tahun, tampak lebih seperti petinju daripada intelektual kelas berat. Rambutnya yang dipotong cepak bertabur uban, menjual pigura wajah persegi yang keras lugas. Merunduk seperti benteng menghadapi matador, kepalanya nyaris di atas atas papan catur. Ia merenungi langkah demi langkah dengan penuh perhitungan. Bernaung di bawah alis dan keningnya yang menjorok ke depan, matanya yang tajam memancarkan pandangan yang mirip sinar laser yang sekan-akan dapat melelehkan bidak-bidak Anand. Sebaliknya, Anand si penantang, 25 tahun, bertopang dagu dan berkaca mata, tampak seperti akuntan yang lagi kerja keras mempelajari dengan jeli kolom-kolom perhitungan yang rumit.

    Kasparov memasuki turnamen sebagai unggulan favorit. Namun demikian lambat laun terbukti ia tidak dapat segera menumbangkan lawannya seperti yang dilakukan terhadap Nigel Short tahun 1993 dulu. Ia danAnand melampaui rekor delapan kali berturut- turut bermain seri. Kedua pemain bermain konservatif sejak awal turnamen mungkin dampak daya pikat satu juta dolar bagi pemenang. “permainan Anand lain daripada biasanya, yang gancar dengan serangan. Kali ini ia sangat hati- hati,” komentar salah satu grand master. Anand mematahkan rangkaian seri pada langkah ke-27, membuat kasparov bertekuk lutut setelah mengorbankan satu benteng untuk satu kuda. KemenanganAnand merupakan perkembangan yang menggairahkan bagi para pendukungnya, yang tadinya mimpi pun tidak. Peringkat unggulan dalam catur selama ini didominasi Negara yang dulu disebut Uni Soviet. Dari dua belas juara dunia, Anand adalah satusatunya yang lahir di luar Blok Timur. Jadi kalah atau menang, bertahan pada babak ke- sembilan merupakan prestasi yang menggetarkan. Di India, unggulnya Anand membangkitkan kembali dunia catur di negeri yang mungkin tempat kelahirannya 2.000 tahun yang lalu. Baru-baru ini di Madras diadakan pertandingan catur siswa-siswa sekolah yang biasanya pesertanya sekitar dua puluhan, kali ini mencapai 600 siswa.

    Bagi Anand, dorongan untuk menang jauh lebih besar daripada Kasparov. Bagi Kasparov, taruhannya hanyalah satu juta dolar, sedang bagi Anand, segala-galanya, termasuk hidupnya. Bagi Kasparov menang kalah tidak menjadi soal, karena ia telah memenangkan sesuatu yang lain. Kemilau dan gemerlap kejuaraan, yang merupakan cerminan kepribadian Kasparov, mendatangkan nilai komersial baginya. Seperti pahlawan sport yang lain, ketenarannya mendatangkan rejeki, label namanya tertempel sebagai merek komputer catur.
    26. Penulis menggambarkan posisi tubuh Kasparov seakan-akan siap untuk

    7 / 20

    BACAAN 1
    Dua unggulan dunia bertanding, dan tidak kalah seru dari pertandingan tinju, event ini diliputi besar-besaran oleh medis elektronik nasional. Bahkan sponsornya, Intel Corp, mengembangkan situs web yang memungkinkan peminat mengamati pertandingan langsung melalui internet. Empat kali seminggu, sekitar dua ratus penonton duduk pada dereran kursi-kursi plastik, di dalam ruang setinggi awan, lantai ke-107 di puncak. Word Trade Center New York . Penonton kadangkadang terpukau penuh perhatian, mengikuti komentator yang fasih, Maurice Ashley, menganalisis langkah mengejutkan yang diambil Anand. Master internasional yang orang Amerika berkulit hitam ini, memandu penonton melewati setiap pertandingan menggunakan insight seorang pecatur ulung dan dengan entusiasme pandangan mata sepakbola. Meskipun ada juga penjual minuman, taruhan, dan undian bagi penonton, suasan tontonan yang satu ini lebih reflektif daripada bersorak-sorai. Pertandingan catur memang bukan untuk ditonton, melainkan diamati dan dianalis.

    Di dalam “ring” kaca itu sendiri suasana hening, penuh konsentrasi. Kasparov, 32 tahun, tampak lebih seperti petinju daripada intelektual kelas berat. Rambutnya yang dipotong cepak bertabur uban, menjual pigura wajah persegi yang keras lugas. Merunduk seperti benteng menghadapi matador, kepalanya nyaris di atas atas papan catur. Ia merenungi langkah demi langkah dengan penuh perhitungan. Bernaung di bawah alis dan keningnya yang menjorok ke depan, matanya yang tajam memancarkan pandangan yang mirip sinar laser yang sekan-akan dapat melelehkan bidak-bidak Anand. Sebaliknya, Anand si penantang, 25 tahun, bertopang dagu dan berkaca mata, tampak seperti akuntan yang lagi kerja keras mempelajari dengan jeli kolom-kolom perhitungan yang rumit.

    Kasparov memasuki turnamen sebagai unggulan favorit. Namun demikian lambat laun terbukti ia tidak dapat segera menumbangkan lawannya seperti yang dilakukan terhadap Nigel Short tahun 1993 dulu. Ia danAnand melampaui rekor delapan kali berturut- turut bermain seri. Kedua pemain bermain konservatif sejak awal turnamen mungkin dampak daya pikat satu juta dolar bagi pemenang. “permainan Anand lain daripada biasanya, yang gancar dengan serangan. Kali ini ia sangat hati- hati,” komentar salah satu grand master. Anand mematahkan rangkaian seri pada langkah ke-27, membuat kasparov bertekuk lutut setelah mengorbankan satu benteng untuk satu kuda. KemenanganAnand merupakan perkembangan yang menggairahkan bagi para pendukungnya, yang tadinya mimpi pun tidak. Peringkat unggulan dalam catur selama ini didominasi Negara yang dulu disebut Uni Soviet. Dari dua belas juara dunia, Anand adalah satusatunya yang lahir di luar Blok Timur. Jadi kalah atau menang, bertahan pada babak ke- sembilan merupakan prestasi yang menggetarkan. Di India, unggulnya Anand membangkitkan kembali dunia catur di negeri yang mungkin tempat kelahirannya 2.000 tahun yang lalu. Baru-baru ini di Madras diadakan pertandingan catur siswa-siswa sekolah yang biasanya pesertanya sekitar dua puluhan, kali ini mencapai 600 siswa.

    Bagi Anand, dorongan untuk menang jauh lebih besar daripada Kasparov. Bagi Kasparov, taruhannya hanyalah satu juta dolar, sedang bagi Anand, segala-galanya, termasuk hidupnya. Bagi Kasparov menang kalah tidak menjadi soal, karena ia telah memenangkan sesuatu yang lain. Kemilau dan gemerlap kejuaraan, yang merupakan cerminan kepribadian Kasparov, mendatangkan nilai komersial baginya. Seperti pahlawan sport yang lain, ketenarannya mendatangkan rejeki, label namanya tertempel sebagai merek komputer catur.
    27. Penulis menggambarkan penampilan Anand mirip-mirip…

    8 / 20

    BACAAN 1
    Dua unggulan dunia bertanding, dan tidak kalah seru dari pertandingan tinju, event ini diliputi besar-besaran oleh medis elektronik nasional. Bahkan sponsornya, Intel Corp, mengembangkan situs web yang memungkinkan peminat mengamati pertandingan langsung melalui internet. Empat kali seminggu, sekitar dua ratus penonton duduk pada dereran kursi-kursi plastik, di dalam ruang setinggi awan, lantai ke-107 di puncak. Word Trade Center New York . Penonton kadangkadang terpukau penuh perhatian, mengikuti komentator yang fasih, Maurice Ashley, menganalisis langkah mengejutkan yang diambil Anand. Master internasional yang orang Amerika berkulit hitam ini, memandu penonton melewati setiap pertandingan menggunakan insight seorang pecatur ulung dan dengan entusiasme pandangan mata sepakbola. Meskipun ada juga penjual minuman, taruhan, dan undian bagi penonton, suasan tontonan yang satu ini lebih reflektif daripada bersorak-sorai. Pertandingan catur memang bukan untuk ditonton, melainkan diamati dan dianalis.

    Di dalam “ring” kaca itu sendiri suasana hening, penuh konsentrasi. Kasparov, 32 tahun, tampak lebih seperti petinju daripada intelektual kelas berat. Rambutnya yang dipotong cepak bertabur uban, menjual pigura wajah persegi yang keras lugas. Merunduk seperti benteng menghadapi matador, kepalanya nyaris di atas atas papan catur. Ia merenungi langkah demi langkah dengan penuh perhitungan. Bernaung di bawah alis dan keningnya yang menjorok ke depan, matanya yang tajam memancarkan pandangan yang mirip sinar laser yang sekan-akan dapat melelehkan bidak-bidak Anand. Sebaliknya, Anand si penantang, 25 tahun, bertopang dagu dan berkaca mata, tampak seperti akuntan yang lagi kerja keras mempelajari dengan jeli kolom-kolom perhitungan yang rumit.

    Kasparov memasuki turnamen sebagai unggulan favorit. Namun demikian lambat laun terbukti ia tidak dapat segera menumbangkan lawannya seperti yang dilakukan terhadap Nigel Short tahun 1993 dulu. Ia danAnand melampaui rekor delapan kali berturut- turut bermain seri. Kedua pemain bermain konservatif sejak awal turnamen mungkin dampak daya pikat satu juta dolar bagi pemenang. “permainan Anand lain daripada biasanya, yang gancar dengan serangan. Kali ini ia sangat hati- hati,” komentar salah satu grand master. Anand mematahkan rangkaian seri pada langkah ke-27, membuat kasparov bertekuk lutut setelah mengorbankan satu benteng untuk satu kuda. KemenanganAnand merupakan perkembangan yang menggairahkan bagi para pendukungnya, yang tadinya mimpi pun tidak. Peringkat unggulan dalam catur selama ini didominasi Negara yang dulu disebut Uni Soviet. Dari dua belas juara dunia, Anand adalah satusatunya yang lahir di luar Blok Timur. Jadi kalah atau menang, bertahan pada babak ke- sembilan merupakan prestasi yang menggetarkan. Di India, unggulnya Anand membangkitkan kembali dunia catur di negeri yang mungkin tempat kelahirannya 2.000 tahun yang lalu. Baru-baru ini di Madras diadakan pertandingan catur siswa-siswa sekolah yang biasanya pesertanya sekitar dua puluhan, kali ini mencapai 600 siswa.

    Bagi Anand, dorongan untuk menang jauh lebih besar daripada Kasparov. Bagi Kasparov, taruhannya hanyalah satu juta dolar, sedang bagi Anand, segala-galanya, termasuk hidupnya. Bagi Kasparov menang kalah tidak menjadi soal, karena ia telah memenangkan sesuatu yang lain. Kemilau dan gemerlap kejuaraan, yang merupakan cerminan kepribadian Kasparov, mendatangkan nilai komersial baginya. Seperti pahlawan sport yang lain, ketenarannya mendatangkan rejeki, label namanya tertempel sebagai merek komputer catur.
    28. Bila pandangan mata sepak bola penuh sorak pada setiap tendangan goal, komentator
    catur digambarkan sebagai…

    9 / 20

    BACAAN 1
    Dua unggulan dunia bertanding, dan tidak kalah seru dari pertandingan tinju, event ini diliputi besar-besaran oleh medis elektronik nasional. Bahkan sponsornya, Intel Corp, mengembangkan situs web yang memungkinkan peminat mengamati pertandingan langsung melalui internet. Empat kali seminggu, sekitar dua ratus penonton duduk pada dereran kursi-kursi plastik, di dalam ruang setinggi awan, lantai ke-107 di puncak. Word Trade Center New York . Penonton kadangkadang terpukau penuh perhatian, mengikuti komentator yang fasih, Maurice Ashley, menganalisis langkah mengejutkan yang diambil Anand. Master internasional yang orang Amerika berkulit hitam ini, memandu penonton melewati setiap pertandingan menggunakan insight seorang pecatur ulung dan dengan entusiasme pandangan mata sepakbola. Meskipun ada juga penjual minuman, taruhan, dan undian bagi penonton, suasan tontonan yang satu ini lebih reflektif daripada bersorak-sorai. Pertandingan catur memang bukan untuk ditonton, melainkan diamati dan dianalis.

    Di dalam “ring” kaca itu sendiri suasana hening, penuh konsentrasi. Kasparov, 32 tahun, tampak lebih seperti petinju daripada intelektual kelas berat. Rambutnya yang dipotong cepak bertabur uban, menjual pigura wajah persegi yang keras lugas. Merunduk seperti benteng menghadapi matador, kepalanya nyaris di atas atas papan catur. Ia merenungi langkah demi langkah dengan penuh perhitungan. Bernaung di bawah alis dan keningnya yang menjorok ke depan, matanya yang tajam memancarkan pandangan yang mirip sinar laser yang sekan-akan dapat melelehkan bidak-bidak Anand. Sebaliknya, Anand si penantang, 25 tahun, bertopang dagu dan berkaca mata, tampak seperti akuntan yang lagi kerja keras mempelajari dengan jeli kolom-kolom perhitungan yang rumit.

    Kasparov memasuki turnamen sebagai unggulan favorit. Namun demikian lambat laun terbukti ia tidak dapat segera menumbangkan lawannya seperti yang dilakukan terhadap Nigel Short tahun 1993 dulu. Ia danAnand melampaui rekor delapan kali berturut- turut bermain seri. Kedua pemain bermain konservatif sejak awal turnamen mungkin dampak daya pikat satu juta dolar bagi pemenang. “permainan Anand lain daripada biasanya, yang gancar dengan serangan. Kali ini ia sangat hati- hati,” komentar salah satu grand master. Anand mematahkan rangkaian seri pada langkah ke-27, membuat kasparov bertekuk lutut setelah mengorbankan satu benteng untuk satu kuda. KemenanganAnand merupakan perkembangan yang menggairahkan bagi para pendukungnya, yang tadinya mimpi pun tidak. Peringkat unggulan dalam catur selama ini didominasi Negara yang dulu disebut Uni Soviet. Dari dua belas juara dunia, Anand adalah satusatunya yang lahir di luar Blok Timur. Jadi kalah atau menang, bertahan pada babak ke- sembilan merupakan prestasi yang menggetarkan. Di India, unggulnya Anand membangkitkan kembali dunia catur di negeri yang mungkin tempat kelahirannya 2.000 tahun yang lalu. Baru-baru ini di Madras diadakan pertandingan catur siswa-siswa sekolah yang biasanya pesertanya sekitar dua puluhan, kali ini mencapai 600 siswa.

    Bagi Anand, dorongan untuk menang jauh lebih besar daripada Kasparov. Bagi Kasparov, taruhannya hanyalah satu juta dolar, sedang bagi Anand, segala-galanya, termasuk hidupnya. Bagi Kasparov menang kalah tidak menjadi soal, karena ia telah memenangkan sesuatu yang lain. Kemilau dan gemerlap kejuaraan, yang merupakan cerminan kepribadian Kasparov, mendatangkan nilai komersial baginya. Seperti pahlawan sport yang lain, ketenarannya mendatangkan rejeki, label namanya tertempel sebagai merek komputer catur.
    29. Mengapa prestasi Anand tetap dibanggakan seandainya pada akhirnya ia pun kalah?

    10 / 20

    BACAAN 1
    Dua unggulan dunia bertanding, dan tidak kalah seru dari pertandingan tinju, event ini diliputi besar-besaran oleh medis elektronik nasional. Bahkan sponsornya, Intel Corp, mengembangkan situs web yang memungkinkan peminat mengamati pertandingan langsung melalui internet. Empat kali seminggu, sekitar dua ratus penonton duduk pada dereran kursi-kursi plastik, di dalam ruang setinggi awan, lantai ke-107 di puncak. Word Trade Center New York . Penonton kadangkadang terpukau penuh perhatian, mengikuti komentator yang fasih, Maurice Ashley, menganalisis langkah mengejutkan yang diambil Anand. Master internasional yang orang Amerika berkulit hitam ini, memandu penonton melewati setiap pertandingan menggunakan insight seorang pecatur ulung dan dengan entusiasme pandangan mata sepakbola. Meskipun ada juga penjual minuman, taruhan, dan undian bagi penonton, suasan tontonan yang satu ini lebih reflektif daripada bersorak-sorai. Pertandingan catur memang bukan untuk ditonton, melainkan diamati dan dianalis.

    Di dalam “ring” kaca itu sendiri suasana hening, penuh konsentrasi. Kasparov, 32 tahun, tampak lebih seperti petinju daripada intelektual kelas berat. Rambutnya yang dipotong cepak bertabur uban, menjual pigura wajah persegi yang keras lugas. Merunduk seperti benteng menghadapi matador, kepalanya nyaris di atas atas papan catur. Ia merenungi langkah demi langkah dengan penuh perhitungan. Bernaung di bawah alis dan keningnya yang menjorok ke depan, matanya yang tajam memancarkan pandangan yang mirip sinar laser yang sekan-akan dapat melelehkan bidak-bidak Anand. Sebaliknya, Anand si penantang, 25 tahun, bertopang dagu dan berkaca mata, tampak seperti akuntan yang lagi kerja keras mempelajari dengan jeli kolom-kolom perhitungan yang rumit.

    Kasparov memasuki turnamen sebagai unggulan favorit. Namun demikian lambat laun terbukti ia tidak dapat segera menumbangkan lawannya seperti yang dilakukan terhadap Nigel Short tahun 1993 dulu. Ia danAnand melampaui rekor delapan kali berturut- turut bermain seri. Kedua pemain bermain konservatif sejak awal turnamen mungkin dampak daya pikat satu juta dolar bagi pemenang. “permainan Anand lain daripada biasanya, yang gancar dengan serangan. Kali ini ia sangat hati- hati,” komentar salah satu grand master. Anand mematahkan rangkaian seri pada langkah ke-27, membuat kasparov bertekuk lutut setelah mengorbankan satu benteng untuk satu kuda. KemenanganAnand merupakan perkembangan yang menggairahkan bagi para pendukungnya, yang tadinya mimpi pun tidak. Peringkat unggulan dalam catur selama ini didominasi Negara yang dulu disebut Uni Soviet. Dari dua belas juara dunia, Anand adalah satusatunya yang lahir di luar Blok Timur. Jadi kalah atau menang, bertahan pada babak ke- sembilan merupakan prestasi yang menggetarkan. Di India, unggulnya Anand membangkitkan kembali dunia catur di negeri yang mungkin tempat kelahirannya 2.000 tahun yang lalu. Baru-baru ini di Madras diadakan pertandingan catur siswa-siswa sekolah yang biasanya pesertanya sekitar dua puluhan, kali ini mencapai 600 siswa.

    Bagi Anand, dorongan untuk menang jauh lebih besar daripada Kasparov. Bagi Kasparov, taruhannya hanyalah satu juta dolar, sedang bagi Anand, segala-galanya, termasuk hidupnya. Bagi Kasparov menang kalah tidak menjadi soal, karena ia telah memenangkan sesuatu yang lain. Kemilau dan gemerlap kejuaraan, yang merupakan cerminan kepribadian Kasparov, mendatangkan nilai komersial baginya. Seperti pahlawan sport yang lain, ketenarannya mendatangkan rejeki, label namanya tertempel sebagai merek komputer catur.
    30. Hadiah terbesar karparov dalam turnamen dunia meski dikalahkan Anand adalah dalam
    bentuk…

    11 / 20

    OrangAmerika Serikat dikenal sebagai embahnya demokrasi. OrangAmerika sendiri dengan bangga dan arogan menyebut dirinya garda depan demokrasi. Orang nyaris bebas berbuat apa saja, termasuk berbuat tak demokrasi, asal prosesnya memenuhi syarat demokrasi.

    Pernah terjadi di suatu kota kecil Layton, CA, yang sebagian besar penduduknya pengusaha bidang perkayuan, seorang anak bertanya pada bapaknya, “papa sudah tidak saying lagi pada pohon dan tanaman, ya?” Cetusan rasa ingin tahu, yang terbina lewat membaca buku ini, tiba-tiba menjadi pertanyaan eksistensial dan dilemma moral bagi sang ayah. Risau karena terganggu kesadaran moralnya, sang ayah menyelidik, buku apa gerangan yang dibaca anaknya. Ditemukannya buku bacaan anak SD berjudul Lorax, karena Dr seuss, yang berkisah mengenai perjuangan Lorax menyuarakan pembelaan bagi pohon Trufu, karena pohon “tidak memiliki lidah”. Tanpa kenal lelah Lorax berjuang melawan keluarga Onceler yang menebangi habis-habisan pohon Trufu untuk dijadikan baju Hineed, hingga hutan menjadi gersang. Suatu kisah moralitas lingkungan yang tentu saja melecehkan profesi orang-orang Layton.

