Mini TO LBI [07] SNBT 2026

22

Mini TO LBI [07] SNBT 2026

Anda punya waktu 21.5 menit untuk mengerjakan 15 soal. Kerjakan dengan jujur sebab ini bahan evaluasi kalian. Semakin banyak latihan dan semakin banyak benar semakin bagus. Anda punya kesempatan tiga kali pengerjaan.Kerjakan di laptop atau tablet agar lebih optimal secara tampilan. Kalian yang mau gabung bimbel SNBT 2026 boleh banget! Kalian bisa klik di sini

The number of attempts remaining is 6

Isi dulu data diri yaah

1 / 15

Jika menaati Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 17 Tahun 2006, pengangguran di Thailand bakal meningkat tajam, kapal ikan Thailand yang menangkap ikan di luar negeri yang umumnya berbobot minimal 100 gross ton (GT) juga harus berhenti beroperasi. Jumlah pekerja 15-20 orang per kapal.

Kapal ikan Thailand yang beroperasi secara legal sebanyak 306 unit, sedangkan yang ilegal kurang lebih 500 unit. Total volume penangkapan sekitar 72.540 ton per tahun, meliputi 27.540 ton ditangkap secara legal dan selebihnya ilegal.

Selama tahun 2005, Thailand mampu mengekspor ikan tuna sebanyak 562.072 ton dengan nilai 1,318 juta dollar AS, kemudian tahun 2003 sebanyak 497.501 ton atau 1,018 juta dollar AS. Negara tujuan ekspor antara lain Amerika Serikat (22,48 persen), Timur Tengah (11,22 persen), Uni Eropa (10,70 persen), Australia dan Selandia Baru (7,24 persen), dan Kanada (7,04 persen).

61. Salah satu negara yang disebut dalam bacaan di atas yang disebut Negara Kanguru pada awal kemerdekaan Indonesia menjadi salah satu anggota KTN (Komisi Tiga Negara) untuk

2 / 15

Jika menaati Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 17 Tahun 2006, pengangguran di Thailand bakal meningkat tajam, kapal ikan Thailand yang menangkap ikan di luar negeri yang umumnya berbobot minimal 100 gross ton (GT) juga harus berhenti beroperasi. Jumlah pekerja 15-20 orang per kapal.

Kapal ikan Thailand yang beroperasi secara legal sebanyak 306 unit, sedangkan yang ilegal kurang lebih 500 unit. Total volume penangkapan sekitar 72.540 ton per tahun, meliputi 27.540 ton ditangkap secara legal dan selebihnya ilegal.

Selama tahun 2005, Thailand mampu mengekspor ikan tuna sebanyak 562.072 ton dengan nilai 1,318 juta dollar AS, kemudian tahun 2003 sebanyak 497.501 ton atau 1,018 juta dollar AS. Negara tujuan ekspor antara lain Amerika Serikat (22,48 persen), Timur Tengah (11,22 persen), Uni Eropa (10,70 persen), Australia dan Selandia Baru (7,24 persen), dan Kanada (7,04 persen).

62. Kegiatan yang dilakukan Thailand sebagaimana dinyatakan dalam alinea ketiga bacaan di atas akan tercermin dalam
1) neraca
2) neraca pembayaran
3) neraca ekspor-impor
4) neraca perdagangan

3 / 15

Jika menaati Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 17 Tahun 2006, pengangguran di Thailand bakal meningkat tajam, kapal ikan Thailand yang menangkap ikan di luar negeri yang umumnya berbobot minimal 100 gross ton (GT) juga harus berhenti beroperasi. Jumlah pekerja 15-20 orang per kapal.

Kapal ikan Thailand yang beroperasi secara legal sebanyak 306 unit, sedangkan yang ilegal kurang lebih 500 unit. Total volume penangkapan sekitar 72.540 ton per tahun, meliputi 27.540 ton ditangkap secara legal dan selebihnya ilegal.

Selama tahun 2005, Thailand mampu mengekspor ikan tuna sebanyak 562.072 ton dengan nilai 1,318 juta dollar AS, kemudian tahun 2003 sebanyak 497.501 ton atau 1,018 juta dollar AS. Negara tujuan ekspor antara lain Amerika Serikat (22,48 persen), Timur Tengah (11,22 persen), Uni Eropa (10,70 persen), Australia dan Selandia Baru (7,24 persen), dan Kanada (7,04 persen).

63. Hasil tangkapan ikan setiap tahun untuk setiap unit kapal tersebut dalam bacaan di atas adalah

4 / 15

Jika menaati Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 17 Tahun 2006, pengangguran di Thailand bakal meningkat tajam, kapal ikan Thailand yang menangkap ikan di luar negeri yang umumnya berbobot minimal 100 gross ton (GT) juga harus berhenti beroperasi. Jumlah pekerja 15-20 orang per kapal.

Kapal ikan Thailand yang beroperasi secara legal sebanyak 306 unit, sedangkan yang ilegal kurang lebih 500 unit. Total volume penangkapan sekitar 72.540 ton per tahun, meliputi 27.540 ton ditangkap secara legal dan selebihnya ilegal.

Selama tahun 2005, Thailand mampu mengekspor ikan tuna sebanyak 562.072 ton dengan nilai 1,318 juta dollar AS, kemudian tahun 2003 sebanyak 497.501 ton atau 1,018 juta dollar AS. Negara tujuan ekspor antara lain Amerika Serikat (22,48 persen), Timur Tengah (11,22 persen), Uni Eropa (10,70 persen), Australia dan Selandia Baru (7,24 persen), dan Kanada (7,04 persen).

64. Di negara yang kapal-kapalnya harus berhenti beroperasi seperti tersebut pada bacaan di atas, terdapat hamparan dataran rendah luas yang menjadi aliran sungai

5 / 15

Jika menaati Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 17 Tahun 2006, pengangguran di Thailand bakal meningkat tajam, kapal ikan Thailand yang menangkap ikan di luar negeri yang umumnya berbobot minimal 100 gross ton (GT) juga harus berhenti beroperasi. Jumlah pekerja 15-20 orang per kapal.

Kapal ikan Thailand yang beroperasi secara legal sebanyak 306 unit, sedangkan yang ilegal kurang lebih 500 unit. Total volume penangkapan sekitar 72.540 ton per tahun, meliputi 27.540 ton ditangkap secara legal dan selebihnya ilegal.

Selama tahun 2005, Thailand mampu mengekspor ikan tuna sebanyak 562.072 ton dengan nilai 1,318 juta dollar AS, kemudian tahun 2003 sebanyak 497.501 ton atau 1,018 juta dollar AS. Negara tujuan ekspor antara lain Amerika Serikat (22,48 persen), Timur Tengah (11,22 persen), Uni Eropa (10,70 persen), Australia dan Selandia Baru (7,24 persen), dan Kanada (7,04 persen).

65. Teori yang mengemukakan adanya trade-off/korelasi antara inflasi dengan hal yang diakibatkan oleh penerapan Peraturan Menteri sebagaimana dikemukakan dalam alinea pertama bacaan di atas adalah

6 / 15

Pada tahun 2006, Kabupaten Sidoarjo di Jawa Timur terkena musibah bencana semburan lumpur panas bersuhu 60 derajat Celsius dari perut bumi, akibat dari ulah PT Lapindo Brantas Inc. Celakanya, tak pasti kapan lumpur panas dari kedalaman 3.580 kaki di bawah permukaan tanah itu akan berhenti menyembur, dan tidak seorang pun tahu berapa banyak lagi lumpur yang akan keluar.

Ada 15 pabrik yang berhenti beroperasi, dan 1.879 buruh tidak dapat bekerja. Kerugian juga datang dari 15 hektar area sawah-ladang yang puso. Untuk itu Lapindo akan memberi ganti rugi sebesar enam kali panen dengan patokan harga gabah kering Rp 1,8 juta per ton. Sementara hewan ternak yang mati lebih dari 500.000 ekor. Lumpur itu juga mengganggu kinerja ekspor.

66. Kinerja ekspor yang dimaksud dalam kalimat terakhir bacaan di atas adalah terjadinya kemerosotan

7 / 15

Pada tahun 2006, Kabupaten Sidoarjo di Jawa Timur terkena musibah bencana semburan lumpur panas bersuhu 60 derajat Celsius dari perut bumi, akibat dari ulah PT Lapindo Brantas Inc. Celakanya, tak pasti kapan lumpur panas dari kedalaman 3.580 kaki di bawah permukaan tanah itu akan berhenti menyembur, dan tidak seorang pun tahu berapa banyak lagi lumpur yang akan keluar.

Ada 15 pabrik yang berhenti beroperasi, dan 1.879 buruh tidak dapat bekerja. Kerugian juga datang dari 15 hektar area sawah-ladang yang puso. Untuk itu Lapindo akan memberi ganti rugi sebesar enam kali panen dengan patokan harga gabah kering Rp 1,8 juta per ton. Sementara hewan ternak yang mati lebih dari 500.000 ekor. Lumpur itu juga mengganggu kinerja ekspor.

67. Dari bacaan di atas, bila rata-rata hasil produksi gabah kering 6 ton per hektar, maka ganti rugi yang ditanggung oleh PT Lapindo Brantas Inc. setahun

8 / 15

Pada tahun 2006, Kabupaten Sidoarjo di Jawa Timur terkena musibah bencana semburan lumpur panas bersuhu 60 derajat Celsius dari perut bumi, akibat dari ulah PT Lapindo Brantas Inc. Celakanya, tak pasti kapan lumpur panas dari kedalaman 3.580 kaki di bawah permukaan tanah itu akan berhenti menyembur, dan tidak seorang pun tahu berapa banyak lagi lumpur yang akan keluar.

Ada 15 pabrik yang berhenti beroperasi, dan 1.879 buruh tidak dapat bekerja. Kerugian juga datang dari 15 hektar area sawah-ladang yang puso. Untuk itu Lapindo akan memberi ganti rugi sebesar enam kali panen dengan patokan harga gabah kering Rp 1,8 juta per ton. Sementara hewan ternak yang mati lebih dari 500.000 ekor. Lumpur itu juga mengganggu kinerja ekspor.

68. Setelah agresi militer I di provinsi yang disebut pada bacaan di atas, Belanda mendirikan negara boneka, yakni negara

9 / 15

Pada tahun 2006, Kabupaten Sidoarjo di Jawa Timur terkena musibah bencana semburan lumpur panas bersuhu 60 derajat Celsius dari perut bumi, akibat dari ulah PT Lapindo Brantas Inc. Celakanya, tak pasti kapan lumpur panas dari kedalaman 3.580 kaki di bawah permukaan tanah itu akan berhenti menyembur, dan tidak seorang pun tahu berapa banyak lagi lumpur yang akan keluar.

Ada 15 pabrik yang berhenti beroperasi, dan 1.879 buruh tidak dapat bekerja. Kerugian juga datang dari 15 hektar area sawah-ladang yang puso. Untuk itu Lapindo akan memberi ganti rugi sebesar enam kali panen dengan patokan harga gabah kering Rp 1,8 juta per ton. Sementara hewan ternak yang mati lebih dari 500.000 ekor. Lumpur itu juga mengganggu kinerja ekspor.

69. Di samping bahan yang disemburkan sesuai pada bacaan di atas, lapisan kulit bumi juga dapat mengeluarkan gas, antara lain

10 / 15

Pada tahun 2006, Kabupaten Sidoarjo di Jawa Timur terkena musibah bencana semburan lumpur panas bersuhu 60 derajat Celsius dari perut bumi, akibat dari ulah PT Lapindo Brantas Inc. Celakanya, tak pasti kapan lumpur panas dari kedalaman 3.580 kaki di bawah permukaan tanah itu akan berhenti menyembur, dan tidak seorang pun tahu berapa banyak lagi lumpur yang akan keluar.

Ada 15 pabrik yang berhenti beroperasi, dan 1.879 buruh tidak dapat bekerja. Kerugian juga datang dari 15 hektar area sawah-ladang yang puso. Untuk itu Lapindo akan memberi ganti rugi sebesar enam kali panen dengan patokan harga gabah kering Rp 1,8 juta per ton. Sementara hewan ternak yang mati lebih dari 500.000 ekor. Lumpur itu juga mengganggu kinerja ekspor.

70. Prasasti berikut ini mengupas mengenai sejarah dari wilayah provinsi yang disebut pada bacaan di atas, KECUALI prasasti

11 / 15

Pemerintah Provinsi Bangka Belitung akan segera membagikan 1,145 juta bibit tanaman lada, karet, dan kelapa sawit kepada para petani. Tujuannya mempercepat pertumbuhan ekonomi di pedesaan.

Bibit tanaman perkebunan yang akan dibagi itu terdiri atas 580.000 bibit lada, 355.000 bibit karet, dan 210.000 bibit kelapa sawit. Dengan pemberian bibit itu, petani diharapkan mau kembali bekerja di sektor pertanian setelah sebelumnya mereka beralih menjadi pekerja tambang.

Pembagian bibit kelapa sawit kepada petani dilakukan karena luas perkebunan yang mereka miliki hanya 8.000 hektar, dari 128.000 hektar perkebunan kelapa sawit di Bangka Belitung. Ketimpangan jumlah luas lahan yang dimiliki petani dan perusahaan perkebunan itulah yang menyebabkan rakyat tidak terlalu merasakan manfaat dari perkebunan tersebut. Dengan pembagian 210.000 bibit kelapa sawit, petani dapat membuka 1.500 hektar kebun kelapa sawit baru.

71. Berdasarkan bacaan di atas, komponen biaya yang dapat dihemat oleh petani dengan adanya perluasan lahan pertanian dan meningkatnya jumlah produksi adalah

12 / 15

Pemerintah Provinsi Bangka Belitung akan segera membagikan 1,145 juta bibit tanaman lada, karet, dan kelapa sawit kepada para petani. Tujuannya mempercepat pertumbuhan ekonomi di pedesaan.

Bibit tanaman perkebunan yang akan dibagi itu terdiri atas 580.000 bibit lada, 355.000 bibit karet, dan 210.000 bibit kelapa sawit. Dengan pemberian bibit itu, petani diharapkan mau kembali bekerja di sektor pertanian setelah sebelumnya mereka beralih menjadi pekerja tambang.

Pembagian bibit kelapa sawit kepada petani dilakukan karena luas perkebunan yang mereka miliki hanya 8.000 hektar, dari 128.000 hektar perkebunan kelapa sawit di Bangka Belitung. Ketimpangan jumlah luas lahan yang dimiliki petani dan perusahaan perkebunan itulah yang menyebabkan rakyat tidak terlalu merasakan manfaat dari perkebunan tersebut. Dengan pembagian 210.000 bibit kelapa sawit, petani dapat membuka 1.500 hektar kebun kelapa sawit baru.

72. Komoditas yang disebut pada alinea pertama bacaan di atas yang sejak abad ke-18 telah menjadi komoditas ekspor yang penting bagi daerah Sumatera bagian selatan adalah

13 / 15

Pemerintah Provinsi Bangka Belitung akan segera membagikan 1,145 juta bibit tanaman lada, karet, dan kelapa sawit kepada para petani. Tujuannya mempercepat pertumbuhan ekonomi di pedesaan.

Bibit tanaman perkebunan yang akan dibagi itu terdiri atas 580.000 bibit lada, 355.000 bibit karet, dan 210.000 bibit kelapa sawit. Dengan pemberian bibit itu, petani diharapkan mau kembali bekerja di sektor pertanian setelah sebelumnya mereka beralih menjadi pekerja tambang.

Pembagian bibit kelapa sawit kepada petani dilakukan karena luas perkebunan yang mereka miliki hanya 8.000 hektar, dari 128.000 hektar perkebunan kelapa sawit di Bangka Belitung. Ketimpangan jumlah luas lahan yang dimiliki petani dan perusahaan perkebunan itulah yang menyebabkan rakyat tidak terlalu merasakan manfaat dari perkebunan tersebut. Dengan pembagian 210.000 bibit kelapa sawit, petani dapat membuka 1.500 hektar kebun kelapa sawit baru.

73. Jika untuk menanam 1.065 bibit karet dan 420 bibit kelapa sawit diperlukan lahan seluas 12 hektar, berdasarkan bacaan di atas maka untuk menanam seluruh bibit karet yang dibagikan kepada para petani diperlukan lahan seluas

14 / 15

Pemerintah Provinsi Bangka Belitung akan segera membagikan 1,145 juta bibit tanaman lada, karet, dan kelapa sawit kepada para petani. Tujuannya mempercepat pertumbuhan ekonomi di pedesaan.

Bibit tanaman perkebunan yang akan dibagi itu terdiri atas 580.000 bibit lada, 355.000 bibit karet, dan 210.000 bibit kelapa sawit. Dengan pemberian bibit itu, petani diharapkan mau kembali bekerja di sektor pertanian setelah sebelumnya mereka beralih menjadi pekerja tambang.

Pembagian bibit kelapa sawit kepada petani dilakukan karena luas perkebunan yang mereka miliki hanya 8.000 hektar, dari 128.000 hektar perkebunan kelapa sawit di Bangka Belitung. Ketimpangan jumlah luas lahan yang dimiliki petani dan perusahaan perkebunan itulah yang menyebabkan rakyat tidak terlalu merasakan manfaat dari perkebunan tersebut. Dengan pembagian 210.000 bibit kelapa sawit, petani dapat membuka 1.500 hektar kebun kelapa sawit baru.

74. Seperti disebutkan dalam bacaan di atas, keberhasilan pertumbuhan ekonomi daerah ditandai dengan berkurangnya jumlah penganggur.
SEBAB
Mobilitas pekerjaan seperti diuraikan dalam bacaan di atas dilatarbelakangi oleh kualitas sumber daya manusia yang semakin baik.

15 / 15

Pemerintah Provinsi Bangka Belitung akan segera membagikan 1,145 juta bibit tanaman lada, karet, dan kelapa sawit kepada para petani. Tujuannya mempercepat pertumbuhan ekonomi di pedesaan.

Bibit tanaman perkebunan yang akan dibagi itu terdiri atas 580.000 bibit lada, 355.000 bibit karet, dan 210.000 bibit kelapa sawit. Dengan pemberian bibit itu, petani diharapkan mau kembali bekerja di sektor pertanian setelah sebelumnya mereka beralih menjadi pekerja tambang.

Pembagian bibit kelapa sawit kepada petani dilakukan karena luas perkebunan yang mereka miliki hanya 8.000 hektar, dari 128.000 hektar perkebunan kelapa sawit di Bangka Belitung. Ketimpangan jumlah luas lahan yang dimiliki petani dan perusahaan perkebunan itulah yang menyebabkan rakyat tidak terlalu merasakan manfaat dari perkebunan tersebut. Dengan pembagian 210.000 bibit kelapa sawit, petani dapat membuka 1.500 hektar kebun kelapa sawit baru.

75. Hasil utama tambang di provinsi tersebut dalam bacaan di atas adalah

Your score is

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *