Mini TO Kedinasan TKP Part 3

3

Mini TO Kedinasan TKP Part 3

Anda punya waktu 27 menit untuk mengerjakan 20 soal. Kerjakan dengan jujur sebab ini bahan evaluasi kalian. Anda punya kesempatan tiga kali pengerjaan.Kerjakan di laptop atau tablet agar lebih optimal secara tampilan.

The number of attempts remaining is 3

Isi dulu data diri yaah

1 / 30

1. Dalam audit pelayanan publik, warga ramai-ramai mengeluhkan lamanya antrean dan tidak konsistennya sistem digital. Beberapa petugas merasa sudah bekerja maksimal, bahkan ada yang rela lembur tiap hari. Namun, laporan ke pimpinan menunjukkan tren kepuasan masyarakat turun tajam, dan isu mulai viral di media lokal. Di sisi lain, staf senior saling menyalahkan dan suasana tim memanas.

2 / 30

2. Kantor pelayanan baru saja meng-upgrade sistem antrean otomatis, namun malah terjadi antrian lebih kacau karena sebagian warga tidak paham sistem dan staf IT sedang cuti. Dalam rapat staf, beberapa pegawai protes sistem baru, sementara atasan meminta segera ada solusi konkret agar tak viral di media.

3 / 30

3. Tugas lintas dinas: dalam tim proyek, partner eksternal tidak pernah hadir tepat waktu dan sering tidak mengirimkan laporan. Tim internal frustrasi dan mulai menyebar rumor buruk. Atasanmu meminta tim tetap solid, padahal deadline makin dekat.

4 / 30

4. Selama minggu sibuk pendaftaran, banyak warga lanjut usia yang bingung mengisi formulir digital dan mulai protes. Beberapa staf mengeluh ke atasan, sedangkan sebagian lain meminta pelayanan dipisah khusus untuk lansia. Di tengah situasi ini, tiba-tiba beredar video viral petugas yang menolak membantu warga.

5 / 30

5. Staf A selalu paling cepat menyelesaikan tugas, namun dokumennya sering kurang teliti dan harus diperbaiki staf lain. Staf B sebaliknya: hasil kerja rapi tapi lama. Tim mulai terpecah: ada yang ingin meniru A, ada yang mendukung B. Jika dibiarkan, ini berpotensi menurunkan kinerja kolektif dan semangat kerja. Atasanmu meminta solusi agar kerja tim kembali harmonis dan produktif tanpa mengorbankan kualitas maupun kecepatan.

6 / 30

6. Di rapat bulanan, pegawai dari divisi lain sering mendominasi diskusi dan cenderung memotong ide anggota timmu. Akhirnya banyak usulan inovatif tak sempat dibahas, anggota jadi pasif, dan keputusan rapat cenderung sepihak. Kondisi ini membuat suasana makin tidak kondusif, padahal timmu punya target inovasi tahunan dari atasan.

7 / 30

7. Kantormu akan menyambut hari besar nasional dengan lomba antardivisi. Namun, panitia memilih jenis perlombaan yang familiar hanya bagi sebagian besar staf senior, sementara staf muda dan beberapa staf difabel merasa tidak mampu berpartisipasi penuh. Akhirnya, semangat kebersamaan malah turun, muncul sindiran di grup, dan tujuan kegiatan tidak tercapai.

8 / 30

8. Dalam proyek digitalisasi pelayanan, hanya staf muda yang antusias belajar aplikasi baru. Sebagian besar staf senior lebih memilih cara manual dan menunda-nunda adaptasi. Setelah tiga bulan, laporan masih ganda: sebagian digital, sebagian kertas, membuat atasan pusing soal pelaporan data.

9 / 30

9. Dalam proyek kolaborasi beberapa instansi, muncul anggota eksternal yang sering memotong pembicaraan, mengatur jalannya rapat, dan “menyimpulkan” tanpa konsensus. Lama-lama, sebagian anggota lain jadi diam dan pasif, bahkan mulai curhat ke luar forum. Sementara, kamu sebagai moderator diminta atasan agar seluruh ide tim tetap diakomodir demi inovasi nyata.

10 / 30

10. Dua bulan berturut-turut, survei online pelayanan publik kantor turun drastis. Dari hasil diskusi, faktor utama: antrean panjang dan kualitas komunikasi staf ke warga cenderung kaku. Sebagian staf merasa harus tegas biar warga disiplin, sebagian lain bilang harus lebih ramah. Pimpinan minta inovasi agar dua sisi itu bisa seimbang tanpa membebani tim.

11 / 30

11. Dalam tim pelayanan, seorang anggota sering izin pulang lebih awal tanpa alasan jelas. Beberapa rekan mulai protes karena beban kerja jadi berat, sementara hasil akhir tetap tercapai. Atasan minta kamu membuat evaluasi agar tidak merugikan tim.

12 / 30

12. Setelah sistem baru diterapkan, terjadi antrean panjang karena staf belum mahir menggunakan aplikasi. Beberapa staf senior kebingungan, warga makin protes. Pimpinan ingin perbaikan cepat sebelum muncul keluhan viral.

13 / 30

13. Ada laporan pegawai magang menyalahgunakan akses data internal kantor untuk kepentingan tugas kuliah. Data tersebut seharusnya hanya boleh diakses staf tetap. Tim minta solusi agar tidak terulang di masa depan.

14 / 30

14. Dalam forum diskusi lintas dinas, salah satu peserta sering memotong argumen orang lain. Akibatnya, forum jadi tidak kondusif dan banyak peserta akhirnya diam. Koordinator meminta saran agar diskusi tetap produktif dan etis.

15 / 30

15. Banyak warga menilai sosialisasi program pemerintah hanya dilakukan secara daring, sehingga warga lansia tidak mendapat info. Laporan ke atasan menunjukkan minimnya partisipasi warga lansia dalam program tersebut.

16 / 30

16. Proyek kolaborasi antarseksi gagal mencapai target waktu karena satu seksi sering menunda laporan. Staf mulai menyalahkan seksi tersebut di grup. Atasan ingin kamu memperbaiki suasana kerja dan kinerja tim.

17 / 30

17. Ada kabar pegawai tetap sering mempromosikan bisnis pribadi kepada rekan-rekan di jam kantor, bahkan mengajak ikut arisan online. Beberapa pegawai resah dan mulai malas berinteraksi.

18 / 30

18. Dalam survei internal, staf muda mengeluhkan minimnya kesempatan pelatihan dan pengembangan diri di kantormu, sementara pegawai senior lebih sering dapat tugas dinas luar.

19 / 30

19. Pegawai operator menerima kritik tajam dari warga lewat WhatsApp, lalu membalas secara defensif. Akibatnya, warga mengadukan masalah ini ke media sosial dan viral.

20 / 30

20. Banyak kasus antrean pelayanan panjang terjadi karena staf sering telat masuk atau mengambil istirahat terlalu lama. Pimpinan ingin perbaikan sistem monitoring agar antrean lebih lancar.

21 / 30

21. Dalam proyek kolaborasi digital, anggota eksternal meminta akses data penuh tanpa surat resmi. Timmu ragu karena data sensitif, sementara atasan luar kota. Apa tindakanmu agar kolaborasi tetap aman dan profesional?

22 / 30

22. Di grup kantor, muncul perdebatan sengit antara dua staf tentang aturan jam kerja fleksibel. Suasana makin panas dan mulai disaksikan staf lain. Sebagai admin grup, kamu…

23 / 30

23. Saat pelatihan luar kota, sebagian staf justru memanfaatkan waktu untuk jalan-jalan, sementara tugas utama belum selesai. Keluhan rekan masuk ke atasan.

24 / 30

24. Warga mengeluh pelayanan lambat karena sebagian besar staf sedang pelatihan dinas. Media sosial mulai ramai membandingkan kantor lain yang tetap buka penuh.

25 / 30

25. Salah satu pegawai ASN cuti lama tanpa penjelasan, berdampak pada beban rekan kerja. Ada keluhan masuk dan atasanmu minta solusi.

26 / 30

26. Anggota tim administrasi magang meminta izin kerja remote selama seminggu dengan alasan keluarga. Sebagian staf menolak karena khawatir pekerjaan tertunda.

27 / 30

27. Staf senior sering promosi investasi reksadana ke rekan di jam kantor. Beberapa pegawai mulai resah.

28 / 30

28. Dalam proyek digitalisasi, staf IT sering lambat respon keluhan dan lebih sibuk mengerjakan proyek sampingan.

29 / 30

29. Staf muda membuat status media sosial yang menyinggung rekan lintas agama. Suasana kantor mulai tidak nyaman.

30 / 30

30. Dalam evaluasi kegiatan, salah satu anggota tim menuduh kolega tidak transparan soal dana, memicu debat panas. Pimpinan minta kamu menengahi.

Your score is

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *