Mini TO UM UNDIP Bahasa Indonesia 15-17

5

Mini TO UM UNDIP Bahasa Indonesia 15-17

Anda punya waktu 20 menit untuk mengerjakan 20 soal. Kerjakan dengan jujur sebab ini bahan evaluasi kalian. Semakin banyak latihan dan semakin banyak benar semakin bagus. Anda punya kesempatan tiga kali pengerjaan.Kerjakan di laptop atau tablet agar lebih optimal secara tampilan. Kalian yang mau gabung bimbel UM UNDIP  boleh banget! Kalian bisa klik di sini

The number of attempts remaining is 6

Isi dulu data diri yaah

1 / 20

61. Teks untuk Soal No. 61–64

[1]Elang adalah jenis unggas di dunia ini yang paling panjang umurnya. [2]Elang bisa mencapai 70 tahun untuk satu masa siklus hidupnya. [3]Jika elang tersebut ingin hidup panjang umur, sewaktu dia mencapai umur 40 tahun, dia harus membuat suatu keputusan penting yang sulit. [4]Ketika seekor elang hidup hingga mencapai umur 40 tahun, cakarnya sudah mulai menua, sudah tidak bisa lagi menangkap mangsanya dengan efektif. [5]Paruhnya berubah menjadi panjang dan melengkung, yang hampir-hampir menyentuh di atas dadanya. [6]Kedua sayapnya juga berubah menjadi sangat berat, karena bulunya tumbuh semakin panjang tebal dan lebat, yang membuat dia menjadi berat mengepakkan sayap untuk terbang.

Saat ini dia hanya punya dua pilihan: menunggu ajal tiba, atau menjalani proses menjadi muda kembali yang sangat menderita “Pertapaan” panjang selama 150 hari. Elang itu harus berusaha mendaki ke puncak gunung, di atas tebing yang curam dia membangun sarangnya, dan berdiam disana tidak boleh terbang. Pertama elang itu harus mematukkan paruhnya ke atas batu karang, hingga paruh itu sama sekali terlepas dari mulutnya. Dia kemudian berdiam diri menunggu pertumbuhan paruh yang baru. Setelah paruh barunya tumbuh, dia akan menggunakan paruh itu untuk mencabut kuku-kukunya satu persatu. Setelah kuku-kuku barunya tumbuh, dia lalu mencabut bulunya satu demi satu. Lima bulan kemudian, setelah bulu barunya tumbuh sempurna, elang itu mulai terbang kembali. Kehidupan baru ini akan membuat elang itu melanjutkan kehidupannya selama 30 tahun lagi!

Kalimat pertama paragraf kedua bacaan di atas merupakan kalimat tidak efektif. Efektivitas kalimat itu diperbaiki dengan cara sebagai berikut …

2 / 20

62. Teks untuk Soal No. 61–64

[1]Elang adalah jenis unggas di dunia ini yang paling panjang umurnya. [2]Elang bisa mencapai 70 tahun untuk satu masa siklus hidupnya. [3]Jika elang tersebut ingin hidup panjang umur, sewaktu dia mencapai umur 40 tahun, dia harus membuat suatu keputusan penting yang sulit. [4]Ketika seekor elang hidup hingga mencapai umur 40 tahun, cakarnya sudah mulai menua, sudah tidak bisa lagi menangkap mangsanya dengan efektif. [5]Paruhnya berubah menjadi panjang dan melengkung, yang hampir-hampir menyentuh di atas dadanya. [6]Kedua sayapnya juga berubah menjadi sangat berat, karena bulunya tumbuh semakin panjang tebal dan lebat, yang membuat dia menjadi berat mengepakkan sayap untuk terbang.

Saat ini dia hanya punya dua pilihan: menunggu ajal tiba, atau menjalani proses menjadi muda kembali yang sangat menderita “Pertapaan” panjang selama 150 hari. Elang itu harus berusaha mendaki ke puncak gunung, di atas tebing yang curam dia membangun sarangnya, dan berdiam disana tidak boleh terbang. Pertama elang itu harus mematukkan paruhnya ke atas batu karang, hingga paruh itu sama sekali terlepas dari mulutnya. Dia kemudian berdiam diri menunggu pertumbuhan paruh yang baru. Setelah paruh barunya tumbuh, dia akan menggunakan paruh itu untuk mencabut kuku-kukunya satu persatu. Setelah kuku-kuku barunya tumbuh, dia lalu mencabut bulunya satu demi satu. Lima bulan kemudian, setelah bulu barunya tumbuh sempurna, elang itu mulai terbang kembali. Kehidupan baru ini akan membuat elang itu melanjutkan kehidupannya selama 30 tahun lagi!

Gagasan utama paragraf pertama bacaan di atas terdapat pada kalimat …

3 / 20

63. Teks untuk Soal No. 61–64

[1]Elang adalah jenis unggas di dunia ini yang paling panjang umurnya. [2]Elang bisa mencapai 70 tahun untuk satu masa siklus hidupnya. [3]Jika elang tersebut ingin hidup panjang umur, sewaktu dia mencapai umur 40 tahun, dia harus membuat suatu keputusan penting yang sulit. [4]Ketika seekor elang hidup hingga mencapai umur 40 tahun, cakarnya sudah mulai menua, sudah tidak bisa lagi menangkap mangsanya dengan efektif. [5]Paruhnya berubah menjadi panjang dan melengkung, yang hampir-hampir menyentuh di atas dadanya. [6]Kedua sayapnya juga berubah menjadi sangat berat, karena bulunya tumbuh semakin panjang tebal dan lebat, yang membuat dia menjadi berat mengepakkan sayap untuk terbang.

Saat ini dia hanya punya dua pilihan: menunggu ajal tiba, atau menjalani proses menjadi muda kembali yang sangat menderita “Pertapaan” panjang selama 150 hari. Elang itu harus berusaha mendaki ke puncak gunung, di atas tebing yang curam dia membangun sarangnya, dan berdiam disana tidak boleh terbang. Pertama elang itu harus mematukkan paruhnya ke atas batu karang, hingga paruh itu sama sekali terlepas dari mulutnya. Dia kemudian berdiam diri menunggu pertumbuhan paruh yang baru. Setelah paruh barunya tumbuh, dia akan menggunakan paruh itu untuk mencabut kuku-kukunya satu persatu. Setelah kuku-kuku barunya tumbuh, dia lalu mencabut bulunya satu demi satu. Lima bulan kemudian, setelah bulu barunya tumbuh sempurna, elang itu mulai terbang kembali. Kehidupan baru ini akan membuat elang itu melanjutkan kehidupannya selama 30 tahun lagi!

Bacaan di atas lebih tepat diberi judul …

4 / 20

64. Teks untuk Soal No. 61–64

[1]Elang adalah jenis unggas di dunia ini yang paling panjang umurnya. [2]Elang bisa mencapai 70 tahun untuk satu masa siklus hidupnya. [3]Jika elang tersebut ingin hidup panjang umur, sewaktu dia mencapai umur 40 tahun, dia harus membuat suatu keputusan penting yang sulit. [4]Ketika seekor elang hidup hingga mencapai umur 40 tahun, cakarnya sudah mulai menua, sudah tidak bisa lagi menangkap mangsanya dengan efektif. [5]Paruhnya berubah menjadi panjang dan melengkung, yang hampir-hampir menyentuh di atas dadanya. [6]Kedua sayapnya juga berubah menjadi sangat berat, karena bulunya tumbuh semakin panjang tebal dan lebat, yang membuat dia menjadi berat mengepakkan sayap untuk terbang.

Saat ini dia hanya punya dua pilihan: menunggu ajal tiba, atau menjalani proses menjadi muda kembali yang sangat menderita “Pertapaan” panjang selama 150 hari. Elang itu harus berusaha mendaki ke puncak gunung, di atas tebing yang curam dia membangun sarangnya, dan berdiam disana tidak boleh terbang. Pertama elang itu harus mematukkan paruhnya ke atas batu karang, hingga paruh itu sama sekali terlepas dari mulutnya. Dia kemudian berdiam diri menunggu pertumbuhan paruh yang baru. Setelah paruh barunya tumbuh, dia akan menggunakan paruh itu untuk mencabut kuku-kukunya satu persatu. Setelah kuku-kuku barunya tumbuh, dia lalu mencabut bulunya satu demi satu. Lima bulan kemudian, setelah bulu barunya tumbuh sempurna, elang itu mulai terbang kembali. Kehidupan baru ini akan membuat elang itu melanjutkan kehidupannya selama 30 tahun lagi!

Apabila bacaan di atas dilanjutkan, maka gagasan utama paragraf berikutnya tentang …

5 / 20

65. Tulisan ini merupakan ungkapan kegelisahan yang sudah tersimpan beberapa tahun terakhir. Penulis merasa tertantang ketika menyaksikan nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa sekolah dasar hingga menengah atas tidak satupun yang memperoleh nilai sempurna (10) dalam ujian nasional, seperti mata pelajaran-mata pelajaran lain, termasuk matematika dan fisika yang dianggap sulit oleh sebagaian besar siswa.

