Mini TO 2 UNY

0

Mini TO 2 UNY

Anda punya waktu 70 menit untuk mengerjakan 75 soal. Kerjakan dengan jujur sebab ini bahan evaluasi kalian. Anda punya kesempatan tiga kali pengerjaan.Kerjakan di laptop atau tablet agar lebih optimal secara tampilan. Kalian yang mau gabung bimbel UM UNY  2026 dan Ujian Mandiri lainnya boleh banget! Kalian bisa klik di sini

The number of attempts remaining is 6

Isi dulu data diri yaah

1 / 75

A. ANALOGI (Padanan Hubungan Kata)

1. KATALIS : REAKSI KIMIA = … : …

2 / 75

A. ANALOGI (Padanan Hubungan Kata)

2. LAMPU KUNING LALU LINTAS : LAMPU MERAH = … : …

3 / 75

A. ANALOGI (Padanan Hubungan Kata)

3. PALU : PAKU = … : …

4 / 75

A. ANALOGI (Padanan Hubungan Kata)

4. GERIMIS : HUJAN DERAS : BADAI = … : … : …

5 / 75

A. ANALOGI (Padanan Hubungan Kata)

5. REM : KECEPATAN = … : …

6 / 75

B. SINONIM (Persamaan Kata)

6. SUMIR

7 / 75

B. SINONIM (Persamaan Kata)

7. NISBI

8 / 75

B. SINONIM (Persamaan Kata)

8. TAKZIM

9 / 75

B. SINONIM (Persamaan Kata)

9. FRAGMENTARIS

10 / 75

B. SINONIM (Persamaan Kata)

10. SAHIH

11 / 75

C. ANTONIM (Lawan Kata)

11. ELABORATIF

12 / 75

C. ANTONIM (Lawan Kata)

12. KOHESIF

13 / 75

C. ANTONIM (Lawan Kata)

13. EMPIRIS

14 / 75

C. ANTONIM (Lawan Kata)

14. SPORADIS

15 / 75

C. ANTONIM (Lawan Kata)

15. KONSERVATIF

16 / 75

D. SILOGISME (3 Premis)

16. Premis 1: Semua penulis yang produktif menerbitkan buku setiap tahun.
Premis 2: Sebagian penulis yang menerbitkan buku setiap tahun mendapatkan penghargaan sastra.
Premis 3: Semua penerima penghargaan sastra diundang ke pameran buku internasional.
Kesimpulan yang paling tepat adalah…

17 / 75

D. SILOGISME (3 Premis)

17. Premis 1: Semua atlet yang berlatih di pusat pelatihan nasional mengikuti tes kebugaran rutin.
Premis 2: Sebagian atlet yang mengikuti tes kebugaran rutin lolos ke pelatnas Asian Games.
Premis 3: Semua atlet yang lolos ke pelatnas Asian Games mendapatkan pembinaan khusus dari pelatih asing.
Kesimpulan yang paling tepat adalah…

18 / 75

D. SILOGISME (3 Premis)

18. Premis 1: Semua perangkat lunak yang bersertifikat ISO telah melalui uji keamanan siber.
Premis 2: Sebagian perangkat lunak yang telah melalui uji keamanan siber digunakan oleh lembaga pemerintah.
Premis 3: Semua perangkat lunak yang digunakan lembaga pemerintah wajib diperbarui setiap enam bulan.
Kesimpulan yang paling tepat adalah…

19 / 75

D. SILOGISME (3 Premis)

19. Premis 1: Semua kandidat yang mengikuti tahap akhir seleksi telah lolos tes psikologi.
Premis 2: Sebagian kandidat yang lolos tes psikologi memiliki pengalaman kerja lebih dari lima tahun.
Premis 3: Semua kandidat dengan pengalaman kerja lebih dari lima tahun ditempatkan pada posisi manajerial.
Kesimpulan yang paling tepat adalah…

20 / 75

D. SILOGISME (3 Premis)

20. Premis 1: Semua bahan pangan yang mendapat label organik tidak mengandung pestisida sintetis.
Premis 2: Sebagian bahan pangan yang tidak mengandung pestisida sintetis dijual dengan harga premium.
Premis 3: Semua bahan pangan yang dijual dengan harga premium disertai sertifikat mutu.
Kesimpulan yang paling tepat adalah…

21 / 75

E. ANALISIS PENALARAN LOGIS

21. Enam orang: F, G, H, I, J, dan K duduk mengelilingi meja bundar menghadap ke pusat meja, pada posisi bernomor 1 sampai 6 searah jarum jam.
– F duduk berhadapan dengan I.
– G duduk tepat di sebelah kanan F.
– K duduk tepat di sebelah kiri I.
– J duduk tepat di sebelah kanan I.
Siapa yang duduk berhadapan dengan H?

22 / 75

E. ANALISIS PENALARAN LOGIS

22. Enam siswa L, M, N, O, P, dan Q duduk berjajar menghadap papan tulis pada satu baris bangku bernomor 1 sampai 6 dari kiri ke kanan.
– N duduk dua kursi di sebelah kanan M.
– O berada di posisi yang lebih kiri daripada Q.
– L duduk di antara M dan O.
– P duduk di kursi paling kiri, nomor 1.
– M tidak duduk di kursi nomor 2.
Siapa yang duduk di kursi nomor 5?

23 / 75

E. ANALISIS PENALARAN LOGIS

23. Diketahui pernyataan berikut:
– Jika proyek disetujui, maka anggaran akan dicairkan dan tim akan mulai bekerja.
– Jika tim mulai bekerja, maka laporan progres akan dibuat setiap minggu.
– Ternyata laporan progres tidak dibuat setiap minggu.
Kesimpulan yang sah adalah…

24 / 75

E. ANALISIS PENALARAN LOGIS

24. Enam karyawan R, S, T, U, V, dan W memiliki masa kerja berbeda-beda di sebuah perusahaan.
– Masa kerja R lebih lama daripada S.
– Masa kerja S lebih lama daripada T, tetapi lebih singkat daripada V.
– Masa kerja U paling singkat di antara semua karyawan.
– Masa kerja W lebih lama daripada V, tetapi lebih singkat daripada R.
– Masa kerja T lebih lama daripada U.
Siapa yang memiliki masa kerja paling lama kedua, setelah karyawan dengan masa kerja terlama?

25 / 75

E. ANALISIS PENALARAN LOGIS

25. Lima kotak bernomor 1-5 masing-masing berisi salah satu buah: apel, jeruk, mangga, anggur, atau pisang.
– Kotak bernomor genap tidak berisi apel maupun anggur.
– Mangga berada tepat di tengah, diapit oleh jeruk dan pisang pada tiga kotak yang berurutan.
– Kotak nomor 1 berisi anggur.
– Anggur dan apel tidak berada di kotak yang bersebelahan.
– Jeruk tidak berada di kotak nomor 2.
Buah apa yang terdapat di kotak nomor 4?

26 / 75

F. DERET ANGKA (Rumit)

26. 4, 7, 13, 25, 49, …

27 / 75

F. DERET ANGKA (Rumit)

27. 3, 6, 11, 22, 27, 54, 59, …

28 / 75

F. DERET ANGKA (Rumit)

28. 0, 3, 8, 15, 24, 35, …

29 / 75

F. DERET ANGKA (Rumit)

29. 2, 4, 6, 10, 16, 26, …

30 / 75

F. DERET ANGKA (Rumit)

30. 1, 2, 4, 8, 15, 26, 42, …

31 / 75

1. Sebuah startup memproyeksikan laba bulanannya (dalam juta rupiah) mengikuti fungsi L(x) = -2x² + 20x – 32, dengan x adalah bulan operasional. Laba maksimum yang dapat dicapai perusahaan tersebut adalah … juta rupiah.

32 / 75

2. Persamaan kuadrat 2x² – 7x + c = 0 memiliki akar-akar x1 dan x2. Jika x1² + x2² = 13/4, nilai c adalah …

33 / 75

3. Persamaan kuadrat x² – (m+2)x + (2m+1) = 0 memiliki akar kembar (diskriminan sama dengan nol). Jumlah semua nilai m yang memenuhi adalah …

34 / 75

4. Rata-rata gabungan tiga kelas ditentukan sebagai berikut: kelas A terdiri atas 25 siswa dengan rata-rata 72, kelas B terdiri atas 30 siswa dengan rata-rata 78, dan kelas C terdiri atas n siswa dengan rata-rata 84. Jika rata-rata gabungan ketiga kelas tersebut adalah 78, banyak siswa kelas C adalah …

35 / 75

5. Ragam (variansi) dari data 3, 5, 7, 9, 11 adalah …

36 / 75

6. Data nilai ujian 10 siswa yang telah diurutkan adalah 60, 62, 65, 68, 70, 72, 75, 78, 80, 85. Kuartil atas (Q3) dari data tersebut adalah …

37 / 75

7. Dalam sebuah kotak terdapat 5 bola merah, 4 bola biru, dan 3 bola kuning. Diambil 2 bola sekaligus secara acak. Peluang terambil 1 bola merah dan 1 bola biru adalah …

38 / 75

8. Dua dadu dilempar bersamaan satu kali. Peluang muncul jumlah mata dadu lebih dari 9 adalah …

39 / 75

9. Sebuah tim futsal terdiri atas 6 pemain putra dan 4 pemain putri akan dipilih 4 orang untuk mengikuti pelatihan khusus. Peluang terpilihnya minimal 3 pemain putra adalah …

40 / 75

10. Jumlah n suku pertama suatu barisan dinyatakan oleh Sn = 2n² + 3n. Suku ke-10 barisan tersebut adalah …

41 / 75

11. Sebuah teater menyusun kursi membentuk barisan aritmetika. Baris pertama terdiri atas 10 kursi, dan setiap baris berikutnya bertambah 5 kursi dari baris sebelumnya. Jika teater tersebut memiliki total 450 kursi, banyak baris kursi pada teater tersebut adalah …

42 / 75

12. Diketahui suatu barisan aritmetika dengan suku ke-3 = 15 dan suku ke-7 = 31. Jika dua kali suku ke-5 dijumlahkan dengan suku pertama barisan tersebut, hasilnya adalah …

43 / 75

13. Suatu barisan geometri memiliki suku ke-3 = 20 dan suku ke-6 = 160. Suku ke-8 barisan tersebut adalah …

44 / 75

14. Sebuah deret geometri tak hingga memiliki jumlah 27. Jika jumlah tiga suku pertamanya adalah 26, suku pertama deret tersebut adalah …

45 / 75

15. Populasi bakteri dalam sebuah kultur berlipat ganda (2 kali) setiap 3 jam. Jika populasi awal adalah 500 bakteri, populasi setelah 15 jam adalah … bakteri.

46 / 75

Ekonomi sirkular menawarkan paradigma alternatif terhadap model ekonomi linear yang selama ini mendominasi aktivitas produksi dan konsumsi global. Alih-alih mengikuti alur ambil–buat–buang, ekonomi sirkular mendorong siklus penggunaan sumber daya yang berkelanjutan melalui strategi reduksi, penggunaan ulang, dan daur ulang material secara sistematis. Sejumlah kajian menunjukkan bahwa penerapan prinsip ini berpotensi memangkas emisi karbon global hingga 39 persen apabila diimplementasikan secara menyeluruh pada sektor manufaktur dan konstruksi.

Meskipun demikian, transisi menuju ekonomi sirkular tidak dapat dilepaskan dari sejumlah tantangan struktural. Infrastruktur daur ulang di banyak negara berkembang masih belum memadai untuk menampung volume limbah yang terus meningkat. Di samping itu, insentif ekonomi bagi pelaku industri untuk beralih dari model produksi linear yang telah mapan cenderung minim, sementara biaya investasi awal untuk teknologi daur ulang tergolong tinggi. Kondisi ini menciptakan semacam jebakan struktural: prinsip ekonomi sirkular dipandang ideal secara konseptual, tetapi penerapannya kerap terhambat oleh kalkulasi untung-rugi jangka pendek para pelaku usaha.

Sejumlah pihak berargumen bahwa intervensi kebijakan, seperti insentif pajak bagi industri yang mengadopsi praktik sirkular atau regulasi yang mewajibkan standar daur ulang minimum, diperlukan untuk mempercepat transisi tersebut. Namun, kebijakan semacam ini pun berisiko membebani pelaku usaha kecil yang belum memiliki kapasitas modal setara dengan korporasi besar, sehingga berpotensi memperlebar kesenjangan kompetisi di antara pelaku industri.

16. Simpulan yang paling didukung oleh bacaan tersebut adalah …

47 / 75

Ekonomi sirkular menawarkan paradigma alternatif terhadap model ekonomi linear yang selama ini mendominasi aktivitas produksi dan konsumsi global. Alih-alih mengikuti alur ambil–buat–buang, ekonomi sirkular mendorong siklus penggunaan sumber daya yang berkelanjutan melalui strategi reduksi, penggunaan ulang, dan daur ulang material secara sistematis. Sejumlah kajian menunjukkan bahwa penerapan prinsip ini berpotensi memangkas emisi karbon global hingga 39 persen apabila diimplementasikan secara menyeluruh pada sektor manufaktur dan konstruksi.

Meskipun demikian, transisi menuju ekonomi sirkular tidak dapat dilepaskan dari sejumlah tantangan struktural. Infrastruktur daur ulang di banyak negara berkembang masih belum memadai untuk menampung volume limbah yang terus meningkat. Di samping itu, insentif ekonomi bagi pelaku industri untuk beralih dari model produksi linear yang telah mapan cenderung minim, sementara biaya investasi awal untuk teknologi daur ulang tergolong tinggi. Kondisi ini menciptakan semacam jebakan struktural: prinsip ekonomi sirkular dipandang ideal secara konseptual, tetapi penerapannya kerap terhambat oleh kalkulasi untung-rugi jangka pendek para pelaku usaha.

Sejumlah pihak berargumen bahwa intervensi kebijakan, seperti insentif pajak bagi industri yang mengadopsi praktik sirkular atau regulasi yang mewajibkan standar daur ulang minimum, diperlukan untuk mempercepat transisi tersebut. Namun, kebijakan semacam ini pun berisiko membebani pelaku usaha kecil yang belum memiliki kapasitas modal setara dengan korporasi besar, sehingga berpotensi memperlebar kesenjangan kompetisi di antara pelaku industri.

17. Asumsi yang mendasari argumen pada paragraf ketiga adalah …

48 / 75

Ekonomi sirkular menawarkan paradigma alternatif terhadap model ekonomi linear yang selama ini mendominasi aktivitas produksi dan konsumsi global. Alih-alih mengikuti alur ambil–buat–buang, ekonomi sirkular mendorong siklus penggunaan sumber daya yang berkelanjutan melalui strategi reduksi, penggunaan ulang, dan daur ulang material secara sistematis. Sejumlah kajian menunjukkan bahwa penerapan prinsip ini berpotensi memangkas emisi karbon global hingga 39 persen apabila diimplementasikan secara menyeluruh pada sektor manufaktur dan konstruksi.

Meskipun demikian, transisi menuju ekonomi sirkular tidak dapat dilepaskan dari sejumlah tantangan struktural. Infrastruktur daur ulang di banyak negara berkembang masih belum memadai untuk menampung volume limbah yang terus meningkat. Di samping itu, insentif ekonomi bagi pelaku industri untuk beralih dari model produksi linear yang telah mapan cenderung minim, sementara biaya investasi awal untuk teknologi daur ulang tergolong tinggi. Kondisi ini menciptakan semacam jebakan struktural: prinsip ekonomi sirkular dipandang ideal secara konseptual, tetapi penerapannya kerap terhambat oleh kalkulasi untung-rugi jangka pendek para pelaku usaha.

Sejumlah pihak berargumen bahwa intervensi kebijakan, seperti insentif pajak bagi industri yang mengadopsi praktik sirkular atau regulasi yang mewajibkan standar daur ulang minimum, diperlukan untuk mempercepat transisi tersebut. Namun, kebijakan semacam ini pun berisiko membebani pelaku usaha kecil yang belum memiliki kapasitas modal setara dengan korporasi besar, sehingga berpotensi memperlebar kesenjangan kompetisi di antara pelaku industri.

18. Makna istilah “jebakan struktural” dalam bacaan tersebut adalah …

49 / 75

Wacana penerapan pajak karbon di Indonesia kembali mengemuka seiring meningkatnya tekanan internasional untuk memenuhi komitmen penurunan emisi gas rumah kaca. Para pendukung kebijakan ini berargumen bahwa pajak karbon akan mendorong pelaku industri untuk beralih ke teknologi rendah emisi karena biaya produksi yang menggunakan energi fosil akan menjadi lebih mahal dibandingkan energi terbarukan. Dengan demikian, mekanisme pasar akan secara otomatis mengarahkan investasi ke sektor energi bersih tanpa memerlukan subsidi pemerintah dalam jumlah besar.

Namun, sejumlah ekonom mengingatkan bahwa efektivitas pajak karbon sangat bergantung pada besaran tarif yang ditetapkan. Jika tarif terlalu rendah, insentif bagi industri untuk beralih ke energi bersih menjadi tidak signifikan, sementara beban biaya tambahan tetap akan dibebankan kepada konsumen melalui kenaikan harga barang. Sebaliknya, tarif yang terlalu tinggi berisiko menekan daya saing industri dalam negeri di pasar global, terutama bagi sektor yang masih sangat bergantung pada energi fosil sebagai sumber energi utama produksinya.

19. Pernyataan berikut ini, jika benar, akan paling melemahkan argumen para pendukung pajak karbon adalah …

50 / 75

Wacana penerapan pajak karbon di Indonesia kembali mengemuka seiring meningkatnya tekanan internasional untuk memenuhi komitmen penurunan emisi gas rumah kaca. Para pendukung kebijakan ini berargumen bahwa pajak karbon akan mendorong pelaku industri untuk beralih ke teknologi rendah emisi karena biaya produksi yang menggunakan energi fosil akan menjadi lebih mahal dibandingkan energi terbarukan. Dengan demikian, mekanisme pasar akan secara otomatis mengarahkan investasi ke sektor energi bersih tanpa memerlukan subsidi pemerintah dalam jumlah besar.

Namun, sejumlah ekonom mengingatkan bahwa efektivitas pajak karbon sangat bergantung pada besaran tarif yang ditetapkan. Jika tarif terlalu rendah, insentif bagi industri untuk beralih ke energi bersih menjadi tidak signifikan, sementara beban biaya tambahan tetap akan dibebankan kepada konsumen melalui kenaikan harga barang. Sebaliknya, tarif yang terlalu tinggi berisiko menekan daya saing industri dalam negeri di pasar global, terutama bagi sektor yang masih sangat bergantung pada energi fosil sebagai sumber energi utama produksinya.

20. Hubungan logis antara paragraf pertama dan paragraf kedua bacaan tersebut adalah …

51 / 75

Wacana penerapan pajak karbon di Indonesia kembali mengemuka seiring meningkatnya tekanan internasional untuk memenuhi komitmen penurunan emisi gas rumah kaca. Para pendukung kebijakan ini berargumen bahwa pajak karbon akan mendorong pelaku industri untuk beralih ke teknologi rendah emisi karena biaya produksi yang menggunakan energi fosil akan menjadi lebih mahal dibandingkan energi terbarukan. Dengan demikian, mekanisme pasar akan secara otomatis mengarahkan investasi ke sektor energi bersih tanpa memerlukan subsidi pemerintah dalam jumlah besar.

Namun, sejumlah ekonom mengingatkan bahwa efektivitas pajak karbon sangat bergantung pada besaran tarif yang ditetapkan. Jika tarif terlalu rendah, insentif bagi industri untuk beralih ke energi bersih menjadi tidak signifikan, sementara beban biaya tambahan tetap akan dibebankan kepada konsumen melalui kenaikan harga barang. Sebaliknya, tarif yang terlalu tinggi berisiko menekan daya saing industri dalam negeri di pasar global, terutama bagi sektor yang masih sangat bergantung pada energi fosil sebagai sumber energi utama produksinya.

21. Berdasarkan bacaan, dapat disimpulkan bahwa penentuan tarif pajak karbon yang tepat harus mempertimbangkan …

52 / 75

Waktu, bagi Hanna, telah menjelma menjadi sungai yang mengalir searah tanpa pernah sudi berbalik meski hanya untuk mengizinkannya memungut sekeping kenangan yang tercecer di tepiannya. Ia berdiri di ambang jendela apartemennya yang menghadap ke arah barat, menyaksikan senja meluruh perlahan seperti tinta yang tumpah di atas kertas basah, dan tiba-tiba merasa asing pada dirinya sendiri—perempuan yang dulu penuh gairah kini hanya menyisakan kelelahan yang bahkan tidur pun tak mampu menuntaskannya.

Ibunya pernah berkata bahwa hidup adalah rangkaian pilihan yang harus dibayar dengan kehilangan lain, dan Hanna mulai memahami betapa dalam maksud kalimat itu tatkala ia harus melepas cita-citanya menjadi arsitek demi merawat sang ibu yang jatuh sakit sepuluh tahun silam. Tidak ada penyesalan yang diucapkannya secara terang-terangan, namun setiap kali melintasi gedung-gedung tinggi rancangan orang lain, ada getar sunyi yang menjalar di dadanya, seolah menagih sesuatu yang telah lama ia titipkan pada masa lalu dan tak pernah sempat diambil kembali.

Kini, di usia yang telah melewati separuh perjalanan, Hanna mendapati dirinya berdiri di persimpangan yang sama—antara mengejar apa yang tersisa dari mimpinya atau terus bertahan dalam rutinitas yang telah membentuknya selama ini. Ia menghela napas panjang, membiarkan pertanyaan itu menggantung tanpa jawaban, sebagaimana senja yang enggan segera berganti malam.

22. Majas yang terdapat pada kalimat pertama paragraf pertama bacaan tersebut adalah …

53 / 75

Waktu, bagi Hanna, telah menjelma menjadi sungai yang mengalir searah tanpa pernah sudi berbalik meski hanya untuk mengizinkannya memungut sekeping kenangan yang tercecer di tepiannya. Ia berdiri di ambang jendela apartemennya yang menghadap ke arah barat, menyaksikan senja meluruh perlahan seperti tinta yang tumpah di atas kertas basah, dan tiba-tiba merasa asing pada dirinya sendiri—perempuan yang dulu penuh gairah kini hanya menyisakan kelelahan yang bahkan tidur pun tak mampu menuntaskannya.

Ibunya pernah berkata bahwa hidup adalah rangkaian pilihan yang harus dibayar dengan kehilangan lain, dan Hanna mulai memahami betapa dalam maksud kalimat itu tatkala ia harus melepas cita-citanya menjadi arsitek demi merawat sang ibu yang jatuh sakit sepuluh tahun silam. Tidak ada penyesalan yang diucapkannya secara terang-terangan, namun setiap kali melintasi gedung-gedung tinggi rancangan orang lain, ada getar sunyi yang menjalar di dadanya, seolah menagih sesuatu yang telah lama ia titipkan pada masa lalu dan tak pernah sempat diambil kembali.

Kini, di usia yang telah melewati separuh perjalanan, Hanna mendapati dirinya berdiri di persimpangan yang sama—antara mengejar apa yang tersisa dari mimpinya atau terus bertahan dalam rutinitas yang telah membentuknya selama ini. Ia menghela napas panjang, membiarkan pertanyaan itu menggantung tanpa jawaban, sebagaimana senja yang enggan segera berganti malam.

23. Konflik batin yang dialami tokoh Hanna dalam kutipan tersebut adalah …

54 / 75

Waktu, bagi Hanna, telah menjelma menjadi sungai yang mengalir searah tanpa pernah sudi berbalik meski hanya untuk mengizinkannya memungut sekeping kenangan yang tercecer di tepiannya. Ia berdiri di ambang jendela apartemennya yang menghadap ke arah barat, menyaksikan senja meluruh perlahan seperti tinta yang tumpah di atas kertas basah, dan tiba-tiba merasa asing pada dirinya sendiri—perempuan yang dulu penuh gairah kini hanya menyisakan kelelahan yang bahkan tidur pun tak mampu menuntaskannya.

Ibunya pernah berkata bahwa hidup adalah rangkaian pilihan yang harus dibayar dengan kehilangan lain, dan Hanna mulai memahami betapa dalam maksud kalimat itu tatkala ia harus melepas cita-citanya menjadi arsitek demi merawat sang ibu yang jatuh sakit sepuluh tahun silam. Tidak ada penyesalan yang diucapkannya secara terang-terangan, namun setiap kali melintasi gedung-gedung tinggi rancangan orang lain, ada getar sunyi yang menjalar di dadanya, seolah menagih sesuatu yang telah lama ia titipkan pada masa lalu dan tak pernah sempat diambil kembali.

Kini, di usia yang telah melewati separuh perjalanan, Hanna mendapati dirinya berdiri di persimpangan yang sama—antara mengejar apa yang tersisa dari mimpinya atau terus bertahan dalam rutinitas yang telah membentuknya selama ini. Ia menghela napas panjang, membiarkan pertanyaan itu menggantung tanpa jawaban, sebagaimana senja yang enggan segera berganti malam.

24. Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam kutipan tersebut adalah …

55 / 75

Sebuah studi longitudinal yang melibatkan lebih dari 12.000 responden di sepuluh negara menemukan korelasi antara durasi tidur dan risiko gangguan metabolik. Responden yang secara konsisten tidur kurang dari enam jam per malam menunjukkan risiko terkena resistensi insulin 1,7 kali lebih tinggi dibandingkan responden yang tidur antara tujuh hingga delapan jam per malam. Menariknya, responden yang tidur lebih dari sembilan jam per malam juga menunjukkan peningkatan risiko serupa, meskipun mekanisme biologis di baliknya belum sepenuhnya dipahami oleh para peneliti.

Para peneliti menekankan bahwa temuan ini bersifat korelasional, bukan kausal, sehingga tidak dapat langsung disimpulkan bahwa durasi tidur secara langsung menyebabkan gangguan metabolik. Sejumlah variabel perancu (confounding variables), seperti tingkat aktivitas fisik, pola makan, dan kondisi kesehatan mental responden, turut memengaruhi hasil penelitian namun belum sepenuhnya dapat dikontrol dalam desain studi ini. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dengan desain eksperimental diperlukan untuk memastikan hubungan sebab-akibat antara durasi tidur dan risiko gangguan metabolik tersebut.

25. Kelemahan utama penelitian yang diungkapkan dalam bacaan tersebut adalah …

56 / 75

Sebuah studi longitudinal yang melibatkan lebih dari 12.000 responden di sepuluh negara menemukan korelasi antara durasi tidur dan risiko gangguan metabolik. Responden yang secara konsisten tidur kurang dari enam jam per malam menunjukkan risiko terkena resistensi insulin 1,7 kali lebih tinggi dibandingkan responden yang tidur antara tujuh hingga delapan jam per malam. Menariknya, responden yang tidur lebih dari sembilan jam per malam juga menunjukkan peningkatan risiko serupa, meskipun mekanisme biologis di baliknya belum sepenuhnya dipahami oleh para peneliti.

Para peneliti menekankan bahwa temuan ini bersifat korelasional, bukan kausal, sehingga tidak dapat langsung disimpulkan bahwa durasi tidur secara langsung menyebabkan gangguan metabolik. Sejumlah variabel perancu (confounding variables), seperti tingkat aktivitas fisik, pola makan, dan kondisi kesehatan mental responden, turut memengaruhi hasil penelitian namun belum sepenuhnya dapat dikontrol dalam desain studi ini. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dengan desain eksperimental diperlukan untuk memastikan hubungan sebab-akibat antara durasi tidur dan risiko gangguan metabolik tersebut.

26. Pernyataan berikut yang TIDAK dapat disimpulkan secara sahih dari bacaan tersebut adalah …

57 / 75

Sebuah studi longitudinal yang melibatkan lebih dari 12.000 responden di sepuluh negara menemukan korelasi antara durasi tidur dan risiko gangguan metabolik. Responden yang secara konsisten tidur kurang dari enam jam per malam menunjukkan risiko terkena resistensi insulin 1,7 kali lebih tinggi dibandingkan responden yang tidur antara tujuh hingga delapan jam per malam. Menariknya, responden yang tidur lebih dari sembilan jam per malam juga menunjukkan peningkatan risiko serupa, meskipun mekanisme biologis di baliknya belum sepenuhnya dipahami oleh para peneliti.

Para peneliti menekankan bahwa temuan ini bersifat korelasional, bukan kausal, sehingga tidak dapat langsung disimpulkan bahwa durasi tidur secara langsung menyebabkan gangguan metabolik. Sejumlah variabel perancu (confounding variables), seperti tingkat aktivitas fisik, pola makan, dan kondisi kesehatan mental responden, turut memengaruhi hasil penelitian namun belum sepenuhnya dapat dikontrol dalam desain studi ini. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dengan desain eksperimental diperlukan untuk memastikan hubungan sebab-akibat antara durasi tidur dan risiko gangguan metabolik tersebut.

27. Makna istilah “variabel perancu” dalam bacaan tersebut adalah …

58 / 75

(1) Meskipun sejumlah pihak menilai kebijakan tersebut kurang efektif dalam jangka pendek, tidak sedikit pula pengamat yang meyakini bahwa dampak positifnya baru akan terasa dalam kurun waktu lima hingga sepuluh tahun mendatang. (2) Pemerintah sendiri optimis bahwa investasi pada sektor pendidikan vokasi akan menghasilkan tenaga kerja terampil yang mampu bersaing di pasar kerja global. (3) Namun demikian, tanpa disertai reformasi kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri, investasi tersebut berisiko hanya menghasilkan lulusan yang tetap tidak terserap secara optimal oleh dunia kerja. (4) Data menunjukkan bahwa tingkat pengangguran lulusan vokasi di beberapa daerah bahkan lebih tinggi dibandingkan lulusan pendidikan umum. (5) Fenomena ini mengindikasikan bahwa keberhasilan kebijakan pendidikan vokasi tidak semata-mata ditentukan oleh besaran anggaran yang digelontorkan, melainkan juga oleh kesesuaian kurikulum dan keterlibatan aktif industri dalam proses pembelajaran.

28. Simpulan yang paling kuat didukung oleh data dalam bacaan tersebut adalah …

59 / 75

(1) Meskipun sejumlah pihak menilai kebijakan tersebut kurang efektif dalam jangka pendek, tidak sedikit pula pengamat yang meyakini bahwa dampak positifnya baru akan terasa dalam kurun waktu lima hingga sepuluh tahun mendatang. (2) Pemerintah sendiri optimis bahwa investasi pada sektor pendidikan vokasi akan menghasilkan tenaga kerja terampil yang mampu bersaing di pasar kerja global. (3) Namun demikian, tanpa disertai reformasi kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri, investasi tersebut berisiko hanya menghasilkan lulusan yang tetap tidak terserap secara optimal oleh dunia kerja. (4) Data menunjukkan bahwa tingkat pengangguran lulusan vokasi di beberapa daerah bahkan lebih tinggi dibandingkan lulusan pendidikan umum. (5) Fenomena ini mengindikasikan bahwa keberhasilan kebijakan pendidikan vokasi tidak semata-mata ditentukan oleh besaran anggaran yang digelontorkan, melainkan juga oleh kesesuaian kurikulum dan keterlibatan aktif industri dalam proses pembelajaran.

29. Kalimat yang paling menunjukkan sikap kritis terhadap optimisme pemerintah pada kalimat (2) adalah kalimat nomor …

60 / 75

(1) Meskipun sejumlah pihak menilai kebijakan tersebut kurang efektif dalam jangka pendek, tidak sedikit pula pengamat yang meyakini bahwa dampak positifnya baru akan terasa dalam kurun waktu lima hingga sepuluh tahun mendatang. (2) Pemerintah sendiri optimis bahwa investasi pada sektor pendidikan vokasi akan menghasilkan tenaga kerja terampil yang mampu bersaing di pasar kerja global. (3) Namun demikian, tanpa disertai reformasi kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri, investasi tersebut berisiko hanya menghasilkan lulusan yang tetap tidak terserap secara optimal oleh dunia kerja. (4) Data menunjukkan bahwa tingkat pengangguran lulusan vokasi di beberapa daerah bahkan lebih tinggi dibandingkan lulusan pendidikan umum. (5) Fenomena ini mengindikasikan bahwa keberhasilan kebijakan pendidikan vokasi tidak semata-mata ditentukan oleh besaran anggaran yang digelontorkan, melainkan juga oleh kesesuaian kurikulum dan keterlibatan aktif industri dalam proses pembelajaran.

30. Fungsi kalimat (4) dalam struktur argumen paragraf tersebut adalah …

61 / 75

Short-form video content has become one of the most dominant forms of entertainment in the past few years. Platforms that specialize in videos lasting under a minute have attracted billions of users worldwide, changing the way people consume information and entertainment. Unlike traditional long-form content, short videos are designed to capture attention within the first few seconds, making them highly addictive and easy to consume during short breaks.

This shift has significantly impacted various industries, including marketing, education, and even journalism. Brands now rely heavily on short clips to promote products, while educators experiment with bite-sized lessons to engage younger audiences who have grown accustomed to rapid content consumption. However, critics argue that this trend may contribute to shorter attention spans and a preference for superficial information over in-depth understanding.

Despite the concerns, short-form video is unlikely to disappear anytime soon. Many experts believe that instead of resisting the trend, industries should adapt by finding creative ways to deliver meaningful content within shorter time frames, striking a balance between engagement and substance.

31. What can be learned from the whole passage?

62 / 75

Short-form video content has become one of the most dominant forms of entertainment in the past few years. Platforms that specialize in videos lasting under a minute have attracted billions of users worldwide, changing the way people consume information and entertainment. Unlike traditional long-form content, short videos are designed to capture attention within the first few seconds, making them highly addictive and easy to consume during short breaks.

This shift has significantly impacted various industries, including marketing, education, and even journalism. Brands now rely heavily on short clips to promote products, while educators experiment with bite-sized lessons to engage younger audiences who have grown accustomed to rapid content consumption. However, critics argue that this trend may contribute to shorter attention spans and a preference for superficial information over in-depth understanding.

Despite the concerns, short-form video is unlikely to disappear anytime soon. Many experts believe that instead of resisting the trend, industries should adapt by finding creative ways to deliver meaningful content within shorter time frames, striking a balance between engagement and substance.

32. What would be the best main idea of the first paragraph?

63 / 75

Short-form video content has become one of the most dominant forms of entertainment in the past few years. Platforms that specialize in videos lasting under a minute have attracted billions of users worldwide, changing the way people consume information and entertainment. Unlike traditional long-form content, short videos are designed to capture attention within the first few seconds, making them highly addictive and easy to consume during short breaks.

This shift has significantly impacted various industries, including marketing, education, and even journalism. Brands now rely heavily on short clips to promote products, while educators experiment with bite-sized lessons to engage younger audiences who have grown accustomed to rapid content consumption. However, critics argue that this trend may contribute to shorter attention spans and a preference for superficial information over in-depth understanding.

Despite the concerns, short-form video is unlikely to disappear anytime soon. Many experts believe that instead of resisting the trend, industries should adapt by finding creative ways to deliver meaningful content within shorter time frames, striking a balance between engagement and substance.

33. The word “addictive” in paragraph one is closest in meaning to …

64 / 75

Short-form video content has become one of the most dominant forms of entertainment in the past few years. Platforms that specialize in videos lasting under a minute have attracted billions of users worldwide, changing the way people consume information and entertainment. Unlike traditional long-form content, short videos are designed to capture attention within the first few seconds, making them highly addictive and easy to consume during short breaks.

This shift has significantly impacted various industries, including marketing, education, and even journalism. Brands now rely heavily on short clips to promote products, while educators experiment with bite-sized lessons to engage younger audiences who have grown accustomed to rapid content consumption. However, critics argue that this trend may contribute to shorter attention spans and a preference for superficial information over in-depth understanding.

Despite the concerns, short-form video is unlikely to disappear anytime soon. Many experts believe that instead of resisting the trend, industries should adapt by finding creative ways to deliver meaningful content within shorter time frames, striking a balance between engagement and substance.

34. What is the relation between paragraphs two and three in the passage?

65 / 75

Short-form video content has become one of the most dominant forms of entertainment in the past few years. Platforms that specialize in videos lasting under a minute have attracted billions of users worldwide, changing the way people consume information and entertainment. Unlike traditional long-form content, short videos are designed to capture attention within the first few seconds, making them highly addictive and easy to consume during short breaks.

This shift has significantly impacted various industries, including marketing, education, and even journalism. Brands now rely heavily on short clips to promote products, while educators experiment with bite-sized lessons to engage younger audiences who have grown accustomed to rapid content consumption. However, critics argue that this trend may contribute to shorter attention spans and a preference for superficial information over in-depth understanding.

Despite the concerns, short-form video is unlikely to disappear anytime soon. Many experts believe that instead of resisting the trend, industries should adapt by finding creative ways to deliver meaningful content within shorter time frames, striking a balance between engagement and substance.

35. Based on the passage, which industries have been impacted by the rise of short-form video?

66 / 75

Over the past few years, an increasing number of professionals have embraced the digital nomad lifestyle, choosing to work remotely while traveling to different countries. This trend has been fueled by advancements in technology, the rise of remote-friendly companies, and the growing desire among younger generations to combine work with travel experiences. Popular destinations for digital nomads include cities with affordable living costs, reliable internet connections, and vibrant communities of like-minded travelers.

While the lifestyle offers freedom and flexibility, it also comes with its own set of challenges. Digital nomads often struggle with maintaining a stable routine, dealing with time zone differences when collaborating with teams, and navigating complex visa regulations in different countries. Loneliness is another common issue, as constantly moving from place to place can make it difficult to build lasting relationships.

To address these challenges, several countries have introduced digital nomad visas, allowing remote workers to stay for extended periods without the need for a traditional work permit. Co-working spaces and nomad-friendly communities have also emerged in many cities, providing support networks and opportunities for collaboration among traveling professionals.

36. What is the passage mainly about?

67 / 75

Over the past few years, an increasing number of professionals have embraced the digital nomad lifestyle, choosing to work remotely while traveling to different countries. This trend has been fueled by advancements in technology, the rise of remote-friendly companies, and the growing desire among younger generations to combine work with travel experiences. Popular destinations for digital nomads include cities with affordable living costs, reliable internet connections, and vibrant communities of like-minded travelers.

While the lifestyle offers freedom and flexibility, it also comes with its own set of challenges. Digital nomads often struggle with maintaining a stable routine, dealing with time zone differences when collaborating with teams, and navigating complex visa regulations in different countries. Loneliness is another common issue, as constantly moving from place to place can make it difficult to build lasting relationships.

To address these challenges, several countries have introduced digital nomad visas, allowing remote workers to stay for extended periods without the need for a traditional work permit. Co-working spaces and nomad-friendly communities have also emerged in many cities, providing support networks and opportunities for collaboration among traveling professionals.

37. The word “fueled” in paragraph one is closest in meaning to …

68 / 75

Over the past few years, an increasing number of professionals have embraced the digital nomad lifestyle, choosing to work remotely while traveling to different countries. This trend has been fueled by advancements in technology, the rise of remote-friendly companies, and the growing desire among younger generations to combine work with travel experiences. Popular destinations for digital nomads include cities with affordable living costs, reliable internet connections, and vibrant communities of like-minded travelers.

While the lifestyle offers freedom and flexibility, it also comes with its own set of challenges. Digital nomads often struggle with maintaining a stable routine, dealing with time zone differences when collaborating with teams, and navigating complex visa regulations in different countries. Loneliness is another common issue, as constantly moving from place to place can make it difficult to build lasting relationships.

To address these challenges, several countries have introduced digital nomad visas, allowing remote workers to stay for extended periods without the need for a traditional work permit. Co-working spaces and nomad-friendly communities have also emerged in many cities, providing support networks and opportunities for collaboration among traveling professionals.

38. According to the passage, one of the challenges faced by digital nomads is …

69 / 75

Over the past few years, an increasing number of professionals have embraced the digital nomad lifestyle, choosing to work remotely while traveling to different countries. This trend has been fueled by advancements in technology, the rise of remote-friendly companies, and the growing desire among younger generations to combine work with travel experiences. Popular destinations for digital nomads include cities with affordable living costs, reliable internet connections, and vibrant communities of like-minded travelers.

While the lifestyle offers freedom and flexibility, it also comes with its own set of challenges. Digital nomads often struggle with maintaining a stable routine, dealing with time zone differences when collaborating with teams, and navigating complex visa regulations in different countries. Loneliness is another common issue, as constantly moving from place to place can make it difficult to build lasting relationships.

To address these challenges, several countries have introduced digital nomad visas, allowing remote workers to stay for extended periods without the need for a traditional work permit. Co-working spaces and nomad-friendly communities have also emerged in many cities, providing support networks and opportunities for collaboration among traveling professionals.

39. What is the purpose of the third paragraph?

70 / 75

Over the past few years, an increasing number of professionals have embraced the digital nomad lifestyle, choosing to work remotely while traveling to different countries. This trend has been fueled by advancements in technology, the rise of remote-friendly companies, and the growing desire among younger generations to combine work with travel experiences. Popular destinations for digital nomads include cities with affordable living costs, reliable internet connections, and vibrant communities of like-minded travelers.

While the lifestyle offers freedom and flexibility, it also comes with its own set of challenges. Digital nomads often struggle with maintaining a stable routine, dealing with time zone differences when collaborating with teams, and navigating complex visa regulations in different countries. Loneliness is another common issue, as constantly moving from place to place can make it difficult to build lasting relationships.

To address these challenges, several countries have introduced digital nomad visas, allowing remote workers to stay for extended periods without the need for a traditional work permit. Co-working spaces and nomad-friendly communities have also emerged in many cities, providing support networks and opportunities for collaboration among traveling professionals.

40. Based on the passage, digital nomad visas are designed to …

71 / 75

Soal nomor 41–45 merupakan soal grammar. Lengkapilah kalimat rumpang berikut dengan jawaban yang paling tepat.

41. If you say that there is no … about the effectiveness of renewable energy, you mean that you are very sure that what you are saying is true.

72 / 75

Soal nomor 41–45 merupakan soal grammar. Lengkapilah kalimat rumpang berikut dengan jawaban yang paling tepat.

42. Before the online exam starts, the lecturer said, “Don’t worry too much. If you prepare well, you … it successfully.”

73 / 75

Soal nomor 41–45 merupakan soal grammar. Lengkapilah kalimat rumpang berikut dengan jawaban yang paling tepat.

43. Almost 70% of Indonesia’s Gen Z population are active social media users, … engagement rate is among the highest in Southeast Asia.

74 / 75

Soal nomor 41–45 merupakan soal grammar. Lengkapilah kalimat rumpang berikut dengan jawaban yang paling tepat.

44. Only through consistent practice and discipline … the skills needed to become a professional esports player.

75 / 75

Soal nomor 41–45 merupakan soal grammar. Lengkapilah kalimat rumpang berikut dengan jawaban yang paling tepat.

45. Yesterday we were finishing our group project on a mobile application. Ten minutes before the deadline, we asked our supervisor for an extension because the server kept crashing. Our supervisor said, “Only if you promise to submit the revised version tomorrow, ….”

Your score is

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *