Mini TO LBI [03] Soshum SNBT 2027

0

Mini TO LBI [03] Soshum SNBT 2027

Anda punya waktu 20 menit untuk mengerjakan 10 soal. Kerjakan dengan jujur sebab ini bahan evaluasi kalian. Semakin banyak latihan dan semakin banyak benar semakin bagus. Anda punya kesempatan tiga kali pengerjaan.Kerjakan di laptop atau tablet agar lebih optimal secara tampilan. Kalian yang mau gabung bimbel SNBT 2027 boleh banget! Kalian bisa klik di sini

The number of attempts remaining is 6

Isi dulu data diri yaah

1 / 10

1. HUKUM HENRY
Hukum Henry berbunyi: Pada suhu tetap, jumlah suatu gas yang dapat larut dalam zat cair adalah proporsional dengan tekanan dan koefisien kelarutan gas tersebut.
Dalam kehidupan, Hukum Henry menjelaskan perubahan kelarutan nitrogen dalam cairan tubuh. Walaupun udara yang kita hirup mengandung 79% nitrogen, gas ini tidak ada pengaruhnya terhadap fungsi tubuh, sebab hanya sedikit yang dapat larut ke dalam plasma darah, karena koefisien kelarutannya relatif rendah pada tekanan permukaan air laut. Pada kondisi ini, koefisien kelarutan nitrogen adalah 0,012.
Bila seorang penyelam SCUBA (Self-Contained Underwater Breathing Apparatus) atau penggali terowongan di bawah sungai menghirup udara yang bertekanan tinggi, nitrogen dalam udara dapat mempengaruhi tubuhnya. Tekanan parsial nitrogen lebih tinggi dalam udara yang bertekanan tinggi, sehingga sejumlah nitrogen akan larut ke dalam plasma dan cairan tubuh. Kondisi ini disebut nitrogen narcosis yang menyebabkan pusing-pusing dan gejala lain yang mirip dengan keracunan alkohol. Makin tinggi kedalamannya, makin parah kondisinya.
Bila seorang penyelam naik ke permukaan air secara perlahan, nitrogen yang terlarut dapat dibuang melalui paru-paru. Akan tetapi bila penyelam naik terlalu cepat, nitrogen akan keluar dari cairan tubuh dalam bentuk gelembung-gelembung dalam jaringan. Jika terjadi dalam jaringan syaraf, hal ini akan menyebabkan pusing, susah bernafas, kelumpuhan, dan pingsan.
PETUNJUK A: digunakan untuk menjawab soal nomor 1 sampai nomor 5!
Gelembung yang disebut dalam naskah berisi ………

2 / 10

2. HUKUM HENRY
Hukum Henry berbunyi: Pada suhu tetap, jumlah suatu gas yang dapat larut dalam zat cair adalah proporsional dengan tekanan dan koefisien kelarutan gas tersebut.
Dalam kehidupan, Hukum Henry menjelaskan perubahan kelarutan nitrogen dalam cairan tubuh. Walaupun udara yang kita hirup mengandung 79% nitrogen, gas ini tidak ada pengaruhnya terhadap fungsi tubuh, sebab hanya sedikit yang dapat larut ke dalam plasma darah, karena koefisien kelarutannya relatif rendah pada tekanan permukaan air laut. Pada kondisi ini, koefisien kelarutan nitrogen adalah 0,012.
Bila seorang penyelam SCUBA (Self-Contained Underwater Breathing Apparatus) atau penggali terowongan di bawah sungai menghirup udara yang bertekanan tinggi, nitrogen dalam udara dapat mempengaruhi tubuhnya. Tekanan parsial nitrogen lebih tinggi dalam udara yang bertekanan tinggi, sehingga sejumlah nitrogen akan larut ke dalam plasma dan cairan tubuh. Kondisi ini disebut nitrogen narcosis yang menyebabkan pusing-pusing dan gejala lain yang mirip dengan keracunan alkohol. Makin tinggi kedalamannya, makin parah kondisinya.
Bila seorang penyelam naik ke permukaan air secara perlahan, nitrogen yang terlarut dapat dibuang melalui paru-paru. Akan tetapi bila penyelam naik terlalu cepat, nitrogen akan keluar dari cairan tubuh dalam bentuk gelembung-gelembung dalam jaringan. Jika terjadi dalam jaringan syaraf, hal ini akan menyebabkan pusing, susah bernafas, kelumpuhan, dan pingsan.
PETUNJUK A: digunakan untuk menjawab soal nomor 1 sampai nomor 5!
Bila dipunyai 22,4 L udara pada suhu dan tekanan standard, menurut naskah, jumlah nitrogen yang terdapat di dalamnya adalah ………

3 / 10

3. HUKUM HENRY
Hukum Henry berbunyi: Pada suhu tetap, jumlah suatu gas yang dapat larut dalam zat cair adalah proporsional dengan tekanan dan koefisien kelarutan gas tersebut.
Dalam kehidupan, Hukum Henry menjelaskan perubahan kelarutan nitrogen dalam cairan tubuh. Walaupun udara yang kita hirup mengandung 79% nitrogen, gas ini tidak ada pengaruhnya terhadap fungsi tubuh, sebab hanya sedikit yang dapat larut ke dalam plasma darah, karena koefisien kelarutannya relatif rendah pada tekanan permukaan air laut. Pada kondisi ini, koefisien kelarutan nitrogen adalah 0,012.
Bila seorang penyelam SCUBA (Self-Contained Underwater Breathing Apparatus) atau penggali terowongan di bawah sungai menghirup udara yang bertekanan tinggi, nitrogen dalam udara dapat mempengaruhi tubuhnya. Tekanan parsial nitrogen lebih tinggi dalam udara yang bertekanan tinggi, sehingga sejumlah nitrogen akan larut ke dalam plasma dan cairan tubuh. Kondisi ini disebut nitrogen narcosis yang menyebabkan pusing-pusing dan gejala lain yang mirip dengan keracunan alkohol. Makin tinggi kedalamannya, makin parah kondisinya.
Bila seorang penyelam naik ke permukaan air secara perlahan, nitrogen yang terlarut dapat dibuang melalui paru-paru. Akan tetapi bila penyelam naik terlalu cepat, nitrogen akan keluar dari cairan tubuh dalam bentuk gelembung-gelembung dalam jaringan. Jika terjadi dalam jaringan syaraf, hal ini akan menyebabkan pusing, susah bernafas, kelumpuhan, dan pingsan.
PETUNJUK A: digunakan untuk menjawab soal nomor 1 sampai nomor 5!
Dalam tubuh manusia, nitrogen yang terhirup dan larut ke dalam plasma darah ………

4 / 10

4. HUKUM HENRY
Hukum Henry berbunyi: Pada suhu tetap, jumlah suatu gas yang dapat larut dalam zat cair adalah proporsional dengan tekanan dan koefisien kelarutan gas tersebut.
Dalam kehidupan, Hukum Henry menjelaskan perubahan kelarutan nitrogen dalam cairan tubuh. Walaupun udara yang kita hirup mengandung 79% nitrogen, gas ini tidak ada pengaruhnya terhadap fungsi tubuh, sebab hanya sedikit yang dapat larut ke dalam plasma darah, karena koefisien kelarutannya relatif rendah pada tekanan permukaan air laut. Pada kondisi ini, koefisien kelarutan nitrogen adalah 0,012.
Bila seorang penyelam SCUBA (Self-Contained Underwater Breathing Apparatus) atau penggali terowongan di bawah sungai menghirup udara yang bertekanan tinggi, nitrogen dalam udara dapat mempengaruhi tubuhnya. Tekanan parsial nitrogen lebih tinggi dalam udara yang bertekanan tinggi, sehingga sejumlah nitrogen akan larut ke dalam plasma dan cairan tubuh. Kondisi ini disebut nitrogen narcosis yang menyebabkan pusing-pusing dan gejala lain yang mirip dengan keracunan alkohol. Makin tinggi kedalamannya, makin parah kondisinya.
Bila seorang penyelam naik ke permukaan air secara perlahan, nitrogen yang terlarut dapat dibuang melalui paru-paru. Akan tetapi bila penyelam naik terlalu cepat, nitrogen akan keluar dari cairan tubuh dalam bentuk gelembung-gelembung dalam jaringan. Jika terjadi dalam jaringan syaraf, hal ini akan menyebabkan pusing, susah bernafas, kelumpuhan, dan pingsan.
PETUNJUK A: digunakan untuk menjawab soal nomor 1 sampai nomor 5!
Menurut naskah, jika pada suhu konstan banyaknya gas yang terlarut dalam zat cair semakin besar, maka laju tekanan pada gas tersebut ………

5 / 10

5. HUKUM HENRY
Hukum Henry berbunyi: Pada suhu tetap, jumlah suatu gas yang dapat larut dalam zat cair adalah proporsional dengan tekanan dan koefisien kelarutan gas tersebut.
Dalam kehidupan, Hukum Henry menjelaskan perubahan kelarutan nitrogen dalam cairan tubuh. Walaupun udara yang kita hirup mengandung 79% nitrogen, gas ini tidak ada pengaruhnya terhadap fungsi tubuh, sebab hanya sedikit yang dapat larut ke dalam plasma darah, karena koefisien kelarutannya relatif rendah pada tekanan permukaan air laut. Pada kondisi ini, koefisien kelarutan nitrogen adalah 0,012.
Bila seorang penyelam SCUBA (Self-Contained Underwater Breathing Apparatus) atau penggali terowongan di bawah sungai menghirup udara yang bertekanan tinggi, nitrogen dalam udara dapat mempengaruhi tubuhnya. Tekanan parsial nitrogen lebih tinggi dalam udara yang bertekanan tinggi, sehingga sejumlah nitrogen akan larut ke dalam plasma dan cairan tubuh. Kondisi ini disebut nitrogen narcosis yang menyebabkan pusing-pusing dan gejala lain yang mirip dengan keracunan alkohol. Makin tinggi kedalamannya, makin parah kondisinya.
Bila seorang penyelam naik ke permukaan air secara perlahan, nitrogen yang terlarut dapat dibuang melalui paru-paru. Akan tetapi bila penyelam naik terlalu cepat, nitrogen akan keluar dari cairan tubuh dalam bentuk gelembung-gelembung dalam jaringan. Jika terjadi dalam jaringan syaraf, hal ini akan menyebabkan pusing, susah bernafas, kelumpuhan, dan pingsan.
PETUNJUK A: digunakan untuk menjawab soal nomor 1 sampai nomor 5!
Jika pada kedalaman h di bawah permukaan air, kondisi nitrogen narcosis-nya adalah K(h), maka K(h) adalah fungsi ………

6 / 10

6. OZON
Keseimbangan dinamik ozon dalam atmosfer terjadi dengan cara ozon terus menerus terbentuk dan terurai. Dalam pembentukan ozon, mula-mula O2 dipecah oleh sinar ultra violet (UV) yang mempunyai panjang gelombang lebih kecil dari 240 nm. Makin pendek gelombang sinar, makin besar energinya. Dalam reaksi di atas diperlukan gelombang UV yang pendek, karena untuk disosiasi O2 diperlukan energi yang tinggi.
Lapisan ozon di stratosfer dapat menyerap seluruh sinar UV ekstrem dan UV-C serta sebagian UV-B. Kekurangan kadar ozon dalam stratosfer berarti kurangnya penyerapan sinar UV-B oleh lapisan ozon, sehingga makin banyak sinar UV-B yang sampai ke bumi. Sinar yang bergelombang pendek dan mengandung energi tinggi ini mempunyai pengaruh besar terhadap jasad renik dan organisme tingkat tinggi. Dari 200 jenis dan varietas tumbuhan yang diteliti, dua per tiga di antaranya peka terhadap kenaikan sinar UV-B, misalnya kapas, melon, dan kol. Efek tersebut berupa hambatan terhadap laju fotosintesis, yang selanjutnya menghambat produksi. Pada kedelai, penurunan 25% kadar ozon akan menurunkan produksi antara 20 – 25% dan menurunkan kualitasnya, yaitu kandungan proteinnya berkurang 10%. Pada manusia, sinar UV-B dapat merusak protein DNA. Perusakan DNA dapat mengubah sel menjadi sel kanker, khususnya kanker kulit.
PETUNJUK A: digunakan untuk menjawab soal nomor 6 sampai nomor 7!
Menurut naskah, dalam pembentukan ozon, mula-mula O2 dipecah oleh sinar ultra violet matahari yang mempunyai energi foton paling kecil (dalam satuan 10⁻¹⁹ joule) ………

7 / 10

7. OZON
Keseimbangan dinamik ozon dalam atmosfer terjadi dengan cara ozon terus menerus terbentuk dan terurai. Dalam pembentukan ozon, mula-mula O2 dipecah oleh sinar ultra violet (UV) yang mempunyai panjang gelombang lebih kecil dari 240 nm. Makin pendek gelombang sinar, makin besar energinya. Dalam reaksi di atas diperlukan gelombang UV yang pendek, karena untuk disosiasi O2 diperlukan energi yang tinggi.
Lapisan ozon di stratosfer dapat menyerap seluruh sinar UV ekstrem dan UV-C serta sebagian UV-B. Kekurangan kadar ozon dalam stratosfer berarti kurangnya penyerapan sinar UV-B oleh lapisan ozon, sehingga makin banyak sinar UV-B yang sampai ke bumi. Sinar yang bergelombang pendek dan mengandung energi tinggi ini mempunyai pengaruh besar terhadap jasad renik dan organisme tingkat tinggi. Dari 200 jenis dan varietas tumbuhan yang diteliti, dua per tiga di antaranya peka terhadap kenaikan sinar UV-B, misalnya kapas, melon, dan kol. Efek tersebut berupa hambatan terhadap laju fotosintesis, yang selanjutnya menghambat produksi. Pada kedelai, penurunan 25% kadar ozon akan menurunkan produksi antara 20 – 25% dan menurunkan kualitasnya, yaitu kandungan proteinnya berkurang 10%. Pada manusia, sinar UV-B dapat merusak protein DNA. Perusakan DNA dapat mengubah sel menjadi sel kanker, khususnya kanker kulit.
PETUNJUK A: digunakan untuk menjawab soal nomor 6 sampai nomor 7!
Lahan A dan lahan B dengan kondisi yang sama ditanami kedelai. Tanaman kedelai di lahan B mendapat penyinaran dengan dosis UV-B yang disebut dalam naskah. Perbandingan hasil panen kedelai pada lahan A dan hasil panen minimal pada lahan B adalah ………

8 / 10

8. PETUNJUK B: digunakan untuk menjawab soal nomor 8 sampai nomor 9!
Makin besar lubang ozon yang ada di stratosfer, kadar protein dalam kedelai hasil pertanian makin rendah.
SEBAB
Ozon akan menyebabkan terhambatnya proses fotosintesis dalam tanaman.

9 / 10

9. Sinar UV-B yang mengenai tubuh manusia dapat menyebabkan kanker kulit.
SEBAB
Sinar UV-B mampu merusak DNA sel-sel di permukaan tubuh.

10 / 10

10. PETUNJUK C: digunakan untuk menjawab soal nomor 10!
Sinar UV-B dapat merusak senyawa bio-polimer yang ada di dalam tubuh. Bio-polimer yang dimaksud dalam naskah adalah molekul yang tersusun dari monomer ………
(1) isoprene
(2) asam amino
(3) glukosa
(4) nukleotida

Your score is

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *