Bisnis penerbangan adalah bisnis mahal, rumit, dan persaingan pun sangat
ketat. Di bisnis seperti inilah Merpati harus terjun. Sementara itu, pada saat yang
sama perusahaan ini harus mengemban misi yang tidak ringan, yaitu melayani
rute-rute perintis. Rute-rute seperti ini jelas bukan rute kormersial, alias besar
kemungkinan merugi. Akan tetapi, demi kepentingan nasional, rute itu tetap harus
dijalani.
Beban itu makin berat setelah Garuda Indonesia, sang induk semang, mulai
menyapih si Merpati. Dengan penyapihan ini, beberapa rute gemuk yang dulu
dikelola Merpati harus dikembangkan ke Garuda. Kini, seluruh armada Merpati (85
pesawat, 66 di antaranya milik sendiri dan sisanya disewa dari berbagai pihak)
harus melayani 72 % rute kurus, 14 % rute sedang, dan 3 % rute baru. Dari
seleruh rute itu, hanya 14 % yang terkategorikan rute padat.
Dengan penyapihan oleh Garuda itu pula, seluruh aset Garuda yang
digunakan perusahan bermoto “Jembatan Udara Nusantara” ini juga harus
dikembalikan. Padahal, pada saat yang sama persaingan di jalur nonperintis yang
dijalani Merpati justru makin ketat.
3. Maksud pernyataan berikut ini sesuai dengan yang terdapat dalam bacaan di atas, kecuali ….