    Melalui proses demokratis dengan suara terbanyak mereka menyetujui agar buku Dr. Seuss dilarang beredar. Demokrasi menunjang non demokrasi pun berhasil. Dewan sekolah setempat berjanji memasukan buku Dr. Seuss yang sudah 18 tahun membawa pesan lingkungan itu ke dalam lemari dan dikunci rapat. Hilanglah pesan lingkungan , tetapi ada kerugian lebih besar terbaca dalam peristiwa ini, yaitu kenyataan bahwa orang sering tak mampu menghadapi tantangan dan pertanyaan atas nilai-nilai dan prilaku mereka. Yang terjadi di Indonesia pun kurang lebih sama: anak-anak kita dating membawa pertanyaan, dan kita menghadapi konflik, bangga karena mereka kritis, tetapi risau karena pertanyaan mereka telak. Pantaskah kita membela diri dengan menunjuk bahwa demokrasi kita lebih afdol karena musyawarah untuk mufakat? Tetapi kalau kita bicara fakta, kita harus mengakui kita masih memarkir hasrat demokrasi kita. Anak membaca mengenai bvahaya rokok, dia menuntut mengapa ayah merokok? Ketika melihat tayangan TV, jangan berang kalau mereka menyeletuk, apakah Bapak juga terlibat kolusi, korupsi dan nepotisme? Memang begitu lah, seperti kita dulu, belajar memahami hidup. Yang pasti, impuls pertama kita, seperti juga orangtua di mana pun, persis reaksi Onceler terhadap Lorax: “Tutup mulutmu!”. Dorongan yang ada di dalam adalah menutup sumber kritik, bukan menjawab pertanyaan, apalagi transparan. Kita sebagai orangtua sering membungkam pertanyaan dengan diskusi moral yang abstrak untuk melindungi diri sendiri, terutama kalau persoalannya menabrak hal-hal yang sangat dekat dengan hidup kita, padahal sebenarnya kita terhenyak dan sering tak mampu memberi jawaban.
    31. Permasalahan utama yang ingin disampaikan oleh penulis adalah permasalahan
    mengenai…

    12 / 20

    OrangAmerika Serikat dikenal sebagai embahnya demokrasi. OrangAmerika sendiri dengan bangga dan arogan menyebut dirinya garda depan demokrasi. Orang nyaris bebas berbuat apa saja, termasuk berbuat tak demokrasi, asal prosesnya memenuhi syarat demokrasi.

    Pernah terjadi di suatu kota kecil Layton, CA, yang sebagian besar penduduknya pengusaha bidang perkayuan, seorang anak bertanya pada bapaknya, “papa sudah tidak saying lagi pada pohon dan tanaman, ya?” Cetusan rasa ingin tahu, yang terbina lewat membaca buku ini, tiba-tiba menjadi pertanyaan eksistensial dan dilemma moral bagi sang ayah. Risau karena terganggu kesadaran moralnya, sang ayah menyelidik, buku apa gerangan yang dibaca anaknya. Ditemukannya buku bacaan anak SD berjudul Lorax, karena Dr seuss, yang berkisah mengenai perjuangan Lorax menyuarakan pembelaan bagi pohon Trufu, karena pohon “tidak memiliki lidah”. Tanpa kenal lelah Lorax berjuang melawan keluarga Onceler yang menebangi habis-habisan pohon Trufu untuk dijadikan baju Hineed, hingga hutan menjadi gersang. Suatu kisah moralitas lingkungan yang tentu saja melecehkan profesi orang-orang Layton.

    Melalui proses demokratis dengan suara terbanyak mereka menyetujui agar buku Dr. Seuss dilarang beredar. Demokrasi menunjang non demokrasi pun berhasil. Dewan sekolah setempat berjanji memasukan buku Dr. Seuss yang sudah 18 tahun membawa pesan lingkungan itu ke dalam lemari dan dikunci rapat. Hilanglah pesan lingkungan , tetapi ada kerugian lebih besar terbaca dalam peristiwa ini, yaitu kenyataan bahwa orang sering tak mampu menghadapi tantangan dan pertanyaan atas nilai-nilai dan prilaku mereka. Yang terjadi di Indonesia pun kurang lebih sama: anak-anak kita dating membawa pertanyaan, dan kita menghadapi konflik, bangga karena mereka kritis, tetapi risau karena pertanyaan mereka telak. Pantaskah kita membela diri dengan menunjuk bahwa demokrasi kita lebih afdol karena musyawarah untuk mufakat? Tetapi kalau kita bicara fakta, kita harus mengakui kita masih memarkir hasrat demokrasi kita. Anak membaca mengenai bvahaya rokok, dia menuntut mengapa ayah merokok? Ketika melihat tayangan TV, jangan berang kalau mereka menyeletuk, apakah Bapak juga terlibat kolusi, korupsi dan nepotisme? Memang begitu lah, seperti kita dulu, belajar memahami hidup. Yang pasti, impuls pertama kita, seperti juga orangtua di mana pun, persis reaksi Onceler terhadap Lorax: “Tutup mulutmu!”. Dorongan yang ada di dalam adalah menutup sumber kritik, bukan menjawab pertanyaan, apalagi transparan. Kita sebagai orangtua sering membungkam pertanyaan dengan diskusi moral yang abstrak untuk melindungi diri sendiri, terutama kalau persoalannya menabrak hal-hal yang sangat dekat dengan hidup kita, padahal sebenarnya kita terhenyak dan sering tak mampu memberi jawaban.
    32. Layton adalah kota…

    13 / 20

    OrangAmerika Serikat dikenal sebagai embahnya demokrasi. OrangAmerika sendiri dengan bangga dan arogan menyebut dirinya garda depan demokrasi. Orang nyaris bebas berbuat apa saja, termasuk berbuat tak demokrasi, asal prosesnya memenuhi syarat demokrasi.

    Pernah terjadi di suatu kota kecil Layton, CA, yang sebagian besar penduduknya pengusaha bidang perkayuan, seorang anak bertanya pada bapaknya, “papa sudah tidak saying lagi pada pohon dan tanaman, ya?” Cetusan rasa ingin tahu, yang terbina lewat membaca buku ini, tiba-tiba menjadi pertanyaan eksistensial dan dilemma moral bagi sang ayah. Risau karena terganggu kesadaran moralnya, sang ayah menyelidik, buku apa gerangan yang dibaca anaknya. Ditemukannya buku bacaan anak SD berjudul Lorax, karena Dr seuss, yang berkisah mengenai perjuangan Lorax menyuarakan pembelaan bagi pohon Trufu, karena pohon “tidak memiliki lidah”. Tanpa kenal lelah Lorax berjuang melawan keluarga Onceler yang menebangi habis-habisan pohon Trufu untuk dijadikan baju Hineed, hingga hutan menjadi gersang. Suatu kisah moralitas lingkungan yang tentu saja melecehkan profesi orang-orang Layton.

    Melalui proses demokratis dengan suara terbanyak mereka menyetujui agar buku Dr. Seuss dilarang beredar. Demokrasi menunjang non demokrasi pun berhasil. Dewan sekolah setempat berjanji memasukan buku Dr. Seuss yang sudah 18 tahun membawa pesan lingkungan itu ke dalam lemari dan dikunci rapat. Hilanglah pesan lingkungan , tetapi ada kerugian lebih besar terbaca dalam peristiwa ini, yaitu kenyataan bahwa orang sering tak mampu menghadapi tantangan dan pertanyaan atas nilai-nilai dan prilaku mereka. Yang terjadi di Indonesia pun kurang lebih sama: anak-anak kita dating membawa pertanyaan, dan kita menghadapi konflik, bangga karena mereka kritis, tetapi risau karena pertanyaan mereka telak. Pantaskah kita membela diri dengan menunjuk bahwa demokrasi kita lebih afdol karena musyawarah untuk mufakat? Tetapi kalau kita bicara fakta, kita harus mengakui kita masih memarkir hasrat demokrasi kita. Anak membaca mengenai bvahaya rokok, dia menuntut mengapa ayah merokok? Ketika melihat tayangan TV, jangan berang kalau mereka menyeletuk, apakah Bapak juga terlibat kolusi, korupsi dan nepotisme? Memang begitu lah, seperti kita dulu, belajar memahami hidup. Yang pasti, impuls pertama kita, seperti juga orangtua di mana pun, persis reaksi Onceler terhadap Lorax: “Tutup mulutmu!”. Dorongan yang ada di dalam adalah menutup sumber kritik, bukan menjawab pertanyaan, apalagi transparan. Kita sebagai orangtua sering membungkam pertanyaan dengan diskusi moral yang abstrak untuk melindungi diri sendiri, terutama kalau persoalannya menabrak hal-hal yang sangat dekat dengan hidup kita, padahal sebenarnya kita terhenyak dan sering tak mampu memberi jawaban.
    33. Anak yang kritis sering merisaukan orangtua, sebab mengajukan banyak…

    14 / 20

    OrangAmerika Serikat dikenal sebagai embahnya demokrasi. OrangAmerika sendiri dengan bangga dan arogan menyebut dirinya garda depan demokrasi. Orang nyaris bebas berbuat apa saja, termasuk berbuat tak demokrasi, asal prosesnya memenuhi syarat demokrasi.

    Pernah terjadi di suatu kota kecil Layton, CA, yang sebagian besar penduduknya pengusaha bidang perkayuan, seorang anak bertanya pada bapaknya, “papa sudah tidak saying lagi pada pohon dan tanaman, ya?” Cetusan rasa ingin tahu, yang terbina lewat membaca buku ini, tiba-tiba menjadi pertanyaan eksistensial dan dilemma moral bagi sang ayah. Risau karena terganggu kesadaran moralnya, sang ayah menyelidik, buku apa gerangan yang dibaca anaknya. Ditemukannya buku bacaan anak SD berjudul Lorax, karena Dr seuss, yang berkisah mengenai perjuangan Lorax menyuarakan pembelaan bagi pohon Trufu, karena pohon “tidak memiliki lidah”. Tanpa kenal lelah Lorax berjuang melawan keluarga Onceler yang menebangi habis-habisan pohon Trufu untuk dijadikan baju Hineed, hingga hutan menjadi gersang. Suatu kisah moralitas lingkungan yang tentu saja melecehkan profesi orang-orang Layton.

    Melalui proses demokratis dengan suara terbanyak mereka menyetujui agar buku Dr. Seuss dilarang beredar. Demokrasi menunjang non demokrasi pun berhasil. Dewan sekolah setempat berjanji memasukan buku Dr. Seuss yang sudah 18 tahun membawa pesan lingkungan itu ke dalam lemari dan dikunci rapat. Hilanglah pesan lingkungan , tetapi ada kerugian lebih besar terbaca dalam peristiwa ini, yaitu kenyataan bahwa orang sering tak mampu menghadapi tantangan dan pertanyaan atas nilai-nilai dan prilaku mereka. Yang terjadi di Indonesia pun kurang lebih sama: anak-anak kita dating membawa pertanyaan, dan kita menghadapi konflik, bangga karena mereka kritis, tetapi risau karena pertanyaan mereka telak. Pantaskah kita membela diri dengan menunjuk bahwa demokrasi kita lebih afdol karena musyawarah untuk mufakat? Tetapi kalau kita bicara fakta, kita harus mengakui kita masih memarkir hasrat demokrasi kita. Anak membaca mengenai bvahaya rokok, dia menuntut mengapa ayah merokok? Ketika melihat tayangan TV, jangan berang kalau mereka menyeletuk, apakah Bapak juga terlibat kolusi, korupsi dan nepotisme? Memang begitu lah, seperti kita dulu, belajar memahami hidup. Yang pasti, impuls pertama kita, seperti juga orangtua di mana pun, persis reaksi Onceler terhadap Lorax: “Tutup mulutmu!”. Dorongan yang ada di dalam adalah menutup sumber kritik, bukan menjawab pertanyaan, apalagi transparan. Kita sebagai orangtua sering membungkam pertanyaan dengan diskusi moral yang abstrak untuk melindungi diri sendiri, terutama kalau persoalannya menabrak hal-hal yang sangat dekat dengan hidup kita, padahal sebenarnya kita terhenyak dan sering tak mampu memberi jawaban.
    34. Secara demokratis penduduk Layton melarang peredaran buku Dr. Seuss karena
    mereka terancam kelestarian…

    15 / 20

    OrangAmerika Serikat dikenal sebagai embahnya demokrasi. OrangAmerika sendiri dengan bangga dan arogan menyebut dirinya garda depan demokrasi. Orang nyaris bebas berbuat apa saja, termasuk berbuat tak demokrasi, asal prosesnya memenuhi syarat demokrasi.

    Pernah terjadi di suatu kota kecil Layton, CA, yang sebagian besar penduduknya pengusaha bidang perkayuan, seorang anak bertanya pada bapaknya, “papa sudah tidak saying lagi pada pohon dan tanaman, ya?” Cetusan rasa ingin tahu, yang terbina lewat membaca buku ini, tiba-tiba menjadi pertanyaan eksistensial dan dilemma moral bagi sang ayah. Risau karena terganggu kesadaran moralnya, sang ayah menyelidik, buku apa gerangan yang dibaca anaknya. Ditemukannya buku bacaan anak SD berjudul Lorax, karena Dr seuss, yang berkisah mengenai perjuangan Lorax menyuarakan pembelaan bagi pohon Trufu, karena pohon “tidak memiliki lidah”. Tanpa kenal lelah Lorax berjuang melawan keluarga Onceler yang menebangi habis-habisan pohon Trufu untuk dijadikan baju Hineed, hingga hutan menjadi gersang. Suatu kisah moralitas lingkungan yang tentu saja melecehkan profesi orang-orang Layton.

    Melalui proses demokratis dengan suara terbanyak mereka menyetujui agar buku Dr. Seuss dilarang beredar. Demokrasi menunjang non demokrasi pun berhasil. Dewan sekolah setempat berjanji memasukan buku Dr. Seuss yang sudah 18 tahun membawa pesan lingkungan itu ke dalam lemari dan dikunci rapat. Hilanglah pesan lingkungan , tetapi ada kerugian lebih besar terbaca dalam peristiwa ini, yaitu kenyataan bahwa orang sering tak mampu menghadapi tantangan dan pertanyaan atas nilai-nilai dan prilaku mereka. Yang terjadi di Indonesia pun kurang lebih sama: anak-anak kita dating membawa pertanyaan, dan kita menghadapi konflik, bangga karena mereka kritis, tetapi risau karena pertanyaan mereka telak. Pantaskah kita membela diri dengan menunjuk bahwa demokrasi kita lebih afdol karena musyawarah untuk mufakat? Tetapi kalau kita bicara fakta, kita harus mengakui kita masih memarkir hasrat demokrasi kita. Anak membaca mengenai bvahaya rokok, dia menuntut mengapa ayah merokok? Ketika melihat tayangan TV, jangan berang kalau mereka menyeletuk, apakah Bapak juga terlibat kolusi, korupsi dan nepotisme? Memang begitu lah, seperti kita dulu, belajar memahami hidup. Yang pasti, impuls pertama kita, seperti juga orangtua di mana pun, persis reaksi Onceler terhadap Lorax: “Tutup mulutmu!”. Dorongan yang ada di dalam adalah menutup sumber kritik, bukan menjawab pertanyaan, apalagi transparan. Kita sebagai orangtua sering membungkam pertanyaan dengan diskusi moral yang abstrak untuk melindungi diri sendiri, terutama kalau persoalannya menabrak hal-hal yang sangat dekat dengan hidup kita, padahal sebenarnya kita terhenyak dan sering tak mampu memberi jawaban.
    35. Produk Layton merasa terhina sebab mereka menyadari dianggap penyebab…

    16 / 20

    OrangAmerika Serikat dikenal sebagai embahnya demokrasi. OrangAmerika sendiri dengan bangga dan arogan menyebut dirinya garda depan demokrasi. Orang nyaris bebas berbuat apa saja, termasuk berbuat tak demokrasi, asal prosesnya memenuhi syarat demokrasi.

    Pernah terjadi di suatu kota kecil Layton, CA, yang sebagian besar penduduknya pengusaha bidang perkayuan, seorang anak bertanya pada bapaknya, “papa sudah tidak saying lagi pada pohon dan tanaman, ya?” Cetusan rasa ingin tahu, yang terbina lewat membaca buku ini, tiba-tiba menjadi pertanyaan eksistensial dan dilemma moral bagi sang ayah. Risau karena terganggu kesadaran moralnya, sang ayah menyelidik, buku apa gerangan yang dibaca anaknya. Ditemukannya buku bacaan anak SD berjudul Lorax, karena Dr seuss, yang berkisah mengenai perjuangan Lorax menyuarakan pembelaan bagi pohon Trufu, karena pohon “tidak memiliki lidah”. Tanpa kenal lelah Lorax berjuang melawan keluarga Onceler yang menebangi habis-habisan pohon Trufu untuk dijadikan baju Hineed, hingga hutan menjadi gersang. Suatu kisah moralitas lingkungan yang tentu saja melecehkan profesi orang-orang Layton.

    Melalui proses demokratis dengan suara terbanyak mereka menyetujui agar buku Dr. Seuss dilarang beredar. Demokrasi menunjang non demokrasi pun berhasil. Dewan sekolah setempat berjanji memasukan buku Dr. Seuss yang sudah 18 tahun membawa pesan lingkungan itu ke dalam lemari dan dikunci rapat. Hilanglah pesan lingkungan , tetapi ada kerugian lebih besar terbaca dalam peristiwa ini, yaitu kenyataan bahwa orang sering tak mampu menghadapi tantangan dan pertanyaan atas nilai-nilai dan prilaku mereka. Yang terjadi di Indonesia pun kurang lebih sama: anak-anak kita dating membawa pertanyaan, dan kita menghadapi konflik, bangga karena mereka kritis, tetapi risau karena pertanyaan mereka telak. Pantaskah kita membela diri dengan menunjuk bahwa demokrasi kita lebih afdol karena musyawarah untuk mufakat? Tetapi kalau kita bicara fakta, kita harus mengakui kita masih memarkir hasrat demokrasi kita. Anak membaca mengenai bvahaya rokok, dia menuntut mengapa ayah merokok? Ketika melihat tayangan TV, jangan berang kalau mereka menyeletuk, apakah Bapak juga terlibat kolusi, korupsi dan nepotisme? Memang begitu lah, seperti kita dulu, belajar memahami hidup. Yang pasti, impuls pertama kita, seperti juga orangtua di mana pun, persis reaksi Onceler terhadap Lorax: “Tutup mulutmu!”. Dorongan yang ada di dalam adalah menutup sumber kritik, bukan menjawab pertanyaan, apalagi transparan. Kita sebagai orangtua sering membungkam pertanyaan dengan diskusi moral yang abstrak untuk melindungi diri sendiri, terutama kalau persoalannya menabrak hal-hal yang sangat dekat dengan hidup kita, padahal sebenarnya kita terhenyak dan sering tak mampu memberi jawaban.
    36. Reaksi orangtua Indonesia terhadap pertanyaan anak, menurut penulis, cenderung

    17 / 20

    OrangAmerika Serikat dikenal sebagai embahnya demokrasi. OrangAmerika sendiri dengan bangga dan arogan menyebut dirinya garda depan demokrasi. Orang nyaris bebas berbuat apa saja, termasuk berbuat tak demokrasi, asal prosesnya memenuhi syarat demokrasi.

    Pernah terjadi di suatu kota kecil Layton, CA, yang sebagian besar penduduknya pengusaha bidang perkayuan, seorang anak bertanya pada bapaknya, “papa sudah tidak saying lagi pada pohon dan tanaman, ya?” Cetusan rasa ingin tahu, yang terbina lewat membaca buku ini, tiba-tiba menjadi pertanyaan eksistensial dan dilemma moral bagi sang ayah. Risau karena terganggu kesadaran moralnya, sang ayah menyelidik, buku apa gerangan yang dibaca anaknya. Ditemukannya buku bacaan anak SD berjudul Lorax, karena Dr seuss, yang berkisah mengenai perjuangan Lorax menyuarakan pembelaan bagi pohon Trufu, karena pohon “tidak memiliki lidah”. Tanpa kenal lelah Lorax berjuang melawan keluarga Onceler yang menebangi habis-habisan pohon Trufu untuk dijadikan baju Hineed, hingga hutan menjadi gersang. Suatu kisah moralitas lingkungan yang tentu saja melecehkan profesi orang-orang Layton.

    Melalui proses demokratis dengan suara terbanyak mereka menyetujui agar buku Dr. Seuss dilarang beredar. Demokrasi menunjang non demokrasi pun berhasil. Dewan sekolah setempat berjanji memasukan buku Dr. Seuss yang sudah 18 tahun membawa pesan lingkungan itu ke dalam lemari dan dikunci rapat. Hilanglah pesan lingkungan , tetapi ada kerugian lebih besar terbaca dalam peristiwa ini, yaitu kenyataan bahwa orang sering tak mampu menghadapi tantangan dan pertanyaan atas nilai-nilai dan prilaku mereka. Yang terjadi di Indonesia pun kurang lebih sama: anak-anak kita dating membawa pertanyaan, dan kita menghadapi konflik, bangga karena mereka kritis, tetapi risau karena pertanyaan mereka telak. Pantaskah kita membela diri dengan menunjuk bahwa demokrasi kita lebih afdol karena musyawarah untuk mufakat? Tetapi kalau kita bicara fakta, kita harus mengakui kita masih memarkir hasrat demokrasi kita. Anak membaca mengenai bvahaya rokok, dia menuntut mengapa ayah merokok? Ketika melihat tayangan TV, jangan berang kalau mereka menyeletuk, apakah Bapak juga terlibat kolusi, korupsi dan nepotisme? Memang begitu lah, seperti kita dulu, belajar memahami hidup. Yang pasti, impuls pertama kita, seperti juga orangtua di mana pun, persis reaksi Onceler terhadap Lorax: “Tutup mulutmu!”. Dorongan yang ada di dalam adalah menutup sumber kritik, bukan menjawab pertanyaan, apalagi transparan. Kita sebagai orangtua sering membungkam pertanyaan dengan diskusi moral yang abstrak untuk melindungi diri sendiri, terutama kalau persoalannya menabrak hal-hal yang sangat dekat dengan hidup kita, padahal sebenarnya kita terhenyak dan sering tak mampu memberi jawaban.
    37. Menurut penulis, proses demokrasi di kalangan keluarga Indonesia dalam faktanya…

    18 / 20

    OrangAmerika Serikat dikenal sebagai embahnya demokrasi. OrangAmerika sendiri dengan bangga dan arogan menyebut dirinya garda depan demokrasi. Orang nyaris bebas berbuat apa saja, termasuk berbuat tak demokrasi, asal prosesnya memenuhi syarat demokrasi.

    Pernah terjadi di suatu kota kecil Layton, CA, yang sebagian besar penduduknya pengusaha bidang perkayuan, seorang anak bertanya pada bapaknya, “papa sudah tidak saying lagi pada pohon dan tanaman, ya?” Cetusan rasa ingin tahu, yang terbina lewat membaca buku ini, tiba-tiba menjadi pertanyaan eksistensial dan dilemma moral bagi sang ayah. Risau karena terganggu kesadaran moralnya, sang ayah menyelidik, buku apa gerangan yang dibaca anaknya. Ditemukannya buku bacaan anak SD berjudul Lorax, karena Dr seuss, yang berkisah mengenai perjuangan Lorax menyuarakan pembelaan bagi pohon Trufu, karena pohon “tidak memiliki lidah”. Tanpa kenal lelah Lorax berjuang melawan keluarga Onceler yang menebangi habis-habisan pohon Trufu untuk dijadikan baju Hineed, hingga hutan menjadi gersang. Suatu kisah moralitas lingkungan yang tentu saja melecehkan profesi orang-orang Layton.

    Melalui proses demokratis dengan suara terbanyak mereka menyetujui agar buku Dr. Seuss dilarang beredar. Demokrasi menunjang non demokrasi pun berhasil. Dewan sekolah setempat berjanji memasukan buku Dr. Seuss yang sudah 18 tahun membawa pesan lingkungan itu ke dalam lemari dan dikunci rapat. Hilanglah pesan lingkungan , tetapi ada kerugian lebih besar terbaca dalam peristiwa ini, yaitu kenyataan bahwa orang sering tak mampu menghadapi tantangan dan pertanyaan atas nilai-nilai dan prilaku mereka. Yang terjadi di Indonesia pun kurang lebih sama: anak-anak kita dating membawa pertanyaan, dan kita menghadapi konflik, bangga karena mereka kritis, tetapi risau karena pertanyaan mereka telak. Pantaskah kita membela diri dengan menunjuk bahwa demokrasi kita lebih afdol karena musyawarah untuk mufakat? Tetapi kalau kita bicara fakta, kita harus mengakui kita masih memarkir hasrat demokrasi kita. Anak membaca mengenai bvahaya rokok, dia menuntut mengapa ayah merokok? Ketika melihat tayangan TV, jangan berang kalau mereka menyeletuk, apakah Bapak juga terlibat kolusi, korupsi dan nepotisme? Memang begitu lah, seperti kita dulu, belajar memahami hidup. Yang pasti, impuls pertama kita, seperti juga orangtua di mana pun, persis reaksi Onceler terhadap Lorax: “Tutup mulutmu!”. Dorongan yang ada di dalam adalah menutup sumber kritik, bukan menjawab pertanyaan, apalagi transparan. Kita sebagai orangtua sering membungkam pertanyaan dengan diskusi moral yang abstrak untuk melindungi diri sendiri, terutama kalau persoalannya menabrak hal-hal yang sangat dekat dengan hidup kita, padahal sebenarnya kita terhenyak dan sering tak mampu memberi jawaban.
    38. Proses demokrasi untuk mendukung kegiatan non-demokratis yang diceritakan tersebut
    dilakukan dengan menghimpun…

    19 / 20

    OrangAmerika Serikat dikenal sebagai embahnya demokrasi. OrangAmerika sendiri dengan bangga dan arogan menyebut dirinya garda depan demokrasi. Orang nyaris bebas berbuat apa saja, termasuk berbuat tak demokrasi, asal prosesnya memenuhi syarat demokrasi.

    Pernah terjadi di suatu kota kecil Layton, CA, yang sebagian besar penduduknya pengusaha bidang perkayuan, seorang anak bertanya pada bapaknya, “papa sudah tidak saying lagi pada pohon dan tanaman, ya?” Cetusan rasa ingin tahu, yang terbina lewat membaca buku ini, tiba-tiba menjadi pertanyaan eksistensial dan dilemma moral bagi sang ayah. Risau karena terganggu kesadaran moralnya, sang ayah menyelidik, buku apa gerangan yang dibaca anaknya. Ditemukannya buku bacaan anak SD berjudul Lorax, karena Dr seuss, yang berkisah mengenai perjuangan Lorax menyuarakan pembelaan bagi pohon Trufu, karena pohon “tidak memiliki lidah”. Tanpa kenal lelah Lorax berjuang melawan keluarga Onceler yang menebangi habis-habisan pohon Trufu untuk dijadikan baju Hineed, hingga hutan menjadi gersang. Suatu kisah moralitas lingkungan yang tentu saja melecehkan profesi orang-orang Layton.

    Melalui proses demokratis dengan suara terbanyak mereka menyetujui agar buku Dr. Seuss dilarang beredar. Demokrasi menunjang non demokrasi pun berhasil. Dewan sekolah setempat berjanji memasukan buku Dr. Seuss yang sudah 18 tahun membawa pesan lingkungan itu ke dalam lemari dan dikunci rapat. Hilanglah pesan lingkungan , tetapi ada kerugian lebih besar terbaca dalam peristiwa ini, yaitu kenyataan bahwa orang sering tak mampu menghadapi tantangan dan pertanyaan atas nilai-nilai dan prilaku mereka. Yang terjadi di Indonesia pun kurang lebih sama: anak-anak kita dating membawa pertanyaan, dan kita menghadapi konflik, bangga karena mereka kritis, tetapi risau karena pertanyaan mereka telak. Pantaskah kita membela diri dengan menunjuk bahwa demokrasi kita lebih afdol karena musyawarah untuk mufakat? Tetapi kalau kita bicara fakta, kita harus mengakui kita masih memarkir hasrat demokrasi kita. Anak membaca mengenai bvahaya rokok, dia menuntut mengapa ayah merokok? Ketika melihat tayangan TV, jangan berang kalau mereka menyeletuk, apakah Bapak juga terlibat kolusi, korupsi dan nepotisme? Memang begitu lah, seperti kita dulu, belajar memahami hidup. Yang pasti, impuls pertama kita, seperti juga orangtua di mana pun, persis reaksi Onceler terhadap Lorax: “Tutup mulutmu!”. Dorongan yang ada di dalam adalah menutup sumber kritik, bukan menjawab pertanyaan, apalagi transparan. Kita sebagai orangtua sering membungkam pertanyaan dengan diskusi moral yang abstrak untuk melindungi diri sendiri, terutama kalau persoalannya menabrak hal-hal yang sangat dekat dengan hidup kita, padahal sebenarnya kita terhenyak dan sering tak mampu memberi jawaban.
    39. Lorax karangan Dr. Seuss inti topik permasalahannya adalah memperjuangkan…

    20 / 20

    OrangAmerika Serikat dikenal sebagai embahnya demokrasi. OrangAmerika sendiri dengan bangga dan arogan menyebut dirinya garda depan demokrasi. Orang nyaris bebas berbuat apa saja, termasuk berbuat tak demokrasi, asal prosesnya memenuhi syarat demokrasi.

    Pernah terjadi di suatu kota kecil Layton, CA, yang sebagian besar penduduknya pengusaha bidang perkayuan, seorang anak bertanya pada bapaknya, “papa sudah tidak saying lagi pada pohon dan tanaman, ya?” Cetusan rasa ingin tahu, yang terbina lewat membaca buku ini, tiba-tiba menjadi pertanyaan eksistensial dan dilemma moral bagi sang ayah. Risau karena terganggu kesadaran moralnya, sang ayah menyelidik, buku apa gerangan yang dibaca anaknya. Ditemukannya buku bacaan anak SD berjudul Lorax, karena Dr seuss, yang berkisah mengenai perjuangan Lorax menyuarakan pembelaan bagi pohon Trufu, karena pohon “tidak memiliki lidah”. Tanpa kenal lelah Lorax berjuang melawan keluarga Onceler yang menebangi habis-habisan pohon Trufu untuk dijadikan baju Hineed, hingga hutan menjadi gersang. Suatu kisah moralitas lingkungan yang tentu saja melecehkan profesi orang-orang Layton.

    Melalui proses demokratis dengan suara terbanyak mereka menyetujui agar buku Dr. Seuss dilarang beredar. Demokrasi menunjang non demokrasi pun berhasil. Dewan sekolah setempat berjanji memasukan buku Dr. Seuss yang sudah 18 tahun membawa pesan lingkungan itu ke dalam lemari dan dikunci rapat. Hilanglah pesan lingkungan , tetapi ada kerugian lebih besar terbaca dalam peristiwa ini, yaitu kenyataan bahwa orang sering tak mampu menghadapi tantangan dan pertanyaan atas nilai-nilai dan prilaku mereka. Yang terjadi di Indonesia pun kurang lebih sama: anak-anak kita dating membawa pertanyaan, dan kita menghadapi konflik, bangga karena mereka kritis, tetapi risau karena pertanyaan mereka telak. Pantaskah kita membela diri dengan menunjuk bahwa demokrasi kita lebih afdol karena musyawarah untuk mufakat? Tetapi kalau kita bicara fakta, kita harus mengakui kita masih memarkir hasrat demokrasi kita. Anak membaca mengenai bvahaya rokok, dia menuntut mengapa ayah merokok? Ketika melihat tayangan TV, jangan berang kalau mereka menyeletuk, apakah Bapak juga terlibat kolusi, korupsi dan nepotisme? Memang begitu lah, seperti kita dulu, belajar memahami hidup. Yang pasti, impuls pertama kita, seperti juga orangtua di mana pun, persis reaksi Onceler terhadap Lorax: “Tutup mulutmu!”. Dorongan yang ada di dalam adalah menutup sumber kritik, bukan menjawab pertanyaan, apalagi transparan. Kita sebagai orangtua sering membungkam pertanyaan dengan diskusi moral yang abstrak untuk melindungi diri sendiri, terutama kalau persoalannya menabrak hal-hal yang sangat dekat dengan hidup kita, padahal sebenarnya kita terhenyak dan sering tak mampu memberi jawaban.
    40. Pertanyaan anak kepada ayahnya menjadi pertanyaan eksistensial sebab
    mempertanyakan masalah…

    Your score is

  • Mini TO SNBT 2025 Literasi Bahas Inggris [Soal Asli UTBK SNBT 01]

    231

    Mini TO SNBT 2025 Literasi Bahas Inggris [Soal Asli UTBK SNBT 01]

    Kerjakan dengan jujur yaah. Ini bagian dari evaluasi kalian. Terus latihan dan hitung berapa soal yang benar setiap TO nya. Jangan lupa sebagai bentuk apresiasi kalian, follow IG CHE yaah [klik di sini] Waktu pengerjaan disesuaikan dengan UTBK SNBT 2025

    The number of attempts remaining is 3

    Isi dulu data diri yaah

    1 / 30

    Most large companies do not know how to make the best use of clever people. Employees who criticize the old ways of doing things and want to try out new ideas are disliked both by their colleagues and by their bosses Comments like ‘They wouldn’t listen to me’ or ‘I kept presenting new product ideas, only to hear nothing’ are typical of many a manager who become an entrepreneur. All of this causes frustration, which can quickly lead t boredom. Often, middle managers start to think; ‘Only another 30 more years of working may way to retirement At this point, they want to find a way out.

    They need to get away from a job that is no longer attractive. So they decide to set up on their own. But the need something else, too: the challenge of taking risks. They are like people who climb a mountain by the most dangerous route. Entrepreneurial types need to try out new things without knowing whether they will succeed o fail. They also want to prove that they can make it without big company support.

    As well as motivation, most successful entrepreneurs have a number of personal characteristics in common The first is self-confidence, the feeling of certainty that you have got the skills, knowledge and energy to build u; your own business. There is also stubbornness, the determination to prove to the boss who rejected your ideas the they were good ideas which can*be made to work. Possessing this quality means that you won’t give up: you have to make your ideas work.
    UMPTN-01-66
    The main information of the text is about ___ .

    2 / 30

    Most large companies do not know how to make the best use of clever people. Employees who criticize the old ways of doing things and want to try out new ideas are disliked both by their colleagues and by their bosses Comments like ‘They wouldn’t listen to me’ or ‘I kept presenting new product ideas, only to hear nothing’ are typical of many a manager who become an entrepreneur. All of this causes frustration, which can quickly lead t boredom. Often, middle managers start to think; ‘Only another 30 more years of working may way to retirement At this point, they want to find a way out.

    They need to get away from a job that is no longer attractive. So they decide to set up on their own. But the need something else, too: the challenge of taking risks. They are like people who climb a mountain by the most dangerous route. Entrepreneurial types need to try out new things without knowing whether they will succeed o fail. They also want to prove that they can make it without big company support.

    As well as motivation, most successful entrepreneurs have a number of personal characteristics in common The first is self-confidence, the feeling of certainty that you have got the skills, knowledge and energy to build u; your own business. There is also stubbornness, the determination to prove to the boss who rejected your ideas the they were good ideas which can*be made to work. Possessing this quality means that you won’t give up: you have to make your ideas work.
    UMPTN-01-67
    Many managers like to become an entrepreneur
    because ___.

    3 / 30

    Most large companies do not know how to make the best use of clever people. Employees who criticize the old ways of doing things and want to try out new ideas are disliked both by their colleagues and by their bosses Comments like ‘They wouldn’t listen to me’ or ‘I kept presenting new product ideas, only to hear nothing’ are typical of many a manager who become an entrepreneur. All of this causes frustration, which can quickly lead t boredom. Often, middle managers start to think; ‘Only another 30 more years of working may way to retirement At this point, they want to find a way out.

    They need to get away from a job that is no longer attractive. So they decide to set up on their own. But the need something else, too: the challenge of taking risks. They are like people who climb a mountain by the most dangerous route. Entrepreneurial types need to try out new things without knowing whether they will succeed o fail. They also want to prove that they can make it without big company support.

    As well as motivation, most successful entrepreneurs have a number of personal characteristics in common The first is self-confidence, the feeling of certainty that you have got the skills, knowledge and energy to build u; your own business. There is also stubbornness, the determination to prove to the boss who rejected your ideas the they were good ideas which can*be made to work. Possessing this quality means that you won’t give up: you have to make your ideas work.
    UMPTN-01-68
    We may conclude that a manager who becomes a
    entrepreneur is a person who ___ .

    4 / 30

    Most large companies do not know how to make the best use of clever people. Employees who criticize the old ways of doing things and want to try out new ideas are disliked both by their colleagues and by their bosses Comments like ‘They wouldn’t listen to me’ or ‘I kept presenting new product ideas, only to hear nothing’ are typical of many a manager who become an entrepreneur. All of this causes frustration, which can quickly lead t boredom. Often, middle managers start to think; ‘Only another 30 more years of working may way to retirement At this point, they want to find a way out.

    They need to get away from a job that is no longer attractive. So they decide to set up on their own. But the need something else, too: the challenge of taking risks. They are like people who climb a mountain by the most dangerous route. Entrepreneurial types need to try out new things without knowing whether they will succeed o fail. They also want to prove that they can make it without big company support.

    As well as motivation, most successful entrepreneurs have a number of personal characteristics in common The first is self-confidence, the feeling of certainty that you have got the skills, knowledge and energy to build u; your own business. There is also stubbornness, the determination to prove to the boss who rejected your ideas the they were good ideas which can*be made to work. Possessing this quality means that you won’t give up: you have to make your ideas work.
    UMPTN-01-69
    An entrepreneur is expected to be all of the following
    EXCEPT ___.

    5 / 30

    Most large companies do not know how to make the best use of clever people. Employees who criticize the old ways of doing things and want to try out new ideas are disliked both by their colleagues and by their bosses Comments like ‘They wouldn’t listen to me’ or ‘I kept presenting new product ideas, only to hear nothing’ are typical of many a manager who become an entrepreneur. All of this causes frustration, which can quickly lead t boredom. Often, middle managers start to think; ‘Only another 30 more years of working may way to retirement At this point, they want to find a way out.

    They need to get away from a job that is no longer attractive. So they decide to set up on their own. But the need something else, too: the challenge of taking risks. They are like people who climb a mountain by the most dangerous route. Entrepreneurial types need to try out new things without knowing whether they will succeed o fail. They also want to prove that they can make it without big company support.

    As well as motivation, most successful entrepreneurs have a number of personal characteristics in common The first is self-confidence, the feeling of certainty that you have got the skills, knowledge and energy to build u; your own business. There is also stubbornness, the determination to prove to the boss who rejected your ideas the they were good ideas which can*be made to work. Possessing this quality means that you won’t give up: you have to make your ideas work.
    UMPTN-01-70
    ‘only to hear nothing’ in line 3 means to be ___

    6 / 30

    Text II
    Cameroon is a West African country often million people which has been very successful in growing food for it people, unlike many other West African countries. Since 1971 it has doubled its output of major foodstuffs such a maize and potatoes. Now it is one of the few African countries able to feed itself. This was not the case five years ago when the country was only 75-80% self-sufficient in food. Although isolated pockets of hunger still remain, the World Bank nowadays gives Cameroon money to sustain, not to achieve, self-sufficiency in food production.
    UMPTN-01-72
    Which of the following statements is TRUE about
    Cameroon?

    7 / 30

    Text II
    Cameroon is a West African country often million people which has been very successful in growing food for it people, unlike many other West African countries. Since 1971 it has doubled its output of major foodstuffs such a maize and potatoes. Now it is one of the few African countries able to feed itself. This was not the case five years ago when the country was only 75-80% self-sufficient in food. Although isolated pockets of hunger still remain, the World Bank nowadays gives Cameroon money to sustain, not to achieve, self-sufficiency in food production.
    UMPTN-01-71
    The text tells us about ___.

    8 / 30

    Text III
    Continued progress in advanced technology is not necessary. Already the technical progress in our world ha caused severe pollution in the air and in the water. Although the technical progress in previous years has been helpful recent technology has significantly increased pollution. Another reason to stop technical progress is that many inventions which were developed for good causes are now also used for powerful weapons or have been found to have serious side effects. For example, pesticide put inside particle boards to prevent termites has now been found to be toxic to human life. Technology does not always bring good effects; for example, computers do much work faster than man. but then man loses his job to a machine. Because no man can guarantee that technology will have only good effects and will be used only for the benefit of man, we should delay the continued development of technology.
    UMPTN-01-73
    The author’s purpose in writing this paragraph is

    9 / 30

    Text III
    Continued progress in advanced technology is not necessary. Already the technical progress in our world ha caused severe pollution in the air and in the water. Although the technical progress in previous years has been helpful recent technology has significantly increased pollution. Another reason to stop technical progress is that many inventions which were developed for good causes are now also used for powerful weapons or have been found to have serious side effects. For example, pesticide put inside particle boards to prevent termites has now been found to be toxic to human life. Technology does not always bring good effects; for example, computers do much work faster than man. but then man loses his job to a machine. Because no man can guarantee that technology will have only good effects and will be used only for the benefit of man, we should delay the continued development of technology.
    UMPTN-01-74
    Advanced technology has made people’s lives more
    comfortable; nevertheless, ___.

    10 / 30

    Text IV
    Many countries realize the dangers of smoking and have tried to ban cigarette advertisements completely so that children never see them, or at least reduce smoking advertisements so that they are not widespread. But these _75___ are often not successful; on the whole, they have not restricted cigarette advertising. Through their activities, US cigarette companies 76 these laws even if they obey the wording of the laws. There are a number of ways in which these companies violate the spirit of laws 77 to protect young people from cigarettes. 78 some companies don’t advertise their cigarettes; but they give them away free. Even more potentially harmful is the involvement of cigarette companies in sports events. They 79 to be promoting a sports event when, in fact, they are selling cigarettes.
    UMPTN-01-75

    11 / 30

    Text IV
    Many countries realize the dangers of smoking and have tried to ban cigarette advertisements completely so that children never see them, or at least reduce smoking advertisements so that they are not widespread. But these _75___ are often not successful; on the whole, they have not restricted cigarette advertising. Through their activities, US cigarette companies 76 these laws even if they obey the wording of the laws. There are a number of ways in which these companies violate the spirit of laws 77 to protect young people from cigarettes. 78 some companies don’t advertise their cigarettes; but they give them away free. Even more potentially harmful is the involvement of cigarette companies in sports events. They 79 to be promoting a sports event when, in fact, they are selling cigarettes.
    UMPTN-01-76

    12 / 30

    Text IV
    Many countries realize the dangers of smoking and have tried to ban cigarette advertisements completely so that children never see them, or at least reduce smoking advertisements so that they are not widespread. But these _75___ are often not successful; on the whole, they have not restricted cigarette advertising. Through their activities, US cigarette companies 76 these laws even if they obey the wording of the laws. There are a number of ways in which these companies violate the spirit of laws 77 to protect young people from cigarettes. 78 some companies don’t advertise their cigarettes; but they give them away free. Even more potentially harmful is the involvement of cigarette companies in sports events. They 79 to be promoting a sports event when, in fact, they are selling cigarettes.
    UMPTN-01-77

    13 / 30

    Text IV
    Many countries realize the dangers of smoking and have tried to ban cigarette advertisements completely so that children never see them, or at least reduce smoking advertisements so that they are not widespread. But these _75___ are often not successful; on the whole, they have not restricted cigarette advertising. Through their activities, US cigarette companies 76 these laws even if they obey the wording of the laws. There are a number of ways in which these companies violate the spirit of laws 77 to protect young people from cigarettes. 78 some companies don’t advertise their cigarettes; but they give them away free. Even more potentially harmful is the involvement of cigarette companies in sports events. They 79 to be promoting a sports event when, in fact, they are selling cigarettes.
    UMPTN-01-78

    14 / 30

    Text IV
    Many countries realize the dangers of smoking and have tried to ban cigarette advertisements completely so that children never see them, or at least reduce smoking advertisements so that they are not widespread. But these _75___ are often not successful; on the whole, they have not restricted cigarette advertising. Through their activities, US cigarette companies 76 these laws even if they obey the wording of the laws. There are a number of ways in which these companies violate the spirit of laws 77 to protect young people from cigarettes. 78 some companies don’t advertise their cigarettes; but they give them away free. Even more potentially harmful is the involvement of cigarette companies in sports events. They 79 to be promoting a sports event when, in fact, they are selling cigarettes.
    UMPTN-01-79

    15 / 30

    UMPTN-01-80
    All new students at this university are required ___ an
    English proficiency test.

    16 / 30

    UMPTN-01-81
    ‘Whose car is that?’
    ‘You mean the one ___ in front of the bookstore.’

    17 / 30

    UMPTN-01-82
    ___ for five years in the marketing department, I feel
    well qualified to apply for the job of marketing
    manager advertised in the newspaper.

    18 / 30

    UMPTN-01-83
    ‘While living in Bogor, we always went to school on
    foot.’
    This means that we ___ on foot while we were living
    in Bogor.

    19 / 30

    UMPTN-01-84
    She did not tell me where ___ after
    classes

    20 / 30

    UMPTN-01-85
    ‘Mom, why do you insist on my wearing a jacket?’
    ‘ ___ I’m sure it’s going to be very cold outside!’

    21 / 30

    UMPTN-01-86
    ‘I can’t find my handphone in my bag!’
    ‘Well, you ___ in the car. Let’s take a look!’

    22 / 30

    UMPTN-01-87
    ‘I spilled some ink on my coat.’
    ‘You must ___ at the laundry immediately.’

    23 / 30

    UMPTN-01-88
    ‘The hotel is suffering a great loss.’
    ‘Yes, only ten percent of their rooms ___.’

    24 / 30

    UMPTN-01-89
    ;Why aren’t you driving your own car?’
    ‘It ___’

    25 / 30

    UMPTN-01-90
    ‘Who is Ismail Marzuki?’
    ‘Well, he’s the composer ___ people consider one of
    the greatest in Indonesia.

    26 / 30

    UMPTN-01-91
    ‘Paula fell asleep in class this morning.’
    ‘She ___ late last night.’

    27 / 30

    UMPTN-01-92
    Smoking can be the cause of many illnesses and
    respiratory disorders; ___ it may harm non
    smokers.

    28 / 30

    UMPTN-01-93
    ‘After she had already signed a year’s rent for the
    house, she found another that she liked much
    better.’
    From the above sentence we may conclude that ___.

    29 / 30

    UMPTN-01-94
    ___ but he also goes to school in the evening.

    30 / 30

    UMPTN-01-95
    ‘Had the company peen fair in giving bonuses, the
    employees would not have gone on strike.’ From the
    above sentence we may conclude that

    Your score is

  • Try Out Bahasa Inggris 19 SNBT 2025

    32

    Try Out Bahasa Inggris 19 SNBT 2025

    Anda hanya punya waktu 25 menit untuk mengerjakan 30 soal. Kerjakan dengan bijak dan jujur. Tes ini bagian dari evaluasi Anda menghadapi SNBT 2025.

    The number of attempts remaining is 3

    Isi dulu data diri yaah

    1 / 25

    Text I
    One of the most mysterious things in nature is the ability of certain creatures to find their way home, sometimes from great distances. Birds are not the only ones who can do this. Bees, eels, and salmon are able to return to a particular place after doing journeys, too. Most migrations take place between breeding grounds and regions where animals feed. For some animals, such as the lemming, the move is a one-way trip. Scientists call this movement emigration, because these animals never return to their homes. For other animals, such as birds, the migration includes a return trip home. Birds move in periodic migration, or at regular times during their lives, and often to the same place year after year. Many experiments have been made with birds in an attempt to find out what guides them on their way home. In one case, seven swallows were taken 400 miles from home. When they were set free, five of them returned to their nests. In another case, a certain kind of sea bird was taken from its nests on the Welsh coast to venice by plane. When it was released, it made its way home to its neasts, a distance of 930 miles if it flew in a straight line. Migrating birds offer an even more amazing example of this ability. There are swifts and house martins that migrate from England to South Africa every year. They not only return to England the next spring, but may of them come back to nests in the very same house they nested the year before. They not only return to England the next spring, but many of them come back to mests in the very same house they nested the year before. They fly the incredible distance of 6,000 miles, one way. Certain types of butterfly migrate, too, and find their way home over long distances. In the tropics one can sometimes see the great mass flights of butterflies all flying steadly in one direction. They may go a thousand miles and more and then return again in another season. Despite all the efforts that have been made to explain how these creatures find their way home, we still have no sure explanation. Since many of the birds fly over great bodies of water, we cannot explain it by saying they use landmarks to guide them. Just to say they have an “instinct” does not really explain the right conditions. The reason they do it may be to obtain food or to reproduce under the right conditions. But the signals and guideposts they use on their flights are still a mystery to man.
    01. The best title for the text is ….

    2 / 25

    Text I
    One of the most mysterious things in nature is the ability of certain creatures to find their way home, sometimes from great distances. Birds are not the only ones who can do this. Bees, eels, and salmon are able to return to a particular place after doing journeys, too. Most migrations take place between breeding grounds and regions where animals feed. For some animals, such as the lemming, the move is a one-way trip. Scientists call this movement emigration, because these animals never return to their homes. For other animals, such as birds, the migration includes a return trip home. Birds move in periodic migration, or at regular times during their lives, and often to the same place year after year. Many experiments have been made with birds in an attempt to find out what guides them on their way home. In one case, seven swallows were taken 400 miles from home. When they were set free, five of them returned to their nests. In another case, a certain kind of sea bird was taken from its nests on the Welsh coast to venice by plane. When it was released, it made its way home to its neasts, a distance of 930 miles if it flew in a straight line. Migrating birds offer an even more amazing example of this ability. There are swifts and house martins that migrate from England to South Africa every year. They not only return to England the next spring, but may of them come back to nests in the very same house they nested the year before. They not only return to England the next spring, but many of them come back to mests in the very same house they nested the year before. They fly the incredible distance of 6,000 miles, one way. Certain types of butterfly migrate, too, and find their way home over long distances. In the tropics one can sometimes see the great mass flights of butterflies all flying steadly in one direction. They may go a thousand miles and more and then return again in another season. Despite all the efforts that have been made to explain how these creatures find their way home, we still have no sure explanation. Since many of the birds fly over great bodies of water, we cannot explain it by saying they use landmarks to guide them. Just to say they have an “instinct” does not really explain the right conditions. The reason they do it may be to obtain food or to reproduce under the right conditions. But the signals and guideposts they use on their flights are still a mystery to man.
    02. Which of the following is NOT TRUE according
    to the passage ….

    3 / 25

    Text I
    One of the most mysterious things in nature is the ability of certain creatures to find their way home, sometimes from great distances. Birds are not the only ones who can do this. Bees, eels, and salmon are able to return to a particular place after doing journeys, too. Most migrations take place between breeding grounds and regions where animals feed. For some animals, such as the lemming, the move is a one-way trip. Scientists call this movement emigration, because these animals never return to their homes. For other animals, such as birds, the migration includes a return trip home. Birds move in periodic migration, or at regular times during their lives, and often to the same place year after year. Many experiments have been made with birds in an attempt to find out what guides them on their way home. In one case, seven swallows were taken 400 miles from home. When they were set free, five of them returned to their nests. In another case, a certain kind of sea bird was taken from its nests on the Welsh coast to venice by plane. When it was released, it made its way home to its neasts, a distance of 930 miles if it flew in a straight line. Migrating birds offer an even more amazing example of this ability. There are swifts and house martins that migrate from England to South Africa every year. They not only return to England the next spring, but may of them come back to nests in the very same house they nested the year before. They not only return to England the next spring, but many of them come back to mests in the very same house they nested the year before. They fly the incredible distance of 6,000 miles, one way. Certain types of butterfly migrate, too, and find their way home over long distances. In the tropics one can sometimes see the great mass flights of butterflies all flying steadly in one direction. They may go a thousand miles and more and then return again in another season. Despite all the efforts that have been made to explain how these creatures find their way home, we still have no sure explanation. Since many of the birds fly over great bodies of water, we cannot explain it by saying they use landmarks to guide them. Just to say they have an “instinct” does not really explain the right conditions. The reason they do it may be to obtain food or to reproduce under the right conditions. But the signals and guideposts they use on their flights are still a mystery to man.
    03. According to the passage, swifts and house
    martins returning from South Africa to
    England, ….

    4 / 25

    Text I
    One of the most mysterious things in nature is the ability of certain creatures to find their way home, sometimes from great distances. Birds are not the only ones who can do this. Bees, eels, and salmon are able to return to a particular place after doing journeys, too. Most migrations take place between breeding grounds and regions where animals feed. For some animals, such as the lemming, the move is a one-way trip. Scientists call this movement emigration, because these animals never return to their homes. For other animals, such as birds, the migration includes a return trip home. Birds move in periodic migration, or at regular times during their lives, and often to the same place year after year. Many experiments have been made with birds in an attempt to find out what guides them on their way home. In one case, seven swallows were taken 400 miles from home. When they were set free, five of them returned to their nests. In another case, a certain kind of sea bird was taken from its nests on the Welsh coast to venice by plane. When it was released, it made its way home to its neasts, a distance of 930 miles if it flew in a straight line. Migrating birds offer an even more amazing example of this ability. There are swifts and house martins that migrate from England to South Africa every year. They not only return to England the next spring, but may of them come back to nests in the very same house they nested the year before. They not only return to England the next spring, but many of them come back to mests in the very same house they nested the year before. They fly the incredible distance of 6,000 miles, one way. Certain types of butterfly migrate, too, and find their way home over long distances. In the tropics one can sometimes see the great mass flights of butterflies all flying steadly in one direction. They may go a thousand miles and more and then return again in another season. Despite all the efforts that have been made to explain how these creatures find their way home, we still have no sure explanation. Since many of the birds fly over great bodies of water, we cannot explain it by saying they use landmarks to guide them. Just to say they have an “instinct” does not really explain the right conditions. The reason they do it may be to obtain food or to reproduce under the right conditions. But the signals and guideposts they use on their flights are still a mystery to man.
    04. Animals which emigrate ….

    5 / 25

    Text I
    One of the most mysterious things in nature is the ability of certain creatures to find their way home, sometimes from great distances. Birds are not the only ones who can do this. Bees, eels, and salmon are able to return to a particular place after doing journeys, too. Most migrations take place between breeding grounds and regions where animals feed. For some animals, such as the lemming, the move is a one-way trip. Scientists call this movement emigration, because these animals never return to their homes. For other animals, such as birds, the migration includes a return trip home. Birds move in periodic migration, or at regular times during their lives, and often to the same place year after year. Many experiments have been made with birds in an attempt to find out what guides them on their way home. In one case, seven swallows were taken 400 miles from home. When they were set free, five of them returned to their nests. In another case, a certain kind of sea bird was taken from its nests on the Welsh coast to venice by plane. When it was released, it made its way home to its neasts, a distance of 930 miles if it flew in a straight line. Migrating birds offer an even more amazing example of this ability. There are swifts and house martins that migrate from England to South Africa every year. They not only return to England the next spring, but may of them come back to nests in the very same house they nested the year before. They not only return to England the next spring, but many of them come back to mests in the very same house they nested the year before. They fly the incredible distance of 6,000 miles, one way. Certain types of butterfly migrate, too, and find their way home over long distances. In the tropics one can sometimes see the great mass flights of butterflies all flying steadly in one direction. They may go a thousand miles and more and then return again in another season. Despite all the efforts that have been made to explain how these creatures find their way home, we still have no sure explanation. Since many of the birds fly over great bodies of water, we cannot explain it by saying they use landmarks to guide them. Just to say they have an “instinct” does not really explain the right conditions. The reason they do it may be to obtain food or to reproduce under the right conditions. But the signals and guideposts they use on their flights are still a mystery to man.
    05. It can be concluded that the author shows ….
    concerning the ability of certain creatures to
    find their way home.

    6 / 25

    Text II
    Most doctors and scientists believe there are different causes for the different forms of cancer. Working conditions may lead to this disease. For example, people who work in close contact with chemical compounds like arsenic and asbestos may develop cancer. Smoking is another cause of cancer. Many experiments have shown that smoking can produce lung cancer. Scientific research has shown that viruses bring about certain kinds of cancer in laboratory animals. Scientists are now trying to find out if this is true for humans as well.
    06. The topic of the text is ….

    7 / 25

    Text II
    Most doctors and scientists believe there are different causes for the different forms of cancer. Working conditions may lead to this disease. For example, people who work in close contact with chemical compounds like arsenic and asbestos may develop cancer. Smoking is another cause of cancer. Many experiments have shown that smoking can produce lung cancer. Scientific research has shown that viruses bring about certain kinds of cancer in laboratory animals. Scientists are now trying to find out if this is true for humans as well.
    07. A person may get cancer if he or she ….

    8 / 25

    Text III
    Anorexia nervosa is an emotional illness in which the sufferee does not let herself eat. The anorexic or sufferer, in fact, starves herself. This condition affects girls between the ages of 12 to 18 (only one in fifteen is male). The typical victim is a bright, sensitive person from an upper-middle class or wealthy family. She has high expectations of herself and is self-critical even when her performance is excellent. She is often close to her parents. The girl’s parents are conscious of weight or appearance and are concerned about athletics or fatness. They may have high expectations for achievement from their children. Sometimes they are overprotective of or overly involved with their children.
    08. The text tells us about an illness which ….

    9 / 25

    Text III
    Anorexia nervosa is an emotional illness in which the sufferee does not let herself eat. The anorexic or sufferer, in fact, starves herself. This condition affects girls between the ages of 12 to 18 (only one in fifteen is male). The typical victim is a bright, sensitive person from an upper-middle class or wealthy family. She has high expectations of herself and is self-critical even when her performance is excellent. She is often close to her parents. The girl’s parents are conscious of weight or appearance and are concerned about athletics or fatness. They may have high expectations for achievement from their children. Sometimes they are overprotective of or overly involved with their children.
    09. From the text we may conclude that an
    anorexic person is ….

    10 / 25

    Text IV
    High school graduates are sometimes nervous attending college, because they fear that everything will be differnt.___ 10___, there are some important similarities between college and high school. In both place, academic ___11___ depends on being a responsible student. This means attending classes regularly. Similarly, ___12___ success in college is like that in high school. If you have had friends in high school, chances are you will have friends in college too. College also ___13___ high school in student activities. Musical groups, sports teams, special interest clubs, and other activites are found in both ___14___.
    (10)

    11 / 25

    Text IV
    High school graduates are sometimes nervous attending college, because they fear that everything will be differnt.___ 10___, there are some important similarities between college and high school. In both place, academic ___11___ depends on being a responsible student. This means attending classes regularly. Similarly, ___12___ success in college is like that in high school. If you have had friends in high school, chances are you will have friends in college too. College also ___13___ high school in student activities. Musical groups, sports teams, special interest clubs, and other activites are found in both ___14___.
    (11)

    12 / 25

    Text IV
    High school graduates are sometimes nervous attending college, because they fear that everything will be differnt.___ 10___, there are some important similarities between college and high school. In both place, academic ___11___ depends on being a responsible student. This means attending classes regularly. Similarly, ___12___ success in college is like that in high school. If you have had friends in high school, chances are you will have friends in college too. College also ___13___ high school in student activities. Musical groups, sports teams, special interest clubs, and other activites are found in both ___14___.
    (12)

    13 / 25

    Text IV
    High school graduates are sometimes nervous attending college, because they fear that everything will be differnt.___ 10___, there are some important similarities between college and high school. In both place, academic ___11___ depends on being a responsible student. This means attending classes regularly. Similarly, ___12___ success in college is like that in high school. If you have had friends in high school, chances are you will have friends in college too. College also ___13___ high school in student activities. Musical groups, sports teams, special interest clubs, and other activites are found in both ___14___.
    (13)

    14 / 25

    Text IV
    High school graduates are sometimes nervous attending college, because they fear that everything will be differnt.___ 10___, there are some important similarities between college and high school. In both place, academic ___11___ depends on being a responsible student. This means attending classes regularly. Similarly, ___12___ success in college is like that in high school. If you have had friends in high school, chances are you will have friends in college too. College also ___13___ high school in student activities. Musical groups, sports teams, special interest clubs, and other activites are found in both ___14___.
    (14)

    15 / 25

    15. …. the great inconvenience of travelling,
    many TV reporters went to the flooded area
    for their reports.

    16 / 25

    16. A symbol of royal prosperity in the past, the
    old castle, …. firmly on the island shore, is
    frequently visited by foreign tourists.

    17 / 25

    17. ‘Does Anto know that Myra had an accident
    yesterday?’
    ‘I don’t think so. We …. as soon as we were
    informed.’

    18 / 25

    18. We sometimes miss the neighbourhood ….
    we grew up.

    19 / 25

    19. ‘Can we postpone the class meeting until
    Friday?’
    ‘I’m afraid not. I …. basketball on Friday.’

    20 / 25

    20. ‘Hasn’t Anita submitted her report yet?’
    ‘I don’t think so. It …. .’

    21 / 25

    21. ‘When are you going to tell your sister the
    good news?’
    ‘When she …. from her business trip.’

    22 / 25

    22. ‘What do you enjoy most during your
    weekends at Puncak?’
    ‘ …. for a walk in the early morning.’

    23 / 25

    23. ‘I ran through the red light and I got fined by
    the traffic policeman.’
    ‘Oh, you …. more careful.’

    24 / 25

    24. ‘Had I known you were expecting a call, I
    wouldn’t have used the phone so long.’ The
    underlined words mean …. .

    25 / 25

    25. In evaluating your progress, the teacher
    will take into account …., attitude, and
    achievements.

    Your score is