Kata tertantang dalam tulisan di atas dapat diganti …

6 / 20

66. Dia berusaha dengan menghalalkan segala cara karena hidupnya mempertuhankan materi.

Kata mempertuhankan dalam kalimat di atas, memiliki makna yang sama dengan kata dalam kalimat di bawah ini …

7 / 20

67. Anak kos sebelah yang berambut panjang dan beralis tebal yang selalu menyapa kita telah bekerja sebagai asisten manajer perusahaan rokok terbesar di Jawa Tengah.

Pola kalimat di bawah ini sama dengan pola kalimat di atas …

8 / 20

68. Semua buaya bersifat buas.
Sebagian peliharaan adalah buaya.

Kesimpulan dari premis di atas adalah …

9 / 20

69. Karya sastra sebagai sebuah fiksi merupakan cermin kondisi kehidupan sosial budaya di mana dan kapan karya sastra itu diciptakan (Waren, 1978:82)[1]. Ketika lingkungan sosial dan budaya penuh praktik hegemoni suatu kelompok atas kelompok yang lain termasuk didalamnya hegemoni jender (Ritzer,2008:436)[2], laki-laki atas perempuan, maka hal itu akan terekam dalam karya sastra yang diciptakan pada ruang dan waktu berlangsungnya praktik tersebut (Waren, 1978:82)[3].

Penulisan catatan samping sumber rujukan [3] dalam teks di atas (Waren, 1978:82) semestinya adalah …

10 / 20

70. [1]Publik mungkin terkejut dengan temuan hanya 10 persen daerah yang memiliki indeks kejujuran tinggi ujian nasional. [2]Hasil analisis data UN 2010-2014, hanya 52 kabupaten/kota memiliki indeks kejujuran diatas 90 persen. [3]Sementara indeks tertinggi diraih oleh Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta, yakni 97 persen. [4]Kita berharap, prestasi itu bisa dipertahankan dalam UN tahun ini. [5]Namun, perlu berhati-hati dalam menerapkan indeks kejujuran ini karena akan menjadi beban bagi sekolah yang mendapat stigma tidak jujur.

Dalam tajuk di atas, opini ditunjukkan oleh kalimat ke …

11 / 20

71. Teks untuk Soal No. 71–72

Maka dikahwinkan nabi Khidirlah anak Raja Kida Hindi dengan Raja Iskandar atas syariat Nabi Ibrahim, Khalifatullah, dihadapan segala mereka yang tersebut itu. Maka berbangkitlah segala raja-raja dan segala orang besar-besar dan perdana menteri dan hulubalang dan segala pendita dan segala ulama dan hukama menaburkan emas dan perak dan permata, ratna mutu manikam, kepada kaki Raja Iskandar, hingga tertimbunlah segala emas dan perak dan ratna mutu manikam di hadapan Raja Iskandar, seperti busut dua tiga timbunan. Maka sekalian harta itu disedekahkan kepada segala fakir dan miskin

Bila dicermati wacana di atas menunjukkan kutipan sastra Melayu klasik yang mempunyai karakteristik berikut ini, kecuali …

12 / 20

72. Teks untuk Soal No. 71–72

Maka dikahwinkan nabi Khidirlah anak Raja Kida Hindi dengan Raja Iskandar atas syariat Nabi Ibrahim, Khalifatullah, dihadapan segala mereka yang tersebut itu. Maka berbangkitlah segala raja-raja dan segala orang besar-besar dan perdana menteri dan hulubalang dan segala pendita dan segala ulama dan hukama menaburkan emas dan perak dan permata, ratna mutu manikam, kepada kaki Raja Iskandar, hingga tertimbunlah segala emas dan perak dan ratna mutu manikam di hadapan Raja Iskandar, seperti busut dua tiga timbunan. Maka sekalian harta itu disedekahkan kepada segala fakir dan miskin

Peristiwa penting yang dibicarakan dalam kutipan teks wacana di atas adalah …

13 / 20

73. Teks untuk Soal No. 73–74

Matahari adalah tukang tenung. Jika bangun subuh, selempang merah membujur di langit timur menjelmakan atap-atap bangunan sepanjang L’Avenue de la Baurdonnais seperti sayap-sayap burung straling yang mengibas sisa es di bibir talang, di rongga-rongga pancuran dan topi-topi cerobong asap. Rombongan tikus kelabu, kelinci, dan rakun tersembul-sembul dari timbunan dedaunan Ulinus Mardana. Anak-anak tupai mengintip lalu melompat dari celah-celah akar atau dari siku-siku bangku taman. Semuanya berdendang girang, ribut berjingkat-jingkat ditingkahi perkusi pohon poplar yang dipatuki burung-burung pelatuk. Meriah!
(Edensor hal. 146)

Kutipan teks di atas menunjukkan adanya unsur intrinsik yang menonjol, yaitu …

14 / 20

74. Teks untuk Soal No. 73–74

Matahari adalah tukang tenung. Jika bangun subuh, selempang merah membujur di langit timur menjelmakan atap-atap bangunan sepanjang L’Avenue de la Baurdonnais seperti sayap-sayap burung straling yang mengibas sisa es di bibir talang, di rongga-rongga pancuran dan topi-topi cerobong asap. Rombongan tikus kelabu, kelinci, dan rakun tersembul-sembul dari timbunan dedaunan Ulinus Mardana. Anak-anak tupai mengintip lalu melompat dari celah-celah akar atau dari siku-siku bangku taman. Semuanya berdendang girang, ribut berjingkat-jingkat ditingkahi perkusi pohon poplar yang dipatuki burung-burung pelatuk. Meriah!
(Edensor hal. 146)

Kutipan teks novel di atas disajikan pengarang dengan menggunakan majas-majas, yaitu …

15 / 20

75. Potongan teks di bawah ini yang menunjukkan bagian rekomendasi dari resensi sebuah karya sastra adalah …

16 / 20

76. Kian hari kian terasa rumah itu tak ubahnya dengan neraka. Tiap hari mengaung makian di kamar tidur, di tengah rumah, di kamar makan, dan juga sampai-sampai menggaung di kamar mandi. Suara pintu yang dibanting, tak kunjung lenyap. Dalam sehari paling kurang sekali. Apa yang jadi sebab?
Tak ada yang menjelaskan dengan benar. Tak pernah terjadi dialog yang tenang dan bertanya mengapa. Mereka selalu dikejutkan oleh kejadian yang sudah lewat, tapi tidak meneruskannya dengan pertanyaan mengapa.
(Keluarga Permana, 1986)

Dalam menulis sebuah karya sastra yang berbentuk prosa, pada kutipan teks di atas pengarang bermaksud ingin menggambarkan sebuah unsur intrinsik dalam karyanyanya, yaitu …

17 / 20

77. Perhatikan teks rumpang di bawah ini dengan saksama!

Mami menangis melihatku. … Apa betul Papi tertangkap? Ibu Antana, nyonya rumah, menghiburnya dengan kata-kata lembut. Dan dari kata-kata itu aku sudah dapat menarik kesimpulan, bahwa harapan berjumpa lagi dengan Papi sudah hampa. Ternyata betul. … Ia rindu pada mami dan menulis surat agar bertemu dengannya di salah suatu warung di Pasar Senen dekat bioskop Grand. Surat itu (Papi lupa) tentu saja disensor. Mami pun tidak berpikir panjang dan memang menurut instruksi, …, sehingga tak sempat mendapat nasihat yang lebih waspada. Begitu Mami menggandeng Papi, begitu Kenpeitei memborgol Papi.
(Dipetik dari novel Burung-Burung Manyar karya YB. Mangunwijaya)

Teks rumpang di atas akan menjadi potongan cerita yang utuh jika ditambah dengan kalimat atau potongan kalimat di bawah ini, yaitu …

18 / 20

78. Perhatikan teks acak berikut ini dengan saksama!

1. Alangkah bangganya kalau bisa bilang, saya anak SMA Bukittinggi
2. Nilaiku adalah tiket untuk mendaftar ke SMA terbaik di Bukittinggi
3. Tiga tahun aku ikuti perintah Amak belajar di madrasah tsanawiyah
4. Aku bahkan sudah berjanji dengan Randai, kawan dekatku di madrasah untuk sama-sama pergi mendaftar
5. Sekarang waktunya aku menjadi seperti orang umumnya, masuk jalun nonagama—SMA

Bila disusun dengan urutan yang tepat, teks acak itu akan menjadi kutipan cerita novel Negeri 5 Menara karya A. Fuadi. Susunan urutan yang dimaksud adalah …

19 / 20

79. Perhatikan puisi rumpang di bawah ini dengan saksama!

………………
Jangan lupa membawa pena
………………
Janganlah korupsi giatlah bekerja

Agar menjadi pantun yang baik, dua baris rumpang tersebut harus diisi dengan …

20 / 20

80. Berikut adalah hal-hal utama yang membangun puisi menjadi puitis dan merdu ketika dibaca, kecuali …

Your score is

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *