Mini TO LBI 1 UNJ

0

Mini TO LBI 1 UNJ

Anda punya waktu 30 menit untuk mengerjakan 30 soal. Kerjakan dengan jujur sebab ini bahan evaluasi kalian. Semakin banyak latihan dan semakin banyak benar semakin bagus. Anda punya kesempatan tiga kali pengerjaan.Kerjakan di laptop atau tablet agar lebih optimal secara tampilan.

The number of attempts remaining is 6

Isi dulu data diri yaah

1 / 30

Teks 1 — Balok di Bidang Miring Kasar

Sebuah balok bermassa 5 kg dalam keadaan diam di atas bidang miring kasar dengan sudut kemiringan 53° terhadap bidang horizontal (sin 53° = 0,8 ; cos 53° = 0,6). Koefisien gesek kinetis antara balok dan bidang adalah μk = 0,5. Balok kemudian dilepaskan sehingga meluncur ke bawah sejauh 10 m. Percepatan gravitasi g = 10 m/s².

Gaya normal (N) adalah komponen gaya yang tegak lurus terhadap permukaan bidang miring, sementara gaya gesek kinetis adalah f = μk × N. Komponen gaya gravitasi yang sejajar bidang (F∥) dihitung dengan F∥ = m × g × sin θ.

1. Besar gaya normal (N) yang bekerja pada balok adalah …
⚠ N bekerja tegak lurus bidang miring, bukan vertikal.

2 / 30

Teks 1 — Balok di Bidang Miring Kasar

Sebuah balok bermassa 5 kg dalam keadaan diam di atas bidang miring kasar dengan sudut kemiringan 53° terhadap bidang horizontal (sin 53° = 0,8 ; cos 53° = 0,6). Koefisien gesek kinetis antara balok dan bidang adalah μk = 0,5. Balok kemudian dilepaskan sehingga meluncur ke bawah sejauh 10 m. Percepatan gravitasi g = 10 m/s².

Gaya normal (N) adalah komponen gaya yang tegak lurus terhadap permukaan bidang miring, sementara gaya gesek kinetis adalah f = μk × N. Komponen gaya gravitasi yang sejajar bidang (F∥) dihitung dengan F∥ = m × g × sin θ.

2. Besar gaya gesek kinetis yang menghambat gerak balok adalah …

3 / 30

Teks 1 — Balok di Bidang Miring Kasar

Sebuah balok bermassa 5 kg dalam keadaan diam di atas bidang miring kasar dengan sudut kemiringan 53° terhadap bidang horizontal (sin 53° = 0,8 ; cos 53° = 0,6). Koefisien gesek kinetis antara balok dan bidang adalah μk = 0,5. Balok kemudian dilepaskan sehingga meluncur ke bawah sejauh 10 m. Percepatan gravitasi g = 10 m/s².

Gaya normal (N) adalah komponen gaya yang tegak lurus terhadap permukaan bidang miring, sementara gaya gesek kinetis adalah f = μk × N. Komponen gaya gravitasi yang sejajar bidang (F∥) dihitung dengan F∥ = m × g × sin θ.

3. Gaya resultan yang menggerakkan balok sepanjang bidang miring adalah …
⚠ F∥ = m × g × sin 53°. Resultan = F∥ – f_gesek.

4 / 30

Teks 1 — Balok di Bidang Miring Kasar

Sebuah balok bermassa 5 kg dalam keadaan diam di atas bidang miring kasar dengan sudut kemiringan 53° terhadap bidang horizontal (sin 53° = 0,8 ; cos 53° = 0,6). Koefisien gesek kinetis antara balok dan bidang adalah μk = 0,5. Balok kemudian dilepaskan sehingga meluncur ke bawah sejauh 10 m. Percepatan gravitasi g = 10 m/s².

Gaya normal (N) adalah komponen gaya yang tegak lurus terhadap permukaan bidang miring, sementara gaya gesek kinetis adalah f = μk × N. Komponen gaya gravitasi yang sejajar bidang (F∥) dihitung dengan F∥ = m × g × sin θ.

4. Percepatan balok saat meluncur di bidang miring adalah …

5 / 30

Teks 1 — Balok di Bidang Miring Kasar

Sebuah balok bermassa 5 kg dalam keadaan diam di atas bidang miring kasar dengan sudut kemiringan 53° terhadap bidang horizontal (sin 53° = 0,8 ; cos 53° = 0,6). Koefisien gesek kinetis antara balok dan bidang adalah μk = 0,5. Balok kemudian dilepaskan sehingga meluncur ke bawah sejauh 10 m. Percepatan gravitasi g = 10 m/s².

Gaya normal (N) adalah komponen gaya yang tegak lurus terhadap permukaan bidang miring, sementara gaya gesek kinetis adalah f = μk × N. Komponen gaya gravitasi yang sejajar bidang (F∥) dihitung dengan F∥ = m × g × sin θ.

5. Kecepatan balok setelah menempuh 10 m dari keadaan diam adalah …
⚠ Gunakan v² = u² + 2as.

6 / 30

Teks 1 — Balok di Bidang Miring Kasar

Sebuah balok bermassa 5 kg dalam keadaan diam di atas bidang miring kasar dengan sudut kemiringan 53° terhadap bidang horizontal (sin 53° = 0,8 ; cos 53° = 0,6). Koefisien gesek kinetis antara balok dan bidang adalah μk = 0,5. Balok kemudian dilepaskan sehingga meluncur ke bawah sejauh 10 m. Percepatan gravitasi g = 10 m/s².

Gaya normal (N) adalah komponen gaya yang tegak lurus terhadap permukaan bidang miring, sementara gaya gesek kinetis adalah f = μk × N. Komponen gaya gravitasi yang sejajar bidang (F∥) dihitung dengan F∥ = m × g × sin θ.

6. Energi kinetik balok saat tiba di dasar lintasan adalah …

7 / 30

Teks 2 — Ikatan Ion, Ikatan Kovalen, dan Kepolaran

Ikatan kimia terbentuk melalui kecenderungan atom untuk mencapai konfigurasi elektron yang stabil. Ikatan ion terjadi ketika satu atom melepaskan elektron dan atom lain menerima elektron, membentuk kation dan anion—contohnya NaCl, di mana Na melepaskan elektron menjadi Na⁺ dan Cl menerima elektron menjadi Cl⁻. Ikatan kovalen terbentuk ketika dua atom berbagi pasangan elektron. Jika dua atom yang berikatan memiliki elektronegativitas berbeda, ikatan yang terbentuk bersifat polar—elektron lebih tertarik ke atom yang lebih elektronegatif. Jika kedua atom memiliki elektronegativitas yang sama, ikatan yang terbentuk bersifat nonpolar. Namun, molekul yang memiliki ikatan-ikatan polar belum tentu bersifat polar secara keseluruhan: jika distribusi momen dipol dalam molekul simetris, momen-momen tersebut saling meniadakan sehingga molekul bersifat nonpolar. Air (H₂O) bersifat polar karena bentuknya yang bengkok menghasilkan momen dipol neto yang tidak nol, sedangkan karbon dioksida (CO₂) bersifat nonpolar meskipun memiliki dua ikatan polar C=O karena bentuknya yang linear dan simetris membuat kedua momen dipol saling meniadakan.

7. Mengapa CO₂ bersifat nonpolar meskipun ikatan C=O bersifat polar?

8 / 30

Teks 2 — Ikatan Ion, Ikatan Kovalen, dan Kepolaran

Ikatan kimia terbentuk melalui kecenderungan atom untuk mencapai konfigurasi elektron yang stabil. Ikatan ion terjadi ketika satu atom melepaskan elektron dan atom lain menerima elektron, membentuk kation dan anion—contohnya NaCl, di mana Na melepaskan elektron menjadi Na⁺ dan Cl menerima elektron menjadi Cl⁻. Ikatan kovalen terbentuk ketika dua atom berbagi pasangan elektron. Jika dua atom yang berikatan memiliki elektronegativitas berbeda, ikatan yang terbentuk bersifat polar—elektron lebih tertarik ke atom yang lebih elektronegatif. Jika kedua atom memiliki elektronegativitas yang sama, ikatan yang terbentuk bersifat nonpolar. Namun, molekul yang memiliki ikatan-ikatan polar belum tentu bersifat polar secara keseluruhan: jika distribusi momen dipol dalam molekul simetris, momen-momen tersebut saling meniadakan sehingga molekul bersifat nonpolar. Air (H₂O) bersifat polar karena bentuknya yang bengkok menghasilkan momen dipol neto yang tidak nol, sedangkan karbon dioksida (CO₂) bersifat nonpolar meskipun memiliki dua ikatan polar C=O karena bentuknya yang linear dan simetris membuat kedua momen dipol saling meniadakan.

8. Sifat yang secara mendasar membedakan ikatan ion dari ikatan kovalen adalah …

9 / 30

Teks 2 — Ikatan Ion, Ikatan Kovalen, dan Kepolaran

Ikatan kimia terbentuk melalui kecenderungan atom untuk mencapai konfigurasi elektron yang stabil. Ikatan ion terjadi ketika satu atom melepaskan elektron dan atom lain menerima elektron, membentuk kation dan anion—contohnya NaCl, di mana Na melepaskan elektron menjadi Na⁺ dan Cl menerima elektron menjadi Cl⁻. Ikatan kovalen terbentuk ketika dua atom berbagi pasangan elektron. Jika dua atom yang berikatan memiliki elektronegativitas berbeda, ikatan yang terbentuk bersifat polar—elektron lebih tertarik ke atom yang lebih elektronegatif. Jika kedua atom memiliki elektronegativitas yang sama, ikatan yang terbentuk bersifat nonpolar. Namun, molekul yang memiliki ikatan-ikatan polar belum tentu bersifat polar secara keseluruhan: jika distribusi momen dipol dalam molekul simetris, momen-momen tersebut saling meniadakan sehingga molekul bersifat nonpolar. Air (H₂O) bersifat polar karena bentuknya yang bengkok menghasilkan momen dipol neto yang tidak nol, sedangkan karbon dioksida (CO₂) bersifat nonpolar meskipun memiliki dua ikatan polar C=O karena bentuknya yang linear dan simetris membuat kedua momen dipol saling meniadakan.

9. H₂O bersifat polar sedangkan CO₂ tidak, meski keduanya memiliki ikatan polar. Hal ini menunjukkan bahwa kepolaran molekul bergantung pada …

10 / 30

Teks 2 — Ikatan Ion, Ikatan Kovalen, dan Kepolaran

Ikatan kimia terbentuk melalui kecenderungan atom untuk mencapai konfigurasi elektron yang stabil. Ikatan ion terjadi ketika satu atom melepaskan elektron dan atom lain menerima elektron, membentuk kation dan anion—contohnya NaCl, di mana Na melepaskan elektron menjadi Na⁺ dan Cl menerima elektron menjadi Cl⁻. Ikatan kovalen terbentuk ketika dua atom berbagi pasangan elektron. Jika dua atom yang berikatan memiliki elektronegativitas berbeda, ikatan yang terbentuk bersifat polar—elektron lebih tertarik ke atom yang lebih elektronegatif. Jika kedua atom memiliki elektronegativitas yang sama, ikatan yang terbentuk bersifat nonpolar. Namun, molekul yang memiliki ikatan-ikatan polar belum tentu bersifat polar secara keseluruhan: jika distribusi momen dipol dalam molekul simetris, momen-momen tersebut saling meniadakan sehingga molekul bersifat nonpolar. Air (H₂O) bersifat polar karena bentuknya yang bengkok menghasilkan momen dipol neto yang tidak nol, sedangkan karbon dioksida (CO₂) bersifat nonpolar meskipun memiliki dua ikatan polar C=O karena bentuknya yang linear dan simetris membuat kedua momen dipol saling meniadakan.

10. Jika dua atom dengan nilai elektronegativitas yang identik berikatan, ikatan yang terbentuk bersifat …

11 / 30

Teks 3 — Imunitas Bawaan dan Imunitas Adaptif

Sistem imun manusia memiliki dua lini pertahanan: imunitas bawaan (innate immunity) dan imunitas adaptif (adaptive immunity). Imunitas bawaan merespons ancaman secara cepat dan tidak spesifik—mencakup kulit sebagai barier fisik, sel fagosit yang menelan patogen, dan respons inflamasi. Sebaliknya, imunitas adaptif bekerja lebih lambat namun sangat spesifik terhadap antigen tertentu. Komponen utama imunitas adaptif adalah limfosit B dan limfosit T. Limfosit B berdiferensiasi menjadi sel plasma yang memproduksi antibodi; antibodi mengikat antigen secara spesifik dan menetralkannya. Limfosit T sitotoksik secara langsung menghancurkan sel yang terinfeksi virus. Setelah infeksi berhasil diatasi, sebagian limfosit berubah menjadi sel memori yang mampu merespons jauh lebih cepat jika antigen yang sama muncul kembali—inilah dasar imunitas jangka panjang dan prinsip kerja vaksin.

11. Jika seseorang kehilangan kemampuan membentuk sel memori setelah infeksi, dampak yang paling tepat adalah …

12 / 30

Teks 3 — Imunitas Bawaan dan Imunitas Adaptif

Sistem imun manusia memiliki dua lini pertahanan: imunitas bawaan (innate immunity) dan imunitas adaptif (adaptive immunity). Imunitas bawaan merespons ancaman secara cepat dan tidak spesifik—mencakup kulit sebagai barier fisik, sel fagosit yang menelan patogen, dan respons inflamasi. Sebaliknya, imunitas adaptif bekerja lebih lambat namun sangat spesifik terhadap antigen tertentu. Komponen utama imunitas adaptif adalah limfosit B dan limfosit T. Limfosit B berdiferensiasi menjadi sel plasma yang memproduksi antibodi; antibodi mengikat antigen secara spesifik dan menetralkannya. Limfosit T sitotoksik secara langsung menghancurkan sel yang terinfeksi virus. Setelah infeksi berhasil diatasi, sebagian limfosit berubah menjadi sel memori yang mampu merespons jauh lebih cepat jika antigen yang sama muncul kembali—inilah dasar imunitas jangka panjang dan prinsip kerja vaksin.

12. Vaksin bekerja dengan memanfaatkan mekanisme …

13 / 30

Teks 3 — Imunitas Bawaan dan Imunitas Adaptif

Sistem imun manusia memiliki dua lini pertahanan: imunitas bawaan (innate immunity) dan imunitas adaptif (adaptive immunity). Imunitas bawaan merespons ancaman secara cepat dan tidak spesifik—mencakup kulit sebagai barier fisik, sel fagosit yang menelan patogen, dan respons inflamasi. Sebaliknya, imunitas adaptif bekerja lebih lambat namun sangat spesifik terhadap antigen tertentu. Komponen utama imunitas adaptif adalah limfosit B dan limfosit T. Limfosit B berdiferensiasi menjadi sel plasma yang memproduksi antibodi; antibodi mengikat antigen secara spesifik dan menetralkannya. Limfosit T sitotoksik secara langsung menghancurkan sel yang terinfeksi virus. Setelah infeksi berhasil diatasi, sebagian limfosit berubah menjadi sel memori yang mampu merespons jauh lebih cepat jika antigen yang sama muncul kembali—inilah dasar imunitas jangka panjang dan prinsip kerja vaksin.

13. Perbedaan mendasar antara imunitas adaptif dan imunitas bawaan adalah …

14 / 30

Teks 3 — Imunitas Bawaan dan Imunitas Adaptif

Sistem imun manusia memiliki dua lini pertahanan: imunitas bawaan (innate immunity) dan imunitas adaptif (adaptive immunity). Imunitas bawaan merespons ancaman secara cepat dan tidak spesifik—mencakup kulit sebagai barier fisik, sel fagosit yang menelan patogen, dan respons inflamasi. Sebaliknya, imunitas adaptif bekerja lebih lambat namun sangat spesifik terhadap antigen tertentu. Komponen utama imunitas adaptif adalah limfosit B dan limfosit T. Limfosit B berdiferensiasi menjadi sel plasma yang memproduksi antibodi; antibodi mengikat antigen secara spesifik dan menetralkannya. Limfosit T sitotoksik secara langsung menghancurkan sel yang terinfeksi virus. Setelah infeksi berhasil diatasi, sebagian limfosit berubah menjadi sel memori yang mampu merespons jauh lebih cepat jika antigen yang sama muncul kembali—inilah dasar imunitas jangka panjang dan prinsip kerja vaksin.

14. Seseorang dengan defisiensi limfosit B akan rentan terhadap infeksi karena …

15 / 30

Teks 4 — Persaingan Sempurna vs. Monopoli

Struktur pasar menentukan bagaimana harga terbentuk dan seberapa besar kekuatan produsen dalam memengaruhi harga. Dalam pasar persaingan sempurna, terdapat banyak penjual dan pembeli, produk bersifat homogen, dan tidak ada hambatan masuk atau keluar pasar—akibatnya setiap produsen adalah price taker yang hanya menerima harga yang terbentuk di pasar. Sebaliknya, dalam pasar monopoli hanya ada satu produsen tunggal yang menjual produk tanpa substitusi dekat; produsen ini bertindak sebagai price maker yang menetapkan harga di atas biaya marginal (MC) untuk memaksimalkan keuntungan, sehingga konsumen membayar lebih dari nilai efisiensi yang seharusnya. Kondisi ini menciptakan deadweight loss—kerugian kesejahteraan sosial akibat produksi yang lebih rendah dari tingkat optimal. Untuk memulihkan efisiensi, pemerintah sering mengintervensi melalui regulasi harga, pengenaan pajak, atau nasionalisasi.

15. Mengapa produsen dalam persaingan sempurna disebut price taker?

16 / 30

Teks 4 — Persaingan Sempurna vs. Monopoli

Struktur pasar menentukan bagaimana harga terbentuk dan seberapa besar kekuatan produsen dalam memengaruhi harga. Dalam pasar persaingan sempurna, terdapat banyak penjual dan pembeli, produk bersifat homogen, dan tidak ada hambatan masuk atau keluar pasar—akibatnya setiap produsen adalah price taker yang hanya menerima harga yang terbentuk di pasar. Sebaliknya, dalam pasar monopoli hanya ada satu produsen tunggal yang menjual produk tanpa substitusi dekat; produsen ini bertindak sebagai price maker yang menetapkan harga di atas biaya marginal (MC) untuk memaksimalkan keuntungan, sehingga konsumen membayar lebih dari nilai efisiensi yang seharusnya. Kondisi ini menciptakan deadweight loss—kerugian kesejahteraan sosial akibat produksi yang lebih rendah dari tingkat optimal. Untuk memulihkan efisiensi, pemerintah sering mengintervensi melalui regulasi harga, pengenaan pajak, atau nasionalisasi.

16. Deadweight loss dalam monopoli timbul karena …

17 / 30

Teks 4 — Persaingan Sempurna vs. Monopoli

Struktur pasar menentukan bagaimana harga terbentuk dan seberapa besar kekuatan produsen dalam memengaruhi harga. Dalam pasar persaingan sempurna, terdapat banyak penjual dan pembeli, produk bersifat homogen, dan tidak ada hambatan masuk atau keluar pasar—akibatnya setiap produsen adalah price taker yang hanya menerima harga yang terbentuk di pasar. Sebaliknya, dalam pasar monopoli hanya ada satu produsen tunggal yang menjual produk tanpa substitusi dekat; produsen ini bertindak sebagai price maker yang menetapkan harga di atas biaya marginal (MC) untuk memaksimalkan keuntungan, sehingga konsumen membayar lebih dari nilai efisiensi yang seharusnya. Kondisi ini menciptakan deadweight loss—kerugian kesejahteraan sosial akibat produksi yang lebih rendah dari tingkat optimal. Untuk memulihkan efisiensi, pemerintah sering mengintervensi melalui regulasi harga, pengenaan pajak, atau nasionalisasi.

17. Jika pemerintah menetapkan batas harga maksimum pada monopoli sebesar MC, dampak yang paling tepat adalah …

18 / 30

Teks 4 — Persaingan Sempurna vs. Monopoli

Struktur pasar menentukan bagaimana harga terbentuk dan seberapa besar kekuatan produsen dalam memengaruhi harga. Dalam pasar persaingan sempurna, terdapat banyak penjual dan pembeli, produk bersifat homogen, dan tidak ada hambatan masuk atau keluar pasar—akibatnya setiap produsen adalah price taker yang hanya menerima harga yang terbentuk di pasar. Sebaliknya, dalam pasar monopoli hanya ada satu produsen tunggal yang menjual produk tanpa substitusi dekat; produsen ini bertindak sebagai price maker yang menetapkan harga di atas biaya marginal (MC) untuk memaksimalkan keuntungan, sehingga konsumen membayar lebih dari nilai efisiensi yang seharusnya. Kondisi ini menciptakan deadweight loss—kerugian kesejahteraan sosial akibat produksi yang lebih rendah dari tingkat optimal. Untuk memulihkan efisiensi, pemerintah sering mengintervensi melalui regulasi harga, pengenaan pajak, atau nasionalisasi.

18. Perbedaan utama antara price maker dan price taker adalah …

19 / 30

Teks 5 — Perspektif Evolusioner, Siklus, dan Modernisasi

Perubahan sosial adalah transformasi dalam struktur, fungsi, atau nilai masyarakat dari waktu ke waktu. Perspektif evolusioner memandang masyarakat bergerak secara linear dari tahap sederhana menuju kompleks—Auguste Comte membagi evolusi masyarakat menjadi tahap teologis, metafisik, dan positif. Perspektif siklus berpendapat bahwa masyarakat bergerak dalam siklus naik-turun seperti organisme—lahir, tumbuh, mencapai puncak, lalu runtuh. Ibnu Khaldun, sarjana abad ke-14, menyatakan peradaban naik ketika memiliki asabiyyah (solidaritas kelompok) yang kuat, namun runtuh ketika solidaritas itu melemah akibat kemewahan dan korupsi. Faktor pendorong perubahan sosial meliputi inovasi teknologi, kontak antarbudaya yang disebut difusi, dan konflik internal. Modernisasi sering dipahami sebagai proses yang mengarah pada rasionalitas dan industrialisasi, namun tidak selalu memberikan manfaat merata bagi semua lapisan masyarakat.

19. Pandangan Ibnu Khaldun berbeda dari perspektif evolusioner karena …

20 / 30

Teks 5 — Perspektif Evolusioner, Siklus, dan Modernisasi

Perubahan sosial adalah transformasi dalam struktur, fungsi, atau nilai masyarakat dari waktu ke waktu. Perspektif evolusioner memandang masyarakat bergerak secara linear dari tahap sederhana menuju kompleks—Auguste Comte membagi evolusi masyarakat menjadi tahap teologis, metafisik, dan positif. Perspektif siklus berpendapat bahwa masyarakat bergerak dalam siklus naik-turun seperti organisme—lahir, tumbuh, mencapai puncak, lalu runtuh. Ibnu Khaldun, sarjana abad ke-14, menyatakan peradaban naik ketika memiliki asabiyyah (solidaritas kelompok) yang kuat, namun runtuh ketika solidaritas itu melemah akibat kemewahan dan korupsi. Faktor pendorong perubahan sosial meliputi inovasi teknologi, kontak antarbudaya yang disebut difusi, dan konflik internal. Modernisasi sering dipahami sebagai proses yang mengarah pada rasionalitas dan industrialisasi, namun tidak selalu memberikan manfaat merata bagi semua lapisan masyarakat.

20. Jika sebuah negara mengalami modernisasi namun hanya lapisan atas yang menikmati manfaatnya, apa yang dapat disimpulkan berdasarkan teks?

21 / 30

Teks 5 — Perspektif Evolusioner, Siklus, dan Modernisasi

Perubahan sosial adalah transformasi dalam struktur, fungsi, atau nilai masyarakat dari waktu ke waktu. Perspektif evolusioner memandang masyarakat bergerak secara linear dari tahap sederhana menuju kompleks—Auguste Comte membagi evolusi masyarakat menjadi tahap teologis, metafisik, dan positif. Perspektif siklus berpendapat bahwa masyarakat bergerak dalam siklus naik-turun seperti organisme—lahir, tumbuh, mencapai puncak, lalu runtuh. Ibnu Khaldun, sarjana abad ke-14, menyatakan peradaban naik ketika memiliki asabiyyah (solidaritas kelompok) yang kuat, namun runtuh ketika solidaritas itu melemah akibat kemewahan dan korupsi. Faktor pendorong perubahan sosial meliputi inovasi teknologi, kontak antarbudaya yang disebut difusi, dan konflik internal. Modernisasi sering dipahami sebagai proses yang mengarah pada rasionalitas dan industrialisasi, namun tidak selalu memberikan manfaat merata bagi semua lapisan masyarakat.

21. Difusi dalam konteks perubahan sosial menurut teks mengacu pada …

22 / 30

Teks 5 — Perspektif Evolusioner, Siklus, dan Modernisasi

Perubahan sosial adalah transformasi dalam struktur, fungsi, atau nilai masyarakat dari waktu ke waktu. Perspektif evolusioner memandang masyarakat bergerak secara linear dari tahap sederhana menuju kompleks—Auguste Comte membagi evolusi masyarakat menjadi tahap teologis, metafisik, dan positif. Perspektif siklus berpendapat bahwa masyarakat bergerak dalam siklus naik-turun seperti organisme—lahir, tumbuh, mencapai puncak, lalu runtuh. Ibnu Khaldun, sarjana abad ke-14, menyatakan peradaban naik ketika memiliki asabiyyah (solidaritas kelompok) yang kuat, namun runtuh ketika solidaritas itu melemah akibat kemewahan dan korupsi. Faktor pendorong perubahan sosial meliputi inovasi teknologi, kontak antarbudaya yang disebut difusi, dan konflik internal. Modernisasi sering dipahami sebagai proses yang mengarah pada rasionalitas dan industrialisasi, namun tidak selalu memberikan manfaat merata bagi semua lapisan masyarakat.

22. Berdasarkan perspektif siklus, peradaban yang telah mencapai puncaknya akan …

23 / 30

Teks 6 — Bioma dan Faktor Pengendalinya

Biosfer adalah lapisan tipis di permukaan bumi yang mendukung kehidupan, mencakup seluruh ekosistem di daratan, perairan, dan udara. Distribusi bioma di daratan dikendalikan terutama oleh suhu dan curah hujan. Hutan hujan tropis terdapat di kawasan ekuatorial dengan curah hujan lebih dari 2.000 mm per tahun dan suhu tinggi sepanjang tahun, menghasilkan keanekaragaman hayati tertinggi di bumi. Sabana adalah padang rumput tropis yang diselingi pohon-pohon tersebar, terbentuk di kawasan dengan curah hujan musiman (500–1.500 mm/tahun) dan musim kering yang jelas. Gurun terbentuk di kawasan dengan curah hujan kurang dari 250 mm per tahun; meski demikian, gurun tidak selalu panas—Gurun Gobi di Asia Tengah bersifat dingin akibat letaknya yang jauh dari laut dan ketinggiannya yang tinggi. Tundra terbentuk di kawasan kutub dengan suhu rata-rata di bawah −5°C sepanjang tahun; vegetasinya sangat terbatas karena tanah dalam kondisi beku permanen (permafrost).

23. Mengapa Gurun Gobi berbeda dari kebanyakan gurun tropis?

24 / 30

Teks 6 — Bioma dan Faktor Pengendalinya

Biosfer adalah lapisan tipis di permukaan bumi yang mendukung kehidupan, mencakup seluruh ekosistem di daratan, perairan, dan udara. Distribusi bioma di daratan dikendalikan terutama oleh suhu dan curah hujan. Hutan hujan tropis terdapat di kawasan ekuatorial dengan curah hujan lebih dari 2.000 mm per tahun dan suhu tinggi sepanjang tahun, menghasilkan keanekaragaman hayati tertinggi di bumi. Sabana adalah padang rumput tropis yang diselingi pohon-pohon tersebar, terbentuk di kawasan dengan curah hujan musiman (500–1.500 mm/tahun) dan musim kering yang jelas. Gurun terbentuk di kawasan dengan curah hujan kurang dari 250 mm per tahun; meski demikian, gurun tidak selalu panas—Gurun Gobi di Asia Tengah bersifat dingin akibat letaknya yang jauh dari laut dan ketinggiannya yang tinggi. Tundra terbentuk di kawasan kutub dengan suhu rata-rata di bawah −5°C sepanjang tahun; vegetasinya sangat terbatas karena tanah dalam kondisi beku permanen (permafrost).

24. Bioma yang paling mungkin terbentuk di kawasan beriklim dengan curah hujan 800 mm/tahun dan musim kering yang jelas adalah …

25 / 30

Teks 6 — Bioma dan Faktor Pengendalinya

Biosfer adalah lapisan tipis di permukaan bumi yang mendukung kehidupan, mencakup seluruh ekosistem di daratan, perairan, dan udara. Distribusi bioma di daratan dikendalikan terutama oleh suhu dan curah hujan. Hutan hujan tropis terdapat di kawasan ekuatorial dengan curah hujan lebih dari 2.000 mm per tahun dan suhu tinggi sepanjang tahun, menghasilkan keanekaragaman hayati tertinggi di bumi. Sabana adalah padang rumput tropis yang diselingi pohon-pohon tersebar, terbentuk di kawasan dengan curah hujan musiman (500–1.500 mm/tahun) dan musim kering yang jelas. Gurun terbentuk di kawasan dengan curah hujan kurang dari 250 mm per tahun; meski demikian, gurun tidak selalu panas—Gurun Gobi di Asia Tengah bersifat dingin akibat letaknya yang jauh dari laut dan ketinggiannya yang tinggi. Tundra terbentuk di kawasan kutub dengan suhu rata-rata di bawah −5°C sepanjang tahun; vegetasinya sangat terbatas karena tanah dalam kondisi beku permanen (permafrost).

25. Keanekaragaman hayati tertinggi di hutan hujan tropis dapat dijelaskan oleh …

26 / 30

Teks 6 — Bioma dan Faktor Pengendalinya

Biosfer adalah lapisan tipis di permukaan bumi yang mendukung kehidupan, mencakup seluruh ekosistem di daratan, perairan, dan udara. Distribusi bioma di daratan dikendalikan terutama oleh suhu dan curah hujan. Hutan hujan tropis terdapat di kawasan ekuatorial dengan curah hujan lebih dari 2.000 mm per tahun dan suhu tinggi sepanjang tahun, menghasilkan keanekaragaman hayati tertinggi di bumi. Sabana adalah padang rumput tropis yang diselingi pohon-pohon tersebar, terbentuk di kawasan dengan curah hujan musiman (500–1.500 mm/tahun) dan musim kering yang jelas. Gurun terbentuk di kawasan dengan curah hujan kurang dari 250 mm per tahun; meski demikian, gurun tidak selalu panas—Gurun Gobi di Asia Tengah bersifat dingin akibat letaknya yang jauh dari laut dan ketinggiannya yang tinggi. Tundra terbentuk di kawasan kutub dengan suhu rata-rata di bawah −5°C sepanjang tahun; vegetasinya sangat terbatas karena tanah dalam kondisi beku permanen (permafrost).

26. Vegetasi tundra sangat terbatas karena …

27 / 30

Teks 7 — Imperialisme Lama, Imperialisme Baru, dan Teori Hobson-Lenin

Imperialisme adalah kebijakan suatu negara untuk memperluas kekuasaan atas wilayah atau bangsa lain. Para sejarawan membedakan dua fase: imperialisme lama (abad ke-15 hingga 18) dan imperialisme baru (abad ke-19 dan 20). Imperialisme lama didominasi oleh motif agama dan perdagangan rempah, dengan Portugis dan Spanyol sebagai pelopornya. Imperialisme baru muncul setelah Revolusi Industri dan didorong oleh kebutuhan bahan baku industri, pasar untuk menjual produk manufaktur, dan tempat penanaman modal. Konferensi Berlin (1884–1885) mencerminkan semangat imperialisme baru: negara-negara Eropa secara sepihak membagi wilayah Afrika tanpa melibatkan satu pun perwakilan Afrika. Teori Hobson-Lenin menjelaskan bahwa imperialisme baru pada dasarnya adalah tahap lanjut kapitalisme monopoli yang membutuhkan ekspansi ke luar negeri untuk menyalurkan kelebihan modal yang tidak dapat diserap pasar domestik.

27. Perbedaan utama motivasi imperialisme lama dan baru menurut teks adalah …

28 / 30

Teks 7 — Imperialisme Lama, Imperialisme Baru, dan Teori Hobson-Lenin

Imperialisme adalah kebijakan suatu negara untuk memperluas kekuasaan atas wilayah atau bangsa lain. Para sejarawan membedakan dua fase: imperialisme lama (abad ke-15 hingga 18) dan imperialisme baru (abad ke-19 dan 20). Imperialisme lama didominasi oleh motif agama dan perdagangan rempah, dengan Portugis dan Spanyol sebagai pelopornya. Imperialisme baru muncul setelah Revolusi Industri dan didorong oleh kebutuhan bahan baku industri, pasar untuk menjual produk manufaktur, dan tempat penanaman modal. Konferensi Berlin (1884–1885) mencerminkan semangat imperialisme baru: negara-negara Eropa secara sepihak membagi wilayah Afrika tanpa melibatkan satu pun perwakilan Afrika. Teori Hobson-Lenin menjelaskan bahwa imperialisme baru pada dasarnya adalah tahap lanjut kapitalisme monopoli yang membutuhkan ekspansi ke luar negeri untuk menyalurkan kelebihan modal yang tidak dapat diserap pasar domestik.

28. Konferensi Berlin (1884–1885) mencerminkan watak imperialisme baru karena …

29 / 30

Teks 7 — Imperialisme Lama, Imperialisme Baru, dan Teori Hobson-Lenin

Imperialisme adalah kebijakan suatu negara untuk memperluas kekuasaan atas wilayah atau bangsa lain. Para sejarawan membedakan dua fase: imperialisme lama (abad ke-15 hingga 18) dan imperialisme baru (abad ke-19 dan 20). Imperialisme lama didominasi oleh motif agama dan perdagangan rempah, dengan Portugis dan Spanyol sebagai pelopornya. Imperialisme baru muncul setelah Revolusi Industri dan didorong oleh kebutuhan bahan baku industri, pasar untuk menjual produk manufaktur, dan tempat penanaman modal. Konferensi Berlin (1884–1885) mencerminkan semangat imperialisme baru: negara-negara Eropa secara sepihak membagi wilayah Afrika tanpa melibatkan satu pun perwakilan Afrika. Teori Hobson-Lenin menjelaskan bahwa imperialisme baru pada dasarnya adalah tahap lanjut kapitalisme monopoli yang membutuhkan ekspansi ke luar negeri untuk menyalurkan kelebihan modal yang tidak dapat diserap pasar domestik.

29. Menurut teori Hobson-Lenin dalam teks, dorongan utama imperialisme baru adalah …

30 / 30

Teks 7 — Imperialisme Lama, Imperialisme Baru, dan Teori Hobson-Lenin

Imperialisme adalah kebijakan suatu negara untuk memperluas kekuasaan atas wilayah atau bangsa lain. Para sejarawan membedakan dua fase: imperialisme lama (abad ke-15 hingga 18) dan imperialisme baru (abad ke-19 dan 20). Imperialisme lama didominasi oleh motif agama dan perdagangan rempah, dengan Portugis dan Spanyol sebagai pelopornya. Imperialisme baru muncul setelah Revolusi Industri dan didorong oleh kebutuhan bahan baku industri, pasar untuk menjual produk manufaktur, dan tempat penanaman modal. Konferensi Berlin (1884–1885) mencerminkan semangat imperialisme baru: negara-negara Eropa secara sepihak membagi wilayah Afrika tanpa melibatkan satu pun perwakilan Afrika. Teori Hobson-Lenin menjelaskan bahwa imperialisme baru pada dasarnya adalah tahap lanjut kapitalisme monopoli yang membutuhkan ekspansi ke luar negeri untuk menyalurkan kelebihan modal yang tidak dapat diserap pasar domestik.

30. Fakta bahwa Revolusi Industri mendahului imperialisme baru menunjukkan …

Your score is

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *