Mini TO Bela Negara 2 2026

0

Mini TO Bela Negara 2 2026

Anda punya waktu 30 menit untuk mengerjakan 30 soal. Kerjakan dengan jujur sebab ini bahan evaluasi kalian. Anda punya kesempatan tiga kali pengerjaan.Kerjakan di laptop atau tablet agar lebih optimal secara tampilan. Kalian yang mau gabung bimbel UPN 2026 boleh banget! Kalian bisa klik di sini

The number of attempts remaining is 6

Isi dulu data diri yaah

1 / 30

1. Peristiwa Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945 merupakan salah satu episode kritis menjelang proklamasi kemerdekaan Indonesia. Makna terdalam dari peristiwa tersebut dalam konteks bela negara adalah …

2 / 30

2. Pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada 22 Agustus 1945 menggantikan rencana pembentukan tentara reguler. Alasan utama pemerintah Indonesia saat itu memilih membentuk BKR daripada langsung membentuk tentara nasional adalah …

3 / 30

3. Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya merupakan salah satu pertempuran terbesar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Faktor yang paling menentukan semangat juang rakyat Surabaya meskipun menghadapi persenjataan Sekutu yang jauh lebih modern adalah …

4 / 30

4. Tentara Keamanan Rakyat (TKR) resmi dibentuk pada 5 Oktober 1945. Dalam konteks bela negara, signifikansi pembentukan TKR bagi eksistensi negara Indonesia yang baru merdeka adalah …

5 / 30

5. Agresi Militer Belanda I (21 Juli 1947) melanggar Perjanjian Linggarjati yang telah disepakati. Respons strategis Indonesia yang paling tepat menggambarkan implementasi bela negara dalam dimensi diplomasi internasional adalah …

6 / 30

6. Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta dipimpin oleh Letnan Kolonel Soeharto. Dampak strategis terpenting dari serangan tersebut dalam konteks perjuangan mempertahankan kemerdekaan adalah …

7 / 30

7. Pemberontakan PKI Madiun 1948 dipimpin oleh Musso dan Amir Sjarifuddin. Dalam perspektif ketahanan nasional, pelajaran terpenting yang dapat diambil dari peristiwa tersebut bagi Indonesia modern adalah …

8 / 30

8. Operasi Trikora (1961-1962) yang dilancarkan Presiden Soekarno bertujuan membebaskan Irian Barat dari Belanda. Dimensi bela negara yang paling menonjol dari Operasi Trikora dalam konteks integrasi wilayah adalah …

9 / 30

9. Pemberontakan DI/TII yang dipimpin Kartosuwirjo di Jawa Barat berlangsung dari 1949 hingga 1962. Aspek yang paling membedakan pemberontakan DI/TII dari pemberontakan bersenjata lainnya di era kemerdekaan adalah …

10 / 30

10. Perjanjian Renville (17 Januari 1948) sering dianggap merugikan Indonesia karena mempersempit wilayah kekuasaan RI. Namun, dalam perspektif bela negara yang lebih luas, nilai strategis dari kesediaan Indonesia menandatangani Perjanjian Renville adalah …

11 / 30

11. Pemberontakan PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia) tahun 1958 yang berbasis di Sumatera Barat melibatkan sejumlah perwira TNI. Faktor struktural yang paling mendasar sebagai akar penyebab pemberontakan tersebut adalah …

12 / 30

12. Operasi Mandala yang dipimpin Mayor Jenderal Soeharto merupakan operasi militer gabungan TNI dalam rangka pembebasan Irian Barat. Keseimbangan antara tekanan militer dan diplomasi dalam operasi ini mencerminkan doktrin pertahanan Indonesia, yaitu …

13 / 30

13. Gerakan G30S/PKI tahun 1965 merupakan salah satu peristiwa paling traumatik dalam sejarah Indonesia. Dalam konteks ketahanan nasional dan bela negara, pelajaran utama yang dapat dipetik dari peristiwa tersebut adalah …

14 / 30

14. Integrasi Timor Timur ke dalam NKRI pada 1976 dan kemudian lepasnya melalui referendum 1999 menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia. Faktor yang paling mendasar yang menyebabkan kegagalan integrasi Timor Timur dalam perspektif bela negara adalah …

15 / 30

15. Pemberontakan Permesta (Piagam Perjuangan Semesta Alam) yang berlangsung di Sulawesi tahun 1957-1961 memiliki keterkaitan dengan PRRI di Sumatera. Aspek yang paling mencerminkan tantangan bela negara dalam konteks Permesta adalah …

16 / 30

16. Doktrin perang gerilya yang dikembangkan oleh Jenderal Soedirman selama perang kemerdekaan menjadi fondasi strategi pertahanan Indonesia. Esensi doktrin gerilya Soedirman yang paling relevan bagi konsep pertahanan Indonesia modern adalah …

17 / 30

17. Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag tahun 1949 menghasilkan pengakuan kedaulatan Indonesia. Dalam konteks bela negara, posisi TNI selama proses negosiasi KMB mencerminkan hubungan antara kekuatan militer dan diplomasi, yaitu …

18 / 30

18. Operasi Trisula (1968) di Blitar Selatan merupakan operasi TNI untuk menumpas sisa-sisa PKI pasca G30S. Dalam perspektif bela negara, implikasi terpenting dari keberhasilan operasi ini bagi konsolidasi NKRI adalah …

19 / 30

19. Strategi Perang Rakyat Semesta (Sishankamrata) merupakan doktrin pertahanan Indonesia yang mengintegrasikan seluruh komponen bangsa. Keunggulan mendasar doktrin ini dibandingkan doktrin pertahanan konvensional yang mengandalkan tentara profesional semata adalah …

20 / 30

20. Peran Jenderal Soedirman yang tetap memimpin perang gerilya meskipun dalam kondisi sakit parah (TBC) merupakan teladan bela negara yang luar biasa. Nilai utama yang dapat diteladani dari sikap Jenderal Soedirman dalam konteks pembentukan karakter mahasiswa UPN adalah …

21 / 30

21. Konflik Aceh yang berlangsung selama puluhan tahun akhirnya diselesaikan melalui MoU Helsinki tahun 2005. Pelajaran paling berharga dari penyelesaian konflik Aceh dalam perspektif bela negara adalah …

22 / 30

22. Gerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) hingga kini masih menjadi tantangan bagi integritas wilayah NKRI di Papua. Dalam perspektif ketahanan nasional komprehensif, pendekatan yang paling efektif dan berkelanjutan untuk mengatasi tantangan tersebut adalah …

23 / 30

23. Peristiwa Bandung Lautan Api pada 24 Maret 1946 merupakan keputusan TNI dan rakyat Bandung untuk membumihanguskan kota daripada menyerahkannya kepada Sekutu. Nilai bela negara tertinggi yang tercermin dalam peristiwa tersebut adalah …

24 / 30

24. Reformasi TNI pasca 1998 membawa perubahan fundamental, termasuk pencabutan Dwifungsi ABRI dan pemisahan TNI-Polri. Dalam konteks bela negara dan demokrasi, signifikansi terpenting dari reformasi TNI bagi Indonesia adalah …

25 / 30

25. Batalyon Siliwangi yang melakukan long march dari Jawa Barat ke Yogyakarta sejauh lebih dari 500 km dalam rangka memenuhi ketentuan Perjanjian Renville (1948) merupakan peristiwa bersejarah. Nilai bela negara terdalam yang terkandung dalam peristiwa long march tersebut adalah …

26 / 30

26. Penumpasan pemberontakan RMS (Republik Maluku Selatan) tahun 1950 oleh TNI di bawah Kolonel Kawilarang merupakan operasi militer pertama NKRI untuk menjaga keutuhan wilayah. Dalam konteks integrasi nasional, tantangan terbesar yang dihadapi pasca keberhasilan operasi militer tersebut adalah …

27 / 30

27. Pertempuran Ambarawa (20 Oktober – 15 Desember 1945) menghasilkan kemenangan TKR atas pasukan Sekutu dan berhasil memukul mundur pasukan Inggris. Nilai strategis dari Pertempuran Ambarawa yang paling relevan dalam pembentukan doktrin militer Indonesia adalah …

28 / 30

28. Konflik komunal Poso dan Ambon pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an merupakan ujian berat bagi integrasi nasional Indonesia. Pelajaran utama dari penanganan konflik tersebut bagi aparat keamanan dalam konteks bela negara adalah …

29 / 30

29. Penetapan 5 Oktober sebagai Hari TNI merupakan peringatan atas berdirinya TKR pada 1945. Dalam konteks bela negara kontemporer, makna peringatan Hari TNI yang paling substantif bagi mahasiswa adalah …

30 / 30

30. Dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, kemanunggalan TNI dengan rakyat terbukti menjadi kekuatan tak terkalahkan. Mengintegrasikan nilai historis tersebut ke dalam konteks bela negara mahasiswa UPN hari ini, wujud ‘kemanunggalan’ yang paling relevan adalah …

Your score is

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *