Kategori: Uncategorized

  • Try Out SNBT 2025 Literasi Bahasa Indonesia 11

    86

    Try Out SNBT 2025 Literasi Bahasa Indonesia 11

    Ada 10 soal dengan waktu 14 menit. Kerjakan dengan jujur karena ini bagian dari evaluasi.

    The number of attempts remaining is 3

    Isi dulu data diri yaah

    1 / 10

    BACAAN I
    Ada sesuatu yang membuat kacau balau. Pecandu internet di pinggiran Maryland yang petama-tama dibuat berang berkomunikasi karena dengan gagal network (jaringan) global. Mereka yang berhasil kontak tidak berdaya menghadapi drive komputer tersumbat oleh banjir pesan e mail sampah membuat ribuan baris berita yang muncul bersamaan. Sedang para manajer yang mengelola situs informasi pada World Wide Web, yaitu suatu bagian multimedia internet yang popular, tertegun melihat komputer serve-nya tersendat dan mogok akibat kewalahan melayani ratusan permintaan data yang ribu menyerbu sekaligus.

    Baru beberapa jam kemudian para insinyur di perusahaan-perusahaan telepon, lab-lab departemen pertahanan pertahanan di universitas-universitas mulai mencurigai, bahwa banjir lintas data yang melanda. Jaringan internet di Pantai Barat Amerika ini bukan kecelakaan. Gejalanya tampak dari paket data yang membanjiri jaringan kerja ini terus-menerus berubah alamat sumbernya. Semuanya mengarah ke kesimpulan bahwa data yang jahil ini datang dari suatu tempat di Eropa Timur.

    Beberapa hari kemudian— setelah listrik padam, semua telepon tak putus-putus bernada sibuk, perdagangan saham di pasar modal New York terhenti (meskipun tidak ada badai salju), anjungan tunai mandiri (ATM) dan mesin teller automatik mulai mendebit dan mengkredit jutaan dolar rekening para nasabah secara random, pesan tempat pada penerbangan-penerbangan kacau, dan bahkan control lalu-lintas udara tidak menghentak berfungsi—kengerian kesadaran: Amerika mendapat serangan perang Cyber, perang melalui jaringan komputer. Bom telah meledak dan melumpuhkan jaringan Sistem pertahanan dan jaringan kehidupan.

    Tentu saja ini fiksi. Tetapi scenario semacam ini membuat pentagon was-was. Geoffrey Baehr, seorang pakar teknologi di Silicon Valley, mengatakan bahwa upload-ing, menuang paket data khusus data cacing ke network komputer dapat melumpuhkan ekonomi dan pertahanan suatu negara seefektif pulsa elektromagnetik detonasi nuklir, untuk tujuan yang sama. Enam kali latihan perang cyber telah dilaksanakan berdasar metode yang dirintis oleh Roger Molander, seorang analis senior. Peserta pelatihan dipilih di antara lembaga keamanan pemerintahan dan industri pertahanan. Diberitahu bahwa negara gawat akibat “serangan bom info”, tugas mereka adalah dalam waktu lima puluh menit mengajukan serangkaian saran kepada “panglima tertinggi” untuk mengatasinya.

    Pelatihan Dr. Molander tersebut lebih banyak menimbulkan pertanyaan daripada memecahkan masalah. Meskipun demikian, pelatihan ini meyakinkan para panglima militer bahwa cyber-info dapat merupakan ancaman yang lebih tajam daripada peluru dan lebih dahsyat daripada bom berkepala nuklir. depertemen pertahanan Khususnya, menyadari bahwa usaha-usaha mempertahankan negara, mulai dari menembakkan roket berkepala nuklir sampai memobilisasi pasukan dalam situasi gawat, tidak dapat terlepas dari network sipil.
    1. Mana di antara pernyataan pernyataan ini merupakan bahasan pokok bacaan tersebut di
    atas

    2 / 10

    BACAAN I
    Ada sesuatu yang membuat kacau balau. Pecandu internet di pinggiran Maryland yang petama-tama dibuat berang berkomunikasi karena dengan gagal network (jaringan) global. Mereka yang berhasil kontak tidak berdaya menghadapi drive komputer tersumbat oleh banjir pesan e mail sampah membuat ribuan baris berita yang muncul bersamaan. Sedang para manajer yang mengelola situs informasi pada World Wide Web, yaitu suatu bagian multimedia internet yang popular, tertegun melihat komputer serve-nya tersendat dan mogok akibat kewalahan melayani ratusan permintaan data yang ribu menyerbu sekaligus.

    Baru beberapa jam kemudian para insinyur di perusahaan-perusahaan telepon, lab-lab departemen pertahanan pertahanan di universitas-universitas mulai mencurigai, bahwa banjir lintas data yang melanda. Jaringan internet di Pantai Barat Amerika ini bukan kecelakaan. Gejalanya tampak dari paket data yang membanjiri jaringan kerja ini terus-menerus berubah alamat sumbernya. Semuanya mengarah ke kesimpulan bahwa data yang jahil ini datang dari suatu tempat di Eropa Timur.

    Beberapa hari kemudian— setelah listrik padam, semua telepon tak putus-putus bernada sibuk, perdagangan saham di pasar modal New York terhenti (meskipun tidak ada badai salju), anjungan tunai mandiri (ATM) dan mesin teller automatik mulai mendebit dan mengkredit jutaan dolar rekening para nasabah secara random, pesan tempat pada penerbangan-penerbangan kacau, dan bahkan control lalu-lintas udara tidak menghentak berfungsi—kengerian kesadaran: Amerika mendapat serangan perang Cyber, perang melalui jaringan komputer. Bom telah meledak dan melumpuhkan jaringan Sistem pertahanan dan jaringan kehidupan.

    Tentu saja ini fiksi. Tetapi scenario semacam ini membuat pentagon was-was. Geoffrey Baehr, seorang pakar teknologi di Silicon Valley, mengatakan bahwa upload-ing, menuang paket data khusus data cacing ke network komputer dapat melumpuhkan ekonomi dan pertahanan suatu negara seefektif pulsa elektromagnetik detonasi nuklir, untuk tujuan yang sama. Enam kali latihan perang cyber telah dilaksanakan berdasar metode yang dirintis oleh Roger Molander, seorang analis senior. Peserta pelatihan dipilih di antara lembaga keamanan pemerintahan dan industri pertahanan. Diberitahu bahwa negara gawat akibat “serangan bom info”, tugas mereka adalah dalam waktu lima puluh menit mengajukan serangkaian saran kepada “panglima tertinggi” untuk mengatasinya.

    Pelatihan Dr. Molander tersebut lebih banyak menimbulkan pertanyaan daripada memecahkan masalah. Meskipun demikian, pelatihan ini meyakinkan para panglima militer bahwa cyber-info dapat merupakan ancaman yang lebih tajam daripada peluru dan lebih dahsyat daripada bom berkepala nuklir. depertemen pertahanan Khususnya, menyadari bahwa usaha-usaha mempertahankan negara, mulai dari menembakkan roket berkepala nuklir sampai memobilisasi pasukan dalam situasi gawat, tidak dapat terlepas dari network sipil.
    2. Ledakan bom-info dalam jaringan internet tersebut merupakan cerita

    3 / 10

    BACAAN I
    Ada sesuatu yang membuat kacau balau. Pecandu internet di pinggiran Maryland yang petama-tama dibuat berang berkomunikasi karena dengan gagal network (jaringan) global. Mereka yang berhasil kontak tidak berdaya menghadapi drive komputer tersumbat oleh banjir pesan e mail sampah membuat ribuan baris berita yang muncul bersamaan. Sedang para manajer yang mengelola situs informasi pada World Wide Web, yaitu suatu bagian multimedia internet yang popular, tertegun melihat komputer serve-nya tersendat dan mogok akibat kewalahan melayani ratusan permintaan data yang ribu menyerbu sekaligus.

    Baru beberapa jam kemudian para insinyur di perusahaan-perusahaan telepon, lab-lab departemen pertahanan pertahanan di universitas-universitas mulai mencurigai, bahwa banjir lintas data yang melanda. Jaringan internet di Pantai Barat Amerika ini bukan kecelakaan. Gejalanya tampak dari paket data yang membanjiri jaringan kerja ini terus-menerus berubah alamat sumbernya. Semuanya mengarah ke kesimpulan bahwa data yang jahil ini datang dari suatu tempat di Eropa Timur.

    Beberapa hari kemudian— setelah listrik padam, semua telepon tak putus-putus bernada sibuk, perdagangan saham di pasar modal New York terhenti (meskipun tidak ada badai salju), anjungan tunai mandiri (ATM) dan mesin teller automatik mulai mendebit dan mengkredit jutaan dolar rekening para nasabah secara random, pesan tempat pada penerbangan-penerbangan kacau, dan bahkan control lalu-lintas udara tidak menghentak berfungsi—kengerian kesadaran: Amerika mendapat serangan perang Cyber, perang melalui jaringan komputer. Bom telah meledak dan melumpuhkan jaringan Sistem pertahanan dan jaringan kehidupan.

    Tentu saja ini fiksi. Tetapi scenario semacam ini membuat pentagon was-was. Geoffrey Baehr, seorang pakar teknologi di Silicon Valley, mengatakan bahwa upload-ing, menuang paket data khusus data cacing ke network komputer dapat melumpuhkan ekonomi dan pertahanan suatu negara seefektif pulsa elektromagnetik detonasi nuklir, untuk tujuan yang sama. Enam kali latihan perang cyber telah dilaksanakan berdasar metode yang dirintis oleh Roger Molander, seorang analis senior. Peserta pelatihan dipilih di antara lembaga keamanan pemerintahan dan industri pertahanan. Diberitahu bahwa negara gawat akibat “serangan bom info”, tugas mereka adalah dalam waktu lima puluh menit mengajukan serangkaian saran kepada “panglima tertinggi” untuk mengatasinya.

    Pelatihan Dr. Molander tersebut lebih banyak menimbulkan pertanyaan daripada memecahkan masalah. Meskipun demikian, pelatihan ini meyakinkan para panglima militer bahwa cyber-info dapat merupakan ancaman yang lebih tajam daripada peluru dan lebih dahsyat daripada bom berkepala nuklir. depertemen pertahanan Khususnya, menyadari bahwa usaha-usaha mempertahankan negara, mulai dari menembakkan roket berkepala nuklir sampai memobilisasi pasukan dalam situasi gawat, tidak dapat terlepas dari network sipil.
    3. Dari cerita di atas disimpulkan bahwa gangguan yang dapat membuat www. Tidak dapat
    memberi informasi adalah server

    4 / 10

    BACAAN I
    Ada sesuatu yang membuat kacau balau. Pecandu internet di pinggiran Maryland yang petama-tama dibuat berang berkomunikasi karena dengan gagal network (jaringan) global. Mereka yang berhasil kontak tidak berdaya menghadapi drive komputer tersumbat oleh banjir pesan e mail sampah membuat ribuan baris berita yang muncul bersamaan. Sedang para manajer yang mengelola situs informasi pada World Wide Web, yaitu suatu bagian multimedia internet yang popular, tertegun melihat komputer serve-nya tersendat dan mogok akibat kewalahan melayani ratusan permintaan data yang ribu menyerbu sekaligus.

    Baru beberapa jam kemudian para insinyur di perusahaan-perusahaan telepon, lab-lab departemen pertahanan pertahanan di universitas-universitas mulai mencurigai, bahwa banjir lintas data yang melanda. Jaringan internet di Pantai Barat Amerika ini bukan kecelakaan. Gejalanya tampak dari paket data yang membanjiri jaringan kerja ini terus-menerus berubah alamat sumbernya. Semuanya mengarah ke kesimpulan bahwa data yang jahil ini datang dari suatu tempat di Eropa Timur.

    Beberapa hari kemudian— setelah listrik padam, semua telepon tak putus-putus bernada sibuk, perdagangan saham di pasar modal New York terhenti (meskipun tidak ada badai salju), anjungan tunai mandiri (ATM) dan mesin teller automatik mulai mendebit dan mengkredit jutaan dolar rekening para nasabah secara random, pesan tempat pada penerbangan-penerbangan kacau, dan bahkan control lalu-lintas udara tidak menghentak berfungsi—kengerian kesadaran: Amerika mendapat serangan perang Cyber, perang melalui jaringan komputer. Bom telah meledak dan melumpuhkan jaringan Sistem pertahanan dan jaringan kehidupan.

    Tentu saja ini fiksi. Tetapi scenario semacam ini membuat pentagon was-was. Geoffrey Baehr, seorang pakar teknologi di Silicon Valley, mengatakan bahwa upload-ing, menuang paket data khusus data cacing ke network komputer dapat melumpuhkan ekonomi dan pertahanan suatu negara seefektif pulsa elektromagnetik detonasi nuklir, untuk tujuan yang sama. Enam kali latihan perang cyber telah dilaksanakan berdasar metode yang dirintis oleh Roger Molander, seorang analis senior. Peserta pelatihan dipilih di antara lembaga keamanan pemerintahan dan industri pertahanan. Diberitahu bahwa negara gawat akibat “serangan bom info”, tugas mereka adalah dalam waktu lima puluh menit mengajukan serangkaian saran kepada “panglima tertinggi” untuk mengatasinya.

    Pelatihan Dr. Molander tersebut lebih banyak menimbulkan pertanyaan daripada memecahkan masalah. Meskipun demikian, pelatihan ini meyakinkan para panglima militer bahwa cyber-info dapat merupakan ancaman yang lebih tajam daripada peluru dan lebih dahsyat daripada bom berkepala nuklir. depertemen pertahanan Khususnya, menyadari bahwa usaha-usaha mempertahankan negara, mulai dari menembakkan roket berkepala nuklir sampai memobilisasi pasukan dalam situasi gawat, tidak dapat terlepas dari network sipil.
    4. Yang mana yang menyebabkan penulis mengatakan bahwa pentagon was-was?

    5 / 10

    BACAAN I
    Ada sesuatu yang membuat kacau balau. Pecandu internet di pinggiran Maryland yang petama-tama dibuat berang berkomunikasi karena dengan gagal network (jaringan) global. Mereka yang berhasil kontak tidak berdaya menghadapi drive komputer tersumbat oleh banjir pesan e mail sampah membuat ribuan baris berita yang muncul bersamaan. Sedang para manajer yang mengelola situs informasi pada World Wide Web, yaitu suatu bagian multimedia internet yang popular, tertegun melihat komputer serve-nya tersendat dan mogok akibat kewalahan melayani ratusan permintaan data yang ribu menyerbu sekaligus.

    Baru beberapa jam kemudian para insinyur di perusahaan-perusahaan telepon, lab-lab departemen pertahanan pertahanan di universitas-universitas mulai mencurigai, bahwa banjir lintas data yang melanda. Jaringan internet di Pantai Barat Amerika ini bukan kecelakaan. Gejalanya tampak dari paket data yang membanjiri jaringan kerja ini terus-menerus berubah alamat sumbernya. Semuanya mengarah ke kesimpulan bahwa data yang jahil ini datang dari suatu tempat di Eropa Timur.

    Beberapa hari kemudian— setelah listrik padam, semua telepon tak putus-putus bernada sibuk, perdagangan saham di pasar modal New York terhenti (meskipun tidak ada badai salju), anjungan tunai mandiri (ATM) dan mesin teller automatik mulai mendebit dan mengkredit jutaan dolar rekening para nasabah secara random, pesan tempat pada penerbangan-penerbangan kacau, dan bahkan control lalu-lintas udara tidak menghentak berfungsi—kengerian kesadaran: Amerika mendapat serangan perang Cyber, perang melalui jaringan komputer. Bom telah meledak dan melumpuhkan jaringan Sistem pertahanan dan jaringan kehidupan.

    Tentu saja ini fiksi. Tetapi scenario semacam ini membuat pentagon was-was. Geoffrey Baehr, seorang pakar teknologi di Silicon Valley, mengatakan bahwa upload-ing, menuang paket data khusus data cacing ke network komputer dapat melumpuhkan ekonomi dan pertahanan suatu negara seefektif pulsa elektromagnetik detonasi nuklir, untuk tujuan yang sama. Enam kali latihan perang cyber telah dilaksanakan berdasar metode yang dirintis oleh Roger Molander, seorang analis senior. Peserta pelatihan dipilih di antara lembaga keamanan pemerintahan dan industri pertahanan. Diberitahu bahwa negara gawat akibat “serangan bom info”, tugas mereka adalah dalam waktu lima puluh menit mengajukan serangkaian saran kepada “panglima tertinggi” untuk mengatasinya.

    Pelatihan Dr. Molander tersebut lebih banyak menimbulkan pertanyaan daripada memecahkan masalah. Meskipun demikian, pelatihan ini meyakinkan para panglima militer bahwa cyber-info dapat merupakan ancaman yang lebih tajam daripada peluru dan lebih dahsyat daripada bom berkepala nuklir. depertemen pertahanan Khususnya, menyadari bahwa usaha-usaha mempertahankan negara, mulai dari menembakkan roket berkepala nuklir sampai memobilisasi pasukan dalam situasi gawat, tidak dapat terlepas dari network sipil.
    5. Apa yang membuat pemakai network menyadari bahwa ada sabotase?

    6 / 10

    BACAAN I
    Ada sesuatu yang membuat kacau balau. Pecandu internet di pinggiran Maryland yang petama-tama dibuat berang berkomunikasi karena dengan gagal network (jaringan) global. Mereka yang berhasil kontak tidak berdaya menghadapi drive komputer tersumbat oleh banjir pesan e mail sampah membuat ribuan baris berita yang muncul bersamaan. Sedang para manajer yang mengelola situs informasi pada World Wide Web, yaitu suatu bagian multimedia internet yang popular, tertegun melihat komputer serve-nya tersendat dan mogok akibat kewalahan melayani ratusan permintaan data yang ribu menyerbu sekaligus.

    Baru beberapa jam kemudian para insinyur di perusahaan-perusahaan telepon, lab-lab departemen pertahanan pertahanan di universitas-universitas mulai mencurigai, bahwa banjir lintas data yang melanda. Jaringan internet di Pantai Barat Amerika ini bukan kecelakaan. Gejalanya tampak dari paket data yang membanjiri jaringan kerja ini terus-menerus berubah alamat sumbernya. Semuanya mengarah ke kesimpulan bahwa data yang jahil ini datang dari suatu tempat di Eropa Timur.

    Beberapa hari kemudian— setelah listrik padam, semua telepon tak putus-putus bernada sibuk, perdagangan saham di pasar modal New York terhenti (meskipun tidak ada badai salju), anjungan tunai mandiri (ATM) dan mesin teller automatik mulai mendebit dan mengkredit jutaan dolar rekening para nasabah secara random, pesan tempat pada penerbangan-penerbangan kacau, dan bahkan control lalu-lintas udara tidak menghentak berfungsi—kengerian kesadaran: Amerika mendapat serangan perang Cyber, perang melalui jaringan komputer. Bom telah meledak dan melumpuhkan jaringan Sistem pertahanan dan jaringan kehidupan.

    Tentu saja ini fiksi. Tetapi scenario semacam ini membuat pentagon was-was. Geoffrey Baehr, seorang pakar teknologi di Silicon Valley, mengatakan bahwa upload-ing, menuang paket data khusus data cacing ke network komputer dapat melumpuhkan ekonomi dan pertahanan suatu negara seefektif pulsa elektromagnetik detonasi nuklir, untuk tujuan yang sama. Enam kali latihan perang cyber telah dilaksanakan berdasar metode yang dirintis oleh Roger Molander, seorang analis senior. Peserta pelatihan dipilih di antara lembaga keamanan pemerintahan dan industri pertahanan. Diberitahu bahwa negara gawat akibat “serangan bom info”, tugas mereka adalah dalam waktu lima puluh menit mengajukan serangkaian saran kepada “panglima tertinggi” untuk mengatasinya.

    Pelatihan Dr. Molander tersebut lebih banyak menimbulkan pertanyaan daripada memecahkan masalah. Meskipun demikian, pelatihan ini meyakinkan para panglima militer bahwa cyber-info dapat merupakan ancaman yang lebih tajam daripada peluru dan lebih dahsyat daripada bom berkepala nuklir. depertemen pertahanan Khususnya, menyadari bahwa usaha-usaha mempertahankan negara, mulai dari menembakkan roket berkepala nuklir sampai memobilisasi pasukan dalam situasi gawat, tidak dapat terlepas dari network sipil.
    6. Penulis secara konsisten mengumpamakan saluran informasi komputer sebagi suatu

    7 / 10

    BACAAN I
    Ada sesuatu yang membuat kacau balau. Pecandu internet di pinggiran Maryland yang petama-tama dibuat berang berkomunikasi karena dengan gagal network (jaringan) global. Mereka yang berhasil kontak tidak berdaya menghadapi drive komputer tersumbat oleh banjir pesan e mail sampah membuat ribuan baris berita yang muncul bersamaan. Sedang para manajer yang mengelola situs informasi pada World Wide Web, yaitu suatu bagian multimedia internet yang popular, tertegun melihat komputer serve-nya tersendat dan mogok akibat kewalahan melayani ratusan permintaan data yang ribu menyerbu sekaligus.

    Baru beberapa jam kemudian para insinyur di perusahaan-perusahaan telepon, lab-lab departemen pertahanan pertahanan di universitas-universitas mulai mencurigai, bahwa banjir lintas data yang melanda. Jaringan internet di Pantai Barat Amerika ini bukan kecelakaan. Gejalanya tampak dari paket data yang membanjiri jaringan kerja ini terus-menerus berubah alamat sumbernya. Semuanya mengarah ke kesimpulan bahwa data yang jahil ini datang dari suatu tempat di Eropa Timur.

    Beberapa hari kemudian— setelah listrik padam, semua telepon tak putus-putus bernada sibuk, perdagangan saham di pasar modal New York terhenti (meskipun tidak ada badai salju), anjungan tunai mandiri (ATM) dan mesin teller automatik mulai mendebit dan mengkredit jutaan dolar rekening para nasabah secara random, pesan tempat pada penerbangan-penerbangan kacau, dan bahkan control lalu-lintas udara tidak menghentak berfungsi—kengerian kesadaran: Amerika mendapat serangan perang Cyber, perang melalui jaringan komputer. Bom telah meledak dan melumpuhkan jaringan Sistem pertahanan dan jaringan kehidupan.

    Tentu saja ini fiksi. Tetapi scenario semacam ini membuat pentagon was-was. Geoffrey Baehr, seorang pakar teknologi di Silicon Valley, mengatakan bahwa upload-ing, menuang paket data khusus data cacing ke network komputer dapat melumpuhkan ekonomi dan pertahanan suatu negara seefektif pulsa elektromagnetik detonasi nuklir, untuk tujuan yang sama. Enam kali latihan perang cyber telah dilaksanakan berdasar metode yang dirintis oleh Roger Molander, seorang analis senior. Peserta pelatihan dipilih di antara lembaga keamanan pemerintahan dan industri pertahanan. Diberitahu bahwa negara gawat akibat “serangan bom info”, tugas mereka adalah dalam waktu lima puluh menit mengajukan serangkaian saran kepada “panglima tertinggi” untuk mengatasinya.

    Pelatihan Dr. Molander tersebut lebih banyak menimbulkan pertanyaan daripada memecahkan masalah. Meskipun demikian, pelatihan ini meyakinkan para panglima militer bahwa cyber-info dapat merupakan ancaman yang lebih tajam daripada peluru dan lebih dahsyat daripada bom berkepala nuklir. depertemen pertahanan Khususnya, menyadari bahwa usaha-usaha mempertahankan negara, mulai dari menembakkan roket berkepala nuklir sampai memobilisasi pasukan dalam situasi gawat, tidak dapat terlepas dari network sipil.
    7. Baehr mengatakan ancaman bom info sedahsyat ancaman bom nuklir sebab

    8 / 10

    BACAAN I
    Ada sesuatu yang membuat kacau balau. Pecandu internet di pinggiran Maryland yang petama-tama dibuat berang berkomunikasi karena dengan gagal network (jaringan) global. Mereka yang berhasil kontak tidak berdaya menghadapi drive komputer tersumbat oleh banjir pesan e mail sampah membuat ribuan baris berita yang muncul bersamaan. Sedang para manajer yang mengelola situs informasi pada World Wide Web, yaitu suatu bagian multimedia internet yang popular, tertegun melihat komputer serve-nya tersendat dan mogok akibat kewalahan melayani ratusan permintaan data yang ribu menyerbu sekaligus.

    Baru beberapa jam kemudian para insinyur di perusahaan-perusahaan telepon, lab-lab departemen pertahanan pertahanan di universitas-universitas mulai mencurigai, bahwa banjir lintas data yang melanda. Jaringan internet di Pantai Barat Amerika ini bukan kecelakaan. Gejalanya tampak dari paket data yang membanjiri jaringan kerja ini terus-menerus berubah alamat sumbernya. Semuanya mengarah ke kesimpulan bahwa data yang jahil ini datang dari suatu tempat di Eropa Timur.

    Beberapa hari kemudian— setelah listrik padam, semua telepon tak putus-putus bernada sibuk, perdagangan saham di pasar modal New York terhenti (meskipun tidak ada badai salju), anjungan tunai mandiri (ATM) dan mesin teller automatik mulai mendebit dan mengkredit jutaan dolar rekening para nasabah secara random, pesan tempat pada penerbangan-penerbangan kacau, dan bahkan control lalu-lintas udara tidak menghentak berfungsi—kengerian kesadaran: Amerika mendapat serangan perang Cyber, perang melalui jaringan komputer. Bom telah meledak dan melumpuhkan jaringan Sistem pertahanan dan jaringan kehidupan.

    Tentu saja ini fiksi. Tetapi scenario semacam ini membuat pentagon was-was. Geoffrey Baehr, seorang pakar teknologi di Silicon Valley, mengatakan bahwa upload-ing, menuang paket data khusus data cacing ke network komputer dapat melumpuhkan ekonomi dan pertahanan suatu negara seefektif pulsa elektromagnetik detonasi nuklir, untuk tujuan yang sama. Enam kali latihan perang cyber telah dilaksanakan berdasar metode yang dirintis oleh Roger Molander, seorang analis senior. Peserta pelatihan dipilih di antara lembaga keamanan pemerintahan dan industri pertahanan. Diberitahu bahwa negara gawat akibat “serangan bom info”, tugas mereka adalah dalam waktu lima puluh menit mengajukan serangkaian saran kepada “panglima tertinggi” untuk mengatasinya.

    Pelatihan Dr. Molander tersebut lebih banyak menimbulkan pertanyaan daripada memecahkan masalah. Meskipun demikian, pelatihan ini meyakinkan para panglima militer bahwa cyber-info dapat merupakan ancaman yang lebih tajam daripada peluru dan lebih dahsyat daripada bom berkepala nuklir. depertemen pertahanan Khususnya, menyadari bahwa usaha-usaha mempertahankan negara, mulai dari menembakkan roket berkepala nuklir sampai memobilisasi pasukan dalam situasi gawat, tidak dapat terlepas dari network sipil.
    8. Keberhasilan apakah yang diperoleh Molander dari pelatihan cyber war tersebut?

    9 / 10

    BACAAN I
    Ada sesuatu yang membuat kacau balau. Pecandu internet di pinggiran Maryland yang petama-tama dibuat berang berkomunikasi karena dengan gagal network (jaringan) global. Mereka yang berhasil kontak tidak berdaya menghadapi drive komputer tersumbat oleh banjir pesan e mail sampah membuat ribuan baris berita yang muncul bersamaan. Sedang para manajer yang mengelola situs informasi pada World Wide Web, yaitu suatu bagian multimedia internet yang popular, tertegun melihat komputer serve-nya tersendat dan mogok akibat kewalahan melayani ratusan permintaan data yang ribu menyerbu sekaligus.

    Baru beberapa jam kemudian para insinyur di perusahaan-perusahaan telepon, lab-lab departemen pertahanan pertahanan di universitas-universitas mulai mencurigai, bahwa banjir lintas data yang melanda. Jaringan internet di Pantai Barat Amerika ini bukan kecelakaan. Gejalanya tampak dari paket data yang membanjiri jaringan kerja ini terus-menerus berubah alamat sumbernya. Semuanya mengarah ke kesimpulan bahwa data yang jahil ini datang dari suatu tempat di Eropa Timur.

    Beberapa hari kemudian— setelah listrik padam, semua telepon tak putus-putus bernada sibuk, perdagangan saham di pasar modal New York terhenti (meskipun tidak ada badai salju), anjungan tunai mandiri (ATM) dan mesin teller automatik mulai mendebit dan mengkredit jutaan dolar rekening para nasabah secara random, pesan tempat pada penerbangan-penerbangan kacau, dan bahkan control lalu-lintas udara tidak menghentak berfungsi—kengerian kesadaran: Amerika mendapat serangan perang Cyber, perang melalui jaringan komputer. Bom telah meledak dan melumpuhkan jaringan Sistem pertahanan dan jaringan kehidupan.

    Tentu saja ini fiksi. Tetapi scenario semacam ini membuat pentagon was-was. Geoffrey Baehr, seorang pakar teknologi di Silicon Valley, mengatakan bahwa upload-ing, menuang paket data khusus data cacing ke network komputer dapat melumpuhkan ekonomi dan pertahanan suatu negara seefektif pulsa elektromagnetik detonasi nuklir, untuk tujuan yang sama. Enam kali latihan perang cyber telah dilaksanakan berdasar metode yang dirintis oleh Roger Molander, seorang analis senior. Peserta pelatihan dipilih di antara lembaga keamanan pemerintahan dan industri pertahanan. Diberitahu bahwa negara gawat akibat “serangan bom info”, tugas mereka adalah dalam waktu lima puluh menit mengajukan serangkaian saran kepada “panglima tertinggi” untuk mengatasinya.

    Pelatihan Dr. Molander tersebut lebih banyak menimbulkan pertanyaan daripada memecahkan masalah. Meskipun demikian, pelatihan ini meyakinkan para panglima militer bahwa cyber-info dapat merupakan ancaman yang lebih tajam daripada peluru dan lebih dahsyat daripada bom berkepala nuklir. depertemen pertahanan Khususnya, menyadari bahwa usaha-usaha mempertahankan negara, mulai dari menembakkan roket berkepala nuklir sampai memobilisasi pasukan dalam situasi gawat, tidak dapat terlepas dari network sipil.
    9. Menurut Molander, berapa lama bom-info dapat dijinakan?

    10 / 10

    BACAAN I
    Ada sesuatu yang membuat kacau balau. Pecandu internet di pinggiran Maryland yang petama-tama dibuat berang berkomunikasi karena dengan gagal network (jaringan) global. Mereka yang berhasil kontak tidak berdaya menghadapi drive komputer tersumbat oleh banjir pesan e mail sampah membuat ribuan baris berita yang muncul bersamaan. Sedang para manajer yang mengelola situs informasi pada World Wide Web, yaitu suatu bagian multimedia internet yang popular, tertegun melihat komputer serve-nya tersendat dan mogok akibat kewalahan melayani ratusan permintaan data yang ribu menyerbu sekaligus.

    Baru beberapa jam kemudian para insinyur di perusahaan-perusahaan telepon, lab-lab departemen pertahanan pertahanan di universitas-universitas mulai mencurigai, bahwa banjir lintas data yang melanda. Jaringan internet di Pantai Barat Amerika ini bukan kecelakaan. Gejalanya tampak dari paket data yang membanjiri jaringan kerja ini terus-menerus berubah alamat sumbernya. Semuanya mengarah ke kesimpulan bahwa data yang jahil ini datang dari suatu tempat di Eropa Timur.

    Beberapa hari kemudian— setelah listrik padam, semua telepon tak putus-putus bernada sibuk, perdagangan saham di pasar modal New York terhenti (meskipun tidak ada badai salju), anjungan tunai mandiri (ATM) dan mesin teller automatik mulai mendebit dan mengkredit jutaan dolar rekening para nasabah secara random, pesan tempat pada penerbangan-penerbangan kacau, dan bahkan control lalu-lintas udara tidak menghentak berfungsi—kengerian kesadaran: Amerika mendapat serangan perang Cyber, perang melalui jaringan komputer. Bom telah meledak dan melumpuhkan jaringan Sistem pertahanan dan jaringan kehidupan.

    Tentu saja ini fiksi. Tetapi scenario semacam ini membuat pentagon was-was. Geoffrey Baehr, seorang pakar teknologi di Silicon Valley, mengatakan bahwa upload-ing, menuang paket data khusus data cacing ke network komputer dapat melumpuhkan ekonomi dan pertahanan suatu negara seefektif pulsa elektromagnetik detonasi nuklir, untuk tujuan yang sama. Enam kali latihan perang cyber telah dilaksanakan berdasar metode yang dirintis oleh Roger Molander, seorang analis senior. Peserta pelatihan dipilih di antara lembaga keamanan pemerintahan dan industri pertahanan. Diberitahu bahwa negara gawat akibat “serangan bom info”, tugas mereka adalah dalam waktu lima puluh menit mengajukan serangkaian saran kepada “panglima tertinggi” untuk mengatasinya.

    Pelatihan Dr. Molander tersebut lebih banyak menimbulkan pertanyaan daripada memecahkan masalah. Meskipun demikian, pelatihan ini meyakinkan para panglima militer bahwa cyber-info dapat merupakan ancaman yang lebih tajam daripada peluru dan lebih dahsyat daripada bom berkepala nuklir. depertemen pertahanan Khususnya, menyadari bahwa usaha-usaha mempertahankan negara, mulai dari menembakkan roket berkepala nuklir sampai memobilisasi pasukan dalam situasi gawat, tidak dapat terlepas dari network sipil.
    10. Apakah perang cyber akan melumpuhkan negara-negara kecil dan terbelakang?

    Your score is

  • Persiapan SNBT 2025 Penalaran Matematika 15

    39

    Persiapan SNBT 2025 Penalaran Matematika 15

    Waktu Anda hanya 46 menit dengan 23 soal. Anda juga punya kesempatan dua kali untuk pengerjaan. Lebih baik kerjakan di laptop dengan mode full screen.  Jangan lupa follow instagram CHE di sini 

    The number of attempts remaining is 3

    Isi dulu data diri yaah

    1 / 23

    1. Seorang pekerja dibayar X rupiah untuk 8 jam kerja setiap hari. Ia dibayar Y
    rupiah per jam untuk setiap jam setelah bekerja 8 jam. Selama seminggu, ia
    bekerja 8 jam pada hari senin, 11 jam pada hari selasa, 9 jam pada hari rabu,
    10 jam pada hari kamis, dan 9 jam pada hari jumat. Berapa rupiahkah upah
    rata-rata per hari, jika seminggu hanya 5 hari kerja?

    2 / 23

    2. Pada suatu acara, panitia tlah menyusun kursi tempat duduk sebanyak 70
    buah. Setiap baris berisi kursi dengan jumlah yang sama. Setelah diperiksa,
    susunan kursi harus diubah sebagai berikut: setiap baris harus dikurangi
    dengan 2 kursi, akan tetapi jumlah baris harus ditambah 4. Dengan
    perubahan ini jumlah seluruh kursi tetap 70 buah dan setiap baris berisi kursi
    dengan jumlah yang sama. Berapakah jumlah baris sebelum ada perubahan?

    3 / 23

    3. Untuk memperoleh rata-rata sebesar 3/10, pecahan manakah yang harus
    ditambahkan ke 3/5, 1/4, 1/10, 1/2 ?

    4 / 23

    4. Dua puluh persen dari p adalah 2m dan 45% dari p adalah 1/2 n. berapa
    persenkah m + n dari p?

    5 / 23

    5. Jika bilangan bulat 50 adalah bilangan ke tiga dari lima bilangan bulat
    berurutan, maka jumlah bilangan tersebut adalah

    6 / 23

    6. Pada tahun 1998 Yanto berumur tujuh windu. Tahun berapakah Yanto
    dilahirkan?

    7 / 23

    7. Salah satu pesawat Garuda Indonesia Airways mampu menampung 350
    penumpang. Apabila setiap penumpang rat-rata mempunyai berat badan 65
    kg, berapa tonkah beban penumpang yang dapat diangkut pada setiap kali
    penerbangan pesawat tersebut?

    8 / 23

    8. Seorang pedagang telur membeli dua kuintal telur ayam seharga Rp.
    1.360.000. Dengan banyaknya telur import yang beredar di pasaran, maka
    harga jual telur adalah Rp. 5.600 per kg. Berapa rupiahkah kerugian
    pedagang tersebut apabila hanya terjual 3/4-nya saja dari seluruh telur yamg
    dibelinya?

    9 / 23

    9. Sebuah truk yang mengangkut pasir dan empat orang penumpang
    mempunyai berat total sebesar 3  1/2 ton. Berapa kg kah beban pasir yang
    diangkut oleh truk tersebut apabila berat rata-rata penumpang tersebut
    adalah 53 kg?

    10 / 23

    10. Siti melihat pementasan drama selama 3/4 jam. Jika pementasan
    direncanakan selama 16/8 jam yang dimulai pada pukul 19.00, jam
    berapakah pementasan tersebut berakhir?

    11 / 23

    11. Lebar empat persegi panjang adalah 4x dan panjangnnya 6x. Bila keliling
    bidang tersebut adalah 1800, berapakah nilai x?

    12 / 23

    12. Sebuah angka bila dikalikan 5 dan hasilnya ditambah 7 kemuduian hasilnya
    dibagi dengan 3 akan menghasilkan nilai 19. Berapakah angka tersebut?

    13 / 23

    Soal no. 13 s.d. 17 didasarkan pada informasi berikut ini. Sebuah kotak besar diisi
    kotak-kotak kecil yang disusun menyamping dengan tujuh deret ke samping dan
    lima deret ke bawah.
    13. Apabila masing-masing kotak kecil tersebut berukuran 3 X 3 cm, maka keliling
    dari kotak besar adalah

    14 / 23

    Soal no. 13 s.d. 17 didasarkan pada informasi berikut ini. Sebuah kotak besar diisi
    kotak-kotak kecil yang disusun menyamping dengan tujuh deret ke samping dan
    lima deret ke bawah.
    14. Apabila masing-masing kotak kecil tersebut berukuran 3 X 3 cm, maka luas
    dari kotak besar adalah

    15 / 23

    Soal no. 13 s.d. 17 didasarkan pada informasi berikut ini. Sebuah kotak besar diisi
    kotak-kotak kecil yang disusun menyamping dengan tujuh deret ke samping dan
    lima deret ke bawah.
    15. Apabila tepat di tengah-tengah kotak ditempatkan sebuah segitiga siku-siku
    dengan tinggi dan dasar masing-masing 9 cm, berapakah luas bidang yang
    tidak ditempati oleh segitiga tersebut?

    16 / 23

    Soal no. 13 s.d. 17 didasarkan pada informasi berikut ini. Sebuah kotak besar diisi
    kotak-kotak kecil yang disusun menyamping dengan tujuh deret ke samping dan
    lima deret ke bawah.
    16. Apabila tepat di tengah-tengah kotak ditempatkan sebuah segitiga siku-siku
    dengan tinggi dan dasar masing-masing 9 cm, berapakah panjang sisi miring
    segitiga tersebut?

    17 / 23

    Soal no. 13 s.d. 17 didasarkan pada informasi berikut ini. Sebuah kotak besar diisi
    kotak-kotak kecil yang disusun menyamping dengan tujuh deret ke samping dan
    lima deret ke bawah.
    17. Apabila tepat di tengah-tengah kotak ditempatkan sebuah segitiga siku-siku
    dengan tinggi dan dasar masing-masing 9 cm, berapakah jumlah segitiga
    kecil yang tidak tertutup oleh segitiga tersebut?

    18 / 23

    18. Jika 8x + 4 = y, maka 6y =

    19 / 23

    19. Bila 4x + 1 = 6x – 1, berapakah nilai 5x?

    20 / 23

    20. Tujuh ratus adalah berapa persen dari 150?

    21 / 23

    21. Sebuah album berisi x foto hitam-putih dan y foto berwarna. Bila jumlah
    seluruh foto adalah 36, maka seluruh jawaban berikut ini adalah benar,
    kecuali:

    22 / 23

    22. Beberapa waktu yang lalu Pemerintah menaikkan harga solar. Apabila
    sebelumnya Arman membeli solar untuk mobilnya seharga Rp. 36.000 untuk
    40 liter tetapi saat ini ia harus membayar Rp. 66.000 untuk jumlah solar yang
    sama, maka berapakah persentase kenaikan harga solar tersebut?

    23 / 23

    23. Jihan mengikuti ujian bahasa Inggris dan Tes Kemampuan Umum tanpa
    diberi ijin untuk beristirahat. Waktu yang diberikan untuk menyelesaikan soal
    soal tersebut masing masing adalah 3/4 dan 1 1/2 jam. Ternyata Jihan dapat
    menyelesaikan kedua ujian tersebut dalam waktu 21/6 jam. Berapa menitkah
    sisa waktu yang dapat digunakanya untuk mengoreksi apabila ia merasa ada
    yang salah?

    Your score is

  • Try Out SNBT 2025 Literasi Bahasa Indonesia 10

    50

    Try Out SNBT 2025 Literasi Bahasa Indonesia 10

    Ada 10 soal dengan waktu 14 menit. Kerjakan dengan jujur karena ini bagian dari evaluasi.

    The number of attempts remaining is 3

    Isi dulu data diri yaah

    1 / 10

    BACAAN I
    Mencubit, setidaknya menurut sejumlah mahasiswa seni rupa di Paris, diartikan “meledek” para
    pakar atau sekelompok professional yang sering meletakkan diri seolah-olah sebagai satu
    satunya si “pintar” yang otoritas dan pendapatannya harus dijunjung tinggi. Para pakar itu bisa
    kritikus, curator, atau ahli aspek seni yang acapkali tinggi hati dengan teori, dan berbekal sarat
    dengan sederet referensi. Para peledek ini membuat reproduksi patung Modigliani yang
    kabarnya hilang. Setelah ditenggelamkan beberapa lama di sungai seine, dan diterpa aliran air
    beberapa hari, patung itu “ditemukan”. Siapa yang heboh duluan? Ya, para pakar itu.
    Berminggu-minggu mereka meneliti dan berdiskusi berapi-api. Akhirnya para mahasiswa itu
    mengaku, bahwa patung tersebut bikinan mereka, alias patung palsu. Mereka terbahak, dan
    jajaran pakar hebat pun malu.

    Ulah lain lagi dilakukan oleh Eric Heborn dan Christian Goller. Didasari pembelotan terhadap
    tradisi kultus kesenian yang menyebabkan harga karya seni melangit tidak masuk akal, mereka
    membuat karya tiruan. Protes dua imitator canggih ini berubah menjadi niat criminal murni yang
    ujung-ujungnya duit. Ratusal tulisan Chagall sampai Picasso pun dicipta dan dilikuidasikan.

    Lain lagi dengan Han Van Meegeren yang piawai merehabilitasi karya-karya Jan Vermeer.
    Bermula dari kebanggan memamerkan keahliannya kepada publik, ia merasa tidak adil bila
    tidak dihargai dengan kekayaan. Sebelum ditemukan sistem deteksi spektrometri fluoresensi
    sinar X dan scanning electron microscope yang bisa membesarkan dua puluh ribu kali, sulit
    mencurigai karya palsu Meegeren. Ia sanggup mengolah dan memanipulasi pigmen, isotope
    timah, lapis lazuli dalam cat, nyaris seperti karya asli. Cukup banyak pembeli yang terkecoh,
    sebelum pemalsu itu dibekuk polisi.

    Inisiatif untuk membuat reproduksi dengan teknologi tinggi dilakukan oleh CMC (Century Master
    Collection) yang berkedudukan di Jerman. Reproduksi lukisan dengan sinar laser
    menghadirkan texture nyata di atas kanvas, sehingga lukisan Ruben yang halus, karya Frans
    Hals yang semi tekstural, sampai Van Gogh yang kasar muncul senyatanya. Produk ini sangat
    populer. Gagasan lain diilhami oleh lukisan oleh lukisan lukisan asli tetapi palsu, yang dilakukan
    oleh organisasi yang menciptakan nama komersial lewat ratusan repainting Monalisanya
    Leonardo da Vinci. Le use Imaginaire, lembaga yang menjadi agen resmi, memancarkan dan
    menjual produk repainting ke seluruh dunia. Kini tak kurang dan selebriti Roger Moore, Liz
    Taylor, Amold Schwarzenegger, sampai keluarga kerajaan Monaco menggantungnya dengan
    bangga. Mereka sadar benar bahwa itu imitasi. Mereka beranggapan lebih baik menyimpan
    karya imitasi (bukan palsu) yang bagus daripada mengoleksi karya asli namun buruk.

    Boom sensasional yang didahului oleh gairah kolektor Jepang yang menguasai yendaka,
    merangsang dan mewabah antusiasme peminat seni di banyak Negara, termasuk Indonesia.
    Menggelembungnya hasrat mengoleksi karya-karya ciptaan para maestro, mendongkrak
    practise, dan ketinggian apresiasi seni menjadi indicator. Reproduksi dan repainting kurang
    bergengsi. Kolesterol seni ternyata membutuhkan jejak-jejak sapuan kuas asli. Akhirnya, mata
    uang yang bergelimang dalam transaksi bursa seni lukis yang astaga mahalnya, membuat seru
    merebakkan lukisan palsu.

    Di Indonesia kini semakin marak lukisan palsu. Pameran dan lelang menghadirkan
    gambar-gambar palsu berkualitas murahan dan tentu saja memerlukan. Apakah tidak mungkin
    para peniru lukisan dikumpulkan, dan diarahkan menjadi repainter yang piawai? Dunia seni
    rupa Indonesia sedang tumbuh apik, sungguh tidak ingin terkontaminasi sifat-sifat rendah yang
    koruptif. Jangan jebloskan orang yang bisa membuat lukisan (namun tak punya gagasan) ke
    dalam lorong penuh taring setan.
    1. Menurut penulis, wabah koleksi lukisan di Indonesia disebabkan oleh

    2 / 10

    BACAAN I
    Mencubit, setidaknya menurut sejumlah mahasiswa seni rupa di Paris, diartikan “meledek” para
    pakar atau sekelompok professional yang sering meletakkan diri seolah-olah sebagai satu
    satunya si “pintar” yang otoritas dan pendapatannya harus dijunjung tinggi. Para pakar itu bisa
    kritikus, curator, atau ahli aspek seni yang acapkali tinggi hati dengan teori, dan berbekal sarat
    dengan sederet referensi. Para peledek ini membuat reproduksi patung Modigliani yang
    kabarnya hilang. Setelah ditenggelamkan beberapa lama di sungai seine, dan diterpa aliran air
    beberapa hari, patung itu “ditemukan”. Siapa yang heboh duluan? Ya, para pakar itu.
    Berminggu-minggu mereka meneliti dan berdiskusi berapi-api. Akhirnya para mahasiswa itu
    mengaku, bahwa patung tersebut bikinan mereka, alias patung palsu. Mereka terbahak, dan
    jajaran pakar hebat pun malu.

    Ulah lain lagi dilakukan oleh Eric Heborn dan Christian Goller. Didasari pembelotan terhadap
    tradisi kultus kesenian yang menyebabkan harga karya seni melangit tidak masuk akal, mereka
    membuat karya tiruan. Protes dua imitator canggih ini berubah menjadi niat criminal murni yang
    ujung-ujungnya duit. Ratusal tulisan Chagall sampai Picasso pun dicipta dan dilikuidasikan.

    Lain lagi dengan Han Van Meegeren yang piawai merehabilitasi karya-karya Jan Vermeer.
    Bermula dari kebanggan memamerkan keahliannya kepada publik, ia merasa tidak adil bila
    tidak dihargai dengan kekayaan. Sebelum ditemukan sistem deteksi spektrometri fluoresensi
    sinar X dan scanning electron microscope yang bisa membesarkan dua puluh ribu kali, sulit
    mencurigai karya palsu Meegeren. Ia sanggup mengolah dan memanipulasi pigmen, isotope
    timah, lapis lazuli dalam cat, nyaris seperti karya asli. Cukup banyak pembeli yang terkecoh,
    sebelum pemalsu itu dibekuk polisi.

    Inisiatif untuk membuat reproduksi dengan teknologi tinggi dilakukan oleh CMC (Century Master
    Collection) yang berkedudukan di Jerman. Reproduksi lukisan dengan sinar laser
    menghadirkan texture nyata di atas kanvas, sehingga lukisan Ruben yang halus, karya Frans
    Hals yang semi tekstural, sampai Van Gogh yang kasar muncul senyatanya. Produk ini sangat
    populer. Gagasan lain diilhami oleh lukisan oleh lukisan lukisan asli tetapi palsu, yang dilakukan
    oleh organisasi yang menciptakan nama komersial lewat ratusan repainting Monalisanya
    Leonardo da Vinci. Le use Imaginaire, lembaga yang menjadi agen resmi, memancarkan dan
    menjual produk repainting ke seluruh dunia. Kini tak kurang dan selebriti Roger Moore, Liz
    Taylor, Amold Schwarzenegger, sampai keluarga kerajaan Monaco menggantungnya dengan
    bangga. Mereka sadar benar bahwa itu imitasi. Mereka beranggapan lebih baik menyimpan
    karya imitasi (bukan palsu) yang bagus daripada mengoleksi karya asli namun buruk.

    Boom sensasional yang didahului oleh gairah kolektor Jepang yang menguasai yendaka,
    merangsang dan mewabah antusiasme peminat seni di banyak Negara, termasuk Indonesia.
    Menggelembungnya hasrat mengoleksi karya-karya ciptaan para maestro, mendongkrak
    practise, dan ketinggian apresiasi seni menjadi indicator. Reproduksi dan repainting kurang
    bergengsi. Kolesterol seni ternyata membutuhkan jejak-jejak sapuan kuas asli. Akhirnya, mata
    uang yang bergelimang dalam transaksi bursa seni lukis yang astaga mahalnya, membuat seru
    merebakkan lukisan palsu.

    Di Indonesia kini semakin marak lukisan palsu. Pameran dan lelang menghadirkan
    gambar-gambar palsu berkualitas murahan dan tentu saja memerlukan. Apakah tidak mungkin
    para peniru lukisan dikumpulkan, dan diarahkan menjadi repainter yang piawai? Dunia seni
    rupa Indonesia sedang tumbuh apik, sungguh tidak ingin terkontaminasi sifat-sifat rendah yang
    koruptif. Jangan jebloskan orang yang bisa membuat lukisan (namun tak punya gagasan) ke
    dalam lorong penuh taring setan.
    2. Maraknya pemalsuan lukisan di Indonesia disebabkan berusaha memiliki

    3 / 10

    BACAAN I
    Mencubit, setidaknya menurut sejumlah mahasiswa seni rupa di Paris, diartikan “meledek” para
    pakar atau sekelompok professional yang sering meletakkan diri seolah-olah sebagai satu
    satunya si “pintar” yang otoritas dan pendapatannya harus dijunjung tinggi. Para pakar itu bisa
    kritikus, curator, atau ahli aspek seni yang acapkali tinggi hati dengan teori, dan berbekal sarat
    dengan sederet referensi. Para peledek ini membuat reproduksi patung Modigliani yang
    kabarnya hilang. Setelah ditenggelamkan beberapa lama di sungai seine, dan diterpa aliran air
    beberapa hari, patung itu “ditemukan”. Siapa yang heboh duluan? Ya, para pakar itu.
    Berminggu-minggu mereka meneliti dan berdiskusi berapi-api. Akhirnya para mahasiswa itu
    mengaku, bahwa patung tersebut bikinan mereka, alias patung palsu. Mereka terbahak, dan
    jajaran pakar hebat pun malu.

    Ulah lain lagi dilakukan oleh Eric Heborn dan Christian Goller. Didasari pembelotan terhadap
    tradisi kultus kesenian yang menyebabkan harga karya seni melangit tidak masuk akal, mereka
    membuat karya tiruan. Protes dua imitator canggih ini berubah menjadi niat criminal murni yang
    ujung-ujungnya duit. Ratusal tulisan Chagall sampai Picasso pun dicipta dan dilikuidasikan.

    Lain lagi dengan Han Van Meegeren yang piawai merehabilitasi karya-karya Jan Vermeer.
    Bermula dari kebanggan memamerkan keahliannya kepada publik, ia merasa tidak adil bila
    tidak dihargai dengan kekayaan. Sebelum ditemukan sistem deteksi spektrometri fluoresensi
    sinar X dan scanning electron microscope yang bisa membesarkan dua puluh ribu kali, sulit
    mencurigai karya palsu Meegeren. Ia sanggup mengolah dan memanipulasi pigmen, isotope
    timah, lapis lazuli dalam cat, nyaris seperti karya asli. Cukup banyak pembeli yang terkecoh,
    sebelum pemalsu itu dibekuk polisi.

    Inisiatif untuk membuat reproduksi dengan teknologi tinggi dilakukan oleh CMC (Century Master
    Collection) yang berkedudukan di Jerman. Reproduksi lukisan dengan sinar laser
    menghadirkan texture nyata di atas kanvas, sehingga lukisan Ruben yang halus, karya Frans
    Hals yang semi tekstural, sampai Van Gogh yang kasar muncul senyatanya. Produk ini sangat
    populer. Gagasan lain diilhami oleh lukisan oleh lukisan lukisan asli tetapi palsu, yang dilakukan
    oleh organisasi yang menciptakan nama komersial lewat ratusan repainting Monalisanya
    Leonardo da Vinci. Le use Imaginaire, lembaga yang menjadi agen resmi, memancarkan dan
    menjual produk repainting ke seluruh dunia. Kini tak kurang dan selebriti Roger Moore, Liz
    Taylor, Amold Schwarzenegger, sampai keluarga kerajaan Monaco menggantungnya dengan
    bangga. Mereka sadar benar bahwa itu imitasi. Mereka beranggapan lebih baik menyimpan
    karya imitasi (bukan palsu) yang bagus daripada mengoleksi karya asli namun buruk.

    Boom sensasional yang didahului oleh gairah kolektor Jepang yang menguasai yendaka,
    merangsang dan mewabah antusiasme peminat seni di banyak Negara, termasuk Indonesia.
    Menggelembungnya hasrat mengoleksi karya-karya ciptaan para maestro, mendongkrak
    practise, dan ketinggian apresiasi seni menjadi indicator. Reproduksi dan repainting kurang
    bergengsi. Kolesterol seni ternyata membutuhkan jejak-jejak sapuan kuas asli. Akhirnya, mata
    uang yang bergelimang dalam transaksi bursa seni lukis yang astaga mahalnya, membuat seru
    merebakkan lukisan palsu.

    Di Indonesia kini semakin marak lukisan palsu. Pameran dan lelang menghadirkan
    gambar-gambar palsu berkualitas murahan dan tentu saja memerlukan. Apakah tidak mungkin
    para peniru lukisan dikumpulkan, dan diarahkan menjadi repainter yang piawai? Dunia seni
    rupa Indonesia sedang tumbuh apik, sungguh tidak ingin terkontaminasi sifat-sifat rendah yang
    koruptif. Jangan jebloskan orang yang bisa membuat lukisan (namun tak punya gagasan) ke
    dalam lorong penuh taring setan.
    3. Mana yang paling disetujui penulis: Heborn dan Goller berubah dari

    4 / 10

    BACAAN I
    Mencubit, setidaknya menurut sejumlah mahasiswa seni rupa di Paris, diartikan “meledek” para
    pakar atau sekelompok professional yang sering meletakkan diri seolah-olah sebagai satu
    satunya si “pintar” yang otoritas dan pendapatannya harus dijunjung tinggi. Para pakar itu bisa
    kritikus, curator, atau ahli aspek seni yang acapkali tinggi hati dengan teori, dan berbekal sarat
    dengan sederet referensi. Para peledek ini membuat reproduksi patung Modigliani yang
    kabarnya hilang. Setelah ditenggelamkan beberapa lama di sungai seine, dan diterpa aliran air
    beberapa hari, patung itu “ditemukan”. Siapa yang heboh duluan? Ya, para pakar itu.
    Berminggu-minggu mereka meneliti dan berdiskusi berapi-api. Akhirnya para mahasiswa itu
    mengaku, bahwa patung tersebut bikinan mereka, alias patung palsu. Mereka terbahak, dan
    jajaran pakar hebat pun malu.

    Ulah lain lagi dilakukan oleh Eric Heborn dan Christian Goller. Didasari pembelotan terhadap
    tradisi kultus kesenian yang menyebabkan harga karya seni melangit tidak masuk akal, mereka
    membuat karya tiruan. Protes dua imitator canggih ini berubah menjadi niat criminal murni yang
    ujung-ujungnya duit. Ratusal tulisan Chagall sampai Picasso pun dicipta dan dilikuidasikan.

    Lain lagi dengan Han Van Meegeren yang piawai merehabilitasi karya-karya Jan Vermeer.
    Bermula dari kebanggan memamerkan keahliannya kepada publik, ia merasa tidak adil bila
    tidak dihargai dengan kekayaan. Sebelum ditemukan sistem deteksi spektrometri fluoresensi
    sinar X dan scanning electron microscope yang bisa membesarkan dua puluh ribu kali, sulit
    mencurigai karya palsu Meegeren. Ia sanggup mengolah dan memanipulasi pigmen, isotope
    timah, lapis lazuli dalam cat, nyaris seperti karya asli. Cukup banyak pembeli yang terkecoh,
    sebelum pemalsu itu dibekuk polisi.

    Inisiatif untuk membuat reproduksi dengan teknologi tinggi dilakukan oleh CMC (Century Master
    Collection) yang berkedudukan di Jerman. Reproduksi lukisan dengan sinar laser
    menghadirkan texture nyata di atas kanvas, sehingga lukisan Ruben yang halus, karya Frans
    Hals yang semi tekstural, sampai Van Gogh yang kasar muncul senyatanya. Produk ini sangat
    populer. Gagasan lain diilhami oleh lukisan oleh lukisan lukisan asli tetapi palsu, yang dilakukan
    oleh organisasi yang menciptakan nama komersial lewat ratusan repainting Monalisanya
    Leonardo da Vinci. Le use Imaginaire, lembaga yang menjadi agen resmi, memancarkan dan
    menjual produk repainting ke seluruh dunia. Kini tak kurang dan selebriti Roger Moore, Liz
    Taylor, Amold Schwarzenegger, sampai keluarga kerajaan Monaco menggantungnya dengan
    bangga. Mereka sadar benar bahwa itu imitasi. Mereka beranggapan lebih baik menyimpan
    karya imitasi (bukan palsu) yang bagus daripada mengoleksi karya asli namun buruk.

    Boom sensasional yang didahului oleh gairah kolektor Jepang yang menguasai yendaka,
    merangsang dan mewabah antusiasme peminat seni di banyak Negara, termasuk Indonesia.
    Menggelembungnya hasrat mengoleksi karya-karya ciptaan para maestro, mendongkrak
    practise, dan ketinggian apresiasi seni menjadi indicator. Reproduksi dan repainting kurang
    bergengsi. Kolesterol seni ternyata membutuhkan jejak-jejak sapuan kuas asli. Akhirnya, mata
    uang yang bergelimang dalam transaksi bursa seni lukis yang astaga mahalnya, membuat seru
    merebakkan lukisan palsu.

    Di Indonesia kini semakin marak lukisan palsu. Pameran dan lelang menghadirkan
    gambar-gambar palsu berkualitas murahan dan tentu saja memerlukan. Apakah tidak mungkin
    para peniru lukisan dikumpulkan, dan diarahkan menjadi repainter yang piawai? Dunia seni
    rupa Indonesia sedang tumbuh apik, sungguh tidak ingin terkontaminasi sifat-sifat rendah yang
    koruptif. Jangan jebloskan orang yang bisa membuat lukisan (namun tak punya gagasan) ke
    dalam lorong penuh taring setan.
    4. Paragraf pertama yang dipilih penulis intinya bercerita tentang

    5 / 10

    BACAAN I
    Mencubit, setidaknya menurut sejumlah mahasiswa seni rupa di Paris, diartikan “meledek” para
    pakar atau sekelompok professional yang sering meletakkan diri seolah-olah sebagai satu
    satunya si “pintar” yang otoritas dan pendapatannya harus dijunjung tinggi. Para pakar itu bisa
    kritikus, curator, atau ahli aspek seni yang acapkali tinggi hati dengan teori, dan berbekal sarat
    dengan sederet referensi. Para peledek ini membuat reproduksi patung Modigliani yang
    kabarnya hilang. Setelah ditenggelamkan beberapa lama di sungai seine, dan diterpa aliran air
    beberapa hari, patung itu “ditemukan”. Siapa yang heboh duluan? Ya, para pakar itu.
    Berminggu-minggu mereka meneliti dan berdiskusi berapi-api. Akhirnya para mahasiswa itu
    mengaku, bahwa patung tersebut bikinan mereka, alias patung palsu. Mereka terbahak, dan
    jajaran pakar hebat pun malu.

    Ulah lain lagi dilakukan oleh Eric Heborn dan Christian Goller. Didasari pembelotan terhadap
    tradisi kultus kesenian yang menyebabkan harga karya seni melangit tidak masuk akal, mereka
    membuat karya tiruan. Protes dua imitator canggih ini berubah menjadi niat criminal murni yang
    ujung-ujungnya duit. Ratusal tulisan Chagall sampai Picasso pun dicipta dan dilikuidasikan.

    Lain lagi dengan Han Van Meegeren yang piawai merehabilitasi karya-karya Jan Vermeer.
    Bermula dari kebanggan memamerkan keahliannya kepada publik, ia merasa tidak adil bila
    tidak dihargai dengan kekayaan. Sebelum ditemukan sistem deteksi spektrometri fluoresensi
    sinar X dan scanning electron microscope yang bisa membesarkan dua puluh ribu kali, sulit
    mencurigai karya palsu Meegeren. Ia sanggup mengolah dan memanipulasi pigmen, isotope
    timah, lapis lazuli dalam cat, nyaris seperti karya asli. Cukup banyak pembeli yang terkecoh,
    sebelum pemalsu itu dibekuk polisi.

    Inisiatif untuk membuat reproduksi dengan teknologi tinggi dilakukan oleh CMC (Century Master
    Collection) yang berkedudukan di Jerman. Reproduksi lukisan dengan sinar laser
    menghadirkan texture nyata di atas kanvas, sehingga lukisan Ruben yang halus, karya Frans
    Hals yang semi tekstural, sampai Van Gogh yang kasar muncul senyatanya. Produk ini sangat
    populer. Gagasan lain diilhami oleh lukisan oleh lukisan lukisan asli tetapi palsu, yang dilakukan
    oleh organisasi yang menciptakan nama komersial lewat ratusan repainting Monalisanya
    Leonardo da Vinci. Le use Imaginaire, lembaga yang menjadi agen resmi, memancarkan dan
    menjual produk repainting ke seluruh dunia. Kini tak kurang dan selebriti Roger Moore, Liz
    Taylor, Amold Schwarzenegger, sampai keluarga kerajaan Monaco menggantungnya dengan
    bangga. Mereka sadar benar bahwa itu imitasi. Mereka beranggapan lebih baik menyimpan
    karya imitasi (bukan palsu) yang bagus daripada mengoleksi karya asli namun buruk.

    Boom sensasional yang didahului oleh gairah kolektor Jepang yang menguasai yendaka,
    merangsang dan mewabah antusiasme peminat seni di banyak Negara, termasuk Indonesia.
    Menggelembungnya hasrat mengoleksi karya-karya ciptaan para maestro, mendongkrak
    practise, dan ketinggian apresiasi seni menjadi indicator. Reproduksi dan repainting kurang
    bergengsi. Kolesterol seni ternyata membutuhkan jejak-jejak sapuan kuas asli. Akhirnya, mata
    uang yang bergelimang dalam transaksi bursa seni lukis yang astaga mahalnya, membuat seru
    merebakkan lukisan palsu.

    Di Indonesia kini semakin marak lukisan palsu. Pameran dan lelang menghadirkan
    gambar-gambar palsu berkualitas murahan dan tentu saja memerlukan. Apakah tidak mungkin
    para peniru lukisan dikumpulkan, dan diarahkan menjadi repainter yang piawai? Dunia seni
    rupa Indonesia sedang tumbuh apik, sungguh tidak ingin terkontaminasi sifat-sifat rendah yang
    koruptif. Jangan jebloskan orang yang bisa membuat lukisan (namun tak punya gagasan) ke
    dalam lorong penuh taring setan.
    5. Keahlian Mecegeren yang dipamerkan kepada publik adalah melakukan

    6 / 10

    BACAAN I
    Mencubit, setidaknya menurut sejumlah mahasiswa seni rupa di Paris, diartikan “meledek” para
    pakar atau sekelompok professional yang sering meletakkan diri seolah-olah sebagai satu
    satunya si “pintar” yang otoritas dan pendapatannya harus dijunjung tinggi. Para pakar itu bisa
    kritikus, curator, atau ahli aspek seni yang acapkali tinggi hati dengan teori, dan berbekal sarat
    dengan sederet referensi. Para peledek ini membuat reproduksi patung Modigliani yang
    kabarnya hilang. Setelah ditenggelamkan beberapa lama di sungai seine, dan diterpa aliran air
    beberapa hari, patung itu “ditemukan”. Siapa yang heboh duluan? Ya, para pakar itu.
    Berminggu-minggu mereka meneliti dan berdiskusi berapi-api. Akhirnya para mahasiswa itu
    mengaku, bahwa patung tersebut bikinan mereka, alias patung palsu. Mereka terbahak, dan
    jajaran pakar hebat pun malu.

    Ulah lain lagi dilakukan oleh Eric Heborn dan Christian Goller. Didasari pembelotan terhadap
    tradisi kultus kesenian yang menyebabkan harga karya seni melangit tidak masuk akal, mereka
    membuat karya tiruan. Protes dua imitator canggih ini berubah menjadi niat criminal murni yang
    ujung-ujungnya duit. Ratusal tulisan Chagall sampai Picasso pun dicipta dan dilikuidasikan.

    Lain lagi dengan Han Van Meegeren yang piawai merehabilitasi karya-karya Jan Vermeer.
    Bermula dari kebanggan memamerkan keahliannya kepada publik, ia merasa tidak adil bila
    tidak dihargai dengan kekayaan. Sebelum ditemukan sistem deteksi spektrometri fluoresensi
    sinar X dan scanning electron microscope yang bisa membesarkan dua puluh ribu kali, sulit
    mencurigai karya palsu Meegeren. Ia sanggup mengolah dan memanipulasi pigmen, isotope
    timah, lapis lazuli dalam cat, nyaris seperti karya asli. Cukup banyak pembeli yang terkecoh,
    sebelum pemalsu itu dibekuk polisi.

    Inisiatif untuk membuat reproduksi dengan teknologi tinggi dilakukan oleh CMC (Century Master
    Collection) yang berkedudukan di Jerman. Reproduksi lukisan dengan sinar laser
    menghadirkan texture nyata di atas kanvas, sehingga lukisan Ruben yang halus, karya Frans
    Hals yang semi tekstural, sampai Van Gogh yang kasar muncul senyatanya. Produk ini sangat
    populer. Gagasan lain diilhami oleh lukisan oleh lukisan lukisan asli tetapi palsu, yang dilakukan
    oleh organisasi yang menciptakan nama komersial lewat ratusan repainting Monalisanya
    Leonardo da Vinci. Le use Imaginaire, lembaga yang menjadi agen resmi, memancarkan dan
    menjual produk repainting ke seluruh dunia. Kini tak kurang dan selebriti Roger Moore, Liz
    Taylor, Amold Schwarzenegger, sampai keluarga kerajaan Monaco menggantungnya dengan
    bangga. Mereka sadar benar bahwa itu imitasi. Mereka beranggapan lebih baik menyimpan
    karya imitasi (bukan palsu) yang bagus daripada mengoleksi karya asli namun buruk.

    Boom sensasional yang didahului oleh gairah kolektor Jepang yang menguasai yendaka,
    merangsang dan mewabah antusiasme peminat seni di banyak Negara, termasuk Indonesia.
    Menggelembungnya hasrat mengoleksi karya-karya ciptaan para maestro, mendongkrak
    practise, dan ketinggian apresiasi seni menjadi indicator. Reproduksi dan repainting kurang
    bergengsi. Kolesterol seni ternyata membutuhkan jejak-jejak sapuan kuas asli. Akhirnya, mata
    uang yang bergelimang dalam transaksi bursa seni lukis yang astaga mahalnya, membuat seru
    merebakkan lukisan palsu.

    Di Indonesia kini semakin marak lukisan palsu. Pameran dan lelang menghadirkan
    gambar-gambar palsu berkualitas murahan dan tentu saja memerlukan. Apakah tidak mungkin
    para peniru lukisan dikumpulkan, dan diarahkan menjadi repainter yang piawai? Dunia seni
    rupa Indonesia sedang tumbuh apik, sungguh tidak ingin terkontaminasi sifat-sifat rendah yang
    koruptif. Jangan jebloskan orang yang bisa membuat lukisan (namun tak punya gagasan) ke
    dalam lorong penuh taring setan.
    6. Mana yang paling tepat menggambarkan harapan penulis terhadap para seniman yang tidak
    ternama? mereka memalsu

    7 / 10

    BACAAN I
    Mencubit, setidaknya menurut sejumlah mahasiswa seni rupa di Paris, diartikan “meledek” para
    pakar atau sekelompok professional yang sering meletakkan diri seolah-olah sebagai satu
    satunya si “pintar” yang otoritas dan pendapatannya harus dijunjung tinggi. Para pakar itu bisa
    kritikus, curator, atau ahli aspek seni yang acapkali tinggi hati dengan teori, dan berbekal sarat
    dengan sederet referensi. Para peledek ini membuat reproduksi patung Modigliani yang
    kabarnya hilang. Setelah ditenggelamkan beberapa lama di sungai seine, dan diterpa aliran air
    beberapa hari, patung itu “ditemukan”. Siapa yang heboh duluan? Ya, para pakar itu.
    Berminggu-minggu mereka meneliti dan berdiskusi berapi-api. Akhirnya para mahasiswa itu
    mengaku, bahwa patung tersebut bikinan mereka, alias patung palsu. Mereka terbahak, dan
    jajaran pakar hebat pun malu.

    Ulah lain lagi dilakukan oleh Eric Heborn dan Christian Goller. Didasari pembelotan terhadap
    tradisi kultus kesenian yang menyebabkan harga karya seni melangit tidak masuk akal, mereka
    membuat karya tiruan. Protes dua imitator canggih ini berubah menjadi niat criminal murni yang
    ujung-ujungnya duit. Ratusal tulisan Chagall sampai Picasso pun dicipta dan dilikuidasikan.

    Lain lagi dengan Han Van Meegeren yang piawai merehabilitasi karya-karya Jan Vermeer.
    Bermula dari kebanggan memamerkan keahliannya kepada publik, ia merasa tidak adil bila
    tidak dihargai dengan kekayaan. Sebelum ditemukan sistem deteksi spektrometri fluoresensi
    sinar X dan scanning electron microscope yang bisa membesarkan dua puluh ribu kali, sulit
    mencurigai karya palsu Meegeren. Ia sanggup mengolah dan memanipulasi pigmen, isotope
    timah, lapis lazuli dalam cat, nyaris seperti karya asli. Cukup banyak pembeli yang terkecoh,
    sebelum pemalsu itu dibekuk polisi.

    Inisiatif untuk membuat reproduksi dengan teknologi tinggi dilakukan oleh CMC (Century Master
    Collection) yang berkedudukan di Jerman. Reproduksi lukisan dengan sinar laser
    menghadirkan texture nyata di atas kanvas, sehingga lukisan Ruben yang halus, karya Frans
    Hals yang semi tekstural, sampai Van Gogh yang kasar muncul senyatanya. Produk ini sangat
    populer. Gagasan lain diilhami oleh lukisan oleh lukisan lukisan asli tetapi palsu, yang dilakukan
    oleh organisasi yang menciptakan nama komersial lewat ratusan repainting Monalisanya
    Leonardo da Vinci. Le use Imaginaire, lembaga yang menjadi agen resmi, memancarkan dan
    menjual produk repainting ke seluruh dunia. Kini tak kurang dan selebriti Roger Moore, Liz
    Taylor, Amold Schwarzenegger, sampai keluarga kerajaan Monaco menggantungnya dengan
    bangga. Mereka sadar benar bahwa itu imitasi. Mereka beranggapan lebih baik menyimpan
    karya imitasi (bukan palsu) yang bagus daripada mengoleksi karya asli namun buruk.

    Boom sensasional yang didahului oleh gairah kolektor Jepang yang menguasai yendaka,
    merangsang dan mewabah antusiasme peminat seni di banyak Negara, termasuk Indonesia.
    Menggelembungnya hasrat mengoleksi karya-karya ciptaan para maestro, mendongkrak
    practise, dan ketinggian apresiasi seni menjadi indicator. Reproduksi dan repainting kurang
    bergengsi. Kolesterol seni ternyata membutuhkan jejak-jejak sapuan kuas asli. Akhirnya, mata
    uang yang bergelimang dalam transaksi bursa seni lukis yang astaga mahalnya, membuat seru
    merebakkan lukisan palsu.

    Di Indonesia kini semakin marak lukisan palsu. Pameran dan lelang menghadirkan
    gambar-gambar palsu berkualitas murahan dan tentu saja memerlukan. Apakah tidak mungkin
    para peniru lukisan dikumpulkan, dan diarahkan menjadi repainter yang piawai? Dunia seni
    rupa Indonesia sedang tumbuh apik, sungguh tidak ingin terkontaminasi sifat-sifat rendah yang
    koruptif. Jangan jebloskan orang yang bisa membuat lukisan (namun tak punya gagasan) ke
    dalam lorong penuh taring setan.
    7. Masalah utama yang menjadi perhatian bacaan ini adalah masalah

    8 / 10

    BACAAN I
    Mencubit, setidaknya menurut sejumlah mahasiswa seni rupa di Paris, diartikan “meledek” para
    pakar atau sekelompok professional yang sering meletakkan diri seolah-olah sebagai satu
    satunya si “pintar” yang otoritas dan pendapatannya harus dijunjung tinggi. Para pakar itu bisa
    kritikus, curator, atau ahli aspek seni yang acapkali tinggi hati dengan teori, dan berbekal sarat
    dengan sederet referensi. Para peledek ini membuat reproduksi patung Modigliani yang
    kabarnya hilang. Setelah ditenggelamkan beberapa lama di sungai seine, dan diterpa aliran air
    beberapa hari, patung itu “ditemukan”. Siapa yang heboh duluan? Ya, para pakar itu.
    Berminggu-minggu mereka meneliti dan berdiskusi berapi-api. Akhirnya para mahasiswa itu
    mengaku, bahwa patung tersebut bikinan mereka, alias patung palsu. Mereka terbahak, dan
    jajaran pakar hebat pun malu.

    Ulah lain lagi dilakukan oleh Eric Heborn dan Christian Goller. Didasari pembelotan terhadap
    tradisi kultus kesenian yang menyebabkan harga karya seni melangit tidak masuk akal, mereka
    membuat karya tiruan. Protes dua imitator canggih ini berubah menjadi niat criminal murni yang
    ujung-ujungnya duit. Ratusal tulisan Chagall sampai Picasso pun dicipta dan dilikuidasikan.

    Lain lagi dengan Han Van Meegeren yang piawai merehabilitasi karya-karya Jan Vermeer.
    Bermula dari kebanggan memamerkan keahliannya kepada publik, ia merasa tidak adil bila
    tidak dihargai dengan kekayaan. Sebelum ditemukan sistem deteksi spektrometri fluoresensi
    sinar X dan scanning electron microscope yang bisa membesarkan dua puluh ribu kali, sulit
    mencurigai karya palsu Meegeren. Ia sanggup mengolah dan memanipulasi pigmen, isotope
    timah, lapis lazuli dalam cat, nyaris seperti karya asli. Cukup banyak pembeli yang terkecoh,
    sebelum pemalsu itu dibekuk polisi.

    Inisiatif untuk membuat reproduksi dengan teknologi tinggi dilakukan oleh CMC (Century Master
    Collection) yang berkedudukan di Jerman. Reproduksi lukisan dengan sinar laser
    menghadirkan texture nyata di atas kanvas, sehingga lukisan Ruben yang halus, karya Frans
    Hals yang semi tekstural, sampai Van Gogh yang kasar muncul senyatanya. Produk ini sangat
    populer. Gagasan lain diilhami oleh lukisan oleh lukisan lukisan asli tetapi palsu, yang dilakukan
    oleh organisasi yang menciptakan nama komersial lewat ratusan repainting Monalisanya
    Leonardo da Vinci. Le use Imaginaire, lembaga yang menjadi agen resmi, memancarkan dan
    menjual produk repainting ke seluruh dunia. Kini tak kurang dan selebriti Roger Moore, Liz
    Taylor, Amold Schwarzenegger, sampai keluarga kerajaan Monaco menggantungnya dengan
    bangga. Mereka sadar benar bahwa itu imitasi. Mereka beranggapan lebih baik menyimpan
    karya imitasi (bukan palsu) yang bagus daripada mengoleksi karya asli namun buruk.

    Boom sensasional yang didahului oleh gairah kolektor Jepang yang menguasai yendaka,
    merangsang dan mewabah antusiasme peminat seni di banyak Negara, termasuk Indonesia.
    Menggelembungnya hasrat mengoleksi karya-karya ciptaan para maestro, mendongkrak
    practise, dan ketinggian apresiasi seni menjadi indicator. Reproduksi dan repainting kurang
    bergengsi. Kolesterol seni ternyata membutuhkan jejak-jejak sapuan kuas asli. Akhirnya, mata
    uang yang bergelimang dalam transaksi bursa seni lukis yang astaga mahalnya, membuat seru
    merebakkan lukisan palsu.

    Di Indonesia kini semakin marak lukisan palsu. Pameran dan lelang menghadirkan
    gambar-gambar palsu berkualitas murahan dan tentu saja memerlukan. Apakah tidak mungkin
    para peniru lukisan dikumpulkan, dan diarahkan menjadi repainter yang piawai? Dunia seni
    rupa Indonesia sedang tumbuh apik, sungguh tidak ingin terkontaminasi sifat-sifat rendah yang
    koruptif. Jangan jebloskan orang yang bisa membuat lukisan (namun tak punya gagasan) ke
    dalam lorong penuh taring setan.
    8. Dari bacaan tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam meneliti keaslian karya seni, para
    pakar seni menggunakan pendekatan

    9 / 10

    BACAAN I
    Mencubit, setidaknya menurut sejumlah mahasiswa seni rupa di Paris, diartikan “meledek” para
    pakar atau sekelompok professional yang sering meletakkan diri seolah-olah sebagai satu
    satunya si “pintar” yang otoritas dan pendapatannya harus dijunjung tinggi. Para pakar itu bisa
    kritikus, curator, atau ahli aspek seni yang acapkali tinggi hati dengan teori, dan berbekal sarat
    dengan sederet referensi. Para peledek ini membuat reproduksi patung Modigliani yang
    kabarnya hilang. Setelah ditenggelamkan beberapa lama di sungai seine, dan diterpa aliran air
    beberapa hari, patung itu “ditemukan”. Siapa yang heboh duluan? Ya, para pakar itu.
    Berminggu-minggu mereka meneliti dan berdiskusi berapi-api. Akhirnya para mahasiswa itu
    mengaku, bahwa patung tersebut bikinan mereka, alias patung palsu. Mereka terbahak, dan
    jajaran pakar hebat pun malu.

    Ulah lain lagi dilakukan oleh Eric Heborn dan Christian Goller. Didasari pembelotan terhadap
    tradisi kultus kesenian yang menyebabkan harga karya seni melangit tidak masuk akal, mereka
    membuat karya tiruan. Protes dua imitator canggih ini berubah menjadi niat criminal murni yang
    ujung-ujungnya duit. Ratusal tulisan Chagall sampai Picasso pun dicipta dan dilikuidasikan.

    Lain lagi dengan Han Van Meegeren yang piawai merehabilitasi karya-karya Jan Vermeer.
    Bermula dari kebanggan memamerkan keahliannya kepada publik, ia merasa tidak adil bila
    tidak dihargai dengan kekayaan. Sebelum ditemukan sistem deteksi spektrometri fluoresensi
    sinar X dan scanning electron microscope yang bisa membesarkan dua puluh ribu kali, sulit
    mencurigai karya palsu Meegeren. Ia sanggup mengolah dan memanipulasi pigmen, isotope
    timah, lapis lazuli dalam cat, nyaris seperti karya asli. Cukup banyak pembeli yang terkecoh,
    sebelum pemalsu itu dibekuk polisi.

    Inisiatif untuk membuat reproduksi dengan teknologi tinggi dilakukan oleh CMC (Century Master
    Collection) yang berkedudukan di Jerman. Reproduksi lukisan dengan sinar laser
    menghadirkan texture nyata di atas kanvas, sehingga lukisan Ruben yang halus, karya Frans
    Hals yang semi tekstural, sampai Van Gogh yang kasar muncul senyatanya. Produk ini sangat
    populer. Gagasan lain diilhami oleh lukisan oleh lukisan lukisan asli tetapi palsu, yang dilakukan
    oleh organisasi yang menciptakan nama komersial lewat ratusan repainting Monalisanya
    Leonardo da Vinci. Le use Imaginaire, lembaga yang menjadi agen resmi, memancarkan dan
    menjual produk repainting ke seluruh dunia. Kini tak kurang dan selebriti Roger Moore, Liz
    Taylor, Amold Schwarzenegger, sampai keluarga kerajaan Monaco menggantungnya dengan
    bangga. Mereka sadar benar bahwa itu imitasi. Mereka beranggapan lebih baik menyimpan
    karya imitasi (bukan palsu) yang bagus daripada mengoleksi karya asli namun buruk.

    Boom sensasional yang didahului oleh gairah kolektor Jepang yang menguasai yendaka,
    merangsang dan mewabah antusiasme peminat seni di banyak Negara, termasuk Indonesia.
    Menggelembungnya hasrat mengoleksi karya-karya ciptaan para maestro, mendongkrak
    practise, dan ketinggian apresiasi seni menjadi indicator. Reproduksi dan repainting kurang
    bergengsi. Kolesterol seni ternyata membutuhkan jejak-jejak sapuan kuas asli. Akhirnya, mata
    uang yang bergelimang dalam transaksi bursa seni lukis yang astaga mahalnya, membuat seru
    merebakkan lukisan palsu.

    Di Indonesia kini semakin marak lukisan palsu. Pameran dan lelang menghadirkan
    gambar-gambar palsu berkualitas murahan dan tentu saja memerlukan. Apakah tidak mungkin
    para peniru lukisan dikumpulkan, dan diarahkan menjadi repainter yang piawai? Dunia seni
    rupa Indonesia sedang tumbuh apik, sungguh tidak ingin terkontaminasi sifat-sifat rendah yang
    koruptif. Jangan jebloskan orang yang bisa membuat lukisan (namun tak punya gagasan) ke
    dalam lorong penuh taring setan.
    9. Dengan pernyataan yang mana penulis paling setuju?

    10 / 10

    BACAAN I
    Mencubit, setidaknya menurut sejumlah mahasiswa seni rupa di Paris, diartikan “meledek” para
    pakar atau sekelompok professional yang sering meletakkan diri seolah-olah sebagai satu
    satunya si “pintar” yang otoritas dan pendapatannya harus dijunjung tinggi. Para pakar itu bisa
    kritikus, curator, atau ahli aspek seni yang acapkali tinggi hati dengan teori, dan berbekal sarat
    dengan sederet referensi. Para peledek ini membuat reproduksi patung Modigliani yang
    kabarnya hilang. Setelah ditenggelamkan beberapa lama di sungai seine, dan diterpa aliran air
    beberapa hari, patung itu “ditemukan”. Siapa yang heboh duluan? Ya, para pakar itu.
    Berminggu-minggu mereka meneliti dan berdiskusi berapi-api. Akhirnya para mahasiswa itu
    mengaku, bahwa patung tersebut bikinan mereka, alias patung palsu. Mereka terbahak, dan
    jajaran pakar hebat pun malu.

    Ulah lain lagi dilakukan oleh Eric Heborn dan Christian Goller. Didasari pembelotan terhadap
    tradisi kultus kesenian yang menyebabkan harga karya seni melangit tidak masuk akal, mereka
    membuat karya tiruan. Protes dua imitator canggih ini berubah menjadi niat criminal murni yang
    ujung-ujungnya duit. Ratusal tulisan Chagall sampai Picasso pun dicipta dan dilikuidasikan.

    Lain lagi dengan Han Van Meegeren yang piawai merehabilitasi karya-karya Jan Vermeer.
    Bermula dari kebanggan memamerkan keahliannya kepada publik, ia merasa tidak adil bila
    tidak dihargai dengan kekayaan. Sebelum ditemukan sistem deteksi spektrometri fluoresensi
    sinar X dan scanning electron microscope yang bisa membesarkan dua puluh ribu kali, sulit
    mencurigai karya palsu Meegeren. Ia sanggup mengolah dan memanipulasi pigmen, isotope
    timah, lapis lazuli dalam cat, nyaris seperti karya asli. Cukup banyak pembeli yang terkecoh,
    sebelum pemalsu itu dibekuk polisi.

    Inisiatif untuk membuat reproduksi dengan teknologi tinggi dilakukan oleh CMC (Century Master
    Collection) yang berkedudukan di Jerman. Reproduksi lukisan dengan sinar laser
    menghadirkan texture nyata di atas kanvas, sehingga lukisan Ruben yang halus, karya Frans
    Hals yang semi tekstural, sampai Van Gogh yang kasar muncul senyatanya. Produk ini sangat
    populer. Gagasan lain diilhami oleh lukisan oleh lukisan lukisan asli tetapi palsu, yang dilakukan
    oleh organisasi yang menciptakan nama komersial lewat ratusan repainting Monalisanya
    Leonardo da Vinci. Le use Imaginaire, lembaga yang menjadi agen resmi, memancarkan dan
    menjual produk repainting ke seluruh dunia. Kini tak kurang dan selebriti Roger Moore, Liz
    Taylor, Amold Schwarzenegger, sampai keluarga kerajaan Monaco menggantungnya dengan
    bangga. Mereka sadar benar bahwa itu imitasi. Mereka beranggapan lebih baik menyimpan
    karya imitasi (bukan palsu) yang bagus daripada mengoleksi karya asli namun buruk.

    Boom sensasional yang didahului oleh gairah kolektor Jepang yang menguasai yendaka,
    merangsang dan mewabah antusiasme peminat seni di banyak Negara, termasuk Indonesia.
    Menggelembungnya hasrat mengoleksi karya-karya ciptaan para maestro, mendongkrak
    practise, dan ketinggian apresiasi seni menjadi indicator. Reproduksi dan repainting kurang
    bergengsi. Kolesterol seni ternyata membutuhkan jejak-jejak sapuan kuas asli. Akhirnya, mata
    uang yang bergelimang dalam transaksi bursa seni lukis yang astaga mahalnya, membuat seru
    merebakkan lukisan palsu.

    Di Indonesia kini semakin marak lukisan palsu. Pameran dan lelang menghadirkan
    gambar-gambar palsu berkualitas murahan dan tentu saja memerlukan. Apakah tidak mungkin
    para peniru lukisan dikumpulkan, dan diarahkan menjadi repainter yang piawai? Dunia seni
    rupa Indonesia sedang tumbuh apik, sungguh tidak ingin terkontaminasi sifat-sifat rendah yang
    koruptif. Jangan jebloskan orang yang bisa membuat lukisan (namun tak punya gagasan) ke
    dalam lorong penuh taring setan.
    10. Nuansa bacaan ini terhadap kepakaran “pengamat/pakar seni rupa” dapat digambarkan
    sebagai:

    Your score is

  • Persiapan SNBT 2025 Penalaran Matematika 33

    25

    Persiapan SNBT 2025 Penalaran Matematika 33

    Waktu Anda hanya 22 menit dengan 11 soal. Anda juga punya kesempatan dua kali untuk pengerjaan. Lebih baik kerjakan di laptop dengan mode full screen.  Jangan lupa follow instagram CHE di sini 

    The number of attempts remaining is 3

    Isi dulu data diri yaah

    1 / 11

    1. Karsa menjual parsel yang berisi 2 kg mangga, 2 kg jeruk, dan 1 kg anggur dengan harga Rp157.000,-, sedangkan parsel yang berisi 1 kg mangga, 2 kg jeruk dan 2 kg anggur dihargai Rp178.000,-, Jika parcel yang berisi 2 kg mangga, 2 kg jeruk, dan 3 kg anggur dijual dengan harga Rp247.000, Jika parcel yang berisi 2 kg mangga, 2 kg jeruk, dan 3 kg anggur dijual dengan harga Rp247.000, berapa harga parsel yang berisi 2 kg mangga dan 2 kg jeruk?

    2 / 11

    2. Selisih uang Lisa dan Karsa adalah 7500. Jika 10% uang Lisa diberikan kepada Karsa, maka uang Karsa menjadi 80% uang Lisa semula. Berapa jumlah uang keduanya?

    3 / 11

    3. Perbandingan jumlah permen coklat dan permen susu dalam suatu toples adalah 5 : 7, sedangkan perbandingan permen kopi dan permen coklat adalah 6 : 2. Jika selisih permen susu dan permen coklat adalah 8. Jumlah ketiga jenis permen dalam toples tersebut adalah …

    4 / 11

    4. Hasil uji penggunaan bio fuel menunjukan bahwa dengan 5 L minyak jelantah, kendaraan mampu menempuh jarak 60 km. Dengan asumsi medan yang dilalui sama, berapa L minyak jelantah yang diperlukan untuk menempuh jarak 150 km?

    5 / 11

    5. Dari 900 karyawan di suatu perusahaan diketahui 600 berkinerja baik dan 300 berkinerja tidak baik, jika 45 dari kinerja baik telah mengikuti pelatihan dan 12 dari kinerja tidak baik telah mengikuti pelatihan. Seorang karyawan akan dipilih secara acak. Tentukanlah probabilitas karyawan yang terpilih adalah yang telah mengikuti pelatihan!

    6 / 11

    6. Selisih dua bilangan adalah 6, dan jika kedua bilangan dijumlahkan hasilnya adalah 32. Berapa selisih dari kuadrat kedua bilangan tersebut?

    7 / 11

    7. Apabila sebuah lingkaran P memiliki jari jari r, dimana r adalah 40% dari jari jari lingkaran L. Berapa persenkah luas lingkaran P dari lingkaran L?

    8 / 11

     
    8. Jika BC : DE = 3 : 5, maka perbandingan luas segitiga ABC dan ADE adalah

    9 / 11

    9. Pembangunan sebuah gedung direncanakan akan selesai dalam waktu 30 hari oleh 25 orang pekerja. Setelah dikerjakan selama 20 hari, pekerjaan dihentikan selama 8 hari karena ada sesuatu hal. Jika kemampuan bekeja setiap orang sama dan agar gedungnya selesai tepat waktu maka banyak pekerja tambahan yang dibutuhkan adalah ….

    10 / 11

    10. Seorang siswa memperoleh nilai 82, 94, 86, dan 78 untuk 4 mata pelajaran. Berapa nilai yang harus diperoleh untuk mata pelajaran ke lima agar dia memperoleh nilai rata-rata 86?

    11 / 11

    11. Dari survei terhadap 150 orang, diperoleh 114 orang diantaranya pernah makan di restoran A, 98 orang pernah makan di restoran B dan 12 orang tidak pernah makan di restoran A ataupun B. Diantara jawaban di bawah ini manakah yang mungkin merupakan jumlah orang yang pernah makan di restoran A dan B?

    Your score is

  • Try Out Bahasa Inggris 21 SNBT 2025 [Soal Asli SNBT 06]

    41

    Try Out Bahasa Inggris 21 SNBT 2025 [Soal Asli SNBT 06]

    Anda hanya punya waktu 17 menit untuk mengerjakan 17 soal. Kerjakan dengan bijak dan jujur. Tes ini bagian dari evaluasi Anda menghadapi SNBT 2025. Jangan lupa follow Instagram CHE [Klik di sini]

    The number of attempts remaining is 3

    Isi dulu data diri yaah

    1 / 17

    There is no stopping rock and roll. Since its birth in the fifties, rock and roll has become the liveliest force in popular culture. It was born as a child of jazz, blues, and country music. More recently, it has been influenced by movies, television, sex, drugs, art, literature, and electronics. Since its birth, rock and roll has grouped and regrouped into an explosion of styles: folk rock, soul, motown, hard rock, jazz rock, country rock, heavy metal, punk rock, reggae, new wave, rap, and so on. Each type has its own style, themes, and stars. Two of the more successful styles are rap and reggae.

    One of the newer styles of rock and roll is rap. Rap is a form of dance music in which singers – rappers – speak in rhythm and rhyme fasther than sing. Rap first appeared in the mid-seventies in the discos of New York City’s black neighbourhoods. Disco DJs teamed up with rappers to play songs for dancers at parties. At first, the role of the rapper was to keep the beat going with hand claps while the DJ changed record. Soon, rappers added lyrics, slogans, rhymes, and call and-response exchanges with the audience. Early rap songs were mainly about dancing, partying, and the romantic adventures of the rappers, but politics became an important theme in the late eighties and nineties. Although rap is primarily the music of young black males, the first white rappers appeared in 1980, and a woman rapper, Queen Latifah, began her career in 1989. M.C. Hammer’s 1990 album, Please Hammer Don’t Hurt ‘Em, has sold fifteen million copies, making it the best-selling rap album of the decade.

    Another style of rock and roll is reggae, which was born on the Caribbean Island of Jamaica in the sixties and spread throughout the world in the seventies. It developed from a kind of Afro Caribbean music called mento, which was sung and played on guitars and drums. Some musicians changed mento into a music style called ska by adding a hesitation beat. A few years later, other musicians changed ska, and reggae was born. Reggae’s special sound comes from reversing the roles of the instruments: The guitar plays the rhythm and the bass plays the melody. An important influence on reggae music was the Rastafarian cult. The Rastafarians added unusual sound mixes, extra-slow tempos strange lyrics, and mysticalpolitical themes. The best known reggae musician in the United States is Bob Marley.

    Rock and roll music is constantly changing. New styles are born, grow, change, and produce offshoots, which in turn grow, change, and produce offshoots. Some styles enjoy lasting popularity, but others disappear rather quickly. However, all contribute to the power and excitement of rock and roll music in our time.
    51. Which of the following is TRUE about rap?

    2 / 17

    There is no stopping rock and roll. Since its birth in the fifties, rock and roll has become the liveliest force in popular culture. It was born as a child of jazz, blues, and country music. More recently, it has been influenced by movies, television, sex, drugs, art, literature, and electronics. Since its birth, rock and roll has grouped and regrouped into an explosion of styles: folk rock, soul, motown, hard rock, jazz rock, country rock, heavy metal, punk rock, reggae, new wave, rap, and so on. Each type has its own style, themes, and stars. Two of the more successful styles are rap and reggae.

    One of the newer styles of rock and roll is rap. Rap is a form of dance music in which singers – rappers – speak in rhythm and rhyme fasther than sing. Rap first appeared in the mid-seventies in the discos of New York City’s black neighbourhoods. Disco DJs teamed up with rappers to play songs for dancers at parties. At first, the role of the rapper was to keep the beat going with hand claps while the DJ changed record. Soon, rappers added lyrics, slogans, rhymes, and call and-response exchanges with the audience. Early rap songs were mainly about dancing, partying, and the romantic adventures of the rappers, but politics became an important theme in the late eighties and nineties. Although rap is primarily the music of young black males, the first white rappers appeared in 1980, and a woman rapper, Queen Latifah, began her career in 1989. M.C. Hammer’s 1990 album, Please Hammer Don’t Hurt ‘Em, has sold fifteen million copies, making it the best-selling rap album of the decade.

    Another style of rock and roll is reggae, which was born on the Caribbean Island of Jamaica in the sixties and spread throughout the world in the seventies. It developed from a kind of Afro Caribbean music called mento, which was sung and played on guitars and drums. Some musicians changed mento into a music style called ska by adding a hesitation beat. A few years later, other musicians changed ska, and reggae was born. Reggae’s special sound comes from reversing the roles of the instruments: The guitar plays the rhythm and the bass plays the melody. An important influence on reggae music was the Rastafarian cult. The Rastafarians added unusual sound mixes, extra-slow tempos strange lyrics, and mysticalpolitical themes. The best known reggae musician in the United States is Bob Marley.

    Rock and roll music is constantly changing. New styles are born, grow, change, and produce offshoots, which in turn grow, change, and produce offshoots. Some styles enjoy lasting popularity, but others disappear rather quickly. However, all contribute to the power and excitement of rock and roll music in our time.
    52. A suitable title for the text is

    3 / 17

    There is no stopping rock and roll. Since its birth in the fifties, rock and roll has become the liveliest force in popular culture. It was born as a child of jazz, blues, and country music. More recently, it has been influenced by movies, television, sex, drugs, art, literature, and electronics. Since its birth, rock and roll has grouped and regrouped into an explosion of styles: folk rock, soul, motown, hard rock, jazz rock, country rock, heavy metal, punk rock, reggae, new wave, rap, and so on. Each type has its own style, themes, and stars. Two of the more successful styles are rap and reggae.

    One of the newer styles of rock and roll is rap. Rap is a form of dance music in which singers – rappers – speak in rhythm and rhyme fasther than sing. Rap first appeared in the mid-seventies in the discos of New York City’s black neighbourhoods. Disco DJs teamed up with rappers to play songs for dancers at parties. At first, the role of the rapper was to keep the beat going with hand claps while the DJ changed record. Soon, rappers added lyrics, slogans, rhymes, and call and-response exchanges with the audience. Early rap songs were mainly about dancing, partying, and the romantic adventures of the rappers, but politics became an important theme in the late eighties and nineties. Although rap is primarily the music of young black males, the first white rappers appeared in 1980, and a woman rapper, Queen Latifah, began her career in 1989. M.C. Hammer’s 1990 album, Please Hammer Don’t Hurt ‘Em, has sold fifteen million copies, making it the best-selling rap album of the decade.

    Another style of rock and roll is reggae, which was born on the Caribbean Island of Jamaica in the sixties and spread throughout the world in the seventies. It developed from a kind of Afro Caribbean music called mento, which was sung and played on guitars and drums. Some musicians changed mento into a music style called ska by adding a hesitation beat. A few years later, other musicians changed ska, and reggae was born. Reggae’s special sound comes from reversing the roles of the instruments: The guitar plays the rhythm and the bass plays the melody. An important influence on reggae music was the Rastafarian cult. The Rastafarians added unusual sound mixes, extra-slow tempos strange lyrics, and mysticalpolitical themes. The best known reggae musician in the United States is Bob Marley.

    Rock and roll music is constantly changing. New styles are born, grow, change, and produce offshoots, which in turn grow, change, and produce offshoots. Some styles enjoy lasting popularity, but others disappear rather quickly. However, all contribute to the power and excitement of rock and roll music in our time.
    53. Rock and Roll music is mainly influenced by .…

    4 / 17

    There is no stopping rock and roll. Since its birth in the fifties, rock and roll has become the liveliest force in popular culture. It was born as a child of jazz, blues, and country music. More recently, it has been influenced by movies, television, sex, drugs, art, literature, and electronics. Since its birth, rock and roll has grouped and regrouped into an explosion of styles: folk rock, soul, motown, hard rock, jazz rock, country rock, heavy metal, punk rock, reggae, new wave, rap, and so on. Each type has its own style, themes, and stars. Two of the more successful styles are rap and reggae.

    One of the newer styles of rock and roll is rap. Rap is a form of dance music in which singers – rappers – speak in rhythm and rhyme fasther than sing. Rap first appeared in the mid-seventies in the discos of New York City’s black neighbourhoods. Disco DJs teamed up with rappers to play songs for dancers at parties. At first, the role of the rapper was to keep the beat going with hand claps while the DJ changed record. Soon, rappers added lyrics, slogans, rhymes, and call and-response exchanges with the audience. Early rap songs were mainly about dancing, partying, and the romantic adventures of the rappers, but politics became an important theme in the late eighties and nineties. Although rap is primarily the music of young black males, the first white rappers appeared in 1980, and a woman rapper, Queen Latifah, began her career in 1989. M.C. Hammer’s 1990 album, Please Hammer Don’t Hurt ‘Em, has sold fifteen million copies, making it the best-selling rap album of the decade.

    Another style of rock and roll is reggae, which was born on the Caribbean Island of Jamaica in the sixties and spread throughout the world in the seventies. It developed from a kind of Afro Caribbean music called mento, which was sung and played on guitars and drums. Some musicians changed mento into a music style called ska by adding a hesitation beat. A few years later, other musicians changed ska, and reggae was born. Reggae’s special sound comes from reversing the roles of the instruments: The guitar plays the rhythm and the bass plays the melody. An important influence on reggae music was the Rastafarian cult. The Rastafarians added unusual sound mixes, extra-slow tempos strange lyrics, and mysticalpolitical themes. The best known reggae musician in the United States is Bob Marley.

    Rock and roll music is constantly changing. New styles are born, grow, change, and produce offshoots, which in turn grow, change, and produce offshoots. Some styles enjoy lasting popularity, but others disappear rather quickly. However, all contribute to the power and excitement of rock and roll music in our time.
    54. Which of the following is not a characteristic
    of reggae?

    5 / 17

    There is no stopping rock and roll. Since its birth in the fifties, rock and roll has become the liveliest force in popular culture. It was born as a child of jazz, blues, and country music. More recently, it has been influenced by movies, television, sex, drugs, art, literature, and electronics. Since its birth, rock and roll has grouped and regrouped into an explosion of styles: folk rock, soul, motown, hard rock, jazz rock, country rock, heavy metal, punk rock, reggae, new wave, rap, and so on. Each type has its own style, themes, and stars. Two of the more successful styles are rap and reggae.

    One of the newer styles of rock and roll is rap. Rap is a form of dance music in which singers – rappers – speak in rhythm and rhyme fasther than sing. Rap first appeared in the mid-seventies in the discos of New York City’s black neighbourhoods. Disco DJs teamed up with rappers to play songs for dancers at parties. At first, the role of the rapper was to keep the beat going with hand claps while the DJ changed record. Soon, rappers added lyrics, slogans, rhymes, and call and-response exchanges with the audience. Early rap songs were mainly about dancing, partying, and the romantic adventures of the rappers, but politics became an important theme in the late eighties and nineties. Although rap is primarily the music of young black males, the first white rappers appeared in 1980, and a woman rapper, Queen Latifah, began her career in 1989. M.C. Hammer’s 1990 album, Please Hammer Don’t Hurt ‘Em, has sold fifteen million copies, making it the best-selling rap album of the decade.

    Another style of rock and roll is reggae, which was born on the Caribbean Island of Jamaica in the sixties and spread throughout the world in the seventies. It developed from a kind of Afro Caribbean music called mento, which was sung and played on guitars and drums. Some musicians changed mento into a music style called ska by adding a hesitation beat. A few years later, other musicians changed ska, and reggae was born. Reggae’s special sound comes from reversing the roles of the instruments: The guitar plays the rhythm and the bass plays the melody. An important influence on reggae music was the Rastafarian cult. The Rastafarians added unusual sound mixes, extra-slow tempos strange lyrics, and mysticalpolitical themes. The best known reggae musician in the United States is Bob Marley.

    Rock and roll music is constantly changing. New styles are born, grow, change, and produce offshoots, which in turn grow, change, and produce offshoots. Some styles enjoy lasting popularity, but others disappear rather quickly. However, all contribute to the power and excitement of rock and roll music in our time.
    55. From the text we may conclude that rock and
    roll music ….

    6 / 17

    Text II
    Stress is an experience that puts pressure or a requirement on us. That pressure means we have to adjust to our new situation or environment. Stress can last for a short period, as when a driver has to act to avoid having an accident, or it can last longer, as when a woman is told she has a medical problem and thus must change her diet or daily routine in order to become well again. We all experience stress in different ways. Some people experience stress as just a nervous or busy feeling. Other people experience stress so strongly that it may cause them to seek professional help at a hospital. Still other people may die from experiencing so much stress that it leads to heart disease or other serious health-related problems. Sometimes these health-related problems are physical, and other times they, are psychological. Some people have a personality type that causes them to experience stress more than others. These people are often impatient, competitive, and aggressive and are always short on time.
    56. With which of the following sentences should
    the paragraph end?

    7 / 17

    Text II
    Stress is an experience that puts pressure or a requirement on us. That pressure means we have to adjust to our new situation or environment. Stress can last for a short period, as when a driver has to act to avoid having an accident, or it can last longer, as when a woman is told she has a medical problem and thus must change her diet or daily routine in order to become well again. We all experience stress in different ways. Some people experience stress as just a nervous or busy feeling. Other people experience stress so strongly that it may cause them to seek professional help at a hospital. Still other people may die from experiencing so much stress that it leads to heart disease or other serious health-related problems. Sometimes these health-related problems are physical, and other times they, are psychological. Some people have a personality type that causes them to experience stress more than others. These people are often impatient, competitive, and aggressive and are always short on time.
    57. The topic of the paragraph is …

    8 / 17

    Text III
    (1) …………………………………………………………. ….. (2) Hackers tend to have a more thorough knowledge of systems and a more highly developed skill set, whereas virus writers generally take a shallower approach to what they are doing. (3) While both hackers and virus writers are initially attracted by the technical challenge, hacking is more about power and control. (4) When they are hacking and they got into a system, they remain involved with that system – they take it over and dominate it. (5) On the other hand, once a virus writer releases a program into the wild, the virus goes off and keeps on making copies of it independently of the author. (6) It is not as intimate or connected a relationship as between a hacker and the computer – the virus writer relinquishes control and becomes disassociated from the actual activity he or she has set in motion. (7) Social pressure is changing the impressions people have of hackers and virus writers.
    58. The sentence which is irrelevant to the text is
    sentence number

    9 / 17

    Text III
    (1) …………………………………………………………. ….. (2) Hackers tend to have a more thorough knowledge of systems and a more highly developed skill set, whereas virus writers generally take a shallower approach to what they are doing. (3) While both hackers and virus writers are initially attracted by the technical challenge, hacking is more about power and control. (4) When they are hacking and they got into a system, they remain involved with that system – they take it over and dominate it. (5) On the other hand, once a virus writer releases a program into the wild, the virus goes off and keeps on making copies of it independently of the author. (6) It is not as intimate or connected a relationship as between a hacker and the computer – the virus writer relinquishes control and becomes disassociated from the actual activity he or she has set in motion. (7) Social pressure is changing the impressions people have of hackers and virus writers.
    59. With which of the following sentences should
    the paragraph begin?

    10 / 17

    Text IV
    Coffee is as much part of the average adult’s morning routine as is brushing their teeth. Coffee really is a comfort “food,” but how good is it really for you? Some studies suggest that coffee is -(60)- a health food with its abundance of antioxidants, -(61)- other studies highlight the negative side-effects of caffeine on our bodies. If you’re deciding to -(62)- on your coffee habit or you’ve been advised by your doctor to cut out coffee all together, maybe you’ve tried to stop and -(63)- from painful headaches. This is because caffeine narrows blood vessels in the brain and -(64)- circulation, and when caffeine is suddenly missing from your diet, there is a sudden increase in circulation both to the brain and the -(65)- system. This may lead to severe headaches as well as constipation or bowel upset. So, -(66)- it is ideal for your body to be rid of this -(67)- substance as quickly as possible, it is best to take a gradual approach to cutting out coffee in order to achieve the most success pain-free.

    60.

    11 / 17

    Text IV
    Coffee is as much part of the average adult’s morning routine as is brushing their teeth. Coffee really is a comfort “food,” but how good is it really for you? Some studies suggest that coffee is -(60)- a health food with its abundance of antioxidants, -(61)- other studies highlight the negative side-effects of caffeine on our bodies. If you’re deciding to -(62)- on your coffee habit or you’ve been advised by your doctor to cut out coffee all together, maybe you’ve tried to stop and -(63)- from painful headaches. This is because caffeine narrows blood vessels in the brain and -(64)- circulation, and when caffeine is suddenly missing from your diet, there is a sudden increase in circulation both to the brain and the -(65)- system. This may lead to severe headaches as well as constipation or bowel upset. So, -(66)- it is ideal for your body to be rid of this -(67)- substance as quickly as possible, it is best to take a gradual approach to cutting out coffee in order to achieve the most success pain-free.

    61.

    12 / 17

    Text IV
    Coffee is as much part of the average adult’s morning routine as is brushing their teeth. Coffee really is a comfort “food,” but how good is it really for you? Some studies suggest that coffee is -(60)- a health food with its abundance of antioxidants, -(61)- other studies highlight the negative side-effects of caffeine on our bodies. If you’re deciding to -(62)- on your coffee habit or you’ve been advised by your doctor to cut out coffee all together, maybe you’ve tried to stop and -(63)- from painful headaches. This is because caffeine narrows blood vessels in the brain and -(64)- circulation, and when caffeine is suddenly missing from your diet, there is a sudden increase in circulation both to the brain and the -(65)- system. This may lead to severe headaches as well as constipation or bowel upset. So, -(66)- it is ideal for your body to be rid of this -(67)- substance as quickly as possible, it is best to take a gradual approach to cutting out coffee in order to achieve the most success pain-free.

    60.

    13 / 17

    Text IV
    Coffee is as much part of the average adult’s morning routine as is brushing their teeth. Coffee really is a comfort “food,” but how good is it really for you? Some studies suggest that coffee is -(60)- a health food with its abundance of antioxidants, -(61)- other studies highlight the negative side-effects of caffeine on our bodies. If you’re deciding to -(62)- on your coffee habit or you’ve been advised by your doctor to cut out coffee all together, maybe you’ve tried to stop and -(63)- from painful headaches. This is because caffeine narrows blood vessels in the brain and -(64)- circulation, and when caffeine is suddenly missing from your diet, there is a sudden increase in circulation both to the brain and the -(65)- system. This may lead to severe headaches as well as constipation or bowel upset. So, -(66)- it is ideal for your body to be rid of this -(67)- substance as quickly as possible, it is best to take a gradual approach to cutting out coffee in order to achieve the most success pain-free.

    63.

    14 / 17

    Text IV
    Coffee is as much part of the average adult’s morning routine as is brushing their teeth. Coffee really is a comfort “food,” but how good is it really for you? Some studies suggest that coffee is -(60)- a health food with its abundance of antioxidants, -(61)- other studies highlight the negative side-effects of caffeine on our bodies. If you’re deciding to -(62)- on your coffee habit or you’ve been advised by your doctor to cut out coffee all together, maybe you’ve tried to stop and -(63)- from painful headaches. This is because caffeine narrows blood vessels in the brain and -(64)- circulation, and when caffeine is suddenly missing from your diet, there is a sudden increase in circulation both to the brain and the -(65)- system. This may lead to severe headaches as well as constipation or bowel upset. So, -(66)- it is ideal for your body to be rid of this -(67)- substance as quickly as possible, it is best to take a gradual approach to cutting out coffee in order to achieve the most success pain-free.

    64.

    15 / 17

    Text IV
    Coffee is as much part of the average adult’s morning routine as is brushing their teeth. Coffee really is a comfort “food,” but how good is it really for you? Some studies suggest that coffee is -(60)- a health food with its abundance of antioxidants, -(61)- other studies highlight the negative side-effects of caffeine on our bodies. If you’re deciding to -(62)- on your coffee habit or you’ve been advised by your doctor to cut out coffee all together, maybe you’ve tried to stop and -(63)- from painful headaches. This is because caffeine narrows blood vessels in the brain and -(64)- circulation, and when caffeine is suddenly missing from your diet, there is a sudden increase in circulation both to the brain and the -(65)- system. This may lead to severe headaches as well as constipation or bowel upset. So, -(66)- it is ideal for your body to be rid of this -(67)- substance as quickly as possible, it is best to take a gradual approach to cutting out coffee in order to achieve the most success pain-free.

    65.

    16 / 17

    Text IV
    Coffee is as much part of the average adult’s morning routine as is brushing their teeth. Coffee really is a comfort “food,” but how good is it really for you? Some studies suggest that coffee is -(60)- a health food with its abundance of antioxidants, -(61)- other studies highlight the negative side-effects of caffeine on our bodies. If you’re deciding to -(62)- on your coffee habit or you’ve been advised by your doctor to cut out coffee all together, maybe you’ve tried to stop and -(63)- from painful headaches. This is because caffeine narrows blood vessels in the brain and -(64)- circulation, and when caffeine is suddenly missing from your diet, there is a sudden increase in circulation both to the brain and the -(65)- system. This may lead to severe headaches as well as constipation or bowel upset. So, -(66)- it is ideal for your body to be rid of this -(67)- substance as quickly as possible, it is best to take a gradual approach to cutting out coffee in order to achieve the most success pain-free.

    66.

    17 / 17

    Text IV
    Coffee is as much part of the average adult’s morning routine as is brushing their teeth. Coffee really is a comfort “food,” but how good is it really for you? Some studies suggest that coffee is -(60)- a health food with its abundance of antioxidants, -(61)- other studies highlight the negative side-effects of caffeine on our bodies. If you’re deciding to -(62)- on your coffee habit or you’ve been advised by your doctor to cut out coffee all together, maybe you’ve tried to stop and -(63)- from painful headaches. This is because caffeine narrows blood vessels in the brain and -(64)- circulation, and when caffeine is suddenly missing from your diet, there is a sudden increase in circulation both to the brain and the -(65)- system. This may lead to severe headaches as well as constipation or bowel upset. So, -(66)- it is ideal for your body to be rid of this -(67)- substance as quickly as possible, it is best to take a gradual approach to cutting out coffee in order to achieve the most success pain-free.

    67.

    Your score is

  • Soal Pengetahuan Kuantitatif 2024 Part 2

    51

    Soal Pengetahuan Kuantitatif 2024 Part 2

    Cuma 4 soal doang dan waktunya 8 menit (sengaja biar ada waktu buat mikir)

    The number of attempts remaining is 3

    Isi dulu data diri yaah

    1 / 4

    1. Koordinat D adalah (a, b) nilai dari a – 2b = …

    2 / 4

    2. Luas persegi tersebut adalah …

    3 / 4

    3. Jarak dari l ke titik A adalah …

    4 / 4

    4. Persamaan garis l adalah …

    Your score is

  • PK PM 01 PERSIAPAN SNBT 2025

    41

    PK PM 01 PERSIAPAN SNBT 2025

    Kerjakan dengan jujur. 12 soal 12 menit sesuai dengan waktu UTBK SNBT.

    The number of attempts remaining is 3

    Isi dulu data diri yaah

    1 / 12

    2 / 12

    3 / 12

    11. Nilai pengganti yang tepat pada barisan
    bilangan berikut adalah …
    6,2,8,5,15,13,26,𝑥

    4 / 12

    12. Manakah bilangan di bawah ini yang habis
    dibagi 6 ?

    5 / 12

    13. Sebuah kotak berisi 3 kelereng putih dan 2
    kelereng hitam. Dari dalam kotak pengambilan
    dua kelereng berurutan. Peluang mendapatkan
    sebuah kelereng hitam pada pengambilan
    pertama dan kelereng putih pada pengambilan
    kedua adalah…

    6 / 12

    14. Dua bilangan prima lebih dari 10 dan kurang
    dari 20. Jika selisih kedua bilangan tersebut
    adalah 2, maka jumlah kedua bilangan itu
    adalah…
    (1) 20
    (2) 24
    (3) 32
    (4) 36

    7 / 12

    15. Jika uang sejumlah Rp. 64.500,00 dibagi untuk
    4
    orang dengan ketentuan A mendapat
    Rp.2000,00 lebih banyak dari B dan lebih
    sedikit Rp. 6.500,00 dari C. jika C mendapat
    Rp. 3.500,00 lebih banyak dari pada D, maka
    selisih antara jumlah uang terbanyak dan
    tersedikit adalah…

    8 / 12

    9 / 12

    10 / 12

    11 / 12

    12 / 12

    20. Misalkan 𝑝,𝑞 dan 𝑟menyatakan bilangan real
    yang memenuhi persamaan 𝑝𝑞𝑟 = 864 maka
    nilai 𝑟?
    Putuskan apakah pernyataan (1) dan (2) berikut
    cukup untuk menjawab pertanyaan tersebut ?
    (1) 𝑝 = 𝑞
    (2) 𝑞 = 4𝑟

    Your score is

  • Try Out SNBT 2025 Literasi Bahasa Indonesia 9

    42

    Try Out SNBT 2025 Literasi Bahasa Indonesia 9

    Ada 15 soal dengan waktu 21 menit. Kerjakan dengan jujur karena ini bagian dari evaluasi.

    The number of attempts remaining is 3

    Isi dulu data diri yaah

    1 / 15

    TEST VERBAL:
    Peristiwa-peristiwa bisa diurut disamping atau diatas yang lain suatu susunan. Dari padanya muncul alur-alur yang menjadi bernang merah yang disebut cerita.Bila cerita tersebut bukan tentang dongeng dalam dunia khayal, akan tetapi tentang peristiwa masa lalu dan terutama tentang apa sesungguhnya masa lalu itu, maka hampir semua orang setuju untuk menyebut sejarah, maka dalam sejarah ada susunan fakta, urutan kejadian satu sesudah yang lain. Namun ternyata bahwa sejarah bukan semata mata urutan fakta. Bila sejarah semata mata difahami sebagai kronikl maka sudah dari mula cakrawalanya dipersempit. Sejarah dalam pengertian kronik ini menjadi statis.

    Sejarah lebih sekedar kronik karena dalam sejarah juga terkandung pikiran yang hidup dari dan tentang masa lampau. Dalam hubungan itu tugas historiografi bukan saja mencari kebenaran masa lampau akan tetapi berdasarkan itu memperbandingkan dengan masa kini dan agaknya Benedetto Croce sejarawan Italia tidak terlalu jauh meleset bila dia katakan sejarah yang benar adalah sejrah masa kini. Dia buikan lagi fakta tetapi sejarah menjadi proses yaitu interaksi yang tak berkeputusan antara manusia dan manusia lain di masa kini yang mengambil dimensi Kelampauan dan Kekinian dan sejarah juga adalah proses dialog antara manusia masa lampau dan manusia masa kini. Maka sejarah tampil sebagai suatu totalitas.

    Namun cara bagaimana dialog berlangsungsering membangkitkan masalah. Struktur sosial dan politik masyarakat masa kini sangat menentukan corak atau untuk lebih tepat dimensi sejarah yang ditulis. Bilamana kesadaran yang dibangkitkan sejarah memperkaya kepribadian Nasional bilamana dialog dalam sejarah mampu merumuskan jawaban bagi tantangan masa kini maka dialog dengan sejarah menentukan bentuknya.Sejarah yang diambil dalam arti sebenarnya tidak lebih dari usaha mencari legitimasi. Dimana masa lampau bukan pendamping tatapi taklukan. Monologia terjadi bila mana kepentingan menjadi segala galanya. Berdasarkan kepentingan peranan yang dulu pernah dimainkan, dilebih-lebihkan. Maka sejarah menjadi sama keringnya seperti sejarah dalam arti kronik.

    Siapakah dalam tingkatan sekarang memutuskan bahwa kemerdekaan adalah semata-mata perjuangan bersenjata dan bukan diplomasi? Sebaliknya, siapakah berani mengatakan bahwa kemerdekaan semata-mata direbut oleh diplomasi dan bukan dengan perjuangan bersenjata? Diskusi tentang ini mungkin berjalan tak berpenghabisan.

    Akan tetapi yang bisa diamati adalah bahwa struktur sosial dan politik masa kini memgang peranan menentukan jenis konfigurasi fakta-fakta yang berada diseputar Indonesia fakta mencair. Titik berat bergeser warna karena kemerdekaan menjadi sumber tertinggi dalam memberikan legitimasi bagi setiap kelompok yang berusaha menjadi penguasa. Setiap kali orang berusaha mematikan dialog dalam sejarah kelihatan bahwa sejarah telah diturunkan menjadi hanya sebuah kronik kering yang tidak menggairahkan. Dalam hal ini tersebut bias sedemikian rupa sehingga usaha untuk membangkitkan semangat kepahlawanan menjadi penting. Sejarah kemerdekaan adalah episode dalam sejarah yang paling banyak mengalami penulisan ulang. Ditilik dari sejarah sebagai dialogis penulisan ulang adalah usaha menarik, karena dalam setiap proses penulisan ulang tersebut tercatat pula perkembangan baru yang tadinya tidak dilihat pernah ada saat dimana dimasa-masa diseputar merebut dan mempertahankan kemerdekaan disebut revolusi. Namun kini kata itu tidak lagi mendapat tempat tetapi diganti dengan perang kemerdekaan dan setiap saat cdihidupkan dalam visualisasi sebagai perang. Pergeseran ini bukan saja menunjukkan sejarah, memutarbalikkan proses yaitu dan membuatnya menjadi hanya satu arah sedemikian rupa menjadi monologia.

    Namun bilamana hal ini terlalu jauh berlangsung atau bilamana kepentingan legitimasi berada diatas segala-galanya sehingga dialog dengan sejarah terputus, maka sekali lagi sejarah mengalami penyempitan cakrawala. Fakta menjadi identik dengan keberhasilan dan setiap keberhasilan menjadi legitimasi baru. Tetapi dengan itu dia membunuh dialog. Dan setiap kali dialog dengan sejarah dimatikan maka sejarah bukan lagi sejarah. Daniel Dhakidae (bahan : prisma, Agustus 1980.)
    1. Bilamana cerita bukan tentang dongeng dalam dunia khayalan, akan tetapi tentang peristiwa masa lalu, dan terutama tentang apa sesungguhnya rupa masa lalu itu maka disebut:

    2 / 15

    TEST VERBAL:
    Peristiwa-peristiwa bisa diurut disamping atau diatas yang lain suatu susunan. Dari padanya muncul alur-alur yang menjadi bernang merah yang disebut cerita.Bila cerita tersebut bukan tentang dongeng dalam dunia khayal, akan tetapi tentang peristiwa masa lalu dan terutama tentang apa sesungguhnya masa lalu itu, maka hampir semua orang setuju untuk menyebut sejarah, maka dalam sejarah ada susunan fakta, urutan kejadian satu sesudah yang lain. Namun ternyata bahwa sejarah bukan semata mata urutan fakta. Bila sejarah semata mata difahami sebagai kronikl maka sudah dari mula cakrawalanya dipersempit. Sejarah dalam pengertian kronik ini menjadi statis.

    Sejarah lebih sekedar kronik karena dalam sejarah juga terkandung pikiran yang hidup dari dan tentang masa lampau. Dalam hubungan itu tugas historiografi bukan saja mencari kebenaran masa lampau akan tetapi berdasarkan itu memperbandingkan dengan masa kini dan agaknya Benedetto Croce sejarawan Italia tidak terlalu jauh meleset bila dia katakan sejarah yang benar adalah sejrah masa kini. Dia buikan lagi fakta tetapi sejarah menjadi proses yaitu interaksi yang tak berkeputusan antara manusia dan manusia lain di masa kini yang mengambil dimensi Kelampauan dan Kekinian dan sejarah juga adalah proses dialog antara manusia masa lampau dan manusia masa kini. Maka sejarah tampil sebagai suatu totalitas.

    Namun cara bagaimana dialog berlangsungsering membangkitkan masalah. Struktur sosial dan politik masyarakat masa kini sangat menentukan corak atau untuk lebih tepat dimensi sejarah yang ditulis. Bilamana kesadaran yang dibangkitkan sejarah memperkaya kepribadian Nasional bilamana dialog dalam sejarah mampu merumuskan jawaban bagi tantangan masa kini maka dialog dengan sejarah menentukan bentuknya.Sejarah yang diambil dalam arti sebenarnya tidak lebih dari usaha mencari legitimasi. Dimana masa lampau bukan pendamping tatapi taklukan. Monologia terjadi bila mana kepentingan menjadi segala galanya. Berdasarkan kepentingan peranan yang dulu pernah dimainkan, dilebih-lebihkan. Maka sejarah menjadi sama keringnya seperti sejarah dalam arti kronik.

    Siapakah dalam tingkatan sekarang memutuskan bahwa kemerdekaan adalah semata-mata perjuangan bersenjata dan bukan diplomasi? Sebaliknya, siapakah berani mengatakan bahwa kemerdekaan semata-mata direbut oleh diplomasi dan bukan dengan perjuangan bersenjata? Diskusi tentang ini mungkin berjalan tak berpenghabisan.

    Akan tetapi yang bisa diamati adalah bahwa struktur sosial dan politik masa kini memgang peranan menentukan jenis konfigurasi fakta-fakta yang berada diseputar Indonesia fakta mencair. Titik berat bergeser warna karena kemerdekaan menjadi sumber tertinggi dalam memberikan legitimasi bagi setiap kelompok yang berusaha menjadi penguasa. Setiap kali orang berusaha mematikan dialog dalam sejarah kelihatan bahwa sejarah telah diturunkan menjadi hanya sebuah kronik kering yang tidak menggairahkan. Dalam hal ini tersebut bias sedemikian rupa sehingga usaha untuk membangkitkan semangat kepahlawanan menjadi penting. Sejarah kemerdekaan adalah episode dalam sejarah yang paling banyak mengalami penulisan ulang. Ditilik dari sejarah sebagai dialogis penulisan ulang adalah usaha menarik, karena dalam setiap proses penulisan ulang tersebut tercatat pula perkembangan baru yang tadinya tidak dilihat pernah ada saat dimana dimasa-masa diseputar merebut dan mempertahankan kemerdekaan disebut revolusi. Namun kini kata itu tidak lagi mendapat tempat tetapi diganti dengan perang kemerdekaan dan setiap saat cdihidupkan dalam visualisasi sebagai perang. Pergeseran ini bukan saja menunjukkan sejarah, memutarbalikkan proses yaitu dan membuatnya menjadi hanya satu arah sedemikian rupa menjadi monologia.

    Namun bilamana hal ini terlalu jauh berlangsung atau bilamana kepentingan legitimasi berada diatas segala-galanya sehingga dialog dengan sejarah terputus, maka sekali lagi sejarah mengalami penyempitan cakrawala. Fakta menjadi identik dengan keberhasilan dan setiap keberhasilan menjadi legitimasi baru. Tetapi dengan itu dia membunuh dialog. Dan setiap kali dialog dengan sejarah dimatikan maka sejarah bukan lagi sejarah. Daniel Dhakidae (bahan : prisma, Agustus 1980.)
    2. Bila dalam sejarah hanya ada susunan fakta, urutan kejadian satu sesudah yang lain. Maka sejarah itu difahami sebagai:

    3 / 15

    TEST VERBAL:
    Peristiwa-peristiwa bisa diurut disamping atau diatas yang lain suatu susunan. Dari padanya muncul alur-alur yang menjadi bernang merah yang disebut cerita.Bila cerita tersebut bukan tentang dongeng dalam dunia khayal, akan tetapi tentang peristiwa masa lalu dan terutama tentang apa sesungguhnya masa lalu itu, maka hampir semua orang setuju untuk menyebut sejarah, maka dalam sejarah ada susunan fakta, urutan kejadian satu sesudah yang lain. Namun ternyata bahwa sejarah bukan semata mata urutan fakta. Bila sejarah semata mata difahami sebagai kronikl maka sudah dari mula cakrawalanya dipersempit. Sejarah dalam pengertian kronik ini menjadi statis.

    Sejarah lebih sekedar kronik karena dalam sejarah juga terkandung pikiran yang hidup dari dan tentang masa lampau. Dalam hubungan itu tugas historiografi bukan saja mencari kebenaran masa lampau akan tetapi berdasarkan itu memperbandingkan dengan masa kini dan agaknya Benedetto Croce sejarawan Italia tidak terlalu jauh meleset bila dia katakan sejarah yang benar adalah sejrah masa kini. Dia buikan lagi fakta tetapi sejarah menjadi proses yaitu interaksi yang tak berkeputusan antara manusia dan manusia lain di masa kini yang mengambil dimensi Kelampauan dan Kekinian dan sejarah juga adalah proses dialog antara manusia masa lampau dan manusia masa kini. Maka sejarah tampil sebagai suatu totalitas.

    Namun cara bagaimana dialog berlangsungsering membangkitkan masalah. Struktur sosial dan politik masyarakat masa kini sangat menentukan corak atau untuk lebih tepat dimensi sejarah yang ditulis. Bilamana kesadaran yang dibangkitkan sejarah memperkaya kepribadian Nasional bilamana dialog dalam sejarah mampu merumuskan jawaban bagi tantangan masa kini maka dialog dengan sejarah menentukan bentuknya.Sejarah yang diambil dalam arti sebenarnya tidak lebih dari usaha mencari legitimasi. Dimana masa lampau bukan pendamping tatapi taklukan. Monologia terjadi bila mana kepentingan menjadi segala galanya. Berdasarkan kepentingan peranan yang dulu pernah dimainkan, dilebih-lebihkan. Maka sejarah menjadi sama keringnya seperti sejarah dalam arti kronik.

    Siapakah dalam tingkatan sekarang memutuskan bahwa kemerdekaan adalah semata-mata perjuangan bersenjata dan bukan diplomasi? Sebaliknya, siapakah berani mengatakan bahwa kemerdekaan semata-mata direbut oleh diplomasi dan bukan dengan perjuangan bersenjata? Diskusi tentang ini mungkin berjalan tak berpenghabisan.

    Akan tetapi yang bisa diamati adalah bahwa struktur sosial dan politik masa kini memgang peranan menentukan jenis konfigurasi fakta-fakta yang berada diseputar Indonesia fakta mencair. Titik berat bergeser warna karena kemerdekaan menjadi sumber tertinggi dalam memberikan legitimasi bagi setiap kelompok yang berusaha menjadi penguasa. Setiap kali orang berusaha mematikan dialog dalam sejarah kelihatan bahwa sejarah telah diturunkan menjadi hanya sebuah kronik kering yang tidak menggairahkan. Dalam hal ini tersebut bias sedemikian rupa sehingga usaha untuk membangkitkan semangat kepahlawanan menjadi penting. Sejarah kemerdekaan adalah episode dalam sejarah yang paling banyak mengalami penulisan ulang. Ditilik dari sejarah sebagai dialogis penulisan ulang adalah usaha menarik, karena dalam setiap proses penulisan ulang tersebut tercatat pula perkembangan baru yang tadinya tidak dilihat pernah ada saat dimana dimasa-masa diseputar merebut dan mempertahankan kemerdekaan disebut revolusi. Namun kini kata itu tidak lagi mendapat tempat tetapi diganti dengan perang kemerdekaan dan setiap saat cdihidupkan dalam visualisasi sebagai perang. Pergeseran ini bukan saja menunjukkan sejarah, memutarbalikkan proses yaitu dan membuatnya menjadi hanya satu arah sedemikian rupa menjadi monologia.

    Namun bilamana hal ini terlalu jauh berlangsung atau bilamana kepentingan legitimasi berada diatas segala-galanya sehingga dialog dengan sejarah terputus, maka sekali lagi sejarah mengalami penyempitan cakrawala. Fakta menjadi identik dengan keberhasilan dan setiap keberhasilan menjadi legitimasi baru. Tetapi dengan itu dia membunuh dialog. Dan setiap kali dialog dengan sejarah dimatikan maka sejarah bukan lagi sejarah. Daniel Dhakidae (bahan : prisma, Agustus 1980.)
    3. Cerita Si Maling Kundang dari Sumatra Barat dapat dimasukan dalam kategori :

    4 / 15

    TEST VERBAL:
    Peristiwa-peristiwa bisa diurut disamping atau diatas yang lain suatu susunan. Dari padanya muncul alur-alur yang menjadi bernang merah yang disebut cerita.Bila cerita tersebut bukan tentang dongeng dalam dunia khayal, akan tetapi tentang peristiwa masa lalu dan terutama tentang apa sesungguhnya masa lalu itu, maka hampir semua orang setuju untuk menyebut sejarah, maka dalam sejarah ada susunan fakta, urutan kejadian satu sesudah yang lain. Namun ternyata bahwa sejarah bukan semata mata urutan fakta. Bila sejarah semata mata difahami sebagai kronikl maka sudah dari mula cakrawalanya dipersempit. Sejarah dalam pengertian kronik ini menjadi statis.

    Sejarah lebih sekedar kronik karena dalam sejarah juga terkandung pikiran yang hidup dari dan tentang masa lampau. Dalam hubungan itu tugas historiografi bukan saja mencari kebenaran masa lampau akan tetapi berdasarkan itu memperbandingkan dengan masa kini dan agaknya Benedetto Croce sejarawan Italia tidak terlalu jauh meleset bila dia katakan sejarah yang benar adalah sejrah masa kini. Dia buikan lagi fakta tetapi sejarah menjadi proses yaitu interaksi yang tak berkeputusan antara manusia dan manusia lain di masa kini yang mengambil dimensi Kelampauan dan Kekinian dan sejarah juga adalah proses dialog antara manusia masa lampau dan manusia masa kini. Maka sejarah tampil sebagai suatu totalitas.

    Namun cara bagaimana dialog berlangsungsering membangkitkan masalah. Struktur sosial dan politik masyarakat masa kini sangat menentukan corak atau untuk lebih tepat dimensi sejarah yang ditulis. Bilamana kesadaran yang dibangkitkan sejarah memperkaya kepribadian Nasional bilamana dialog dalam sejarah mampu merumuskan jawaban bagi tantangan masa kini maka dialog dengan sejarah menentukan bentuknya.Sejarah yang diambil dalam arti sebenarnya tidak lebih dari usaha mencari legitimasi. Dimana masa lampau bukan pendamping tatapi taklukan. Monologia terjadi bila mana kepentingan menjadi segala galanya. Berdasarkan kepentingan peranan yang dulu pernah dimainkan, dilebih-lebihkan. Maka sejarah menjadi sama keringnya seperti sejarah dalam arti kronik.

    Siapakah dalam tingkatan sekarang memutuskan bahwa kemerdekaan adalah semata-mata perjuangan bersenjata dan bukan diplomasi? Sebaliknya, siapakah berani mengatakan bahwa kemerdekaan semata-mata direbut oleh diplomasi dan bukan dengan perjuangan bersenjata? Diskusi tentang ini mungkin berjalan tak berpenghabisan.

    Akan tetapi yang bisa diamati adalah bahwa struktur sosial dan politik masa kini memgang peranan menentukan jenis konfigurasi fakta-fakta yang berada diseputar Indonesia fakta mencair. Titik berat bergeser warna karena kemerdekaan menjadi sumber tertinggi dalam memberikan legitimasi bagi setiap kelompok yang berusaha menjadi penguasa. Setiap kali orang berusaha mematikan dialog dalam sejarah kelihatan bahwa sejarah telah diturunkan menjadi hanya sebuah kronik kering yang tidak menggairahkan. Dalam hal ini tersebut bias sedemikian rupa sehingga usaha untuk membangkitkan semangat kepahlawanan menjadi penting. Sejarah kemerdekaan adalah episode dalam sejarah yang paling banyak mengalami penulisan ulang. Ditilik dari sejarah sebagai dialogis penulisan ulang adalah usaha menarik, karena dalam setiap proses penulisan ulang tersebut tercatat pula perkembangan baru yang tadinya tidak dilihat pernah ada saat dimana dimasa-masa diseputar merebut dan mempertahankan kemerdekaan disebut revolusi. Namun kini kata itu tidak lagi mendapat tempat tetapi diganti dengan perang kemerdekaan dan setiap saat cdihidupkan dalam visualisasi sebagai perang. Pergeseran ini bukan saja menunjukkan sejarah, memutarbalikkan proses yaitu dan membuatnya menjadi hanya satu arah sedemikian rupa menjadi monologia.

    Namun bilamana hal ini terlalu jauh berlangsung atau bilamana kepentingan legitimasi berada diatas segala-galanya sehingga dialog dengan sejarah terputus, maka sekali lagi sejarah mengalami penyempitan cakrawala. Fakta menjadi identik dengan keberhasilan dan setiap keberhasilan menjadi legitimasi baru. Tetapi dengan itu dia membunuh dialog. Dan setiap kali dialog dengan sejarah dimatikan maka sejarah bukan lagi sejarah. Daniel Dhakidae (bahan : prisma, Agustus 1980.)
    4. Menurut penulis cakrawala sejarah yang dipersempit pengertian sejarah artinya sejarah adalah :

    5 / 15

    TEST VERBAL:
    Peristiwa-peristiwa bisa diurut disamping atau diatas yang lain suatu susunan. Dari padanya muncul alur-alur yang menjadi bernang merah yang disebut cerita.Bila cerita tersebut bukan tentang dongeng dalam dunia khayal, akan tetapi tentang peristiwa masa lalu dan terutama tentang apa sesungguhnya masa lalu itu, maka hampir semua orang setuju untuk menyebut sejarah, maka dalam sejarah ada susunan fakta, urutan kejadian satu sesudah yang lain. Namun ternyata bahwa sejarah bukan semata mata urutan fakta. Bila sejarah semata mata difahami sebagai kronikl maka sudah dari mula cakrawalanya dipersempit. Sejarah dalam pengertian kronik ini menjadi statis.

    Sejarah lebih sekedar kronik karena dalam sejarah juga terkandung pikiran yang hidup dari dan tentang masa lampau. Dalam hubungan itu tugas historiografi bukan saja mencari kebenaran masa lampau akan tetapi berdasarkan itu memperbandingkan dengan masa kini dan agaknya Benedetto Croce sejarawan Italia tidak terlalu jauh meleset bila dia katakan sejarah yang benar adalah sejrah masa kini. Dia buikan lagi fakta tetapi sejarah menjadi proses yaitu interaksi yang tak berkeputusan antara manusia dan manusia lain di masa kini yang mengambil dimensi Kelampauan dan Kekinian dan sejarah juga adalah proses dialog antara manusia masa lampau dan manusia masa kini. Maka sejarah tampil sebagai suatu totalitas.

    Namun cara bagaimana dialog berlangsungsering membangkitkan masalah. Struktur sosial dan politik masyarakat masa kini sangat menentukan corak atau untuk lebih tepat dimensi sejarah yang ditulis. Bilamana kesadaran yang dibangkitkan sejarah memperkaya kepribadian Nasional bilamana dialog dalam sejarah mampu merumuskan jawaban bagi tantangan masa kini maka dialog dengan sejarah menentukan bentuknya.Sejarah yang diambil dalam arti sebenarnya tidak lebih dari usaha mencari legitimasi. Dimana masa lampau bukan pendamping tatapi taklukan. Monologia terjadi bila mana kepentingan menjadi segala galanya. Berdasarkan kepentingan peranan yang dulu pernah dimainkan, dilebih-lebihkan. Maka sejarah menjadi sama keringnya seperti sejarah dalam arti kronik.

    Siapakah dalam tingkatan sekarang memutuskan bahwa kemerdekaan adalah semata-mata perjuangan bersenjata dan bukan diplomasi? Sebaliknya, siapakah berani mengatakan bahwa kemerdekaan semata-mata direbut oleh diplomasi dan bukan dengan perjuangan bersenjata? Diskusi tentang ini mungkin berjalan tak berpenghabisan.

    Akan tetapi yang bisa diamati adalah bahwa struktur sosial dan politik masa kini memgang peranan menentukan jenis konfigurasi fakta-fakta yang berada diseputar Indonesia fakta mencair. Titik berat bergeser warna karena kemerdekaan menjadi sumber tertinggi dalam memberikan legitimasi bagi setiap kelompok yang berusaha menjadi penguasa. Setiap kali orang berusaha mematikan dialog dalam sejarah kelihatan bahwa sejarah telah diturunkan menjadi hanya sebuah kronik kering yang tidak menggairahkan. Dalam hal ini tersebut bias sedemikian rupa sehingga usaha untuk membangkitkan semangat kepahlawanan menjadi penting. Sejarah kemerdekaan adalah episode dalam sejarah yang paling banyak mengalami penulisan ulang. Ditilik dari sejarah sebagai dialogis penulisan ulang adalah usaha menarik, karena dalam setiap proses penulisan ulang tersebut tercatat pula perkembangan baru yang tadinya tidak dilihat pernah ada saat dimana dimasa-masa diseputar merebut dan mempertahankan kemerdekaan disebut revolusi. Namun kini kata itu tidak lagi mendapat tempat tetapi diganti dengan perang kemerdekaan dan setiap saat cdihidupkan dalam visualisasi sebagai perang. Pergeseran ini bukan saja menunjukkan sejarah, memutarbalikkan proses yaitu dan membuatnya menjadi hanya satu arah sedemikian rupa menjadi monologia.

    Namun bilamana hal ini terlalu jauh berlangsung atau bilamana kepentingan legitimasi berada diatas segala-galanya sehingga dialog dengan sejarah terputus, maka sekali lagi sejarah mengalami penyempitan cakrawala. Fakta menjadi identik dengan keberhasilan dan setiap keberhasilan menjadi legitimasi baru. Tetapi dengan itu dia membunuh dialog. Dan setiap kali dialog dengan sejarah dimatikan maka sejarah bukan lagi sejarah. Daniel Dhakidae (bahan : prisma, Agustus 1980.)
    5. Para ahli sejarah menyarankan bahwa , sejarah yang benar adalah :

    6 / 15

    TEST VERBAL:
    Peristiwa-peristiwa bisa diurut disamping atau diatas yang lain suatu susunan. Dari padanya muncul alur-alur yang menjadi bernang merah yang disebut cerita.Bila cerita tersebut bukan tentang dongeng dalam dunia khayal, akan tetapi tentang peristiwa masa lalu dan terutama tentang apa sesungguhnya masa lalu itu, maka hampir semua orang setuju untuk menyebut sejarah, maka dalam sejarah ada susunan fakta, urutan kejadian satu sesudah yang lain. Namun ternyata bahwa sejarah bukan semata mata urutan fakta. Bila sejarah semata mata difahami sebagai kronikl maka sudah dari mula cakrawalanya dipersempit. Sejarah dalam pengertian kronik ini menjadi statis.

    Sejarah lebih sekedar kronik karena dalam sejarah juga terkandung pikiran yang hidup dari dan tentang masa lampau. Dalam hubungan itu tugas historiografi bukan saja mencari kebenaran masa lampau akan tetapi berdasarkan itu memperbandingkan dengan masa kini dan agaknya Benedetto Croce sejarawan Italia tidak terlalu jauh meleset bila dia katakan sejarah yang benar adalah sejrah masa kini. Dia buikan lagi fakta tetapi sejarah menjadi proses yaitu interaksi yang tak berkeputusan antara manusia dan manusia lain di masa kini yang mengambil dimensi Kelampauan dan Kekinian dan sejarah juga adalah proses dialog antara manusia masa lampau dan manusia masa kini. Maka sejarah tampil sebagai suatu totalitas.

    Namun cara bagaimana dialog berlangsungsering membangkitkan masalah. Struktur sosial dan politik masyarakat masa kini sangat menentukan corak atau untuk lebih tepat dimensi sejarah yang ditulis. Bilamana kesadaran yang dibangkitkan sejarah memperkaya kepribadian Nasional bilamana dialog dalam sejarah mampu merumuskan jawaban bagi tantangan masa kini maka dialog dengan sejarah menentukan bentuknya.Sejarah yang diambil dalam arti sebenarnya tidak lebih dari usaha mencari legitimasi. Dimana masa lampau bukan pendamping tatapi taklukan. Monologia terjadi bila mana kepentingan menjadi segala galanya. Berdasarkan kepentingan peranan yang dulu pernah dimainkan, dilebih-lebihkan. Maka sejarah menjadi sama keringnya seperti sejarah dalam arti kronik.

    Siapakah dalam tingkatan sekarang memutuskan bahwa kemerdekaan adalah semata-mata perjuangan bersenjata dan bukan diplomasi? Sebaliknya, siapakah berani mengatakan bahwa kemerdekaan semata-mata direbut oleh diplomasi dan bukan dengan perjuangan bersenjata? Diskusi tentang ini mungkin berjalan tak berpenghabisan.

    Akan tetapi yang bisa diamati adalah bahwa struktur sosial dan politik masa kini memgang peranan menentukan jenis konfigurasi fakta-fakta yang berada diseputar Indonesia fakta mencair. Titik berat bergeser warna karena kemerdekaan menjadi sumber tertinggi dalam memberikan legitimasi bagi setiap kelompok yang berusaha menjadi penguasa. Setiap kali orang berusaha mematikan dialog dalam sejarah kelihatan bahwa sejarah telah diturunkan menjadi hanya sebuah kronik kering yang tidak menggairahkan. Dalam hal ini tersebut bias sedemikian rupa sehingga usaha untuk membangkitkan semangat kepahlawanan menjadi penting. Sejarah kemerdekaan adalah episode dalam sejarah yang paling banyak mengalami penulisan ulang. Ditilik dari sejarah sebagai dialogis penulisan ulang adalah usaha menarik, karena dalam setiap proses penulisan ulang tersebut tercatat pula perkembangan baru yang tadinya tidak dilihat pernah ada saat dimana dimasa-masa diseputar merebut dan mempertahankan kemerdekaan disebut revolusi. Namun kini kata itu tidak lagi mendapat tempat tetapi diganti dengan perang kemerdekaan dan setiap saat cdihidupkan dalam visualisasi sebagai perang. Pergeseran ini bukan saja menunjukkan sejarah, memutarbalikkan proses yaitu dan membuatnya menjadi hanya satu arah sedemikian rupa menjadi monologia.

    Namun bilamana hal ini terlalu jauh berlangsung atau bilamana kepentingan legitimasi berada diatas segala-galanya sehingga dialog dengan sejarah terputus, maka sekali lagi sejarah mengalami penyempitan cakrawala. Fakta menjadi identik dengan keberhasilan dan setiap keberhasilan menjadi legitimasi baru. Tetapi dengan itu dia membunuh dialog. Dan setiap kali dialog dengan sejarah dimatikan maka sejarah bukan lagi sejarah. Daniel Dhakidae (bahan : prisma, Agustus 1980.)
    6. ‘pikiran yang hidup’ dalam sejarah dimungkinkan sebab peristiwa peristiwa dalam sejarah merupakan:

    7 / 15

    TEST VERBAL:
    Peristiwa-peristiwa bisa diurut disamping atau diatas yang lain suatu susunan. Dari padanya muncul alur-alur yang menjadi bernang merah yang disebut cerita.Bila cerita tersebut bukan tentang dongeng dalam dunia khayal, akan tetapi tentang peristiwa masa lalu dan terutama tentang apa sesungguhnya masa lalu itu, maka hampir semua orang setuju untuk menyebut sejarah, maka dalam sejarah ada susunan fakta, urutan kejadian satu sesudah yang lain. Namun ternyata bahwa sejarah bukan semata mata urutan fakta. Bila sejarah semata mata difahami sebagai kronikl maka sudah dari mula cakrawalanya dipersempit. Sejarah dalam pengertian kronik ini menjadi statis.

    Sejarah lebih sekedar kronik karena dalam sejarah juga terkandung pikiran yang hidup dari dan tentang masa lampau. Dalam hubungan itu tugas historiografi bukan saja mencari kebenaran masa lampau akan tetapi berdasarkan itu memperbandingkan dengan masa kini dan agaknya Benedetto Croce sejarawan Italia tidak terlalu jauh meleset bila dia katakan sejarah yang benar adalah sejrah masa kini. Dia buikan lagi fakta tetapi sejarah menjadi proses yaitu interaksi yang tak berkeputusan antara manusia dan manusia lain di masa kini yang mengambil dimensi Kelampauan dan Kekinian dan sejarah juga adalah proses dialog antara manusia masa lampau dan manusia masa kini. Maka sejarah tampil sebagai suatu totalitas.

    Namun cara bagaimana dialog berlangsungsering membangkitkan masalah. Struktur sosial dan politik masyarakat masa kini sangat menentukan corak atau untuk lebih tepat dimensi sejarah yang ditulis. Bilamana kesadaran yang dibangkitkan sejarah memperkaya kepribadian Nasional bilamana dialog dalam sejarah mampu merumuskan jawaban bagi tantangan masa kini maka dialog dengan sejarah menentukan bentuknya.Sejarah yang diambil dalam arti sebenarnya tidak lebih dari usaha mencari legitimasi. Dimana masa lampau bukan pendamping tatapi taklukan. Monologia terjadi bila mana kepentingan menjadi segala galanya. Berdasarkan kepentingan peranan yang dulu pernah dimainkan, dilebih-lebihkan. Maka sejarah menjadi sama keringnya seperti sejarah dalam arti kronik.

    Siapakah dalam tingkatan sekarang memutuskan bahwa kemerdekaan adalah semata-mata perjuangan bersenjata dan bukan diplomasi? Sebaliknya, siapakah berani mengatakan bahwa kemerdekaan semata-mata direbut oleh diplomasi dan bukan dengan perjuangan bersenjata? Diskusi tentang ini mungkin berjalan tak berpenghabisan.

    Akan tetapi yang bisa diamati adalah bahwa struktur sosial dan politik masa kini memgang peranan menentukan jenis konfigurasi fakta-fakta yang berada diseputar Indonesia fakta mencair. Titik berat bergeser warna karena kemerdekaan menjadi sumber tertinggi dalam memberikan legitimasi bagi setiap kelompok yang berusaha menjadi penguasa. Setiap kali orang berusaha mematikan dialog dalam sejarah kelihatan bahwa sejarah telah diturunkan menjadi hanya sebuah kronik kering yang tidak menggairahkan. Dalam hal ini tersebut bias sedemikian rupa sehingga usaha untuk membangkitkan semangat kepahlawanan menjadi penting. Sejarah kemerdekaan adalah episode dalam sejarah yang paling banyak mengalami penulisan ulang. Ditilik dari sejarah sebagai dialogis penulisan ulang adalah usaha menarik, karena dalam setiap proses penulisan ulang tersebut tercatat pula perkembangan baru yang tadinya tidak dilihat pernah ada saat dimana dimasa-masa diseputar merebut dan mempertahankan kemerdekaan disebut revolusi. Namun kini kata itu tidak lagi mendapat tempat tetapi diganti dengan perang kemerdekaan dan setiap saat cdihidupkan dalam visualisasi sebagai perang. Pergeseran ini bukan saja menunjukkan sejarah, memutarbalikkan proses yaitu dan membuatnya menjadi hanya satu arah sedemikian rupa menjadi monologia.

    Namun bilamana hal ini terlalu jauh berlangsung atau bilamana kepentingan legitimasi berada diatas segala-galanya sehingga dialog dengan sejarah terputus, maka sekali lagi sejarah mengalami penyempitan cakrawala. Fakta menjadi identik dengan keberhasilan dan setiap keberhasilan menjadi legitimasi baru. Tetapi dengan itu dia membunuh dialog. Dan setiap kali dialog dengan sejarah dimatikan maka sejarah bukan lagi sejarah. Daniel Dhakidae (bahan : prisma, Agustus 1980.)
    7. Dalam tulisan peristiwa diatas penulis berkesimpulan bahwa dalam dalam sejarah Indonesia, adalah hasil dari :

    8 / 15

    TEST VERBAL:
    Peristiwa-peristiwa bisa diurut disamping atau diatas yang lain suatu susunan. Dari padanya muncul alur-alur yang menjadi bernang merah yang disebut cerita.Bila cerita tersebut bukan tentang dongeng dalam dunia khayal, akan tetapi tentang peristiwa masa lalu dan terutama tentang apa sesungguhnya masa lalu itu, maka hampir semua orang setuju untuk menyebut sejarah, maka dalam sejarah ada susunan fakta, urutan kejadian satu sesudah yang lain. Namun ternyata bahwa sejarah bukan semata mata urutan fakta. Bila sejarah semata mata difahami sebagai kronikl maka sudah dari mula cakrawalanya dipersempit. Sejarah dalam pengertian kronik ini menjadi statis.

    Sejarah lebih sekedar kronik karena dalam sejarah juga terkandung pikiran yang hidup dari dan tentang masa lampau. Dalam hubungan itu tugas historiografi bukan saja mencari kebenaran masa lampau akan tetapi berdasarkan itu memperbandingkan dengan masa kini dan agaknya Benedetto Croce sejarawan Italia tidak terlalu jauh meleset bila dia katakan sejarah yang benar adalah sejrah masa kini. Dia buikan lagi fakta tetapi sejarah menjadi proses yaitu interaksi yang tak berkeputusan antara manusia dan manusia lain di masa kini yang mengambil dimensi Kelampauan dan Kekinian dan sejarah juga adalah proses dialog antara manusia masa lampau dan manusia masa kini. Maka sejarah tampil sebagai suatu totalitas.

    Namun cara bagaimana dialog berlangsungsering membangkitkan masalah. Struktur sosial dan politik masyarakat masa kini sangat menentukan corak atau untuk lebih tepat dimensi sejarah yang ditulis. Bilamana kesadaran yang dibangkitkan sejarah memperkaya kepribadian Nasional bilamana dialog dalam sejarah mampu merumuskan jawaban bagi tantangan masa kini maka dialog dengan sejarah menentukan bentuknya.Sejarah yang diambil dalam arti sebenarnya tidak lebih dari usaha mencari legitimasi. Dimana masa lampau bukan pendamping tatapi taklukan. Monologia terjadi bila mana kepentingan menjadi segala galanya. Berdasarkan kepentingan peranan yang dulu pernah dimainkan, dilebih-lebihkan. Maka sejarah menjadi sama keringnya seperti sejarah dalam arti kronik.

    Siapakah dalam tingkatan sekarang memutuskan bahwa kemerdekaan adalah semata-mata perjuangan bersenjata dan bukan diplomasi? Sebaliknya, siapakah berani mengatakan bahwa kemerdekaan semata-mata direbut oleh diplomasi dan bukan dengan perjuangan bersenjata? Diskusi tentang ini mungkin berjalan tak berpenghabisan.

    Akan tetapi yang bisa diamati adalah bahwa struktur sosial dan politik masa kini memgang peranan menentukan jenis konfigurasi fakta-fakta yang berada diseputar Indonesia fakta mencair. Titik berat bergeser warna karena kemerdekaan menjadi sumber tertinggi dalam memberikan legitimasi bagi setiap kelompok yang berusaha menjadi penguasa. Setiap kali orang berusaha mematikan dialog dalam sejarah kelihatan bahwa sejarah telah diturunkan menjadi hanya sebuah kronik kering yang tidak menggairahkan. Dalam hal ini tersebut bias sedemikian rupa sehingga usaha untuk membangkitkan semangat kepahlawanan menjadi penting. Sejarah kemerdekaan adalah episode dalam sejarah yang paling banyak mengalami penulisan ulang. Ditilik dari sejarah sebagai dialogis penulisan ulang adalah usaha menarik, karena dalam setiap proses penulisan ulang tersebut tercatat pula perkembangan baru yang tadinya tidak dilihat pernah ada saat dimana dimasa-masa diseputar merebut dan mempertahankan kemerdekaan disebut revolusi. Namun kini kata itu tidak lagi mendapat tempat tetapi diganti dengan perang kemerdekaan dan setiap saat cdihidupkan dalam visualisasi sebagai perang. Pergeseran ini bukan saja menunjukkan sejarah, memutarbalikkan proses yaitu dan membuatnya menjadi hanya satu arah sedemikian rupa menjadi monologia.

    Namun bilamana hal ini terlalu jauh berlangsung atau bilamana kepentingan legitimasi berada diatas segala-galanya sehingga dialog dengan sejarah terputus, maka sekali lagi sejarah mengalami penyempitan cakrawala. Fakta menjadi identik dengan keberhasilan dan setiap keberhasilan menjadi legitimasi baru. Tetapi dengan itu dia membunuh dialog. Dan setiap kali dialog dengan sejarah dimatikan maka sejarah bukan lagi sejarah. Daniel Dhakidae (bahan : prisma, Agustus 1980.)
    8. Titik berat historis bergeser warna karena kemerdekaan menjadi sumber tertinggi dalam memberikan legitimasi bagi setiap kelompok yang berusaha menjadi penguasa. Kesimpulan penulis tidak benar karena :

    9 / 15

    TEST VERBAL:
    Peristiwa-peristiwa bisa diurut disamping atau diatas yang lain suatu susunan. Dari padanya muncul alur-alur yang menjadi bernang merah yang disebut cerita.Bila cerita tersebut bukan tentang dongeng dalam dunia khayal, akan tetapi tentang peristiwa masa lalu dan terutama tentang apa sesungguhnya masa lalu itu, maka hampir semua orang setuju untuk menyebut sejarah, maka dalam sejarah ada susunan fakta, urutan kejadian satu sesudah yang lain. Namun ternyata bahwa sejarah bukan semata mata urutan fakta. Bila sejarah semata mata difahami sebagai kronikl maka sudah dari mula cakrawalanya dipersempit. Sejarah dalam pengertian kronik ini menjadi statis.

    Sejarah lebih sekedar kronik karena dalam sejarah juga terkandung pikiran yang hidup dari dan tentang masa lampau. Dalam hubungan itu tugas historiografi bukan saja mencari kebenaran masa lampau akan tetapi berdasarkan itu memperbandingkan dengan masa kini dan agaknya Benedetto Croce sejarawan Italia tidak terlalu jauh meleset bila dia katakan sejarah yang benar adalah sejrah masa kini. Dia buikan lagi fakta tetapi sejarah menjadi proses yaitu interaksi yang tak berkeputusan antara manusia dan manusia lain di masa kini yang mengambil dimensi Kelampauan dan Kekinian dan sejarah juga adalah proses dialog antara manusia masa lampau dan manusia masa kini. Maka sejarah tampil sebagai suatu totalitas.

    Namun cara bagaimana dialog berlangsungsering membangkitkan masalah. Struktur sosial dan politik masyarakat masa kini sangat menentukan corak atau untuk lebih tepat dimensi sejarah yang ditulis. Bilamana kesadaran yang dibangkitkan sejarah memperkaya kepribadian Nasional bilamana dialog dalam sejarah mampu merumuskan jawaban bagi tantangan masa kini maka dialog dengan sejarah menentukan bentuknya.Sejarah yang diambil dalam arti sebenarnya tidak lebih dari usaha mencari legitimasi. Dimana masa lampau bukan pendamping tatapi taklukan. Monologia terjadi bila mana kepentingan menjadi segala galanya. Berdasarkan kepentingan peranan yang dulu pernah dimainkan, dilebih-lebihkan. Maka sejarah menjadi sama keringnya seperti sejarah dalam arti kronik.

    Siapakah dalam tingkatan sekarang memutuskan bahwa kemerdekaan adalah semata-mata perjuangan bersenjata dan bukan diplomasi? Sebaliknya, siapakah berani mengatakan bahwa kemerdekaan semata-mata direbut oleh diplomasi dan bukan dengan perjuangan bersenjata? Diskusi tentang ini mungkin berjalan tak berpenghabisan.

    Akan tetapi yang bisa diamati adalah bahwa struktur sosial dan politik masa kini memgang peranan menentukan jenis konfigurasi fakta-fakta yang berada diseputar Indonesia fakta mencair. Titik berat bergeser warna karena kemerdekaan menjadi sumber tertinggi dalam memberikan legitimasi bagi setiap kelompok yang berusaha menjadi penguasa. Setiap kali orang berusaha mematikan dialog dalam sejarah kelihatan bahwa sejarah telah diturunkan menjadi hanya sebuah kronik kering yang tidak menggairahkan. Dalam hal ini tersebut bias sedemikian rupa sehingga usaha untuk membangkitkan semangat kepahlawanan menjadi penting. Sejarah kemerdekaan adalah episode dalam sejarah yang paling banyak mengalami penulisan ulang. Ditilik dari sejarah sebagai dialogis penulisan ulang adalah usaha menarik, karena dalam setiap proses penulisan ulang tersebut tercatat pula perkembangan baru yang tadinya tidak dilihat pernah ada saat dimana dimasa-masa diseputar merebut dan mempertahankan kemerdekaan disebut revolusi. Namun kini kata itu tidak lagi mendapat tempat tetapi diganti dengan perang kemerdekaan dan setiap saat cdihidupkan dalam visualisasi sebagai perang. Pergeseran ini bukan saja menunjukkan sejarah, memutarbalikkan proses yaitu dan membuatnya menjadi hanya satu arah sedemikian rupa menjadi monologia.

    Namun bilamana hal ini terlalu jauh berlangsung atau bilamana kepentingan legitimasi berada diatas segala-galanya sehingga dialog dengan sejarah terputus, maka sekali lagi sejarah mengalami penyempitan cakrawala. Fakta menjadi identik dengan keberhasilan dan setiap keberhasilan menjadi legitimasi baru. Tetapi dengan itu dia membunuh dialog. Dan setiap kali dialog dengan sejarah dimatikan maka sejarah bukan lagi sejarah. Daniel Dhakidae (bahan : prisma, Agustus 1980.)
    9. Sejarah Indonesia abad ke-20 yang paling banyak perkembangan ditulis kembali pada decade :

    10 / 15

    TEST VERBAL:
    Peristiwa-peristiwa bisa diurut disamping atau diatas yang lain suatu susunan. Dari padanya muncul alur-alur yang menjadi bernang merah yang disebut cerita.Bila cerita tersebut bukan tentang dongeng dalam dunia khayal, akan tetapi tentang peristiwa masa lalu dan terutama tentang apa sesungguhnya masa lalu itu, maka hampir semua orang setuju untuk menyebut sejarah, maka dalam sejarah ada susunan fakta, urutan kejadian satu sesudah yang lain. Namun ternyata bahwa sejarah bukan semata mata urutan fakta. Bila sejarah semata mata difahami sebagai kronikl maka sudah dari mula cakrawalanya dipersempit. Sejarah dalam pengertian kronik ini menjadi statis.

    Sejarah lebih sekedar kronik karena dalam sejarah juga terkandung pikiran yang hidup dari dan tentang masa lampau. Dalam hubungan itu tugas historiografi bukan saja mencari kebenaran masa lampau akan tetapi berdasarkan itu memperbandingkan dengan masa kini dan agaknya Benedetto Croce sejarawan Italia tidak terlalu jauh meleset bila dia katakan sejarah yang benar adalah sejrah masa kini. Dia buikan lagi fakta tetapi sejarah menjadi proses yaitu interaksi yang tak berkeputusan antara manusia dan manusia lain di masa kini yang mengambil dimensi Kelampauan dan Kekinian dan sejarah juga adalah proses dialog antara manusia masa lampau dan manusia masa kini. Maka sejarah tampil sebagai suatu totalitas.

    Namun cara bagaimana dialog berlangsungsering membangkitkan masalah. Struktur sosial dan politik masyarakat masa kini sangat menentukan corak atau untuk lebih tepat dimensi sejarah yang ditulis. Bilamana kesadaran yang dibangkitkan sejarah memperkaya kepribadian Nasional bilamana dialog dalam sejarah mampu merumuskan jawaban bagi tantangan masa kini maka dialog dengan sejarah menentukan bentuknya.Sejarah yang diambil dalam arti sebenarnya tidak lebih dari usaha mencari legitimasi. Dimana masa lampau bukan pendamping tatapi taklukan. Monologia terjadi bila mana kepentingan menjadi segala galanya. Berdasarkan kepentingan peranan yang dulu pernah dimainkan, dilebih-lebihkan. Maka sejarah menjadi sama keringnya seperti sejarah dalam arti kronik.

    Siapakah dalam tingkatan sekarang memutuskan bahwa kemerdekaan adalah semata-mata perjuangan bersenjata dan bukan diplomasi? Sebaliknya, siapakah berani mengatakan bahwa kemerdekaan semata-mata direbut oleh diplomasi dan bukan dengan perjuangan bersenjata? Diskusi tentang ini mungkin berjalan tak berpenghabisan.

    Akan tetapi yang bisa diamati adalah bahwa struktur sosial dan politik masa kini memgang peranan menentukan jenis konfigurasi fakta-fakta yang berada diseputar Indonesia fakta mencair. Titik berat bergeser warna karena kemerdekaan menjadi sumber tertinggi dalam memberikan legitimasi bagi setiap kelompok yang berusaha menjadi penguasa. Setiap kali orang berusaha mematikan dialog dalam sejarah kelihatan bahwa sejarah telah diturunkan menjadi hanya sebuah kronik kering yang tidak menggairahkan. Dalam hal ini tersebut bias sedemikian rupa sehingga usaha untuk membangkitkan semangat kepahlawanan menjadi penting. Sejarah kemerdekaan adalah episode dalam sejarah yang paling banyak mengalami penulisan ulang. Ditilik dari sejarah sebagai dialogis penulisan ulang adalah usaha menarik, karena dalam setiap proses penulisan ulang tersebut tercatat pula perkembangan baru yang tadinya tidak dilihat pernah ada saat dimana dimasa-masa diseputar merebut dan mempertahankan kemerdekaan disebut revolusi. Namun kini kata itu tidak lagi mendapat tempat tetapi diganti dengan perang kemerdekaan dan setiap saat cdihidupkan dalam visualisasi sebagai perang. Pergeseran ini bukan saja menunjukkan sejarah, memutarbalikkan proses yaitu dan membuatnya menjadi hanya satu arah sedemikian rupa menjadi monologia.

    Namun bilamana hal ini terlalu jauh berlangsung atau bilamana kepentingan legitimasi berada diatas segala-galanya sehingga dialog dengan sejarah terputus, maka sekali lagi sejarah mengalami penyempitan cakrawala. Fakta menjadi identik dengan keberhasilan dan setiap keberhasilan menjadi legitimasi baru. Tetapi dengan itu dia membunuh dialog. Dan setiap kali dialog dengan sejarah dimatikan maka sejarah bukan lagi sejarah. Daniel Dhakidae (bahan : prisma, Agustus 1980.)
    10. Usaha mencari legitimasi adalah usaha mencari :

    11 / 15

    TEST VERBAL:
    Peristiwa-peristiwa bisa diurut disamping atau diatas yang lain suatu susunan. Dari padanya muncul alur-alur yang menjadi bernang merah yang disebut cerita.Bila cerita tersebut bukan tentang dongeng dalam dunia khayal, akan tetapi tentang peristiwa masa lalu dan terutama tentang apa sesungguhnya masa lalu itu, maka hampir semua orang setuju untuk menyebut sejarah, maka dalam sejarah ada susunan fakta, urutan kejadian satu sesudah yang lain. Namun ternyata bahwa sejarah bukan semata mata urutan fakta. Bila sejarah semata mata difahami sebagai kronikl maka sudah dari mula cakrawalanya dipersempit. Sejarah dalam pengertian kronik ini menjadi statis.

    Sejarah lebih sekedar kronik karena dalam sejarah juga terkandung pikiran yang hidup dari dan tentang masa lampau. Dalam hubungan itu tugas historiografi bukan saja mencari kebenaran masa lampau akan tetapi berdasarkan itu memperbandingkan dengan masa kini dan agaknya Benedetto Croce sejarawan Italia tidak terlalu jauh meleset bila dia katakan sejarah yang benar adalah sejrah masa kini. Dia buikan lagi fakta tetapi sejarah menjadi proses yaitu interaksi yang tak berkeputusan antara manusia dan manusia lain di masa kini yang mengambil dimensi Kelampauan dan Kekinian dan sejarah juga adalah proses dialog antara manusia masa lampau dan manusia masa kini. Maka sejarah tampil sebagai suatu totalitas.

    Namun cara bagaimana dialog berlangsungsering membangkitkan masalah. Struktur sosial dan politik masyarakat masa kini sangat menentukan corak atau untuk lebih tepat dimensi sejarah yang ditulis. Bilamana kesadaran yang dibangkitkan sejarah memperkaya kepribadian Nasional bilamana dialog dalam sejarah mampu merumuskan jawaban bagi tantangan masa kini maka dialog dengan sejarah menentukan bentuknya.Sejarah yang diambil dalam arti sebenarnya tidak lebih dari usaha mencari legitimasi. Dimana masa lampau bukan pendamping tatapi taklukan. Monologia terjadi bila mana kepentingan menjadi segala galanya. Berdasarkan kepentingan peranan yang dulu pernah dimainkan, dilebih-lebihkan. Maka sejarah menjadi sama keringnya seperti sejarah dalam arti kronik.

    Siapakah dalam tingkatan sekarang memutuskan bahwa kemerdekaan adalah semata-mata perjuangan bersenjata dan bukan diplomasi? Sebaliknya, siapakah berani mengatakan bahwa kemerdekaan semata-mata direbut oleh diplomasi dan bukan dengan perjuangan bersenjata? Diskusi tentang ini mungkin berjalan tak berpenghabisan.

    Akan tetapi yang bisa diamati adalah bahwa struktur sosial dan politik masa kini memgang peranan menentukan jenis konfigurasi fakta-fakta yang berada diseputar Indonesia fakta mencair. Titik berat bergeser warna karena kemerdekaan menjadi sumber tertinggi dalam memberikan legitimasi bagi setiap kelompok yang berusaha menjadi penguasa. Setiap kali orang berusaha mematikan dialog dalam sejarah kelihatan bahwa sejarah telah diturunkan menjadi hanya sebuah kronik kering yang tidak menggairahkan. Dalam hal ini tersebut bias sedemikian rupa sehingga usaha untuk membangkitkan semangat kepahlawanan menjadi penting. Sejarah kemerdekaan adalah episode dalam sejarah yang paling banyak mengalami penulisan ulang. Ditilik dari sejarah sebagai dialogis penulisan ulang adalah usaha menarik, karena dalam setiap proses penulisan ulang tersebut tercatat pula perkembangan baru yang tadinya tidak dilihat pernah ada saat dimana dimasa-masa diseputar merebut dan mempertahankan kemerdekaan disebut revolusi. Namun kini kata itu tidak lagi mendapat tempat tetapi diganti dengan perang kemerdekaan dan setiap saat cdihidupkan dalam visualisasi sebagai perang. Pergeseran ini bukan saja menunjukkan sejarah, memutarbalikkan proses yaitu dan membuatnya menjadi hanya satu arah sedemikian rupa menjadi monologia.

    Namun bilamana hal ini terlalu jauh berlangsung atau bilamana kepentingan legitimasi berada diatas segala-galanya sehingga dialog dengan sejarah terputus, maka sekali lagi sejarah mengalami penyempitan cakrawala. Fakta menjadi identik dengan keberhasilan dan setiap keberhasilan menjadi legitimasi baru. Tetapi dengan itu dia membunuh dialog. Dan setiap kali dialog dengan sejarah dimatikan maka sejarah bukan lagi sejarah. Daniel Dhakidae (bahan : prisma, Agustus 1980.)
    11. Perkataan merebut dan mempertahankan kemerdekaan dulu disebut revolusi, kini kata itu diganti dengan perang kemerdekaan. Pergantian itu disebabkan karena :

    12 / 15

    TEST VERBAL:
    Peristiwa-peristiwa bisa diurut disamping atau diatas yang lain suatu susunan. Dari padanya muncul alur-alur yang menjadi bernang merah yang disebut cerita.Bila cerita tersebut bukan tentang dongeng dalam dunia khayal, akan tetapi tentang peristiwa masa lalu dan terutama tentang apa sesungguhnya masa lalu itu, maka hampir semua orang setuju untuk menyebut sejarah, maka dalam sejarah ada susunan fakta, urutan kejadian satu sesudah yang lain. Namun ternyata bahwa sejarah bukan semata mata urutan fakta. Bila sejarah semata mata difahami sebagai kronikl maka sudah dari mula cakrawalanya dipersempit. Sejarah dalam pengertian kronik ini menjadi statis.

    Sejarah lebih sekedar kronik karena dalam sejarah juga terkandung pikiran yang hidup dari dan tentang masa lampau. Dalam hubungan itu tugas historiografi bukan saja mencari kebenaran masa lampau akan tetapi berdasarkan itu memperbandingkan dengan masa kini dan agaknya Benedetto Croce sejarawan Italia tidak terlalu jauh meleset bila dia katakan sejarah yang benar adalah sejrah masa kini. Dia buikan lagi fakta tetapi sejarah menjadi proses yaitu interaksi yang tak berkeputusan antara manusia dan manusia lain di masa kini yang mengambil dimensi Kelampauan dan Kekinian dan sejarah juga adalah proses dialog antara manusia masa lampau dan manusia masa kini. Maka sejarah tampil sebagai suatu totalitas.

    Namun cara bagaimana dialog berlangsungsering membangkitkan masalah. Struktur sosial dan politik masyarakat masa kini sangat menentukan corak atau untuk lebih tepat dimensi sejarah yang ditulis. Bilamana kesadaran yang dibangkitkan sejarah memperkaya kepribadian Nasional bilamana dialog dalam sejarah mampu merumuskan jawaban bagi tantangan masa kini maka dialog dengan sejarah menentukan bentuknya.Sejarah yang diambil dalam arti sebenarnya tidak lebih dari usaha mencari legitimasi. Dimana masa lampau bukan pendamping tatapi taklukan. Monologia terjadi bila mana kepentingan menjadi segala galanya. Berdasarkan kepentingan peranan yang dulu pernah dimainkan, dilebih-lebihkan. Maka sejarah menjadi sama keringnya seperti sejarah dalam arti kronik.

    Siapakah dalam tingkatan sekarang memutuskan bahwa kemerdekaan adalah semata-mata perjuangan bersenjata dan bukan diplomasi? Sebaliknya, siapakah berani mengatakan bahwa kemerdekaan semata-mata direbut oleh diplomasi dan bukan dengan perjuangan bersenjata? Diskusi tentang ini mungkin berjalan tak berpenghabisan.

    Akan tetapi yang bisa diamati adalah bahwa struktur sosial dan politik masa kini memgang peranan menentukan jenis konfigurasi fakta-fakta yang berada diseputar Indonesia fakta mencair. Titik berat bergeser warna karena kemerdekaan menjadi sumber tertinggi dalam memberikan legitimasi bagi setiap kelompok yang berusaha menjadi penguasa. Setiap kali orang berusaha mematikan dialog dalam sejarah kelihatan bahwa sejarah telah diturunkan menjadi hanya sebuah kronik kering yang tidak menggairahkan. Dalam hal ini tersebut bias sedemikian rupa sehingga usaha untuk membangkitkan semangat kepahlawanan menjadi penting. Sejarah kemerdekaan adalah episode dalam sejarah yang paling banyak mengalami penulisan ulang. Ditilik dari sejarah sebagai dialogis penulisan ulang adalah usaha menarik, karena dalam setiap proses penulisan ulang tersebut tercatat pula perkembangan baru yang tadinya tidak dilihat pernah ada saat dimana dimasa-masa diseputar merebut dan mempertahankan kemerdekaan disebut revolusi. Namun kini kata itu tidak lagi mendapat tempat tetapi diganti dengan perang kemerdekaan dan setiap saat cdihidupkan dalam visualisasi sebagai perang. Pergeseran ini bukan saja menunjukkan sejarah, memutarbalikkan proses yaitu dan membuatnya menjadi hanya satu arah sedemikian rupa menjadi monologia.

    Namun bilamana hal ini terlalu jauh berlangsung atau bilamana kepentingan legitimasi berada diatas segala-galanya sehingga dialog dengan sejarah terputus, maka sekali lagi sejarah mengalami penyempitan cakrawala. Fakta menjadi identik dengan keberhasilan dan setiap keberhasilan menjadi legitimasi baru. Tetapi dengan itu dia membunuh dialog. Dan setiap kali dialog dengan sejarah dimatikan maka sejarah bukan lagi sejarah. Daniel Dhakidae (bahan : prisma, Agustus 1980.)
    12. Menurut uraian tersebut, sejarah Indonesia yang makin banyak versinya adalah bagian sejarah yang penting bagi :

    13 / 15

    TEST VERBAL:
    Peristiwa-peristiwa bisa diurut disamping atau diatas yang lain suatu susunan. Dari padanya muncul alur-alur yang menjadi bernang merah yang disebut cerita.Bila cerita tersebut bukan tentang dongeng dalam dunia khayal, akan tetapi tentang peristiwa masa lalu dan terutama tentang apa sesungguhnya masa lalu itu, maka hampir semua orang setuju untuk menyebut sejarah, maka dalam sejarah ada susunan fakta, urutan kejadian satu sesudah yang lain. Namun ternyata bahwa sejarah bukan semata mata urutan fakta. Bila sejarah semata mata difahami sebagai kronikl maka sudah dari mula cakrawalanya dipersempit. Sejarah dalam pengertian kronik ini menjadi statis.

    Sejarah lebih sekedar kronik karena dalam sejarah juga terkandung pikiran yang hidup dari dan tentang masa lampau. Dalam hubungan itu tugas historiografi bukan saja mencari kebenaran masa lampau akan tetapi berdasarkan itu memperbandingkan dengan masa kini dan agaknya Benedetto Croce sejarawan Italia tidak terlalu jauh meleset bila dia katakan sejarah yang benar adalah sejrah masa kini. Dia buikan lagi fakta tetapi sejarah menjadi proses yaitu interaksi yang tak berkeputusan antara manusia dan manusia lain di masa kini yang mengambil dimensi Kelampauan dan Kekinian dan sejarah juga adalah proses dialog antara manusia masa lampau dan manusia masa kini. Maka sejarah tampil sebagai suatu totalitas.

    Namun cara bagaimana dialog berlangsungsering membangkitkan masalah. Struktur sosial dan politik masyarakat masa kini sangat menentukan corak atau untuk lebih tepat dimensi sejarah yang ditulis. Bilamana kesadaran yang dibangkitkan sejarah memperkaya kepribadian Nasional bilamana dialog dalam sejarah mampu merumuskan jawaban bagi tantangan masa kini maka dialog dengan sejarah menentukan bentuknya.Sejarah yang diambil dalam arti sebenarnya tidak lebih dari usaha mencari legitimasi. Dimana masa lampau bukan pendamping tatapi taklukan. Monologia terjadi bila mana kepentingan menjadi segala galanya. Berdasarkan kepentingan peranan yang dulu pernah dimainkan, dilebih-lebihkan. Maka sejarah menjadi sama keringnya seperti sejarah dalam arti kronik.

    Siapakah dalam tingkatan sekarang memutuskan bahwa kemerdekaan adalah semata-mata perjuangan bersenjata dan bukan diplomasi? Sebaliknya, siapakah berani mengatakan bahwa kemerdekaan semata-mata direbut oleh diplomasi dan bukan dengan perjuangan bersenjata? Diskusi tentang ini mungkin berjalan tak berpenghabisan.

    Akan tetapi yang bisa diamati adalah bahwa struktur sosial dan politik masa kini memgang peranan menentukan jenis konfigurasi fakta-fakta yang berada diseputar Indonesia fakta mencair. Titik berat bergeser warna karena kemerdekaan menjadi sumber tertinggi dalam memberikan legitimasi bagi setiap kelompok yang berusaha menjadi penguasa. Setiap kali orang berusaha mematikan dialog dalam sejarah kelihatan bahwa sejarah telah diturunkan menjadi hanya sebuah kronik kering yang tidak menggairahkan. Dalam hal ini tersebut bias sedemikian rupa sehingga usaha untuk membangkitkan semangat kepahlawanan menjadi penting. Sejarah kemerdekaan adalah episode dalam sejarah yang paling banyak mengalami penulisan ulang. Ditilik dari sejarah sebagai dialogis penulisan ulang adalah usaha menarik, karena dalam setiap proses penulisan ulang tersebut tercatat pula perkembangan baru yang tadinya tidak dilihat pernah ada saat dimana dimasa-masa diseputar merebut dan mempertahankan kemerdekaan disebut revolusi. Namun kini kata itu tidak lagi mendapat tempat tetapi diganti dengan perang kemerdekaan dan setiap saat cdihidupkan dalam visualisasi sebagai perang. Pergeseran ini bukan saja menunjukkan sejarah, memutarbalikkan proses yaitu dan membuatnya menjadi hanya satu arah sedemikian rupa menjadi monologia.

    Namun bilamana hal ini terlalu jauh berlangsung atau bilamana kepentingan legitimasi berada diatas segala-galanya sehingga dialog dengan sejarah terputus, maka sekali lagi sejarah mengalami penyempitan cakrawala. Fakta menjadi identik dengan keberhasilan dan setiap keberhasilan menjadi legitimasi baru. Tetapi dengan itu dia membunuh dialog. Dan setiap kali dialog dengan sejarah dimatikan maka sejarah bukan lagi sejarah. Daniel Dhakidae (bahan : prisma, Agustus 1980.)
    13. Menurut penulis, salah satu cara
    menaklukan sejarah yang dilakukan
    oleh penulis versi baru adalah :

    14 / 15

    TEST VERBAL:
    Peristiwa-peristiwa bisa diurut disamping atau diatas yang lain suatu susunan. Dari padanya muncul alur-alur yang menjadi bernang merah yang disebut cerita.Bila cerita tersebut bukan tentang dongeng dalam dunia khayal, akan tetapi tentang peristiwa masa lalu dan terutama tentang apa sesungguhnya masa lalu itu, maka hampir semua orang setuju untuk menyebut sejarah, maka dalam sejarah ada susunan fakta, urutan kejadian satu sesudah yang lain. Namun ternyata bahwa sejarah bukan semata mata urutan fakta. Bila sejarah semata mata difahami sebagai kronikl maka sudah dari mula cakrawalanya dipersempit. Sejarah dalam pengertian kronik ini menjadi statis.

    Sejarah lebih sekedar kronik karena dalam sejarah juga terkandung pikiran yang hidup dari dan tentang masa lampau. Dalam hubungan itu tugas historiografi bukan saja mencari kebenaran masa lampau akan tetapi berdasarkan itu memperbandingkan dengan masa kini dan agaknya Benedetto Croce sejarawan Italia tidak terlalu jauh meleset bila dia katakan sejarah yang benar adalah sejrah masa kini. Dia buikan lagi fakta tetapi sejarah menjadi proses yaitu interaksi yang tak berkeputusan antara manusia dan manusia lain di masa kini yang mengambil dimensi Kelampauan dan Kekinian dan sejarah juga adalah proses dialog antara manusia masa lampau dan manusia masa kini. Maka sejarah tampil sebagai suatu totalitas.

    Namun cara bagaimana dialog berlangsungsering membangkitkan masalah. Struktur sosial dan politik masyarakat masa kini sangat menentukan corak atau untuk lebih tepat dimensi sejarah yang ditulis. Bilamana kesadaran yang dibangkitkan sejarah memperkaya kepribadian Nasional bilamana dialog dalam sejarah mampu merumuskan jawaban bagi tantangan masa kini maka dialog dengan sejarah menentukan bentuknya.Sejarah yang diambil dalam arti sebenarnya tidak lebih dari usaha mencari legitimasi. Dimana masa lampau bukan pendamping tatapi taklukan. Monologia terjadi bila mana kepentingan menjadi segala galanya. Berdasarkan kepentingan peranan yang dulu pernah dimainkan, dilebih-lebihkan. Maka sejarah menjadi sama keringnya seperti sejarah dalam arti kronik.

    Siapakah dalam tingkatan sekarang memutuskan bahwa kemerdekaan adalah semata-mata perjuangan bersenjata dan bukan diplomasi? Sebaliknya, siapakah berani mengatakan bahwa kemerdekaan semata-mata direbut oleh diplomasi dan bukan dengan perjuangan bersenjata? Diskusi tentang ini mungkin berjalan tak berpenghabisan.

    Akan tetapi yang bisa diamati adalah bahwa struktur sosial dan politik masa kini memgang peranan menentukan jenis konfigurasi fakta-fakta yang berada diseputar Indonesia fakta mencair. Titik berat bergeser warna karena kemerdekaan menjadi sumber tertinggi dalam memberikan legitimasi bagi setiap kelompok yang berusaha menjadi penguasa. Setiap kali orang berusaha mematikan dialog dalam sejarah kelihatan bahwa sejarah telah diturunkan menjadi hanya sebuah kronik kering yang tidak menggairahkan. Dalam hal ini tersebut bias sedemikian rupa sehingga usaha untuk membangkitkan semangat kepahlawanan menjadi penting. Sejarah kemerdekaan adalah episode dalam sejarah yang paling banyak mengalami penulisan ulang. Ditilik dari sejarah sebagai dialogis penulisan ulang adalah usaha menarik, karena dalam setiap proses penulisan ulang tersebut tercatat pula perkembangan baru yang tadinya tidak dilihat pernah ada saat dimana dimasa-masa diseputar merebut dan mempertahankan kemerdekaan disebut revolusi. Namun kini kata itu tidak lagi mendapat tempat tetapi diganti dengan perang kemerdekaan dan setiap saat cdihidupkan dalam visualisasi sebagai perang. Pergeseran ini bukan saja menunjukkan sejarah, memutarbalikkan proses yaitu dan membuatnya menjadi hanya satu arah sedemikian rupa menjadi monologia.

    Namun bilamana hal ini terlalu jauh berlangsung atau bilamana kepentingan legitimasi berada diatas segala-galanya sehingga dialog dengan sejarah terputus, maka sekali lagi sejarah mengalami penyempitan cakrawala. Fakta menjadi identik dengan keberhasilan dan setiap keberhasilan menjadi legitimasi baru. Tetapi dengan itu dia membunuh dialog. Dan setiap kali dialog dengan sejarah dimatikan maka sejarah bukan lagi sejarah. Daniel Dhakidae (bahan : prisma, Agustus 1980.)
    14. Penulis mengatakan bahwa fakta
    menjadi identik dengan litania
    keberhasilan, karena :

    15 / 15

    TEST VERBAL:
    Peristiwa-peristiwa bisa diurut disamping atau diatas yang lain suatu susunan. Dari padanya muncul alur-alur yang menjadi bernang merah yang disebut cerita.Bila cerita tersebut bukan tentang dongeng dalam dunia khayal, akan tetapi tentang peristiwa masa lalu dan terutama tentang apa sesungguhnya masa lalu itu, maka hampir semua orang setuju untuk menyebut sejarah, maka dalam sejarah ada susunan fakta, urutan kejadian satu sesudah yang lain. Namun ternyata bahwa sejarah bukan semata mata urutan fakta. Bila sejarah semata mata difahami sebagai kronikl maka sudah dari mula cakrawalanya dipersempit. Sejarah dalam pengertian kronik ini menjadi statis.

    Sejarah lebih sekedar kronik karena dalam sejarah juga terkandung pikiran yang hidup dari dan tentang masa lampau. Dalam hubungan itu tugas historiografi bukan saja mencari kebenaran masa lampau akan tetapi berdasarkan itu memperbandingkan dengan masa kini dan agaknya Benedetto Croce sejarawan Italia tidak terlalu jauh meleset bila dia katakan sejarah yang benar adalah sejrah masa kini. Dia buikan lagi fakta tetapi sejarah menjadi proses yaitu interaksi yang tak berkeputusan antara manusia dan manusia lain di masa kini yang mengambil dimensi Kelampauan dan Kekinian dan sejarah juga adalah proses dialog antara manusia masa lampau dan manusia masa kini. Maka sejarah tampil sebagai suatu totalitas.

    Namun cara bagaimana dialog berlangsungsering membangkitkan masalah. Struktur sosial dan politik masyarakat masa kini sangat menentukan corak atau untuk lebih tepat dimensi sejarah yang ditulis. Bilamana kesadaran yang dibangkitkan sejarah memperkaya kepribadian Nasional bilamana dialog dalam sejarah mampu merumuskan jawaban bagi tantangan masa kini maka dialog dengan sejarah menentukan bentuknya.Sejarah yang diambil dalam arti sebenarnya tidak lebih dari usaha mencari legitimasi. Dimana masa lampau bukan pendamping tatapi taklukan. Monologia terjadi bila mana kepentingan menjadi segala galanya. Berdasarkan kepentingan peranan yang dulu pernah dimainkan, dilebih-lebihkan. Maka sejarah menjadi sama keringnya seperti sejarah dalam arti kronik.

    Siapakah dalam tingkatan sekarang memutuskan bahwa kemerdekaan adalah semata-mata perjuangan bersenjata dan bukan diplomasi? Sebaliknya, siapakah berani mengatakan bahwa kemerdekaan semata-mata direbut oleh diplomasi dan bukan dengan perjuangan bersenjata? Diskusi tentang ini mungkin berjalan tak berpenghabisan.

    Akan tetapi yang bisa diamati adalah bahwa struktur sosial dan politik masa kini memgang peranan menentukan jenis konfigurasi fakta-fakta yang berada diseputar Indonesia fakta mencair. Titik berat bergeser warna karena kemerdekaan menjadi sumber tertinggi dalam memberikan legitimasi bagi setiap kelompok yang berusaha menjadi penguasa. Setiap kali orang berusaha mematikan dialog dalam sejarah kelihatan bahwa sejarah telah diturunkan menjadi hanya sebuah kronik kering yang tidak menggairahkan. Dalam hal ini tersebut bias sedemikian rupa sehingga usaha untuk membangkitkan semangat kepahlawanan menjadi penting. Sejarah kemerdekaan adalah episode dalam sejarah yang paling banyak mengalami penulisan ulang. Ditilik dari sejarah sebagai dialogis penulisan ulang adalah usaha menarik, karena dalam setiap proses penulisan ulang tersebut tercatat pula perkembangan baru yang tadinya tidak dilihat pernah ada saat dimana dimasa-masa diseputar merebut dan mempertahankan kemerdekaan disebut revolusi. Namun kini kata itu tidak lagi mendapat tempat tetapi diganti dengan perang kemerdekaan dan setiap saat cdihidupkan dalam visualisasi sebagai perang. Pergeseran ini bukan saja menunjukkan sejarah, memutarbalikkan proses yaitu dan membuatnya menjadi hanya satu arah sedemikian rupa menjadi monologia.

    Namun bilamana hal ini terlalu jauh berlangsung atau bilamana kepentingan legitimasi berada diatas segala-galanya sehingga dialog dengan sejarah terputus, maka sekali lagi sejarah mengalami penyempitan cakrawala. Fakta menjadi identik dengan keberhasilan dan setiap keberhasilan menjadi legitimasi baru. Tetapi dengan itu dia membunuh dialog. Dan setiap kali dialog dengan sejarah dimatikan maka sejarah bukan lagi sejarah. Daniel Dhakidae (bahan : prisma, Agustus 1980.)
    15. Uraian tersebut menekankan bhawa
    titik berat sejarah ada pada :

    Your score is

  • Try Out Bahasa Inggris 20 SNBT 2025 [Soal Asli SNBT 05]

    28

    Try Out Bahasa Inggris 20 SNBT 2025 [Soal Asli SNBT 05]

    Anda hanya punya waktu 14 menit untuk mengerjakan 14 soal. Kerjakan dengan bijak dan jujur. Tes ini bagian dari evaluasi Anda menghadapi SNBT 2025. Jangan lupa follow Instagram CHE [Klik di sini]

    The number of attempts remaining is 3

    Isi dulu data diri yaah

    1 / 15

    Text I
    Motion sickness comes in many forms, not just seasickness. Ninety percent of the human race is susceptible to motion sickness of one kind or another. Some people become sick when they sit in the backseat of a car; others cannot read or look at a map in any kind of moving vehicle. People get motion sickness on airplanes, motorcycles, amusement park rides, and even on camels! Scientists have learned that motion sickness occurs when the brain is trying to make sense of a situation and there are too many conflicting messages. While the eyes are sending one message, the ears are trying to send a message about balance. The skin and bone joints, sensitive to air pressure send another message.

    Many people who have experienced violent motion sickness try to avoid travel. But that is not always possible. So travelers should employ some well-known strategies to avoid getting sick. The most useful strategy concerns food: eat a light meal before traveling and bring along a packet of plain soda crackers to snack on regularly. Avoid alcoholic and carbonated beverages, high-fat foods, and spices. Care in choosing the location of your seat is another important strategy. In a car, sit at the front and keep your eyes fixed on the horizon.

    People who still got sick after trying these strategies can try medical help. Some rely on over-the counter medications, although some of them can make you sleepy. Others use simple ginger capsules to settle their stomach. A large number of travelers use pressure bands on their wrists. It is not clear how these bands work, but they do prevent motion sickness.
    SPMB-05-51
    A suitable title for the text is __.

    2 / 15

    Text I
    Motion sickness comes in many forms, not just seasickness. Ninety percent of the human race is susceptible to motion sickness of one kind or another. Some people become sick when they sit in the backseat of a car; others cannot read or look at a map in any kind of moving vehicle. People get motion sickness on airplanes, motorcycles, amusement park rides, and even on camels! Scientists have learned that motion sickness occurs when the brain is trying to make sense of a situation and there are too many conflicting messages. While the eyes are sending one message, the ears are trying to send a message about balance. The skin and bone joints, sensitive to air pressure send another message.

    Many people who have experienced violent motion sickness try to avoid travel. But that is not always possible. So travelers should employ some well-known strategies to avoid getting sick. The most useful strategy concerns food: eat a light meal before traveling and bring along a packet of plain soda crackers to snack on regularly. Avoid alcoholic and carbonated beverages, high-fat foods, and spices. Care in choosing the location of your seat is another important strategy. In a car, sit at the front and keep your eyes fixed on the horizon.

    People who still got sick after trying these strategies can try medical help. Some rely on over-the counter medications, although some of them can make you sleepy. Others use simple ginger capsules to settle their stomach. A large number of travelers use pressure bands on their wrists. It is not clear how these bands work, but they do prevent motion sickness.
    SPMB-05-52
    A person gets motion sickness because of ___.

    3 / 15

    Text I
    Motion sickness comes in many forms, not just seasickness. Ninety percent of the human race is susceptible to motion sickness of one kind or another. Some people become sick when they sit in the backseat of a car; others cannot read or look at a map in any kind of moving vehicle. People get motion sickness on airplanes, motorcycles, amusement park rides, and even on camels! Scientists have learned that motion sickness occurs when the brain is trying to make sense of a situation and there are too many conflicting messages. While the eyes are sending one message, the ears are trying to send a message about balance. The skin and bone joints, sensitive to air pressure send another message.

    Many people who have experienced violent motion sickness try to avoid travel. But that is not always possible. So travelers should employ some well-known strategies to avoid getting sick. The most useful strategy concerns food: eat a light meal before traveling and bring along a packet of plain soda crackers to snack on regularly. Avoid alcoholic and carbonated beverages, high-fat foods, and spices. Care in choosing the location of your seat is another important strategy. In a car, sit at the front and keep your eyes fixed on the horizon.

    People who still got sick after trying these strategies can try medical help. Some rely on over-the counter medications, although some of them can make you sleepy. Others use simple ginger capsules to settle their stomach. A large number of travelers use pressure bands on their wrists. It is not clear how these bands work, but they do prevent motion sickness.
    SPMB-05-53
    Victims of motion sickness can reduce the chance of
    becoming sick by doing the following, except

    4 / 15

    Text I
    Motion sickness comes in many forms, not just seasickness. Ninety percent of the human race is susceptible to motion sickness of one kind or another. Some people become sick when they sit in the backseat of a car; others cannot read or look at a map in any kind of moving vehicle. People get motion sickness on airplanes, motorcycles, amusement park rides, and even on camels! Scientists have learned that motion sickness occurs when the brain is trying to make sense of a situation and there are too many conflicting messages. While the eyes are sending one message, the ears are trying to send a message about balance. The skin and bone joints, sensitive to air pressure send another message.

    Many people who have experienced violent motion sickness try to avoid travel. But that is not always possible. So travelers should employ some well-known strategies to avoid getting sick. The most useful strategy concerns food: eat a light meal before traveling and bring along a packet of plain soda crackers to snack on regularly. Avoid alcoholic and carbonated beverages, high-fat foods, and spices. Care in choosing the location of your seat is another important strategy. In a car, sit at the front and keep your eyes fixed on the horizon.

    People who still got sick after trying these strategies can try medical help. Some rely on over-the counter medications, although some of them can make you sleepy. Others use simple ginger capsules to settle their stomach. A large number of travelers use pressure bands on their wrists. It is not clear how these bands work, but they do prevent motion sickness.
    SPMB-05-54
    From the text we may conclude that ___.

    5 / 15

    Text I
    Motion sickness comes in many forms, not just seasickness. Ninety percent of the human race is susceptible to motion sickness of one kind or another. Some people become sick when they sit in the backseat of a car; others cannot read or look at a map in any kind of moving vehicle. People get motion sickness on airplanes, motorcycles, amusement park rides, and even on camels! Scientists have learned that motion sickness occurs when the brain is trying to make sense of a situation and there are too many conflicting messages. While the eyes are sending one message, the ears are trying to send a message about balance. The skin and bone joints, sensitive to air pressure send another message.

    Many people who have experienced violent motion sickness try to avoid travel. But that is not always possible. So travelers should employ some well-known strategies to avoid getting sick. The most useful strategy concerns food: eat a light meal before traveling and bring along a packet of plain soda crackers to snack on regularly. Avoid alcoholic and carbonated beverages, high-fat foods, and spices. Care in choosing the location of your seat is another important strategy. In a car, sit at the front and keep your eyes fixed on the horizon.

    People who still got sick after trying these strategies can try medical help. Some rely on over-the counter medications, although some of them can make you sleepy. Others use simple ginger capsules to settle their stomach. A large number of travelers use pressure bands on their wrists. It is not clear how these bands work, but they do prevent motion sickness.
    SPMB-05-55
    The meaning of ‘over-the-counter
    medicine bought ___.

    6 / 15

    Text II
    In the process of trying to discover the various causes of such accidents, an investigator considers factors related to the time of day. He collects information on the number of accidents occurring during the various working hours of the day, and by using statistical methods he is able to show that the accident rate increases during the morning and also during the afternoon. Further statistical studies then reveal some of the major contributing factors involved in these accidents.
    SPMB-05-58
    Which of the following would best began the paragraph
    above?

    7 / 15

    Text II
    In the process of trying to discover the various causes of such accidents, an investigator considers factors related to the time of day. He collects information on the number of accidents occurring during the various working hours of the day, and by using statistical methods he is able to show that the accident rate increases during the morning and also during the afternoon. Further statistical studies then reveal some of the major contributing factors involved in these accidents.
    SPMB-05-57
    The topic of the above paragraph is ___.

    8 / 15

    Text III
    Traditional nineteenth-century education is usually associated with the image of a stern teacher standing in front of a blackboard in a one-room schoolhouse, teaching only the three R’s of reading, writing, and arithmetic, and demanding rote (mechanical repetition) learning in an atmosphere of silence and restraint. Accurate or not, that image conflicts sharply with the modern reality. Today, the typical public school offers students a diversity of subject areas, a plethora of educational materials, and a variety of activities from creative dramatics to journalism. The modern school complex contains an array of educational facilities. Within the classroom setting, students are encouraged to speak up and engage in guided discussion. In fact, articulate speech and debate are desirable skills. Children are encouraged to interrelate on class projects that are independent of the teacher.
    SPMB-05-58
    The topic of the text is __.

    9 / 15

    Text III
    Traditional nineteenth-century education is usually associated with the image of a stern teacher standing in front of a blackboard in a one-room schoolhouse, teaching only the three R’s of reading, writing, and arithmetic, and demanding rote (mechanical repetition) learning in an atmosphere of silence and restraint. Accurate or not, that image conflicts sharply with the modern reality. Today, the typical public school offers students a diversity of subject areas, a plethora of educational materials, and a variety of activities from creative dramatics to journalism. The modern school complex contains an array of educational facilities. Within the classroom setting, students are encouraged to speak up and engage in guided discussion. In fact, articulate speech and debate are desirable skills. Children are encouraged to interrelate on class projects that are independent of the teacher.
    SPMB-05-59
    Which of the following would best end the text?

    10 / 15

    Text IV
    The field of medicine has not traditionally distinguished between someone who is merely ‘not ill’ and someone who is in excellent health and paying attention to the body’s special needs. Both types have (60) been called ‘well’, In recent years, (61) health practitioners (62) . some to apply the terms well and wellness only to those people who are actively striving to maintain and to improve their health. People who are well are concerned with nutrition and exercise, and they make a point of (63) their body’s, condition – for example, through (64) breast self-examinations or blood pressure checkups. Most important, perhaps, people who are well take active (65) for all matters pertaining to their health. Even people who have a physical disease or handicap may be ‘well’, in this new sense if they make an to maintain the best possible health they can in the face of their physical limitations. ‘Wellness’ may perhaps best not as a state that people can achieve, but as an ideal that people can strive for.
    SPMB-05-60

    11 / 15

    Text IV
    The field of medicine has not traditionally distinguished between someone who is merely ‘not ill’ and someone who is in excellent health and paying attention to the body’s special needs. Both types have (60) been called ‘well’, In recent years, (61) health practitioners (62) . some to apply the terms well and wellness only to those people who are actively striving to maintain and to improve their health. People who are well are concerned with nutrition and exercise, and they make a point of (63) their body’s, condition – for example, through (64) breast self-examinations or blood pressure checkups. Most important, perhaps, people who are well take active (65) for all matters pertaining to their health. Even people who have a physical disease or handicap may be ‘well’, in this new sense if they make an to maintain the best possible health they can in the face of their physical limitations. ‘Wellness’ may perhaps best not as a state that people can achieve, but as an ideal that people can strive for.
    SPMB-05-61

    12 / 15

    Text IV
    The field of medicine has not traditionally distinguished between someone who is merely ‘not ill’ and someone who is in excellent health and paying attention to the body’s special needs. Both types have (60) been called ‘well’, In recent years, (61) health practitioners (62) . some to apply the terms well and wellness only to those people who are actively striving to maintain and to improve their health. People who are well are concerned with nutrition and exercise, and they make a point of (63) their body’s, condition – for example, through (64) breast self-examinations or blood pressure checkups. Most important, perhaps, people who are well take active (65) for all matters pertaining to their health. Even people who have a physical disease or handicap may be ‘well’, in this new sense if they make an to maintain the best possible health they can in the face of their physical limitations. ‘Wellness’ may perhaps best not as a state that people can achieve, but as an ideal that people can strive for.
    SPMB-05-62

    13 / 15

    Text IV
    The field of medicine has not traditionally distinguished between someone who is merely ‘not ill’ and someone who is in excellent health and paying attention to the body’s special needs. Both types have (60) been called ‘well’, In recent years, (61) health practitioners (62) . some to apply the terms well and wellness only to those people who are actively striving to maintain and to improve their health. People who are well are concerned with nutrition and exercise, and they make a point of (63) their body’s, condition – for example, through (64) breast self-examinations or blood pressure checkups. Most important, perhaps, people who are well take active (65) for all matters pertaining to their health. Even people who have a physical disease or handicap may be ‘well’, in this new sense if they make an to maintain the best possible health they can in the face of their physical limitations. ‘Wellness’ may perhaps best not as a state that people can achieve, but as an ideal that people can strive for.
    SPMB-05-63

    14 / 15

    Text IV
    The field of medicine has not traditionally distinguished between someone who is merely ‘not ill’ and someone who is in excellent health and paying attention to the body’s special needs. Both types have (60) been called ‘well’, In recent years, (61) health practitioners (62) . some to apply the terms well and wellness only to those people who are actively striving to maintain and to improve their health. People who are well are concerned with nutrition and exercise, and they make a point of (63) their body’s, condition – for example, through (64) breast self-examinations or blood pressure checkups. Most important, perhaps, people who are well take active (65) for all matters pertaining to their health. Even people who have a physical disease or handicap may be ‘well’, in this new sense if they make an to maintain the best possible health they can in the face of their physical limitations. ‘Wellness’ may perhaps best not as a state that people can achieve, but as an ideal that people can strive for.
    SPMB-05-64

    15 / 15

    Text IV
    The field of medicine has not traditionally distinguished between someone who is merely ‘not ill’ and someone who is in excellent health and paying attention to the body’s special needs. Both types have (60) been called ‘well’, In recent years, (61) health practitioners (62) . some to apply the terms well and wellness only to those people who are actively striving to maintain and to improve their health. People who are well are concerned with nutrition and exercise, and they make a point of (63) their body’s, condition – for example, through (64) breast self-examinations or blood pressure checkups. Most important, perhaps, people who are well take active (65) for all matters pertaining to their health. Even people who have a physical disease or handicap may be ‘well’, in this new sense if they make an to maintain the best possible health they can in the face of their physical limitations. ‘Wellness’ may perhaps best not as a state that people can achieve, but as an ideal that people can strive for.
    SPMB-05-65

    Your score is

  • Mini TO SNBT 2025 PU [Matematika Sosial]

    13

    Mini TO SNBT 2025 PU [Matematika Sosial]

    Soal cuma 20 dan waktu 20 menit. Kalian boleh mengerjakan dengan alat bantu kalkulator.

    The number of attempts remaining is 3

    Isi dulu data diri yaah

    1 / 20

    21.Neto sebuah karung beras adalah 88.5 kg. Diketahui brutonya adalah 90
    kg. Besar tara adalah … %

    2 / 20

    22.Nita membeli sebuah tas di sebuah toko seharga Rp360.000,00.
    Ternyata harga tersebut telah mendapat diskon sebesar 10%. Harga tas
    sebelum diskon adalah …

    3 / 20

    23.Sebuah jam dijual di sebelah toko dengan harga Rp112.500. Seorang
    membeli jam tersebut dengan harga Rp100.000. Rabat yang diberikan
    adalah …

    4 / 20

    24.Seorang pedagang menjual 3 kuintal beras dengan harga Rp8.800,00
    /kg. Dari hasil penjualan tersebut diperoleh untung sebesar 10%. Modal
    yang harus dikeluarkan untuk membeli beras adalah …

    5 / 20

    25.Seorang pedagang membeli kentang 30 kg dengan harga Rp15.400 per
    kg dan bawang merah sebanyak 42 kg dengan harga Rp12.800.000 per
    kg dari pemasok. Pedagang mendapatkan rabat kentang sebesar 10%
    dan rabat bawang merah sebanyak 5%. Uang yang harus dibayarkan
    pedagang pada pemasok adalah …

    6 / 20

    26.Seorang penulis mendapatkan royalti sebesar Rp10.775.000. Pajak
    penghasilannya sebesar 15%. Uang yang diterima oleh penulis tersebut
    adalah …

    7 / 20

    27.Harga 12 baju adalah Rp510.000. Harga 2 kodi baju adalah …

    8 / 20

    28.Diketahui harga celana Rp80.000 per potong dengan diskon 30% dan
    harga kemejaa Rp60.000 per potong dengan diskon 25%. Harga satu
    celana dan dua kemeja adalah …

    9 / 20

    29.Harga beras jenis A adalah Rp7.500 per kilonya. Harga beras B adalah
    Rp8.100 per kilonya. Selanjutnya 26 kg beras A dan 24 kg beras B
    kemudian dicampur dan dijual dengan harga Rp7.800 per kilonya. Bila
    beras terjual habis, keuntungan yang diperoleh sebesar …

    10 / 20

    30.Pernyataan berikut yang benar adalah …

    11 / 20

    31.Deni menyimpan uang di bank sebesar Rp10.800.000. Besar bunga bank
    setiap tahunnya adalah 8.8%. Tabungan Deni selama setahun menjadi …

    12 / 20

    32.Besar simpanan ayah di bank Rp9.600.000. Besar bunga bank setiap
    tahunnya adalah 8%. Besar tabungan ayah pada bulan ke-6 adalah …

    13 / 20

    33.Eko menyimpan uang sebesar Rp1.000.000. Bunga per tahunnya adalah
    12%. Agar tabungannya menjadi Rp1.100.000 maka Eko harus
    menyimpan uang di bank selama … bulan

    14 / 20

    34.Tika menyimpan uang sebesar Rp2.400.000. Setelah 6 bulan
    tabungannya menjadi Rp2.520.000. Besar bunga per tahun di bank
    tersebut adalah …

    15 / 20

    35.Jumlah tabungan Rido dan Doni adalah Rp2.500.000. Perbandingan
    tabungan Rido dan Doni adalah 11 : 14. Selisih tabungan keduanya
    adalah …

    16 / 20

    36.Setelah setahun tabungan Anik menjadi Rp2.625.000. Besar bunga per
    tahun adalah 5%. Besar tabungan Anik pada awalnya adalah …

    17 / 20

    37.Pada awal Januari 2009 koperasi “Rasa Sayang” mempunyai modal
    sebesar Rp25.000.000. Seluruh modal tersebut dipinjamkan kepada
    anggotanya selama 10 bulan dengan bunga 12% per tahun. Setelah
    seluruh pinjaman dikembalikan, modal koperasi sekarang adalah …

    18 / 20

    38.Budi membeli sepeda seharga Rp180.000. Setelah diperbaiki dengan
    biaya Rp40.000, sepeda dijual dengan harga Rp275.000. Persentase
    keuntungan yang diperoleh adalah …

    19 / 20

    39.Sania pergi ke supermarket bersama ibunya. Ia membeli sepasang
    Sepatu dengan harga Rp150.000 dan sebuah tas sekolah dengan harga
    Rp120.000,00. Jika supermarket tersebut memberi diskon 25% untuk
    Sepatu dan 20% untuk tas, uang yang diberikan Sania adalah …

    20 / 20

    40.Sebuah koperasi memberikan pinjaman dengan bunga 1% setiap
    bulannya. Pak Arjuna meminjam uang sebesar Rp1.000.000 pada
    koperasi dan akan diangsur selama 10 bulan. Besar angsuran yang
    harus dibayar setiap bulannya adalah …

    Your score is