69. Aksi premanisme di Rumah Duka RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, rumah sakit milik TNI Angkatan Darat, Kamis (23/2) dini hari menelan dua korban tewas akibat serangan brutal oleh sekitar 50 orang preman bersenjatakan parang. Aksi kriminalitas ini mengangkat lagi memori kita tentang berbagai aksi premanisme yang mengakibatkan korban jiwa.
Kali ini aksi preman malah merangsek hingga ke kompleks milik militer. Meski bukan di markas prajurit, kompleks RSPAD memasuk properti dan simbol eksistensi TNI AD. Ia hadir dalam berbagai ranah publik dan termanifestasi secara halus maupun kasar, bahkan brutal.
Sebenarnya premanisme bisa terjadi di mana-mana, termasuk di negara makmur sekalipun. Keberadaannya di Indonesia muncul sejak lama. Bahkan mungkin sejak era kerajaan-kerajaan di Nusantara pun premanisme sudah hidup. Namun, berita anarkistis, bahkan brutal, oleh para preman di Indonesia beberapa tahun belakangan ini sungguh menyesakkan dada sekaligus memuakkan.
Aksi penyerangan dan pembunuhan di RSPAD Gatot Subroto menunjukkan bahwa mereka sudah tidak lagi menghargai dan segan terhadap TNI. Benar bahwa rumah duka itu dikelola pihak swasta dan menjadi ruang publik. Namun, bangunan tersebut terletak di tengah-tengah kesatrian AD sehingga aksi itu sangat menyinggung perasaan anggota TNI, termasuk para purnawirawan. (Kompas, 28 Februari 2012, hlm. 6)
Kata dalam bacaan di atas yang mengandung makna konotatif adalah kata …
Tinggalkan Balasan