Indonesia menghadapi tantangan serius dalam menjaga ketahanan pangan di tengah laju pertumbuhan penduduk yang terus meningkat. Setiap tahunnya, kebutuhan beras nasional tumbuh sekitar 1,3% seiring bertambahnya jumlah penduduk. Sementara itu, luas lahan pertanian justru menyusut akibat alih fungsi lahan untuk pembangunan perumahan, kawasan industri, dan infrastruktur. Badan Pusat Statistik mencatat bahwa antara tahun 2013 hingga 2023, luas lahan sawah di Indonesia berkurang hampir 1,2 juta hektare.
Di sisi lain, produktivitas pertanian Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand. Salah satu penyebabnya adalah lambatnya adopsi teknologi pertanian modern oleh petani lokal, yang sebagian besar masih mengandalkan metode tradisional. Selain itu, sistem distribusi pangan yang tidak efisien menyebabkan harga pangan di daerah terpencil jauh lebih tinggi dibandingkan di kota, meskipun sebagian besar produksi pertanian justru berasal dari pedesaan.
Pemerintah telah merespons tantangan ini dengan meluncurkan program cetak sawah baru, subsidi pupuk, dan pelatihan pertanian berbasis teknologi. Namun, para ahli mengingatkan bahwa solusi jangka panjang untuk ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi. Diperlukan transformasi menyeluruh dalam sistem pangan, mulai dari hulu ke hilir, termasuk pembenahan rantai pasok, pengurangan pemborosan pangan, serta penguatan akses masyarakat miskin terhadap pangan bergizi.
61. Berdasarkan teks, manakah yang paling tepat menggambarkan hubungan antara pertumbuhan penduduk dan ketahanan pangan di Indonesia?
Tinggalkan Balasan